[FANFICT/FREELANCE] Prince – Chapter 06

Title 
: Prince – Chapter 06
Author : Ju J. N.
Genre         : Fantasy dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Kwangmin         ~ Youngmin

  ~ Eun A (OC)

  ~ Eun Kyo (OC)

  ~ Minwoo

  ~ Hyunseong

  ~ Jeongmin

  ~ Donghyun

  ~ Lee Hwa

  ~ Lee Seong

Author’s Note   : Please do not copy paste……….. happy reading dan jangan lupa ditunggu komen-komen yang membangun dan author minta maaf kalau bikin para readers menunggu lama ( @jujuanita_  ) 🙂

Kwangmin POV

Aku berjalan menyusuri salasar kastil ini, aku tau kemana kaki ini membawaku. Salasar ini membawaku menuju ke taman kastil ini, tempat dimana terakhir kali bertemu dengan Eun A. sesampainya di taman itu, kondisinya masih tetap sama. Indah sekali…… baru kemarin aku disini bersama Eun A dan sekarang aku disini sendirian. Akupun duduk dikursi taman ini dan menatap salah satu kursi yang dulunya diduduki  Eun A untuk menemaniku disini.

‘Eun A-ya, apa kau baik-baik saja?’ tanyaku dalam hati.

‘Bukankah kemarin kau bilang kau bisa menghajar orang? Kenapa sekarang kau bisa begitu mudah diculik? Dan laki-laki itu memukulmu. Eun A-ya apakah itu sakit?’ akupun hanya bisa bertanya-tanya sendiri. Tak ku pungkiri, aku benar-benar mencemaskan keadaan Eun A.

‘Eun A-ya…. Bertahanlah, lakukan apapun yang kau bisa, jangan biarkan laki-laki itu menyakitimu. Aku akan menyelamatkanmu, tunggulah aku. Kau harus menjaga dirimu sebelum aku datang. Kau harus dalam keadaan baik ketika aku datang’

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Eun A POV

                Aku terbangun tapi masih ingin memejamkan mataku, ah rasanya tubuhku sakit sekali dan aku mencoba meregangkan tubuhku tapi tunggu… kenapa seperti ada yang menghalangi gerakan tangan dan kakiku. Akupun membuka mataku dan melihat tubuhku, ternyata kedua tangan dan kakiku terikat. Dan dimana aku, tempat apa ini? Kenapa kaki dan tanganku terikat? Akupun panik dan melihat ruangan ini, ternyata aku tertidur dengan terduduk di salah satu sudut ruangan ini. Ruangan apa ini? Bagaimana aku bisa disini? Akupun mencoba untuk menenangkan diriku dan tidak panik. Aku mengingat-ingat kembali apa yang sedang terjadi.

Flashback

Pagi itu aku ingin pergi ketaman belakang kastil yang digunakan untuk menanam tanaman pengobatan. Aku ingin membantu membuatkan obat untuk appa. Saat berada di belakang kastil aku merasakan ada yang mengikutiku ketika aku menoleh kebelakan, aku tidak melihat seorangpun atau mungkin hanya suara angin saja? Ah entahlah tidak ada apa-apa dan aku melanjutkan langkahku dan aku mendengar suara langkah kaki, aku pikir kali ini aku benar-benar mendengar ada langkah kaki mengikutiku. Aku menoleh kebelakang dan benar saja ada seorang laki-laki berperawakan tinggi besar berada di depanku sekarang ini.

“Siapa kau? Kau bukan pengawal istana bukan? Siapa kau?” gertakku dengan suara keras.

“Tak perlu kau tau siapa aku, kau putri di istana ini bukan?” tanyanya dengan senyum licik itu.

“Apa maumu? Bagaimana kau bisa disini?” tanyaku lagi.

“Sudah ku bilang, itu tidak penting untuk kau ketahui putri. Kau putri kerajaan Lee bukan?” tanyanya lagi sambil melangkah mendekatiku pelan dan akupun reflek berjalan mundur untuk menjaga jarak dengan laki-laki itu.

“Ne….Berhenti ditempatmu!!! Apa maumu?” tanyaku pada laki-laki itu yang tetap berjalan mendekatiku.

“Apa mauku?? Kau Eun Kyo bukan???” tanya laki-laki itu ‘Eun Kyo?’ batinku, aku tidak ingin menjawab pertanyaan itu, sepertinya laki-laki ini menyangkaku sebagai Eun Kyo eoni. Aku tau aku dan Eun Kyo eoni memang mirip.

“Kau!! Apa niatmu? Aku tau kau memiliki niat buruk, melihat tampangmu yang jahat itu saja aku sudah tau” kataku sambil masih berjalan mundur.

“Sepertinya kau memang benar Eun Kyo, kalau begitu kau harus ikut aku” kata laki-laki itu.

“Berhenti!!!!! Atau jika tidak aku akan menghajarmu” gertakku pada laki-laki itu tapi dia tidak menuruti perkataanku, sepertinya dia benar-benar seseorang yang jahat.

“Kau menggertakku tua putri? Kau pikir aku takut dengan gertakan seorang putri kecil sepertimu? Hahaha kau lucu sekali” kata laki-laki itu dengan tawa jahatnya dan seketika itu aku mengangkat sedikit gaun panjangku dan aku berusaha berlari sekencang mungkin menjauhi laki-laki jahat itu.

“Ya!!! Mau lari kemana kau??” teriak laki-laki itu dan dia berlari mengejarku. Aku terus berlari sekencang mungkin dan aku melihat pengawal di depanku dan akupun sangat lega dan mereka berlari menghampiriku tapi tiba-tiba sesuatu yang keras menimpa tengkukku membuat pandanganku buram dan gelap……………

Flashback End

 

                Sial ternyata aku tertangkap oleh laki-laki jahat itu. Aku melihat kesekelilingku lagi. Ruangan ini bertembokan batu hitam dan hanya ada sebuah pintu yang tertutup dan sebuah jendela yang terbuka disalah satu sisinya. Akupun berusaha menuju sisi jendela itu, karna aku tidak bisa berjalan dengan kaki terikat jadi aku menyeret tubuhku sebisaku untuk sampai ke sisi jendela itu. Dengan susah payah aku sampai di bawah jendela itu, akupun mengangkat kedua tanganku yang terikat untuk meraih bagian bawah jendela untuk bertumpu dan berdiri. Yang jelas dengan melihat keluar jendela ini, aku akan tau aku sedang berada dimana. Dengan susah payah akhirnya tanganku sampai di bagian bawah jendela itu dan akupun berusaha menarik tubuhku agar bisa berdiri dan melihat keluar jendela. Mungkin aku juga akan bisa melarikan diri jika bisa membuka ikatan tangan dan kakiku hahaha…. Dengan usaha kerasku akupun bisa berdiri dan melihat keluar jendela.

“MWOOOO-YAAAA????” teriakku terkejut melihat apa yang kulihat dengan mata dan kepalaku. Matakupun terbuka lebar begitu juga dengan mulutku karna melihatnya.

“Hahhh??? Eotteoke?? Apakah ini sebuah menara dari sebuah kastil?? Gila…… seberapa tinggi menara ini” kataku kepada diriku sendiri, sepertinya aku berada disebuah menara dan diruang tertinggi dimenara ini. Aku melihat lurus keluar jendela dan aku sadar benar seberapa tinggi keberadaanku sekarang. Aku bisa melihat pantai didepan sana. Meskipun aku melarikan diri dari jendela ini pasti aku akan mati karna jatuh dari ketinggian ini.

“YAAAAAAA!!!!!!!! KELUARKAN AKU DARI SINI!!!!!!!! SIAPA SAJA YANG ADA DILUAR!!!!!! KELUARKAN AKU DARI SINI!!!!!!” teriakku dengan membabi buta dan sekeras yang ku bisa.

“KELUARKAN AKU DARI SINI!!!!!!!!!!” teriakku lagi. Aku mendengar suara langkah kaki dibalik pintu di ruangan ini, dan sepertinya ada yang membuka kunci pintu ini dari luar sana. Pintu itupun terbuka dan akupun terus memperhatikan daun pintu yang terbuka itu dan melihat siapa sosok dibalik pintu itu dan aku melihat laki-laki jahat itu lagi.

“Kau sudah bangun rupanya tuan putri?” tanya laki-laki jahat itu.

“Apa maksudmu mengurungku disini? Cepat lepaskan aku!!!” kataku kasar.

“Melepaskanmu? Apa kau bodoh putri, susah payah aku menculikmu hanya untuk melepaskanmu” katanya sambil tersenyum singkat.

“Apa maumu dan siapa yang menyuruhmu?” tanyaku kepadanya.

“Apa mauku? Aku hanya menjalankan tugasku dan siapa yang menyuruhku? Kau tidak perlu tau” kata laki-laki itu dengan santainya.

“Kau tau aku ini siapa hah?? Jika appa dan oppaku tau kau pasti akan mati” gertakku.

“Tentu saja aku tau putri. Kau putri dari kerajaan Lee bukan, lalu kenapa aku harus mati jika aku menculikmu?” tanya laki-laki jahat itu.

“Jika kau tau aku putri dari kerajaan Lee kenapa kau menculikku? Kau ini penculik bodoh!!! Bisa-bisanya ku menculik seorang putri kerajaan” kataku kasar.

“Heiii ternyata seorang putri juga bisa berbicara kasar juga hahahaha….. hei gadis kecil, yang memerintahku mempunyai kekuatan lebih besar dari kerajaanmu, kenapa aku harus mati? Harusnya kau yang mati, sayang sekali tugasku disini untuk mengurungmu bukan untuk membunuhmu” kata laki-laki itu dengan tatapan jahatnya yang membuat nyaliku mengecil, tapi aku tidak boleh terlihat takut kepadanya, jika tidak dia bisa menggertakku terus.

“Siapa yang menyuruhmu?” tanyaku lagi.

“Kau tidak perlu tau putri Eun Kyo” katanya lagi. Eun Kyo?? Sepertinya laki-laki ini benar-benar salah menculik orang.

“Katakan siapa yang menyuruhmu!!!!” kataku dengan nada yang lebih kasar dan keras dan tiba-tiba laki-laki itu berjalan mendekatiku. Jantungku berdetak dengan cepat saat laki-laki itu berjalan mendekatiku, tak kupungkiri aku merasakan rasa ketakutan tapi aku benar-benar tidak boleh terlihat takut. Ketika laki-laki itu telah dekat denganku, dia mengangkat daguku dengan tangannya dan menatap mataku dalam-dalam. Mata yang sangat mengerikan yang membuat nyaliku ciut, tapi aku mempertahankan wajah angkuhku agar tidak terlihat lemah dihadapannya.

“Dengar putri kecil, lebih baik jaga bicaramu kepadaku!! Memang saat ini aku belum diperintahkan untuk membunuhmu tapi aku bisa saja membuatmu menderita di tempat ini, kau mengerti hah??” kata laki-laki itu seraya mendorong mukaku kesamping yang membuatku terhuyung dan jatuh dilantai. Laki-laki itu menatapku dengan tatapan jahat lalu berbalik menuju pintu lalu menutup pintu itu dan menguncinya lagi. Melihatnya pergi dari ruangan ini aku menghela nafas panjang, tak kupungkiri orang itu membuat nyaliku ciut dan takut.

Aku berusaha mendudukan tubuhku yang terjatuh dilantai, usaha yang cukup keras dengan kondisi kaki dan tanganku diikat seperti ini. Dengan susah payah akhirnya aku bisa duduk dengan baik. Akupun terhanyut dalam pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiranku sendiri.

‘Laki-laki itu memanggilku Eun Kyo? Sepertinya dia benar-benar telah salah menculik orang, laki-laki itu bertujuan menculik Eun Kyo bukan Eun A’

‘Kenapa laki-laki itu ingin menculik eoni?’

‘Apa tujuan laki-laki itu menculik eoni?’

‘Siapa yang menyuruh laki-laki itu untuk menculik eoni?’

Begitu banyak pertanyaan di kepalaku yang tidak bisa aku jawab dan sekarang aku berada di menara ini, seorang diri. Adakah orang yang tau aku ada disini? Adakah yang dapat menemukanku disini? Dan haripun mulai gelap, akupun dapat mendengar suara burung gagak yang sedang terbang disekitar menara ini. Udara dingin pantaipun memasuki ruangan ini melewati jendela menara ini. Gelap dan dingin, itulah yang kurasakan sekarang. Akupun memeluk kedua lututku, entah mengapa aku merasa sangat sedih, mengingat aku selalu dijaga oleh appa dan seong il oppa dan sekarang aku disini sendirian dengan laki-laki jahat itu yang menungguku disini.

“Appa….. Oppa….. selamatkan aku” kataku lirih dengan menundukkan kepalaku dan tak terasa air mataku jatuh.

 

Author POV

                Ketika Eun A menangis diatas menara sendirian, di kerajaan Lee sedang ada perencanaan untuk menyelamatkan Eun A. Hyunseong memutar otaknya untuk mencari cara menemukan keberadaan Eun A, dia sedang berada di ruangan putra mahkota Seong Il. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan tersebut.

*Tokkk…. Tokkk… Tokkk…..*

“Masukl” Kata Seong Il singkat.

“Ah pangeran Kwangmin, masuklah” sambung Seong Il ketika Kwangmin muncul dibalik pintu itu dan kwangmin sedikit menundukan kepalanya untuk menghormati Seong Il. Kwangmin mendekati mereka dan duduk di samping Hyunseong.

“Bagaimana Ahjussi? Apa strategi kita?” tanya Kwangmin kepada Hyunseong.

“Kita harus menyiapkan ini secara matang pangeran, kita tidak boleh bertindak gegabah” kata Hyunseong kepada Kwangmin.

“Benar pangeran. Penyerangan merupakan hal besar, kita harus menyiapkan strategi dengan hati-hati” kata Seong Il kepada Kwangmin.

“Ne… aku tau, ahjussi bagaimana jika kita mengirimkan beberapa mata-mata untuk memantau daerah kerajaan Park. Aku ingin sekali mengetahui dimana Eun A berada” kata Kwangmin kepada Hyunseong.

“Ne… aku setuju denganmu. Tadi aku juga berfikir seperti itu, aku akan mengirimkan beberapa pengawal dari kerajaan Kim dan Kerajaan Lee untuk mengetahui keadaan Kerajaan Park selain itu juga untuk mencari dimana Eun A disekap” kata Hyunseong mantap.

“Aku akan menyuruh jendral perang kami untuk membantu kalian juga, bagaimanapun juga Eun A adalah putri dari kerajaan Lee” kata Seong Il yang dibarengi anggukan oleh Hyunseong.

“Lalu kapan kita akan menyerang kerajaan Park?” tanya Kwangmin.

“Kita harus menunggu laporan dari para mata-mata yang kita kirim. Kita harus mengetahui kondisi lawan kita seperti apa jika kita ingin memenangkan peperangan ini” Jelas Hyunseong.

“Sementara kita menunggu laporan dari mata-mata tersebut, kita juga menyiapkan keadaan prajurit-prajurit kami untuk berperang” kata Seong Il.

“Ne… aku mengerti” kata Kwangmin singkat.

 

Author POV

Di tempat lain disalah satu tempat lain di kerajaan Lee yaitu di kamar Eun Kyo, Youngmin masih menemani Eun Kyo yang masih dalam keadaan sedih karena Eun A diculik. Eun Kyo masih tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan adik yang ia sayangi itu yang selalu menemaninya. Saat ini Eun Kyo masih terduduk di kursi panjang yang ada di balkon kamarnya.

“Eun Kyo-ya sebaiknya kamu istirahat, sudah larut malam” kata Youngmin kepada Eun Kyo yang menyandarkan kepalanya dibahunya dan Eun Kyo hanya menggelengkan kepalanya.

“Wae-yo? Ini sudah malam, kau harus tidur” kata Youngmin lagi kepada Eun Kyo.

“Aku tidak ingin tidur oppa, aku tidak ingin melewatkan berita tentang Eun A” kata Eun Kyo singkat.

“Hei kau tidak boleh seperti itu, kau harus istirahat. Kau tau? Eun A akan marah jika tau kau seperti ini” jelas Youngmin kepada Eun A seraya membelai rambutnya.

“Oppa……” kata Eun Kyo sambil meninggalkan bahu Youngmin dan menatapnya.

“Bagaimana bisa aku tidur dengan nyaman, ditempat tidur yang nyaman dengan selimut hangat. Apakah Eun A juga tidur di tempat tidur yang nyaman dan selimut hangat? Mungkin saja sekarang dia sedang kedinginan dan berada di tempat yang tidak nyaman” kata Eun Kyo kepada Youngmin.

“Eun Kyo-ya, Eun A adalah gadis kuat bahkan dia lebih tangguh darimu, kau tau itukan? sebaiknya kau sekarang menjaga dirimu baik-baik, kau tidak mencemaskan keluarga kerajaan Lee? Mereka sekarang sedang berusaha keras menyelamatkan Eun A. jika kau tidak beristirahat dan kau sakit bukankah kau akan menambah beban mereka?” kata Youngmin kepada Eun Kyo. Eun Kyopun tertunduk dan menyadari betul kebenaran dari kata-kata Youngmin.

“Sekarang kau harus tidur, ne?” kata Youngmin yang dibarengi anggukan dari Eun Kyo. Merekapun beralih dari balkon tersebut dan masuk ke kamar Eun Kyo. Youngmin membantu membuka slimut yang menutupi sebagian tempat tidur Eun Kyo agar Eun Kyo bisa berbaring ditempat tidur tersebut. Eun Kyopun membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang nyaman itu dan Youngmin menyelimuti Eun Kyo dengan selimut itu.

“Eun Kyo-ya, besok pagi aku akan kembali ke kerajaan Kim” kata Youngmin yang terduduk di salah satu sisi tempat tidur di dekat Eun Kyo.

“Wae? Kau baru saja datang tadi” tanya Eun Kyo

“Aku sudah janji kepada appa untuk segera kembali. Kwangmin, Minwoo dan Hyunseong ahjussi akan berada disini jadi aku harus kembali untuk mengurusi beberapa tugas istana lagi” kata Youngmin kepada Eun Kyo yang memasang wajah cmuram ketika mendengar Youngmin akan kembali ke kerajaan Kim.

“Wae? Kenapa kau memasang wajah seperti itu, sepertinya aku selalu melihat putri yang berwajah anggun dan meneduhkan. Ternyata kau bisa memasang wajah marah yang seperti itu juga hahaha” kata Youngmin seraya tertawa dan mencubit pipi Eun Kyo.

“Entahlah, aku hanya kesal saja karna oppa akan kembali besok pagi. Aku masih ingin oppa disini” kata Eun Kyo kepada Youngmin.

“Kau akan merindukanku?” tanya Youngmin yang dijawab dengan anggukan oleh Eun Kyo dan membuat Youngmin tersenyum.

“Aigoo… sebelumnya aku belum pernah membayangkan kau yang seperti ini. Kau biasanya sangat anggun tapi sekarang kau bisa bersikap selucu ini” kata Youngmin sambil tersenyum.

“Ya!! Oppa!! Aku hanya mengatakan yang sejujurnya saja” kata Eun Kyo kepada Youngmin.

“Ne aku tau, aku juga ingin selalu berada disisimu. Paling tidak kita nantinya akan segera menikah, kita akan segera bersama-sama untuk selamanya” kata Youngmin yang sukses membuat Eun Kyo tersenyum.

“Sekarang kau tidurlah, aku akan keluar” kata Youngmin dengan bangkit dari duduknya dan tiba-tiba Eun Kyo menarik tangan Youngmin.

“Wae?” tanya Youngmin dan kembali duduk .

“Oppa bisakah kau pergi setelah aku tidur?” tanya Eun Kyo.

“Baiklah aku akan disini hingga kau tidur” kata Youngmin.

Youngminpun mencium kening Eun Kyo dan membelai rambutnya agar ia segera tertidur. Beberapa menit kemudian Eun Kyo benar-benar tertidur, Youngminpun bangkit dan berjalan untuk menutup pintu antara balkon dan kamar Eun Kyo agar udara malam yang dingin tidak masuk ke dalam kamar Eun Kyo. Sebelum Youngmin meninggalkan kamar Eun Kyo, Youngmin kembali membetulkan selimut Eun Kyo dan mencium keningnya lagi.

“Saranghae….” Kata Youngmin pelan kepada Eun Kyo yang sedang tertidur dan berlalu meninggalkan kamar Eun Kyo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Eun A POV

Mata terpejamku terganggu dengan terangnya cahaya, akupun membuka mataku dan masih di menara ini dengan keadaan terikat. ‘Ya Tuhan…. Sampai kapan aku begini?’ tanyaku dalam hati. Tiba-tiba aku mendengar suara, ya suara dalam perutku. Aku baru sadar, aku belum makan sejak kejadian penculikan itu. ‘Laki-laki jahat itu kenapa dia tidak memberiku makan? Paling tidak jika dia menculikku, dia harus bertanggung jawab untuk memberiku makan juga’ runtukku dalam hati dengan memegang perutku yang kelaparan. Seandainya saja yang mengalami ini Eun Kyo eoni, apakah dia bisa bertahan dalam keadaan seperti ini? Jika penculik itu benar-benar menculik eoni, aku tidak bisa membayangkan bila dia yang dalam posisiku ini. Eoni terlalu lemah dan rapuh untuk menghadapi hal seperti ini, untunglah bukan dia. Ini akan buruk jika dia mengalami hal seperti ini.

Aku mendengar suara langkah kaki lagi, sepertinya bukan hanya satu tapi ada seseorang lagi. Terdengar suara gemercing kunci pintu, aku tau laki-laki jahat itu akan datang. Seketika pintu itupun terbuka, aku melihat laki-laki jahat itu dibalik pintu dan seseorang dengan pakaian elegan dibelakangnya. Aku tidak bisa melihat wajah seseorang dibalik laki-laki itu. Ketika laki-laki jahat itu masuk dan mempersilahkan laki-laki itu masuk, betapa terkejutnya aku.

“Raja Park?” kataku pelan dengan ekspresi keheranan. Sepertinya dia benar-benar menaruh dendam dengan kerajaan Lee, hingga bertindak ekstrim dengan menculikku.

“Oh inikah putri kerajaan Lee yang cantik itu?” tanya raja Park kepada laki-laki yang menculikku.

“Benar yang mulia” jawab laki-laki yang menculikku.

“Keluarlah, aku akan berbincang-bincang dengan putri cantik ini” kata raja Park dan laki-laki itupun menundukan kepalanya lalu keluar tanpa bersuara.

“Kaukah putri Eun Kyo itu? Kau benar-benar cantik rupanya” kata raja Park kepadaku dengan tersenyum licik.

“Apa maumu?” tanyaku, sepertinya dia juga benar-benar tidak tau jika aku bukan Eun Kyo.

“Mauku? Hahaha… hanya permintaan simple, aku tidak akan membiarkan kerajaan Lee dan kerajaan Kim bersatu” katanya dengan santai.

“Wae?? Aku tau kau sudah lama menyimpan dendam dengan kerajaan Lee, kau juga yang meracuni appaku dan sekarang kau menculikku. Kau benar-benar cari mati raja Park” kataku dengan ketusnya.

“Ck… ck… ck… ck… putri, tak seharusnya bicaramu sekasar itu hahaha…. Wae? Jika aku yang memerintahkan orang untuk meracuni appamu? Kalian bisa bertindak apa? Nyatanya kalian adalah salah satu Negara yang lemah, tidak dapat bertindak apa-apa. Sekarang kau disini, apakah ada yang mencarimu?? Aku yakin mereka merelakanmu pergi hahaha… mungkin juga kerajaan Kim akan mencari putri-putri lain. Dengan putriku misalnya, kerajaan Kim itu kerajaan besar, tak ada gunanya bergabung dengan kerajaan Lee” katanya dengan ekspresi menghina kerajaan Lee.

“Perjodohan ini bukan didasarkan dengan kekuasaan tapi dengan cinta raja Park yang terhormat. Dan jangan harap perjodohan ini akan dibatalkan” kataku dengan yakin. Walaupun aku tidak dapat kembali ke kerajaan Lee dan dikurung seumur hidupku di menara ini, perjodohan antara kerajaan Kim dan kerajaan Lee tetap akan dilaksanakan karna yang akan menikah dengan putra mahkota kerajaan Kim adalah Eun Kyo dan yang terkurung disini adalah Eun A. benar-benar bodoh, akupun tersenyum menghina.

“Apa yang kau tertawakan putri? Kau bisa tertawa di situasi seperti ini? Kau menertawai nasib malangmu?” tanya raja Park.

“Kau mau tau apa yang ku tertawakan? Aku menertawakan kebodohanmu raja Park hahaha” kataku dengan tawa yang sangat puas, nyatanya mereka benar-benar bodoh telah salah menculik orang.

“Lancang sekali kau menertawakan dan berbicara seperti itu gadis kecil” kata raja Park dengan geram dan berjalan mendekatiku dan tiba-tiba *PLAKKKKKKK…..* tangan raja Park mendarat dengan kasarnya di pipiku hingga aku terhuyung jatuh kelantai dari posisi dudukku.

“Bersenang-senanglah menghabiskan hidupmu disini putri kecil” kata raja Park dengan nada kesalnya dan pergi dari ruangan ini. Pintu ruangan ini tertutup kembali.

Hah… akupun merasakan panas di pipiku, tamparan itu benar-benar menyakitkan tapi jika dibandingkan dengan sakit hatiku kepada raja Park, itu benar-benar belum seberapa sakitnya. Dia mengakui kalau dia yang menyuruh orang untuk meracuni appa. Benar-benar jahat, menculik orang yang salah!! Kau memang benar-benar bodoh raja Park, perjodohan diantara kerajaan Lee dan Kim akan tetap berlanjut. Aku mendengar suara langkah kaki lagi dan mendengar pintu ruangan ini terbuka. Laki-laki yang menculikku itu datang lagi, dia melemparkan tempat minum dan sepotong roti kepadaku, dia pikir aku bukan manusia? Melemparkan makanan seperti itu kepadaku.

“Makanlah, sudah beberapa hari kau tidak makan. Kalau tidak ketika besok pagi ku buka pintu ini kau sudah tidak bernyawa lagi” kata laki-laki itu.

“Bagaimana aku bisa makan dengan tangan terikat?” kataku kepada laki-laki itu. Dan laki-laki itu menghampiriku dan melepas ikatan di tangan dan di kakiku lalu dia mengawasiku.

“Tenang saja, aku tidak akan bisa kabur, jalan satu-satunya disini hanya jendela itu, jika aku kabur lewat jendela itu aku akan mati. Aku tidak bodoh” kataku santai kepada laki-laki itu. Lalu dia berlalu meninggalkanku dan mengunci pintu kembali.

Aigoo…. Aku lapar sekali, walau ini tak seenak makanan diistana, paling tidak aku bisa makan dan akhirnya tangan dan kakiku tidak terikat lagi. Akupun makan dengan lahabnya dan menghabiskan roti itu. Akupun melenturkan tubuhku yang kaku karena berhari-hari tangan dan kakiku terikat. Aku melihat-lihat ruangan ini, sial…. Tidak ada benda apapun disini, bahkan sebuah batu atau kayu yang dapat kugunakan untuk memukul laki-laki itu. Akupun melihat keluar jendela menara ini, tidak ada jalan atau alat bantu untuk membuatku keluar dari sini. Akupun duduk dengan lemasnya ‘apakah aku benar-benar tidak bisa keluar dari sini? Adakah seseorang yang akan menyelamatkan aku?’ tanyaku dalam hati kepada diriku sendiri. Terbesit dalam pikiranku ‘Mungkin aku akan diselamatkan oleh Sherk seperti dongeng putri viona yang terkurung disebuah menara hahaha’ aku tertawa menghibur diriku sendiri.

“EUN A-YA!!!! Uljima!!!!! Jangan bersedih!!!!” teriakku di ruangan kecil ini untuk menyemangati diriku sendiri lalu merebahkan tubuhku di lantai.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Beberapa hari kemudian, seorang prajurit yang diperintahkan untuk memata-matai kerajaan Park datang menemui Hyunseong. Hyunseong, Kwangmin dan Minwoo masih menetap di kerajaan Lee untuk menyusun strategi penyerangan ke kerajaan Park. Di ruang pertemuan untuk merancang strategi penyerang, prajurit itu datang dan melapor kepada Hyunseong.

“Jendral, kami telah mengetahui dimana putri Eun A dikurung tapi sayang sekali kami tidak bisa ketempat itu karna ketatnya penjagaan” kata prajurit itu.

“Dimana mereka menyembunyikan Eun A?” tanya Hyunseong.

“Disebuah menara paling barat kerajaan Park” kata prajurit itu.

“Bagus, paling tidak kita sudah tau dimana tempat Eun A disembunyikan” kata Hyunseong.

“Kami juga mendapatkan denah kerajaan Park” kata prajurit itu sambil menyerahkan segulung kertas dan diambil oleh Hyunseong.

“Bagus sekali, ini akan sangat membantu” kata Minwoo yang duduk disamping Hyunseong.

“Ahjussi, kapan kita akan melakukan penyerangan? Kita perlu memberikan kabar ke kerajaan Kim. Appa sudah menyetujui jika kita membantu kerajaan Lee” kata Kwangmin kepada Hyunseong.

“Mulai malam ini kita akan menyiapkan pasukan untuk penyerangan ke kerajaan Park, lusa kita adakan penyerangan. Minwoo, tolong perintakan salah seorang prajurit untuk memberi kabar ke kerajaan Kim” kata Hyunseong.

“Baik ahjussi” kata Minwoo dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu.

“Baiklah sekarang kita atur strategi penyerangannya” kata Hyunseong kepada Kwangmin.

“Baik ahjussi” jawab Kwangmin dengan sigap. Mereka membicarakan strategi penyerangan ke kerajaan Park dan akan segera melakukan penyerangan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Hari penyerangan itupun tiba, sebelum matahari terbit Kwangmin dan yang lainnya sudah terbangun untuk menyiapkan segalanya. Hari ini mereka siap untuk berperang dan pastinya mereka akan membawa pulang Eun A.

“Minwoo-ya, nanti bawalah beberapa prajurit untuk membantumu menuju menara dimana Eun A disembunyikan, bawa Eun A dalam keadaan selamat” kata Hyunseong kepada Minwoo.

“Aku mengerti ahjussi” kata Minwoo kepada Hyunseong.

“Andwae, aku yang akan kesana ahjussi” sambar Kwangmin setelah Minwoo menyatakan kesiapannya kepada Hyunseong.

“Wae?” tanya Hyunseong.

“Sudahlah ahjussi, biar Kwangmin saja yang ke menara itu. Semenjak Eun A diculik sepertinya Kwangmin mengalami susah tidur. Jika ahjussi faham maksudku” kata Minwoo dengan smirk evilnya kepada Kwangmin. Kwangminpun tidak menjawab kata-kata Minwoo yang menggodanya.

“Aku tidak membutuhkan beberapa prajurit untuk membantu, biarkan mereka terpusat dipenyerangan utama. Bagaimanapun juga di poin itulah dibutuhkan banyak orang. Aku telah mempelajari keadaan disekitar kastil, kata mata-mata kita kemarin tidak banyak yang berjaga hanya saja laki-laki yang membawa lari Eun A berada disana” jelas Kwangmin.

“Kau yakin pangeran?” tanya Hyunseong meyakinkan kesanggupan Kwangmin.

“Tentu saja ahjussi, kau sendiri dapat mengukur kemampuanku bukan?” kata Kwangmin kepada Hyunseong.

“Baiklah. Berhati-hatilah karna laki-laki yang membawa lari Eun A itu pastinya bukan laki-laki yang berkemampuan biasa” kata Hyunseong.

“Ne… aku tau ahjussi” kata Kwangmin dengan penuh keyakinan.

“Tenang saja ahjussi, this prince in the fire hahaha” goda Minwoo.

“Ck!!! Minwoo-ya!!! Bisakah kau tidak menggodaku disaat seperti ini, kau ingin aku menghajarmu lebih dulu sebelum menghajar laki-laki itu?” kata Kwangmin dengan kesal kepada Minwoo.

“Hahahaha….. itu tidak akan terjadi Kwangmin-ah. Hamatlah tenaga dan selamatkan saja tuan putrimu itu” kata Minwoo dengan tersenyum dan menepuk bahu Kwangmin, lalu Minwoopun berlalu begitu saja untuk bergabung dengan prajurit yang lain.

“Aishh… jinja… bisa-bisanya dia menggodaku disaat seperti ini” kata Kwangmin pelan sambil melihat Minwoo yang berlalu dihadapannya. Setelah Minwoo pergi datanglah Eun Kyo, dia menghampiri Kwangmin yang sedang bersiap-siap dan mengecek pedangnya.

“Pangeran” panggil Eun Kyo dan Kwangminpun menoleh mengalihkan pandangannya dari pedang tajamnya.

“Ah Eun Kyo-ya, formal sekali kau memanggilku pangeran. Kau akan menjadi kakak iparku bukan?” kata Kwangmin sambil tersenyum.

“Kwangmin-ah, tolong selamatkan adikku” kata Eun Kyo dengan bersungguh kepada Kwangmin.

“Eun Kyo-ya, aku disini untuk membawa pulang Eun A. Percayalah kepadaku, aku akan membawanya pulang dengan selamat” kata Kwangmin dengan mantapnya dan tersenyum.

“Kwangmin-ah… aku benar-benar berterimakasih kepadamu. Bawalah adikku pulang kemabali” kata Eun Kyo.

“Tenanglah… berdo’alah agar kami pulang dengan selamat” kata Kwangmin yang berusaha menenangkan Eun Kyo.

“Ne… aku akan menanti kedatangan kalian” kata Eun Kyo.

“Aku akan bergabung dengan yang lainnya” kata Kwangmin.

“Ne… berhati-hatilah Kwangmin-ah, jangan sampai terluka” kata Eun Kyo kepada Kwangmin.

“Aku mengerti” kata Kwangmin dan diapun berlalu pergi untuk bergabung dengan yang lainnya. Seluruh pasukan yang disiapkan yang merupakan gabungan antara kerajaan Lee dan kerajaan Kim siap untuk menuju kerajaan Park. Kwangmin, Minwoo, Seong Il, Hyunseong, jendral dari kerajaan Lee dan semua pasukan telah siap menuju ke kerajaan Park. Perbuatan mereka yang keterlaluan akan dihentikan sampai disini saja.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Ketika pasukan gabungan kerajaan Kim dan Lee tiba di area perbatasan kerajaan Park, beberapa prajurit kerajaan Park yang ada di benteng perbatasan pun terkejut dan membunyikan lonceng untuk memanggil semua prajurit untuk melindungi kerajaan Park. Seketika itu juga terjadilah peperangan yang dahsyat antara kerajaan Lee yang didukung oleh kerajaan Kim melawan kerajaan Park. Ketika semua prajurit kerajaan Kim dan Lee sibuk menrobos area pusat kerajaan Park, Kwangmin pergi ke bagian barat seorang diri saja.

 

Kwangmin POV

                Akupun menyerang semua orang yang menghalangi jalanku menuju ke bagian barat kerajaan Park. Menara paling barat, ya…. Disanalah tujuanku, aku akan melawan semua orang yang menghalangiku untuk kesana. Aku masih ingat betul kata-kata Hyunseong Ahjussi.

 

Flashback

“Pangeran, tugas untuk menyelamatkan putri Eun A ada di tanganmu. Untuk menangani pasukan kerajaan Park akan aku urus bersama kerajaan Lee. Jadi setelah kau menemukan Eun A, kau harus segera pergi secepat mungkin dari kerajaan Park. Kau mengerti?” kata Hyunseong ahjussi kepadaku.

“Ne, aku mengerti ahjussi” kataku dengan mantap.

“Aku percaya dengan kemampuanmu pangeran” kata Hyunseong ahjussi dengan menepuk bahuku.

Flashback End

 

Akupun berjalan terus menuju ke menara paling barat di kerajaan ini, ternyata pertahanan di kerajaan Park benar-benar kuat. Begitu banyak prajurit dari kerajaan Park yang menghadangku, meskipun mereka cukup banyak tapi mereka bukanlah tandinganku. Aku terus menuju ke arah barat dan akupun menemukan menara itu, disinikah Eun A berada? Sepertinya benar-benar disini, akupun masuk ke menara ini dan disini masih ada beberapa pengganggu-pengganggu kecil yang menghalangiku.

“Haishhh….. jinja… kalian bukan lawanku, tidak usah menghalangiku” kataku kepada mereka dengan nada malas tapi mereka terus saja menyerangku dan dengan sekejab mereka sudah aku bereskan.

“Sudah ku bilang kalian bukan lawanku, kalian yang memaksaku melakukan ini” kataku kepada mereka yang berhasil kulumpuhkan. Akupun menaiki tangga spiral yang ada di menara ini, benar-benar menara yang tinggi. Sesampainya dibagian paling atas menara ini, aku melihat sebuah ruangan yang sedikit terbuka dan mendengar keributan di dalamnya. Aku melihat laki-laki dengan perawakan tinggi besar sedang menarik paksa seorang gadis, siapa gadis itu aku tidak melihatnya dengan jelas.

“Eun A?” kataku pelan saat aku bisa melihat dengan jelas dari pintu yang sedikit terbuka itu. Langsung saja aku membuka pintu dengan kasar.

“Geumanhae!!!!” teriakku seketika aku memasuki ruangan itu.

“Kwangmin!!!” kata Eun A dengan terkejut karna melihatku disini.

“Ah siapa kau?” tanya laki-laki itu.

“Tidak penting kau tau siapa aku, lepaskan tangan kotormu itu dari dia” kataku dengan nada tinggi ke laki-laki itu. Ketika laki-laki itu terpaku kepadaku tiba-tiba Eun A menggigit tangan laki-laki itu untuk melarikan diri.

“Aaaakkkkkkkk” jerit laki-laki itu karna tangannya digigit oleh Eun A. Belum sempat Eun A menjauh dari laki-laki itu, Eun A sudah tertangkap lagi. Laki-laki itu menarik ujung rambut Eun A yang panjang.

“Aakkkkkkkk……” jerit Eun A yang kesakitan karna ujung rambutnya yang ditarik oleh laki-laki itu.

“Ya… apa yang kau lakukan putri kecil” kata laki-laki itu. melihat situasi ini aku langsung reflek memotong rambut Eun A yang ditarik oleh laki-laki itu dan Eun Apun terjatuh dan lari menjauh dari laki-laki itu.

“Yakkk!!!!! Pangeran babo kenapa kau memotong rambutku!!!!!” teriak Eun A kepadaku.

“Haishhh Jinja!!!! Saat ini bukan saatnya kita memperdebatkan sebagian kecil rambutmu yang terpotong itu putri srigala” kataku kepada Eun A.

“Oh kau ingin menyelamatkannya???” kata laki-laki itu.

“Sebenarnya aku tidak ingin menyelamatkannya, karna kau menculiknya aku jadi susah tidur akhir-akhir ini” kataku santai .

“Mwo-ya???” teriak Eun A.

“Diamlah, kau brisik sekali” teriakku kepada Eun A.

“Kalau begitu sebelum aku bunuh putri kecil itu, aku akan membunuh kau terlebih dahulu” kata laki-laki itu.

“Hah kau lucu sekali, kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa” kataku dan langsung saja aku mengayunkan pedangku kepada laki-laki itu dan laki-laki itupun terus terusan menyerangku. Dia benar-benar lawan yang kuat, pantas saja dia berani menculik seorang putri.

 

EUN A POV

Akupun menjauhkan diri disudut ruangan ini. Melihat Kwangmin dan laki-laki itu bertarung. Laki-laki itu hebat sekali bisa mengimbangi Kwangmin. Aku melihat mereka terus-terusan bertarung dan mempertahankan diri. Dan tanpa terduga pedang laki-laki jahat itu melukai lengan Kwangmin.

“Ya!!! Kwangmin-ah!!! Hati-hati” teriakku histeris melihat dia terluka dan diapun tidak menjawab. Aku melihatnya, sepertinya setelah laki-laki itu melukainya, dia menjadi marah dan langsung menendang laki-laki itu yang membuat laki-laki itu terhuyung dan jatuh. Laki-laki jahat itupun bangkit akan tetapi Kwangmin terus menyerangnya dengan brutal. Kwangmin mendesaknya hingga laki-laki itu keluar dari ruangan ini, laki-laki itu benar-benar babak belur sekarang.

“Wah malangnya kau, tapi salahmu sendiri membangunkan harimau yang sedang tidur” kataku sinis mengasihani laki-laki yang telah menculikku itu dan pada akhirnya Kwangmin menendang laki-laki itu hingga laki-laki itu terjatuh ditangga. Wah benar-benar kasihan sekali tapi itu balasan yang setimpal.

“Ck!! Laki-laki malang, nasibmu berakhir mengglinding di tangga menara yang tinggi ini” kataku dengan rasa puas, selama ini aku diperlakukan sangat buruk disini dan rasakan karmamu itu. Akupun menghampiri Kwangmin yang berada di depan pintu ruangan ini dan menengok ke lantai dasar dimana laki-laki itu tergeletak.

“Woahhhh….. tangga menara ini mengerikan sekali, apakah dia mati?” tanyaku pada Kwangmin.

“Entahlah” katanya cepat.

“Yak!!! Pangeran Pabbo” teriakku sambil memukul punggungnya.

“Wae??” teriaknya kepadaku.

“Kenapa kau memotong rambutku?” teriakku

“Haishh jinja gadis ini benar-benar. Jika tidak begitu bagaimana aku bisa menyelamatkanmu putri srigala?” teriaknya kepadaku

“Tak taukah rambut itu begitu berharga bagi seorang wanita?” kataku dan tiba-tiba air mataku keluar dengan sendirinya.

“Wae-yo?? Kenapa kau menangis?? Uljima Eun A-ya…. Mianhae, itu cara yang terbesit diotakku. Ya!! Uljima!!” kata Kwangmin pelan kepadaku. Akupun tidak dapat berkata apa-apa lagi, aku menangis bukan karna sebagian rambutku yang terpotong. Aku menangis karna terharu, senang dan tidak menyangka aku dapat diselamatkan dari sini. Aku senang sekali dan membuatku menangis.

“Ya!! Eun A-ya!!! Mianhae… jeongmal mianhae…. Jebal… berhentilah menangis. Jeongmal mianhae” kata Kwangmin seraya menghampiriku. Seketika itu akupun memeluk Kwangmin, orang yang menyelamatkanku, selalu saja dia yang menolongku.

“Ya… Eun A-ya” katanya dengan kebingungan karna aku memeluknya.

“Gomawo” kataku sambil terisak.

“Gomawo Kwangmin-ah” lanjutku.

“Tak bisakah kau memanggilku oppa? Aku lebih tua darimu Eun A-ya” kata Kwangmin dengan membalas pelukanku. Tiba-tiba aku mendengar suara ribut dibawah sana, ternyata banyak prajurit dari kerajaan Park yang masuk di menara ini.

“Sial…. Aku malas sekali bertarung dengan mereka lagi” kata Kwangmin seraya melepaskan pelukannya.

“Mereka begitu banyak, apa kau mau menghadapi mereka?” tanyaku kepada Kwangmin tapi dia tak menjawab. Tiba-tiba Kwangmin mengedarkan pandangannya, sepertinya dia mencari sesuatu. Tiba-tiba dia menuju ke sudut didekat tangga.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku tapi dia tidak menjawabnya. Kwangmin mengambil tali yang cukup bpanjang dan dibawanya masuk kembali ke dalam ruang tempatku dikurung tadi. Kwangmin mengikatkan tali itu disalah satu sudut jendela yang berongga dan menjatuhkan ujung yang lain ke luar jendela.

“Ah ini lumayan membantu meskipun ujungnya tak sampai di bagian bawah” kata Kwangmin sambil melihat ke luar jendela.

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Aku malas menghadapi mereka, mereka terlalu banyak. Belum lagi aku harus melindungimu, itu sedikit merepotkan” kata Kwangmin.

“Lalu?” tanyaku yang masih bingung.

“Kita keluar lewat sini saja” Kata Kwangmin santai.

“MWO-YA!!! Kau sudah gila?” kataku keheranan.

“Kau yang gila! Sudahlah, turuti kata-kataku” kata Kwangmin.

“Kau tak tau seberapa tinggi menara ini?” tanyaku.

“Aku tau, tenang saja aku akan menjagamu. Kau percaya padaku kan?” tanyanya kepadaku dan mengulurkan tangannya. Akupun mengangguk dengan ragu dan menyambut tangan Kwangmin. Kwangminpun bersiap di jendela dengan memegang tali itu, diapun menarik tubuhku dan melingkarkan salah satu tangannya dipinggangku.

“Berpeganglah dengan kencang jika tidak ingin terjatuh” kata Kwangmin, akupun mengangguk dan memeluk Kwangmin erat-erat.

“Pejamkan matamu” kata Kwangmin dan akupun menurutinya. Aku pejamkan mataku dan akupun tidak melihat apa-apa yang kurasakan hanya hempasan angin. Beberapa detik kemudian aku mendengar suara Kwangmin.

“Hei buka matamu” kata Kwangmin, akupun membuka mataku dengan perlahan.

“Kita sudah keluar dari tempat itu” kataku senang.

“Ya, sudah dari tadi. Kau masih ingin memelukku?” tanya Kwangmin yang menyadarkanku.

“Hehehe… mianhae, aku terlalu senang” kataku sambil tertawa kecil.

“Mwo?? Kau senang memelukku?” tanya Kwangmin yang membuat mukaku memerah.

“Ani…. Kau salah faham, maksudku aku senang bisa keluar dari menara ini. Tak taukah kau bagaimana rasanya terkurung disana selama berhari-hari” kataku.

“Sudahlah, tidak ada waktu lagi. Kita harus bergegas, aku akan membawamu kembali” kata Kwangmin sambil menarik tanganku. Akupun hanya mengikutinya yang sedang menarik tanganku dan akupun bingung mengapa disini amat ramai.

Aku melihat banyak prajurit yang sedang berperang, omo-na kerajaan Lee dan kerajaan Kim. Akupun terkejut melihat situasi ini tapi benar-benar sepertinya aku harus bergegas karna Kwangmin yang menarik tanganku. Beberapa hambatan menghambat jalan kami, banyak prajurit dari kerajaan Park terus mengejar kami tapi Kwangmin selalu melindungiku. Setiap ada yang menyerang kami, Kwangmin menyembunyikanku dibalik punggungnya agar aku tidak terluka. Akhirnya kamipun melewati benteng terluar dari kerajaan Park lalu Kwangminpun bersiul, bersiul?

“Ya!!! Apa yang kau lakukan??” tanyaku.

“Nanti kau juga akan tau” jawab Kwangmin singkat. Seketika itu juga datanglah kuda hitam menghampiri kami dan Kwangminpun membelai kuda itu.

“Milikmu?” tanyaku keheranan.

“Ne, sebaiknya kita segera bergegas” kata Kwangmin singkat.

“Bagaimana aku menaikinya? Aku belum pernah menaiki kuda sebelumnya” kataku kepada Kwangmin. Tanpa banyak bicara Kwangmin mengangkat tubuhku dan membuatku duduk menyamping di kuda hitam ini. Dia menaiki kuda ini dan menyelipkan tangannya diantara pinggangku untuk memacu kuda ini. Menjauh dari kerajaan Park dan menjauh dari menara tempatku disekap. Kamipun telah meninggalkan kerajaan Park dengan jarak cukup jauh.

“Apakah tidak apa-apa kau meninggalkan mereka berperang disana?” tanyaku kepada Kwangmin.

“Ne…. Hyunseong ahjussi yang menyuruhku. Membawamu kembali adalah salah satu yang terpenting”  kata Kwangmin.

“Kwangmin oppa… gomawo…. Jeongmal gomawo” kataku dengan memeluknya.

“Hari ini Kau suka sekali memelukku hahaha” kata Kwangmin kepadaku.

“Entahlah…. Aku hanya bahagia sekali kau menyelamatkanku” kataku jujur.

“Benarkah… kalau begitu kau harus selalu memanggil aku oppa bukan menyebut dengan namaku saja, pangeran idiot, pangeran pabbo atau sejenisnya, arachi??” kata Kwangmin kepadaku dan akupun mengangguk.

“Oppa… biasanya seorang putri diselamatkan oleh pangeran berkuda putih, kenapa kau membawa kuda hitam?” tanyaku kepadanya.

“Haishh pentingkah hal seperti itu?? aku benar-benar tidak mengerti apa yang perempuan pikirkan. Pikiran kalian terlalu terbelenggu di dunia dongeng. Ini adalah kuda kesayanganku, bukankah dia keren?” tanyanya kepadaku.

“Aku juga tak mengerti apa yang dipikirkan laki-laki” kataku sebal.

“Kau lebih ingin diselamatkan oleh pangeran berkuda hitam atau pangeran berkuda poni hah?? Atau berkuda putih dengan pita pink dikepala kuda putih itu?” tanyanya dengan nada kesal kepadaku.

“Hehehe… aku tau aku tau pangeran berkuda hitam lebih keren” kataku sambil tertawa.

“O iya…. Soal rambutmu, jeongmal mianhae” kata Kwangmin kepadaku.

“Bisa-bisanya kau memotong rambutku. Untung saja kau tidak memotongnya terlalu pendek, aku pikir ini tidak masalah” kataku sambil tersenyum.

“Tega sekali laki-laki itu memperlakukan kau seperti itu” kata Kwangmin.

“Oppa… itu belum seberapa, selama beberapa hari tangan dan kakiku diikat, aku tidur tanpa alas dan tanpa selimut dimenara itu, dia juga jarang memberiku makan” kataku dengan kesal karna mengingat kejadian sebelumnya.

“Benarkah??? Benar-benar kejam sekali laki-laki itu memperlakukanmu seperti itu. untung saja aku telah menghajarnya” kata Kwangmin.

“Kau tau, raja Park menamparku dengan keras dan membuat pipiku lebam” kataku kesal.

“Jinjaa??? Sebaiknya aku kembali ke kerajaan Park lagi” kata Kwangmin dengan kesal.

“Wae-yo??” tanyaku.

“Menghajar raja Park” kata Kwangmin dengan cepat.

“Andwae… Hyunseong ahjussi menyuruhmu membawaku pulang, aku tidak mau kembali ketempat itu lagi” kataku cepat.

“Baiklah kalau itu maumu” kata Kwangmin.

“Oppa…” panggilku kepada Kwangmin.

“Apa?” tanyanya.

“Oppa saranghae….” Kataku cepat, dapat kurasakan jantungku mulai berdetak dengan cepat untuk mengatakan ini.

“Apa kau tidak sedang mengigau Eun A-ya?” tanyanya yang membuatku kesal.

“Ya!!! Oppa!! Aku telah memberanikan diri untuk mengatakan itu dan kau mengataiku mengigau?? napeun namja!!” kataku sambil memukulnya.

“Jangan memukulku jika kau tidak ingin jatuh dari kuda ini” katanya dengan santai, baiklah aku kesal karna pengakuanku hanya ditanggapi seperti itu.

“Eun A-ya….. apa kau mengatakan itu karna hari ini aku menyelamatkanmu?” tanya Kwangmin dengan nada serius kepadaku.

“Ani….” Kataku singkat.

“Sebelum-sebelumnya kau selalu mengajakku berkelahi, kenapa sekarang kau berkata seperti itu kepadaku?” tanyanya lagi.

“Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya?” tanyaku dan dia mengangguk.

“Ah…. Aku malu jika aku harus mengatakan segalanya” kataku.

“Cepat katakan!!” perintahnya.

“Aku juga tak tau sejak kapan aku menyukaimu, yang jelas aku senang jika berada didekatmu, aku senang memperhatikanmu, aku senang ketika kau yang selalu datang membantuku, aku senang bila bersamamu. Tapi entah mengapa terkadang kau menyebalkan, kau selalu mengajakku berkelahi” kataku jujur.

“Benarkah, bukankah kau yang mengajakku berkelahi?” tanyanya dengan tersenyum.

“Ya!! Apa yang kau tertawakan?” tanyaku karna kesal melihatnya seperti itu.

“Ani…. Aku hanya terkejut saja, seorang putri srigala bisa berkata seperti itu” katanya puas.

“Jika kau memanggilku putri srigala lagi, aku tidak akan memanggilmu oppa sampai kapanpun” gertakku dengan nada kesal.

“Baiklah-baiklah aku mengerti Eun A-ya” katanya sambil tersenyum lagi.

“Lalu bagaimana?” tanyaku.

“Bagaimana apanya?” dia tidak menjawab pertanyaanku malah bertanya padaku.

“Bagaimana prasaanmu terhadapku?” tanyaku

“Akan ku pikirkan” katanya sambil tertawa kecil.

“Ya!!! Apa maksudmu dengan ‘akan ku pikirkan’ hah? Dan kenapa kau tertawa? Kau pikir kau akan terlihat tampan jika kau tertawa seperti itu?” kataku kesal.

“Bukankah aku selalu terlihat tampan di matamu?” katanya dengan tawa bahagia sekali.

“Yashhh!!!! Napeun Namja!!!! Tau kau seperti ini aku tidak akan mengatakan itu” kataku kesal sambil memukul-mukulnya.

“Ya!!!! Hentikan jika kau tidak ingin terjatuh dari kuda ini” Katanya tapi aku tak peduli.

“Sebelum aku jatuh aku akan menjatuhkanmu terlebih dahulu napeun namja” kataku kesal dan Kwangmin hanya tertawa melihat tingkahku. Mungkin sekarang aku yang terlihat seperti putri yang bodoh ‘akkkkkkk…….. aku kesal sekali’

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

This entry was posted by kepangmusic.

27 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Prince – Chapter 06

  1. KERENNNN…..
    KERAJAAN LEE N KIM FIGHTING…….
    Kwangmin n Eun A romantis bgt,, jadi iri…
    Thor lanjut ya…
    Makin penasaran nih….
    N gax sabar ma pernikahan’a Youngmin oppa…..

  2. Eh, barusan saya comment chapter 5, tau tau udah nongol chapter 6 . .
    Hahaha
    Lanjutin y Thor . .
    Jangan lama lama . .
    Suka banget sama ni ff . .
    Daebakk !!!
    4 jempol untuk autor !😀

  3. Ah~ Kwangmin so sweat ><
    apalagi waktu turun dari menara itu..

    Lanjutkan thor!!
    Jangan lama-lama ya😀 sudah penasaran banget nih
    FIGHTING!!

  4. finaly… udah sekian lama aku menunggu ff ini… akhirnya keluar juga..

    nextt tapi jangan lama” min… hehehe

  5. KYAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    *O* so sweeeeeeeeet bgt KwangEun XD….
    aigooo…,thor aq jdi ktwa2 n snyum2 gaje sndiri XDDD

    FFnya mkin hari makin K.E.R.E.N. BEKEN XDD

    100000000000 JEMPOL UNTUK AUTHOR XDD
    next scpatnya ne thor ^^

  6. WAH JEONGMAL DAEBAAAKKK.. POKOKNYA LANJUTIN FFX,CEPATAN DI POST YA EON.. mian aku bru koment dsni,hbis ffx bgus bnget.. Hehe mian🙂

  7. Wahhhh….ceritanya daebakkkk bgt thorr….
    aku ska bgt pas adegan kwangminnya berantem sma prajurit2 pabo itu…pasti klo didunia nyata wajahnya kwangmin udah gak bisa ngebayangin ganteng dan kerennya seperti apa….

    Daebakkk deh thorrr….bikin part lanjutnya cepet ya thorrrr….jeball…bykin adegan kwangmin n eun A nya ya…

    #mian byk bacottt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: