[FANFICT/FREELANCE] Only You – Chapter 03

Title 
: Only You – Chapter 03
Author : Kim Sung Rin (@megaoktavias)
Genre         : Romance
Rating          : PG 15
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Shim Hyunseong  ~ Kang Hye Mi (OC)
Other Casts
: ~ Member Boyfriend Lainnya  ~ Shim Mina (OC)

  ~ Byancha (OC)

Disclaimer: terinspirasi dari lagu Hyunseong yang Only You. Jalan cerita utuh milik saya, jika ada kesamaan itu gak sengaja. No silent reader! Plagiarism! Tinggalkan komentar setelah membaca, untuk kebaikan author di masa depan 🙂

Note: Annyeonghaseyoo~~ saya kembali dengan only you chapter 3. Ada yang nungguin gak *pasti gak ada ya* #mukasedih

Baiklah tidak apa-apa, ada hyunseong yang nungguin aku (?) -_-a

Aku tau ini adalah ff yang singkat sekali, part ini aku bikin pendek, sependek-pendeknya karena aku juga gak sehat tapi begitu kelihatan folder only you jadi merasa harus mempublish ff ini sekarang juga. Jadi, maaf jika ada typo, ceritanya kurang bagus, dan segala macem. Silahkan isi kotak komentar setelah baca ff yang tidak bagus ini hohoho.

NO BASH! RCL WAJIB!! YANG PLAGIAT GAK BAKALAN SUKSES DUNIA AKHIRAT!

Bocoran : FF ini sampe part 6 loh, stay tuned ya ^^

Happy reading bestfriendssssss *lempar Pikachu kwangmin*

~~~

Previous part

“O…oppa w…waegeurae?” Hye Mi bertanya gugup pada Hyunseong yang masih menatapnya tajam. Dan dengan sekali gerakan, bibir Hyunseong sudah mendarat dipermukaan bibir Hye Mi.

“Selamat malam.” Hyunseong akhirnya menjauh, dan memasuki kamarnya yang terletak persis disamping kamar Hye Mi. Sedangkan Hye mi masih terdiam diambang pintu kamarnya, memegangi dadanya yang berdesir.

“Dia…menciumku?” gumam Hye Mi pelan. dan semburat merah itu muncul di wajah ovalenya.

~~~

Byancha datang pagi-pagi sekali, diluar dugaan Hye Mi. Gadis yang seumuran dengan Hye Mi itu terlihat sangat gembira begitu melihat wajah Hye Mi dipagi itu.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu.” Hye Mi membantu Byancha membawa beberapa kantong plastik yang diduga sebagai bahan untuk membuat bakso dan sate. Byancha menghela napas dan menjatuhkan dirinya di bangku pantry sambil menghela peluhnya yang bermunculan disekitar dahi.

“Ya benar, dan begitu bertemu kau malah membuatku iri. Sejujurnya aku ingin sekali cepat menikah sepertimu. Tapi…” Byancha sengaja menggantungkan kalimatnya. Hye mi yang saat itu sedang mengeluarkan belanjaan menatapnya penasaran.

“Tapi apa?”

Byancha menghela napasnya dan cemberut menatap Hye Mi.

“Tapi calon mempelainya belum ada.”

Hye Mi tersenyum, dan itu membuat Byancha keki.

Byancha, adalah teman sekamar Hye Mi saat di Asrama kampus dulu. Byancha tidak bertahan lama di Seoul University. Dia kembali ke Indonesia setelah 3 bulan menetap di Korea karena kedua orang tuanya yang harus dipindah tugaskan lagi di Makassar. Sebenarnya Byancha bisa saja tetap menetap di Korea dan melanjutkan kuliahnya. Namun, kesehatan orang tuanya lebih penting. Ayahnya sering sekali sakit disela-sela kesibukannya. Sebagai anak tunggal, dia wajib menemani orang tuanya dan menjaganya.

Byancha mengamati rumah Hye Mi yang terbilang megah. Mulutnya membulat karena kagum dengan property serta desain yang simple namun menarik.

“Kau sendiri dirumah ini?” Byancha masih melihat-lihat keadaan sekitar rumah Hye Mi.

“Tidak, aku bersama suamiku.” Hye Mi menjawab singkat sambil mulai mengolah bahan-bahan yang dibawa oleh Byancha tadi.

“Lalu kemana suamimu? Kau tidak berniat mengenalkannya denganku?” Byancha bertanya singkat sambil mengeluarkan sate –yang kali ini sengaja dibuat sudah matang-

Belum sempat Hye Mi menjawab, pintu kamar Hyunseong terbuka. Lelaki itu dengan kaos putih dan training abu-abu keluar dari kamar sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.

Sejenak Hye Mi terpaku, begitupun Byancha. Namun, Hyunseong nampaknya tidak sadar telah diamati dua wanita yang terbengong di pantry.

Eoh, anyyeonghaseyo.” Sapa Hyunseong begitu menyadari ada orang lain dirumahnya. Byancha pun menunduk singkat dengan mata yang masih terpaku pada Hyunseong.

“Kau pasti yang bernama Byancha itu kan?” Hyunseong mendekat dan tersenyum. Byancha jadi salah tingkah begitu melihat senyum hyunseong.

“I..iya benar. Naneun Byancha imnida. Mannaseo bangapseumnida.”

“Namaku Hyunseong, Shim Hyunseong.”

Hye Mi menatap kelakuan dua orang yang berada dihadapannya ini. Hyunseong, untuk apa dia terlalu ramah dengan wanita seperti itu? Batin Hye Mi.

“Kau sudah siap untuk masak?” Bisik Hyunseong ke telinga Hye Mi, yang membuat Hye Mi terkejut bukan main. Dia lalu mendorong tubuh Hyunseong agar menjauh darinya. Wajah Hye Mi memerah, dan tatapannya setajam elang yang sedang memandang mangsanya.

“Ya, kau ingin bantu? Kalau tidak lebih baik kau kekamar.”

Senyum di wajah Hyunseong menghilang. Dia lalu memandang Hye Mi yang sibuk memotong daun bawang.

Aniyo~tentu saja kau boleh membantu oppa. Dengan senang hati.” Byancha datang dan mengajak Hyunseong untuk bergabung. Hye Mi melemparkan death glarenya, membuat Byancha sukses tak berkutik.

“Baiklah, aku mau nonton saja.” Ucap Hyunseong akhirnya walaupun matanya masih menatap Hye Mi.

Setelahnya Byancha mendekati Hye Mi dan membisikkan sesuatu.

“Kau sedang cemburu ya?”

Mata Hye mi membesar dan menatap Byancha tajam, membuat gadis didepannya itu tersentak kaget.

“Kau marah?” Byancha mendelik ragu. Hye Mi tersenyum simpul.

Aniyo, sebaiknya kau membantuku daripada terus menginterogasiku. Sebentar lagi tamu kami datang.” Ucap Hye Mi.

~~~

Hyunseong pov

Kupandang Hye Mi yang lebih memilih diam disudut ruangan sambil melihat taman kecil yang berada dihalaman belakang rumah kami. Byancha serta teman-temanku sedang berbincang.

“Sebentar ya,” ucapku sambil menaruh gelas orange juice yang daritadi kupegang. Dan nampaknya tidak ada yang menyadari bahwa aku sekarang sudah berjalan menuju Hye Mi.

“Kau kenapa?” suaraku membuatnya sedikit berjengit. Hye Mi menghirup orange juicenya sampai setengah lalu menggeleng.

Aniyo, memangnya aku kenapa?” dia balik bertanya.

Aku mengikuti arah pandangnya lalu menghela napas panjang.

“Kenapa tidak bergabung dengan mereka?” tanyaku lagi. Hye Mi tersneyum singkat, “Bukan masalah kan? Lagipula aku hanya ingin sendiri, beberapa menit. Aku harus menstabilkan apa yang kurasakan.

Aku mengernyit memandangnya. Walaupun begitu, dia tidak berniat untuk melanjutkan pembiacaraan kami apalagi menjelaskan apa yang sedang dirasakannya.

Kuusap puncak kepalanya pelan lalu beranjak menjauhinya. Aku tidak ingin membuatnya semakin terganggu. Bila dia ingin, dia pasti menceritakannya kepadaku.

“Sesuatu masalah terjadi antara kalian?” Donghyun hyung merangkulku. Aku tersenyum dan menggeleng, “Aniyo, kami baik-baik saja.”

Gotjimal! Wajahamu tidak berkata seperti itu, Hyun.”

Aku hanya mampu melahap sate yang sudah terhidang sejak tadi. Diam bagiku sekarang ini sangat penting. Kami pasangan baru, dan masih banyak hal yang perlu kami jalani bersama agar hubungan kami semakin dekat.

Ani hyung, kami benar-benar baik-baik saja. Tak usah khawatir.” Donghyun hyung mengangguk lalu merangkulku dan mengajakku untuk kembali bergabung.

Sempat kulirik Hye Mi yang sempat mencuri pandang kearahku. Dia lalu menuju halaman belakang.

“Tak usah khawatir, dia hanya cemburu.” Suara Byancha memenuhi indra pendengaranku. Dan kulihat dia sudah berdiri disampingku sambil meneguk orange juicenya yang sudah hampir habis.

“Benarkah?” Byancha mengangguk, “Dia memang belum pernah pacaran sih, tapi, kurasa dia itu cemburu karena kau terlalu ramah terhadapku –wanita. Lain kali kau tidak boleh begitu, oppa. Dia sangat kesal, sepertinya.”

Aku menganggukkan pelan kepalaku lantas melirik Hye Mi yang sudah berpindah ke halaman belakang. Jadi begitukah sikapnya jika cemburu? Tanpa kusuruh, ujung bibirku membentuk sebuah senyuman.

Hyung, apa kami boleh menginap?” Minwoo dan Kwangmin tampak saling bergandengan. Youngmin yang berada didekat mereka lantas memukul kepala mereka tanpa merasa kasihan sedikitpun.

“Hei makhluk berjerawat, kenapa kau harus memukulku huh?” Minwoo merengut kesal, sedangkan Kwangmin hanya bisa merasakan ngilu akibat jitakan saudara kembarnya itu.

“Mereka pengantin baru, masa kalian setega itu kepada mereka? Kalau mau menginap lebih baik menginap di apartmen kami saja.” Youngmin menyarankan. Minwoo mendengus kesal, “Tidak mau, terakhir kali aku menginap aku hampir jantungan gara-gara kau menjemur wig panjang di ruang tengah.”

“Itu tidak akan terjadi lagi karena Kwangmin sudah membuangnya, sudahlah kau jangan banyak alasan Minwoo. Hyung, maafkan bocah ini ya.” Youngmin membisikiku. Aku tertawa dan menepuk pelan bahu Youngmin.

Mianhae Minwoo ya, kau boleh menginap tapi lain kali ya. Aku dan Hye Mi belum benar-benar istirahat sejak kemarin.” ucapku tak enak hati.

Minwoo menghela napas pasrah dan akhirnya menyetujui ajakan Youngmin untuk menginap di apartmen mereka.

Author pov

“Ah Hye Mi, kemarilah.” Byancha memanggil Hye Mi yang baru saja masuk dari halaman belakang. Hye Mi lantas tersenyum simpul dan kembali berbaur ke sekumpulan tamu yang sudah berdiri diambang pintu.

“Kalian sedang apa berkumpul didepan pintu seperti ini?” Hye Mi bertanya dengan wajah bingung.

“Sudah larut malam Hye Mi-ya, sudah saatnya kami untuk pamit dan kalian bisa istirahat.” Donghyun menjelaskan. Hye Mi melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10.30 PM. Pantas saja mereka mau pulang, pikir Hye Mi.

“Terima kasih atas jamuanmu ya, aku suka sekali bakso, ngomong-ngomong.” Kwangmin mengacungkan jempolnya, disetujui oleh Minwoo, Youngmin serta Jeongmin. Hye Mi tersenyum, “Aku hanya membantu sedikit. Byancha lah yang membuatnya, hei…ngomong-ngomong mau kemana kau Byancha? Bukankah kau akan menginap disini?”

Gadis berambut panjang dengan bermata bulat itu menggeleng, “Aku lebih memilih tinggal di hotel. Aku cukup tahu diri dengan ehem…pengantin baru.”

Semua tamu jadi tersenyum-senyum sendiri. Hyunseong dan Hye Mi pun nampaknya malu-malu.

“Baiklah, sampai jumpa. Terima kasih atas jamuannya.”

Hyunseong dan Hyemi mengantar mereka sampai didepan pintu sampai mereka benar-benar mgnhilang.

“Sekarang saatnya kita istirahat.” Ucap Hyunseong sambil meregangkan ototnya. Hye Mi pun menyetujuinya dengan mengangguk dan masuk kedalam rumah.

~~~

“Hye mi, aku berangkat ke kantor dulu.” Hyunseong masih mengancingkan lengan kemejanya namun Hye Mi tak kunjung keluar. Hyunseong mengerutkan keningnya. Sejak awal dia bangun, dia memang merasa aneh karena tidak ada sarapan dan dia tidak melihat Hye Mi di dapur.

Hyunseong mengetuk pelan daun pintu kamar Hye Mi. Tak ada sahutan juga. Dengan terpaksa, Hyunseong membuka gagang pintunya dan beruntung tidak dikunci.

“Astaga, Hye Mi!”

TBC

This entry was posted by boyfriendindo.

15 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Only You – Chapter 03

  1. Eonniiiiiiii
    Ceritanya lucu apa lagi pas youngmin dikatain sama minwoo MAHLUK BERJERAWAT Kurang seru sih eonni tapi cukup bikin penasaran. Ditunggu chapter 3 nya ya

    • bhuahaha, wah kurang seru ya? emang sih aku bikinnya ngebut soalnya hihi.
      gomawo ya udah baca dan komen, stay tuned🙂

  2. wuaaah,,,, ditunggu next’y ya…

    thor jgn lama-lama ya part selanjutnya,,,,,

    kering nieeh… reader nunggunya… hehe…

    semangat thor… bikin yang lebih seru lagi ya…🙂

    • Alhamdulillah part selanjutnya (part 4) udah dikirim, part 5 dalam tahap pengerjaan. maaf ya lama, huhu jadi terharu nih ff aku ditungguin :’)
      gomawo ya udah baca dan komen, stay tuned🙂

  3. Gyaaa akhir.a kluar jg yg part 3, mkn keren aja crita.a
    haduh pnjng bnr y mpe part 6?? Tp gpp yg penting crita.a seru!!!
    jng lama2 y thor, Fighting ^.^9

    • wah sampe part 6 kepanjangan? tadinya malah kupikir bakalan dijadiin sampe 10 part tapi kepanjangan ah ntar keburu bosen hihi.
      gomawo ya udah baca dan komen, stay tuned🙂

    • mianhae ya menunggu lama hihi. surely, insya allah gak ngadat terlalu lama ya🙂
      gomawo ya udah baca dan komen, stay tuned🙂

  4. akhirnya keluar juga nih ff:)
    walaupun gk sebagus part 2 aku tetep nungguin nih ff sampe the end. jangam lama” yah Eon kelanjutannya🙂
    fighting!!!🙂

    • wah makasih ya udah ditungguin, sampe end lagi hihi.
      kurang seru ya? emang sih, soalnya aku bingung mau diapain ini part 3 nya hihi.
      gomawo ya udah baca dan komen, stay tuned🙂

  5. Author~ lama banget deh ngelanjutinnya -,-

    aku bulak balik cuma mau baca ff ini aja loh ._.

    Pingsan? Kayaknya pingsan -..-
    ah, coba aja namanya Jung Hye Min, pasti seru XD~ *plak #namkor ku ini*

    Wkwk.. Next thor!!
    Jangaan lama-lama!! Aku nunggu banget tau :3
    FIGHTING!!

    • wah makasih banyak ya udah nungguin ff aku yang gak jelas ini :’)
      gomawo ya udah baca dan komen, stay tuned🙂

  6. thor kalo bisa jangan lama lama dong aku juga sama kayak Fie Yuqo BestFriend bolak balek hanya mau nge-baca FF ni

    • iya el, mianhae ya sebelumnya karena aku sakit jadi gak boleh buka laptop dulu, lagian gak kuat juga kan lemes hihi. insya allah part selanjutnya tidak lama karena part 4 udah aku kirim kok, tinggal dipublish aja🙂
      gomawo ya udah baca dan komen, stay tuned🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: