[FANFICT/FREELANCE] Love You Like You – Chapter 02

Title 
: Love You Like You – Chapter 02
Author   : Aryn Chan (@1998aryn)
Genre         : Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ No Minwoo

  ~ Jang Yoon Hee

  ~ Jo Youngmin

  ~ Kim Yuri

Hallo Pembaca ^^

Aku hadir lagi membawa part berikutnya. Terima kasih telah memberikan banyak saran di part sebelumnya. Terima kasih sudah membaca FFku.  Jika menurut kalian masih ada kekurangan, jangan sungkan untuk memberikan komentar dan saran. Sekali lagi terima kasih. Selamat membaca ^^

***

LOVE YOU LIKE YOU

Bagian Dua

‘Yoon Hee’s POV’

Jang Yoon Hee sudah selesai membersihkan rumah sejak tadi pagi Minwoo berangkat, sebentar lagi Minwoo akan datang. Yoon Hee sudah membereskan rumah dan memasak makan malam untuk mereka berdua. Tapi, tiba-tiba ada telepon dari Minwoo yang mengabarkan jika ia akan makan malam diluar bersama kak Yuri. Sebenarnya Yoon Hee kecewa, tapi, dia tidak berhak untuk melarang Minwoo.

5 hari tinggal dirumah Minwoo, Yoon Hee menjadi merasa tidak enak. Ia ingin mencari apartment baru untuk dirinya sendiri. Ia harus pindah dari rumah ini. Lagi pula, perempuan dan laki-laki yang belum menikah dan tinggal dalam satu rumah itu kan tidak baik. Apalagi setelah orang tua Minwoo tau tentang keberadaannya yang tinggal dalam satu rumah bersama anak mereka. Memang seperti apa yang dikatakan Minwoo, mereka tidak marah, tapi, tetap saja Yoon Hee merasa tidak enak. Jadi, ia memutuskan ingin mencari apartment baru.

Jang Yoon Hee duduk melamun sambil memandangi makanan yang ada didepannya. Tidak tahu berapa lama ia memandangi makanan itu tanpa menyentuhnya. Ia sedang menunggu Minwoo pulang. Kapan anak itu akan dat….

Tiba-tiba terdengar suara dari pintu depan terbuka. Ah, Yoon Hee tau. Itu pasti      Minwoo. Yoon Hee langsung memakan makanan yang ada didepannya. Berpura-pura sedang makan dari tadi.

***

‘Minwoo’s POV’

Minwoo baru pulang makan malam bersama Yuri. Acara makan malam tadi gagal gara-gara kedatangan Lee Jeongmin. Yuri lebih memilih mengobrol bersama Jeongmin daripada dengannya. “Ah…” Minwoo menendang batu yang ada didepannya dengan kesal. Lalu, Minwoo membuka pintu rumah dan masuk. Ia melihat Yoon Hee sedang makan diruang makan. Anak itu gila, malam-malam begini, sudah jam—Minwoo melihat jam—sudah jam 10.00 malam, Yoon Hee baru makan? Anak itu ingin gemuk? Tapi, gemuk lebih baik daripada melihatnya kurus tidak ada daging sedikit pun.

“Hey, kau baru pulang?” Tanya Yoon Hee sambil memandangnya.

“Iya.” Jawab Minwoo acuh tak acuh.

“Malam sekali pulangnya.” Gumam Yoon Hee. Minwoo tau, itu gumamman untuk dirinya.

“Kau sendiri, mengapa baru makan? Lihat sudah jam berapa? Kau ingin gemuk?” Kata Minwoo suaranya sangat keras, malah suaranya hampir terdengar seperti teriakan ditelinganya sendiri.

“Aku makan jam segini karena lama menunggumu.” Kata Yoon Hee, membalas dengan suara keras juga.

Minwoo menatap Yoon Hee. Lalu, menjawab dengan nada tinggi. “Sudah kukatakan, aku makan malam dengan Yuri. Aku juga sudah bilang, jangan menungguku.”

Yoon Hee mendesah dan berkata, “Kau bisa berbicara pelan, tidak?” Yoon Hee terdiam sejenak dan melanjutkan dengan suara yang lebih rendah. “Kau ini kenapa? Aku hanya bertanya ‘Kau baru pulang?’ tapi, kau malah marah-marah.”

Minwoo menarik nafas. Ia juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri, mengapa ia menjadi kasar? Ada apa dengan dirinya? Memang, dia sedang kesal kepada Joengmin, tapi, tidak sepantasnya ia mengalihkan amarahnya kepada orang lain.

“Maafkan aku.”

Mereka berdua berdiam sejenak, lalu Yoon Hee mencairkan suasana. “Minwoo, ada yang inginku bicarakan padamu.” Kata Yoon Hee suaranya melembut.

“Apa?” Tanya Minwoo.

“Kau duduk dulu disini.” Yoon Hee menunjukkan kursi didepannya, meminta Minwoo untuk segera duduk.

Minwoo sedikit ragu, tapi, ia menurutinya dan duduk didepan Yoon Hee. “Kau mau mengatakan apa?”

Yoon Hee terdiam sejenak, lalu menatap Minwoo, “Aku…ingin pindah dari rumah ini.” Kata Yoon Hee. “Tunggu dulu, maksudku, aku senang tinggal disini, aku nyaman, hanya saja aku merasa tidak enak.”

Minwoo agak terkejut, mendengar ucapan Yoon Hee. Baru lima hari gadis itu tinggal disini, lalu, mengapa ia ingin pindah? Lagi pula, orang tuanya sudah mengizinkan Yoon Hee tinggal disini, dan Minwoo harus berbohong kepada Yoon Hee. Ia berkata kepada Yoon Hee, bahwa orang tuanya dengan senang hati menerimanya. Padahal Minwoo harus mati-matian menjelaskan kepada ayahnya. Awalnya orang tuanya sangat terkejut dan tidak ingin dirinya tinggal bersama wanita yang baru ia kenal. Tapi, Minwoo terus meyakinkan ayahnya jika, ia tidak akan macam-macam. Dan, akhirnya orang tua Minwoo mengizinkan.

Minwoo mengalihkan perhatiannya kembali kepembicaraan. “Mengapa?”

“Ya, tinggal berdua dalam satu rumah bagi yang belum menikah kan tidak boleh.” Jelas Yoon Hee masih menatap Minwoo.

“Tapi, apakah kau sudah punya uang untuk membayar apartmentmu nanti?” Tanya Minwoo. “Aku melihat kau tidak membawa apa-apa saat aku menemukanmu.” Ia tidak mengerti dengan pikirannya ini.

Minwoo menatap Yoon Hee, anak itu sedang memikirkan sesuatu. Ah, sepertinya dia tau apa yang dipikirkan gadis ini. “Biarku tebak, kau belum berfikir untuk itu, bukan?”

Yoon Hee hanya tersenyum lebar.

Tiba-tiba dirinya merasa lega dan tersenyum, “Lebih baik kau mencari pekerjaan dulu.” Kata Minwoo. “Besok aku tidak ada jadwal, biar ku bantu kau mencari pekerjaan baru.”

“Benarkah? Menurutku itu ide bagus.” Kata Yoon Hee senang. “Kau pintar.” Kata Yoon Hee sambil tersenyum kearah Minwoo.

“Memang aku pintar. Memang kau?” Gumam Minwoo pelan—sangat pelan—tapi sayangnya Yoon Hee memiliki pendengaran yang tajam.

“Apa kau bilang? Maksudmu aku bodoh, begitu?” Tanya Yoon Hee, senyumnya memudar menjadi amarah.

“Oh? Tidak.” Kata Minwoo berbohong.

Benarkah? Tapi, sepertinya aku mendengar dengan jelas. Awas kau ya!” Ancam Yoon Hee.

Minwoo hanya mencibir.

***

‘Yoon Hee’s POV’

Yoon Hee masuk kedalam kamar dan duduk diatas kasur sambil melamun. Akhir-akhir ini, dia jarang sekali memikirkan Donghyun. Malah tidak pernah. Ada apa dengannya? Apa dia bisa melupakan Donghyun secepat ini? Ah, tidak. Sudah 4 tahun Donghyun pergi. Jadi, tidak cepat ia melupakan Donghyun.

Sebenarnya, kalau dilihat-lihat, Minwoo juga agak mirip dengan Donghyun. Matanya, Hidungnya, mirip sekali dengan Donghyun. Hanya saja, Minwoo sedikit pendek sedangkan Donghyun tinggi, dan model rambut mereka juga berbeda.

Yoon Hee melihat ke sekeliling, matanya tertuju pada lemari yang ada dikamarnya. Ia menghampiri lemari itu dan membukanya, mencari-cari sesuatu. Baju. Baju yang ia pakai pertama kali ia menginjak rumah ini. Dimana baju itu?

Nah, ini dia. Baju itu yang ia cari. Yoon Hee mencari sesuatu disaku baju itu. Mencari…photo. Ya, dia mencari photo Donghyun. Syukurlah, photo ini masih ada. Walaupun sedikit kusut karena habis tercuci, tapi, tidak apalah daripada tidak ada sama sekali.

Yoon Hee berjalan menuju kasurnya kembali dan tidur sambil menggenggam photo itu.

***

‘Author’s POV’

“Kau sudah siap?” Tanya Minwoo kepada Yoon Hee, pada pagi harinya. Mereka akan bersiap-siap untuk berangkat mencari pekerjaan baru untuk Yoon Hee.

“Bajuku terlihat rapi tidak?” Tanya Yoon Hee, sambil memutar-mutar badannya.

“Ya.”

“Eh, sebelum mencari pekerjaan untukku, antarkan aku ketempat panti asuhanku dulu ya.” Kata Yoon Hee. “Aku ingin mengambil semua barang-barangku dan nilai-nilai selama aku belajar semuanya ada disana. Sekaligus meminta maaf.”

“Iya. Lalu, kapan kita berangkat?” Tanya Minwoo.

“Sekarang.” Sahut Yoon Hee. “Jangan lupa tutup pintu. Kunci pintunya.”

Mereka pun berangkat menggunakan mobil Minwoo. Dalam perjalanan Yoon Hee hanya memandang keluar jendela, begitupun Minwoo yang hanya berkonsentrasi pada jalanan. Tapi, Minwoo tidak nyaman dengan suasana seperti ini. Akhirnya, ia mencairkan suasana.

“Yoon Hee.” Panggil Minwoo.

“Mm.”

“Aku boleh bertanya?” Tanya Minwoo yang masih terfokus dengan jalanan, tapi, masih sempat melihat kearah Yoon Hee sekilas.

“Apa?”

“Apa kau membenci orangtuamu karena mereka telah membuangmu?” Tanya Minwoo agak ragu.

Yoon Hee tidak langsung menjawab, ia terlihat sedikit berfikir. Tapi, akhirnya ia berkata. “Aku…aku tidak marah dengan mereka. Mereka pasti punya alasan tertentu. Tapi, walaupun begitu, aku kecewa dengan mereka. Jika mereka membuangku karena mereka sedang mempunyai masalah, seharusnya mereka tidak melimpahkan kesalahan mereka kepada anaknya.” Kata Yoon Hee kesal.

“Lalu, jika kau diberi kesempatan bertemu dengan keluargamu, apakah kau akan menerima mereka?” Tanya Minwoo, lagi-lagi mengurusi urusan orang lain. Bodoh. Mengapa rasa penasarannya ini tidak bisa ditahan? Lihat wajah gadis itu, wajahnya berubah menjadi bosan.

“Entahlah.”

“Baiklah Yoon Hee, lupakan kata-kataku tadi.” Kata Minwoo, mengalihkan pandangan dari jalan kearah Yoon Hee lalu tersenyum dan kembali menatap jalanan yang ramai lagi. “Setelah arah ini, kita kearah mana?”

“Kau tinggal belok kiri dan ada gedung yang besar, disitu panti asuhanku.” Jawab Yoon Hee sambil menunjukkan jalannya.

Mobil Minwoo membelok kesebuah gedung besar yang disebut oleh Yoon Hee panti asuhan. Minwoo agak tercengang. Ini panti asuhan atau apartment? Tanya Minwoo dalam hati. Ia memarkirkan mobilnya dekat dibawah pohon.

“Ayo, turun. Aku akan memperkenalkanmu kepada ibu panti asuhan disini.” Kata Yoon Hee sambil membuka pintu mobil dan turun.

“Yoon Hee, ini yang kau sebut sebagai panti asuhan?” Tanya Minwoo terkagum-kagum. “Besar sekali. Aku akan suka tinggal disini.”

“Ssst,, kau ini. Bicaramu sembarangan.” Celoteh Yoon Hee. “Seharusnya, kau bersyukur masih diberi kesempatan bersama orang tuamu. Kau malah ingin tinggal disini.”

Minwoo menyengir.

“Ayo masuk.” Kata Yoon Hee berjalan kedalam panti asuhan, diikuti Minwoo dari belakang.

***

‘Author’s POV’

“Ini barang-barangmu sengaja bibi simpan.” Kata wanita setengah baya menuju ketempat Yoon Hee dan Minwoo duduk sambil membawa kardus besar. “Bibi tau kalau kau akan kembali lagi jadi, bibi menyimpannya, tapi, sepertinya bibi salah.”

“Apa?” Tanya Yoon Hee tidak mengerti.

“Kau datang kesini untuk mengambil barang-barangmu saja, kau tidak akan tinggal ditempat ini lagi?” Tanya bibi itu kecewa.

“Maafkan aku, bi. Aku akan selalu merindukan tempat ini.” Kata Yoon Hee tersenyum kearah bibi.

“Tidak apa-apa. Bibi tau, kau ingin menenangkan diri.” Kata Bibi itu. “Selama 4 tahun terakhir ini, bibi selalu melihat kau murung. Tapi, bibi melihat perbedaan pada dirimu sekarang. Kau begitu terlihat cerah. Sekarang kau tinggal dengan siapa? Waahh hebat, kau sudah menemukan penggantinya, ya?”

“Apa?”

Bibi itu melihat kearah Minwoo dan tersenyum, Minwoo pun membalas senyum bibi itu dengan canggung.

Yoon Hee melihat kearah mereka berdua bergantian. Ah, sekarang ia mengerti. “Oh, itu…”

“Kalau kalian akan menikah, jangan lupa undang bibi.” Kata Bibi itu menyela ucapan Yoon Hee.

“Apa?” Kata Yoon Hee, ia tidak mengerti dengan pikiran bibi ini. Memang kita terlihat akan menikah?

“Oh, baiklah, bi.” Kata Minwoo.

Apa? Minwoo. Awas kau ya, mati kau nanti! Kata Yoon Hee dalam hati sambil menatap kearah Minwoo kesal. Sedangkan, yang ditatap hanya senyum-senyum tidak jelas.

Setelah membungkukkan badan dan berpamitan pulang, Minwoo dan Yoon Hee keluar ruangan.

“Aku heran, apa yang dipikirkan bibi? Memang kita terlihat akan menikah?” Gerutu Yoon Hee dengan kesal sambil memegang kerdus yang berisi barang-barang miliknya dari bibi tadi.

“Menurutku itu ide bagus.” Kata Minwoo.

“Heh, kau ini. Apa maksudnya kau bilang akan mengundang bibi?”Yoon Hee memukul lengan Minwoo menggunakan tangannya yang tidak memegang kerdus dan menatapnya dengan kesal.

Minwoo tersenyum.

“Ishhh…” Gerutu Yoon Hee dalam hati. Mereka pun terus berjalan tanpa suara.

“Sekarang kita akan kemana?” Tanya Minwoo setelah mereka tiba ditempat parkir mobil Minwoo.

“Menurutmu aku cocok menjadi apa?” Tanya Yoon Hee balik sambil menyimpan kerdus itu dibagasi mobil.

“Kau cocok menjadi pelayan restoran.” Jawab Minwoo asal.

Yoon Hee membalik kearah Minwoo lalu mendesah. Yoon Hee berfikir sejenak lalu, berkata. “Bagaimana jika koki?”

Minwoo tertawa terbahak-bahak membuat Yoon Hee kesal. Laki-laki ini sangat menyebalkan “Memang kau bisa masak apa? Kau pernah bilang padaku, kau hanya bisa masak sedikit.” Ucap Minwoo disela-sela tawanya.

“Benarkah? Lalu apa?” Tanya Yoon Hee bingung.

Minwoo berfikir sejenak, lalu, berkata, “Aku mempunyai teman, ayahnya seorang pemilik toko buku.” Kata Minwoo, diam sejenak. Lalu, melanjutkan. “Kalau mau, kita pergi kesana. Semoga saja, masih ada lowongan untukmu.”

 “Baiklah tidak masalah, lagi pula, aku gemar membaca buku dan aku senang mempelajari bahasa asing.” Kata Yoon Hee menyetujui.

“Baiklah, sekarang kita berangkat.”

***

‘Author’s POV’

“Nilai-nilaimu bagus, kau selalu dapat juara disekolahmu?” Ucap seorang pria yang duduk didepan Yoon Hee dan Minwoo, sambil memegang map berisi nilai-nilai hasil belajar Yoon Hee.

“Ah, tidak juga.” Kata Yoon Hee dengan tersenyum malu. Yoon Hee sungguh gemetar menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan pria setengah baya ini. Ia melirik kearah Minwoo sekilas lalu memalingkannya.

“Kau bisa bekerja mulai besok.” Terdengar suara pria itu lagi. “Lagi pula, kita sedang kekurangan karyawan.”

Yoon Hee mengangkat kepala menatap pria didepannya itu. “Benarkah? Eh, maksudku, terima kasih, terima kasih banyak.”

“Sama-sama.” Kata pria itu tersenyum kearah Yoon Hee. “Besok, kau datang saja pada jam tujuh pagi.”

“Baik, sekali lagi terima kasih.” Kata Yoon Hee, membungkukkan kepalanya. Senyum senangnya masih terlihat diwajahnya. Sungguh, Yoon Hee sangat senang sekali. Kesenangannya tidak bisa ditutupi oleh apapun.

Minwoo memperhatikan Yoon Hee sejenak, ia tersenyum melihat Yoon Hee senang. Lalu, melihat kearah pria didepannya. “Kalau begitu kami pamit dulu. Terima kasih banyak. Selamat siang.” Kata Minwoo sambil membungkukkan badannya dan berjalan keluar, diikuti Yoon Hee yang membungkukkan badannya lalu menyusul Minwoo dari belakang.

“Aku tidak menyangka. Besok aku sudah boleh bekerja.” Kata Yoon Hee senang, ketika mereka sudah berada diluar.

“Bekerjalah yang giat dan jangan malas-malasan.” Kata Minwoo masih terus berjalan menuju tempat parkir mobilnya.

Yoon Hee menatap Minwoo kesal. “Simpan kata-katamu itu untuk dirimu sendiri!” Celetuk Yoon Hee yang masih terus berjalan dengan cepat tanpa menanggapi tatapan yang dilemparkan kearahnya.

Mereka terus berjalan menuju tempat parkir.

“Minwoo.” Panggil Yoon Hee, ketika mereka sudah tiba ditempat parkir.

“Mm.” Sahut Minwoo tanpa melihat Yoon Hee.

“Terima kasih, ya. Kau sudah banyak menolongku.” Kata Yoon Hee, suaranya lembut.

“Tidak cukup untuk terima kasih.” Kata Minwoo.

Yoon Hee mengangkat alis.

“Kau harus mentraktirku sesuatu.” Kata Minwoo.

“Aku mana punya uang untuk mentraktirmu?” Celetuk Yoon Hee.

“Berarti kau punya hutang padaku.” Kata Minwoo. “Jika nanti, kau sudah punya uang, kau harus berjanji mentraktirku.”

“Baiklah, tapi, hari ini kau yang mentraktirku makan siang dulu ya.” Goda Yoon Hee.

“Apa?”

“Ayo cepat, perutku sudah meminta makanan.” Kata Yoon Hee sambil memegang perutnya lalu menarik lengan Minwoo untuk masuk kedalam mobil.

“Ishh, aku meminta kau yang mentraktirku. Mengapa aku yang jadi mentraktirmu?” Gerutu Minwoo.

“Ayo, berangkat.” Kata Yoon Hee ketika sudah berada didalam mobil.

Minwoo melajukan mobilnya dengan pelan. 

***

‘Yoon Hee’s POV’

Yoon Hee memandang Minwoo yang sedang memperhatikan jalanan. Dirinya sedikit aneh dengan  Minwoo, laki-laki ini kadang kasar, tetapi juga kadang perhatian, tapi, bisa juga berubah menjadi menyebalkan. Tapi, ia tau, sebenarnya Minwoo adalah laki-laki yang paling baik sedunia yang tuhan ciptakan untuk dirinya, tentu saja selain Donghyun.

***

‘Minwoo’s POV’

Minwoo merasa seperti ada yang memperhatikan dirinya, ia melirik sekilas kearah Yoon Hee. Ah, ternyata gadis itu. “Mengapa memandangku seperti itu?”

Yoon Hee terlompat kaget. “Oh? Tidak. Siapa yang memandangmu?”

“Oh? Bukan kau ya rupanya? Sudah jelas-jelas tertangkap basah sedang memandangku, tetapi tidak mau mengaku juga.” Kata Minwoo tersenyum jail.

Yoon Hee membenarkan posisi duduknya, lalu menatap kedepan. Menatap arah jalan.

Mobil Minwoo membelok kesebuah restoran sederhana yang berada dipinggir jalan. Minwoo membuka sabuk pengamannya dan melihat kearah Yoon Hee yang hanya diam. “Ayo turun, katanya kau sudah lapar.”

“Iya, iya, ini aku turun.” Kata Yoon Hee membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobil.

***

‘Author’s POV’

Mereka masuk kesebuah restoran itu dan memesan makanan. Saat itu mereka hanya diam tak bersuara sampai pelayan datang membawa makanan pesanan mereka. Dan mereka melahapnya sampai habis.

Setelah selesai makan dan membayar makanannya Minwoo kembali ketempat Yoon Hee menunggu dan saat itu ia melihat kearah pintu yang terbuka. Ia melihat seorang wanita tinggi dengan rambut lurus panjang terurai baru masuk kesebuah restoran dan melihat dirinya. Wanita itu Yuri, ia melambaikan tangan kepada Minwoo dan Minwoo pun membalas melambaikan tangan.

Yuri menghampiri mereka berdua, Minwoo tersenyum. Minwoo melihat kearah Yoon Hee sekilas, dia sedang melihat kearahnya dan Yuri bergantian. Minwoo baru akan membuka suara ketika Yuri sudah berada ditempatnya berdiri.

“Selamat siang.” Sapa Yuri. “Kalian sedang makan siang bersama, ya?”

“Kami sudah makan siang, baru saja kami selesai.” Kata Minwoo.

Wajah Yuri berubah. “Yah, berarti aku sudah terlambat.”

Minwoo agak terlihat bingung, ia ingin menemani Yuri makan siang tetapi, ia juga tidak tega meninggalkan Yoon Hee sendiri. Minwoo tau Yoon Hee sedang menatapnya. Tapi, dia berpura-pura tidak tahu.

“Minwoo kau temani kak Yuri saja, aku harus pergi cepat, ada urusan penting. Aku bisa sendiri.” Kata Yoon Hee berbisik kepada Minwoo.

“Apa?” Tanya Minwoo pelan. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud Yoon Hee.

“Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Selamat siang, semoga makan siangnya menyenangkan.” Kata Yoon Hee melihat kearah Yuri dan Minwoo bergantian sambil tersenyum.

Yuri membalas senyum Yoon Hee dan membungkukkan badan, Yoon Hee pun membungkukkan badan kearah Yuri dan Minwoo, tetapi Minwoo hanya berdiri dan tidak membalas salam Yoon Hee.

Minwoo menatap Yoon Hee dari belakang sampai gadis itu tidak terlihat. Ia terlihat bingung dengan gadis itu, urusan penting? Apa? Tadi, Yoon Hee tidak memberitahunya jika hari ini dia mempunyai urusan? Mengapa perasaannya menjadi begini?

Tiba-tiba, ia tersadar dari lamunannya ketika Yuri menarik tangannya. Minwoo mengalihkan pandangan kearah Yuri.

“Kita makan disebelah sana saja.” Kata Yuri menatap Minwoo.

“Iya.”

***

‘Yoon Hee’s POV’

Jang Yoon Hee berjalan pelan sambil melamun, ia tadi bilang ada urusan penting dan ia harus pergi cepat. Sebenarnya, ia sendiri juga tidak tahu urusan apa? Dia juga bingung akan pergi kemana sekarang? Ia terus berjalan dari tadi tapi, tidak tau akan kemana. Sampai akhirnya, ia duduk dibangku taman.

Ia berbohong kepada Minwoo, sebenarnya hari ini dia tidak punya urusan penting. Dia hanya tidak enak saja kepada mereka berdua. Minwoo pasti ingin sekali menemani kak Yuri makan siang, tapi, Minwoo pasti memikirkannya. Jadi, lebih baik Yoon Hee saja yang berbohong. Lagi pula, ia tidak mau menjadi obat nyamuk mereka berdua.

Yoon Hee berdiri dari tempat duduknya dan membalikkan badan dengan keras.

“BRAKKKK!!”

Yoon Hee terlompat kaget. Ia tidak tahu jika ada orang dibelakang. Orang itu terjatuh ketanah. Apa yang harus ia lakukan? Yoon Hee bingung, dan akhirnya ia membantu orang itu untuk berdiri kembali sambil menggumamkan permintaan maaf.

“Maafkan saya.” Kata Yoon Hee sambil menarik tangan laki-laki itu.

“Aduh, sakit sekali.” Keluh laki-laki itu.

“Haduh, apa yang harus aku lakukan?” Gumam Yoon Hee pelan. “Sekali lagi maafkan saya.”

Laki-laki itu melihat kearah Yoon Hee dan tersenyum. “Iya, tidak apa-apa.”

“Mana yang luka? Aku akan membantu mengobati.” Kata Yoon Hee sambil mencari-cari sesuatu. Ia sendiri juga bingung, akan membantu mengobati dengan apa.

Senyum laki-laki itu menjadi lebar melihat ekspresinya yang terlalu panik. Yoon Hee menatapnya, senyum laki-laki ini benar-benar menggemaskan. Ia belum pernah melihat laki-laki yang memiliki senyum seperti ini. Tentu saja, teman laki-lakinya yang ia punya kan hanya Donghyun dan Minwoo.

“Tidak apa-apa. Sungguh, aku tidak apa-apa. Besok juga sudah sembuh.” Ucap laki-laki itu.

“Begitu? Sekali lagi maafkan saya.” Kata Yoon Hee sambil membungkukkan badan dalam-dalam.

Laki-laki itu tersenyum. “Maafkan saya juga.” Katanya sambil membungkukkan badannya.

Yoon Hee mengangkat alis. Walaupun baru bertemu, ia sangat yakin, laki-laki ini sangat sopan dan perhatian.

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Selamat siang.” Kata laki-laki itu, lagi-lagi tersenyum kearah Yoon Hee.

Yoon Hee membalas salamnya dan membungkukkan badan. Oh tidak. Hentikan senyuman itu! Jika laki-laki itu terus tersenyum kepadanya lama-lama jantungnya bisa berhenti secara tiba-tiba.

Yoon Hee tersenyum sendiri dan membalikkan badan untuk kembali pulang.

***

 To Be Continued,

Next Part 3.. 🙂

Semoga kalian menyukai FFku ini🙂

This entry was posted by boyfriendindo.

8 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Love You Like You – Chapter 02

  1. ohya chingu, saya mau ngejelasin arti dari pov gk apa”yah🙂
    pov itu menceritakan cerita dari sudut si empunya pov contohnya
    Minwoo pov
    aku merasa saperti ada yang memperhatikanku, aku mengerekan bola mataku untuk melihat siapa yang memperhatikanku sejak tadi
    kayak gtu contohnya chingu,
    jadi pov itu menceritakan posisi seseorang dengan sudut pandang orang itu sendiri.

    di tunggu part selanjutnya🙂

    • Oh, mian..
      Sebenarnya udh tau POV itu gmna, tapi aku kira kayak gtu jga gak apa-apa..😦🙂
      Soalnya aku merasa gak nyaman kalo hrus nulis pke sudut pandang ‘Aku’😀 tapi gak apa-apa, aku akn perbaiki. Terima kasih udh memberi masukan,🙂😉

      • ohh gitu yah *manggut manggut* tapi kalau boleh jujur saya lebih suka sama ff chingu yang ceritanya full dari sudut author lebih ngeuna gimana gitu (?) hehehe😀
        tapi terserah chingu sih, lebih baik jadi diri sendiri chingu hehehe😀

        Hwaiting!!!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: