[SONGFICT/FREELANCE] It’s Me

Title 
: It’s Me (나야) BoyFriend Version
Author   : Nohara03 (@MagnaeFarah)
Genre         : Romance, Fluffy
Rating          : G
Type   : One Shoot
Main Casts      
: ~ Jung Nae Mi (OC)

  ~ Noi Soo Young

  ~ Kim MinJi (OC)

  ~ Salah Satu Member Boyfriend

NB:

Annyeong haseyo, joneun Park HaRa imnida! Kali ini aku mau juga ngunjuk kemampuan nulis FF, kebetulan yg ini adalah FF ke-16 dari smua koleksiku yg gk pernah di-publish *pletakk*. Disclamer, disclaimer! Setiap OC di sini is mine, ok? Please comment, don’t bash because i’m the new author, and say no to plagiat! Jebal… Dan kalau kalian pernah liat songfic yang sama di salahsatu blog fancict super junior itu memang songfic saya karna saya juga buat versi SJ-nya juga Gomawo ^^

—Happy Reading!—

Recommended song: Sunny SNSD ft. Luna f(x) – It’s Me (OST. To The Beautiful You) (kalo perlu pake translate Indo biar nyambung ama isi lagunya)

Author POV

Ojik neobakke moreuneun geureon naya. Neomaneul saranghae jul saram baro naya. Neol mannan sesangi naegen gijeok gateun ilira, keureon geoya…” suara merdu yeoja itu mengikuti alunan lagu duet Sunny ft. Luna, It’s Me dari headsetnya.

Lagu itu sangat berkesan untuknya, bayangkanlah jika kau menjadi seorang yeoja yang sangat menginginkan seorang namja, lalu harus bersaing pula dengan ribuan yeoja yang juga menginginkan dia?

Itu menyakitkan, apalagi untuk yeoja polos dan lugu seperti dia. Masalahnya namja itu bukan namja biasa, dia namja yang paling populer di kampusnya. Tentu saja banyak yang meninginkannya.

Penghalang kesempatan untuk mendapatkan namja itu sungguh sepele, tapi yeoja itu tak bisa melewatinya–ketidakpopuleran yeoja itu dan sifat pemalunya untuk mengungkapkan perasaan. Tidak orang yang tahu -bahkan sahabatnya sendiri- kalau dia suka namja itu.

“Kau yang satu-satunya tak mengetahui kalau itu aku,” lirihnya sambil menitikkan air mata.

-o-

Yeoja itu kembali membetulkan letak kacamatanya, dia gugup. Kakinya pun gemetaran menuju rak buku “Sejarah”, untungnya dia tinggi jadi masih bisa meraih buku itu. Lorong kosong bekas singgasana buku itu membuat si yeoja bisa melihat namja idamannya di rak seberang, juga tengah memandangnya.

Namja itu tersenyum manis, menyapa si yeoja. “NaeMi-ya, sedang apa kau disini? Bukunya sudah ketemu? Kalau sudah ayo kita kembali ke kelas!” seru MinJi mengejutkan yeoja itu–Jung Nae Mi. Gagallah kesempatan NaeMi memperhatikan sang namja secara diam-diam.

~o~

3 days later…

NaeMi POV

Lagi. Aku melihat dia menyendiri di perpustakaan, tentu saja dengan PSP-nya. Tak henti-hentinya senyum di bibirku terukir. Namja itu, susah kujabarkan. Andai dia tahu aku mencintainya.

Dengan segenap keberanian yang tersisa kuhampiri dia, seseorang yang menjadi tambatan hatiku setahun terakhir ini. “Annyeong,” sapaku. Dia hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada PSP-nya. Namja ini benar-benar!

“Kenapa kau disini?” tanyanya sinis. “Ah, tadi aku mau meminjam buku, eh ternyata aku bertemu denganmu,” kilahku. Sepertinya dia tak suka aku di sini. “Ternyata kalian NaeMi-ya, Minwoo-ya! Tidakkah kalian pulang? Perpustakaan sudah mau kututup, tidak apa-apa kan kalau kalian keluar?” tanya Kim songsaenim sopan.

Akhirnya kami keluar, jarang sekali aku punya momen sangat dekat dengan Minwoo seperti ini. Tuhan, izinkan aku berlama-lama didekatnya, meski hanya bisa melihatnya di sisinya, bodohnya aku!

“Kau tidak pulang?” tanya Minwoo dengan nada sedikit melunak dari yang tadi. “A…ak…aku akan… pulang. Ya sudah, aku… pulang dulu ya. Annyeong!” kubungkukkan badan berkali-kali sebelum hendak berlari meninggalkannya.

“Chakkanman, kebetulan kau hanya sendirian di sini, lebih baik kau pulang bersamaku saja, tapi kalau kau menungguku menyelesaikan game, tak apa kan?”

Omo! Hampir saja aku pingsan. “Terserah… padamu saja, Minwoo-ya. Yang penting aku pulang denganmu!” Ah babo! Aku mengatakannya tanpa kontrol, sementara dia terkekeh. Saranghae, saranghae, saranghae, Minwoo-ya!!

~o~

2 days later…

Author POV

“Ya! Itu No Minwoo! Ya OPPAAA!!” teriak sekumpulan yeoja yang mampu memekakkan telinga. NaeMi yang melihat itu hanya mampu tersenyum, dia tak seberani yeoja-yeoja itu untuk mengungkapkan rasanya pada Minwoo.

Ah, chakkanman! Minwoo terlihat panik langsung berlari entah kemana. NaeMi tak tinggal diam, bagai kilat dia berlari menyusul Minwoo lalu membawa namja itu ke tempat aman. “NaeMi-ya?” tanyanya. “Gwenchana, aku tahu kau begitu panik. Tak ada salahnya kalau kutolong kan?” kata NaeMi enteng.

Setelah aman Minwoo keluar lalu berjalan mendahului NaeMi. “Ohya, aku lupa, terima kasih telah menolongku.” katanya dingin. Menerima itu NaeMi murung dan sedih. Namja itu tak merasa kalau NaeMi berharga dihidupnya.

~o~

Next day…

Minwoo POV

“Chagi…” panggilku pada Sooyoung. Dibaliklah punggung yang tadi membelakangiku. Sooyoung ini yeojachingu-ku yang baru pulang dari London, 6 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk menahan rindu. “Minwoo-ya, nan bogoshipeoyo!” serunya sambil memelukku, kubalas memeluknya.

“Sooyoung-ssi?” panggil seorang yeoja, aish siapa dia? Mengganggu saja! Sooyoung pun melepasku lalu menghampiri si yeoja yang memanggilnya tadi. Mwo, NaeMi? “Ah NaeMi-ya kau repot-repot saja mau menjemputku di airport, kan sudah kubilang namjachinguku akan menjemput!”

NaeMi termenung. “NaeMi-ya? NaeMi-ya? Jung NaeMi? EONNI!” pekik Sooyoung akhirnya. NaeMi pun tersadar, “Eonni?” tanyaku heran. “Ne, Minwoo-ya dia ini kan sepupuku!”

Kutatap NaeMi sinis, buat apa dia kemari? “Mian, ternyata aku mengganggu kalian. Aku kemari hanya untuk memastikan keadaanmu saja kok, Sooyoung-ah! Ya sudah aku pergi,” ujar NaeMi. Entah mengapa hatiku sakit setiap kali mendengar dia harus pamit dariku dengan nada kecewa, sedih.

“Mianhae, apa aku menyakitimu?” tanyaku sambil mencegat tangannya. “Aniya, justru aku yang mengganggu. Aku pergi dulu,” katanya sedikit tegas. Ada apa dengannya?

~o~

NaeMi POV

Percuma saja, aku takkan pernah memiliki Minwoo. Huh, yeoja macam apa aku ini? Lupa diri saat si sepupu tidak mengawasi namjachigunya, lalu dengan leluasa aku merebut dia? Aku ini memang benar-benar musuh dalam selimut, pengkhianat!

neol mannan sesangi

naegen gijeog gateun irira geureon geoya

(Bertemu denganmu seperti keajaiban dunia bagiku)

Memang benar kenyataannya, aku bertemu Minwoo di Universitas Kyunghee dan sejak itu pula aku berubah 180̊, ajaib memang.

ojig neomaneul wonhaneun geureon naya

(Hanya akulah yang menginginkanmu)

Sekalipun bagi Minwoo orang itu adalah Sooyoung, tapi yang SANGAT itu hanya aku. Minwoo, kau takkan pernah tahu kalau orang yang sangat mengetahuimu, sangat menginginkanmu, sangat mencintaimu, dan sangat bisa melindungimu itu hanya aku, NAYA! Kalaupun pernah, kapan? 10 tahun lagi? Itu terlalu lama!

Aku menangis terisak, terlalu sakit memendam ini sendirian. Ditambah lagi Minwoo tak pernah menganggapku. Tuhan, mengapa harus seberat ini? Aku sangat mencintainya. Jebal… hiks.

Tapi akankah aku tetap mempertahankan perasaanku ini meski Sooyoung dan Minwoo sudah naik ke tangga pelaminan?

~o~

1 week later…

Author POV

Hujan turun lumayan deras di Seoul, terutama di Kyunghee. Mahasiswa-mahasiswi berlarian mencari tempat berteduh. NaeMi tengah membuka payungnya, tak sengaja dia melihat Minwoo sedikit kedinginan. Minwoo pun merasa hujan tak lagi membasahinya, sampai ia menoleh ke orang yang memayunginya.

“Pakai ini saja, aku tahu kau buru-buru pulang,” kata NaeMi, dia tahu betul semua tentang Minwoo. Tak lama Sooyoung datang, “Aduh chagi, kau jangan hujan-hujanan dong, nanti sakit! Ya sudah kita pakai payung ini ke tempat parkir ya, kuantar kau pulang,” kata Minwoo.

Dia sama sekali tak bilang terima kasih pada NaeMi, dia juga tak peduli apa yang terjadi pada yeoja itu selanjutnya. NaeMi rela terkena hujan demi melindungi Minwoo, meski akhirnya payung itu buat Sooyoung. Dia menangis dalam diam, tanpa sepengetahuan mereka NaeMi sudah pergi.

-o-

4 days later…

NaeMi masih tegar meski berkali-kali Minwoo mengabaikannya, itu wajar karena dia harus peduli pada Sooyoung. Sooyoung tengah berada di kelas NaeMi karena ada urusan dan sekarang jamnya istirahat, duduk selama beberapa menit menunggu NaeMi yang belum kembali dari perpustakaan memang membosankan.

Tak sengaja dia membongkar tas NaeMi dan menemukan coklat batangan persis kesukaan Minwoo. Barang ini jadi sinyal untuknya, apakah NaeMi menyukai Minwoo? Dia kesal, tentu saja, NaeMi begitu perhatian pada Minwoo. Berarti NaeMi eonni mau merebut Minwoo dariku? tanya Sooyoung geram dalam hati.

Kaget karena melihat NaeMi sudah diambang pintu kelas, Sooyoung pun mengambil coklat itu lalu memasukkannya ke kantong celana. “Sooyoung-ah, mianhae lama. Ohya ini buku pesananmu,” kata NaeMi sambil tersenyum tulus. Ada perasaan sedikit bersalah di hati Sooyoung. “Ne gomawo eonni, oya aku mau ke kelas lagi ya, bye.”

-o-

“Minwoo-ya, aku punya coklat untukmu!” seru Sooyoung. Minwoo pun mengambil coklat itu, “Wah, gomawo! Kau tahu betul coklat kesukaanku!” katanya riang. Sooyoung merasa kalah, dia yang yeojachingu Minwoo tak pernah tahu kesukaan Minwoo, sementara NaeMi seseorang yang -dikira Sooyoung- dibenci oleh Minwoo saja tahu.

Sooyoung tak bisa terus membohongi Minwoo. “Minwoo-ya…” lirih Sooyoung. Minwoo menatapnya aneh, membuat Sooyoung semakin susah mengatakannya, yang ada dia menangis. “Sooyoung-ah, waeyo?” tanyanya sambil merangkul Sooyoung.

Sooyoung ingin menolak, Minwoo terlalu baik padanya. “Ada yang ingin kukatakan padamu, Minwoo-ya. HARUS kukatakan,” balas Sooyoung memberi tekanan pada kata ‘harus’.

~o~

NaeMi POV

Aku panik mencari coklat batangan yang kubawakan khusus untuk Minwoo. Ya, neo eodiga? “NaeMi-ya? Wae geurae? Ada barang yang hilang?” tanya MinJi. “Coklat! Coklat! Coklat batangan!” cerocosku, panik. “Sudahlah mungkin ketinggalan di rumahmu?” sahut MinJi enteng.

“ANI! Aku ingat betul tadi aku membawanya! Apa jangan-jangan ada yang mengambilnya?”

“Memangnya untuk siapa coklat itu? Namja, special person?”

“JANGAN GODA AKU!! Kau jahat sekali, harusnya kau membantuku, KIM MIN JI! Bukannya mengejekku!” ujarku benar-benar marah bahkan sampai kacamataku melorot. Bulir bening terjatuh lagi bola mataku, Tuhan, mengapa harus sesulit ini?

~o~

Aku melihat Sooyoung memberi coklat itu pada Minwoo, benar dugaanku! Nappeun yeoja! Aku berusaha untuk membeli coklat mahal dan langka itu untuk Minwoo, tapi seenaknya Sooyoung mengambil dan memberinya pada Minwoo atas nama dirinya? “Hiks… hiks… hiks…”

Kupilih untuk meninggalkan mereka, ingin rasanya aku menyerah, tapi hati kecilku masih ingin aku meneruskan perjuanganku yang jangan sampai putus di tengah jalan. Aja aja hwaiting, NaeMi-ya!

~o~

Next day…

Minwoo POV

Noi Sooyoung, takkan kumaafkan kau! Seenaknya dia menerbangkanku ke langit lalu menjatuhkanku, begitu sakit! Pertama kali dia bilang ‘nado saranghae’ saat aku menembaknya, itu bagai mimpi. Aku begitu mencintainya, kuluangkan waktu untuknya, kenangan-kenangan indahku bersamanya. Dan kemarin saat dia memberi coklat kesukaanku, saat itu juga dia bilang untuk mengakhiri hubungan kami.

Tanpa alasan yang jelas, Sooyoung hanya mengatakan kalau dia tak mencintaiku, dia memacariku hanya karena ingin membuat seseorang jealous, saat kutanya namja atahu yeoja, dia jawab yeoja. Yeoja? Berarti seorang yeoja lain yang menyukaiku? Siapa dia? Lebih baik aku memacarinya daripada Sooyoung.

Kuremas kertas kado yang membungkus coklat kesukaanku itu, tapi sepertinya ada sebuah tulisan. Dengan agar gusar kubuka lagi remasan kertas itu hingga terpampang sebuah nama.

정내미

Jung… Nae Mi? Untuk apa yeoja itu mengirim coklat ini untukku?

“Coklat ini bukanlah dariku, aku hanya mengantarkan. Aku tahu yeoja itu malu mengirimnya untukmu, tapi dia sangat mencintaimu lebih dariku,”

Kata-kata terakhir Sooyoung setelah menyatakan putus itu kembali terngiang-ngiang di otakku. Apa itu artinya… artinya… omo! Bagaimana pun aku harus mencari NaeMi sekarang!

~o~

Author POV

NaeMi memainkan piano yang ada di ruang musik, sembari menyanyikan lagu It’s Me kesukaanya.

nae maeumi marha janha

neo ppunirago marhajanha

neoreul neoman sarang haneun

ireon naya ige naya

ojig negeman deullyeo jul sarangyaegi

han saram maneul saranghaetdan geureon yaegi

honjaman ganjighae amudo

moreuneun sarangi baro naya

ojig neol wihae bureuneun sarang norae

ojig naegeman deullineun geureon norae

neul gyeote negeman deullyeo

jul sarang norae bureuneun naya

“Mainkanlah, buat aku takjub,” suara bass itu. NaeMi pun menoleh ke sumber suara di ambang pintu ruangan. “Minwoo-ya?” Minwoo tersenyum lalu melangkah menuju kursi panjang tempat NaeMi juga duduk. NaeMi merasa seperti mimpi, namja idamannya berada sangat dekat dengannya.

“Aku tahu lagu ini, dan aku juga menyukainya,” kata Minwoo memecah keheningan. NaeMi masih tak bisa mengatur detak jantungnya yang sangat cepat. Dimainkannya lagi tuts piano itu, sementara Minwoo ikut menyanyikannya.

ni eolgul geurida jamdeulmyeon

kkumsoge seorado mannalkka

wonhago wonhago wonhamyeon

eonjengan niga nae mam ara julkka

ojig neo bakke moreuneun geureon naya

neomaneul saranghae jul saram baro naya

neol mannan sesangi

naegen gijeog gateun irira geureon geoya

ojig neomaneul wonhaneun geureon naya

neomaneul jikyeo jul saramdo baro naya

ni gyeote neoman baraboneun geuge naya

miryeonhan naya

“Sebenarnya ini seperti lagu curhatanku,” kata NaeMi angkat bicara, masih memainkan tuts piano. “Bicaralah,” pinta Minwoo yang menikmati permainan indah NaeMi. “Minwoo-ya…” panggil NaeMi. “Hm…” balas Minwoo.

“Aku tahu ini lucu, tapi sungguh, naneun jeongmal saranghae…” ucap NaeMi hampir ingin menangis. “Aku tak bisa lebih lama lagi menyembunyikan perasaanku. Saranghae, saranghae, saranghae, cheon beoneul marhaedo mojara,” NaeMi bernyanyi lagi dengan suara serak.

“Kalau aku tak mengatakannya padamu, aku takut aku gila. Aku sangat-sangat mencintaimu, aku sangat mengetahuimu, aku sangat menginginkanmu, aku sangat bisa melindungimu… lebih dari Sooyoung,”

“Jangan sebut nama itu lagi,” ucap Minwoo tegas. “Kau tau makna lagu ini adalah seorang yeoja yang sangat-sangat mencintai seorang namja, dan selama ini si namja tak mengetahuinya. Sama seperti aku dan kau, Minwoo-ya. Makanya kukatakan ini seperti lagu curhatanku,” jelas NaeMi setengah membentak, mungkin ia terlalu emosi.

Minwoo kaget, akhirnya dia mendengar kesaksian yeoja itu setelah sekian lama tak terungkap. Sebegitu cintanya NaeMi padanya, bahkan saat dia mengabaikan NaeMi. Minwoo pun merasa dia adalah namja paling jahat karena mengabaikan perasaan seorang yeoja yang… susah dia jabarkan.

“Tapi aku tau, perasaanku hanya sebatas perasaan. Kau takkan mencintai yeoja polos sepertiku. Sooyoung, sepupuku, lebih pantas mendampingimu, menjagamu, mencintaimu, sampai naik pelaminan–

“Shhhtt… Kau bicara apa NaeMi-ya? Sooyoung dan aku telah putus, tepatnya kemarin, saat coklatmu dicuri. Sudah ya, uljima…”

“Kau begitu hebat, NaeMi-ya. Ternyata kau begitu mencintaiku, aku terlalu jahat telah mengabaikanmu. Mianhae, jeongmal mianhae…” kata Minwoo, entah rasanya dia membeku melihat yeoja itu menangis.

“Minwoo-ya, kau belum menjawabku,” lirih NaeMi yang terisak. Minwoo pun membalasnya dengan pelukan, “Ini saja cukup kan? Aku speechless terhadap keberanianmu, chagi…”

THE END

 

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[SONGFICT/FREELANCE] It’s Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: