[FANFICT/FREELANCE] Because You’re Special – Chapter 01

Title  : Because You’re Special – Chapter 01
Author : SayKwa
Genre         : Mysteri, Romance dan Sad Romance
Rating          :
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Jung Ha Gun  ~ Kim Hye Rin
  ~ Jo Kwangmin

  ~ No Minwoo

  ~ Lee Jeongmin

Author POV

Terlihat seorang yeoja melemparkan sebuah pandangan hangat ke luar jendela yang mengarah ke lapangan basket. Tampaknya yeoja ini sedang menonton kelas seni yang sedang bermain basket. Tetapi hanya satu orang yang sebenarnya dia perhatikan, Kwangmin.

Ah oppa, kau keren sekali saat bermain basket! Gumamnya dalam hati sambil tersenyum manis.

Flashback

“Hey kwang.. lempar bolanya ke sini!” ujar seorang namja yang bernama Min Woo kepada Kwangmin.

“Ini.. Tangkap Miinn,” teriak Kwang sambil melempar bola basketnya ke arah Min Woo. Tapi tanpa sadar, bola yang di lemparnya mengenai seorang yeoja yang sedang menonton di bangku penonton. “Awaaasss!” teriak kwangmin pada yeoja tersebut yang bernama Jung Ha Gun.

*************************

“Ughh, sakiiit.” Rintih Ha Gun sambil memegang kepalanya.

“Kau tak apa? Mianhae , aku melemparimu bola tadi,” ujar Kwangmin khawatir.

“Ahh oppa, aku tidak apa-apa kok..” Ujar Ha Gun namun masih merasa pusing.

“Apa benar?” Kwangmin yang masih khawatir mendekatkan wajahnya ke arah Ha Gun. “Op..oppa? apa yang kau lakukan?” Tanya Ha Gun gugup hingga wajahnya memerah. “Ahh sepertinya kau masih sakit. Lihat saja, wajahmu memerah,”

“Tentu saja, ini karena oppa terlalu dekat..” gumam Ha Gun. “Hmn mungkin sebaiknya aku mengantarmu pulang,” ujar kwangmin. “ahh tak apa kok oppa, jangan khawatirkan a..” ucapan Ha Gun terpotong oleh kata-kata kwangmin.

“Sudahlah Ha Gun, lagi pula aku tak ingin kau terluka,” DEG! Tiba-tiba, sebuah degupan kencang datang dari jantung Ha Gun. “Ahh degupan apa ini, jangan-jangan…” gumamnya dalam hati. “Tapii.. darimana oppa tau namaku?”

 “Oppa? Darimana kamu tahu namaku?” #rasa ge-er muncul. “Ahh tentu aku tahu, itu..” sambil menunjuk ke label nama di seragam Ha Gun. “Ahh iya..” jawab Ha Gun malu.

“Kajja… aku antar pulang,” tanpa menunggu jawaban Ha Gun, kwangmin langsung menarik tangannya dan mengajaknya pulang.

************************

Ha Gun POV

Oppa.. apa kau masih mengingatku! gumamku sambil melihat Kwang oppa bermain basket di lapangan. Tanpa sadar, guru Lin melihatku melamun dan memanggilku.

“Ha Gun?” panggilnya. Namun, aku yang masih melihat kwang oppa tak mendengar hingga panggilan kedua.

“JUNG HA GUN?” teriak guru Lin. “ahh.. n..ne songsaengnim?” jawabku gugup. “Omo, apa kau tak mendengarkan gurumu ini menjelaskan sampai berbusa? Keluar! Itu hukuman untukmu..” ujar guru Lin mengusirku dari kelasnya. Akhirnya aku keluar sambil menunduk malu.

 

Kwangmin POV

Kulihat Ha Gun di balik jendela kelas sejarah. Sepertinya dia sedang melamun.

“Kwangmin.. apa yang kau lihat? Fokuslah!” tiba-tiba hyung Jeongmin memanggilku karena memperhatikan Ha Gun. “Ne.. hyung,” ujarku sambil melanjutkan permainan basket. Namun sesekali, aku menoleh untuk melihat Ha Gun melamun. “Melamun pun kau masih terlihat cantik chagi..” gumamku.

“Omo, apa kau tak mendengarkan gurumu ini menjelaskan sampai berbusa? Keluar! Itu hukuman untukmu..” tiba-tiba Guru lin yang sedang mengajar di kelas sejarah berteriak. Ternyata Ha Gun di hukum karena melamun.

“Hyung.. tangkap,” kataku sambil melemparkan bola basket kepada jeongmin kemudian pergi mencari Ha Gun. “Oii Kwang.. mau kemana kau?” aku yang sudah berlari tak peduli dengan panggilan Hyung Jeongmin.

Ha Gun POV

Ahh sial sekali nasibku! Gumamku tak menentu.

“Jamkkanman..” teriak seseorang. Aku menoleh kebelakang.

“Kk.. kwang oppa?” tanyaku tak percaya. “Ada apa?”

“Ha Gun?” ujar kwang oppa sambil menghela napas.

“Oppa.. istirahatlah sebentar. Lagi pula, kenapa harus berlari sih..” aku mengajak kwang oppa untuk duduk di kursi taman.

“Ha Gun.. Saranghaeyo,”

“Mwo?” tanyaku terkejut.

 
Kwangmin POV

Akhirnya aku menemukan Ha Gun. Aku ingin langsung menyatakan perasaanku padanya walau pun tiba-tiba. Tapi karena melihatku habis berlari, Ha Gun mengajakku untuk beristirahat. Aku tak ingin melewatkan kesempatan ini, jadi…

“Ha Gun.. Saranghaeyo,” kataku mendadak.

“Mwo?” tanyanya terkejut. Aku yakin, dia pasti tak akan percaya dengan perkataanku.

“Nae Namja Chingu Ga Dwae-O Jullae? Aku mencintaimu sejak pertemuan pertama kita,” lanjutku untuk meyakinkannya.

“Ah.. oppa.. aku rasa kk.. kau-“

Aku tak ingin membuatnya ragu. Kupeluk dia tanpa sempat mengeluarkan kata-kata keraguannya. “Jawabanmu?” tanyaku sekarang. “hmn.. Ne oppa.. Nado saranghae,” aku tersenyum, kemudian memeluknya lebih erat.

 

———-___________________————

 

Author POV

“Jung Ha Gun!!” teriak seongsemnim memanggil Ha Gun.

“N Ne.. ah Songseengnim. Mianhae, aku tak mende..”

“Saya tak suka ada yang lain-lain dalam pelajaranku. Keluarlah!” perintah Guru Lin

“Ne.. Mianhaeyo.” Ujar Ha Gun sambil menunduk lesu kemudian keluar.

 

 

Ha Gun POV

“Ah aku tak menyangka hari ini sangat sial. Tapi.. meski begitu untung aku bias membayangkan kwang oppa,” aku membayangkan wajah kwang oppa sambil cekikikan. Walau pun aku sadar tadi hanya khayalanku saja, aku bahagia. Yah! Aku tau khayalanku tak akan menjadi kenyataan karena…

Duaakk !!

“Owhh..” rintihku sambil memegang kepalaku yang terkena bola basket. Untungnya aku tak sampai pingsan seperti waktu itu.

“Yaa! Kau. Kalau jalan liat yang benar donk. Kau tahu kan ini lapangan basket..” teriak salah satu pemain basket yang melempariku bola.

“Mwo? An Aniyo.. aku tak berjalan di ..” aku tertegun. “Te.. tengah lapangan,” aku melihat sekeliling ku. Semua orang memandangku. Kemudian aku sadar. Aku tepat di tengah LAPANGAN BASKET. “Mianhaeyo… aku tak sadaaarrrr..” ujar ku kemudian berlari ke luar.

“Huuhh .. yeoja yang aneh..” ujar namja yang tadi melempariku bola serta memarahiku yang ku perkirakan adalah Oppa Kwangmin.

 

Jeongmin POV

“Kalau tak salah.. itu adalah yeoja yang pingsan waktu itu. Kasian… dia pasti sangat malu,” aku melihat Ha Gun pergi keluar sambil menunduk malu. Sepertinya, dia tidak masuk kelas hari ini. Kenapa ya? Pikirku.

“Iya! Semuanya. Ayo berkumpul. Pelajaran olah raga berakhir sampai di sini. Sekarang kalian boleh istirahat.” Teriak songsaengnim memberi pengumuman. Setelah itu terdengar bel istirahat berbunyi. Tanpa menunggu lagi aku ke kantin membeli minuman. Aku haus..

Aku melihat sebotol menuman yang tidak asing bagiku. Orange juice. Ha Gun sangat menyukainya. Aku tahu itu karena aku selalu memperhatikannya. Setiap ke kantin, minuman ini pasti minuman pertama yang diambilnya. Dia bilang, dia termasuk orang yang mudah dehidrasi dan orange juice lah minuman pertama yang membuatnya nyaman.

“Aku akan mengambil ini dan memberikannya pada Ha Gun,” ujarku kemudian pergi mencari Ha Gun.

 

 

Ha Gun POV

“Seperti kataku. Kwang oppa itu tak seperti kelihatannya, hangat dan bersahabat. Dia itu jahat dan kasar. Liat aja MV  I.Y.A.H. Kwang oppa terlihat berandal di sana,” pikirku dalam hati. “Seharusnya aku tak kelapangan. Aku.. a.. aku malu.. hiks… hiks… hikss,” gerutuku sambil menangis.

“Apa dengan menangis harga dirimu akan kembali. Tadi kau bertindak tolol. Instropeksilah. Sudah di hukum guru masih juga melakukan hal bodoh!”  Bentak seorang namja yang membuatku geram.

“Kau siapa sih? Kamu gak tau masalahku itu ap..” saat aku berbalik, aku melihat oppa kwangmin.”Oppa? mi.. mianhae.” Ujarku lemah.

“Nae. Aku tahu. Maafkan juga aku yang membentakmu. Tapi kau tahu, tindakanmu tadi sangat bodoh,” kata kwang oppa lagi lalu duduk di sampingku.

Deg.. deg.. deg..

Suara jantungku berdetak kencang. Ini bukan yang pertama kali aku merasakannya. “Oppa, mau apa?” tanyaku sambil menunduk. Aku tak berani menatapnya.

“Anni. Aku hanya mau minta maaf padamu. Mianhaeyo.. tadi aku membentakmu,” Oppa meminta maaf padaku sambil memberiku sesuatu, sebotol susu.

“Susu?” tanyaku.

“Ne. Kata orang, susu baik untuk orang bodoh sepertimu. Menambah kecerdasan juga,” jawabnya polos, kemudian berlari sambil mengejek ku. “Bodoh weeek,”

“Anni! Aku bukan orang bodoh..” ujarku cemberut kemudian ikut berlari mengejarnya. Yah ! walau pun aku tidak suka susu tak apa. karena ini pemberiannya. My lovely kwangmin! Pikirku kemudian tersenyum kecil.

 

Author POV

Di sisi lain, Jeongmin yang baru datang sambil membawa sebotol minuman untuk Ha Gun melihat Kwangmin dan Ha Gun bercanda ria. Seketika, botol minuman itu jatuh dan pecah. Jeongmin tertegun kemudian bersembunyi. *ngintip tuh😀 lol

“Bukankah Ha Gun sangat sedih? Kwangmin tadi mengejeknya kan. Apa hubungan mereka?” Tanya Jeongmin dalam hati. Kemudian pergi sambil memegangi dadanya yang sakit. Sepertinya dia sadar bahwa dia menyukai Ha Gun.

To Be Continued to Part 2

 

Akhirnya yang part lanjutan udh dateng. Gimana? Tambah gaje? -__-! Mianhae..

Ini FF pertamaku di sini sih.. Tapi walaupun begitu, tetep tinggalkan jejak ne..

This entry was posted by kepangmusic.

7 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Because You’re Special – Chapter 01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: