[FANFICT/FREELANCE] Love Hate – Chapter 02

Title
Love Hate – Chapter 02
Author @Han_SooYun
Genre Romance,Comedy,Friendship
Rating Teen
Type Chaptered
Main Casts
~ Jo Kwangmin
~ Yoon Dae Hee [OC]
Support Casts
~ Shin Kyung Min [OC]

Disclaimer                  : FF ini yang bikin saya ! FF ini punya saya !😀 Plot dan Alur itu murni dari karangan saya..

Theme Song               : MBLAQ-I Think U Know

Author Note               : Hellooo.. I’m Comeback again.. hehehe..😀

FanFic ini terinspirasi dari lagu MBLAQ di atas. Tapi cerita beneran murni dari karangan saya. Setelah baca FF ini coment dan kasih pendapat serta saran kalian yah J . Oh iya, readers please kasih coment kalian dan saran+kritik yang membangun J ini masih dalam tahap Flashback antara Daehee-Kwangmin looh J. Kira-kira sampai part 6 atau 7 lah tahap flashback nya J. tapi semakin berlanjut tokohnya semakin banyak.. tapi sekali lagi, Jeongmal Gomawo udah mau nyempetin baca FF-ku dan coment kalian sangat membangun untuk ku J Tinggalkan jejak yah setelah baca FF ini.. NO PLAGIAT !

Link Cover FF          : By Google, tapi yang ngedit saya J

 

*~*Happy Reading All*~*

 

Preview Chapter 1 :

Dan yag ketiga kalinya aku menginjak kakinya lebih kencang dari yang sebelumnya. ”Rasakan itu, JO KWANGMIN !”

            “YA !!”  teriaknya memanggilku. Tapi aku tidak peduli. Aku terus berjalan pergi tanpa memperdulikan Kwangmin yang terus merintih kesakitan itu.

 

            ****

~LOVE HATE Chapter 2~

 

Then I hated you, I disliked you …

In the fights that repeated each day …

I was so sick of it, you don’t even know …

It must have been because of that, I’m sorry …

MBLAQ-I Think U Know

 

****

 

Jam 06.55 PM. Disepanjang perjalanan Daehee terus menguap menuju gedung apartemen kakaknya. Hari ini ia harus pulang telat karena seorang guru memberikan tugas terlalu banyak khusus untuknya. Jadi, ia terpaksa harus mampir ke perpustakaan. Tempat yang menurutnya terkutuk. Ia hanya perlu menyebrangi jalan untuk sampai ke arah apartemennya.

Sementara Kwangmin. Sambil bersenandung pelan, ia terus menyusuri jalan setapak menuju gedung apartemennya. Justru berbalik dengan gadis itu, Kwangmin bahkan tidak ingin pulang terlalu cepat. Menurutnya, rumah adalah tempat yang paling membosankaan.

Oh ya, apa mereka tidak tahu ? Kwangmin tidak menyadari Daehee berjalan di belakangnya begitu pula dengan Daehee. Saat ini mereka sudah berada di loby apartement. Tetapi, Kesadaran itu tidak berlansung lama setelah Kwangmin merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Ia mendengar derap suara langkah kaki di belakangnya. Mungkin itu hanya pendapatnya saja , sebetulnya ini hanya kebetulan. Dan Daehee pun tidak mengubris siapa saja yang jalan di depannya, bukan tidak mengubris tepatnya karena dia sudah sangat mengantuk.

Ya, Neo !!” seru seseorang berhenti di depan Daehee ketika pintu lift terbuka dan mereka melangkah masuk. Tetapi gadis itu tidak merasa dirinya dipanggil.

-Daehee P.O.V.-

Ya, Neo !!” teriak seorang pria membuatku kaget. Dia berteriak tapi aku tidak tahu siapa yang ia teriaki. Ia membuat semua rasa kantukku mendadak hilang. Bagaimana tidak ? Ia berteriak membuatku kaget dan setelah aku menunjuk diriku sendiri..

“Iya, kamu !!” jawabnya menatapku dengan sengit.

Aku mengernyitkan dahi menatapanya aneh. Namja ini aneh sekali. Marah-marah tidak jelas. Aku tidak tahu bagaimana orangnya, karena namja itu menutupi sebagian wajahnya dengan syal.

Setelah dia membuka syal nya, aku membolakan mataku lebar. Ternyata Kwangmin ? Tahu jika dia orangnya, tidak akan ku ladeni. Lagi pula mengapa aku dan dia bisa kebetulan bertemu disini sih ? Noemu shireoyeo ! Mebuang waktu saja.

Neo ! Kenapa kau bisa ada disini ?!” tanyaku tak kalah sengit.

Kwangmin mendelik sinis. “Heh ! seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau bisa ada disini !? Kau mengikuti ku kan? Dasar penguntit ! gadis stalker ! ” cibir Kwangmin judes.

Ih ! Ini namja ngeselin banget sih ! kalau bukan manusia mungkin sudah aku jadikan umpan singa ! Aku yang tadinya memalingkan wajahku menatapnya sinis begitu ia berkata seperti itu ke aku.

“Apa ? Aku mengikutimu ? Ya ! mana mungkin aku mengikuti namja jelek kayak kamu ! aku itu kesini tuh mau pulang ! bukannya kurang kerjaan mau ngikutin kamu !”

“Alah, alesan ! kan yang dibelakang biasanya ngikutin yang di depan. Dan itu kau ! aku tidak pernah melihatmu disini,”

“Cih, kau percaya dengan itu ? Ini tuh hanya kebetulan. Aku baru disini, dan sebaiknya kau tidak usah merasa di ikuti, ataupun kau merasa aku menguntit mu, ataupun kau merasa famous di kalangan yeoja. Karena cewek tuh ngeliatmu jijik, gembel !” kataku tak kalah pedas dengan cibiran sebelumnya. Rasakan.

Tepat setalah aku berkata seperti itu, terdengar bunyi berdenting dan pintu lift terbuka. Aku melangkah keluar dari lift,  namun Kwangmin mematung sejenak sebelum tersadar dari lamunanya. Baguslah, aku tidak suka jika belama-lama dengan namja itu. Ia segera menghampiriku.

-Yoon Daehee P.O.V. END-

 

-Kwangmin P.O.V.-

 

“Alah, alesan ! kan yang dibelakang biasanya ngikutin yang di depan. Dan itu kau ! aku tidak pernah melihatmu disini,” kataku meremehkan.

“Cih, kau percaya dengan itu ? Ini tuh hanya kebetulan. Aku baru disini, dan sebaiknya kau tidak usah merasa di ikuti, ataupun kau merasa aku menguntit mu, ataupun kau merasa famous di kalangan yeoja. Karena cewek tuh ngeliatmu jijik, gembel !” katanya pedas. Eh,kurang ajar banget cewek itu ! Berani sekali dia, gadis tengil dan menyebalkan ini.. untung kau perempuan Daehee.

Tepat setalah Daehee berkata seperti itu, terdengar bunyi berdenting dan pintu lift terbuka. Daehee melangkah keluar dari lift sementara aku mematung sejenak sebelum tersadar dari lamunanku. Aku segera menghampirinya.

“Heh ! Mworago !? eo ? kau jangan sembarangan yah, gadis tengil ! bisanya merusuh saja !” responku tak kalah pedasnya.

Daehee mencibir. Lalu berusaha membuka kunci apartementnya. Kok dia di sebelah ku sih ? Setelah aku tersadar, itu kan apartementnya Lee Joon sunbae hyung. Mau apa dia kesana ?

“Heh , kau mau menguntit ya ?” tanya ku menuduhnya. Ia tidak jadi membuka pintu kamarnya setelah aku tanyakan begitu. Jangan-jangan dia… Jangan-jangan dia fan sasaeng yang diam-diam suka mengikuti idolanya dengan perlakuan sadis itu. Jika benar, dia benar-benar gadis sadis.

“Maksudmu apasih ?” ia balik bertanya namun pandangannya terlihat bingung tidak meyakinkan.

Aku mendecak sebal, yeoja ini telmi banget sih ! tidak bisa berfikir cepat apa ?

“Kau.. Mau apa kau ke apartement Lee Joon Hyung ? Aaa.. aku mengerti .. apa kau fan sasaeng yang suka mengikuti artis idola kemanapun ? hiihh.. aku jadi merinding dengan yeoja bringas sepertimu !” tunjuk ku ke arah Daehee sambil bergidik ngeri.

Daehee menatap ku dengan pandangan yang terkesan sebal. “what do you talking abaout ?” tanyanya memandangan remeh. ”Aku adiknya pemilik apartement ini ! mau apa kau ?”

Aku tertawa terbahak-bahak. “ Kau adiknya ?” tanyaku meremehkan. “mungkin kau adalah gadis yang ke 1001 yang mengaku sebagai adiknya. Sudahlah mengaku saja, kau menguntit kan ? cara seperti itu tidak akan ampuh agar kau bisa bertemu dengan idola mu.. hahaha..”

“Tapi aku benar adiknya !!” bentaknya dengan jengkel sambil menghentakkan sebelah kakinya. Entah kenapa aku mulai tertarik ketika dia sudah mulai terpancing seperti itu. Itu berarti sebuah pertengkaran dimulai. Dia terlihat lucu. Tapi bukan berarti aku menyukainya. Hih, aku tidak mungkin menyukai gadis seperti itu.

“Ya, ya kau benar adiknya,” aku menahan tawa ku meremehkan. Aku percaya padanya, berpura-pura.

Gadis itu mendecak sebal. Ia mengeluarkan ponsel dari tasnya lalu memperlihatkan sesuatu ke aku. Aku terbelalak kaget. ”Ini buktinya.” katanya angkuh. Ia memperlihatkan sebuah foto keluarganya, dan disitu ada Lee Joon hyung dan gadis tengil itu yang aku kenal.

“Aku nggak nyangka Lee Joon hyung punya dongsaeng yang super brutal kayak kamu, sifat oppa-mu kebanting abis dengan sifat dongsaeng kayak kamu. Malu-maluin !” cibirku

Daehee mencibir.

“Heh ? Changsun oppa maksudmu ? YA ! jangan memanggil nae oppa dengan sebutan ‘hyung’ seperti itu ! dia bukan hyung­-mu, jelek !!” kata Daehee menghinanya. ”Oh ya, apa kau bilang tadi ? sifat ku kebanting abis dengan oppa-ku ? YA ! bukannya sifat kau dengan Youngmin yang kebanting abis !? Cih, sialnya aku bisa sekelas sama kamu. Kenapa nggak sekelas aja sama kakakmu,”

Cham.. Cham.. Kau kenal Youngmin ?”

“Ya,” sahutnya acuh tak acuh.

Aku memalingkan wajahku ragu.”Ya sama saja sama sifatmu ! kebanting abis juga, tengil !!

            Ya, kau jelek !”

“Tengil !”

“Jelek !”

“Tengil !”

“JELEK !!”

“TENGIL !!”

“Jelek !! Jelek !! Jelek !!”

“Tengil !! Tengil !! Tengil !!”

YA !! SIAPA ORANG DI LUAR SANA ?!! SIAPA YANG MEMBUAT KERIBUTAN ???!!!” ketika sedang asik bertengkar dengan Daehee. Tetangga apartement memarahiku dengan dirinya. Cih, dasar gadis ini. Semua karenanya !

-Youngmin P.O.V. END-

            -Author P.O.V.-

“YA !! SIAPA ORANG DI LUAR SANA ?!! SIAPA YANG MEMBUAT KERIBUTAN ???!!!” beberapa saat kemudian pemilik apartement yang lain berteriak dari dalam.

Mereka berdua diam dan tidak melanjutkan perdebatan mereka lagi. Mereka saling bertatapan dan memalingkan wajah lagi, angkuh. Tepatnya memalingkan wajah seperti anak kecil yang sedang bermusuhan.

BRAKKK ..

Terdengar bunyi bantingan pintu dari keduanya.Tidak ada yang mau mengalah dari keduanya. Bukankah mereka kompak ?

Wanita tua itu berdecak pelan. “Ada-ada saja anak muda zaman sekarang.” Lalu pintu kembali tertutup.

*****

 

-Yoon Daehee P.O.V.-

 

3 bulan kemudian…

 

Ah, tidak terasa aku sudah cukup lama menjadi murid disini. Semakin banyak temannya dan semakin banyak juga musuhnya. Tidak terkecuali si Kwangmin Kwangmin itu. Aku masih saja suka bertengkar dengannya. Aku juga tidak tahu mengapa. Tetapi ada sesuatu yang aneh. Itu seperti…

E-eh ?

Ah, sudahlah ! Lupakan !

Mungkin itu sudah menjadi kegiatan ku yang baru. Yah, bertengkar dengan Kwangmin. Ini tidak lucu bukan ? Oh ya, aku mempunyai cerita menarik. Seminggu sewaktu aku masih menjadi anak baru disini, ada sebuah hal yang tidak bisa ku duga. Ketika aku sedang membawa begitu banyak buku di tanganku, Kwangmin menawarkan untuk membantuku. Aku merasa heran, apa jangan-jangan dia ingin mengerjaiku lagi.

Lalu aku tanyakan ke dia dengan pandangan sengit. ’Kau berniat ingin mengerjaiku lagi bukan ?’

Pria itu heran bukan main. ‘Busunsuria ?’

Aku mendecak sebal. Aku sudah tahu gelagatnya. ’Kau tidak usah pura-pura, Kwangmin !’

Pria itu tertawa kecil. ’Jadi kau mengira aku Kwangmin ?’

Aku mengernyitkan dahiku heran. Maksud Kwangmin apasih. ’Ya emang kalau bukan Kwangmin siapa lagi ? hantu gitu ?’ jawabku dengan asal.

Pria itu mengambil sebagian buku dari tanganku. Memang, bebanku sedikit ringan setelah dia mengambil sebagian buku yang aku bawa. Kemudian aku melihatnya aneh. Sejak kapan Kwangmin berubah menjadi baik seperti ini ?

Pria itu tersenyum manis. ’Wae ? kau pernah dikerjain sama Kwangmin ?’

Apa maksudnya ? jangan-jangan.. Sesaat aku tersadar setelah dia menjulurkan tangannya.

’Kenalkan, aku kembarannya Kwangmin. Namaku Jo Youngmin. Apa kau anak baru disini ? soalnya wajah kau terlihat begitu asing.‘ sapanya tersenyum.

Hah ? Kembaran ? Masa sih ? aku melihat juluran tangannya dengan ragu. Jangan-jangan Kwangmin berpura-pura aja ngaku kembar, kemudian ingin mengerjaiku lagi pakai lem seperti waktu itu ? Akhirnya dengan terpaksa aku menjabat tangannya.

Mendadak aku speechless tersenyum. Bagaimana tidak ? tidak ada lem di tanganku dan mungkin dia memang kembarannya Kwangmin.

’Yoon Daehee imnida.Yah,aku anak baru disini. Bangapseupimnida,’ kataku tiba-tiba tersenyum.

Mereka kembar tapi bukan berarti kembarannya ikut-ikutan juga sama kembaran yang satunya. Sama aja seperti, Youngmin kembar tapi bukan berarti Youngmin ikut-ikutan bandel juga dengan Kwangmin.

Nado,’ katanya tersenyum ramah. ’Biar aku bantu ya membawa bukunya. Kelihatannya kau membawa bukunya berat sekali.’

‘Oh, Nde. Kamsahamnida.’

Jadi seperti itulah ceritanya.. Sejak itulah aku menjadi dekat dengannya. Walaupun hanya bersapa ria saja. Terutama tahu bahwa apartementnya dia ada disebelahku.

Jo Youngmin. Kembaran dari Jo Kwangmin. Lahir lebih dulu 6 menit sebelum Kwangmin. Kelas mereka memang berpisah dan sialnya aku satu kelas dengan adiknya itu. Wah, aku sangat kagum dengannya. Eits, perlu di garis bawahi ya. Kagum dengan suka itu hal yang sangat berbeda loh. Dan aku hanya mengagumi sebatas sikapnya yang sopan saja dan tidak ja-hil seperti adiknya itu.

Jo Kwangmin, sifatnya kebanting abis dengan sifat hyung nya yang bisa di bilang seperti malaikat itu. Tapi.. Aku tidak mengerti kenapa aku menjadi seperti ini ? rasanya hidup aku tidak akan seru jika tidak bertengkar dengan Kwangmin. Hahh, sudahlah lupakan !

 

~Yoon Dae Hee P.O.V. END~

****

Author P.O.V.

 

“Daehee ! Daehee !” Daehee baru akan masuk ke kelas ketika sahabatnya itu memanggilnya.

Daehee menoleh. ”Apa Min ?” mereka memasuki kelas bersama.

“Kau sudah mengerjakan PR ?”

Daehee tergaket bukan main. PR apa ? ia tidak  pernah berperasaan mendengar ada PR. Dasar, sahabatnya itu memang sangat rajin. ”Mwoya ? PR apa ?”

Kyungmin menghela napas. ”PR Matematika. Jangan bilang kau tidak mengerjakannya ?” tanya Kyungmin dengan nada yang sedikit menuduh.

Daehee tertawa garing. ”A-ania.. Aku mengerjakannya kok, ” katanya bohong dan agak terbata.

Kyungmin tersenyum lega. ”Baguslah, kau tahu bukan guru itu seram sekali.” ucapnya memperingati.

Matilah kau Yoon Dae Hee ! Daehee sudah tidak bisa berfikir jernih lagi. Ia membayangkan bagaimana ia di hukum nanti. Aaaaa! Andwaeyeo !

Daehee mengetuk-ngetuk tangan di mejanya dengan sedikit panik. Bagaimana ini ? Daehee tidak punya kesempatan mengerjakan PR karena waktu istirahat tersisa satu menit lagi. Lalu ia melirik ke bangku Kwangmin. Tepatnya buku tulis Matematika punya Kwangmin. Daehee melihat ke kiri dan ke kanan. Tidak ada siapa-siapa dan Kyungmin tidak melihat itu.

Yah, Daehee berhasil mengambil bukunya. Daehee menatap buku itu. ”Kwangmin­-ah, Aku pinjam yah bukumu. Aku belum mengerjakan PR, Sekali lagi yah aku ngambil buku PR kamu,” ujarnya mengerucutkan bibirnya. gadis itu mulai gila. Bagaimana tidak ? ia berbicara dengan buku.

“Iya. Tidak apa-apa, Daehee-ah.” Ia berbicara sendiri, menjawab sendiri juga. ”Tapi Kwangmin, kau akan di hukum nanti. Kau harus menjawab tidak apa-apa ya. Anggap saja ini pembalasan ku karna kau terlalu sering mengerjai ku.” ujarnya tertawa evil.

“Ya, Daehee-ah. Kau berbicara dengan siapa ?” tanya Kyungmin menoleh kebelakang dengan heran.

Daehee tertawa kecil. ”Hehe.. Ania.”

Setelah itu Daehee langsung merobek sampul buku Kwangmin dan mengganti menjadi namanya.

****

Beberapa saat kemudian seorang guru datang ke kelas kami. Mendadak kelas ini menjadi sepi.

“Anak-anak, kumpulkan PR kalian.”

Nde,seongsaenim.”

Saat tiba Daehee mengumpulkan PR-nya. “Daehee, mengapa buku PR tidak disampul ?” tanya guru itu mengintrogasi.

Daehee tersenyum paksa. “Maaf seongsaenim. Tadi buku PR ku ketinggalan di rumah dan aku buru-buru mengambilnya di rumah. Jadi aku tidak sempat menyampulnya.”

“Baiklah, jangan di ulangi lagi.”

Nde.”

Ketika Daehee melewati Kwangmin. “Hahaha.. kasian sekali dimarahi.. enak tidak ?” cibir Kwangmin tertawa lepas.

Daehee mencibir. “Jangan bisanya menghina orang lain saja !”

Ketika beberapa murid namanya di panggil, kini giliran Kwangmin. “Jo Kwangmin.” Absen guru itu sambil meminta PR-nya.

Kwangmin membuka tas mengambil PR-nya. Tetapi mengapa tidak ada ? fikir Kwangmin bergelut. Kwangmin lama sekali mengobrak-abrik isi tasnya. Mengeluarkan semua isi tasnya kemudian memasukkannya kembali dan hal itu terulang selama beberapa menit.

Hingga guru itu mulai bosan, akhirnya guru itu menegornya. “Kwangmin, kau mengerjakan atau tidak ?”

Ne, seongsaenim. Aku mengerjakannya.” Jawab Kwangmin masih mengobrak-abrik semua isi tasnya. “Tapi yang aku tanyakan, kenapa tidak ada ?” lanjutnya bergumam, tetapi masih di dengar oleh semua orang. Mereka tidak menyadari Daehee menahan tawanya sejak tadi.

“Cih, bilang saja tidak mengerjakan !” Daehee balas menuduhnya.

“Ya ! diam saja kau tengil !!” Kwangmin menengok ke arah Daehee, lalu sibuk dengan aktifitas sebelumnya.

“Kwangmin, kemari kau maju,” suruh guru itu.

Nde ?”

Lalu setelah Kwangmin maju. “Kau tidak mengerjakan PR ?”

Ania, maaf seongsaenim. Buku itu hilang dan aku tidak tahu buku itu menghilang kemana.”

“Buku itu menghilang atau kau memang tidak mengerjakannya ?!” tanya guru itu tidak mempercayai Kwangmin.

Ania !”

“Cukup ! keluar dan bersihkan lapangan sekolah, ini hukumanmu !”

“Apa ?”

****

 

-Kwangmin P.O.V.-

Tok.. Tok..

“Ya, masuk.”

Aku mengetuk pintu ruang guru yang menghukum ku tadi. Aku ingin memberitahukan jika aku sudah selesai membersihkan seluruh lapangan itu. Sungguh lelah bukan ?

“Permisi bu. Saya sudah menyelesaikan hukumannya..”

“Mengapa kau mengulangi untuk tidak mengerjakan PR lagi Kwangmin ?” tanya seorang guru ke aku dengan pandangan yang sangat tajam. Bagaimana bisa aku tidak mengerjakan PR sedangkan semalaman aku mati-matian mengerjakannya agar aku tidak terus-terusan di hukum. Mr.Punishment. Yah, jujur saja yah meskipun Matematika ku tidak lebih baik daripada hyung-ku itu.

Aa-ania.. Seongsaenim. Kau perlu mengetahui ini seongsaenim. Aku sudah membawanya dan tiba-tiba setelah aku lihat di meja ku, buku itu mendadak hilang. Iya, seongsaenim. Beneran kok nggak bohong,” sangkal ku. Tapi aku memang benar. Kali ini aku tidak berbohong. Buku itu memang menghilang. Aku yakin pasti ada yang mengerjai ku tadi.

Jika aku ingin menuduh. Aku ingin menuduh Daehee. Kenapa ? Karena ini bukan pertama kalinya buku ku diambil seperti ini. Dan jika benar Daehee mengambilnya, Daehee sudah mengambil untuk ke empat kalinya. Gadis menyebalkan itu.

Ya! Kwangmin! sudah keberapa kali saya menerima alasan konyol mu itu ?! huh ?!” bentak guru itu murka. Akhirnya aku diam saja. “Yasudah. Jika kamu mengulanginya lagi, saya tidak akan segan-segan menghukum mu lebih berat dari ini.”

Ne seongsaenim. Kamsahamnida.”

“Eh tunggu dulu,” cegah guru itu ketika aku baru ingin pergi. ”Tolong kau bagikan buku PR tadi di laci mereka. Karena murid-murid sudah pada pulang, jadi saya menunggaskannya ke kamu.”

Nde seongsaenim.” jawabku pasrah.

Aku berjalan malas ke kelas ku. Lalu pandangan ku tertuju pada sebuah tempat sampah. Jo Kwangmin. Sampah sampul yang bernama Jo Kwangmin. Aku melihatnya dan ternyata itu sampul buku Matematika ku. Kurang ajar ! berarti benar ada yang mengerjai ku dong ?! Uh, awas ya jika ketemu pelakunya, aku akan balas lebih dari ini !!!

Menyebalkan ! Menyebalkan ! bagaimana tidak ? aku sangat sial hari ini. Disuruh bagiin buku pula. Sepintas ide terlintas di otakku. Aku menaruh buku itu di bangku kelas. Dan setelah aku mencari-cari dimana buku ku, ada sebuah buku yang tidak di sampul. Buku itu juga mirip dengan punya bukuku sebelum di sampul. Yoon Daehee. Itu buku Yoon Daehee. Tapi setelah aku melihat isinya itu catetan aku semua !!!

Daehee, Daehee, Daehee. Bener kan dugaan ku ? Daehee awas kau besok ya !!

 

~Kwangmin P.O.V. END

~Author P.O.V.

“Argghh !! Daehee kau lagi ?!” teriaknya dengan jengkel.

Kwangmin menghembuskan napasnya panjang. Kenapa hari ini muncul banyak masalah yang tidak menyenangkan ? Tadi pagi Kwangmin sudah bermasalah dengan orangtuanya, kemudian mereka memarahi Kwangmin karena semua nilainya merosot dan mengancam untuk tidak boleh bermain musik lagi. Belum lagi PR yang di ambil dan itu semua gara-gara Daehee. Akhirnya ia harus pulang selarut ini.

Kwangmin semakin kesal begitu mengingat apa yang sudah dialaminya sepanjang hari. Seluruh tulang di tubuhnya terasa sakit dan otaknya tidak bisa disuruh untuk berfikir. Lagi-lagi ia menghembuskan napas panjang. Ia sangat lelah hari ini.

 

****

Sambil bernyanyi, Daehee sesekali melihat pemandangan di sekitarnya. Wah, Daehee benar-benar tidak menyangka, walaupun sudah lama tinggal di Seoul tapi tetap senang melihat bagaimana anggunnya kota itu tertata. Daehee memasuki lapangan sekolah dengan santainya.

Menurut Daehee memang hari ini adalah pagi yang cerah, tapi tidak untuk Kwangmin begitu melihat gadis itu memasuki gerbang sekolah. Menurut Kwangmin, tiba-tiba saja Daehee merusak semua kesenangannya hari ini begitu melihat Daehee. Segera ia memarkirkan motornya dan menghampiri Daehee dengan cepat.

“Hei!”

Daehee terlompat kaget dan berputar cepat. Matanya terbelalak menatap pria itu yang sudah berdiri di depannya. Yah,siapa lagi jika bukan Jo Kwangmin. Mau apa dia ?

Daehee menghembuskan napasnya sebal seolah tidak mengingat kesalahannya tempo hari. Gadis itu membuang muka dan mencibir. “Wae ?” sahut Daehee menatapnya dengan sengit.

Kwangmin menatapnya tidak kalah sengit.Ia memalingkan wajahnya sejenak lalu mendecak sebal. “Wae ? katamu wae ?!” ia membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Lalu ia memperlihatkan sesuatu kepada Daehee. “ Ini punyamu ?”

Kwangmin menunjukan sebuah buku kepada Daehee. Daehee pun menoleh dan melihat Kwangmin yang tengah memegang buku itu. Ia terperangah. Sepintas ekspresinya berubah. Yang tadinya terlihat angkuh kini ia gugup untuk berbicara. Bahkan untuk berkata saja ia bingung ingin berkata apa. Sepertinya Daehee sudah tertangkap basah oleh Kwangmin.

Daehee memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri mencoba mencari alasan yang tepat. “Emm.. Itu.. A-ani.. I-itu B-bukan milikku.” bantahnya agak terbata.

Kwangmin menaikkan alisnya. “Bukan milikmu ? lalu bagaimana dengan ini,” ia membuka lembar pertama pada buku itu kemudian terpampang jelas ada nama ‘Yoon Daehee’ disana. Seperti terfikir dibenaknya buku yang di ambilnya kemarin dan Kwangmin yang sudah mengetahui bahwa bukunya diambil oleh Daehee.

“Itu.. Itu..”

“Dan bagaimana dengan semua catetan ini ?” tersirat kekesalan di wajah Kwangmin tapi ia berusaha meredamnya. “Wae kau mengambilnya !?” muncul lah emosi Kwangmin.

“Aku tidak mengambilnya !” Daehee masih menyangkal.

Kwangmin menggertakkan giginya kesal. Sudah ketahuan masih saja bohong.

Ya ! jangan bohong kau !! gara-gara kau aku mendapat kan kesialan seharian penuh ! dan ini semua gara-gara kau ! kenapa kau hobi sekali sih mengambil buku ku ?!”

Ya, busunsuria ? aku tidak mengerti.”

Kwangmin mendelik sinis. “Kau tidak mengerti atau BER-PU-RA-PU-RA tidak mengerti !?” tanya Kwangmin sinis sambil menekankan kata ber pura-pura. Habislah sudah gadis itu. Mata hitam yang menatapnya dengan dingin itu membuat Daehee merasa jantungnya berhenti sejenak dan napasnya tercekat.

Ania ! itu..”

“Kau benar-benar menyebalkan ! kau gadis yang menyebalkan !”

“Kau yang menyebalkan !” respon Daehee tidak mau mengalah.

“Heh ! Kau yang menyebalkan !”

“Kau !”

“Kau !”

“Kau !”

“Kau !”

“Kau !”

“ YA ! SIAPA YANG MEMBUAT KERIBUTAN DISINI  ?!?!”

Keduanya diam ketika suara ketiga lebih keras dengan suara keduanya.

Seorang guru menghampiri mereka berdua. Daehee tidak punya pilihan lain. Agar dirinya tidak ikut terbawa masalah ia kembali mempunyai trick. Ia mengangkat kaki kiri Kwangmin, dan itu terlihat seperti Kwangmin menendang Daehee ketika guru itu melihat mereka berdua.

“Aduh Kwangmin ! kenapa kau menendangku ?! hiks.. hiks.. Kau jahat sekali !” Daehee menangis, berpura-pura.

“Kau !” Kwangmin menggerakkan tangan menunjuk Daehee, memandangnya dengan murka.

Sementara yang dipandang hanya diam, menunduk takut. Dan begitu Daehee memperhatikan, kenapa begitu banyak murid yang menggerombol disini begitu guru itu datang ? termasuk Kyungmin sahabatnya pun sudah ada dibelakangnya. Seheboh inikah pertengkaran ku dengannya ?

Guru itu dingin sekali sih pandangannya. Sudah bisa ditebak, akan terjadi sesuatu lagi pada Kwangmin kali ini.

“Kwangmin­-ssi ! Kau apakan dia ?! Kau menendangnya ?!”

Kwangmin mengibas-ngibaskan tangannya. “A-ania seongsaenim,dia bohong !”

“Guru sendiri yang melihat dia menendangku,” kata Daehee sesegukkan.

Ania ! Ya ! kau jangan bohong ya, tengil !” sanggah Kwangmin

“KWANGMIN, BERSIHKAN SELURUH KAMAR MANDI YANG ADA DI LANTAI EMPAT SEKARANG JUGA !!!  KAU TELAH MEMBUAT KERIBUTAN DAN BERLAKU KASAR PADA WANITA !” teriak guru itu murka.

“Ya ! seongsaenim !! aku bilang kan aku tidak melakukannya ! wae semua masalah aku selalu yang disalahkan ! kenapa kau membuat keputusan begitu saja ? apa kau hanya marah-marah tanpa memperhatikan siapa yang SA-LAH dan siapa yang BE-NAR !!? ” sindir Kwangmin berteriak membantah guru itu.

Jelas saja, selama ini ia selalu diam walaupun terkadang ia tidak berbuat salah. Tapi kali ini sudah keterlaluan. Guru itu juga yang kemarin menghukumnya. Tapi kali ini ia tidak bisa diam.

“Kau membantah, Kwangmin ??!! hukumanmu ditambah ! MEMBERSIHKAN SELURUH KAMAR MANDI PRIA YANG ADA DI SEKOLAH INI !!” bentak guru itu langsung pergi begitu saja.

“Aaarrgh !!” teriaknya begitu frustasi. Ia begitu kesal sampai ingin meninju sesuatu untuk melampiaskan kekesalannya sendiri. Kemudian Kwangmin menatap Daehee dengan tajam. Yang di tatap hanya tersenyum sambil memasang wajah polos tak berdosa.

“Mian.” Ia mengangkat sebelah tangannya dan seulas senyum samar tersungging di bibir Daehee. Hanya itu ? menurut Kwangmin itu hanya senyum palsu dan membuatnya semakin membenci gadis itu. Ini sudah tidak bisa dibiarkan ! hanya menjauh darinya saja sudah bisa membuat hidupnya tenang.

Kwangmin membanting buku itu kesal dan saat itu juga mata Kwangmin beralih ke arah Daehee. Ia menatapnya dengan tatapan yang mematikan.

“PUAS KAU ?! Pergi kau jauh-jauh dari hidupku !!” kemudian Jo Kwangmin tidak berkata apa-apa lagi. Tanpa melihat ke arah Daehee ia berjalan melewatinya dengan langkah lebar.

Mendadak sekujur tubuhnya berubah menjadi dingin. Daehee terkejut ketika Kwangmin membentak Daehee. Dan tentang kalimat terakhirnya itu, kenapa Daehee begitu sakit untuk mendengarnya ? Perasaan apa ini ? Semarah itukah dia pada Daehee ? Daehee tidak pernah melihat Kwangmin semarah ini meskipun Daehee bertengkar dengannya.

Daehee menatap punggung Kwangmin yang berjalan pergi menyusuri koridor dengan perasaan bercampur aduk. Bingung. Cemas. Takut. Sementara Kyungmin yang disebelah Daehee sedang menenangkan Daehee. Perasaan bersalah apa ini ?

Bagaimana ini ? Sekarang Kwangmin sangat marah dengannya. Apa yang harus ia lakukan ? Oh, Astaga ! masalah ini semakin rumit.

*****

 

LOVE HATE Chapter 3 (Next Episode ) :

 

‘Ottokhae ?’

”Kau merasa bersalah ? kalau begitu minta maaf lah,”

“Kalian.. Sedang apa ?”

“Ya,ku bilang juga apa ! nanti mereka berpikir yang tidak-tidak. Tidak sadar kau ada di kamar mandi laki-laki ?”

“Eh,masih untung ya aku masih ingin mengkhawatirkan mu !”

“Tetap saja ini juga salahmu !”

“Cih, bilang saja tidak bisa !”

“Gomawo sudah membantuku.”

 

To Be Continue…

 Hmm.. Masih pada berantem ya mereka ? J tapi tenang ajaa.. main cast selalu cerita mulu kok sama akuu .. wkwkw nghayal.. #abaikan. Gimana ceritanya ? jelekkah ? kurang seru kah ? apa yang harus aku perbaiki ? Terlalu panjang kah ceritanya ? apa terlalu pendek ? coment dan kasih pendapatnya ya !😀

Oh ya, sekalian coment, biar seru juga.. coba kalian tebak deh, apa yang akan terjadi di chapter yang selanjutnya..? jangan lupa, TEBAK !! Biar seru, gimana sih tebakan readers ini tentang cerita yang selanjutnya.. ??

Kalo yang udah baca sampe bawah, kasih coment ya.. atau saran+kritik yang membangun gitu.. jangan bikin aku sedih ya L udah baca sampe bawah nggak mau komen u.u .. coment readers adalah semangat buat authors untuk melanjutkan ceritanya lagi !!😀 termasuk buat aku J

Tinggalkan jejak setelah baca FF ini..

No Plagiators !!! Aku susah-susah loh bikinnya.. banyak orang yang ngomong,’ semua orang mah bisa nulis cerita..’ tapi kalau dilakukan.. itu lebih sulit dari apa yang dibiyangin.. bayangin aja.. ngarang cerita sehabis liburan aja selembar itu bisa satu jam atau lebih.. (kan biasanya anak sekolah yang habis liburan suruh ngarang gitu :D) Jadi, banggalah sama karya sendiri :)

Jeongmal gomawoyo udah mau baca cerita aku..😀

@Han_SooYun a.k.a IzumiChaan a.k.a Nandila Sofara #BanyakYahNamanya😀

Ppyong !! :)

This entry was posted by boyfriendindo.

7 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Love Hate – Chapter 02

  1. Saya mau nebak, saya mau nebak *ngacung sambil loncat2* #Chodingmodeon
    nanti Daehee mnt maaf ke Kwangmin di toilet namja? *nunjuk clue*
    hahaha….. slh y?? y udh dech drpd mkn ngaco next chap.a y, thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: