[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Don’t Touch My Girl – Chapter 03

Picture1

Title
: Sorry, I Can’t… Don’t Touch My Girl – Chapter 03
Author : Sonia Suryanti (@soniasuryanti)
Genre : Romance, Tragedy, Sad Romance
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ No Minwoo as Kim Minwoo 

  ~ Kim Ah Ri (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Member Boyfriend

Author Note    : annyeong readers Part 3 siap untuk di baca .. silahkan di nikmati… TYPO EVERY WHERE… hehe…

 don’t forget to comment.. Don’t be silent..!!

PLANG! Suara sumpit Ah RI jatuh, dan tangannya kembali bergetar.

“AH RI? Waegeurae? Kenapa bisa jatuh? Tangan mu kenapa?”tanya Kwangmin cemas dan memengang sambil memijit sedikit tangan Ah Ri.

“molla, mungkin karena kebas, sudahlah tak ada yang peru di khawatirkan. Na qwenchana.”jawab Ah Ri dengan wajah yang tersenyum seadanya.

“tapi, “

“qwenchana, Sunbae. Gyeokjeongma.. na.. qwenchana..” Kata Ah Ri meyakinkan.

Seminggu kemudian.

Di ruang latihan.

“guys, sudah seminggu aku melatih kalian, dan aku ingin melihat perkembangan kalian. Sekarang, pasangan pertama Min Woo dan Ji Yeon ke depan.”

“loh? Untuk apa saem?” tanya kedua insan itu.

“ya buat apa lagi… aku ingin kalian menari sebagai patner dance..”

“tapi saem kami belum pernah latihan sebagai patner dance sebelum ini..” eluh Ji Yeon

“SAEM, bukankah itu tak adil, kami belum pernah menari atau latihan dance, bagaimana mungkin kami bisa jadi patner dance?” protes Min Woo.

“Justru itulah, aku ingin melihat rangsangan kalian terhadap music dan bagaimana kalian bisa mengeluarkan gerakan spontan, dan aku juga ingin melihat chemistry kalian terhadap patner masing-masing, sekaligus dengan musicnya juga.”jawab Yoo saem.

“Tapi,..”sahut Min Woo.

“Tidak ada tapi-tapian, lakukan jika kau ingin tampil di showcase atau keluar dari panggung music selamanya.”tegas Yoo saem, dan langsung memutar lagu My Lady-Boyfriend.

Giliran demi giliran berlalu, dan tibalah giliran Kwangmin dan Ah Ri. Mereka benar-benar melakukan gerakan itu seperti pasangan sejati, walau mereka juga belum pernah latihan bersama, tapi mungkin Chemistry cinta mereka yang membuat mereka sangat KLOP, lagu Love Style-Boyfriend itu membuat mereka berdua seperti mengeluarkan perasaan mereka masing-masing,namun tangan Ah Ri kembali bergetar saat pertengahan lagu tapi dengan gesit, Kwangmin menutupinya dengan mereka melakukan gerakan dance sambil berpegangan tangan. Upss, sepertinya ada yang panas nih melihat kedua sejoli itu menari dengan mesranya. Yap Min Woo dia sangat marah melihat namja lain memegang tangan Noonanya itu.

Min Woo’s POV

Aku ga tahu apa yang ada di pikiranku saat ini, sadarlah Min Woo dia adalah Noona-mu bukanlah seorang yeoja! Sadarlah, apa yang kau pikirkan? Kau seharusnya senang melihat kakak mu dapat bersama namja lain. Tapi aku merasa aku ingin berada di posisi namja itu sekarang, jujur, aku cemburu melihat pemandangan yang ada di hadapanku ini.

Author’s POV

“okey, aku sangat terkesan melihat kemajuan kalian semua. Sekarang aku memutuskan, bahwa yang akan melakukan performance terakhir untuk showcase kita adalah Kwangmin dan Ah Ri, karena diantara kalian, mereka berdualah yang paling memiliki chemistry, dan aku juga yakin, kalian yang melihat performace mereka, juga merasakan chemistry yang ada pada mereka. Aku harap kalian juga setuju akan keputusan ku. Isang!”kata Yoo saem. Dan langsung pergi dari ruangan itu.

“Eonni, Chukkahae! Tadi itu kalian sangat, WOW!”puji Ji Yeon.

“Gumawo” jawab Ah Ri.

“Kwangmin-ah, chukkahanda. Suguhae!”puji Dong Hyun sambil menepuk pundak Kwangmin.

“Ne, gumawo”jawab Kwangmin. Kembali lagi, mereka berdua (Kwang-Ri) meelakukan kontak mata sambil tersenyum karena bahagia.

Di atap gedung. Seperti biasa Kwangmin dan Ah Ri akan makan siang bersama, sekarang, karena Ah Ri sering bawa bekal, Kwangmin juga ikutan bawa bekal, supaya bisa ngabisin waktu bersama dengan yeoja yang dicintainya itu.

“apa bekal mu, Ah Ri.”kata Kwangmin saat mereka berdua berhasil sampai ke atas.

“liat aja nanti sendiri.”jawab Ah Ri enteng.

Sambil menghabiskan bekal masing-masing mereka kembali tertawa bersama, entahlah, jika mereka bersama tuh bawaannya seneng aja. Namun suara Min Woo mengagetkan mereka.

“Noona, kita harus bicara.”kata Min Woo.

“Min Woo-ah, setiap hari kita kan bicara. Emang mau bicara apa?”, tanya Ah Ri.

“semua masalah kita.”kata Min Woo. Kwangmin merasa seperti obat nyamuk sekarang jadi dia memutuskan untuk pamit.

“Ah Ri-ah, aku turun deluan ya, ittabwa!”kata Kwangmin.

Ah Ri, ingin menahan Kwangmin, namun kedeluan sama Min Woo, yang lebih dulu memegang tangan Ah Ri yang tadinya ingin menahan kepergian Kwangmin.

Sekarang tinggal Min Woo dan Ah Ri. Namun karena sifat penasaran Kwangmin dia tak bisa hanya pergi dari situ, dia menjadi SPY sekarang. Walau secara logika dia tak seharusnya menguping pembicaraan mereka, tapi hati nurani seorang pria mengatakan hal yang berbeda.

“Noona, kau kenapa?” tanya Min Woo

“loh? Emang kenapa? Noona ga kenapa-napa kok.”

“tapi kenapa kau menghindariku?”

“ani, aku tidak menghindar.”

“ya kau menghindar.”

“tidak, buktinya pergi sekolah kita tetap samakan?”

“ya perginya, pulangnya.?”

“pulangnya kan aku harus kerja.”jawab Ah Ri mencari alasan.

“Noona, apa karena ucapanku yang di UKS?”

“mm.. Ani..”jawab Ah Ri, namun sepertinya tangannya kembali bergetar, dan untuk menutupinya dia memasukkannya ke kantong jas seragamnya.

“Atau karena sunbae itu.?”duga Min Woo.

“Min Woo-ya, aniya. Bukan itu. Aku tak ingin hubungan kakak-adik ini rusak. Maka itu aku mencoba memberi jarak padamu, setidaknya agar kau dapat kembali ke kenyataan bahwa aku adalah kakak kandungmu, Min Woo-ya” Kata Ah Ri “aku sayang padamu, sangat sayang padamu, tapi rasa sayang ini tak lebih dan tak kurang adalah sebatas rasa sayang terhadap seorang adik” lanjut Ah Ri.

“Noona,,”

“Min woo-ya, Tolong kembali ke pikiranmu.. mana adikku yang dulu… yang menganggap aku Noonanya bukan Yeojanya..”

“Noona, tolong biarkan aku untuk jujur,.”MinWoo mengeraskan suaranya, karena ia ingin Noonanya itu mengetahui perasaannya.  “Noona, sekarang aku sadar, aku memang mencintaimu, aku tahu aku salah telah mencintai saudara kandungku sendiri, aku tahu itu noona. Aku senang Noona,setidaknya aku bisa mengakui ini semua, aku ga nyesal, walau aku tahu ini salah. Sekarang , Aku jatuh cinta pada yeoja terbaik dunia ini yang pernah aku kenal, sayangnya, yeoja terbaik yang pernah ku kenal ini adalah saudara kandungku sendiri. Noona, inilah kisah cinta pertama dari seorang adik laki-lakimu. 3 kata yang ingin aku katakan. saranghae, mianhye, geurigo Gumawo. . Tolong jangan menghindar lagi dariku, dan bantu aku untuk kembali ke pikiranku, seperti kata Noona tadi..” Kata Min Woo kemudian memeluk Noonanya itu, tangan Ah Ri mulai bergetar makin hebat sekarang, diiringi oleh 1 bulir air mata. Keduanya menangis dalam pelukkan. TAKDIR, satu kata yang tak bisa di ganggu gugat. Dan kita sebagai manusia hanya bisa menjalani takdir yang sudah ditentukan.

BUGH-satu pukulan melayang di sudut bibir Min Woo setelah Kwangmin berhasil melepas pelukannya dari Ah Ri.

“Sunbae!”Ah Ri terkejut. “Min Woo-ya qwenchana?”tanya Ah Ri melihat Min Woo yang jatuh.

“ya! Kim Min Woo?!”teriak Kwangmin. Min Woo mencoba berdiri. “yah! Neo PABO aniya?! Dia adalah Noona-mu, apa kau sadar apa yang kau lakukan tadi? Hah? Jeongshin Jalryeo! Kim Min Woo! Kalian saudara kandung!” kata Kwangmin melampiaskan amarah seorang namja yang terbakar api cemburu melihat yeoja yang ia cintai di peluk oleh namja lain. Bukan sekedar pelukkan tetapi pengakuan cinta itu juga membuat dia marah.

“aku tahu, maka itu aku mencoba untuk meluruskan semuanya, diantara Noona dan aku. Dan itu semua tak ada urusannya denganmu, Sunbae.” Tegas Min Woo.

“Tak ada urusannya? Hah.. cham.. kau sedang berurusan dengan yeojaku, tentu aku harus ikut dalam urusan yeojaku.”

“Mwo? Musunsuriya?”

“sepertinya kau belum tau,  aku adalah Namja Chingu Kim Ah Ri,  ara?”

“Sunbae, geumanhye!”kata AH Ri membujuk sambil memegang lengan kanan Kwangmin dengan kedua tangannya, karena dia tahu perkataan itu pasti akan menyakiti hati Min Woo.

“Noona? Jinja ya?”tanya Min Woo dengan mata yang berkaca-kaca.

“mianhye. Min Woo-ya..” kata Ah Ri dengan kepala tertunduk sedih.

“kau sudah dengar, jadi aku harap kau tahu posisi kita, dia adalah Noonamu, sadarlah, Min Woo. Hilangkan perasaan mu itu! Kali ini kau ku maafkan. Tapi jangan sempat aku melihatmu menyentuhnya lagi, nae yeoja sondae jima! Ara?” kata Kwangmin tegas.

“Kwangmin-ah, geumanhye jebal?” pinta Ah Ri sambil menumpahkan air dari danau kecil matanya.Kwangmin juga ga bisa berbuat apa-apa selain menuruti permintaan Ah Ri. Karna ini kali pertama dia melihat yeoja itu memanggil namanya sambil menangis memohon.  Akhirnya , mereka berdua pergi meninggalkan Min Woo sendiri di atap.

Di kediaman Ah Ri, tepatnya jam 00.00 KST, semua nya terlelap kecuali Mrs. Kim yang mengigau.

“Ani, Hajima! Jebal kajima! KAJIMA!” teriak Mrs. Kim dan terbangun dari tidurnya.

“apa kau mimpi buruk lagi, yeobo?”tanya Mr. Kim

“ya, mimpi yang itu lagi.”

“sudahlah, dia sudah tenang di sana.” Kata Mr. Kim mencoba menenangkan istrinya.

“mianhye, yeobo! Aku telah membuat keluargamu berantakan, Mianhye jeongmal!”kata Mrs. Kim sambil terisak oleh tangisannya.

“qwenchana, yang berlalu biarlah berlalu, kita jalani kehidupan yang sekarang setidaknya aku tak mau keluarga kita yang sekarang ini berantakan.”

“Ne, yeobo!”

“aku besok sore akan ke AS, selama seminggu.”

“ada apa? Buru-buru sekali?”tanya Mrs Kim

“bukan buru-buru, aku sudah merencanakannya sejak 1 bulan yang lalu,aku baru sempat mengatakannya sekarang, Mian.”

“geurae.”

“ayo kita tidur!”

“Ne!”

Di kediaman Ah Ri, pukul 07.00 KST. Saat sedang sarapan.

“Mwo?!”tanya Ah Ri kaget di ikuti oleh Min Woo yang tersedak roti sarapannya. “Appa, kenapa baru katakan sekarang?”

“Mianhye, aku baru sempat mengatakannya.”

“pokoknya aku akan ke bandara sepulang sekolah nanti.” Tegas Ah Ri, dan langsung keluar untuk berangkat ke sekolah.

.

.

.

Dibandara InCheon pukul 17.00 KST

“yeobo? Kemana anak-anak itu? Katanya ingin datang.” Tanya Mr. Kim cemas.

“tenang lah yeobo, mereka kan naik sepeda, jadi mungkin agak lama sampai di sini, lagian masih ada waktu setengah jam lagi untuk take off kan?”

“iya sih.. tapi.. ah sudahlah.” Kata Mr. Kim, dia memang sangat mencintai kedua anak mereka itu. Bahkan hanya pergi seminggu saja,beliau harus melihat kedua anak itu baru bisa tenang.

“EOMMA! APPA!”TERIAK Min Woo sambil setengah berlari.

“oh, Min Woo ya, mana Noona-mu.?” Tanya Mr. Kim

“Molla Appa, tadi sehabis bel sekolah, aku langsung ke sini, mungkin Noona ada pelajaran tambahan, tapi tenang aja Appa, Noona pasti datang.” Yakin Min Woo, karena dia tak ingin orang tuanya mengetahui hubungannya dengan Ah Ri sedang kacau sekarang.

.

KRING!.

Bel pulang berbunyi, Ah Ri langsung lari dan menancap sepedanya, namun tiba-tiba Kwangmin menjegatnya menggunakan sepeda juga.

“Sunbae? Kemana mobil mu?” tanya Ah Ri heran.

“oh, geugon, aku ingin naik sepeda saja, kan lumayan hemat BBM.”bohong Kwangmin, padahal, supaya dia lebih dekat sama Ah Ri.

“ah sudahlah, aku buru-buru sekarang, sampai nanti!”

“mau kemana, Ah Ri-ah?”

“aduh, kalau di jelasin makin panjang, gini aja, mau ikut apa enggak?”

“ikut!”jawab Kwangmin asal.

.

Balik ke bandara.

“aduh, dimana Ah Ri ini? Atau dia ada apa-apa yeobo?” tanya Mr. Kim cemas.

“jangan mikir yang macam-macam, yeobo, mungkin saja dia kelelahan di jalan, kan dari sekolah ke sini agak jauh.” Jawab Mrs. Kim mencoba menenangkan hati suaminya itu.

“APPA!” teriak Ah Ri dari kejauhan dan dengan kemampuan kaki seribunya dia berlari memeluk ayah tercintanya itu. Tentu saja, diikuti oleh Kwangmin di belakangnya. “appa? Apa kau akan pergi sekarang?” lanjutnya setelah dia berhadapan dengan Appa kesayangannya itu.

“em, Ah Ri-ya, Mianhye? Appa seharusnya tak membuatmu ngos-ngosan untuk datang kesini, mian.” Kata Appa sambil memegang kepala Ah Ri. “Appa akan pergi selama seminggu ini, jaga adikmu ya, juga jaga Eomma mu ini, aku akan merindukan kalian semua.”

“Ne, Appa. Cepat pulang ya, aku juga akan sangat merindukanmu.” Kata Ah Ri sambil memeluk erat Appa-nya.

“ini siapa?”tanya Eomma disela-sela perpisahan itu dan menunjuk ke arah Kwangmin.

“ini,mmm,, itu,, Nae Chingu Eomma!” jawab Ah Ri gelagepan.

“annyeong haseyo, ahjussi, ahjuma!”sapa Kwangmin sambil merunduk 900 pada kedua orang tua Ah Ri.

“oh? Geunnyang chingu?” tanya Eomma curiga.

“ne!” jawab Kwangmin karena tidak mau membuat Ah Ri mengatasi situasi itu sendiri.

“oh geurae? Siapa nama mu.” Tanya Appa.

“Annyeong haseyo, che irimi Jo…” jawab Kwangmin namun terputus begitu ada suara operator yang menyuruh semua penumpang pesawat harus menempati tempat duduknya.

“oh, sepertinya Appa harus pergi.” Kata Appa sambil memeluk mereka bertiga, kemudian melepasnya. “jaga putri ku dengan baik.” Kata Appa sambil menepuk pundak Kwangmin.

“Ne, algeshimnida.!”jawab Kwangmin lantang.

@Restaurant Tteopokki 21.30 KST

“akhirnya selesai juga.” Kata Ah Ri sambil mengibaskan tangannya tanda pekerjaannya telah selesai.

“iya, jibe khaja?” ajak Kwangmin

“oh. Jibe khaja.”jawab Ah Ri.

Saat mereka berdua mulai mengayuh sepeda,

“Sunbae?”

“oh?! Wae?”

“mm.. Mianhye!”

“mian? Moga mianhyeseo?”

“saat di bandara tadi.”

“kenapa di bandara? Apa yang salah?” tanya Kwangmin makin bingung.

“aku bilang bahwa kau chingu-ku, bukan namchin ku, mian.” Kata Ah Ri sambil menunduk dan menghentikan sepedanya, diikuti oleh Kwangmin yang juga melakukan hal yang sama.

“Ah Ri-ah? Qwenchana. Aku tau posisimu saat itu, aku tahu kalau kau takut pada orang tuamu, dan terlebih lagi kau tak mau Min Woo mendengar 1 kata yang sangat menyakitkan hatinya lagi kan?” duga Kwangmin sambil memegang kedua pipi cubby Ah Ri sambil mengangkat kepala Ah Ri yang menunduk. Namun pertanyaan Kwangmin hanya di balas oleh anggukan dan senyuman khas Ah Ri. Sekarang mereka melanjutkan perjalanan namun bedanya, mereka berjalan sambil menuntun sepedanya sekarang.

“lagian, itu tak usah kau pikirkan, apa bedanya coba? Namchin kan kepanjangannya namja chingu, jadi kalau kau mengatakan aku adalah chingu mu kan ga masalah, aku kan namja dan aku juga adalah chingumu. Kalau digabung kan jadi namja chingu. Aku adalah teman laki-laki mu, bukan? Sudahlah tak usah kau pikirkan. yang penting bukanlah sebutan mu terhadapku, melainkan perasaanmu terhadapku,” Jelas Kwangmin karena tak mau melihat yeoja yang sangat ia cintai itu merasa terbebani.

“Sunbae?!” panggil Ah Ri sambil menghentikan langkahnya.

“mwo?” tanya Kwangmin bingung melihat yeoja mungil ini memanggilnya tiba-tiba.

“sini, ada yang ingin ku bilang.” Kata Ah Ri sambil memberi kode pada Kwangmin untuk mendekatkan telinganya.

“yasudah katakan, untuk apa pake acara bisik-bisik.”

“sini dulu, ini rahasia. Palli..!” perintah Ah ri. Lalu Kwangmin hanya menuruti titah Ah Ri dengan mendekatkan telinganya.

“Saranghae!” bisik Ah Ri pelan, tidak, sangat pelan, di susul dengan kecupan yang di daratkan Ah Ri ke pipi kanan Kwangmin. Secepat kilat dia menaiki sepedanya lalu menghilang dari hadapan Kwangmin. Kwangmin ya jelas shock berat dia hanya bisa terdiam di posisi tadi sambil bengong ga jelas.

Setelah tersadar dari lamumannya dia langsung berteriak, “NADO SARANGHAE, AH RI-AH!!!”

@Ah Ri’s Home

“Eomma!” panggil Ah Ri saat dia memasuki rumah mewah nan megah itu.

“Mwonde?” tanya Eomma tapi hanya di balas dengan pelukkan AH Ri yang erat sekali. “neo wae geurae?” tanya Eomma makin bingung melihat tingkah anak gadisnya. Lagi-lai Ah Ri ga menjawab, karena itu, eomma memutuskan untuk membawa posisi mereka jadi duduk di sofa. “sekarang jawab Eomma, kau ini kenapa sih, AH Ri-ah?”tanya Eomma dan menatap mata Ah Ri, tapi Ah Ri malah menyembunyikan wajahnya di bahu Eommanya dan berkata, “Peukkereowo, Eomma?!”

“Mwo? Peukkereowo? Kenapa kau malu?” tanya Eomma.

“Molla..” jawab Ah Ri manja dan kembali memeluk Eomma-nya.

“Wae molla?”

“aku hanya sedikit, ani, aku sangat merasakan malu yang sebesar-besarnya sekarang.” Jawab Ah Ri melampiaskan perasaan malunya.

“apa rasa malu mu ini menyangkut namja di bandara tadi?” tebak Eomma.

“Ottokhe araseo?”, tanya Ah Ri kaget.

“kalau aku ga tau perasaan putriku, berarti aku bukan Eomma-mu Ah Ri-ah. Sekarang jujur sama Eomma apa yang membuatmu malu? Apa kau Peoppo dengannya?” tebak Eomma.

“Peoppo? Ani, aku tak akan melakukan itu lagi.”

“LAGI? Berarti kau sudah pernah Peoppo dengannya?”

“Ne?! Aaa.. nniii..”jawab Ah Ri gagap.

“Eiyy,, jangan bohongi Eomma. Haeseo? Anhaeseo?”

“Haeseoyo Eomma, Mianhye.” Jawab Ah Ri sambil menunduk.

“Moga mian, Eomma tak akan memarahimu, Eomma juga kan pernah muda, jadi Eomma mengerti perasaan anak Eomma sekarang. Eomma juga merasakan perasaan seperti itu dengan Appamu.”

“Mwo? Jinja? Yaaahh. Eomma, napeun yeoja-ya.”

“ani, kami hanya refleks saat itu. Pertama pertemuan kami, di pernikahan teman Eomma. Namun saat Eomma hendak berlari ke arah teman Eomma yang lain, Eomma jatuh, dan menabrak meja makan, dan apa kau tahu saat itu tubuh Eomma di penuhi saus bulgogi dan udang yang berserakan. Eomma merasa ingin mati saat itu, sakitnya sih ga seberapa, tapi malunya itu yang ga bisa ngebayanginya, Ah Ri-ah.” Cerita Eomma.

“Terus?”

“yasudah dengan gagahnya Appa-mu membuka jasnya dan menutupi kepala Eomma dan menuntun Eomma ke tempat yang aman.”

FLASHBACK

1994 @ruangan yang dituju Eomma Ah Ri.

Eomma Ah Ri’s POV

“Jogi?”kata kami bersamaan.

“monjo mare.”kata kami bersamaan, sepertinya telepati kami sangat kuat, yah mulai dari situ kami dekat.

FLASHBACK OFF

“Jinja?hua.. Daebbak..”Ah Ri memuji kisah Eommanya itu.

“ya memang, Appamu adalah orang yang romantis juga, namun dia tak ada sekarang. Aku sangat merindukan sosok senyumannya.” Lanjut Eomma

“sekarang tak ada? Maksud Eomma.”

“ya.. itu maksud Eomma kan dia sekarang di AS.” Jawab Eomma mengelak.

“oh itu..”kata Ah Ri mengiyakan, “Eomma, napeun yeoja-ya.”sambungnya lagi.

“ani.” Jawab Eomma. “Uri napeun yeoja-ya” kata ibu dan anak itu serempak.

“hahaha…”tawa mereka mengihasi ruangan itu.

“oh, ya, aku lupa, apa yang membuatmu malu tadi?”

“oh itu, aku jujur sekarang ya Eomma, kami memang sudah berpacaran seminggu ini, namun, baru kali ini aku mengatakan ‘Saranghae’ padanya.”

“Mwo? Hahaha.. bagus donk, memang di dalam berpacaran kita harus belakbelakan, namun itu membuat kita malu.” Kata Eomma.

“Maja Eomma.”

“sudahlah, kau mandi dan tidurlah.” Saran Eomma.

Min Woo’s POV

aku merebahkan diri di tempat tidurku dan melihat jam dinding di kamar ku ini. Namun sampai sekarang Noona ku belum pulang.

“Eomma!” teriak Noonaku.

Berarti dia sudah pulang, aku keluar dan melihat Eommaku dan Noonaku sedang berpelukkan, ada apa ini? Apa yang membuat Noona mengeluarkan senyuman itu? Aku belum pernah melihat Noona-ku tersenyum sepeti sekarang. Mendengar pembicaraan mereka, itulah yang aku lakukan sekarang. Aku sepertinya tahu, ini pokok pembicaraan yang Cuma buat aku sakit. Peoppo? Kwangmin dan Noonaku sudah melakukannya? Yang benar saja? Kwangmin sudah berani menyentuh Noonaku? Dan apa lagi ini, Noona benar-benar menyukai Kwangmin. Hua. Rasanya aku ingin teriak. Aku masuk ke kamarku dan membanting pintu itu keras. Dan melampiaskan kecemburuanku itu pada dinding kamarku yan tak bersalah, dan merah? Ya, itu darah. Setelah agak tenang, aku mencoba untuk masuk ke kamar Noonaku.

TOK. TOK. TOK.

“masuklah!” perintah Noona yang ku dengar dari luar pintu. Aku menginjakkan kaki di kamar ini? Oh, tidak,  aku tak percaya, aku bisa melangkah lagi, dan aku duduk diranjang Noona, sedangkan Noona yang sedang duduk di meja belajarnya, hanya memutar kursinya dan kami berhadapan sekarang.

“Wae Min Woo-ya?” tanya Noona.

“geunnyang.” Jawabku sambil menggaruk kepala yang tak gatal itu yah, sekaligus menunjukkan luka di tangan tadi, sengaja? Ya, aku sengaja, aku ingin mendapatkan perhatian Noona yang dulu hanya untukku.

“tangan mu kenapa?”tanya Noona sambil berlutut dan melihat luka itu, yes, aku berhasil.

“qwenchana.”kataku dan menarik tanganku.

“apa yang yang qwenchana? Tunggu sebentar.”kata Noona dan mengambil kotak P3K.

“Noona?” panggilku saat dia mulai membersihkan luka ini.

“mm?”

“apa kau benar pacaran dengan Kwangmin? Apa benar kau juga mencintainya? Apa kau sudah Peoppo dengannya” tanyaku.

“aku menjawab YA untuk semua pertanyaanmu.”

“Noona? bisakah kau melupakannya? Bisakah kau melepaskannya?” Tanyaku dan mataku mulai berkaca.

“Min Woo-ya, neo wae ire? Aku tak bisa melakukan itu semua, Kwangmin adalah orang yang sangat aku cintai. Dialah namja yang menghiasi hati Noonamu saat ini.”jelasnya sambil menatapku berkaca juga.

“Noon…” kataku terputus karena telfon noona berbunyi.

“Yeoboseo?” “Mwo?” “Pyeongwon?” “wae?” “kecelakaan?” “ya, aku segera kesana, kamsahamnida.” Kata Noona ku saat menjawab telfon. Tapi siapa yang kecelakaan?

TBC- gimana readers?? Comment please..

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Don’t Touch My Girl – Chapter 03

  1. aaa!!!
    3 part ini sukses buat aku nyesek setengah mati, thor!!! >,<
    DAEBAKK (y) (y) (y)
    feel dapet banget (y)
    kajja di next!!!😀
    I'll be wait😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: