[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Who is She? – Chapter 01

Picture1

Title 
Sorry, I Can’t… Who is She? – Chapter 01
Author   : Sonia Suryanti (@soniasuryanti)
Genre         : Romance, Tragedy, Sad Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      

: ~ No Minwoo as Kim Minwoo

  ~ Kim Ah Ri (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Member Boyfriend

Author Note    : annyeong readers yang baik hati… nih author punya FF baru.. oh ya, tiap partnya ada judul masing-masing ya…

 don’t forget to comment.. Don’t be silent..!!

KIM Ah Ri’s POV

Annyeong,,, naneun Kim Ah Ri – imnida. Aku adalah seorang siswi kelas 2 di SMA Seoul Performing Art School. Yap, ini adalah sekolah music yang terkenal di Seoul. Aku adalah seorang anak yang masih memiliki orang tua utuh, dan aku juga memiliki seorang Namsaeng, apa kalian ingin kenalan dengannya? Jika kalian tau itu siapa kalian akan merasa iri padaku, dia memang memiliki wajah boyband, tapi aku berani jamin, dia tidak oplas, kalian bisa percaya padaku. Hahah.. sudah, aku ingin kalian merasakan penasaran sejenak, *evil laugh*. Dan rahasia ini tak akan bertahan lama karena adik ku sendiri yang akan membocorkannya, dia memang suka bicara ngasal, tapi setiap yang di katakannya semua dapat dipercaya alias tulus dari hatinya.

“Noona!!!” teriak Namsaengku itu sambil mendayung sepedanya mendahului sepedaku.

“iiss,,, ara! Mentang- mentang baru masuk,! Eh, adik kelas harus sopan sama kakak kelasnya.” Balasku sewot. WELL.. ya dia memang mengikuti jejakku untuk masuk ke sekolah ini. Sekarang dia baru kelas 1, *eh, readers, jangan gara-gara baca cerita ini, kalian pada merengek pada orang tua kalian untuk masuk ke sekolah ini juga, karena penasaran siapa adik dari Kim Ah Ri.* 

“kalau kakak kelas nya kayak noona, itu pantesnya bukan di sopanin, tapi di godain. Wkawkawkawkawka..”, ledek namsaengku padaku, diiringi dengan sepedanya yang makin jauh dari hadapanku, aku juga ga mau kalah dunks, aku juga mengejar sepedanya, dan pada akhirnya aku juga yang menang, mau sekencang apapun dia berlari dengan sepedanya, tetap saja aku lah pemenangnya.

“Noona, bisakah kau membiarkan aku menang walau hanya sekali?” rengek nya setelah selesai memarkirkan sepedanya. Aku hanya menyuekinya dan berjalan seakan tidak ada orang yang sedang mengoceh karena kekalahan nya.

KRINGGGG….

“apa kau akan terus merengek padaku?” aku membuka mulutku, dan memberi kode padanya untuk segera melihat papan yang ada di pintu kelas. 2-1.

“ya, kalau perlu sampai teman-teman mu tahu…” balasnya.

“yah, murid baru, anak ingusan, aku memaklumimu karena kau masih baru, tapi perlu ku ingat kan satu hal.” Kata ku dan kembali memberi kode untuk segera mendekatkan telinganya.

Kwangmin’s POV

“apa itu suara belnya?” pikirku dalam hati. Sepertinya memang itu suara belnya, melihat para siswa dan siswi di situ pada berlarian untuk memasuki gedung mewah itu.

“apa kau murid baru pindahan dari,, mm.. maaf saya lupa ,, kau dari mana?” sapa seorang guru aneh itu padaku. Dia udah tau aku murid pindahan tapi dia malah ga tau aku dari mana, DASAR!.  Memang nya ada berapa murid dalam satu hari?. Cih…

“Amerika, saem.!” Ketus ku.

“oh iya, amerika, apa tidak salah?bukan nya Utopia? Atau Palestina? Iran? Arab? Papua Nugini? Bukan yang dari Mexico? Afrika?” katanya pada ku sambil mengingat seluruh negara di dunia ini.

“Saem, saya dari Amerika bukan dari mana-mana, memangnya ada siswa atau siswi yang baru pindah juga hari ini yang dari semua negara yang saem sebut?” tanya ku.

“mm.. aku rasa tidak, kamu satu-satunya siswa pindahan tahun ini.” Jawab saem itu…

Iiss,, ini guru kok aneh banget. Kalau aku satu-satunya , ngapain dia menyebutkan semua negara itu? “jadi kenapa kau menanyakan padaku semua negara itu?”

“karena itu negara yang tak ingin ku datangi.” Jawab nya simple.

“mwo?” aku membulatkan mataku  yang memang sudah bulat. YES, sepertinya aku salah memilih sekolah, dasar isangeun saem.

“sudah dari pada membicarakan negara itu, lebih baik aku segera mengantarmu pada kepsek.” Ajaknya. Sambil menarik tanganku, seperti aku adalah WANTED yang dicari selama ini.

“siapa yang ingin membicarakan negara itu, dasar GG!” bisikku sedikit keras dan mungkin dia mendengar.

“apa kau bilang ? apa GG?” bentaknya.

“ne?! GG? Oh.. maksud ku Girls Generation,  Saem.”kataku, sepertinya  Aku belajar ngeles nih di korea.

“haha,, aku memang seorang SONE.. kau memang siswa yang gampang beradaptasi, aku sering menonton konser mereka, apa kau ingin ikut?” ajaknya lagi.

“sekarang?”

“ya sekarang!”

“jadi kapan jumpa dengan kepala sekolahnya?”

“sekarang juga lah..”

“tapi kau ingin mengajak ku ke konser SNSD, sekarang. Kan tidak bisa kita pergi ke tempat berbeda dalam waktu yang sama.”

“kan waktunya beda? aku bilang kita ke konser sekarang, tapi ke kepseknya sekarang juga.”

Wah, jika aku teruskan bisa-bisa aku yang gila. “jadi intinya kita kemana sekarang?”

“ke konser lah..”

“jadi ke kepsek.?”

“sekarang juga, khaja!”

Ternyata bedanya Cuma di sekarang dan sekarang juga.. dasar GG=Guru Gila. Ku akui aku juga ikutan stres jika bertemu dengan GG ini lagi.

Author’s POV

Keadaan sore menjelang malam hari di kediaman keluarga Kim.

“aku pulang!” kata Ah Ri sambil membuka sepatu dan berjalan cepat ke kamar nya.

“aku pulang! Noona, chamkaman!” teriak namsaeng Ah Ri sambil mengejar kakaknya itu.

“ada apa dengan kalian berdua?”

“ini urusan kami Eomma.” Jawab namsaeng Ah Ri.

“ya sudah selesaikan urusan kalian dulu, sesudah itu turun dan makan malam bersama.”

“ne! Eomma!”

Sampai di kamar Ah Ri.

“Noona! Kau tega sekali!”

“mwo? Tega kau bilang? Kau yang salah siapa suruh ngekor ajah kerjamu.”

Flashback MODE ON

“ya, kalau perlu sampai teman-teman mu tahu…” balasnya.

“yah, murid baru, anak ingusan, aku memaklumimu karena kau masih baru, tapi perlu ku ingat kan satu hal.” Kata ku dan kembali memberi kode untuk segera mendekatkan telinganya. “di sekolah baru mu ini, ada satu peraturan, jika kau terlambat memasuki kelas mu, kau harus mengelilingi lapangan sekolah ini dengan kondisi tubuh telanjang dada.” Bisik Ah RI untuk mengelabui adik polosnya itu. Dia langsung berlari sekencang-kencangnya meninggalkan noonanya itu. ‘hahha,, dia masih sepolos yang dulu.’

“tunggu, sebentar” namsaeng Ah Ri itu tersadar dan mengganti lari kudanya menjadi jalan siput dan berfikir ‘noona, tidak mengerjaiku lagikan?’

“cogiyo?” sapa nya.

“ne?”

“apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?”

“ne, malseumhaseyo.”

“apa hukuman bagi murid yang terlambat masuk kelas?”

“sepertinya tidak ada, itu tergantung dari guru yang kamu temui di kelas,dan terserah pada guru itu, kau mau di apakan, tapi kalau terlambat masuk ke gerbang sekolah kau akan disuruh menyapu halaman sekolah, kamar mandi, dan kawan-kawannya.” Jelas yeoja berkuncir sambil menatap namja aneh yang menanyakan pertanyaan bodoh padanya.

“gumapsimnida.” Kata namja itu dan pergi.

‘noona, awas kau!. Bodoh sekali kau *TIT* sensor karna readers harus penasaran dulu siapa namsaeng  Ah Ri* sudah kesekian kalinya kau di bodohi noona mu itu.!’

“NOONAAAAAAAAAAAAAAA!” teriak Namsaeng Ah Ri sampai gedung sekolah ikutan berguncang. Ah Ri merasakan guncangan yang menandakan adiknya telah sadar bahwa dia telah dikerjain oleh Ah Ri, dan Ah Ri hanya tersenyum bangga…

Flash Back MODE OFF

“bbhuuuaaahahahahhaha…” tawa Ah Ri meledak ketika mengingat tingkah polos adiknya. Dan sekarang namsaeng nya itu hanya tertunduk malu.

Setelah selesai tertawa Ah Ri mulai membuka suara, “Mian, hehe”

“Noona, kau..iissshh..” kesalnya.

“kau aneh lah, masa hanya di bilang telanjang dada kau langsung lari.”

“Noona kan tahu…”

“tahu , aku  malu ABS ku  kelihatan dan yeoja yang melihatku  ber-ABS menyukaiku karena ABSku , bukankarena  aku apa adanya.” Kata Ah Ri sambil meniru gaya bicara namsaengnya. Ah Ri sampai hapal dengan jawaban adiknya itu.

“noona, berhenti mengejekku.” Keluh namsaeng Ah Ri itu.

“Sudahlah, aku ingin mandi dan makan malam, sebaiknya kau keluar.”

“shireo! Kau harus meminta maaf.!”

“naega wae neohantae mianhadago?”

“semua yang kau lakukan hari ini terhadapku.”

“shireo…”

“yasudah aku tidak mau keluar.”

“okeh..” kataku sambil membuka kemeja seragamku.

“Noona, kau mau apa?”

“mau buka baju terus mandi, wae?”

“disini?”

“ya. Wae?” sambil tersenyum licik dan membuka kancing ke-dua kemejaku.

“tunggu! Aku keluar!”

DUG

Suara pintu tertutup dari luar sedikit membanting itu membuat Ah Ri cekikikan sendiri.

‘dasar namsaeng babo!’

2 hal yang namsaeng Ah Ri tidak sukai :

1.    Di suruh telanjang dada di depan umum.

2.    Dia tidak mau melihat wanita yang sedang membuka auratnya di depan dia.

.

.

.

Di ruang makan keluarga Kim.

“CHALMOGOKHESIMNIDA!!!” kata seluruh keluarga itu bersamaan.

“bagaimana hari pertamamu?”

“bila di bilang permulaan sih cukup bagus appa, jika saja bukan karena kakak kelas yang iseng mengerjaiku tadi, ku rasa ini hari terbaik di dunia.”

“kakak kelas?” tanya eomma heran sambil melihat ke arah Ah Ri yang melahap makanan nya sambil cekikikan sendiri..

“pasti dia lagi.”

“ tentu appa, siapa lagi kakak kelas yang iseng selain dia? Ah?”

“hahaha, sudahlah, pasti kau jadi bahan rebutan di sekolah la ya?”

“pasti lah eomma, Kim Min Woo gitu loh..” *tuh kan readers, dia sendiri yang bocorin siapa namanya. Hahaha..*

“Cih!” ledek Ah Ri.

“yee.. ada yang sewot, harus nya kau beruntung noona, punya adik tampan sepertiku..”

“bbuuaahhahha… apa aku tidak salah dengar?”

“ani.”

“ya ya ya, kau memang tampan adikku, sampai-samapi aku berfikir jika kau bukan adik ku, aku juga akan membuatmu jadi pacarku! Hahaha…”

“hahahhaa” mereka tertawa bersama-sama, kecuali Mrs. Kim yang terdiam saat Ah Ri mengatakan itu.

KRING.. bel pulang berbunyi..

“Aku ingin latihan untuk ujian besok. Kau pulang deluan saja.” Kata Ah Ri pada adiknya

“shireo, aku ingin pulang bersamamu noona.”

“ya sudah, tunggu lah disini atau kau mau ikut latihan bersamaku?”

“aku ikut latihan, sekalian nambah ilmu juga.”

Mereka berdua menari dengan iringan lagu-lagu yang mereka suka, sehingga mereka berdua tak sadar sekarang sudah jam 07.00 WIB.

“Noona, kita makan di luar yuk?”

“ayo, aku punya tempat bagus. Tapi kau yang mengabari eomma kalau kita makan di luar.”jawab Ah Ri.

.

.

.

Di apartemen Kwangmin sekitar pukul 06.30 WIB.

“ne? Eomma? Museun niri isseoyo?” sapa Kwangmin saat mengangkat telfon.

“ani, geunnyang, nae adeul bogo shipeo.”

“haha.. eomma, aku baru 3 hari di sini, kau sudah merindukanku? Ckckckck…”

“bagaimana aku tidak merindukan anak satu-satu nya yang ku punya sekarang.? Jika saja hyung mu..”

“sudahlah eomma, jangan bahas itu lagi, dia sudah bahagia sekarang, dan kitalah yang harus melihat ke depan.”

“geurae nae adeul, baik-baik di sana, jangan nakal.”

“neee…”

“oh ya, kau sudah makan malam…”

“belum eomma, ini rencananya  mau keluar beli tteopokki, oh ya eomma, aku minta di rekomendasi tempat tteopokki yang enak..”

“oh, tempat fav eomma dulu sih di sekitar Myeongdong ada tuh restaurant  tteopoki sederhana dan juga lumayan besar, tapi hanya restaurant itu yang tidak memiliki nama di situ. Dijamin bakal ketagihan buat datang ke situ lagi.”

“jinja?”

“jinja.. tapi itu kan restaurant yang ada 19 thn yg lalu. Eomma ga yakin restaurant itu masih ada. Ahhh,,, akapta.. Eomma jadi ingin kembali ke Korea.”

“ANDWAE!”

“wae?”

“Eomma kan sibuk dengan perusahaan Eomma sekarang, aku dengar ada investor baru yang ingin membantu kita untuk pembangunan cabang rumah sakit kita yang di Seoul, eomma pasti sibuk, sebaiknya jangan, nanti eomma kecape-an, eomma sekarang banyak istirahat aja, dan berfikir tentang presentasi yang dapat membuat investor baru itu untuk membantu kita..”

“kenapa kau tak ingin eomma datang? Apa kau tidak ingin melihat eomma mu ini?”

“bukan begitu Eomma, geunyang…” ‘ada yang harus ku ketahui tentang diriku.DISINI!’ lanjut Kwangmin dalam hati.

“kenapa diam?”

“mmm.. eomma,, aku hanya tidak ingin kau lelah,.. yasudah, aku lapar, nanti kalau aku menemukannya aku akan kabarin eomma, dan kalau perlu aku akan kirim pake bluetooth ke Amerika.”

“hahha… okeh eomma tunggu yah… eomma akan terus aktifin nih bluetooth, awas klo ga terkirim.”

“haahahhaa… neee… BYE!.”

“BYE!”

Di sekitar Myeongdong sekitar pukul 07.00 WIB.

Kwangmin’s POV

‘ahh.. sepertinya itu tempatnya, ternyata masih ada..’

“Ajjushi, aku pesan tteopoki nya 1 porsi jumbo.”

“ne, silahkan duduk dulu.”

“ne!”

TOK TOK TOK… terdengar suara meja tempat aku duduk di keto oleh seseorang.

“ne?!” tanyaku pada seorang siswi SMA dan melihat seragamnya sepertinya dia satu sekolah denganku. Yap, tidak salah lagi, pasti dia satu sekolah denganku.

“bisakah kami duduk di sini? Semua bangku penuh sekarang.” Pintanya dengan muka memelas dan seutas senyum di bibir kecilnya.

“ne, silahkan.”

“anjha Min Woo ya.” Printahnya pada seorang pemuda yang berseragam sama dengannya untuk duduk di depannya dan posisi kami sekarang, dia di sebelahku dan pemuda itu di depannya, karena meja ini untuk 4 orang.

“noona, tak di sangka kau tau tempat seperti ini, wah.. DAEBBAK! Sederhana sih, tp suasananya keren..” kagum Min Woo sambil melihat sekitar nya, memang ini restaurant tteopoki yg sederhana, tetapi, ahjusshi pemilik restaurant ini sangat bagus mengemas restaurant ini. “oh ya noona, apa kita tidak memesan?”

Pertanyaan Min Woo hanya di balas senyum tipis dari noonanya itu.

“yah! Ah Ri-yah??”sapa seorang yeoja dewasa dan di ikuti oleh Ahjussi yang ga lain dan ga bukan adalah Ahjussi yang menerima pesananku tadi.

“ne! Ahjusshi, eonni!” balas Ah Ri dengan senyum yang lebar, dan  memperlihatkan gigi rapi dan putih itu. Senyum yang berbeda saat dia meminta duduk di mejaku, senyum yang aku lihat sekarang lebih tulus dan mencerminkan kegembiraan dalam benaknya.

“wah,apa kabarmu?” tanya Ahjussi itu.

“sangat baik, ahjusshi, eonni. Kalian sendiri bagaimana?”jawab yeoja yang bernama Ah Ri itu.

“wah.. apa kau tidak lihat bagaimana kabar kami sekarang? Karena kau tidak bekerja di sini lagi, jadi pengunjung kita sedikit dan membuat keriputku bertambah.”

“ahjusshi, kau terlalu melebih-lebihkan, pengunjung seramai ini kau bilang sedikit? Kami saja sampai tak dapat duduk, untung saja namja ini mau mengizinkan kami untuk berbagi meja.” Kata Ah Ri itu pada Ahjussi dan Noona yang ada di sebelahnya. Jujur, aku sedikit bangga. Hehhe…

“ya sedikitlah, dulu saat kau disini, sampai ada yang ngantri tuh di luar. Sekarang? Apa ada manusia yang menunggu di luar?”

“ahjusshi, jangan membuat ku menyesal.”

“oh ternyata kau menyesal.” Sahut Ha Na eonni. “kalau begitu, bayar rasa penyesalanmu.” Sambung ajusshi.

“ne?” heran Ah Ri.

“nanti kita bicarakan itu, setelah pengunjung sudah mulai sepi. Sekarang kau bawakan dia tteoppoki 2 porsi jumbo kuadrat, palli.” Suruh paman pada putrinya itu.

“Ne, Appa!”

“Chakaman Eonni… tambah 2 porsi lagi.”

“wah, kau banyak makan ternyata ya Ah Ri.”ledek Noona itu pada Ah Ri itu.

Author’s POV

“bukan untukku, tapi untuk dia.” Kataku sambil menunjuk pada Min Woo.

“kau nakal ya Ah Ri, setelah berhenti dari sini ternyata kau sudah punya namchin.” Ledek Ha Na Eonni, belum sempat Ah Ri menjelaskan, Ha Na eonni sudah pergi mengambil tteopoki untuk mereka.

“Noona, seolma??” kata Min Woo menduga perbuatan kakaknya.

“apa yang dalam pikiranmu, itulah yang sebenarnya.”jawab Ah Ri enteng.

“jinja ya?” tanya Min Woo terkejut. “jadi selama ini kau sering pulang malam bukan karena tugas tapi bekerja di sini? Paruh waktu noona?”

“mm.. geurae.” Jawab Ah Ri, sekarang ia sedikit takut kena sembur oleh adiknya itu.

“Noona, yang benar saja, sadar akan posisimu Noona, kau itu siapa! Kau  putri tunggal dari..mmjnuhbsunkdfhuhfbch..” belum sempat melanjutkannya Ah Ri membungkam mulut Min Woo yang suka asal ngomong itu dengan ekspresi muka yang berubah dari senyum menjadi muka seorang noona yang sangat memiliki wibawa.

“Mianhaeyo!” kata Ah Ri pada Kwangmin, namja yang masih belum di kenalnya itu.“Min Woo jaga mulutmu, kau malah membuat masalah nanti nya.” Sambung Ah Ri sambil menarik tangan nya dari mulut ember Min Woo.

“ne!” kata Min Woo sambil menundukkan kepalanya.

“kita  bicara nanti dan sekarang kita menikmati makanan dulu. Setelah ini terserah kau ingin menanyakan apa pun pada ku.”

“ne!”jawab Min Woo.

“ini pesanan kalian.”kata Ha Na Eonnie sambil memberikan pesanan Ah Ri, Kwangmin, dan Min Woo bersamaan.

“ne! gumawo eonni.”

“buktikan terima kasihmu setelah selesai makan. Hehe..ingat pesan Ahjusshi mu, dia ingin berbicara dengan mu setelah ini. Okeh?”kata Ha Na Eonnie.

“ne!”

“Chalmogokesimnida!” kata Min Woo dan Ah Ri bersamaan tanpa menyadari ada sepasang mata bulat yang memperhatikan tingkah mereka berdua, membuat dia sedikit bernostalgia dengan masa kecilnya.

“MianHaeyo, silahkan makan makananmu. Apa kami membuatmu tidak selera makan?” tanya Ah Ri.

“ne?! Ahh, aniyo.” Sahut Kwangmin tersadar dari nostalgianya.

“baguslah, ayo kita makan!” kata AH Ri sambil tersenyum manis pada Kwangmin.

“Noona, liat mulutmu. Hahaha.. wah neomu kiowo…” ejek Min Woo pada Noonanya.

“yah! Mana?” tanya Ah Ri pada Min Woo sambil mengelap mulutnya dan bukannya membuat mulutnya bersih tapi malah membuat saus itu makin meluber ke sekitak mulutnya.

“Sini Noona, Paba!” kata Min Woo dan di balas oleh sodoran wajah Ah Ri sedikit mendekati Min Woo sehingga tangan Min Woo bisa menjamah mulut Ah Ri.

“Aigoo, bagaimana ini? Yeosaengku ini masih belum bisa makan tteoppoki.!” Ledek Min Woo pada Ah Ri sambil mengelap mulut Ah Ri.

“yah! NEO!”bentak Ah Ri.

“hahahhaha… ayo lanjutkan makan mu..” kata Min Woo sambil menyuap tteoppeokki ke mulut Ah Ri sampai penuh. Kelakuan mereka sekarang malah membuat sepasang bola mata yang akrab itu bukan merasa  bernostalgia, tapi merasa canggung akan kelakuan sosok yeoja dan namja yang di hadapannya, Kwangmin itu tak menyadari bahwa mereka berdua itu kakak-  beradik sebab jaman sekarang tidak ada namsaeng yang mau terlalu dekat dengan noonanya. Di tambah lagi namja Korea jaman sekarang itu suka pada yeoja yang lebih tua dari usia mereka. ‘ada apa denganku? Kenapa aku sedikit kesl melihat Yeoja yang disebut Ah Ri ini dekat dengan namja yang ada di hadapannya? Wae?’ batin Kwangmin.

.

.

.

Mereka bertiga masih di meja yang sama, tetapi Min Woo dan Ah Ri sudah menghabiskan tteoppokkinya, sedangkan namja asing di hadapannya masih setengah menghabiskan makanannya. Sebenarnya, Kwangmin sengaja untuk berlama-lama di tempat itu, karena 2 hal, 1. Dia ingin mencari tahu sesuatu. 2. Dia penasaran dengan pembicaraan Ah Ri dengan ahjusshi itu.

“Aigoo, aku lelah!” eluh Ahjusshi.

“ahjusshi, kau lelah? Sini biar aku pijat.” Tawar Ah Ri.

“ah, tidak usah, nanti kau bisa menjadikan pijitan mu alasan untuk menolak tawaranku.”

“ahjusshi!!”

“Ayo duduk di sini saja!” ajak Ha Na Eonni.

“Ne!” jawab Ah Ri sambil beranjak dari tempat duduknya dan berpindah ke meja sebelah.

“ayo kita mulai..! Aku ingin kau bekerja di sini kembali.!”

“tapi Ahjusshi, aku tidak bisa lagi. Apa kau tidak bosan melihat wajah ku selama 4 tahun berlalu lalang menjadi pekerja paruh waktu disini?”

“ani. Aku suka kau bekerja di sini. Malah aku akan lebih setuju jika kau menjadi menantuku.”

“Mwo?! ANDWAE!” kata Min Woo, perkataan Min Woo ini sama dengan batin Kwangmin yang meneriakkan kata-kata yang sama, Kwangmin juga ga ngerti kenapa batinnya bisa mengatakan itu.

“Wah, namchin Ah Ri marah Appa.”

“Mwo? Kau namchin AH Ri?”

“mm..”

“kenapa tidak menjawab?”

“Ne.! Aku Namchinnya.” Kata Min Woo karena tidak tahu mau berbuat apa, karena dia tak merelakan noonanya menikah terlalu cepat. Tunggu, readers, ada juga seseorang yang nyesek dengar pengakuan palsu Min Woo.

“Min Woo ya!” kata Ah Ri kesal, dan terdiam saat Min Woo memberi kode pada Ah Ri untuk menutup mulutnya.

“ya sudah sekarang aku hanya ingin menjadikan yeochin mu menjadi perkerja paruh waktuku lagi.”

“kalau urusan itu kau bisa bicarakan dengannya.” Jawab Min Woo. “tapi kalau jadi menantumu, aku tak rela!”sambung Min Woo tegas.

“Otte Ah RI-ya?”tanya Ahjussi.

“mm.. aku juga ingin ajusshi, tapi aku harus fokus ke ujian masuk universitas nanti.”

“eee… begini saja, kau bisa bekerja kapan pun kau mau, aku akan membayarmu 10.000 won/jam. Gimana?”

“Mwo? Bnyak sekali ahjusshi?”

“tidak apa-apa, asal pelangganku kembali lagi. Kau bisa jam berapapun yang kau mau. Nanti pada akhir bulan kita akan menjumlahkan berapa bayaran mu berdasarkan waktu kerjamu.”

“mm… Yasudah aku setuju..!”

“hahhaha.. susah juga membujuk anak ini..” kata Ahjusshi itu.

“ahjusshi, aku pulang dulu yah, ini sudah larut sekali, nanti kami di marahi oleh orang tua kami.”

“yasudah, hati-hati ya.”

.

.

.

Di luar restaurant.

“YAH!!, jangan ceritakan ini dengan appa dan eomma ya?”

“ne! Araseoyo Noona! Khaja!” kata Min Woo sambil mengayunkan sepedanya.

Saat mereka hendak pergi, “Cogiyo.!” Teriak seorang namja yang keluar bersama dengan mereka dari restaurant itu tadi. Kebetulan memang namja yang memberikan mereka meja untuk berbagi.

“ne?”jawab Ah Ri

“aku perlu sedikit bantuan.”

“bantuan apa?”

“rantai sepedaku lepas, apa kau tau dimana bengkel sepeda?”

“ngapain ke bengkel coba?”

“jadi mau kemana?”tanya Kwangmin dan hanya dibalas senyum licik Ah Ri ke Min Woo.

“Noona, hajima.!”

“qwenchana, aku ingin mencobanya, sudah lama aku tidak menangani hal seperti ini.”

“Noona, kau yeoja!”

“Sudah tenang saja aku bisa melakukannya.” Kata Ah Ri sambil menggulung kemeja nya dan melepas jas sekolahnya.

“Apa kau yang akan memperbaikinya?” tanya Kwangmin heran.

“Ne!” kata Ah Ri sambil menganggukkan kepalanya dengan lantang.

“Siap…! sekarang kau dan kami bisa pulang. Khaja Min Woo ya.!”setelah berkata seperti itu, Ah Ri dan Min Woo langsung pergi dan mengebut sepedanya meninggalkan Kwangmin sendiri.

‘She is Unique.’ Batin Kwangmin.

Keesokan harinya, tepatnya di atap sekolah.

‘SEOUL! Aku harus mulai dari mana, aku sudah ke tempat tteopokki tapi sepertinya tidak ada yang special. Tuhan tolong aku! Bantu aku, aku harus mulai dari mana?’ batin Kwangmin sambil menatap kosong dari atas atap sekolah. Tiba-tiba dia mendengar beberapa siswa naik ke atap yang sama.

“YAH! NEO! Apa kau tahu? Ji Yeon itu milikku.”teriak seorang namja yang satu angkatan dengan Min Woo, diikuti oleh 3 orang yang mungkin 2 thn di atas Min Woo.

“Ji Yeon? Itu siapa? Aku tidak mengenalnya.”jawab Min Woo polos. Tetapi saat namja yang se-angkatannya itu hendak memukulnya, salah satu dari 3 orang yang mengikutinya tadi menahan tangannya. Yang lain yang tak bukan adalah Hyungnya. Nama Hyungnya adalah Shim Hyun Seong, dan nama dia adalah Shim Jeongmin.

“kenapa kau menahanku Hyung? Dialah yang merebut yeoja incaranku, aku di tolak oleh Ji Yeon dan kau tahu? Alasannya karena Ji Yeon menyukai namja banci ini!” amarah Jeongmin meluap.

‘tunggu itu bukannya namja semalam yang ada di restaurant?’ duga Kwangmin.

“tunggu Jeongmin-ah, dia akan tahu akibatnya, sekarang kau kembali ke kelas dan duduk manis di sana, biar banci ini Hyung yang urus.” Perintah Hyun seong dan Jeongmin langsung berjalan turun ke kelasnya.

“YAH!!! Kenapa kau lakukan itu hah?”tanya Hyun Seong pada Min Woo.

“apa yang kulakukan?”

BUGH-satu tonjokkan melayang dari tangan Hyun Seong,

“masih bertanya? Yah! Anak baru, jangan kau membuat adikku marah atau sedih ya?”

“Jika masalah Ji Yeon, aku benar-benar tak salah, kan dia yang menyukaiku, aku bahkan tak mengenalnya!”

BUGH-satu lagi

“yah. Masih melawan? Dengan senior hah?” tanya Hyun Seong “Adilra.. hajar!” pintanya pada kedua temannya.

Kwangmin melangkah ke tempat Min Woo di keroyok tapi,

“YAH!!! Sunbae! Apa yang kau lakukan hah?” tanya Ah Ri agak berteriak pada Hyun Seong.

“kami melakukan apa yang harus kami lakukan lah, My Princess.”jawab Hyun Seong enteng sambil membelai rambut Ah Ri. Hyun Seong sudah menyukai Ah Ri sejak pertama kali Ah Ri masuk SMA. Tapi Ah Ri sangat tidak suka dengan sikap premannya walau Hyun seong sanga baik dalam hal menari dan menyanyi.

Karena tidak suka dengan tangan kotor Hyun seong, langsung saja Ah Ri mengeluarkan jurus Taekwondonya hanya dengan 3 pukulan, Hyun Seong sudah terkapar, siapa lagi yang bisa menaklukkan Hyun Seong kalau bukan Ah Ri.

“Khaja adilra.!” Ajak Hyun Seong sambil berusaha bangun dan mereka bertiga pergi.

“Min Woo ya! Qwenchana?”tanya Ah Ri cemas.

“Nooo…nna..aa..” kata Min Woo lalu ia jatuh pingsan.

“Yyaahh!!, Kim Min woo, jeongsin jalryeo!” teriak Ah Ri.

TBC_heheh.. comment yah..

This entry was posted by boyfriendindo.

12 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Who is She? – Chapter 01

  1. ayo lanjutin thoor…. daebak!! penasaran nih.. masih ngegantung bangeet… di tunggu chapter 2 nya… hwaiting…

    • ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮😉 ☺.. Gumawo ching.. Okeh deh author jd makin (งˆ▽ˆ)ง buat ngelanjutinnya.. Mudah2an part2 nya, dapet feel nya..

  2. Anneyoung, i’m new reader here. Seru thor, i like it. Tapi typonya bisa dikurangin sedikit gak ya? Jujur aku gak terlalu suka dengan FF yang ad typonya rasanya pengen aku ganti aja tuh kata-kata di FF itu.

    Mian this is my opinion, Oh iya Part 2nya kutunggu loh, salama kenal

  3. Anneyoung, i’m new reader here. Seru thor, i like it. Tapi typonya bisa dikurangin sedikit gak ya? Jujur aku gak terlalu suka dengan FF yang ada typonya rasanya pengen aku ganti aja tuh kata-kata di FF itu.

    Mian this is my opinion, Oh iya Part 2nya kutunggu loh, salam kenal

  4. Wwwaahhh….
    Ff’nya bener” bagus thor..
    Daebakkk..!!!
    Next chap jangan lama” ya thor. Selalu kutunggu😉😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: