[FANFICT/FREELANCE] Be My Shine – Chapter 06

Picture1

Title 
: Be My Shine – Chapter 06
Author : Sonia Suryanti (@soniasuryanti)
Genre         : Comedy dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Kwangmin      

  ~ Youngmin 

  ~ Kim Eun Gyo (OC)

  ~ Kim Hyun Joong SS501

Author Note    : Annyeong, disini Author bawain part 6nya… oh, ya, nih part adalah part yang lebih panjang dari sebelumnya…

mian kalo banyak typonya…. yuk cekidot…!

selamat membaca!

Aku berjalan menuju taman, ku lihat, ada red carpet menuju tengah taman yang ada meja petak untuk 2 orang, ada 1 lilin di tengah meja dan sepuntung mawar putih dan sepuntung lagi berwarna merah. Taman itu benar-benar sepi sekali, apa benar ini meja untukku? Ah ,, sudah lah jalani aja dulu. Saat aku berdiri di samping meja itu. Tiba-tiba, ada suara merdu dan yang aku tahu itu bunyi piano, dan namja yang memainkan piano itu adalah YOUNGMIN. Dia memainkan piano na dengan lebut dengan melody lagu Be My Shine- Boyfriend dengan tempo yang slow, aku sempat sedikit terpana atau lebih tepatnya terharu melihatnya. Setelah selesai menarikan jarinya di tuts piano itu dia mendekatiku, dan menggengam erat tangan kananku dengan tangan kirinya, dan mengatakan “Would you be my shine, Eun Gyo-ssi?”.

Di rumahku setelah selesai makan malam dengan Youngmin.

GUBRAKK!!

aku menjatuhkan diriku di kasur, yah memeng sudah menjadi kebiasaan burukku, kalau lelah aku akan segera menjatuhkan tubuh ini ke kasur membalku.

TOK TOK TOK…

‘pasti eomma lagi tuh’

“Eun Gyo-ah”

“Ne?”

“Bagaimana kencanmu?”, tanya Eomma padaku yang masih terbaring di tempat tidur tanpa melepas high heels ku.

“mm,, ntah lah..” jawabku jutek.

“lelah?” tanya Eomma padaku lagi sambil membuka sepatuku secara perlahan.

“Neomu” jawabku singkat.

“yasudah sekarang kau ganti baju dan mandi, akan kusiapkan air hangat.” kata Eomma.

“ne, gumawo eomma.”

.

.

Aku masuk ke bath up kamar mandi dan berendam di dalamnya sambil mengingat kejadian tadi.

FLASHBACK ON

“Would you be my shine, Eun Gyo-ssi?”.Tanya Youngmin pada ku

“mwo? Shine? Maksudmu?” aku terkejut, dan bingung harus ngapain, badan ini membeku mendengar pertanyaannya. Jujur aku memang sudah sedikit mengerti akan ke mana pembicaraan kami setelah ini, tapi aku tidak yakin yang aku pikirkan sama dengan yang ia pikirkan juga, karena ini terlalu cepat untuk itu.

“mm,, maksudku, aku ingin kau menjadi matahariku, jadi lah matahari yang akan selalu menyinari hidupku dengan senyummu,, dan juga jadilah matahari yang selalu ada walau malam telah menghampiri dunia ini.” Katanya sambil menarik tangan ku yang masih menggantung di sebelah pahaku dan menyatukannya dengan tangan nya, dan kemudian 4 tangan bersatu untuk memisah jarak antara aku dan dia.

“mmm,, aaakkk,,uuu,, maaf.. Youngmin-ssi aku …. eehhh,, aku tidak tahu harus melakukan apa sekarang dan harus menjawab apa sekarang, ini terlalu cepat bagiku.” Jawabku sambil menarik jemariku yang masih erat digenggam olehnya. Sebelum jemariku terlepas sempurna dari tangannya, dia kembali mengeratkan jemariku untuk lebih mendekati tangannya, kemudian berkata.

“J yah aku tau ini terlalu cepat, aku akan memberimu waktu sampai kau bsa menerimaku, dan sekarang apa kau tidak merasa ada yang mendemo di perut kita?”

“mwo?” aku kaget dan otakku juga belum bekerja semua mungkin efek dari pernyataan Youngmin tadi.

“ya, maksudku kita makan malam dulu Eun Gyo-ssi.”

“ah? Ne? Ne.. khaja.” Kataku dan sambil mencoba menarik bangkuku, sebelum aku menarik bangku itu, dia sudah mempersilahkan aku duduk di situ.

FLASHBACK OFF

Kwangmin’s POV

Hhooaammmsss…. aku masih mengantuk sekali tapi akibat ulah nakal hyungku yang membuka horden jendela kamar sehingga cahaya silau itu mengganggu mimpi indah bercampur buruk itu. Apa aku terlalu memikirkan dia sampai pertemuan singkat dengannya pun selalu menghiasi bunga tidurku? Karena masih ingin berbaring aku menarik selimutku hingga menutup seluruh bagian tubuhku, tap lagi-lagi hyung nakalku ini menarik selimutku dan memaksaku untuk berteriak padanya.

“YAAHHH??!! Hyung jebal,,, aku masih mengantuk. Aku mohon lepaskan selimutku.” Aku berteriak da sedikit membujuknya agar mengambalikan selimut kesayanganku.

“Shireo! Kau harus bangun sekarang.. appa dan eomma akan tiba sebentar lagi.”

“MWO? APPA? EoMMA? Ngapain ?”

“Molla.. Sudah cepat kau mandi dan bersiap-siap untuk menyambut mereka.”

“mm. Ara!” aku sedikit mengiyakan dan melangkah gontai ke arah kamar mandi.

“Spada!!!!!!! Yyuuuuhhhuuuuu!!!!!!!!!!…..” teriak Appa yang sedikit lebay untuk masuk ke rumah anaknya sendiri.

“Hyung? Itu appa? Eomma? Aku bagaimana, aku belum mandi habislah aku di semprot oleh eomma nanti.” Rengekku.

“sudah cepat kau masuk ke kamar mandi biar appa eomma aku yang ta..” kata Youngmin sambil mendorongku kemudian terputus karena Eommanya keburu masuk dalam kamar.

“EommA?” teriak kekagetan kami itu.

“Aigoo nae adill, jeongmal bogo shipeo.” Kata Eomma sambil memeluk kami berdua.

“Eomma, bagaimana kau bisa masuk? Kan pintunya di kunci.” Kata Youngmin heran.

“aduh,, aku Eomma kalian aku ga mungkin lupa kebiasaan kalian buat bikin PIN, dan pasti kalian buat PIN tuh 000000.. yakan? Ya dong!. Klo ga kan Eomma ga bsa masuk.. hahaha…” kata-kata yang keluar dari mulut Eommaku ini tak habis-habisnya, aku merasakan hal yang aneh sekarang. Kenapa Eomma tidak memarahiku saat tahu kamarku kayak kapal pecah dan mengetahui aku sekarang dalam keadaan belum mandi? Ini ANEH!

“AIGOO.. Nae adeul… apa kabar kalian hah?” sapa Appa pada kami berdua dan memeluk kami sekaligu menyingkirkan pelukan Eomma pada kami

“Ah Sudahlah kalian reunian dulu, Eomma siapin sarapan dulu.”

Kwangmin’s POV END.

Eun Gyo’s POV

Di kediaman Keluarga Kim.

“Bibi,, aku datang..” sapa Hyun Joong Oppa pada kami semua.

“masuklah, ayo kita sarapan..” ajak Eomma ku pada Hyun Jong Oppa.

“ne?”

Setelah setengah perjalanan pengahbisan sarapan pagi itu, tiba-tiba.. ada suara bell yang mengejutkan mereka.

“Yeobo? Apa kau ada mengundang temanmu pagi-pagi begini?” tanya Eomma.

“ani, aku tak megundang siapapun ke sini.”

“biar aku yang buka Eomma.” Usulku.

CLEK..

“Unnie?!” teriak seorang yeoja yang tidak lain adalah adik ku sendiri, yah memang benar dugaan Hyun Joong Oppa, kalau dia akan membawa banyak koper dari sana. *klo readers pengen tahu apa maksud Eun Gyo, readers bisa baca di part 1 nya*.

“Hya! EUN GI!!!” balasku.

“Unnie? Aku membawa banyak oleh-oleh untukmu loh..”

“haha.. lupakan masalah oleh-oleh, sekarang kau harus berfikir akan nasibmu yang terancam jika Appa..” kata ku terputus oleh Appa. ‘melihatmu sekarang’ sambungku dalam hati.

“BAGUS! BAGUS! Di sekolahin jurusan Ekonomi tapi malah berlari ke jurusan SHOPPING yah?” kata Appa dengan kesal sekaligus menyidir.

“Appa?”

“Siapa Appa mu hah? Beraninya kau memanggilku Appa, sedangkan kau menghabiskan uang ku di luar sana hanya untuk membeli barang tak berguna seperti ini.”Appa sangat marah sehingga ia sempat menendang salah satu koper dari sekian banyak koper yang di bawa oleh adikku ini.

“Appa! Ini berguna, apa kau tidak malu jika anak mu dilihat tidak Fashionable di depan teman-temanmu nanti hah?”

“Aku malah malu memperkenalkan putri yang suka menghabiskan uang perusahaan untuk kesenangan pribadinya!”

“Appa, jika aku tidak begini kapan aku lakunya? Aku harus terlihat berbeda di hadapan namja, apa Appa tahu? Di dunia, sekarang bukan wajah atau tubuh yang menentukan tetapi nilai dari pakaian yang di pakai seorang yeoja itu yang penting!”

“Bull Shit! Buktinya kakakmu saja tanpa berbelanja sepertimu banyak yang ngejar dia kok, terus bukan dia lagi yang belanja, malah dia yang di belikan oleh namja.!” Nah, Appa mulai deh,, aku paling ga suka sisi Appa yang kayak gini nih…! kan setiap orang beda-beda sih, ga mungkinkan dalam 5 jari tuh sama semua?

“Bandingin aja terus Appa, terus aja! Eun Gyo Unnie ga abis-abisnya!”

“Loh emang betul kok dia bisa buktikan bagaimana jadi yeoja yang sebenarnya.”

“Appa, Geumanhae!” aku mulai angkat bicara karna ga tega melihat buliran air di mata adikku itu akan terjatuh sebentar lagi.

“Diam Eun Gyo, jangan membelanya! Aku tahu sekarang maksudnya dari semua perdebatan kami aku dapat menyimpulkan bahwa dia yeoja yang kesepian sekarang, dia memang harus di jodohkan sekarang ga bsa di tunda lagi, aku punya kenalan dari Amerika, dia hari ini turun, dan kau harus siap-siap besok malam, aku ga mau tahu, jam 19.00 KST kita sudah berangkat dari rumah. TITIK” setelah mengatakan itu Appa pergi mengambil tas dan di susul oleh Eomma yang membawakan jas.

“Tuh kan apa yang aku bilang, dia bukan kuliah ke sana.” Bisik Hyun Joong Oppa pada ku.

“Shikereo!” sedikit bentakan keluar dari mulutku dan aku menyusul Eun Gi ke kamar dia melangkah ke kamar saat Appa pergi, dan tepatnya itu kamar kami, kamar kami ini ditutupi oleh 2 pintu dan pembatas kamar aku dan dia hanya horden tipis.

“Euhm…” aku sedikit berdeham dan aku melihat dia menghapus air mata itu dengan punggung tangan kecilnya.

“Unnie?”

“Ya, ini aku.” jawabku. “Bbuuuaahahahahaha..” tawaku lepas begitu saja melihat pemandangan aneh di hadapanku sekarang.

“Wae?” tanyanya kebingungan dan ku balas dengan kode ‘lihat ke cermin’ “Hyaaa! Unnie kau jahat.”

“makanya kalau memakai maskara dan air liner tuh jangan terlalu tebal, lihat wajah mu sekarang.. hahahha”

“Hya! Unnie? nEo jugooo..!” teriaknya dan sekarang kami sedang melakukan perang dunia ke 2 setengah, dengan bantal sebagai senjata kami.

Eun Gyo’s POV END.

Youngmin’s POV

“MWO?” kata kami serempak karena mendengar pernyataan Appa dan Eomma tadi.

“ya? Kenapa terkejut? Lihat aku tidak mau putraku lajang seumur hidup dan aku takut karena selama 15 thn terakhir ini kau tak pernah berhubungan dengan Yeoja.” Sambung Appa.

“Tapi…”

“Tidak ada tapi-tapian, pokoknya besok aku tunggu kau di restaurant Asia. Jam 19.00 KST. Jangan terlambat!”

“Appa..” adikku ini ingin menolak tapi malah Appa dan Eomma pergi begitu saja dari meja makan dan pergi ntah kemana.

“Hyung!” rengeknya dan aku hanya membalas dengan mengangkat kedua pundakku.

Youngmin’s POV END.

Author’s POV

Setelah dia melakukan perang bantal dengan adiknya itu, dia segera bersiap untuk kembali ke kampusnya. Sesampainya dia di kampus…

“Eun Gyo-ah, disini..” langkah Eun Gyo terhenti saat sahabatnya memanggilnya dan membalik arah ke tempat asal suara itu.

“Jin Hye-ah? Belum masuk?”

“belum, katanya di tunda, nanti kalau sudah masuk ada pengumuman dan mikrofon kampus kok.”

“lah? Emang ada apa? Kok di tunda?”tanya Eun Gyo bingung pada sahabatnya itu.

“Kau masih ingat sama dosen baru yang aku ceritakan kemarin?”

“mmm.. kenapa?”

“hari ini hari dia muncul untuk pertama kali, jadi sekarang dia sedang diberi pengarahan oleh Prof. Park. Mungkin sebentar lagi masuk.”

TING NENG.

“kepada para mahasiswa/i yang sempat mengalami penundaan jadwal kuliah diharapkan untuk masuk ke ruangan karena kegiatan pembelajaran akan segera dimulai.” Suara dari mikrofon itu terdengar sampai sudut-sudut sekolah.

“Tuh kan betul. Khaja!”ajak Jin Hye pada Eun Gyo.

Sesampainya di ruangan yang penuh dengan suara bisikan seluruh mahasiswa yang sedang membicarakan tentang Prof. Baru yang menggantikan Prof. Park. Sebenarnya mereka senang karena di ujung penyelesaian skripsi mereka, ada sosok yang baru, jadi walau terlambat, setidaknya selama 2 bulan mereka tidak melihat Prof. Park yang sudah mereka lihat selama 2 tahun. Dan paling tidak dosen pembimbing mereka yang baru ini masih kinclong! Haha…

GUDUK… GUDUK… suara 2 pasang sepatu memenuhi ruangan yang tadinya penuh bisikan, sekarang menjadi dipenuhi oleh suara kedua pasang sepatu itu.

“hello, Boys, Girls, how’re you?” sapa Kepala kampus itu.

“Fine!”

“Now, i give to Prof. Park to speak about his gone.”

“Thank you Mrs. Jessica.” Kata Prof. Park. “Hello guys… Sepertinya aku tidak usah berpanjang lebar, karena aku tahu kalian sudah tahu apa maksud kedatangan kami. Aku Prof. Park akan mengambil cuti selama 2 bulan karena urusan dinas ke Russia. Dan aku tidak pergi begitu saja, mengingat kalian akan wisuda juga dalam waktu 2 bulan ini. Dan aku sekarang akan memperkenalkan seorang guru, dan dia masih muda, masih energik, dan cocok untuk kalian jadian sebagai guru pembimbing skripsi kalian nanti.” Jelas Prof. Park. “Come in, Please!” sambungnya sambil mengajak seorang pria yang tingginya 180cm, kurus, dan sangat stylist. Saat dia melangkah masuk ke dalam ruangan tiu kembali di penuhi oleh suara ricuhan para mahasiswa dan mahasiswi.

“Hello guys… I’m Jo Kwangmin, You can call me Kwangmin, because i think your age same with me and have a little different.”katanya lantang. Dan di sambung. “aku punya peraturan dalam mengajar. 1. Apa yang kau lakukan pada saya, itu juga yang kau terima dari saya. 2. Saya memang seumuran dengan kalian tapi saya minta kalian menghargai saya. 3. Saya tak akan mengajar orang MANIAK.” Dengan penekanan di kata terakhir sambil melotot ke arah Eun Gyo. ‘orang ini masih menganggap aku maniak?’batin Eun Gyo berbisik.

“Ne! Araseyeo.”jawab semua mahasiswa/i di ruangan itu.

TET!

“itu bel keluar? Cepat sekali” kata Prof. Park. “okeh guys, aku pikir ini perpisahan, Good Luck for your Graduation! Bye!”

“BYE!”

Satu persatu mahasiswa yang di dalam mulai keluar.

“Eun Gyo-ah, dia benar-benar tampan. Jinja! Jika disuruh menjadi pelayan nya aku rela deh.!” Puji Jin Hye.

“Lebay!” balasku cuek.

“emang kenyataan kok, gimana? Apa kita bisa Hang Out hari ini.?” Ajak Jin Hye.

“Yaa,, mungkin bisa, kemana kita?”

“LOTTE WORLD??”

“mm. Ide bagus, Khaja.!”

.

.

Di sisi Kwangmin.

“Apa kau sudah siap?” tanya Youngmin pada adik kembarnya ini dari kaca mobil dan di balas dengan masuknya Kwangmin ke dalam mobil itu dan duduk d sebelah kakak kembarnya.

“Hari ini lumayan lelah, aku takut aku tak bisa membimbing mereka, dan di tambah usulan Appa yang membuat kepalaku mumet-mumet.”

“sudahlah, bagaimana kalau kita bersenang-senang sedikit.?”

“Aku tidak mau ke tempat haram Hyung!”

“Yah, aku tak akan mengajakmu ke tempat seperti itu. Tenang saja.!”

“mmm…”

.

.

.

“STARAMMMM.. aku persembahkan LOTTE WORLD untuk anda… hahaha…” kata Youngmin dan Jin Hye bersamaan tetapi di tempat yang berbeda.

“Khaja!” ajak Youngmin antusias.

Mereka berempat tampak menikmati permainan dan pemandangan disitu tetapi tetap dengan posisi yang berbeda, sampai pada akhirnya, tiba-tiba LOTTE WORLD di guyur hujan dan memaksa mereka untuk berteduh. Jin Hye dan Eun Gyo berteduh di suatu atap toko dan ternyata bersebelahan dengan tempat perteduhan Kwangmin dan Youngmin.

Dan ada 2 pasang bola mata yang sangat memperhatikan suatu titik di seberang mereka. Ternyata 2 pasang bola mata itu melihat ke arah seorang anak pria kecil yang sedang menangis sambil berteduh, sepertinya dia terpisah dengan orang tuanya.

“Eun Gyo, ini hujan, kau mau kemana? Hah?”tanya Jin Hye sedikit beteriak tetapi sahabatnya itu tak perduli dan terus berjalan ke arah anak lelaki yang menangis di seberang sana. Eun Gyo tampak bernostalgia dengan masa lalu dia bersama namja haltenya itu.

“Kwangmin kau mau kemana, yah!!” teriak Youngmin pada adiknya yang bersamaan dengan teriakan Jin Hye tadi tetap di tempat masing-masing. Dan Kwangmin hanya diam dan berjalan ke arah anak lelaki itu. Sebelum selangkah lagi ia sampai ke tempat perteduhan anak itu, sosok wanita maniak yang ia kenal selama ini lebih dulu menyampirin anak lelaki kecil tadi. Eun Gyo tak menyadari bahwa ada yang memperhatikannya di sebelah nya.

“Hai, anak manis, mengapa menangis? Eoh?” tanya Eun Gyo lembut. Dan anak itu hanya menangis lagi. ‘benar-benar fotokopinya namja halte itu’ batin Eun Gyo sambil tertawa dalam hati karena bisa merasakan rasa selama 15 tahun yang lalu ia rasakan.

“Noona, punya permen mau?” kata Eun Gyo mencoba membujuk anak itu sambil menyodorkan sekantong permen pada anak yang tadi menangis itu dan tangisannya mulai berhenti.

“Apa kau terpisah dengan orang tuamu?”

“ne”jawab itu masih tersendat dengan ingus yang ada di sekitar hidungnya.

“sekarang apa kau bisa memberitahu Noona, siapa namamu Pangeran Kecil?” tanya Eun Gyo sambil mengambil ujung jasnya dan mengelap ingus itu dari hidung anak kecil itu. Dan Kwangmin makin terpana dengan pemandangan yang dihadapannya, ‘apa dia benar-benar Eun Gyo-ku?’ batin Kwangmin bertanya.

“Lee Jeongmin imnida!” jawab anak itu.

“Chamkamman!” kata Eun Gyo pada anak itu dan mengambil Gadgetnya dari tas nya.

‘Jin Hye-ah, sebaiknya kau pulang jika hujan sudah reda, aku ingin mengantar anak kecil ini ke pusat informasi, mungkin ini akan sedikit lama.’

Pesan itu dikirimnya pada Jin Hye dan Jin Hye membalas ‘kau utang satu jemputan padaku, lain kali kau harus mengantarku pulang. Hehehe.. sudahlah cepat pertemukan anak itu dengan Eommanya.’

“ayo Noona akan mempertemukan kau dengan orang tuamu sekarang. Mmm.. kau pakai ini dulu.”kata Eun Gyo sambil menawarkan jas pink lembutnya pada anak itu dan langsung memakaikannya, agar kepala anak itu tidak basah. Dan resikonya dia yang akan kehujanan sekarang plus kedinginan karena tubuh mungilnya hanya di balut kemeja tipis.

Kwangmin memberi kode pada Hyungnya, Hyung, aku deluan, hati-hati di jalan. Dan ia mengikuti Eun Gyo dan anak kecil itu pergi.

Sesampainya di pusat informasi.

“Ahjussi, ini ada anak yang bernama Lee Jeongmin terpisah dari orang tuanya.” Kata Eun Gyo pada lelaki paru baya itu.

“waduh, jika sedang hujan begini suara mikrofon kami kalah dengan suara petir di luar sana. Setelah hujan reda kami akan segera mengumumkannya.” Jelas Ahjussi itu.

“ne. Algeshimnida.”

“kita duduk di sini dulu, Jeongmin-ah.”

“Ne!”

“tunggu, sepertinya kau sangat kedinginan, paba, keningmu sudah mulai panas. Pasti kau masuk angin, tunggu sebentar yah, jangan kemana-mana.” Pintaku pada anak itu.

“NE!”

Eun Gyo berlari keluar pusat informasi dan pergi ke toko apotik terdekat, dan di LOTTE WORLD kebetulan tidak ada apotik. Dan keadaan itu memaksa dia untuk kelua dari LOTTE WORLD.

“Ahjumma, beri aku obat batuk,pilek dan demam, dan 1 minyak angin yah. Oh ya, 1 bedak baby yah?”kata Eun Gyo pada Ahjumma itu masih dalam keadaan kedinginan juga, tapi dia tetap bisa menahannya.

“Ne! Semuanya 20.000 won.”

“Khamsahamnida!”jawabku.

Eun Gyo berlari ke dalam LOTTE WORLD dan singgah ke tempat penjualan souvenir baju anak di situ dan membeli sepasang baju dan sepasang sepatu. ‘mudah-mudahan cocok dengannya’batin Eun Gyo lagi.

Saat aku hendak berlari keluar toko, ada jemari yang menahan lenganku dan menyodorkan payungnya. Tapi anehnya dia memakai payung tapi tetap saja badannya basah. *readers di sini ceritanya Kwangmin pergi membeli payung dulu untuk Eun Gyo, makanya dia bisa basah kuyup juga.*

“mm… tunggu, kau bukan Youngmin-kan? Kau saudara kembarnya-kan? Dan kau juga dosen pembimbing baru kami-kan?”

“ya!” jawab kwangmin seadanya.

“sedang apa kau disini?”

“mm.. geunyang! Kalau kita berlama-lama disini, anak itu akan semakin kedinginan.”

“anak? Tahu dari mana kau?”

“aku tadi lewat saat kau membawa anak itu.” Bohong Kwangmin.

“oh.. yasudah, khaja!”ajak Eun Gyo. Dan Kwangin hanya bisa tersenyum tipis

‘kenapa aku tak tega melihat dia kedinginan seperti ini, mengapa asal aku berada di dekatnya, aku merasa kami sudah mengenal sejak lama, mengapa setiap bersamanya aku melupakan dia adalah Yeoja incaran hyungku, dan mengapa saat dia menolong anak itu aku merasa bahwa anak itu aku 15 tahun yang dulu.. apa mungkin dia? Ahh.. tidak.. sadar lah Kwang.. dia bukann…’ batin Kwangmin terus saja bergulat.

TBC- gimana readers??? Comment please..

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Be My Shine – Chapter 06

  1. waaah,,,, kwang sabar ya… dia laah org’y.. tunggu tiba waktunya dia sadar mencintaimu.. dan memilih mu bukan hyung mu oppa.. hehe

    ditunggu part selanjutnya ya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: