[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Now, She is Mine – Chapter 02

Picture1

Title
: Sorry, I Can’t… Now, She is Mine – Chapter 02
Author : Sonia Suryanti (@soniasuryanti)
Genre : Romance, Tragedy, Sad Romance
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ No Minwoo as Kim Minwoo

  ~ Kim Ah Ri (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Member Boyfriend

Author Note    : annyeong readers yang baik hati… nih part 2nya. Mian yah. Part 1 nya banyak typonya.. Mian banget. Mudah-mudahan yang ini enggak ya?,

 don’t forget to comment.. Don’t be silent..!!

“Min Woo ya! Qwenchana?”tanya Ah Ri cemas.

“Nooo…nna..aa..” kata Min Woo lalu ia jatuh pingsan.

“Yyaahh!!, Kim Min woo, jeongsin jalryeo!” teriak Ah Ri. Ia mencoba untuk membopong tubuh Min Woo tapi, seorang namja membantunya dan mereka bertiga ke UKS.

Setelah mengobati luka Min Woo, Ah Ri keluar UKS menjumpai Kwangmin.

“Ehemm..”Ah Ri berdeham untuk membuat Kwangmin menyadari kehadirannya. Dan Ah Ri menyusul Kwangmin yang sudah duduk deluan di kursi depan UKS.

“Gumawo!” sahut Ah Ri.

“qwenchana! Anggap saja balas budi.”jawab Kwangmin enteng.

“balas budi? Balas budi apa? Bukannya, Kita kan baru pertama bertemu?”tanya Ah Ri heran, karena namja yang di sebelahnya ini sepertinya mengetahui siapa dia.

“kau lupa pada orang yang kau perbaiki sepedanya semalam?”

“Ah!!! Neo! Kau  yang semalam yah? Huaahh.. kebetulan sekali, apa kau anak baru? Aku belum pernah melihatmu.”sepertinya AH Ri sudah ingat namja yang di sebelahnya ini siapa.

“ya, aku anak baru.”

“kenalin namaku Ah Ri, Kim Ah Ri.kelas 2-1 neoneun?”kata Ah Ri sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

“ara!”jawab Kwangmin tanpa membalas sodaran tangan Ah Ri.

“Ara? Dari mana kau tahu namaku?” tanya Ah Ri kaget.

“apa aku tak punya telinga? ahjussi dan Noona di restaurant itu menyebut namamu begitu jelas, dan apa aku juga ga punya mata, aku melihat bed namamu saat kau meminta untuk berbagi meja.” Jawab Kwangmin sok dingin.

“oh,, geurae kuna!”jawab Ah Ri polos

“nama ku Kwangmin, Jo Kwangmin kelas 3-1. Pindahan dari AS.” Kata Kwangmin.

“AS? Wah!”kata Ah Ri kagum.

“aku akan menyapamu dengan formal sekarang, Annyeong hasimnikka, Sunbae!” kata Ah Ri berdiri sambil membungkukkan badannya 900.

Kwangmin hanya tertawa tertahan melihat tingkah adik kelasnya itu.

“Noo..nnnaa..aa.. Noo.. Naa,,” suara serak Min Woo, sepertinya dia sudah sadar, Ah Ri langsung melupakan kwangmin dan berlari masuk ke dalam UKS, dan di susul dengan langkah pelan Kwangmin.

“Min Woo ya?”panggil Ah RI dengan nada cemasnya.

“Noona!”

“Qwennchana?”tanya Ah Ri.

“oh, ayo kembali ke kelas!” ajak Min Woo.

“tidak! Kau tetap disini istirahatlah, aku akan permisikan kau dengan gurumu, nanti saat bel pulang noona akan menjemputmu.Galke” jelas Ah Ri sambil beranjak pergi, namun Min Woo memegang tangan Ah Ri.

“Noona, gumawo!”Kata Min Woo dengan seutai senyum yang berusaha ia keluarkan, walau kedua sudut bibirnya penuh lebam dan darah.

“Aigoo pabo namja! Galke!” pamit Ah Ri

“Noona!” panggil Min Woo lagi.

“Apa lagi?”

“Saranghae! Uri Noona!”sahut Min Woo, memang sekarang ia dalam keadaan urang sadar, tapi setidaknya dia tahu pada siapa a mengatakan hal itu.

“Nado Saranghae!” balas Ah Ri dan membuat senyum Kwangmin tadi pudar seketika. Bagi adik dan kakak, mereka sering mengucapkannya, tapi keadaannya, Kwangmin ga tahu kalau Min Woo dan Ah Ri adalah saudara.

KRINGG…!!!

Ah Ri berlari ke UKS dan mendapati Min woo sudah berdiri di depan jendela.

“apa sudah mendingan?” tanya Ah Ri dan membawa Min Woo untuk duduk di tempat tidur UKS.

“oh, Noona.”jawabnya.

“ini akan sedikit perih tapi aku harap kau dapat menahannya ya..”pinta Ah Ri.

“NE!” jawab Min Woo lantang.

AH RI mulai menaruh cream di sekitar wajah Min Woo yang luka dan memar. Sementara Min Woo hanya melihat wajah Noonanya yang bercahaya terkena sinar matahari sore itu.

“apa tidak sakit?” tanya Ah Ri dan Min Woo masih tidak berkedip.

“kenapa diam saja?”tanya Ah Ri lagi.

“Noona, neomu yeppo!”sahut Min Woo sambil tersenyum karena mengagumi Noonanya itu.

“hahaha… apa kau baru sadar Noona mu ini cantik hah? Pabo!”kata Ah Ri sedikit narsis dan kembali mengolesi obat itu lagi. Tapi Min Woo, malah memegang tangan Ah Ri.

“Noona, na jinja ya! Apa kau tahu tadi aku sempat merasa menyesal kau adalah Noona-ku, aku sempat berharap kau bukan Noona-ku! Barusan entah kenapa aku merasakan itu!” jawab Min Woo. Ah Ri terkejut dan menepis tangan Min Woo yang memegang tangannya.

“Aigoo, jangan berpikir macam-macam, lihatlah kau baru pingsan sekali pikiranmu sudah kacau, aku takkan membiarkanmu pingsan lagi, nanti kau berfikir aku adalah istrimu.. haha..” Kata Ah Ri untuk mencairkan suasana dan mencoba mengubah topik itu menjadi candaan.

“Noona..”sahut Min Woo ingin menjelaskan apa yang ia rasakan sebenarnya.

“Sudahlah, sebentar aku aku akan mengambil tas mu dan kita pulang.”

Setelah keluar dari UKS,

“Aku tunggu kalian di depan gerbang sekolah, tidak mungkin bagi kalian untuk pulang naik sepeda mengingat kondisi Min Woo yang seperti itu.” Pinta Kwangmin tanpa basa-basi, setelah mengatakan itu dia pergi.

.

.

“Gumawo, Sunbae!”kata Ah Ri pada Kwangmin yang sedang mengemudi mobilnya. Ah Ri duduk di sebelah kursi kemudi dan Min Woo duduk di belakang kursi kemudi.

“mm..”jawab Kwangmin santai.

Sementara Kwangmin dan Ah Ri berbincang sambil bersenda-gurau, Min Woo memperhatikan Noonanya itu, melihat senyumnya saat berbicara dengan Kwangmin dan membandingkannya saat tersenyum padanya, sangat berbeda. Saat dengan Min Woo, senyum seorang Noona, tetapi pada Kwangmin itu senyum seorang yeoja. Dan Min Woo ingin melihat Noona-nya tersenyum padanya sebagai seorang Yeoja.

‘yah! Kim Min Woo apa yang kau pikirkan hah? Apa? Dia Noona mu! Sadarlah.!’ Batin Min Woo mencoba menyangkal perasaan yang ia rasakan, dan tak seharusnya ia pikirkan.

“kau tinggal dimana? Sunbae.” Tanya Ah Ri. Sepertinya mereka berdua mulai akrab.

“aku tinggal di apartemen, tak jauh juga tak bisa dibilang dekat dari restaurant tteopokki itu.”

“Jinja, Sunbae! Apa aku boleh minta tolong,?”

“apa?”

“setelah kau mengantar Min Woo kerumah kami, antarkan aku ke restaurant itu, boleh?”

“yasudah.!”jawab Kwangmin sambil sedikit bingung dengan kata ‘rumah kami’? walaupun mereka pacaran tapi kan ga mungkin sudah tingga bersama.

“Ne?! Noona, ngapain ke sana?” tanya Min Woo kaget.

“mau ngapain lagi? Yah kerja lah Min Woo. Lagian hari ini aku punya waktu luang. Kan sayang jika aku hanya diam di rumah.”jawab Ah Ri.

“Tapi Noona…” kata Min Woo bermaksud menghentikan Noonanya itu.

“sudah lah tapi aku ingin kau menolongku sedikit. Buatkan alasan kepergianku pada Eomma, dan Appa ya?” pinta Ah Ri.

‘tunggu,apa yang ku dengar barusan ‘ Appa, Eomma terus, rumah kami’? Berarti mereka kakak-adik dong, bukannya sepasang kekasih,.. wah, jalanku udah lampu hijau nih, akhirnya… hahaha… Ah Ri bukan milik siapa-siapa. Mengapa aku tak menyadarinya bahwa mereka kakak-adik. Kwangmin PABO!’ batin Kwangmin.

“Aku ikut!”pinta Min Woo

“hajima, lebih baik kau istirahat, dan kompres memar mu dengan telur ya.”

“pokoknya aku ikut!”  Min Woo berkeras.

“HAJIMALANIKKA? Aku ingin menjernihkan pikiranku sebentar, Min Woo ya?”pinta AH Ri, namun kali ini wajahnya tampak memohon pengertian Min Woo.

“Ne, Noona!”

.

.

.

“Gumawo!”sahut Ah Ri saat sampai di restaurant Tteopokki itu.

“apa yang perlu kau terima kasihkan?”tanya Kwangmin heran.

“sudah mengantarku.”jawab Ah RI enteng.

“aku bukan mengantarmu, aku juga mau ke sini.” kata Kwangmin dan sekarang Ah Ri yang heran mendengar pernyataan Kwangmin.

“mau ngapain ke sini? Makan?”tanya Ah Ri.

“Ani!”

“Jadi mau ngapain?”

Flashback MODE ON

“Ahjussi, aku melihatmu sedikit kesusahan saat mengontrol pelanggan, apa kau tidak butuh karyawan paruh waktu untuk restorantmu?” tanya Kwangmin pada Hajussi pemilik restaurant itu.

“kenapa? Apa kau ingin melamar?”tanya Ahjussi itu pada Kwangmin lagi. Sepertinya Ahjussi itu sudah tahu bahwa namja yang dihadapannya ini ingin melamar pekerjaan.

“NE!”jawab Kwangmin lantang.

“yasudah datanglah besok, aku akan melihat cara kerjamu dulu baru bisa memutuskan!.”

“Gamsahamnida!”sahut Kwangmin sambil membungkuk 900.

Flashback MODE OFF.

“Mwo? Jadi kau juga melamar pekerjaan disini?”tanya Ah Ri kaget.

“seperti yang kau lihat.”

“haha, kebetulan sekali!, chalputakhae! Sunbae”

“ayo masuk!”ajak Kwangmin.

Author’s POV

21.00 KST, restaurant sudah sepi.

‘Aku melihat dia, Ah Ri, yeoja yang biasanya tersenyum cerah tetapi sekarang malah berdiri di balkon restaurant dan tatapannya kosong, sepertinya dia memiliki pikiran yang berat. Aku ingin senyuman itu, kemana senyumannya?’ batin Kwangmin.

Di sisi Ah Ri, dia masih memikirkan perkataan namsaengnya.

Flashback.

“Noona, neomu yeppo!”sahut adikku.

“hahaha… apa kau baru sadar Noona mu ini cantik hah? Pabo!”kataku sedkit narsis dan kembali mengolesi obat itu. Tapi adikku itu kembali memegang tanganku.

“Noona, na jinja ya! Apa kau tahu, tadi aku sempat merasa menyesal kau adalah Noona-ku, aku sempat berharap kau bukan Noona-ku! Barusan entah kenapa aku merasakan itu!” jawab Min Woo. Aku terkejut dan menepis tangan Min Woo yang memegang tanganku.

“Aigoo, jangan berpikir macam-macam, lihatlah kau baru pingsan sekali pikiranmu sudah kacau, aku takkan membiarkanmu pingsan lagi, nanti kau berfikir aku adalah istrimu.. haha..” Kataku untuk mencairkan suasana.

Flash back END.

‘aku tak tahu apa yang di pikirkan anak itu? Kenapa dia mengatakan itu? Aku Noona-nya. Mengapa dia menganggap ku sekarang yeoja? Dia harus di sadarkan. Tapi bagaimana caranya?’ suara hati AH RI sedang bergelut.

“ehem..” deham Kwangmin

“oh, Sunbae? Sejak kapan di situ?” tanya Ah Ri sambil menoleh kearah namja tinggi yang ada tepat di samping AH Ri.

“jika aku tak mengeluarkan suara, pasti sampai pagi besok pun kau takkan sadar aku sudah disini.” Jawab Kwangmin.

“Mian Sunbae!”

“qwenchana, oh ya, aku ingin memastikan satu hal. apa benar Min Woo dengan mu adalah kakak-adik?”tanya Kwangmin dengan sangat hati-hati karena takut Ah Ri marah atau tersinggung.

“ne, wae Sunbae?”

“Ani, hanya saja kalian sangat akrab.”

“ya, semua orang mengatakan begitu, samapi Ha Na Eonni pun mengira dia Namchinku. Haha..”

“tapi syukurlah dia bukan Namchinmu.” Sahut Kwangmin keceplosan dan itu membuat yeoja di sampingnya menatapnya dalam, dengan sepasang bola mata beningnya.

“Syukur? Wae?” tanya AH Ri semalin membulatkan matanya.

“karena … mmm.. karena namja yang melihatmu akan ilfeel melihat yeoja manis sepertimu pacaran dengan brondong.. haha” ledek Kwangmin.

“Sunbae!” teriak Ah Ri. Dan mereka berdua kejar-kejaran di atas balkon itu.

Kwangmin’s POV

Aku di kejar olehnya walau hanya berputar-putar di balkon tapi rasanya menyenangkan.

TAP, aku berhasil di tangkapnya, “YES! Aku berhasil menangkapmu sunbae!” katanya, dan memegang tanganku layaknya borgol dan menyudutkan ku di sudut balkon.

“ANI, aku yang berhasil menangkapmu.”kataku dan membalikkan posisi.

Kami saling menatap lama, sangat lama. Matanya, makin membuatku sadar bahwa aku telah jatuh hati dengan Yeoja ini. Walau baru 2 hari tapi aku merasa aku mengenalnya sejak dulu.

“kalian boleh pulang sekarang!” teriak Ahjussi dari bawah dan menyadarkan kami untuk memperbaiki posisi kami.

“NE!”kami pun teriak bersamaan.

“Sunbae, aku pulang dulu. Galke!”pamit yeoja manis itu.

“chamkan! Aku ingin bertanya sesuatu.”panggilku.

“Mol?”katanya dan mulai aku dapat tebak dia sedang gugup sekarang, mungkin dia masih teringat kejadian di balkon tadi, karena suka melihat wajah polos gugupnya itu aku malah berjalan mendekatinya.

“Apa kau tahu seluk beluk restaurant iini?”tanya ku.

“Mwo? Ya, aku tahu.” Jawabnya sepertinya wajahnya menunjukkan lega. Senang rasanya dapat membuatnya gugup, dan ini juga salah satu cara untuk membuatnya merasakan hal yang sama denganku.

“lalu, apa di sini tak ada tempat pelanggan meninggalkan kenangan mereka saat pulang dari restaurant ini?” tanyaku.

“mmm.. ada, nanti kau turun dan di sudut kanan lantai bawah, biasanya pelanggan yang memiliki pasangan sering menulis nama mereka, dan mereka juga membuat mitos sendiri bahwa dengan nama mereka tulis itu lah mereka dapat menghabiskan hidup selamanya.

“Jinja? Gumawo.” Kataku, dan aku langsung turun menuju tempat itu. Dan berharap Eomma ada menulis namanya dan nama Appaku.

Banyak sekali nama nya. ‘Jo Seo Min, aku mencari nama itu’

“jatjata! Jo Seo Min & Kim Ryu Min. Kim Ryu Min, apa ini nama Appaku? Hyung, aku mendapatkan nama Appa kita, YES! Hanya beberapa langkah lagi untuk menemukan Appa kita Hyung!” kataku pada diriku sendiri.

“Sunbae! Sedang apa?” tanya Ah Ri dan dia juga mengikuti posisiku yang sedang jongkok.

“ani, tidak sedang apa-apa kok. Menarik ya?” sahut Kwangmin untuk mengalihkan pembicaraan.

“haha,, sedikit.” Jawab Ah Ri menatap nama-nama pasangan itu.

“Ayo kita tulis nama kita, Ah Ri-ya?” ajak Kwangmin.

“Mwo.?”tanya AH Ri kaget. “tapi kita bukan pasangan.”sambungnya.

“apa kau percaya mitos? Tidakkan, yasudah kita buktikan jika ini benar maka kita bisa bersama selamanya tetapi jika ini mitos, maka kita hanya sebatas Sunbae dan Hoobae kan.?”

“ya sudah aku setuju.”kata AH Ri menyetujui itu semua.

“ayo kita tulis.”

Kami tersenyum bahagia sesaat karena menulisnya sambil bercanda. Aku memerhatikan senyumannya lagi dan matanya. Dia tersadar dan kami saling tatap kembali.

Chu~ aku memberi Peoppo padanya, dan dia tidak mengelak, akhirnya bisa kusimpulkan dia juga punya rasa yang sama denganku.

“saranghae!”kataku saat melepas tautan bibir kami.

Dia terdiam

“jika kau diam, aku akan melakukannya lagi.” Goda Kwangmin.

“Ani, hajima. Ayo kita pulang!” ajak Ah Ri salah tingkah.

“Rapikan barangmu, aku tunggu kau di mobil.”

Aku beranjak pergi keluar restaurant untuk mengambil mobilku.

Ah Ri’s POV

“aku pulang!”

“apa kau lelah?”tanya Eomma padaku

“ya, Neomu.” Jawabku.

“Ya sudah istirahatlah.”saran Eomma.

“Ne.”

Aku berjalan menuju kamar dan saat hendak membuka pintu tangan kananku terlihat sedikit bergetar, mengapa ini? Sudah sejak SMP aku mengalaminya, tangan ini selalu bergetar di saat-saat yang tak ku duga.

“Noona! Kau sudah pulang.” Tanya adikku Min Woo, dan aku memegang tangan kananku dengan tangan kiriku untuk menutupi tangan kananku yang masih bergetar.

“Oh. Kau belum tidur?”tanyaku pada adikku.

“Ajik!”

“Noona, Mianhye.”jawabnya sambil menundukkan kepalanya.

“Moga?”tanyaku.

“akka, waktu d UKS, aku hanya asal bicara, Mianhye Noona.”katanya sambil mulai mengangkat kepalanya.

“Qwenchana. Sudahlah tidurlah!.”kataku padanya.

“Ne. Jalja Noona!”

“mm. Oohh..”

Author’s POV

‘semua murid SMA SEOUL PERFORMING ART SCHOOL di harapkan untuk berkumpul di aula, dalam waktu 5 menitdari sekarang’ suara itu terdengar sampai ujung sekolah.

Di Aula.

“ada apa ini?” kata Murid 1

“Ini kenapa?” kata Murid 2

“aku tak tahu mengapa kita berkumpul disini?” kata Murid 3

“Hello Guys! Are you know that our school will held a showcase next month?”sapa Yoo Saem.

“NO!” jawab semua murid.

“Alright, i’ll explain about our showcase. Our showcase for next month will held on Saturday, 3rd August. Sponsor for our showcase are Samsung, Hyundai, Apple, and else. And then the students who will have a performance are for the first, Kim Dong Hyun and then Shim Hyun Seong, and Jo Kwangmin, and then Baek Soo Ra, Kim Min Woo, Yoo Ji Yeon, Kang Hyun Seo, and the last person is KIM AH RI.”kata Saem, di balas dengan tepuk tangan dari seluruh siswa.

Setelah saem mengatakan itu, Kwangmin melihat AH RI dan AH Ri melakukan hal yang sama. Min Woo melihat Noonanya, tapi kecewa setelah mengetahui Kwangmin dan Ah Ri sedang menatap satu sama lain dalam kegembiraan mereka.

“GUYS! Semua yang di sebut namanya oleh Yoo saem segera pergi menjumpainya di ruang latihan, lantai 3.”kata Hyun Saem

Mendengar itu mereka semua bubar dan 8 orang terpilih bergerak menuju tempat yang sudah di printahkan.

“Noona! Chukkahae!” kata Min Woo.

“mmm… Neodu.. Chukkahae! Tapi…”kata Ah Ri terputus.

“Ah RI, ah?”sapa Kwangmin sambil sedikit berlari menuju tempat Min Woo dan Ah Ri.

“Ne, Sunbae!”

“Chukkahanda!.”

“Sunbae-du chukkahae!”balas Ah Ri.

“Khaja, ke ruang latihan!”ajak Kwangmin sambil menggenggam tangan Ah Ri dan mereka berdua meninggalkan Min Woo di depan pintu Aula.

‘aku menyesal mengatakan itu semua semalam, Noona jadi menjauh dariku, dan sekarang dia selalu tersenyum bersama Sunbae-nya itu’ umpat Min Woo dalam hati.

.

.

.

Di ruang latihan

“Morning Guys!” sapa Yoo saem.

“Morning!” jawab mereka ber-8.

“yang merasa laki-laki ke kanan, dan yang merasa perempuan ke kiri. Sekarang aku ingin bertanya, siapa diantara kalian sering berlatih bersama? Bawa pasangan latihan kalian ke depan.Cepat!” perintah Yoo Saem

“Ne!”

Min Woo-Ah Ri           Hyun Seong-Hyun Seo

Dong Hyun-Soo Ra  Ji Yeon-Kwangmin (karena mereka sisanya jadi di satuin readers)

“Okay, aku tahu sekarang, tapi yang aku mau sekarang adalah, akulah yang menentukan pasangan kalian. Min Woo kau dengan Ji Yeon, Hyun Seong kau dengan Soo Ra, dan Dong Hyun kau dengan Hyun Seo, artinya Kwangmin dengan Ah Ri.”perintah Yoo saem lagi.

“Ne!”jawab mereka.

“nah disini aku akan melatih kalian dengan pasangan kalian untuk showcase bulan depan, dan selama sebulan kalian tidak akan mengikuti kegiatan belajar teori di kelas, dan aku yang akan melatih kalian secara praktek untuk tubuh kalian dan secara teori untuk otak kalian, jadi kita tidak mebutuhkan buku selama sebulan, aku di percayakan oleh kepala sekolah untuk mengurus penampilan kalian, jadi jangan anggap enteng Guys, ini pertarungan, jika kalian gagal pada tahap ini jangan harap kalian bisa naik ke panggung lagi setelah ini. ARASEO!??” tanya Yoo Saem

“NE!” Jawab mereka serempak

“jangan harap kalian bisa beristirahat selama pelatihan denganku.!”kata Yoo saem tegas. “sekarang langsung saja, aku ingin kalian mendengar lagu ini dulu. Dan tunjukkan ekspresikan lagu ini dengan wajah kalian.”setelah mengatakan itu Yoo saem memutar lagu One Day-Boyfriend.

.

“okey, dan yang dapat nilai 100 pada awal ini adalah Hyun Seong!”kata Yoo saem.

“wahh, DAEBBAK!” kata mereka kagum pada temannya itu.

“gamsahamnida saem!”kata Hyun Seong membungkuk.

“kenapa kau bisa terlalu menghayatinya?”tanya Yoo saem.

“karena aku pernah mengalami hal yang sama seperti isi lagu itu dengan Ah Ri saem! Hehe” jawab Hyun Seong polos, sekarang wajah premannya berubah menjadi wajah namja PABO!

“uuuuu…”sorak semua murid itu. Namun Kwangmin dan Min Woo hanya melihat Hyun Seong dengan wajah cemburu.

“sudah! Untuk hari ini kita, cukup sampai di sini. Bye! See You!”

“See Yoo Too saem!”

.

“Ah Ri, chalputtakhae!”pinta Kwangmin

“ani Sunbae aku yang seharusnya mengatakan itu.”jawab AH RI.

“Noona, khaja.” Ajak Min Woo sambil menarik keras tangan Noonanya itu dengan paksa.

“aku deluan Sunbae!”kata Ah Ri. Dan Kwangmin hanya tersenyum tipis sambil mengepalkan tangannya keras, tanda kekesalannya. Kwangmin berlari sekencang-kencangnya untuk melampiaskan kekesallannya, bukannya apa-apa dia merasa seperti laki-laki tak berguna, hanya diam saat namja lain menarik tangan yeoja yang ia cintai.

“AHHHH!!!!!!!!” teriak Kwangmin sekeras-kerasnya saat sampai di atas atap gedung sekolah. Dan dia memukul tembok yang ada di situ.

Tiba-tiba suatu suara menyadarkannya.

“Sunbae? Yeogin ojcheon niri? Ini markas makan siangku, kau merusaknya.”tegur Ah RI dan berpura-pura kesal dan duduk di bangku rongsokan yang ada di situ dan Kwangmin hanya mengikutinya duduk di sebelahnya.

“jadi kau marah aku berhasil menerobos markas rahasiamu ini?”tanya Kwangmin berpura-pura merasa bersalah.

“Ne,, aku marah” kata Ah RI sambil senyum.

“Marah? Begini ekspresimu marah? Tertawa cengengesan ga jelas gini.?” Tanya Kwangmin heran.

“ne, Sunbae. Hehe”kata Ah Ri sambil tertawa lagi.

“coba aku lihat apa makan siangmu?”kata Kwangmin berusaha melihat isi bekal Ah Ri namun Ah Ri kaget melihat tangan Kwangmin berdarah, dia tak tahu Kwangmin tadi telah memukul salah satu tembok yang tak bersalah itu.

“darah? Ini kenapa Sunbae?”tanya Ah Ri cemas.

“Qwenchana.”kata Kwangmin dan menarik tangannya yang di genggam Ah Ri.

“ani, kalau begini tak bisa kau katakan qwenchana. sini biar aku obati! Untung aku bawa tisu steril dan obat cream untuk luka seperti ini.”kata Ah Ri berkeras dan mengambil kembali tangan Kwangmin.

Seraya Ah RI mengobati tangan Kwangmin, Kwangmin mula angkat bicara.

“jadi apa hubungan kita sekarang?”tanya Kwangmin.

“hubungan? Ya, Sunbae dan Hoobae lah, apa lagi?”

“apa perkataanku dan apa yang kita lakukan semalam adalah hanya sebatas Sunbae dan Hoobae?”

“mm..”

“Ah Ri ya, apa yang kau rasakan saat itu? Kalau di flm-film, yeoja itu akan merasa tersengat listrik saat namja yang di cintainya melakukan peppo dengan nya. Apa kau merasa itu juga?”tanya Kwangmin Polos.

“Ne! Jadi itu tandanya apa?” tanya Ah Ri tak kalah polos dan kembali memperbaiki posisi.

“ya itu berarti kau juga menyukaiku loh, Ah Ri.” Jelas Kwangmin. Dan sepertinya ada pasangan INNOCENT di sini.

“oh yasudah berarti aku menyukaimu, terus?” tanya AH Ri pada Kwangmin, dengan wajah yang sangat amat polos itu.

“berarti kau dan aku bukan dalam hubungan Hoobae dan Sunbae lagi, tapi kau adalah Yeochin-ku, dan aku adalah Namchin-mu, ara?”jelas Kwangmin lagi. Sepertinya dia ada saingan dalam urusan masalah KEPOLOSAN, ternyata yeoja yang ia cintai juga tak kalah POLOS darinya.

“oh? Geurae, ara. Sudahlah, aku lapar ayo kita makan.”ajak AH Ri.

“disaat seperti ini kau masih lapar? Di saat kita resmi menyatakan hubungan? Wuaahh… Daebbak! Jinja Daebbak!”kata Kwangmin memuji tetapi sedikit menyindir dan kesal melihat tingkah polos Yeochinnya ini.

“sudahlah, makan ini” Ah Ri menyumpel mulut Kwangmin dengan segumpal nasi PLUS 1 gulung telur dadar.

PLANG! Suara sumpit Ah RI jatuh, dan tangannya kembali bergetar.

TBC- gimana readers? Ada comment? Tulis donk di bawah ini…!!!

This entry was posted by boyfriendindo.

6 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Now, She is Mine – Chapter 02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: