[FANFICT/FREELANCE] Mianhae

Title 
: Mianhe
Author : Shiaria
Genre         : Sad-Romance
Rating          : PG-13
Type   : Ficlet
Main Casts      
: ~ Jo Youngmin

  ~ Lee Jeongmin

  ~ No Minwoo

  ~ Ham Eunjung

LIE satu kata yang membuat ku muak untuk mendengarnya.

***

Author POV

Di minggu pagi seorang yeoja sedang mencuci piring ia terlihat sedikit sibuk dengan pekerjaan rumahnya. Bahkan ia tak mendengar langkah kaki yang mendekatinya.

“Chagi,.. morning”

“Eh… aku kirain siapa?”

Minwoo merengkuh pinggang Eunjung secara frontal membuat semburat merah di pipi Eunjung mengembang.

“Woo kau benar-benar trouble maker!”

“Wae?” Minwoo masih memeluk Eunjung merasakan aroma parfum di tubuhnya.

“Karena kau membuat ku selalu mengingat mu, kau bahkan sering muncul dalam mimpi ku. Huh mengganggu saja!”Minwoo terkekeh mendengarnya. “Em ne, aku akan jadi trouble maker forever” Eunjung melirik Minwoo “saranghae…” bisik Minwoo seraya mengecup bibir mungil yeoja yang amat dicintainya.

Kring…..kring….

Suara ponsel Minwoo mengusik keromantisan yang terjalin. Minwoo enggan menerima panggilan masuk dari ponselnya. “Emm angkatlah” bisik Eunjung. Minwoo dengan setengah hati mengusap layar ponselnya dan menerima panggilan masuk.

“Yeoboseo?”

“Hei Minwoo apa kau sudah melupakan ku?”

“Siapa ini?” Minwoo mengernyitkan kening.

“Ciahh, aku Youngmin!”

“Ohh ternyata kau? Suara mu terdengar cempreng sekali sih!”

“Hei kapan kau mengunjungi ku? Aku sekarang di rumah, cepatlah datang!”

“Hemm…”

“Tenang saja aku juga akan membuatkan ramen untuk mu”

“Arasseo!” jawab Minwoo riang.

***

Minwoo mengajak Eunjung untuk berkunjung ke rumah sahabatnya. Berbalut gaun berwarna ungu dan sepatu berhak tinggi Eunjung terlihat mempesona. Minwoo merasa damai tiap kali ia memandang keelokan wajah yeoja chingunya.

“Cham Yeoppeoyo…” goda Minwoo seraya membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Eunjung duduk. “Ne…” jawab Eunjung ia melontarkan senyumnya dan Minwoo membalasnya.

***

Minwoo POV

“Akhirnya sampai juga lucky aku masih ingat jalan rumahnya” Kami tiba di depan rumah sahabat ku Youngmin. Segera ku bunyikan bel rumahnya.

Ting…tong…( Tak lama kemudian )

“Hei Woo? Ku pikir kau sudah lupa rumah ku?” Youngmin tidak banyak berubah hanya saja terlihat lebih tinggi dari ku. Aku memeluk sahabat lama ku. “Ahh ayo masuk! Aku sudah buatkan ramen untuk mu! Eh…” Youngmin terkejut ketika melihat Eunjung berdiri di sebelah ku. “Oh perkenalkan dia Eunjung pacar ku cantik kan?” ku lihat perubahan ekspresi yang amat jelas di wajahnya ia terkekeh mendengarnya. “Wae? Akhirnya ada yeoja yang bersedia berpacaran dengan mu”

“Eitss! Kau ini jangan membuka rahasia dong!” Aku memang baru kali ini berpacaran dengan seorang yeoja. Entah kenapa, pertemuan pertama ku dengannya membuat ku tak bisa melupakannya begitu saja. “Hei seharusnya kau yang mentraktir ku!”

“Ah nanti saja hei aku lapar cepat persilahkan kami masuk”

***

Youngmin Pov

Yeoja ini spertinya aku pernah melihatnya tapi… mungkinkah dia itu… pikiran ku terusik sosok yeoja yang kini menjadi pacar sahabat ku. “Hem rasanya enak… bolehkah aku menambah lagi?” Minwoo membuyarkan lamunan ku. “Arasseo… makanlah yang banyak supaya cepat tinggi!” aku mengisi mangkuk Minwoo yang cepat sekali kosong. Ku lirik yeoja yang duduk di sebelahnya, ya terlihat anggun dan cantik. Yeoja itu nampaknya mengenal wajah ku namun ia sepertinya membunyikannya. “Woo bagaimana kalian bisa bertemu?” tanya ku penasaran.

“Eh kau benar ingin mendengarnya?”

“Ne… ayolah berbagi cerita dengan ku?”

“Tapi… ceritanya panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali!” Minwoo mengangkat mie ramen dengan sumpitnya.

“Ish… hanya sepanjang mie ramen itu kan? Gwenchana!”

“Ehem…sruuut” Minwoo memasukan mie ke dalam mulutnya dan menghisap habis kuah ramen. Sambil menunggunya bercerita aku melihat yeoja di depan ku yang tengah membersihkan mulut Minwoo dengan tisu seperti adegan dalam drama.

“Ehem jadi begini, suatu hari aku sangat terburu-buru ke kantor karena appa ku akan datang. Ehh aku hampir saja menabrak seseorang dan orang itu… hehehe yeoja chingu ku. Setelah aku bertemu dengannya aku… fall in love hehehe” Minwoo meletakkan sumpitnya seraya menggenggam jemari yeoja itu.

“Apa kau pernah ke Jepang?” tanya ku spontan. “E…anni..” yeoja itu menjawab dengan keraguan membuat ku penasaran. Mungkin lain waktu aku akan mengintrogasinya.

***

MinWoo POV

“Chagi ya, good night” belaiannya yang lembut membuat ku tak ingin meninggalkannya sendiri di apartemennya.

“Bagaimana jika besok ku perkenalkan dengan Appa ku?”

“Emm menurut ku masih terlalu cepat Woo, apalagi aku seorang yatim piatu mis..”

“Ssst… aku tak ingin mendengar kata yang selanjutnya. Aku akan menerima mu apa adanya, dan aku yakin Appa tidak akan menolak memiliki menantu yang cantik.” Ku pandangi wajah sendunya gurat ke raguannya sedikit demi sedikit menghilang. Ia menganguk dan itu berarti ia siap bertemu dengan Appa ku. Ku sentuh lembut bibir manisnya untuk mengakhiri perjumpaan ku dengannya malam ini.

***

Author POV

Eunjung memasuki kamarnya dan ia segera menggeledah isi kardus di samping lemarinya. Foto itu pasti masih ku simpan, tapi dimana aku meletakkannya? Setelah beberapa figura foto ia keluarkan sebuah foto tak berfigura ia temukan. “Ah benar, orang itu…”

Ingatannya terbang ke masa lalunya. Dimana saat itu ia dan ibunya masih tinggal di Jepang. Ayahnya yang telah tutup usia membuat ibunya kesulitan dalam membiayai sekolahnya dan akhirnya ia tak melanjutkan hingga perguruan tinggi. Hari itu ia melihat ibunya menerima sejumlah uang dari seorang bodyguard setelah ia masuk kedalam mobil. Tanpa ia sangka ibunya menyuruhnya untuk bersama seorang pengusaha. Ia yang masih polos hanya menuruti keinginan ibunya. Ia baru menyadari bahwa selama ini ia telah di jual sebagai wanita penghibur oleh ibunya sendiri. Masa lalu yang pahit, ingin segera ia hapus dari ingatannya dan memilih Seoul sebagai tempat memulai kehidupan barunya. “Ne, aku harus bisa melupakan semua itu…”

***

Youngmin POV

“Hem dimana aku menyimpan foto itu ya? Sepertinya masih ku simpan” Ku aduk-aduk lagi isi koper ku dan berharap menemukan sebuah foto yang aku ambil saat di Jepang. Seingat ku gadis itu juga terlibat dalam kasus salah seorang pejabat pemerintah Jepang. Tapi kenapa waktu itu ia mengatakan tak pernah ke Jepang? Atau jangan-jangan dia membuat kebohongan dan ingin menipu Minwoo? Oh tidak dia dalam bahaya!

Minwoo POV

Besok ulang tahun ku, kira-kira Eunjung memberi ku kejutan apa ya? Em kalau dia lupa? Apa aku harus mengingatkannya? Selama rapat berlangsung sama sekali tidak ada yang menarik. Pikiran ku terusik oleh wajah cantik seorang yeoja. Kok enggak selesai-selesai ya?

“Baiklah kita akhiri rapat hari ini ….” akhirnya kalimat yang menarik perhatian ku tiba. Ku longgarkan sedikit ikatan dasi yang menyesakkan ku. Drrtt Wah baru 1 jam ponsel ku matikan begitu hidup sudah banyak yang mengirimi ku pesan. Aku benar-benar orang yang paling berpengaruh. Coba ku lihat pesan dari direktur Jung, pesan dari direktur Min, ah kenapa rata-rata dari rekan bisnis? Apa tidak ada pesan dari Eunjung? Eh Youngmin mengirimi ku pesan

From: Jo

Ada yang ingin aku beritahukan pada mu bisakah kita bertemu?

Wah apa dia masih merindukan ku?

To: Jo

Arasseo! Tempat biasa

***

Kafe Bene tempat kami biasa nongkrong.

“Woo” dia menyapa ku tanpa senyum ramah seperti biasa dan itu pertanda buruk. “Em kau sudah datang dari tadi?” aku menarik kursi dan duduk di hadapannya. “Ne, nothing” Dia menatap ku dengan tatapan seriusnya. “Ne, apa yang ingin kau katakan?” aku tahu dia mencoba membawa ku ke arena pembicaraan serius. Di keluarkannya ponselnya dan menunjukkannya pada ku. “Apa kau mengenal gadis ini?

***

Eunjung POV

Dear diary

Besok chagi ku ulang tahun, aku ingin memberikan kejutan padanya. Em enaknya aku buat kan dia kue apa ya? Kalau kue coklat? Tahun kemarin sudah. Apa ya?

Ku letakkan sejenak pensil mekanik ku dan ingatan indah kembali terbayang.

Desember lalu dia menyatakan perasaannya pada ku di bawah guyuran salju putih dia memantapkan niat untuk menjalin kisah cinta dengan ku. Awalnya aku sama sekali tidak merasakan perasaan apapun dengannya terbersit keinginan hanya untuk memanfaatkannya. Namun sejak bertemu dengan Minwoo aku menjadi tahu apa artinya kehidupan dan kebebasan. Dari situlah benih cinta tumbuh di relung hati ku.  Tetapi, aku takut jika aku benar-benar jatuh cinta padanya. Aku takut bilamana masa lalu ku terkuak? Dan ia tak ingin lagi menemui ku? Masa lalu yang kelam membuat ku sesak tiap kali aku memikirkannya.

***

Author POV

Hari ulang tahun Minwoo tiba. Eunjung menunggu kedatangan namja chingunya sejak pukul 6 malam kue, balon, dan kado rahasia darinya telah ia siap kan. Biasanya dia langsung pulang ke apartemennya kan? Tapi kenapa jam 11 belum pulang? Apa aku hubungi dia saja? pikirnya setelah lama menunggu MinWoo yang tak kunjung datang.

Klek…(suara pintu terbuka)

“Saengil …” Eunjung terkejut ketika Minwoo telah datang. Senyum manisnya yang telah ia siapkan sedari tadi berubah 180 derajat.

“Woo siapa dia?” tanya Eunjung dengan tatapan sinis. Minwoo datang merangkul seorang yeoja yang tak pernah ia kenal. Eunjung menyaksikan sendiri kekasih hatinya mencium gadis lain di depan matanya. “Dia kekasih ku”

“Apa maksud mu!”

“Masud ku, bisakah kau pergi karena aku akan merayakan ulang tahun ku bersamanya”

Eunjung menahan air matanya. “Woo? Kau anggap apa aku?”

“Gisaeng? Yang berpura-pura jatuh cinta pada ku? Bukankah selama ini kau telah melakukannya pada orang lain? Kau berbohong pada ku kan?”

“Wo… a…”

“Pergilah aku muak melihat mu!” Tampak alur kemarahan di matanya.

Apa yang selama ini di sembunyikannya telah terbongkar dan apa yang di takutinya selama ini telah menjadi nyata. Namja yang dicintainya selama ini telah berubah hatinya sudah bukan untuknya lagi. Tidak ada lagi yang mengharapkannya. Jantungnya terasa remuk hancur berkeping-keping. Ia menahan untuk tak menangis di depan orang yang dicintainya. Namun desakan kepedihan yang amat sangat membuatnya tak bertahan mendorongnya untuk keluar dari apartemen.

Kleep

Pintu tertutup sama seperti tertutupnya pintu hati Minwoo untuk Eunjung. Setelah beberapa menit kepergian Eunjung Minwoo melihat ke sekeliling. Dia telah menyiapkan semua ini untuk ku? Apakah selama ini kau hanya memberikan ke palsuan pada ku? pikirnya. “Aku ingin sendiri sekarang, gashamnida” Ia menduduki sofanya dan merenungkan apa yang telah terjadi beberapa menit lalu.

***

….Saranghaeyo KLIK

TIN…….TIN………CIIIIIIIIIT…….BRAK…K…….

Seorang yeoja tergeletak di aspal tubuhnya berlumuran darah. Deg..Deg..Deg.. Deg. ________

***

“Woo?! Hei!”

“Oh, mwo?”

“Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan? Lihat kopi mu sudah dingin” Youngmin sedari tadi mengamati Minwoo yang seperti orang linglung.

“Aku sedang tidak ingin meminumnya”

“Apa kau masih memikirkan yeoja itu?”

Minwoo melirik jam tangannya mencari-cari alasan.

“Aku harus segera ke kantor”

“Di kantor kau juga melamun. Yeoja itu, apa kau masih belum bisa melupakannya?”

“Molla” Minwoo beranjak dari tempatnya.

“Huh, sudahlah temui saja dia”

***

Minwoo ragu mengarahkan mobilnya ke kantor. Ia sudah 1 minggu tak bertemu dengan Eunjung terhitung sejak malam itu. Hatinya mendesaknya untuk bertemu namun ia terlanjur mengatakan untuk tak melihatnya lagi. Semakin ia menolak perintah hatinya suara tawa dan senyum yeoja berwajah manis terus saja membayangi dirinya. Membuatnya dalam emosi yang tak stabil.

CKIIIT

Minwoo mengerem mobilnya tiba-tiba. Bayangan wajah Eunjung yang menangis di hadapannya muncul kembali.

“Aish!..” Minwoo memukul stirnya kuat-kuat. “Ne, aku akan menemuinya…”

***

Minwoo berdiri mematung di depan pintu apartemen Eunjung ia masih ragu untuk menemui yeoja itu.

Kleek (pintu terbuka)

Keluarlah seorang namja dari balik pintu. Siapa dia? Jangan-jangan dia… Minwoo mencap namja itu dengan negative thingking.

“Siapa kau?” tanya namja itu yang sedari tadi memperhatikan Minwoo berdiri di depan pintu. Minwoo kebingungan untuk menjawabnya ia sendiri yang telah mengakhiri hubungannya dengan Eunjung dan sekarang tak mungkin ia menelan ludahnya sendiri.

“Joneun Minwoo imnida”

“Aa Ne aku Jeongmin, jadi kau orangnya, masuklah ada yang ingin ku berikan pada mu”

“Eunjung meninggalkan ini di atas mejanya, dan disi tertulis nama mu. Ku pikir Minwoo disini adiknya, eh tapi Eunjung tidak punya adik hehehe.” Jeongmin menyodorkan sebuah diary pada Minwoo.

“Em ini… diary Eunjung” Minwoo membuka diary itu halaman demi halaman beberapa foto mereka berdua tertempel di tiap halaman diary. Dan di bagian halaman ke empat tertulis tulisan tangan Eunjung.

Dulu aku sangat bahagia bersama appa dan omma. Appa mengajak kami tinggal di negeri sakura terlihat indah memang. Namun setelah kepergian appa, omma sedih dan sering sakit. Aku tidak lagi melanjutkan kuliah. Aku bekerja sebagai kasir, penghasilan ku tidak seberapa. Omma memarahi ku tiap kali aku tidak membelikan barang yang ia inginkan. Aku kemudian menambah pekerjaan ku sebagai pengantar Koran dan susu. Suatu hari omma mempertemukan ku dengan seorang pria baruh baya, omma berkata aku akan hidup dengan layak jika bersamanya. Omma terlihat senang, aku tak bisa menolaknya dan membuat omma sedih jadi ku turuti keinginannya. Setelah beberapa hari aku bersamanya apa yang dikatakan omma ku berbalik 360 derajat. Di cap sebagai perusak rumah tangga orang dan semua orang mencaci ku. Omma meninggalkan ku dan menikahi pria lain. Aku hampir saja gila karena ini. Aku memutuskan untuk ke Seoul tempat aku di lahirkan banyak perubahan terjadi disini rumah dulu kami tinggal telah di tempati orang lain. Aku kecewa dengan diri ku sendiri yang tak dapat melakukan apapun. Dunia yang kejam hingga madu di lidah ku terasa pahit. Kepada siapa aku mengadu? Aku ingin mengakhiri hidup ku dengan menyerahkan diri ku tertabrak mobil. Walaupun begitu aku juga tak kunjung mendapatkan apa yang ku inginkan. Pengemudi mobil itu menolong ku.

Ne pengemudi mobil itu kini menyatakan perasaannya pada ku. Aku tak yakin jika ia akan benar-benar mencintai ku dan menerima ku apa adanya diri ku dan bukan ada apanya dari ku. Ia berkata pada ku “…Aku akan menerima mu apa adanya…” membuat ku merasa tenang. Ia membuat ku jatuh cinta padanya. Perasaan yang tak pernah aku rasakan selama ini menghinggapi ku. Lalu apakah jika ia telah mengetahui masa lalu ku masih kah ia mencintai ku atau merasa jijik dan tak ingin melihat ku lagi? Aku berharap apa yang telah ia ucapkan tak kan pernah ia ingkari.

Sebutir air mata menetes di halaman diary itu. Minwoo tak dapat menahan air mata penyesalannya. Ia membalikkan halaman selanjutnya bertuliskan

Minwoo telah mengetahui semuanya dan ia tak ingin melihat ku lagi… tak ada lagi yang menginginkan ku bahkan orang yang aku cintai. Mianhae, aku telah berbohong pada mu menyembunyikan semuanya. Aku hanya ingin hidup bahagia dengan mu tanpa mengungkit masa lalu ku.

Mianhae

“Wae? Kau menangis?” Jeongmin bertanya melihat namja di depannya mengeluarkan banyak air mata. “Bisakah a.a.aku..bertemu dengannya?” Mata Minwoo memerah genangan air mata membanjiri kelopak matanya.

“Bukankah dia sudah tidak ada lagi di dunia ini? Kecelakaan merenggut detak jantung terakhirnya”

“Anii, anii!!! Maksud ku bukan untuk tak melihatnya selamanya hanya saja aku…a..aku…Eunjung-ssi mianhae…mianhae…”Minwoo memeluk diary Eunjung seperti memeluk yeoja itu dalam dekapannya.

TT*The_End*TT

This entry was posted by kepangmusic.

9 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Mianhae

  1. huaa….. ini yang aku suka… sad romance… buat lagi ya thor yang sad. kalau bisa yang very very sad… di tunggu… fighting !!!!

  2. Nappeun MINWOO -_-
    dasar…, ini krna young sih..,andaikan young gk bilang..,eunjung n minwoo gk bklan kya gini….
    *PLaakk

    ff nya sad abis thor ^^
    tpi anehnya (?) aq gk nangis sma skali… entah knpa akhir2 ini aq ngbaca ff sad.., gknya nangis tpi mlah bikin jantung nyesek….
    *curhat

    aq kebanyakan ngomong ya???
    ok/..deh k’lo aq kbnyakan ngomong.. lngsung ke inti

    ff nya keren… sad nya pas2an
    n alur ceritanya jelas… itu komentar aq…
    100 unutk author😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: