[FANFICT/FREELANCE] I’m Not Her – Chapter 04

Title
: I’m Not Her – Chapter 04
Author : Kang Mi Hye
Genre : Friendship dan Romance
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jeongmin    

  ~ Suzy

Other Casts
: ~ Bora 

  ~ Ji-Eun (IU)

  ~ Kwangmin

  ~ Yoon Eunhye

  ~ Youngmin

Hai hai bestfrienddeul.. Hehe, chapter 4 datang😀 mian lama, akibat UN sama urusan masuk kuliah. Kkk~ :*

*Suzy POV*

Gelap malam berubah menjadi terang, lalu terang pagi menjadi gelap. Begitu seterusnya. Tanpa terasa tujuh hari sudah berlalu sejak hari itu. Hari dimana aku resmi menjadi yeochin Jeongmin oppa. Aku bahagia bisa menjadi pacarnya. Dia tampan, baik dan berbakat. Tapi sudah tujuh hari dan masih saja ada yang mengganjal hatiku. Entahlah aku tidak mau banyak berpikir.

“Nuguya?” Tanyaku saat sebuah tangan tiba-tiba menutup mataku dari belakang.

“Kau benar-benar tidak tahu?”

“Aku tahu itu oppa.”

Jeongmin melepaskan tangannya lalu beranjak duduk disampingku. “Kenapa melamun disini?”

“Ani, aku tidak melamun.”

“Kau lapar tidak? Ayo makan.” Tanpa menunggu jawabanku Jeongmin langsung berdiri sambil menggenggam tanganku. Membawaku menuju kantin.

“Ahjussi, satu teoboki, satu ramyeon, dan dua ice tea ya.” Jeongmin memesan sesampainya di kantin. Ia bahkan tidak menanyakan padaku apa yang aku mau. Yah, makan apapun tidak masalah. Hanya saja… Ah sudahlah.

Ia mengambil nampan setelah pesanan datang dan mengajakku duduk di salah satu kursi. Aku hanya menurut saja.

“Ini favoritmu.” Ia menyodorkan semangkuk teoboki kepadaku.

“Nde, gomawo.”

“Ahh iya, itu tidak pedas. Jadi tenang saja.” Tambah Jeongmin lalu tersenyum.

Aku mengerutkan dahiku dalam. Aku sama sekali tidak bermasalah dengan makanan pedas. Dan teobokki, aku memang suka teobokki. Tapi makanan favoritku bulgogi.

“Hei, kau melamun lagi. Makanlah” Suara Jeongmin memecah pikiranku.

“N-nde oppa.” Kataku lalu memulai makan.

*Suzy POV end*

***

*Jeongmin POV*

“Ahjussi, satu teoboki, satu ramyeon, dan dua ice tea ya.” Aku memesan makanan kesukaanku dan Eunhye. Ya, Suzy juga pasti suka. Mereka punya banyak kesamaan kan? “Teobokkinya jangan terlalu pedas ya.” Tambahku, mengingat Eunhye tidak suka pedas dan mungkin Suzy juga.

Kami duduk di salah satu kursi di kantin, aku menyodorkan mangkuk teobokki pada Suzy dan mulai makan. “Hey, kau melamun lagi. Makanlah.” Kataku saat melihat Suzy belum menyentuh makanannya.

“Nde, oppa.”

“Ahh iya, bagaimana kalau akhir pekan ini kita ke lotte world? Sudah lama kita” aku menghentikan kata-kataku, “eh aku tidak kesana.”

“Hmm” Suzy mengangguk “boleh juga, aku juga sudah lama tidak main disana.”

***

Hari yang indah, semilir angin menerbangkan sedikit rambut Suzy yang sedari tadi menunggu Jeongmin di gerbang. Ia terus menerus melirik jam tangan di pergelangan kirinya. Tidak biasanya Jeongmin terlambat.

“Suzy-a” terdengar teriakan serta derap kaki Jeongmin yang mendekat. Ia terlihat sedikit terengah.

Suzy memiringkan kepalanya melihat Jeongmin dihadapannya “kemana saja? Bukankah janjinya setengah jam yang lalu?” Katanya santai sambil mengelap keringat yang menetes di pelipis Jeongmin.

“Mianhae, motorku rusak. Sudah kucoba perbaiki tapi tidak berhasil. Sedangkan mobil ada di rumah.”

Suzy membulatkan mata kemudian terkekeh “jika itu masalahnya, kita bisa naik taxi kan? Atau naik kereta juga boleh.”

Jeongmin tidak kalah membulatkan mata “kereta? Aniya! Aku tidak mau kau kehabisan napas karena berdesak-desakan.”

Suzy kembali terkekeh “kehabisan napas? Ada-ada saja. Aku ini bukan penderita asma.”

Aku bukan penderita asma. Kata-kata itu sedikit menyadarkan Jeongmin bahwa ia lagi dan lagi menganggap Suzy seperti Eunhye.

“Hei, kenapa malah melamun? Kajja berangkat.”

“Umm? Ahh nde kajja.” Jeongmin mencengir canggung mencoba menyembunyikan pikirannya.

***

*Jeongmin POV*

Ternyata ada beberapa hal dari diri Suzy yang berbeda dari Eunhye. Ah, tapi sudahlah. Toh, lebih banyak miripnya kan? Ya, gadis impianku memang seperti Eunhye, yang juga seperti Suzy. Ya benar seperti itu.

“Oppa? Kenapa senyum-senyum sendiri?”

“Ahh? Apa? Aniya, aku sedang mengagumi kecantikan yeojachingu-ku.” Aku mencengir.

Kulihat pipi bulat Suzy merona seraya ucapanku barusan. Aku jadi ingin mencubit pipinya. Ahh, yeojachingu-ku memang menggemaskan.

“Kenapa melihatku seperti itu.” Suzy bertanya saat aku menatapnya lekat.

Aku tidak menjawab. Aku menangkup kedua pipi bulatnya dengan lembut. Kemudian mendekatkan wajahku padanya. Sekilas kulihat Suzy memejamkan matanya sebelum aku juga memejamkan mataku. Aku menciumnya beberapa detik sebelum akhirnya kulepaskan bibirku darinya. Suzy hanya diam, kulihat pipinya merona dan ia tak berani menatap mataku.

“Eunhye-a” panggilku tanpa sadar.

Suzy mengernyitkan dahi “o-oppa memannggilku apa?”

“Ah apa?” Aku membulatkan mata saat menyadari aku memanggil Suzy dengan Eunhye.

Kulihat mata Suzy tiba-tiba berkaca-kaca. Ia menyentuh bibirnya sekilas lalu menatapku tajam. “Oppa, bisa-bisanya oppa memujiku! Lalu mencium bibirku namun… Namun salah memanggilku dengan nama yeoja lain!”

Air matanya menetes, membuat hatiku sakit melihatnya. Suzy berbalik meninggalkanku sambil berlari. Tapi entah kenapa aku terdiam di posisiku. Terdiam menatap punggung Suzy yang menjauh. Apa aku salah menganggapnya Eunhye?

*Jeongmin POV end*

***

Suzy berlarian entah kemana arahnya, airmatanya mengalir sedang sebelah tangannya memegang bibir.

“Kenapa? Kenapa?” Suzy membatin “apa Jeongmin oppa orang yang seperti itu? Apa dia punya gadis lain selain aku? Tapi Jeongmin oppa bukan orang yang seperti itu! Tapi… Kenapa dia tidak membantah? Bahkan mengejarku pun tidak.” Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran Suzy.

Kakinya terus berlarian tak tentu arah, hingga langkahnya berhenti karena seseorang mendadak muncul di hadapannya.

“Suzy! Kenapa menangis?” IU terlihat cemas ketika menemukan sahabatnya berlarian sambil menangis.

Suzy tidak menjawab, ia segera memeluk sahabatnya itu “Jeongmin oppa.” Katanya pada akhirnya “dia menciumku, tapi kemudian salah memanggilku Eunhye.” Airmatanya pecah lagi

IU sedikit terbelalak, tapi tidak terlalu terkejut. Sejak awal ia sudah menebak alasan oppanya mendekati Suzy. Sejak awal mengenal Suzy pun IU sudah merasakan kemiripan itu.

IU melepas pelukannya “Suzy, kau… Harus tahu sesuatu.” Katanya lalu menarik lengan Suzy.

Chapter 4 end, haha semakin gaje aja. Happy reading bestfriend.

This entry was posted by boyfriendindo.

5 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] I’m Not Her – Chapter 04

  1. annyeong.. aku pembaca baru😀 aku suka kok ff kamu.. sudut pandangnya juga bagus.. saran : kalo bisa konfliknya lebih ditembah, biar ffnya lebih greget gimana gitu😀 dan mungkin analognya juga ada sedikit bahasa kiasan, biar cerita itu mendramatis. jd si pembaca juga ikut larut dalam cerit itu. tapi secara keseluruhan udah bagus dan bahasa nya juga rapi🙂 next chap yaaa😀

    naneun dila imnida.. salam kenal ya thor🙂 Aku author freelance di sini juga yg bikin ff LOVE HATE, kalo sempet baca ya setelah itu coment🙂 hehehe

  2. Iisshh…!!
    Author ini yah, selalu bisa bikin orang penasaran -_-

    Ff part ini kependekan. Tp tetep bagus kok thor #acungin jempol
    Next Chapter jgn lama” yaa thor🙂😀😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: