[FANFICT/FREELANCE] Only You – Chapter 04

Title 
: Only You – Chapter 04
Author : Kim Sung Rin (@megaoktavias)
Genre         : Romance
Rating          : PG 15
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Shim Hyunseong 

  ~ Kang Hye Mi (OC)

Other Casts
: ~ Member Boyfriend Lainnya 

  ~ Shim Mina (OC)

  ~ Byancha (OC)

Disclaimer: terinspirasi dari lagu Hyunseong yang Only You. Jalan cerita utuh milik saya, jika ada kesamaan itu gak sengaja. No silent reader! Plagiarism! Tinggalkan komentar setelah membaca, untuk kebaikan author di masa depan 🙂

Note: Annyeonghaseyoo~~ saya ngebut ngerjain ff ini biar bestfriend gak nungguin hohohoh *emang ada gitu yang nungguin?* ada ataupun tidak ada, saya harus memenuhi kewajiban sebagai author freelance yang ngirim cerita series. Mianhae ya update-annya lama hihihi. Sekarang udah ada nih, so saya harap NO BASH! RCL WAJIB!! YANG PLAGIAT GAK BAKALAN SUKSES DUNIA AKHIRAT!

Bocoran : FF ini sampe part 6 loh, stay tuned ya ^^

Happy reading bestfriendssssss *lempar kaca  Jeongmin*

~~~

 Previous part

Hyunseong mengetuk pelan daun pintu kamar Hye Mi. Tak ada sahutan juga. Dengan terpaksa, Hyunseong membuka gagang pintunya dan beruntung tidak dikunci.

“Astaga, Hye Mi!”

~~~

Hyunseong panik bukan kepalang. Pasalnya saat dia memasuki kamar Hyemi semenit yang lalu, Hyemi Nampak terkulai di lantai kamarnya.

Menit berikutnya Hyemi sudah berada di kasur berukuran king size yang tersedia dikamarnya. Hyunseong mengecek suhu tubuhnya dan ternyata panas sekali. Dia lalu menelpon dokter keluarga yang memang telah menangani kesehatan keluarganya selama sepuluh tahun belakangan.

“Bagaimana keadaannya dokter Kim?” Tanya Hyunseong begitu dokter Kim melepaskan stetoskopnya. Lelaki paruh baya itu menepuk pelan bahu Hyunseong untuk menenangkannya.

“Dia hanya demam. Tubuhnya terlalu kecapekan dan tidak didukung dengan asupan karbohidrat. Aku sudah memberikan obat kepadanya. Jika dia bangun nanti, kau suruh dia makan terlebih dahulu dan pastikan dia benar-benar memakan obatnya.”

Hyunseong mengangguk pasti, “Ne euisanim, aku akan menjaganya. Terima kasih ya.”

“Sudah menjadi kewajibanku, nak. Baiklah aku harus kembali ketempat kerjaku. Jika ada sesuatu yang mengkhawatirkan, kau bisa menelponku lagi. Aku harus pergi.”

Setelah mengantar kepergian dokter Kim, Hyunseong berangsur ke dapur. Dia harus membuat bubur untuk Hyemi agar dia mau makan nanti. Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 09.00 am. Hari ini Hyunseong memutuskan untuk tidak kerja hanya untuk menjaga Hyemi yang sedang sakit.

~~~

Hye mi pov

Semerbak wangi yang bergumul dikamarku sukses membuat perutku meronta. Benar saja, semangkuk besar bubur yang masih mengepul terhidang di nakas tempat tidurku. Kupegang kepalaku yang sedikit pusing. Seketika aku ingat, bahwa aku pingsan beberapa waktu yang lalu. Tapi kenapa aku bisa berada di kasur? Apa Hyunseong yang memindahkanku?”

“Kau sudah bangun?” suara Hyunseong membuatku terlonjak kaget. Aku mengangguk singkat dan menyenderkan tubuhku di tempat tidur.

“Bukankah seharusnya kau kerja?”selorohku sambil memandangnya. Hyunseong tersenyum simpul.

“Memang seharusnya begitu. Tapi, aku menemukanmu pingsan di lantai. Menurutmu apa aku harus meninggalkanmu dan kerja saja begitu?”

Pertanyaaan Hyunseong membuat lidahku tak berkutik. Sialan, aku menyesali lidahku yang berbicara tanpa berfikir terlebih dahulu.

“Makanlah bubur ini, lalu minum obat. Aku tidak mau mendengar bantahan hari ini.” Hyunseong lalu beranjak dari kamarku. Ada apa dengan dia? Kenapa dia terlihat sedikit lebih dingin kepadaku? Ah entahlah. Aku akan memikirkannya nanti. Sekarang saatnya mengisi perutku dengan bubur yang menggelitik perutku ini, dan…yeah minum obat.

~~~

Akhirnya setelah hampir tengah malam, aku beranjak dari kamarku. Kepalaku sudah tidak sesakit tadi. Entah kenapa aku memikirkan Hyunseong, dia menyuruhku makan, apakah dia sendiri makan?

Kulirik dapur, di meja makan masih ada bekas mangkuk ramen. Kurasa Hyunseong hanya memakan ramen sejak tadi, oh aku merasa sangat bersalah dengannya karena tidak membuat hidangan makan malam.

Dan…ini membuatku lebih tidak enak lagi. Aku melihat Hyunseong tertidur di ruang tengah. Laptopnya masih menyala dan beberapa buku menemaninya. Paper-paper berserakan diatas meja. Dan kacamata berframe hitam miliknya juga masih bertengger di wajahnya yang tampan.

“Seharusnya kau masuk kekantor hari ini, tidak usah memikirkanku.”  Gumamku pelan sambil menyusuri wajah ovalenya. Dia tampak seperti bayi jika sedang tertidur. Begitu polos dan damai. Kusibakkan poninya yang menutupi sebagian wajahnya. Kenapa kau begitu baik kepadaku Hyunseong?

Sedetik kemudian matanya terbuka dan dia cukup kaget melihatku duduk disampingnya. Akupun sangat terkejut, apalagi aku tertangkap sedang memperhatikan wajahnya. Aaaarggh! Aku pasti malu sekali.

“Kau sudah lebih baik?” tanyanya yang kembali mengutak-atik laptopnya. Akupun mengangguk walaupun aku tidak yakin dia dapat melihatku.

“Sebaiknya kau tidur, ini sudah larut malam. Kau harus kerja besok.”

Tanpa mendengar jawabannya, aku langsung meluncur kedalam kamar. Kututup erat dan kupegangi dada kiriku. Rasanya jantungku mau lari dari tempatnya saking cepatnya dia berdetak. Wajahku juga tiba-tiba menghangat jika mengingat kejadian tadi. Aaarrrgggghhh! Hyunseong, apa aku mulai mencintainya ya?

~~~

Hari ini tepat bulan ketiga aku mengarungi kehidupan pernikahan bersama Hyunseong. Kalau kau mau tahu, hubungan kami tidak ada kemajuan sama sekali. Terkecuali dia yang membawaku setidaknya sekantong gula-gula tiap harinya. Aku juga bingung. Setahuku, saat awal-awal pernikahan, Hyunseong lah yang paling perhatian denganku. Maksudku sekarang juga perhatian sih, tapi tidak seperhatian dulu. Entah kenapa rasanya paper-paper kerjaannya tidak pernah habis dan selalu bertambah setiap harinya. Itu membuatku enggan untuk mengajaknya mengobrol karena khawatir pekerjaannya akan terbengkalai.

“Kenapa kau diam saja? Apa nasi goreng buatanku tidak enak?” suara lembutnya menginterupsi khayalanku. Aku lalu nyengir dan mulai menyendokkan kembali nasi goreng kedalam mulutku.

“Hari ini eomma dan Mina akan datang kesini. Mina rindu kepadamu katanya.”

“Benarkah? Wah, aku juga merindukan Mina, ada yang harus kuceritakan kepadanya.”

Hyunseong melirikku, “Cerita apa? Kau tidak mau menceritakannya kepadaku?”

Aku berhenti mengunyah. Rasanya aku mau menangis mendengar suara dinginnya setiap hari. Apa ada yang salah denganku? Atau dia mulai membenciku?

Aku menggelengkan kepalaku, “Ini urusan wanita, kau laki-laki tidak boleh tahu.”

Hyunseong hanya mengedikkan bahunya, tanda tak mau tahu terlalu dalam tentang apa yang akan kubicarakan dengan Mina nanti.

~~~

Jinjja eonni? Kau benar menyukai oppa?” Mina membelalak tak percaya. Aku mengangguk pelan dan tiba-tiba saja kurasakan Mina telah memelukku dengan erat.

Aku baru saja menceritakan tentang perasaanku. Tentang bagaimana hatiku semakin lama semakin sedih mendengar setiap untaian kata dingin yang dilontarkan Hyunseong kepadaku. Biasanya aku tidak memperdulikannya, tapi, sekarang aku peduli karena perasaanku terluka karena Hyunseong tidak lagi seperhatian dulu.

Mina mengurai pelukanku. Mata kenarinya berkaca-kaca saking senangnya. Dia pun mengusap wajahku lembut.

Eonni, aku tau ini semua pasti akan terjadi cepat atau lambat. Aku sangat senang mendengar ini semua karena kupikir ini akan lama. Eonni terima kasih ya.” Mina menggenggam tanganku erat.

“Yah, bukankah sudah seharusnya seorang istri mencintai suaminya sendiri? Tapi seperti yang kau tahu, oppamu terlihat lebih cuek. Dia hanya akan bicara jika benar-benar perlu.” Ucapku lemah.

“Bukankah sudah kubilang kalau Hyunseong oppa itu work a holic? Kau kan belum bertanya kepadanya apa yang terjadi. Setahuku sih memang sedang ada proyek pembangunan cabang baru di Jepang. Jadi pasti sekarang dia sangat sibuk akan hal itu.” Jelas mina. Akupun mengangguk. Sebagai genderal manager di SG corporation, dia pasti memikirkan tetek bengek yang akan diperlukan untuk cabang baru diJepang.

“Hyemi, ini sudah hampir empat bulan. Apakah kau tidak ingin memberikan eomma cucu?” eomma yang baru saja bergabung dengan aku dan Mina membuatku hampir jantungan. Mina terkikik geli disampingku sedangkan aku hanya bisa tersenyum malu.

Bagaimana bisa memberimu cucu kalau kami selama ini tidur terpisah?

~~~

Hyunseong pov

Sore ini aku berencana untuk mampir ke restoran Youngmin. Sepertinya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya, dialah orang yang paling sibuk sekarang ini karena dia jarang mengikuti acara kumpul-kumpul kami. Bulan depan saja dia akan ke Taiwan untuk membuka peresmian cabang restorannya yang baru.

“Ah Hyunseong hyung, kau sudah datang? Sebelah sini.”

Youngmin lalu menggiringku ke lantai dua. Sepertinya lantai dua sengaja tidak dipakai hanya untuk menjaga kenyamananku. Aku tidak begitu suka keramaian.

“Wah, kau terlihat sangat sibuk ya sekarang. Apakah menyenangkan?” tanyaku sambil menyesap teh panas yang baru saja terhidang. Youngmin nampak terkekeh pelan.

“Selama itu menghasilkan uang pasti menyenangkan hyung, ah itu Kwangmin datang.”

Aku lalu menoleh dan mendapati Kwangmin yang tersenyum berjalan menuju meja dimana aku dan Youngmin duduk.

“Youngmin hyung, hari ini aku mau makan banyak. Aku lapar sekali.” Keluh Kwangmin sambil mengusap perutnya yang rata.

“Kau selalu makan banyak tanpa membayar. Bisa-bisa aku bangkrut kalau kau seperti ini terus. Sebentar ya hyung, aku ingin kedapur sebentar. Kenapa Han lama sekali mengantar pesanan?” gumam Youngmin yang sudah menuruni anak tangga.

Tinggallah aku dan kwangmin. Kami terdiam cukup lama, sampai akhirnya Kwangmin menyerahkan beberapa pil ketanganku.

“Apa ini?” tanyaku bingung. Kwangmin hanya tersenyum dan menyesap kembali teh miliknya.

“Tadi aku bertemu dengan dokter Choi Sulli. Dia dokter kandungan dirumah sakit tempat aku bekerja. Kudengar sih tadi dia sedang mengadakan penyuluhan alat kontrasepsi.”

“Jadi ini obat kontrasepsi?” aku bertanya tak sabaran. Kwangmin menggeleng, “Bukan hyung, dengarkan aku dulu. Aku kan belum selesai bicara,” ucapnya sedikit keki, “Itu obat agar kau ehmm cepat dapat anak.” Kwangmin terkikik geli dan seketika mataku membelalak.

Kusesap habis teh yang terhidang didepanku. Kwangmin ini benar-benar ya! Baru saja aku ingin menghabisinya, tapi Youngmin keburu muncul dengan pelayannya yang membawa banyak hidangan.

“Kalian pasti sudah sangat lapar kan? Ayo kita makan!” Youngmin berkata dengan riang.

~~~

Kubuka pintu utama. Lampu ruang tengah masih hidup, itu artinya masih ada orang diruang tengah. Sedang apa Hyemi malam-malam begini belum tidur?

“Kau sedang ap …” aku menahan suaraku begitu menangkap sosok Hyemi yang tengah tertidur. Sampah snack betebaran tak jauh darinya, apa dia sedang menungguku pulang?
Kuusap pelan rambutnya. Aku lupa kapan terakhir kali aku mengusap rambutnya. Sepertinya aku terlalu cuek dengannya akhir-akhir ini. Maafkan aku Hyemi, tapi proyek di Jepang ini benar-benar membuatku hampir gila.

Matanya tiba-tiba terbuka dan senyum simpul terukir begitu melihatku duduk disampingnya.

“Kau sudah pulang? Apa kau sudah makan?  Kenapa kau tidak menelponku kalau pulang larut seperti ini?” Tanya Hyemi dengan suara seraknya. Aku tersenyum dan mengusap wajahnya, “Mianhae, aku tadi sibuk. Kau tidak perlu menungguku jika aku pulang larut. Sebaiknya kau istirahat.”

Hyemi tersenyum kepadaku, senyum yang baru kali ini kulihat begitu tulus sekaligus membuat hatiku bergetar. Ah, bagaimana bisa aku membiarkannya selama ini?

“Tidurlah, kau pasti lelah.” Ucap Hyemi. Aku lalu menarik tangannya.

Waeyo? Kau mau kubuatkan sesuatu?” Tanya Hyemi bingung. Aku menggeleng dan nampak kening Hyemi berkerut-kerut.

Ani, hanya saja malam ini dan malam seterusnya kau harus tidur dikamarku.” Gumamku pelan.

Ne???”

TBC

This entry was posted by boyfriendindo.

15 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Only You – Chapter 04

  1. Kyaaaaaa, eonni pinteran motong.a!!! slalu j pas lg seru”.a dipotong ~.~
    Ok, lnjtn.a cpt y, eon
    Fighting ^.^9

    • yak! shinmiiiiiiii😀
      euhm so sweet? memang, yang cakar-cakaran bukan disini kkkkkk~
      makasih ya udah nyempetin baca dan komen, staytuned ya😀

  2. Itu, Hyunseong dingin bukan karna proyek di Jepang thor, tapi karna aku siram es dikepalanya😄 *digaplak Seongppa*

    eciyee ciyee, Hyunseong Oppa~
    ehem eheem XD~ *senggol Seongppa*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: