[FANFICT/FREELANCE] Hello Then Goodbye Boyfriend Ver

Title 
: Hello Then Goodbye Boyfriend Ver
Author   : @Han_SooYun / Nandila Sofara / Izumichaaan
Genre         : Sad Romance
Rating          : PG
Type   : One Shoot
Main Casts      
: ~ Shim Hyunseong

  ~ Han Soo Yun (OC)

  ~ Lee Jeongmin

Disclamer                         : Fanfiction ini 99 % murni dari fikiran saya,hanya beberapa kata mengutip dari beberapa web dan quotes page.

Summary                           : What do you do when the only one who can make you stop crying is the one who made you cry ? 

Author Note                    : Hay ! J This is nandila😀 berhubung FF LOVE HATE Chapter 4 ku belum selesai ku ketik dan aku mau ngisi waktu luang dengan FF OneShoot RePost😀. Sebenernya gak repost juga sih, cuman waktu itu FF ini diikut sertakan dalam lomba. Eh gini deh, gak menang. Cuma cast sebenarnya adalah EXO Sehun dan Kai dengan OC yang sama😀. But, It’s allright. Aku akan berbagi karyaku untuk para readers😀

Hmm, sempet bimbang juga sih. Kenapa FF LOVE HATE gabisa di protect. Kalo ke wp ku sendiri mungkin udah ku protect. Tapi wp ku ini masih baru yaudahlah.. dan aku doain aja semoga siders makin berkurang. Jujur aku sempet kesel, kenapa banyak yg read tapi nggak mau coment.

Oh ya numpang promosi yaa😀 Follow my wordpress

https://izumichaan.wordpress.com

 

dan kemungkinan FF LOVE HATE ku akan dilanjutkan di wp pribadiku J. Tapi masih dalam tahap mungkin😀

 

Dan buat yang coment, hanya tinggalkan jejak kalian saja aku bener-bener ngehargain kalian para readers. Intinya kalian nunjukin kalo kalian baca dan ngehargain aku. Tapi yang mau baca doang dan nggak mau sebatas tinggalin jejak, yaudahlah. Semoga cepet berubah. -_-

Yaudah langsung aja nggak usah banyak bacrot.. wkwkwk😀 semoga kalian menikmatinya ya readers

 

*~Happy Reading All, Don’t forget to coment ! J~*

****                    

 

Jalanan sepi.

Langit mendung.

Angin musim gugur bertiup kencang.

Ia melangkahkan kakinya tanpa arah. Pandangan kosong dan fikiran buyar. Hyun Seung merapatkan jaket yang dikenakannya. Bukan karena menggigil, karena saat ini ia sama sekali tidak bisa merasakan apa pun. Sepertinya saraf-sarafnya sudah tidak berfungsi. Ia tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, tidak bisa bersuara. Ia tidak bisa merasakan apa pun kecuali rasa sakit di hatinya. Hyun Seung bisa merasakan yang satu itu.

Sakit sekali..

Butuh tenaga besar untuk menyeret kakinya dan maju selangkah. Sebelah tangannya terangkat ke dada, mencengkram bagian dada kirinya. Sakit. Sudah yang keberapa kali ia menitihkan air matanya. Itu semua karena gadis itu.

Mengapa harus seperti ini ? Ia seperti kehilangan akal jika kehilangan gadis itu. Ia memejamkan matanya, mencoba lebih dalam merasakan apa yang ia rasakan. Gadis yang pernah hadir di hidup Hyung Seung kini harus pergi karena kebodohannya. Ia terus menyesalinya. Air mata penyesalan itu tak pernah berhanti mengalir.

Tetapi ia juga benci tiap mengingat kejadian itu, dimana perpisahan telah dimulai. Itu semua karena hal itu. Sesuatu menjanggal dihatinya, tapi apa yang tersimpan tetap diam. Mengendap di dalam dan tak dapat di keluarkan lewat lisan maupun perasaan.

 

****

Lee Jeong Min’s Point Of View

 

“Han-nie, Aku menyukaimu.”

Ku tatap kedua bola matanya baik-baik, mencoba mencari secercah harapan yang masih tertinggal disana. Aku tahu ia sudah mempunyai kekasih, tetapi aku tahu ia juga masih meninggalkan segenap harapan yang dulu pernah aku singgahkan di hatinya. Jujur, aku masih sangat mencintainya sejak dulu hingga sekarang.

Lalu tiba-tiba gadis itu tersenyum. Yah, disaat risau seperti ini ia masih bisa tersenyum. Bagaimana bisa aku mengatakan jika aku tidak menyukainya ? Aku bahkan mengenalnya sejak dulu.

“Aku juga menyukaimu, Jeong Min-nie. Tetapi hanya sebagai sahabat yang menyukai sahabatnya sendiri.” kata Soo Yun dengan sangat hati-hati. Tetapi yang aku rasakan hanya nyeri yang begitu berdenyut. Luka yang telah lama hinggap di hatiku.

“Maafkan aku. Aku sudah mempunyai kekasih.” lanjutnya berbicara menatapku.

Yah, aku sudah tahu itu. Tetapi tidak bisa kah kau melihat ku lagi ?

Aku mencintainya. Masih mencintainya. Bahkan jika aku mempunyai niat jahat sekalipun, aku akan merebutnya dari Hyungseung. Tetapi aku sadar. She’s not mine.

She’s my beautiful pain.

Soo Yun  menunduk, ia sepertinya merasa bersalah denganku. Aku tahu itu. Disaat Soo Yun sedang seperti itu, ia merasa takut jika orang yang di tolaknya merasa kecewa. Sebenarnya aku sangat kecewa tidak bisa memiliki Soo Yun seperti dulu. Tapi aku mencoba tersenyum.

“Han-nie !”

Sesaat kemudian aku dan Soo Yun menoleh. Melihat siapa yang menghampiri kita berdua. Ternyata pria itu. Ia adalah kekasih Soo Yun.

“Hyun Seung-ie !” aku melihat Soo Yun begitu berseri-seri begitu pria itu datang menghampiri kita berdua. Soo Yun melambaikan tangannya gembira sedangkan Hyun Seung berlari kecil seolah akan bertemu dengan bidadarinya itu.

“Sedang apa disini, chagi ?” tanya Hyun Seung menatap Soo Yun tersenyum. Sesaat kemudian ia melihat ke arah lain. Ke arah ku. “Kau ? Kenapa kau bisa ada disini ?” tanya Hyun Seung dingin. Ia menatapku tidak suka seakan kembali mengingat kejadian itu kembali.

Aku tertawa samar. Sebenarnya itu tawa yang terkesan terpaksa. ”Ani. Hanya mengobrol saja.”

“Oh,Yasudah. Kami berdua pulang dulu ya.” katanya tersenyum dingin lalu menggandeng tangan Soo Yun pelan.

Sangat miris jika melihat pemandangan seperti itu. Akhirnya hanya kesakitan yang kurasakan. Love is pain,right ?

Soo Yun hanya tersenyum kepadaku. Lalu, beberapa saat kemudian pandangan mereka lenyap begitu saja.

‘Kenapa kau harus bersamanya ? Kenapa bukan aku yang berada disampingmu ? Kenapa bukan aku yang menggenggam tangamu ? Kenapa bukan aku yang menjadi milik mu ? Kenapa bukan aku yang merasakan canda dan tawamu ?  Kenapa harus dia ? Kenapa ? Kau benar-benar membuatku gila Han-nie.’

Apa yang harus kulakukan agar kau bisa melihat ku  lagi ?

****

 

Author’s Point Of View

 

“Tadi sore kau sedang apa dengan Jeong Min ? Hayoo,kau sedang berpacaran dengan dia ya ?”

Hyun Seung tersenyum jahil mencoba meledek gadisnya itu. Mereka sedang tiduran di bukit danau itu di tengah indahnya malam yang di penuhi oleh kerlipan bintang dan bulan yang menerangi mereka. Mereka berdua tidur berhadapan dengan Hyun Seung memeluk pinggang Soo Yun, lalu dengan Soo Yun yang menaruh kedua tangannya di depan dada bidang Hyun Seung.

Dan benar saja ketika Hyun Seung mengatakan perkataan itu, Soo Yun mengerucutkan bibirnya lucu. Lalu memukul lengan Hyun Seung dengan keras. Hyun Seung hanya merintih jahil walaupun itu tidak terasa sakit. Ia hanya berusaha menggoda gadisnya itu.

“Bodoh! mana mungkin aku mempunyai pacar selain dirimu. Kau menyebalkan!” usaha Hyun Seung berhasil bukan ?

Lihat saja, Soo Yun menutup matanya saat ia mengomel. Itu memang kebiasaannya jika sedang marah dengan Hyun Seung.

Hyun Seung mencium bibirnya sekilas, lalu kemudian tersenyum jahil. ”Lihat, aku berhasil kan menggoda gadis ku.” kata Hyun Seung menahan tawanya.

Soo Yun membuka matanya kemudian ia menggembungkan pipinya. Sungguh, disaat seperti itu benar-benar membuat Hyun Seung gemas ingin mencubit pipinya hingga memerah lalu mencium bibirnya. Hyun Seung hanya dapat menahan tawanya melihat kelakuan Soo Yun.

“ Hyun-ie jahat!” keluhnya tidak terima. Hyun Seung selalu senang, karena Soo Yun akan bertingkah manja setiap bersama Hyun Seung.

Hyun Seung tertawa renyah akhirnya. Ia tidak bisa menahan tawanya lagi. ”Hahaha.. Aku hanya bercanda sayang. Lihat. Aku berhasil mencoba membuatmu marah, bukan ?”

Senyumannya mengembang di bibirnya. ”Memangnya aku bahan percobaan.”

Hyun Seung kembali tertawa, melihat kepolosan gadisnya berbicara dengannya ini. Lalu Hyun Seung mencubit pipinya pelan. Sedetik kemudian Hyun Seung menatapnya lekat seakan ia ingin berbicara serius. Ditatapnya mata Soo Yun yang terpancar begitu hangat.

“If you can read the contents of my heart, maybe you’ll know how much has been written about you. I never knew why my heart happy awaits your presence. I never understood why you are being so mean. Then, who am I in your heart ?”

Mata kedua insan itu saling bertemu pandang. Jantung kedua salah satunya berdegub kencang. Hyun Seung bisa merasakan letupan hebat di jantung gadis itu berdegub sangat cepat saat ia memperhatikan wajah Soo Yun begitu lekat.

Gadis itu tersipu dan menunduk malu, akhirnya ia kembali tersenyum. Senyum yang tidak pernah dibuat-buat saat bersama Hyun Seung. Senyuman yang selalu membuat Hyun Seung begitu terpaku dan enggan membuyarkan tatapannya ke wajah manisnya itu.

“Kau adalah aku. Aku adalah Kau. Dan cinta adalah kita.” jawabnya sebelum sesaat kemudian mencium bibir Hyun Seung sekilas lalu akhirnya gadis itu memeluk Hyun Seung dengan erat. Mereka berdua saling tersenyum seolah tidak ada lagi dunia selain dunia milik mereka berdua. Mereka berdua bahagia.

“Selalu ada pertemuan dan perpisahan. Jika mengingatnya, aku takut jika suatu saat akan berpisah dengan mu. Satu persatu akan pergi meninggalkanku. Lalu, bagaimana denganmu ? Akankah kau tetap disini dan menemaniku meskipun berjuta kegelapan akan datang menghampiri kami berdua ? Masih kah kau di dekatku ? Apakah itu akan selalu dan selamanya ?Aku tidak tahu itu, yang pasti Aku mencintaimu dan cinta adalah kamu.” Soo Yun side.

“Aku tercipta hanya untuk mengenalmu, menyayangi , dan harus meninggalkan mu suatu saat nanti. Beacuse this is Hello then Goodbye.” Hyun Seung side.

 

****

“Kau dimana chagi ?” tanya Hyun Seung yang sedang mengemudikan mobilnya. Ia sedang berbicara di telepon dengan Soo Yun.

“Baiklah, aku akan menjemputmu di parkiran ya. Tunggu aku, oke ? Bye.”

Hyun Seung tersenyum riang sambil menengok bunga mawar yang ada di samping Hyun Seung. Ia ingin memastikan apakah bunga mawar itu masih ada atau tidak. Yah, ia membelinya khusus untuk Soo Yun gadis yang sangat ia cintai.

Sedangkan gadis yang di seberang telepon sana sedang duduk manis di taman kuliah dengan pandangan lurus kedepan dan bergumam tidak jelas. Kini Soo Yun berdiri memandang orang-orang yang berlalu-lalang di hadapannya.

Sesaat kemudian ia beranjak akan pergi ke tempat parkiran mobil bawah tanah tempat kuliahnya. Ketika sudah sampai di tempat itu, ia justru bertemu Jeong Min.

Akhirnya Soo Yun hanya bisa menyunggingkan senyum canggung sambil melambaikan tangannya. “Annyeong Jong-ie.”

“Nado Han-nie.” balas Jeong Min sebelum saat ia terdiam dan menatap Soo Yun. ”Han-nie, bisa bicara sebentar ?”

“Oh, geurae.”

 

****

 

“Han-nie, dengar. Aku hanya akan berbicara satu kali dan tidak akan mengulangnya.” kata Jeong Min seraya memeluk Soo Yun erat. Soo Yun juga tidak bisa menolak pelukannya karena sejujurnya ia juga merindukan Kai. Namun disisi lain Sooyun juga menyayangi Hyun Seung.

“Han-nie, aku masih mencintaimu. Perasaan ini tidak bisa kuhilagkan sejak dulu, kau tahu ? aku sangat sakit jika melihat kau dengan Hyun Seung. Kau tidak tahu kan ? Karena ini, aku hanya akan memintamu kepastianmu. Setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi. Apa kau mau kembali lagi padaku ?” Jeong Min memeluk Soo Yun dengan erat. Menghirup aroma tubuhnya yang sudah lama tidak ia rasakan. Hanyalah berharap yang  ia bisa. Jika tidak sesuai keinginannya, ia tidak akan memaksa gadis itu.

“Sejujurnya aku juga sangat merindukanmu. Aku bahkan merindukan saat-saat kita bersama, tertawa dan berbagi cerita bersama. Tetapi jika saja saat itu kau tidak memaksaku, mungkin saat ini aku masih bersamamu. Tetapi hatiku kini sudah milik Hyun Seung. Aku mencintainya dan aku tidak bisa meninggalkannya. Tolong, jangan harapkan aku untuk mencintaimu lagi, Jong-ie.” Soo Yun terdiam sesaat lalu berbicara lagi, ”Jong-ie, lupakan aku.”

“DEG!”

Hati Jeong Min serasa di cabik-cabik setelah Soo Yun mengucapkan kata terakhir itu. Apa ? Melupakannya ? Bagaimana bisa ia melupakan Soo Yun sementara gadis itu masih menghantui di setiap hari-harinya. Dengan sangat terpaksa ia harus menerima kenyataan itu.

Jeong Min tersenyum lirih. ”Begitukah ? Baiklah. Tapi biarkan kali ini aku memelukmu sekali saja. Anggap saja pertemuan terakhir antara kau dan aku. Please.”

Sooyun hanya mengangguk. Diciumnya aroma tubuh Soo Yun yang semakin membuatnya terbuai dan melupakan rasa sakitnya. Yah, sebelum ia merelakan gadis itu. Seandainya saja ini mimpi, mungkin Jeong Min tidak ingin untuk terbangun dari mimpi itu. Dan biarkan Jeong Min mengejar Soo Yun dimimpinya itu.

There are so many things you don’t know about me, but I’m certainly hoping you know one thing. How much I love you.

‘Hyun Seung, Someday you’ll regret it. Karena kau sudah merebut apa yang telah menjadi milikku dulu. I promise, I’ll take her from you.’

Soo Yun membalas pelukannya tanpa mengetahui seseorang sedang memperhatikannya dengan segenap perasaan cemburu yang membakar hatinya.

 

****

 

Hyun seung memarkirkan mobilnya di parkiran mobil. Ia sudah menunggu Soo Yun ketika ia sampai di parkiran mobil itu, kemudian membuka flap ponselnya untuk menghubungi Soo Yun.

Tetapi setelah heran melihat Soo Yun berdiri dan membelakangi sedikit jauh dari Hyun Seung, ia langsung mematikan tombol merah di ponselnya dan mengalihkan perhatiannya kepada Soo Yun.

Hyun Seung tersenyum menggenggam buket bunga mawar yang sudah disiapkannya untuk Soo Yun dengan erat. Hyun Seung ingin menghampirinya, tetapi langkahnya terhenti begitu melihat pria yang memeluk Soo Yun dari pandangannya.

Tangannya gemetaran masih menggenggam mawar itu erat. Namun berbeda kali ini. Ia menggenggam bunganya terlalu erat sehingga menghancurkan keping-keping kelopaknya. Ia terlalu marah, kesal semuanya bercampur di benaknya.

Ketika samar-samar ia melihat sosok Jeong Min yang memeluk Soo Yun, senyumnya hilang seketika. Hyun Seung begitu terkerjut ketika ia kira Soo Yun sendiri dan sedang menunggunya. Namun tidak hanya Soo Yun yang sendirian melainkan Jeong Min juga ada disitu. Ia tertegun melihat gadis itu berada di pelukan pria yang salah. Kenapa ? Apakah gadis itu kini berpaling darinya ? Lalu bagaimana dengan ingatan-ingatan ketika Hyun Seung dan Soo Yun bersama seakan dunia tidak ingin memisahkan mereka ? Gadis itu juga membalas pelukan Hyun dan benar-benar tidak ingin untuk melepasnya.

I am really disappointed.

Plup. Air mata terjatuh. Ini adalah bagaimana Hyun Seung begitu sakit dan lemah ketika ia melihat pemandangan itu. Ia benar-benar kehilangan akal sehatnya sekarang. Apakah Soo Yun berpaling padanya ? Fikiran kalut menyeruak dimana-mana. Ia benar-benar frustasi.

‘Shit!kenapa seperti ini ?’ hatinya mengeluh. Ia menitihkan air matanya lagi. Satu kali, dua kali, tiga kali hingga berkali-kali tidak bisa ia tahan dan tanpa mereka ketahui. Ia menyempatkan senyumnya di sela-sela kesedihannya. Dan tangis itu kini beralih menjadi tawa samar seolah tidak ada yang terjadi saat ini. Lalu dengan perasaan kecewa, Hyun Seung meninggalkan mereka berdua.

 

****

 

“Jeong Min. Kau tau gadis yang sedang duduk di kantin itu ?” Hyun Seung berbicara dengan berseri-seri sambil menatap gadis itu dari jarak jauh.

Jeong Min menatap Hyun Seung dengan bimbang. ”Ah,itu. Dia Han Soo Yun. Seangkatan dengan kita cuman beda kelas. Kenapa ? jangan-jangan kau menyukainya ?” selidik Jeong Min kepada sahabatnya ini dengan was-was.

Hyun Seung tertawa ceria. ”Ya, kau benar. Bahkan ingin memilikinya.” Hyun Seung berbicara tanpa membuyarkan tatapannya dari Soo Yun.

“Ah, sudah kuduga.”

 

****

 

Jeong Min’s Point Of View

 

“Han-nie! dengarkan aku dulu!.” aku berteriak dengan lantang di tengah lorong itu. Hap. Lalu aku menarik tangan Soo Yun dengan kasar.

Soo Yun berbalik dengan kasar. “Aku tidak mau Jeong Min ! Kenapa kau terus memaksa ku  ?!“

“Dengar aku. Dia membutuhkanmu, sekali saja aku ingin melihatnya bahagia. Aku juga ingin menjaga perasaannya. Aku tidak ingin melihatnya kecewa jika dia tahu kalau kau adalah pacarku.” pinta ku dengan memelas.

Aku  bisa melihat jelas jika mata gadis itu mulai berkaca-kaca dan Soo Yun juga mendecak sebal. ”Lalu bagaimana dengan aku ? Apa kau pernah memikirkan ku ? Apakah kau tau perasaanku ? Dengar! Aku mencintaimu dan aku tidak mencintai Hyun Seung! Kau tahu itu, lalu kenapa masih memaksa ku untuk menjadi pacarnya !?” tubuh Soo Yun bergetar hebat saat mengucapkan kalimat itu. Yah, ia menangis.

Aku menariknya kedalam kepelukanku. Kupejamkan mataku, mencoba merasakan apa yang ia rasakan saat ini. Tangisnya bagiku adalah suatu pukulan terberat yang mampu menghancurkan pikiranku.

“Ku mohon. Kali ini saja, kabulkan permintaanku.”

Aku merasa bahwa ia sedang memukul-mukul dadaku saat ini. Ia menangis lagi seolah tidak terima.

“Kau jahat! Kau pria yang jahat! Kau hanya memikirkan dirimu saja! Kau tidak memikirkan bagaimana aku, Jong-ie. Kau jahat. Hiks.”

Dapatkah aku menghentikan tangisnya ? Apakah aku mampu menghangatkannya dan membuatnya kembali tersenyum ? Maafkan aku Han-nie. Maafkan aku.

 

****

 

“Duaak!”

Hyun Seung meninju wajah Jeong Min dengan kesal. Jeong Min tersungkur ke aspal loteng sekolah itu. Darah segar mengalir dari hidungnya.

”Apa kau juga menyukai Han-nie ? Eoh !? Jawab aku Jeong Min !” teriak Hyun Seung  tidak sabaran sambil mencengkram kerah seragam Jeong Min dengan kencang.

Ia tidak tahu yang sebenarnya. Jeong Min memegangi wajah lebamnya akibat pukulan Hyun Seung sebelum akhirnya ia akan menatap Hyun Seung.

Jeong Min tertawa sinis. ”Ya, memangnya kenapa ? Kau akan marah padaku ?”

“Duaak! Duaak! Duaak!”

Berkali-kali Hyun Seung memukul wajah Jeong Min hingga memar dimana-mana.

“Kau! Dia gadisku ! dengar! jangan coba-coba mendekatinya atau kau akan mati ! Bertahun-tahun kita bersama, begini kah kau kepadaku !? Kau menghianatiku ? Eoh !? Sudah cukup aku mengenalmu, dan mulai sekarang jangan kau anggap aku temanmu lagi. Ingat itu!” Hyun Seung benar-benar marah saat itu lalu melepaskan cengkramannya dengan kasar.

“Stay away from her !”

Jeong Min hanya merintih kesakitan sambil memegangi lebam lukanya. ”Kau tidak tahu jika aku merelakannya demi mu. Demi persahabatan.” ujarnya lirih.

Dan saat itu pula, Jeong Min menghilang dari pandangan Soo Yun. Dan saat itu juga, tidak ada saling komunikasi antara Hyun Seung dengan Jeong Min. Tidak seperti dulu sebelum mereka mengenal cinta.

 

****

 

19.00. Semilir angin terasa begitu sangat menusuk tulang rusuk Soo Yun sekalipun memakai jaket Soo Yun masih tetap kedinginan. Hari ini Hyun Seung terlihat aneh, ia diam tanpa mau berbicara pada Soo Yun. Bahkan membiarkan kekasihnya ini kedinginan begitu saja. Padahal cuaca sedang tidak bagus dan sebentar lagi akan terjadi hujan lebat menurut perkiraan Soo Yun.

Han Soo Yun tersenyum tipis lalu menyentuh lengan Hyun Seung. ”Hyun-nie, Kau kenapa ? Kau ingin bicara apa padaku ?” tanya Soo Yun perlahan.

Tes. Rintik-rintik air hujan mulai terasa membasahi kepala Soo Yun. Kemudian ia menoleh kepada Hyun Seung. ”Chagi, kita pindah tempat saja yuk. Mau hujan.” ujarnya ingin beranjak dari bukit danau itu,namun tangan Hyun Seung sudah duluan mencegahnya untuk tidak pergi.

“Tidak disini saja, aku hanya akan berbicara sebentar.” ujarnya datar.

Soo Yun mengerucutkan bibirnya lalu menutupi kepalanya dengan tangannya. “Tapi kan, ini..”

“Aku bilang disini!” bentak Hyun Seung dengan sedikit kasar.

“DEG!”

Jantung Soo Yun berdegub tidak karuan. Ada apa ini ? tidak biasanya Hyun Seung berlaku aneh seperti ini. Apalagi membentaknya.

Soo Yun tersenyum kecil. ”Baiklah, ada apa Hyun-nie ?”

Hyun Seung masih tidak ingin menatapnya, bahkan kali ini ia hanya melirik gadis itu saja. Akhirnya Hyun Seung menarik napas dalam-dalam sebelum ia akan mengucapkan suatu kata. Kini Hyun Seung menatap mata Soo Yun, tetapi matanya terlihat berbeda. Ketika Hyun Seung memandang Soo Yun, tatapan itu tidak seperti tatapan yang penuh kecerian seperti biasanya. Sangat berbeda dan tidak pernah Soo Yun kenal.

“Kita akhiri..”

Ketika Hyun Seung mengucapkan kalimat itu, hujan pun juga turun dengan sangat deras. Tetapi, Soo Yun sudah tidak memperdulikan hujan yang terlanjur membasahi tubuhnya. Ia hanya memperdulikan apa maksud kata dari Hyun Seung itu ? Soo Yun mengerjap-ngerjapkan matanya tidak percaya. Mungkin ia salah dengar. ”Apa ?”

”Kita akhiri, hubungan ini. Lebih baik kita akhiri..”

Jadi Soo Yun tidak salah dengar. Ia benar-benar tidak percaya dengan semua ini. Dengan semua kenyataan ini. Ya tuhan. Apa yang harus kulakukan ?.pintanya tidak percaya. Soo Yun membekap mulutnya dengan tangannya. Ia hanya tidak percaya dengan semua ini.

“A-apa ?” tanya nya lagi tidak yakin. Suaranya lebih rendah dari yang sebelumnya. Kerongkongan mencekatnya agar ia menangis. Soo Yun ingin mengulangnya agar ia tahu bahwa pendengarannya lah yang rusak. Lebih baik seperti itu. Jangan, jangan. Aku tidak ingin berpisah dengannya.

“Kurasa kau sudah tahu, Soo Yun-ah.” katanya tersenyum tipis. Bahkan ketika cara Hyun Seung memanggil namanya, Soo Yun benar-benar terkejut.

”Anggap saja ini pertemuan terakhir kita. Jaga dirimu. Selamat tinggal.” Hyun Seung menunduk tidak ingin melihat Soo Yun yang menangis di tengah hujan yang membasahi mereka berdua. Sebab, jika Hyun Seung melihatnya ia akan terpaku disana dan tidak akan membiarkan gadis itu menangis. Ia justru membalikkan badannya lalu berjalan perlahan. Keringat dingin, air hujan dan air mata Hyun Seung sudah bercampur di tubuhnya juga wajahnya.Ia juga sakit, tapi ia tidak ingin bertambah sakit. Mungkin jalan satu-satunya adalah mengakhiri ini semua.

“Hyun Seung bodoh !! Kenapa ? Kenapa ? Apa salahku !? bodoh! bodoh!” ucap Soo Yun terisak kencang. Tubuhnya terjatuh lemas di tanah basah itu. Bergetar hebat dalam kegelapan. Kali ini tangisannya tidak bisa ia tahan. Rembulan pun enggan memancarkan silau seperti biasanya. Hyun Seung tahu saat itu Sooyun menangis, tetapi ia juga tahu ia tidak mungkin kembali kepadanya.

“Hyun Seung !” Soo Yun berteriak meneriaki namanya. Membuat diri Hyun Seung terpaksa berhenti. “I never imagine that our story doesn’t have a good ending.”

Hyun Seung memberhentikan langkah kakinya, ia menahan napas dengan berat. Sama seperti dengan hatinya. “Soo Yun. I know.. you stil love him.” Hyun Seung berusaha menguatkan hatinya lalu melanjutkan berjalan tanpa memperdulikan Soo Yun yang masih menangis lantang. Ia harus merelakan gadis itu.

Tenggorokan Soo Yun tercekat. Apa yang di maksud Hyun Seung adalah Jeong Min ? Tetapi kenapa ia bisa berkata seperti itu.

“Who ? who do you mean ?”

Hyun Seung memberhentikan langkahnya sejenak. Lalu tersenyum tipis tanpa mau berbalik melihat gadis itu. “I think you know it.” Lalu ia berjalan dan menglihang seketika.

Soo Yun terduduk lemas. Hatinya sangat sakit. Air mata menyedihkan itu kembali mengalir di pipinya bercampur dengan hujan deras yang enggan menghentikan airnya. Tubuh Soo Yun bergetar hebat dengan tangan yang bertumpu di mulutnya. Hatinya hancur. Begitu menusuknya sampai ia sendiripun gentar pada fikiran yang menyergapnya.

Air mata kedua insan itu mengalir dengan arah yang berlawanan. Melalui tubuh dan bibir yang sama bergetarnya. Mereka menangisi takdir dan kenyataan yang tidak bisa mereka terima. Apakah tadir mempermainkan mereka ? cinta yang sangat menyedihkan dan hati juga hancur. Soo Yun tidak menyangka bahwa malam itu adalah terakhir melihatnya, terakhir memeluknya, terakhir menciumnya. Dan kali ini perpisahan pun sudah terjadi di antara mereka berdua. Menyisakan duka yang mendalam.

Dan di danau itu, di tempat itu mereka bertemu di tempat itu mereka juga berpisah. Hujan, air mata dan tempat itu lah yang menjadi saksi bisu diantara perpisahan mereka. Hello Then Goodbye.

 

****

Soo Yun’s Point Of View

 

Mataku terpejam. Angin berhembusan di tepi jalan. Semilirnya pun terasa begitu menusuk tulang rusukku. Ku biarkan air mata ini terjatuh bebas. Mengiringi keremukan hati yang terlihat fatal lukanya.

Mengingat kejadian itu, rasanya sakit sekali. Ah, Aku memang tidak mau untuk mengingatnya. Tetapi pikiran ini terus menusuk hati ku agar terus mengingat masa lalu yang kelam itu. Yang membuat seluruh relung hati menjadi perih. Sesak rasanya, memang.

Segenap jiwa merintih,memohon untuk menyudahkan kesakitan ini. Tetapi segenap jiwaku juga mempertahankan membiarkan segenap jiwa itu hancur dan mati perlahan.

Aku memang tidak pernah menyesal pernah mengenal Sehun. Nyatanya aku bisa mengingat kenangan manis sewaktu bersama dia. Meskipun aku juga harus merasakan kesakitan yang mendalam akhirnya. Aku kehilangannya.. Akhirnya aku kehilangannya. Yah. Hello Then Goodbye..

Saat aku kehilangannya..

Hujan itu..

Air mata ini..

Hati ini dan Tempat itu.

Merekalah yang menjadi saksi bisu diantara perpisahan kami berdua. Aku mencintainya. Selalu mencintainya dalam keadaan apapun. Karena dimanapun Hyun Seung berada, ia akan selalu tinggal di hatiku. Aku percaya itu.

Aku tidak pernah menyesal ditakdirkan untuk mengenalnya. Karena begitu kita mencintai seseorang, kita juga harus siap kehilangan orang itu. Karena di dunia ini tidak ada yang abadi.

Dan Akhirnya.. Terjadilah..

Di antara kami berdua,”Hello” Then “Goodbye”

 

END

 

Hahh.. akhirnya selesai jugaaa.. gimana ceritanyaa ? di coment yaa J itu nunjukin kalau kalian ninggalin jejak.

Maaf yah kalo ada kata-kata Sehun atau Kai. Karena aku nggak bener-bener ngedit ni FF. Aku hanya mengisi waktu luang saja J dan kalo ada kata-kata Hyun Seung menjadi Hyung Seung. Itu aku bener-bener keliru. Kadang-kadang lupa kalo ngebedain nama Hyun Seung dengan Hyung Seung hehehe ;D

Aku suka banget pas jeongmin bilang dalam hatinya, “She’s my beautiful pain,”

Wuaaa.. Aku ngerangkai sendiri itu looh kata-katanya. Nggak ngutip di beberapa quotes orang😀 Itu kayaknya si JeongMin bicara dengan makna mendalam yaah.. huhu kasian sekali Jeongmin.. Tapi kenapa aku jadi ngebayangin itu tuh Kai yah ? Soalnya aku juga EXOTIC😀

Aku juga pas Soo Yun bilang ke Hyun Seung “Kau adalah aku. Aku adalah Kau. Dan cinta adalah kita.” Itu serasaa so sweet banget kata-kata😀 itu aku juga bikin sendiri😀 hehehe

There are so many things you don’t know about me, but I’m certainly hoping you know one thing. How much I love you.

“Stay away from her !”

“I never imagine that our story doesn’t have a good ending.”

Aku juga suka kata-kata yang itu😀 Gimana gituu..

“Soo Yun. I know.. you stil love him.”

Pas dibagian ini. Aku merasa kalo di posisi Soo Yun itu. Pasti sakit banget. Dan Hyun Seung bener-bener mendalam ngucapin kata-kata itu. Daebak deh pokoknya !😀

‘Hyun Seung, someday you’ll regret it. Karena kau sudah merebut apa yang menjadi milikku dulu. I promise, I’ll take her from you.’

pas dibagian ini kok aku ngeras jeongmin jahat banget yaah.. Jeongmin kan kamu yang ngerelain Soo Yun buat Hyun Seung.. huhh gimana sih -,-

Kok jadi aku yng coment ff ku sendiri ? Yah,, lanjut amat bodo laah😀

 

 

Oh Iya .. Dan buat yg mau dapet peran di FF LOVE HATE ku coment nama korea kalian yaah J

Atau nama  jepang/china/indonesia😀 Tapi yg udah coment ingin dapet peran di LH 3 sebelumnya. Nggak usah coment yaa..

Jangan khawatir kebagian peran yang gak penting, aku ngambil perannya penting semua kok. Makanya aku mau ngambil hanya 2 Karakter saja J ya emang sih, bukan pemeran utama. Tapi cukup penting lah. Silahkan di coment yang mau😀 dan jangan lupa juga yang udah baca sampe bawah HARUS COMENT ! NGGAK BOLEH NGGAK !😀 okeey

yang punya instagram temenan yuk sama aku at nandilasofara

facebook Nandila Sofara

Twitter @Han_SooYun

Line : Dilaaa…

 

gomawo ..

Don’t  be silent

DON’T BE A PLAGIATOR

DON’T BASH

 

Kamsahamnida For readers.. Ppyong😀

This entry was posted by boyfriendindo.

9 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Hello Then Goodbye Boyfriend Ver

  1. Thor, cuma ngasih saran. Harusnya kan ada bagian2 yg ditulis/ditandai “Flashback” dgn jelas. Td aku agak bingung bacanya. But, keseluruhan udah bagus kok thor

    Ditunggu loh Love hate’nya :-):-D

    • waah begitu yaah ? abis aku baca di novel2 dia hanya ngasih tanda baca miring doang. aku kira itu juga trmasuk dalam kilas balik🙂
      makasih yaa.. udah mau kritik.. semoga kedepannya lebih baik.. hehehe😀

      iya nih.. Love Hatenya belum selesai aku ketik, aku lagi sakit soalnya u.u

  2. cuma comment daebak😀
    q mau ngasih saran tp dah diduluin T.T, LH.a jng lama” ne… cuz i’m waiting for that ^.^

  3. Hyunseong. Hyunseong. Oh Hyunseong >//<

    Di tunggu karya yg lainnya🙂 yg LH juga ditunggu..
    Mau sih jadi SC di LH itu ._. Kkk~

  4. Ceritanya keren thor *_* aku suka. Bener deh..
    So sweet So sweet gimana gitu >//<

    Di tunggu karya yg lainnya🙂 yg LH juga ditunggu..
    Mau sih jadi SC di LH itu ._. Kkk~

  5. Maaf thor kalo ga ninggalin jejak. Abis kemarin kuotanya nanggung. Hehe..

    Daebak author. Ceritanya sedih. Tp kok ada typo nya?

    Tp seluruh ceritanya bagus. Agak ngebingungin sih. Tp Daebak AUTHOOOR ><

    kyaaa.. Seandainya aku sm minuppa TT^TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: