[FANFICT/FREELANCE] BFF – Chapter 02

Picture1

Title : BFF – Chapter 02
Author : Shiaria
Genre : Friendship
Rating : T
Length : Chapter
Cast : ~ All member Boyfriend  ~ Ham Eunjung
Other cast : ~ Jieun  ~ Yongguk

  ~ Hagyoung

  ~ Jonghyun

AUTHOR NOTE: Ehem, kalau masih ada kalimat yang kurang pas tolong beri tahu yang mana yang kurang pas, oke? Aku baru belajar buat ff jadi masih perlu bimbingan. ^_^ Chingu kalo bosan bilang ya??

FF ku emang aneh, berantakan, nggak rapi, nggak je;as, tapiii COOOOL kan? {RCL PLEASE}<—- hehehe PD. Soalnya Belum Tentu Author Senior Bikin FF Seberantakan Kayak Aku Gini.

Alurnya sih emang lompat2 hehe mianhae J *Yang baca kasihan tauk!!!* Gimana lagi? Aku sukanya lompat2 sih, maaaaaaf banget.

{-_-_-_-_-_-_-_-}

KRIIIING…

Bel sekolah telah berbunyi tandanya mengakhiri kbm. Jeongmin berjalan cepat dan berbelok memasuki ruang kelas 2-2. Ia bukan sedang mencari Kwangmin tetapi mencari tempat duduk Jieun. Yeoja yang telah membuatnya jatuh hati. Setelah di temukan ia menghampirinya.

“Jieun –ah em setelah ini ada acara?” tanya Jeongmin tergesa-gesa. “Ne, uri akan mengerjakan tugas bersama ada apa?” jawaban Jieun membuat Jeongmin sedikit kecewa. “Ah sekarang kami akan pulang bersama mingggir!!!” Hagyoung mendorong Jeongmin hingga terjatuh di lantai.

“Arghhh sakiiiiit tauk!! Neo…?!” Jeongmin tidak jadi meneruskan kalimatnya karena Jieun disampingnya dan ia tidak ingin memberi kesan buruk. “Mwo?! Neo apa he?” yeoja tomboy ini mengepalkan tangannya. “Hei sekarang ada latihan kau tidak berniat kabur kan?” Kwangmin mendekat dan mengulurkan tangannya membantu Jeongmin berdiri. “Emm lain waktu aku akan mengajak mu nonton ok?” pinta Jeongmin. “Nonton? Aniii!! jangan mengganggu Jieun pergilah go away!!!” bentak Hagyoung. “Kajja! Hyung sudah menunggu!” Kwangmin menarik tas punggung Jeongmin. “Please…” Jeongmin memasang muka memelas. Kwangmin masih menyeret tas Jeongmin hingga membawanya keluar dari kelasnya.

“Geundae hembt acting ku bagus tidak?” Hagyoung dan Jieun saling berbalas senyum.

_~00000OOOoooooooooo~_

                                    Jeongmin gagal mengajak kencan Jieun, berbeda dengan Eunjung yang tengah di keroyok beberapa yeoja. Beberapa kali ia menahan pukulan yang menghantamnya, seragam olahraga yang dipakainya kotor karena debu yang menempel.

“Mwo? Kau ingin memukul ku? Palli! Lakukan!!!” segerombolan yeoja mengitari Eunjung yang terjebak di sudut dinding belakang sekolah. “Lakukan! Tunjukan pada kami jika kau seorang petarung yang tangguh Eun…”

BRUUUK…. BRAAAKK

“Sesebenarnya…kakalian… mau apa?” Eunjung menahan luka di wajah dan sekujur tubuhnya, ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang memukulnya. “Kau ingin tahu? He?!”

Dibalik segerombolan yeoja seorang namja menyela. “Hentikan!!! Shin Sekyung!” Youngmin menahan pergelangan tangan yeoja yang hampir memukul pelipis Eunjung.

“Lepas! Ini bukan urusan mu!”

“Kau ini yeoja atau preman?!”

Sekyung melepaskan cengkraman tangan Youngmin. “…jika aku preman! Dia apa?” Sekyung menunjuk yeoja yang hampir jatuh pingsan. “Kita harus pergi dari sini” Youngmin memapah Eunjung keluar dari kerumunan Sekyung and the genk. “Teruslah berakting seperti aktris!!!”

_~00000OOOoooooooooo~_

                                    Sesampai Jeongmin dan Kwangmin di ruang music, terlihat hanya Donghyun dan Hyunseong disana.

“Hehei lhoh Youngmin-ah ke..ke..?” Jeongmin bertanya pada Donghyun yang sedang bermain piano. Ting! “Dia tidak ikut latihan hari ini” jawab Donghyun.

“Mwo?!” ucap Jeongmin serasa tidak terima.

“Wae? Kau tidak bisa menerimanya? Kau ingin protes?” lirik Donghyun sinis.

“Aaniiya ah..hanya..hanya aneh saja dia terlambat masuk kelas dan sekarang tidak ikut latihan ada apa dengannya?”

Drrrrt.

Hyungseong membuka ponselnya ia membaca pesan yang masuk. “Eeem Hyung aaku harus segera pulang omma menunggu ku di rumah” “Ne pulang lah” Donghyun tersenyum seraya menepuk bahu chingunya. “Mwo?! Dii…” Jeongmin mendapat lirikan tajam yang membungkam mulutnya.

“Arasseo…”

_~00000OOOoooooooooo~_

 

“Ah kita mau kemana? I’m ok” ucap Eunjung pada Youngmin yang memaksa memasuki mobilnya. “Kau seharusnya berterimakasih pada ku hari ini, jika aku tidak menolong mu segera bisa-bisa mereka…Ah masuklah”

Eunjung terlihat terpaksa menuruti keinginan namja yang hari ini terlihat sangat peduli padanya.

@Hospital

“Menurut hasil rontgen  semuanya baik-baik saja, hanya luka memar, dan sudah diberi penghilang rasa sakit, besok pagi bekasnya sudah hilang. Tuan muda tidak usah khawatir” ucap seorang uisa pribadi keluarga Jo. “Kau dengar?! Aku sehat! Lepaskan aku sekarang!” Eunjung berdiri dengan kedua kakinya yang masih lemah. Ia mencoba berjalan menghampiri pintu keluar dengan terpincang-pincang.

“Eh…” Seseorang menarik lengannya dan memeluknya nafasnya terhenti sejenak kemudian teratur kembali.

“Eunjung-ah, aku tidak bisa berpura-pura untuk tidak memperdulikan mu…” pelukan namja yang telah lama tak ia rasakan tiba-tiba saja menghangatkan tubuhnya. Sebuah material lembut menyentuh pipinya yang tak lagi terasa memar. “Saranghae, bisakah kita mengulangnya lagi dari awal?”

_~00000OOOoooooooooo~_

Yongguk menghajar seorang namja di gang yang sepi dari keramaian.

“Hei! Uang!Uang! Kau bilang hari ini baru ada uang? Palli!!!! Atau ku pukul lagi kau!” Kerah baju Minwoo tertarik dahinya berdarah terkena benturan. “Asssh uang ku…ha..bis” jawaban Minwoo membuat geram Yongguk sebagai ketua genk. “Hei hajar dia!” anak buahnya segera menjalankan perintah Yongguk.

“AAAihhhArrggh!” rintihan Minwoo menggema ke udara, ia berharap seseorang datang menyelamatkannya.

PLUUK! Sebuah kerikil menghantam kepala Yongguk dan membuatnya menoleh. Seorang namja dengan perkasa mengendorkan ikatan dasinya.

“Jadi, Kalian suka main keroyok?… Banci!!” gertak Hyunseong. Yongguk memincingkan alisnya dan melemparkan tubuh Minwoo ke arah namja yang berani mengatakannya banci. “Arrghh…h” Minwoo mengerang kesakitan. “Woo kau masih bisa berdiri?” tanya Hyunseong. Minwoo mengangguk dan menguatkan kaki-kakinya.

Minwoo melirik Yongguk yang terlihat sangat marah. “Kau siapa he?” tanya Yongguk. Anak buah Yongguk yang tadinya tidak ingin menampakan diri mereka memunculkan diri mereka dan bersiap menghajar Hyunseong. “Woo aku ada rencana.. kita harus melakukannya secara bersamaan ok?” bisik Hyunseong sambil mengawasi anak buah Yongguk yang berdatangan satu-demi satu.

“Rencana apa?” Minwoo melihat keraguan di wajah Hyunseong. “Rencananya adalah…” Hyunseong memundurkan langkah kakinya selangkah demi selangkah.

Kreetekk…KRTTK

Youngguk memutar kepalanya melakukan beberapa stretching ia siap untuk menunjukkan pukulan terbaiknya.

KRTTK…KRETEKK

Hyunseong tidak mau kalah ia juga melakukan beberapa persiapan menyisingkan lengan bajunya. Dan mengawasi sekitarnya. 3 anak buah Youngguk yang berada diatas atap bangunan, 10 orang di belakang punggung Youngguk

“… hanya ada satu jalan Woo…”

Glek Minwoo menelan ludahnya yang terasa sakit di tenggorokan. “…yaitu…” lanjut Hyunseong.

“LARI!!!!!” Minwoo berteriak sekencangnya

“Mwo?” Hyunseong bertatapan dengan Minwoo, lalu keduanya berbalik badan dan berlari secepat kilat.

“Woo, kenapa kita berpikiran sama? Aku juga akan mengatakannya, huh kau mendahului ku!” ucap Hyunseong di tengah pelarian mereka.

Youngguk dan kawan-kawan menyusul seraya membawa pemukul baseball. “Hei kita akan lari kemana?” Minwoo berlari sambil menengok kebelakang. “Aku berharap mereka kelelahan huh!” Anggapan mereka berdua salah Youngguk and the genk adalah mantan atlet lari nasional. Namja itu berlari bak harimau mengejar seekor kijang dan seekor lembu. Mudah saja harimau itu menangkap kedua hewan itu seperti halnya ia yang berhasil membekuk buruannya.

@gang sempit

“Mau lari kemana lagi?” Youngguk menyeret Minwoo dan menumbangkannya di aspal. “Arrgh…”

Beberapa namja berwajah mengerikan mengeliling mereka berdua.

BRAAKK!

“Ashh…” Hyunseong mengerang kesakitan seorang namja memukulinya dan menghantamkan kepalanya di dinding. Keluarlah darah dari pelipisnya.

PLAKK!

“Heh! Kau itu sok jagoan di depan orang yang salah! Berani kau melempar ku dengan batu lagi? Awas kau! Bisa saja aku mematahkan tulang-tulang mu!”

“…Kau punya uang? Serahkan pada ku!!!”

Author Pov End

 

_~00000OOOoooooooooo~_

Kwangmin POV

Ini semua gara-gara Kang Oh Hyuk! Aku harus bersepeda hingga larut malam seperti ini. Dingin sekali udara Seoul malam ini. Sebaiknya aku lewat jalan pintas gang yang selalu ku lewati jika aku bersepeda.

CIIIIITT…

Terdengar dencitan ban sepeda ku. Aku sengaja mengeremnya. Di gang itu terlihat seorang namja yang menarik kerah seorang… Tunggu terlihat seperti… Hyunseong?

Brakk

Ku tinggalkan sepeda ku dan mendekati namja yang terlihat seperti preman. “Hei apa yang kau lakukan lepaskan dia!”

“Ada yang ingin sok jagoan lagi?” Namja itu melihat kearah ku dan melepaskan kerah Hyunseong. Ia mendekati ku dengan tatapan keangkuhan.

“Apa kau juga ingin aku pukul?” Ia mendorong ku kasar. Aku masih berdiri, dengan cepat kutarik kaosnya hingga hidung kami berdekatan. “Cih, kau pikir hanya kau saja yang bisa memukul!” Ia berusaha melepaskan tangan ku.

BRuKK

Ku pukul pelipisnya sebelum ia memukul ku. Tangan kiri ku masih mencengkram kaosnya ia Nampak berontak setelah pukulan yang ku timpakan padanya.

Bruukk

Ia berbalas meninju hidungku dan ku dorong tubuhnya hingga ia terjatuh. “Argh, beraninya kau memukul ku!” ucapnya.

“Aku hanya ingin kau pergi dan tidak mengganggu teman ku!”

BREGG..

Seorang namja bertopi melompat dari atap dan mendarat diatas mobil mogok lalu berjalan turun mendekati ku. “Keep it easy, aku Jonghyun dan dia Yongguk, kami tidak bermaksud memakai cara kasar hanya saja teman mu dulu yang bertindak sok jagoan dan mengajak berkelahi.”

“Maksudmu?” Aku tidak percaya Hyunseong yang memulai pasti ada alasan ia melakukannya. Namja yang bernama Jonghyun itu menarik seseorang dari balik kerumunan. Aigoo Minwoo? “Dia berhutang pada kami 100 dollar. Kami menagih…ia bilang tidak punya uang? Jadi kami menghajarnya. Dan dia…terpaksa ikut kami pukuli karena sok jagoan.”

Ku lihat Minwoo terluka sangat parah seragamnya bernoda darah ia pun juga tidak bisa melihat ku dengan jelas. Sementara Hyunseong sama saja halnya dengan Minwoo. “Aku akan melunasi hutangnya! Lepaskan mereka” aku sadar dengan ucapan ku 100 dollar bukanlah uang yang sedikit tapi nyawa teman ku lebih berharga dari apapun. “Ne, aku setuju, tapi bisakah kau berikan aku sekarang juga?”

“Aku tidak membawanya sekarang, besok akan ku berikan padamu”

“Eh? Besok? Apa kami harus menunggu besok? Kami sangat lapar sekarang!”

Ia menarik Hyunseong dan melemparkannya pada ku. “Kami akan menghajar Minwoo sampai kau melunasi hutangnya!”

“Ne, aku akan berikan uangnya malam ini dimana aku harus menemui mu?”

“Oke, pukul 9 di lapangan basket”

_~00000OOOoooooooooo~_

Eunjung POV

“Em, turunkan aku di minimarket itu saja” pinta ku pada Youngmin. “Kau ingin membeli apa?” ia menuruti ku dan memberhentikan mobil sedannya di depan minimarket. “Kau tunggu disini saja” ku buka pintu mobil terlihat seorang yeoja berdiri di meja kasir. Apa aku telah di pecat? Aku menyadari aku salah aku lupa untuk memberitahu bos kalau hari ini tidak bisa bekerja. Huh, kini aku sudah tergantikan.

Set

“Mianhamnida, Bos” Ku bungkukkan badan ku mungkin lebih dari 90˚.  “Ne, aku sedang sibuk masih ada yang mau menggantikan mu 1 minggu ini” Ia masih menghitung jumlah barang yang berada di depannya.

“Aaah, 1 minggu? Gaji.. ku? Apa juga dipotong…?”

“Maybe.. Boss sudah memberi tahu ku sebelumnya s o,..”

“Bos? Bukankah kau bos disini?” Apa yang ia bicarakan? Apa ia mulai ngelantur? Mengatakan hal aneh?

“Kau datang bersamanya, biarkan aku terlihat sibuk disini”

“Aaku? Ia ada di sini? Oediseo?”

“Ihh,  Ituu.. Youngmin. Kau kenal?” Ia terlihat gemas tetap saja menyembunyikan wajahnya. Hu.k Youngmin!? EH? BOSS?

“Bos?”

“Jangan keras-keras, jebal…ssst”

Mwoo`o~~?

_~00000OOOoooooooooo~_

Youngmin POV

Saranghae, bisakah kita mengulangnya dari awal lagi? Hu, aku benar-benar pasrah mengatakannya ku hormati keputusannya iya atau tidak yang pentingaku sudah berusaha bukan? Iyu adalah puncak dari perasaan yang selama ini telah ku pendam. Tidak. Lebih tepatnya ingin ku hilangkan. Dan ia menjawab…

GLEEK

“HEI YOUNGMIN-ah bisa bantu kami?” Hagyoung, Kwangmin dan Hyunseong. Oh tidak Hyungseong terluka. “Apa yang terjadi dengan mu?” Matanya sudah sipit semakin sipit karena pukulan dimatanya. “Aku akan membelikan beberapa obat-obatan” Ucap Hagyoung ia tampak begitu cemas tidak seperti biasanya seperti itu bahkan saat dirinya terluka. Jadi teringat perkelahiannya dengan Sekyung yang akhirnya tidak ada pemenang diantara duel 1 lawan satu.

“Em bawa dia ke monil saja sepertinya ada air mineral di dalam”

Setelah beberapa tegukan Hyunseong mulao ada tenaga untuk mengerang kesakitan. “Aighhh bisakan pelan-pelan saja?”

“Mian, aakku akaan”

“Berikan pada ku lihat aku! Begini saja tidak bisa” Kwangmin menyingkirkan Hagyoung  dan merebut kapas dari tangannya. Aku masih menunggu Eunjung kenapa ia lama sekali di dalam memang apa yang ia beli?

“Hyung, kau bilang akan segera pulang kenapa babak belur?” tanya Kwangmin. “Aku ingin pulang, tapi, tidak bisa Minwoo dalam bahaya, hanya saja kami sial” jawab Hyungseong.

“Tidak sepenuhnya sial kan masih ada aku?” Hagyoung menanggapi ku lirik Hagyoung ia mengedipkan matanya kearah Hyung.

Ah, lama! Ku hampiri pintu minimarket, manager Yun menatap  ku dan menunjuk kearah ku apa yang mereka bicarakan?

Eunjung menghampiri ku mungkin akan mengatakan sesuatu. Kami berada di antara pintu yang terbuka.

SET…(PIntu terbuka otomatis)

“Apa kau akan memecat ku? Setelah aku mengatakan tidak!”

EH…

Ku tengok manager Yun bersembunyi dibalik rak makanan. Benar-benar tidak ada lagi yang bisa ku sembunyikan. Ia tahu aku pemilik minimarket ini. Dan tidak adalah jawaban untuk… mengulang

“Right, minggir kau memenuhi jalan!” Sekarang ia membentak ku ia ingin bermain. “Kau ingin aku minggir? Lewati aku dengan segala cara”  Aku berharap ia kehabisan trik dan … bisa saja kan ia mencium ku?

“Tali sepatu mu lepas”

“Ani”

“Kwangmin dibelakang mu, lihat!”

“I don’t care, Apapun yang kau katakan aku tidak peduli. Ke-keke” Wajahnya masam, kesal ya? Apa hanya ini saja trik kunonya? Fuih`~

Beberapa detik kemudian ia merubah raut mukanya berubah segar. “…em, kau bilang.. kau mencintai ku? Jangan-jangan kau mempermainkan ku?”

EH, Tentunya aku tidak bermain-main dengan perasaan ku sendiri!

“Ani, aku-aku… I LOVE YOU”

“Em, jadi..” Ia mengendurkan ikatan dasi ku dan ku tarik nafas dalam-dalam kenapa aku gugup?

“Jadi… kenapa tidak… mencium ku?”

GLEK… Air liur ku terasa berat untuk terdorong masuk. Apa aku harus menciumnya sekarang? Di depan karyawan dan teman-teman ku yang entah mereka melihat kami atau tidak. Sedang ia masih menatap ku membaca pikiran ku? Ah apa yang ku pikirkan?

Ikatan dasi ku terlepas…O h tidak,. ku lihat hal lain…

SET

“PABO!”

DUUKK

“AAAAIHHh!! Jempooool Kaki KU? AAAAAAAWWW”

_~00000OOOoooooooooo~_

Kwangmin POV

Rasakan, yeoja seperti itu masih kau kejar? Hyung-hyung, tak ku sangka kau lahir lebih dulu! Yeoja itu sekarang menghampiri ku. “Emm, Hyunseong… dia baik-baik saja kan?” sekarang dengan cepat ia mengalihkan perhatian. Senyuman apa itu? Palsu.

“Huh, kau kenapa Hyung? Jempol kaki yang mana?” Ku masukan jemari kedalam saku. Berjalan kearah hyung ku yang masih kesakitan. Itu baru kaki kiri yeoja! Insane!

“Hei, Pikachu! Sepedamu!”

Ehek?

“Donghyun-Hyung and my bike?”

Ia turun dari mobil pickup nya. “Ahah, ni sepedamu jangan letakan di sembarang halte itu merepotkan!” Ku garuk rambut. “Biarkan… ah, aku kan tidak memintamu membawanya, jika itu hilang atau rusak, motor ku akan kembali… huh… sepeda omma itu kenapa tidak hilang juga?”

“Aa gwaenchana, hehe… hyung, cepat sekali kau berganti pakaian? Woo lihat kau.. mobil mu ganti lagi, daebak!” Hyung ku mencoba baik-baik saja.

“Ah, kau ini! Aem kenapa semua ada disini sekarang? Kau mentraktir…”

“Ani, Hyungseong dia..”

Donghyun hyung ia segera berlari kearah mobil, Hagyoung menyingkir ah yeoja itu terlihat aneh semenjak ia tahu keadaan hyung.

“WAE? SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADA MU?!”

“Yongguk”

Ihh sudah kukatakan untuk tidak mengatakannya kenapa ia mengatakannya? Hagyoung!!!!

“Ehm, kenapa semua yeoja merepotkan?”

_~00000OOOoooooooooo~_

Jeongmin POv

Ah rasanya tidak adil Hyung, dia terlalu baik pada Hyunseong! Uh, sebal! Dan lagi tingkah Youngmin membuat ku sebal. “Kau kemana saja?” Eh dibalasnya “Bukan urusan mu!” Preeet! Untung kau teman ku! Apa harus ku coret dari daftar teman ku? Kapan-kapan akan ku coret!

Aku nekat mencari rumah Jieun diam-diam, mengajak Kwangmin… hanya akan menambah saingan ku saja! Umm bukan begitu sih tipenya Kwangmin kan si yeoja aneh Eunjung. Emm, kira-kira kamar Jieun dimana ya? Disana, disana,atau di balik tirai itu? Rumahnya hampir sepenuhnya tertutup pagar, luas dan besar. 3 jam ku menunggu diluar didepan pagar rumahnya. Huftt aku ingin makan, lapar.

“Emmmmemmbem? Jieun-ah…”

Chagii…  ah, nanti akan ku panggil ia seperti itu setelah kami… eh. Aaa fantasi!

Jieun yeppoyeo,~ ahik! Itu dia(~,^)<— harapan ku.

Sinar lampu sebuah mobil tersorot kearah ku, tunggu aku mengenali mobil van putih ini… OMMO!

“Jeongmin? Sedang apa kau disitu?”

“AApa? Ne, aku akan menyingkir.” Bukan Appa yang ku harapkan tapi Jieun! Huh, apa aku akan disuruh pulang? Sia-sia aku menunggu diluar!

TIIN TIN TIIIIIN

LHOH? Pintu gerbang terbuka dan van appa masuk? Aku juga harus masuk. Ku lihat seorang wanita paruh baya keluar dari van Appa. “Appa?” Setelah ku parkir motor ku, ku hampiri Appa yang turun dari van. Ia Nampak tak senang melihat ku memanggilnya seperti itu.

“Pulanglah ini sudah malam Jeongmin”

“Appa, aaaku.. em kenapa bisa ada disini, em mengantar rekan kerja mu pulang?”Aku mengatur nafas ku yang berbenturan dengan tanah. “Lebih dari itu, pulanglah kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya”

“E… Membicarakan selingkuhan mu?”

PLLLAK

“Ku bilang pulanglah! Sudah beruntung kau tidak ku buang ke panti asuhan!”

“Cih, buang saja aku ke sana!”

Pabo!!!!!

Ada apa dengan semua orang hari ini! Semua menolak ku! Semua orang … shit

Aku-aku molla, harus pergi kemana! Tamparan ini membekukan otak ku. Lagi-lagi ia menampar ku. Menyedihkan!

DRRRRTT

Kwangmin menghubungi ku, jarang sekali ia menelpon malam-malam begini.

“Yeoboseo?”

“Ne, aku Kwangmin eh kau datang kerumah ku ok cepat ku tunggu lebih dari 10 menit pagarnya akan menutup” KLIK

“Ne, aku akan kesana kau yang minta”

***

“Wah-wah, kurang 3 menit lagi sudah menutup. Jeongmin-ah, kau belum ganti seragam?” Kwangmin berdiri di depan pagar rumahnya. Helm ini membuat ku gerah “Mwo?” tanya ku. “Ehem,” Ia berdehem keras dan dibuat-buat. “Aku akan pergi sekarang” Tampaknya tak ada hal penting yang ingin ia bicarakan.

“Eehem, kau.. argh, jangan pergi belum aku bicara” Ia mencegah ku menyalakan mesin. “Jeongmin-ah kau juga kemari?” Suara yang ku kenal.

“Ji..”

“eun, ia kemari karena ingin menunggu Hagyoung, dan ku suruh kau kemari saja..”  Keberadaan yeoja itu membuat ku, sedikit tersenyum. “Ne, Hagyoung lama sekali, kau pasti lapar ni kue makanlah belum basi kok” Aku lepas kembali helm, terlihat jelas yeoja yang ku cari ternyata kutemukan disini.

“Bro, 100 dollar!”

GUBRAKK!

“Hah? Bu,buat apa?”

“Palli, kau pasti punya uang banyak, kajja.” Kwangmin memaksa ku mengeluarkan uang. Huh bocah!

“Ne, 10?” Ku rogoh uang di dompet ku.

“100!”

“Ne hitung dulu uangnya! Menyusahkan!”

“Nanti ku, ganti setelah motor ku kembali ok guys! Bye”

Molla, ia pergi begitu saja apa akan jalan kaki?

“Jeongmin-ah, Minwoo dalam bahaya sekarang biar ku ganti uangnya”

“Ah ani tak perlu, Minwoo dalam bahaya? Aigoo! Jieun-ah naiklah kita selamatkan Minwoo bersama”

 

_~00000OOOoooooooooo~_

Hagyoung POV

Donghyun hyung benar, Yongguk harus menerima pukulan yang sama seperti Hyunseong! Ini tidak bisa dibiarkan! Motor lebiih cepaaat….

Greng…Greeng..

“Kwangmin-ah!!! Kajja naik!”

Kwangmin membonceng dibelakang ku. Awalnya terlihat tidak senang bagaimanapun ini motor ku jadi aku yang mengendarai moge ini.

“Mianhae, Kwang-ah motor mu?” Kwangmin memasang helm dikepalanya sebelum menjawab pertanyaan ku. “Disita! Kajja, sebentar lagi pukul 9!”

“Serahkan semuanya pada ku, aku mantan pembalap! Pegang jaket ku jangan pinggang ku!”

“Siapa yang memegang pinggang mu? Dasar!”

BRUUUMMM

_~00000OOOoooooooooo~_

Youngguk POV

Pukul 9 saat nya uang datang, tangan ku sudah gatal ku tahan untuk memukuli namja pecundang macam dia. Minwoo, pecundang ini telah meminjam uang pada geng ku. Ia bilang alasannya untuk menghidupi dirinya selama ini. Tapi, lama-kelamaan ia terus berhutang dan menumpuk. Apakah kami juga tidak makan?

“Namja itu, akan kah ia datang menolong mu he?”

 

TBC~~~~~~~

This entry was posted by boyfriendindo.

6 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] BFF – Chapter 02

  1. annyeong.
    Seru bacanya, agak bingung tentang hubungan antara eunjung dan youngmin, sama eunjung dan kwangmin.

    Lanjut thor!
    Eunjeungnya daebak, bisa berantem. wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: