[FANFICT/FREELANCE] I Yah – Chapter 02

Picture1

Title
: I Yah – Chapter 02
Author   : Alifya Anandiani
Genre         : Mystery, Romance, Brothership
Rating         : T
Type   : Chaptered
Casts      
: • Kim So Hyun

  • Boyfriend’s KwangMin

  • Boyfriend’s DongHyun

  • Boyfriend’s YoungMin & JeongMin

  • Another Member of BoyFriend

Annyeong! Author balik lagi, ada yang kangen sama author gak? *reader: kagak!* It’s okay, yang penting author tetep kangen sama MinWoo Oppa *forget it!* Buat reader, author mau minta maaf karena udah lama gak ngirim lanjutannya dan beberapa waktu lalu baru bikin ‘I’m Your BestFriend – Chapter 3’ dan FF one shoot Be My Shine ketiga ‘Be My Shine (JeongMin’s Love Story)’ setelah yang YoungMin’s dan MinWoo’s *biasa~ promosi! “Kelemotan” ini disebabkan author lagi sibuk banget ngubek-ngubek comberan dan minjem singlet tante ngerjain tugas – tugas sekolah. So.. mianhamnida!

Mungkin di chapter sebelumnya jalan ceritanya belum terlalu jelas dan di Chapter ini author akan mencoba lebih membuatnya singkat padat dan tidak jelas lebih jelas lagi ya~ walaupun buntut – buntutnya juga tetep gaje.. hehe. Komen, saran dan kritikannya masih sangat author harapkan karena author jadi punya semangat buat ngelanjutinnya *reader: thor, situ banyak ngomong banget sih! Me: Ok-ok..Happy Reading and Gomawoyo!

 

Author POV

Angin berhembus lebih kencang dari biasanya dan berhasil menusuk tulang kering youja bertubuh kecil itu. Tubuhnya bergetar dengan hebat, tapi dengan anehnya beberapa titik peluh telah membasahi keningnya yang tertutupi oleh poni. Udara tidak panas, sama sekali tidak! Tubuhnya yang bergetar sudah membuktikannya, tapi mengapa ia berkeringat dalam udara sedingin ini?

Ia menelan air ludahnya dengan sulit, kaki kecilnya perlahan mundur dengan lambat, matanyapun mulai berair. Dan pada akhirnya, kakinya mulai melemas dan membuatnya jatuh terduduk. Tangan yang bergetar itu berusaha menutup matanya dan..

“AAAAAAA!!!!!!!!!!” youja itu berteriak histeris karena melihat sahabatnya sudah terkulai lemah di lantai kelas yang kotor karena terkena bercakan warna merah indah yang mendekati hitam seperti.. setangkai mawar cantik dalam kegelapan.

 

***

 

“Eh, apa kau sudah dengar? Hye Min dari kelas 10 – 5 meninggal di sekolah kemarin setelah jam pulang,” ucap seorang namja yang sedang mengobrol dengan beberapa orang temannya.

“Jijja?” ucap salah seorang yang lain.

“Ne, dan sepertinya dia mati dibunuh karena ada luka tusukkan di punggungnya,”

Tanpa mereka sadari, ada dua orang namja yang mendengar percakapan mereka itu. Satu orang namja berjaket kulit hanya bersikap acuh tapi namja yang satunya lagi mulai sedikit tertarik dengan percakapan itu.

“KwangMinnie, apa kau dengar itu?” tanya MinWoo pada teman di sebelahnya.

“Mmm,”

“YA! Kau ini kenapa? Hanya merespon dengan ‘mmm’. Apa kau dengar? Mereka bilang Hye Min, bukankah dia youja yang pernah kau sukai dan ternyata menyukai kembaranmu yang suka menceramahimu itu?” tanya namja manis itu lagi.

“Lalu? Itu bukan urusanku,” balas KwangMin sambil berlalu pergi.

 

So Hyun POV

“So Hyun-ah, neo gwaencana?” tanya Ha Ni padaku.

“Ne, gwaencana!” balasku, lalu pergi ke luar kelas dan meninggalkan teman – temanku yang mengkhawatirkanku karena aku perlu menenangkan diri.

Beberapa waktu yang lalu, aku baru saja diperiksa polisi atas kasus yang berhubungan dengan Hye Min. Aku masih trauma akibat kejadian kemarin, kemarin aku dan Hye Min mendapatkan hukuman membersihkan kelas berdua oleh Park seongsanim karena mengobrol di kelas pada saat jam pelajarannya. Semua baik – baik saja pada awalnya, sampai saat aku mengambil air untuk mengepel kelas dan saat kembali, aku sudah mendapati tubuh Hye Min yang berlumuran darah terkapar di lantai.

Brukk!

Karena terus melamun, aku tidak sengaja menubruk seseorang. Akupun lalu menundukkan kepalaku untuk meminta maaf. Saat aku mengangkat kepalaku, aku mendapati seorang namja yang tampak tidak asing bagiku. Kulitnya begitu lembut dan putih,  dan dia cukup tinggi walaupun sepertinya tidak mencapai 180 cm. Dia Kim Dong Hyun.

“Ah.. DongHyun-ssi, mianhamnida!” ucapku.

“A-aniya.. mmm, neo gwaencana?”

“Ne?”

“Aku dengar sahabatmu meninggal kemarin,” ucapnya.

“N-ne,”

“Ah.. apakah kau sudah makan?” tanyanya.

 

DongHyun POV

Sulit dipercaya! Seorang namja bernama Kim Dong Hyun yang bahkan tidak berani menyapa youja bernama Kim So Hyun, dengan tidak sengaja mengajaknya makan siang. Ah! Aku tidak tahu tadi kenapa tiba – tiba mulutku bisa meluarkan kata – kata seperti itu? Eomeo, jantungku hampir meledak karena bergerak terlalu cepat. Tenang Kim DongHyun.. tenang..!

“DongHyun-ssi,”

“….”

“DongHyun-ssi!”

“Ne?”

“Ada apa denganmu?” tanyanya.

“A-aniya, bagaimana denganmu?” tanyaku balik.

“Ne?”

“Soal Hye Min,” ucapku.

“Oh.. polisi bilang kasus ini sedikit sulit, sama sekali tidak ada bukti yang tertinggal di TKP dan tidak ada orang di sekolah pada saat itu selain kami berdua. Saat camera cctv dicekpun sama sekali tidak ada seorangpun yang keluar – masuk sekolah. Aku khawatir, aku yang akan diduga membunuh Hye Min dan aku juga ingin tahu siapa yang tega membunuhnya dan apa alasan pelaku itu membunuh Hye Min,” ucapnya yang mulai menitikkan air mata. Tanpa kusadari aku menggenggam tangannya untuk membuatnya sedikit lebih tenang.

“Gwaencana, aku akan membantumu.”

“Ne?”

“Ayo kita menemukan siapa yang membunuh Hye Min,”

 

YoungMin POV

“KwangMin-ah.. KwangMin-ah!” teriakku memanggil KwangMin yang terus berjalan walaupun aku sudah beberapa kali memanggilnya. Akhirnya, KwangMin berbalik dan menatapku.

“Wae?” tanyanya dingin.

“Aku ingin bicara denganmu,” ucapku lalu membawanya ke loteng sekolah.

Aku menggerakkan kaki ku cepat melewati kaki tangga satu demi satu, tanganku masih tidak lepas dari KwangMin karena aku khawatir dia akan pergi begitu saja jika aku melepaskan genggamanku.

“Jadi apa yang ingin kau katakan?” tanya KwangMin padaku begitu kita sampai di loteng masih dengan nada yang dingin.

“Aku mengerti perasaanmu,” ucapku.

“Kau tidak,” balasnya singkat.

“Aku mengerti, kita kembar. Saat kau sedih akupun sedih dan saat kau senang akupun akan merasa senang. Dan juga ketika kau terluka aku juga merasa sakit. Apa kau tahu aku pernah tiba – tiba merasa sakit walaupun aku tidak terjatuh atau terpukul maupun tertimpa apapun, dan saat kau pulang larut aku melihat wajahmu sudah babakbelur. Tanpa kita sadari, kita juga memiliki telepati. Apa kau ingat bahwa kita selalu menjawab semua pertanyaan dengan sama? Contohnya seperti saat eomma bertanya apa yang ingin kita makan, kita berdua menjawab ddobokki secara bersamaan. Kau bilang aku tidak mengerti? Kita sudah bersama sejak kita masih dalam kandungan hingga sekarang, kita melakukan hal – hal yang sama, memakan makanan yang sama, belajar hal – hal yang sama. Dan sekarang kau mengatakan aku tidak mengerti?” ucapku meluapkan seluruh emosi.

“Ne, kau benar! Kau selalu benar, Jo Young Min! Kita selalu bersama, melakukan hal – hal yang sama, memakan makanan yang sama, belajar hal – hal yang sama. Tapi kau jelas tahu apa yang berbeda?…” ucapnya dingin.

“KASIH SAYANG YANG BERBEDA!! MENGAPA SEMUA ORANG LEBIH MENYAYANGI JO YOUNGMIN DARI PADA JO KWANGMIN??!!!” teriaknya.

“Mengapa semua orang lebih menyayangi Jo YoungMin daripada Jo KwangMin yang jelas – jelas melakukan semuanya dengan cara yang sama?” lanjutnya dengan nada yang kembali normal namun tetap dingin.

“Kau tidak bisa menjawabnya?” tanyanya skeptis.

“Karena mereka buta dan tuli,” ucapku, kulihat ekspresi KwangMin berubah sejenak.

“Mereka tidak tahu kalau Jo KwangMin selalu bisa membuat Jo YoungMin merasa iri dengan semua yang dia miliki. Kepolosannya, kepribadian 4Dnya yang sulit dibaca, kecerdasanya dalam berbagai hal, kekonyolannya dan keanehannya mengoleksi Piccachu, bahkan dengan semua mimpi yang dia miliki. Apa kau tahu? Aku selalu merasa iri padamu yang bisa terbang bebas dan berkreasi semaumu, tanpa ada orang yang mendiktemu untuk melakukan segala hal dan juga menentukan kehidupan dan masa depan untukmu,” lanjutku, KwangMin hanya menatap padaku tanpa mengatakan apapun.

“Mereka tidak tahu kalau Jo KwangMin bisa lebih bersinar dan berharga dibandingkan Jo YoungMin yang memiliki banyak tali di tangan dan kakinya seperti sebuah boneka kayu. Karena mereka yang buta dan tuli hanya bisa melewati sebuah berlian di jalannya dan tidak bisa memberikan kesempatan berlian itu untuk memiliki harga yang tinggi atas dirinya sendiri. Dan mereka tuli karena tidak dapat mendengar bahwa ada seorang anak yang memanggil mereka untuk berhenti dan memberitahu apa yang sudah mereka lewatkan,” KwangMin hanya menatapku dengan nanar, dan saat itu aku menyadari bahwa dia tidak membenciku yang dia benci adalah orang – orang yang tidak mau melihat dan mendengar. Aku menghampiri tubuh KwangMin yang mulai bergetar dan masih menatapku dengan tatapan kepedihannya bukan keangkuhan ataupun tatapan dingin yang biasa ia perlihatkan. Perlahan aku menghilangkan jarak di antara kita dan memeluknya.

“Mereka buta dan tuli, KwangMin-ah..” tanpa disadari air mata telah jatuh di pipiku. Aku mempererat pelukkanku agar KwangMin dapat merasakan dan mengerti.

“Aku menyayangimu lebih dari apapun di dunia ini, KwangMin-ah! Kita adalah satu, aku berjanji tidak akan membiarkan seorangpun melewatimu lagi,” ucapku di belakang telinganya. KwangMinpun membalas pelukanku dan ikut menangis di pundakku.

“Mianhe.. Hy-Hyung,”

“Gwaenchana, KwangMinnie..”

 

HyunSeong POV

Ada sebuah keanehan yang terjadi di sekolah ini, sekarang di sekolah semua orang membicarakan tentang kematian youja yang bernama Hye Min dan orang – orang berfikir ada orang di balik ini semua karena beberapa hari lalu ada juga murid youja yang keracunan di sekolah dan ada juga yang terkunci di gudang sekolah selama 2 hari, namun mereka tidak mati hanya ‘hampir mati’. Tapi keanehannya bukan itu, melainkan tiba – tiba saja DongHyun ingin membuat semacam kelompok detektif ala anime abal – abalan yang gagal tayang. Apa ini gara – gara DongHyun ngefans BoyFriend yang sedang membuat film Gogo Ikemen 5 di Jepang ya? Jadi DongHyun ingin mengikuti gaya keJepang – jepangan seperti itu? Walaupun sebenarnya aku memiliki cita – cita untuk menjadi detektif tapi apakah ini gak terlalu absurd? Tapi kalau dipikir – pikir lagi sepertinya bukan karena Gogo Ikemen 5, masa hanya gara – gara itu! Oh.. Detective Conan! BoyFriend baru mengisi sountrack untuk Detective Conan. Tapi kenapa semua alasan mengarah ke BoyFriend? Gak masuk akal!

Tiba – tiba seorang youja lewat  di hadapanku dan membuat sebuah lampu bersinar di atas kepalaku. Oh.. tentu saja! Kim So Hyun. DongHyun menyukai So Hyun. Youja itu juga sahabat dekatnya Hye Min dan orang yang paling berkemungkinan besar menjadi tersangka karena dia satu – satunya orang yang ada di sekolah kemarin.

Tapi siapa yang harus aku bawa ke club ini ya? Let me think, aku sangat hebat dalam membuat strategi, DongHyun hebat dalam komputer dan menghack, lalu siapa lagi? Akupun terus berfikir keras untuk menemukan anggota lainnya… tentu saja! Mereka.

 

SoHyun POV

            Aku berjalan melewati rak – rak buku di perpustakaan dengan malasnya. Aku tidak tahu sudah berapa lama aku di sini dan berapa kali aku melewati rak buku yang sama. Aku terus mencari buku – buku yang aku perlukan untuk mengerjakan tugas ekonomi yang akan dikumpulkan lusa. Tanpa sengaja, kakiku menginjak sesuatu yang keras dan ‘sesuatu’ itu merintih.

“Aww!” rintih seorang namja yang menggunakan headphone dan menggunakan jaket kulit. Akupun memperhatikannya yang masih tertunduk, rambutnya berwarna coklat. Kakinya sangat panjang, karena sepertinya itu yang aku injak tadi. Merasa diperhatikan, iapun mengangkat kepalanya.

“Apa yang kau lakukan di sini, KwangMin-ssi?” tanyaku.

“Sepertinya aku tertidur lagi,” ucapnya sambil beranjak bangun.

“Kemana yang lainnya?” tanyanya dengan nada yang sangat datar.

“Orang – orang sudah pergi dua setengah jam yang lalu, ini sudah melewati jam pulang.” Iapun hanya mengangguk kecil, masih dengan ekspresi yang dingin.

“AAAAAAAAAA!!!!!” tiba – tiba kami mendengar teriakkan seorang youja.

 

Author POV

Dengan refleks, KwangMin dan So Hyun berlari untuk mencari sumber suara itu. Saat mereka berlari, mereka melihat DongHyun dan HyunSeong juga berusaha mencari sumber suara teriakkan itu.

“Kalian belum pulang?” tanya So Hyun dan hanya dibalas dengan anggukan kepala. Merekapun berusaha mencari sumber suara itu lagi dan saat melewati salah satu ruangan, dan mendapati MinWoo dan JeongMin sedang berjalan – jalan sambil celingukan ke kiri – kanan.

“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya KwangMin.

“Tadi kita sedang latihan di ruang musik untuk tes minggu depan tapi tiba – tiba kami mendengar suara teriakkan,” jelas JeongMin.

“Kalian mendengarnya juga?” tanya MinWoo, mereka berempatpun hanya mengangguk.

“Sepertinya suara itu berasal dari luar,” ucap DongHyun, dengan segera mereka melangkahkan kaki mereka keluar sekolah untuk memastikan teriakan siapa itu. Dan saat mereka sudah berada di luar, KwangMin memutar pandangannya ke segala arah dan saat matanya melihat ke arah gedung sekolah… ‘Eomeo! Ige mwoya?’ ucap KwangMin dalam hati. Iapun lalu menunjuk ke arah gedung sekolah, yang lainnya hanya mengikuti arah tangan KwangMin. Merekapun sontak tercengang dan membeku di tempat, sedangkan So Hyun hanya bisa jatuh terduduk.

“Siapa yang melakukannya?” ucap So Hyun dengan suara yang sangat pelan, dan keringat dinginpun mulai turun di keningnya.

“YA, KwangMin-ah! Kau dari mana saja, kenapa belum pulang? Sebentar lagi sudah waktunya makan malam,” teriak YoungMin dari kejauhan yang sudah mencari KwangMin kemana – mana untuk mengajaknya pulang. Iapun menghampiri mereka berenam yang masih berdiri terpaku.

“Ada apa dengan kalian?” tidak ada satupun yang menjawab kebingungan YoungMin. “So Hyun-ah, ada apa ini?” tanyanya dan hanya dibalas gelengan oleh So Hyun. Karena bingung melihat mereka, YoungMinpun hanya mengedarkan pandang ke arah pandangan mata mereka.

“Oh God..” ucap YoungMin yang hanya bisa melangkah mundur dan ikut jatuh terduduk.

 

 

To Be Continue..

This entry was posted by boyfriendindo.

33 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] I Yah – Chapter 02

  1. ff nya bagus+keren..^^
    kpn part slanjut’a keluar?? penasaran sm crita selanjut’a.. suka bgt sm kwangmin disini.. ^^

    • Lagi dalam proses, maaf ya buat para reader nunggu kelamaan. Authornya lagi stuck, harus ngasih makan otak dulu..kukuku

  2. jadi… yang mereka liat itu apa? apa mungkin kasus yg sama seperti Hye Min? Oh my… aku penasaran >< jan lama2 ya next chap.nya min….

  3. Reader nim.. mohon maaf. Author sudah lama tidak membuat FF Boyfriend. Author kaya ngutang keke.. InsyaAllah secepatnya Author kirimkan lanjutannya. Sekali lagi, mohon maaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: