[FANFICT/FREELANCE] Don’t Touch My Girl

Title 
: Don’t Touch My Girl
Author   : Minwoolf
Genre         : Romance, Life
Rating          : G
Type   : One Shoot
Main Casts      
: ~ No Minwoo

  ~ Shin Yeonchae (OC)

Disclaimer :

No Minwoo adalah milik Tuhan, dirinya sendiri, orangtua, dan Starshipent,  serta Ullailly. Shin Yeonchae adalah OC milik saya, alur/plot, idecerita, adalah juga milik saya. Ide dibuat dengan imajinasi author sendiri tanpa bantuan oranglain. FF ini hanya saya publish di blog pribadi (snowpinkku.wordpress.com) dan BF Fanfiction. Jika kalian menemukan FF yang serupa dengan ini ditempat lain maka itu adalah bentuk plagiarism.

A/N :

Terimakasih kepada admin yang sudah mempost ^^/~. Reader harap meninggalkan komentar setelah membaca, segala bentuk komentar diterima meski hanya satu titik (.) dengan tanda tanya (?)

 Errr~ bisakah kita mulai sekarang? ^^ Hehe

 —[Start]—

 Aku memutar knop pintu ruang musik dengan membawa kantung plastik yang berisi milkshake chocolate untuk Yeonchae dan aku. Hari ini Yeonchae mendapat tugas dari Shil Seonsaem untuk membuat naskah drama yang akan digunakan anak-anak kelas teater, dan aku menemai Yeonchae hari ini. Menyenangkan bukan? Akhirnya kami bisa memiliki waktu untuk bersama

Dan menyenangkannya lagi Yeonchae sendiri yang memintaku untuk menemaninya. Tumben sekali, biasanya dia menghindariku.

Ketika aku membuka pintu, kosong, dia tidak ada disini. Kemana anak itu?

“Shin Yeonchae?” aku mencarinya ke kanan dan ke kiri, tidak ada. Kemana anak ini?

Drrrt .. ddrt …

Sebuah panggilan masuk ke ponselku.

[BaboYeon Calling ~]

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo? Ya, neo eoddiga?” tanyaku.

“Aku bosan diruag musik, aku pindah keruang teater.” Jawabnya santai. Aku mendengar suara keyboard yang diketik. Dia berbicara sambil membiarkan telepon lagi, maksudku tanpa memegang ponselnya. Ish .. padahalkan aku yang menelpon apakah dia tidak bisa perhatian sedikit?

Jadi … dia berlajan ke ruang teater selama aku pergi? Ah, ruang teater kan cukup jauh dari sini.

“Baiklah aku akan kesana. Kau tunggu aku dan jangan pergi,” Aku menutup ponsel dan berbalik pergi untuk menemui Yeonchae diruang teather.

Sekitar kurang 2 ruangan lagi aku sampai diruang teather, tiba-tiba saja ponselku kembali bergetar.

“Yeoboseyo?”

“Minwoo … apakah kau sudah sampai?” Aku melihat layar ponsel, Yeonchae menelpon lagi.

“Tidak, masih jauh.” Jawabku bohong, aku ingin mengejutkannya sekali-kali. Ahahaha. Ide evilku muncul dengan tiba-tiba. Pasti menyenangkan.

“Jincha? Apakah masih jauh? Er~ kalau begitu, pergilah ke kantin.Arraseo? Aku pindah kemari karena kau terlalu lama, aku ingin ganti suasana lagi.”

“Ne?!”

Apa? Dia pindah lagi?

Aku menuju ke teather sudah dengan berlari, terlalu lama apanya? Sebenarnya lariku yang lambat atau yeonchae yang terlalu cepat?

“Bukankah jarak kantin dengan ruang teather hanya 2 ruangan? Berbeloklah ke kiri. Ookee?”

Sekarang aku menyesal berbohong, “Arraseo.”

Aku mundur beberapa langkah untuk berbelok ke kiri agar bisa ke kantin, sementara disamping kanan ku adalah lapangan olahraga.

Tunggu! Ditempat dudukkan sana, aku seperti melihat ….

“Kena kau!” gumamku.

Dengan hati-hati aku berjalan menuju ke Yeonchae. Ternyata dia berbohong, dia tidak sedang berada dikantin tetapi disana, ditempat duduk untuk siswa-siswi jika melihat pertandingan olah raga.

Hahaha, aku akan benar-benar mengagetinya sekarang.

Aku berlari tanpa suara, aku akan mengsgetinya dari belakang. Dasar Shin Yeonchae!

*

Sekarang aku sudah berada dibelakangnya, mengintip apa yang dia lakukan.

Mwo? Dia tidak mengetik? Seperti tidak sedang menulis naskah. Batinku.

Aku lebih berdiri, untuk melihatnya.

Eung?

Dia membuka youtube? Untuk apa? Aigho aigho, itu videoklip kami.

Yeonchae mengambil headsetnya dan mulai mendengarkan. Ah ~ aku puny aide. Aku akan duduk ditempat duduk yang satu kali lebih tinggi darinya.

Yeonchae tidak mendengarku, tidak akan. Aku sudah tahu kebiasaan gadis yg suka mengkuncir kuda ini, jika dia terfokus pada satu hal maka hal yg lain akan blur. Tidak dihiraukan

Aku tersenyum geli. Dia meihat videoklip ini, kenapa? Kalian tahu, MV kami yg keren itu ~ tahu?

Yang mana?

Ahya aku lupa, semua videoklip kami memang keren. Ini, Yeonchae sedang melihat ‘Don’t Touch My Girl’.

“Hmpfh.” Aku menahan tawaku. Ekspressinya benar-benar lucu ketika melihat video klip itu, sungguh. Diawalnya dia tersenyum, kemudian ketika melihat member lain beradegan dengan yeojachingu mereka, wajahnya menjadi was-was. Lihat-lihat, dahinya berkerut. Ah, lucunya.

Bibirnya menganga, sepertinya dia cemburu. Benarkah? Hhahaha saat ini dia sedang melihat adeganku dengan yeoja lawan mainku.

Saat ini bagian adegan ketika yeoja kami menghilang, dia tiba-tiba saja menarik sebuah senyum simpul.

Mwo? Hahaha. Dia sudah terlihat seperti fan.

“Hah, rasakan itu.” gumamnya. Telingaku berdiri ketika mendengar kalimat yg keluar dari mulutnya.

Apakah dia senang  melihat adegan kami kehilangan wanita itu?

“Shin Yeonchaeeee~” bisikku horror ditelinganya ketika menjelang lagu habis.

Dia menoleh kaget. “Kau disini?” tanyanya.

“Seperti yg kau lihat, aku disini,” aku melihat ke layar laptopnya dan mulai bertingkah, “Uwwah! Kau tidak mengerjakan naskah? Hya! Apa yang kau lakukan?” ketika aku mencoba mendekat ke laptopnya tiba-tiba saja Yeonchae menutup barang elektronik itu dengan cepat.

“A-a-a-anio, eobso. Aku tidak melakukan apapun.” Dia menggeleng cepat, Yeonchae melihat kantung plastik yg ku bawa, “Berikan padaku!”

“Eits, tidak! Beritahu aku apa yang kau lihat disana,” Aku mendongak menunjuk laptop dengan daguku. Kusenyembunyikan kantung plastik nya dibelakang punggung agar Yeonchae tidak meraihnya

“Tidak ada!”

“Geotjimal, kau melihat sesuatu!”

“Dimana?”

“Disana”

“A-aku melihatmu!”

“Mwo? Hahah” jawaban apa itu? “Apakah kau mencoba merayuku?” godaku.

“Ye?! Aniyo!!” sergahnya.

“Eum~~” aku mengangguk dan iseng menyanyikan part Jeongmin hyung dilagu Nae Yeoja Sondaejima, “Jakkeunmwo eottae jalbumyeon eottae gwaenchana gwaenchana kkotboda noya yeppeuda yeppeuda ~”

“YA! Hentikan!” Yeonchae mmukuli punggungku dengan tangannya, pukulan yang tidak sakit sama sekali.

“Ya ya ya ya, geumanhe ~ hentikan. Kau akan melukaiku jika terus memukuliku seperti itu.” Kataku sambil menahan tangannya.

Dia mendengus, “Mana milkshakeku?” pandangan matanya melewati bahuku, mengintip kantung plastik yang aku sembunyikan dibelakang punggung.

“Aku sudah menenggaknya habis!”

“Ei~ geotjimal!!” Yeonchae melepaskan tanganku dan meraih milkshakenya.

Dia hanya mengambil milkshake bagiannya sendiri, lalu menyeruputnya.

“Hya, kau tidak mengambilkannya untukku?”

Yeonchae melirik, “Ish, itu sudah berada disampingmu kenapa aku harus mengambilkannya lagi?”

Aku mendengar nada aegyonya disana.

“Arraseo arraseo ..” aku meraih minumanku dan meneguknya sekali. Yeonchae menutup laptopnya dan hanya duduk disampingku sambil menghadap ke depan, melihat pemandangan lapangan olahraga yang kosong.

“Hya.” Aku menyenggolnya.

“Mwo?” dia melihatku dengan aneh.

“Kau cemburu?” tanyaku.

“Ne?! Aniyo!!”

“Kau bohong!”

“Aku tidak berbohong!”

“Apakah kau ingin tidur dengan bersandar dipundakku? Seperti adegan di music video itu? Eo?Eo?”

“Aniyo~!!!”

“Ei~~~ Ya ya ya! Shin Yeonchae! Jangan pergi! Tunggu aku!! Ya!”

Aku mengejarnya. Dia terus berlari.

Dalam hati aku tertawa geli. Shin Yeonchae, aku sangat  suka melihat wajah cermburumu itu. Tenang saja, No Minwoo hanya milikmu.

Aku sangat suka melihatnya cemburu, kalian tahu, wanita terlihat cantik ketika cemburu. Aku benar kan?

Ha.

—[END]—

This entry was posted by boyfriendindo.

8 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Don’t Touch My Girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: