[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Make Me Forget About You – Chapter 04

Picture1

Title
: Sorry, I Can’t… Make Me Forget About You – Chapter 04
Author : Sonia Suryanti (@soniasuryanti)
Genre : Romance, Tragedy, Sad Romance
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ No Minwoo as Kim Minwoo   ~ Kim Ah Ri (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Member Boyfriend

Author Note    : hehe.. part kali ini Author lelah membuatnya perlu pergulatan batin, batin Author tersiksa saat membuat part 4 ini… mudah-mudahan bisa menyenangkan hati readers ya…

“Noona? Odi kha?”

“Pyeongwon, Kwangmin kecelakaan, aku harus segera ke sana.” Jawab Noona dan langsung berlari, namun saat ia hendak menuruni tangga aku menahan tangannya.

“Noona… kajima?”

“Min Woo-ya sadarlah, aku tak punya waktu untuk berdebat sekarang.” Kata Noona sambil melepas tanganku yang menahannya.

“Noona, kajimalanikka, jebal.” Aku menahan tangannya lagi, namun dia hanya melepasnya dengan kasar dan berlari keluar rumah.

“NOONA! KAJIMA! JEBAL… KAJIMALAGO…” aku teriak dan terduduk di situ, dan menyambung perkataanku. “kau belum siap memerban tanganku Noona-ya.!” TES… TES.. air mata ini pun akhirnya terjatuh.

Author’s POV

‘hal yang aku takutkan terjadi’ batin Eomma berbisik saat melihat pemandangan dihadapannya sekarang, Min Woo menangisi kepergian AH Ri.

@ Seoul Hospital

“suster, dimana pasien UGD bernama Kwangmin disini.”tanya Ah RI.

“dia sekarang di ruang operasi, ada luka yang mengenai kepalanya, dan harus dioperasi, jika tidak berakibat fatal, anda bisa menunggunya di lobi depan ruang operasi saja.”

Ah Ri’s POV

Tuhan tolong beri dia kekuatan untuk menjalani operasi ini. Tolong, beri aku sedikit pengharapan yang dari pada-Mu.

Apa kalian tahu perasaanku saat berdiri menunggu di depan Ruang yang penuh aroma obat ini.? Aku tak bisa berbuat apa-apa selain berdoa, saat orang yang aku sayang sedang bertarung nyawa, aku hanya dapat duduk dan berdoa.

Lampu operasi itu, mati, tanda operasi telah selesai dilaksanakan. Seorang dokter keluar dan menyatakan bahwa dia telah melewati masa kritisnya, untung saja luka itu tidak mengenai saraf yang sensitif di otak jadi dia bisa langsung masuk ke ruang biasa, tidak perlu masuk ICU. Kata dokter itu juga dia akan sadar setelah obat bius yang di suntikkan hilang. Setelah mendengar itu, aku tersenyum setidaknya dia tak apa-apa. Terimakasih tuhan, hanya itu yang dapat aku katakan sekarang.

Ya, sekarang aku masuk ke ruangannya, aku melihat dia yang biasanya pecicilan, sekarang hanya bisa berbaring di tempat tidur itu dengan keadaan tak sadar. Lalu aku duduk di kursi samping tempat tidur. Aku memenggenggam tangan nya dan sedikit tersenyum, lucu rasanya melihat wajah polos yang aku sayangi ini saat keadaan tak sadar yah?

Kwangmin’s POV

‘ahh… nae mori appo?’batinku sambil mencoba membuka mata, dan mencoba untuk memperbaiki posisi tidurku. Namun sebelum bergerak, aku merasa ada yang menggenggam tanganku dan terlelap disebelahku. Ku perjelas penglihatanku, dan ternyata itu Ah Ri, kaget melihat bidadariku ada di sini, ‘kenapa dia bisa tahu aku kecelakaan?’naluri ku bertanya.

Huaa. Jujur aku senang melihat dia datang dan menjagaku, kusibakkan rambut yang menutupi wajah manisnya, akibat sibakkanku dia hampir terbangun lalu aku menepuk-nepuk kepalanya, dia kembali tertidur.

Melihat yeoja yang aku sayangi, ada saat aku membutuhkannya itu sangat membuatku senang. Aku benar-benar beruntung bisa memiliki hati yeoja ini.

Ya.. sekarang sudah pukul 06.00 KST. Dan aku pikir, aku tak harus membangunkannya karena aku tahu ini hari minggu. Bagus juga sih, setidaknya dia bisa lama disini bersamaku.

Author’s POV

Pagi yang cerah saat 2 sejoli itu sedang bersama, seiring dengan sinar matahari pagi yang mulai masuk dari sela jendela, itu juga lah yang membangunkan Ah Ri dari bunga tidurnya.

“mm.. silau” eluh Ah Ri saat bangun tidur dan dengan sigap Kwangmin mengangkat tangannya agak menghalangi sinar matahari itu untuk langsung menjumpai mata Ah Ri.

“sudah bangun?” tanya Kwangmin dengan suara yang kurang jelas.

“loh? Sunbae? Kau sudah sadar? Bagaimana kondisimu? Tunggu aku harus memberitahu dokter bahwa kau sudah sadar.” Kata Ah Ri tanpa koma. Lalu hendak beranjak dari kursi, namun Kwangmin menahan tangannya, dan memberi kode ‘duduklah’.

“wae? Aku harus memberitahu dokter sekarang juga. Na jigem qwenchana.”

“sudah tidak perlu, aku sudah sadar dari 2 jam yang lalu.” Jawab Kwangmin supaya Ah Ri tak terlalu mengkhawatirkannya.

“Sunbae? Jinja qwenchana?” tanya Ah Ri lagi.

“qwechantanikka. Geokjongma. My Princess.” Kata Kwangmin sambil memenggang pipi Ah Ri.

“Jangan berbuat konyol, Sunbae? Mendengar kata terakhir itu membuat cacing di perutku menggelitikku.” Sahut Ah RI. “sudah lah, ini minum dulu.” Lanjut AH Ri sambil memberi air hangat pada Kwangmin.

.

@kediaman Ah Ri

“aku pulang!” kata AH Ri saat memasuki rumah.

“oh? Kau sudah pulang? Bagaimana keadaan dia sekarang?” tanya Eomma.

“ne? Ottokhe araseo Eomma?” tanya Ah Ri heran, Eommanya tahu bahwa Sunbae-nya itu kecelakaan.

“sudahlah itu tak penting. Pergi mandi sana! Jangan pasang muka kusut kayak gitu.!”

“aku mengkhawatirkannya Eomma.”

“sudah tak usah terlalu diambil pusing. Pasti dia juga sudah ada keluarga yang merawat di sana.kan?”

“Dia dari AS Eomma, tidak ada keluarga, bahkan teman yang menjaganya saat ini. Makanya aku khawatir, jika ada Eommanya atau yang menjaga dia saat ini aku tak akan memasang muka jam 12 seperti sekarang kan?”

“yasudah kau mandi dulu sana! Kebetulan Eomma ada masak Soup pagi ini, bawa kesana dan jagalah dia!”

“Eomma, jinja-ya? Apa aku bisa pergi untuk menjaganya? Jinja? Jeongmal?” tanya Ah Ri memastikan perkataan Eommanya tadi, dan dengan kata itu juga lah, merubah muka jam 12 Ah Ri menjadi berbinar kembali.

“jinja-ya, sudah sana!” perintah Eomma.

@kamar Ah Ri

Saat selesai siap-siap, dia memasukkan segala yang menurutnya penting ke tas kecilnya.

PANG! Suara tas itu jatuh dari tangan kiri Ah Ri, tangan kirinya kembali bergetar. Setelah itu dia mencoba untuk mengambil tas itu menggunakan tangan kiri juga, namun, sepertinya tangan kirinya tak kuat untuk mengambil tas kecil nan ringan  itu. Tapi dia hanya ingin posistif thinking, mungkin aku terlalu buru-buru tadi. Pikirnya. Lalu turun ke bawah mengambil soup itu dan permisi dengan Eomma.

Sesampainya di kamar dia tak menemukan Kwangmin di dalamnya. Karena khawatir, Ah Ri bertanya pada suster itu.

“oh, pasien itu? Dia tadi berjalan ke arah taman rumah sakit.” Jawab suster itu.

“gumapshimnida” kata Ah Ri.

Dia pergi ke arah taman rumah sakit itu, ingin Ah Ri memanggil Kwangmin, namun sepertinya dia sedang berbicara di telfon.

“em,, Eomma? Wae?” tanya Kwangmin di telfon.

“apa kau baik-baik saja di sana? Eomma, mimpi buruk semalam.” Kata Eomma cemas.

“qwenchana. Aku malah sedang berjalan-jalan menikmati udara Seoul sekarang.”bohong Kwangmin agar Eommanya tidak Shock!

“oh? Yasudah, tapi hati-hati ya nak. Bye!”

“Bye!” sahut Kwangmin lalu berbalik arah, ternyata Ah Ri sudah ada tepat dihadapannya.

“Oh?! Kau sudah datang?! Cepat sekali?” tanya Kwangmin.

“aku terlalu cepat?! yasudah, aku pulang lagi.” Jawab Ah RI ngambek.

“Yah, jangan marah ya?” tanya Kwangmin sambil memasang wajah memelas. Dan wanita itu tak bisa berbuat apa-apa selain tersenyum melihat tingkah namjanya itu..

“gimana sekarang, Sunbae qwenchana? Amugeotdo anappa? Sunbae moriseo otteokhe?”khawatir AH Ri.

“qwenchana, geokjeongma, Ah Ri-ah.” Jawab Kwangmin.

“turakhaja! Disini dingin sekali, tak bagus untukmu Sunbae! Khaja!” ajak Ah RI sambil menarik tangan Kwangmin. Tapi “omona!”kaget Ah Ri saat Kwangmin yang malah menarik balik tangan Ah Ri dan tubuh AH Ri otomatis di kunci oleh tubuh Kwangmin.

“neo geugeo ara, Ah Ri-ah? Geunnyang…. Geunnyang… hanya disini, di sampingku, menjagaku, sambil mendekapku seperti ini, sudah cukup untuk mengurai rasa sakit ini. Saranghae!.”kata Kwangmin di sela-sela dekapan mereka. Ah Ri terkejut sekaligus menyunggingkan senyuman di bibir tipisnya.

.

@ruangan Dokter

“Ahjussi, bagaimana keadaannya sekarang?” tanya AH Ri pada seorang namja paruh baya, yah, seumuran dengan Appa-nya juga, namja itu yang menangani kesehatan Kwangmin, tapi mengapa Ah Ri memanggilnya Ahjussi? Bukannya Dokter? Yaiyalah dia nyebut Dokter itu Ahjussi, kan Dokter itu teman Appa-nya Ah Ri katanya sih Appa Ah Ri  sering menemani Eomma Ah Ri untuk USG ke rumah sakit ini. Dokter itu duluny hanya Dokter umum biasa, tapi berkat Appa Ah Ri, dia bisa mengambil spesialis otak. Appa Ah Ri juga salah satu pemegang saham terbesar di rumah sakit ini, Appa Ah Ri ini seorang investor terkaya di Seoul, tapi Ah Ri tak mau mengumbar-umbar kekayaannya ke semua teman sekolahnya, yang teman sekolahnya tahu hanya AH Ri anak dari pengusaha sederhana.

“dia sudah baikan sekarang, syukurlah mobil yang menabraknya itu sempat menginjak remnya, tapi pengemudi itu tak salah, Kwangmin yang hanya bengong saat mobil itu membunyikan klaksonnya,

“mwo? Bengong?”tanya Ah Ri heran, lalu dia sadar, perbuatan dialah yang membuat Kwangmin sekarang terbaring di rumah sakit. Seandainya dia tak melakukan itu pasti Kwangmin akan selamat sampai di apartemennya.

“oh, ya AH Ri, Kwangmin sudah 1 minggu di rawat disini aku pikir lusa dia sudah boleh pulang kok. Namun perban di kepalanya harus sering di ganti.” Saran Dokter itu. “eh, ini kenapa tanganmu, Ah Ri-ah?” tanya Dokter itu karena melihat tangan Ah Ri tiba-tiba bergetar kembali.

“ah? Ini? Tak apa-apa Ahjussi, aku sudah mengalami ini sejak SMP kelas 1, paling Cuma kebas kok.”

“Ah Ri-ah? Sejak SMP? Kalau itu terus berlanjut dan makin parah, kau harus menemuiku, sebelum terlambat.” Kata dokter itu lagi.

“Algeshimnida Ahjussi!” jawab Ah Ri dengan tegas.

 

.

@Kamar Rumah Sakit

“Apa kata dokter Ah Ri?” tanya Kwangmin melihat yeojanya yang masuk ke kamar dengan tampang lesu. “Apa yang terjadi? Apa kata Dokter, Ah Ri-ah? Cepat katakan!” perintah Kwangmin, namun yeoja itu hanya diam dengan wajah tertunduk. “AH Ri?” kali ini Kwangmin memanggil Ah Ri dan mengangkat dagu yeoja yang dicintainya itu. “apa  luka ku ini parah?” tanya Kwangmin lagi khawatir. Lalu Ah Ri tertawa terbahak-bahak, melihat wajah polos namja itu saat mengkhawatirkan sesuatu.

“apa kau segitu khawatirnya? Hahahahaha…”

“yah? Kenapa tertawa?”

“tertawa? Aku tertawa karena berhasil mengerjai mu, Sunbae.”

“Yah, Neo?! AHHH” saat Kwangmin ingin mengejar Ah Ri yang sudah menjahilinya.

“Oh? Sunbae qwenchana?” tanya AH RI melihat Kwangmin yang berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya. Tadi pertanyaan Ah Ri tadi hanya dijawab oleh eluhan kesakitan dari Kwangmin. “Aku harus memanggil dokter.”  Lalu saat Ah Ri hampir memencet bel, gantian Kwangmin yang tertawa.

“apa kau segitu khawatirnya? Hahahahaha…”

“yah? Kenapa tertawa, Sunbae?” tanya Ah Ri heran

“tertawa? Aku tertawa karena berhasil mengerjai mu, Ah Ri-ah.” Kwangmin mengulang kembali kata-kata dari Ah Ri.

“hahahaha….” Kwangmin tetawa dengan kemenangan, dan Ah Ri hanya tertunduk kesal.

“Sunbae, lusa kau sudah boleh pulang. Sepulang sekolah aku akan menjemputmu.”

“oh, baguslah, aku juga tak tahan dengan bau obat di sini. Setelah pulang pun aku harus banyak latihan, waktu untuk showcase tak lama lagi.”

“yeobo? Bagaimana keadaan Ah Ri dan Min Woo?” tanya Mr. Kim pada istrinya itu melalui benda yang di sebut telefon.

“oh, mereka berdua baik-baik saja di sini. Tiap hari mereka sibuk menanyakan apa kau akan datang untuk showcase mereka, yeobo?”

“oh, itu yang ingin aku katakan pada mu, mungkin aku harus memperpanjang waktu kepulanganku, tiba-tiba ada urusan mendadak disini.”

“apa tak bisa di tunda dulu?”

“aku rasa akan sulit, hal yang tak aku duga terjadi di sini, oh ya, kapan showcase mereka diadakan?”

@aula  Seoul Performing Art School

“1 minggu dari sekarang kalian akan melihat diri kalian sendiri berada di panggung, para blitz kamera akan tak berhenti untuk mengambil foto kalian. Para statiun televsi akan mulai membahas masa lalu kalian, begitu juga dengan para agensi akan menyerbu kalian semua. Maka itu aku ingin kalian mempersiapkan diri, ISANG!” suara Yoo saem kali ini kelihatan lebih menakutkan dari pada biasanya, membuat para siswa yang akan ikut showcase itu pun tenggelam dalam kegugupan sendiri.

@USA

“Yeobo? Heh Cham.. ternyata kalian beneran jadi menikah.” Kata seorang wanita paruh baya sambil berjalan melewati  Appa Ah Ri, yang tidak lain dan tidak bukan adalah perusahaan yang sedang  Appa Ah Ri berikan dana investasi.

“Jogiyo, aku memang tak seharusnya menanyakan ini, tapi, aku sangat ingin tahu, bagaimana keadaan anak kita?” tanya Appa Ah Ri pada wanita itu.

“Anak kita? Kau salah, mereka anakku bukan anak kita, dan tolong Mr. Kim bersikaplah professional. Anda bukan siapa-siapa, anda hanya investor yang akan mendanai rumah sakit kami.” Kata wanita itu dan berjalan menghilangdari hadapan Appa Ah RI.

‘mianhye’batin Appa Ah               Ri berbisik.

@Rumah Sakit (keesokkan harinya

“Sunbae? Apa kau sudah makan?” tanya AH Ri.

“Belum, ga nafsu.”

“Ayolah, besok kau sudah bisa pulang kok.”

“suap?” pinta Kwangmin dengan AEGYO GAGALNYA

“aiissshh… dasar…” tk bisa berbuat apa-apa , akhirnya Ah Ri menyuapi Kwangmin.

“Kwangmin-ssi?” panggil seorang namja paruh baya yang menggunakan seragam putih dan diikuti oleh yeoja dewasa di sebelahnya yang memengang papan data pasien.

“oh? Dokter?”

“Ahjussi?”panggil AH RI dan dia hanya tersenyum

“Suster, pasien ini akan pulang besok, bantu yeoja kecil ini untuk membereskan kepulangan pasien ini ya?” perintah Dokter itu sambil melirik Ah Ri.

“Ahjussi? Aku sudah 17 thn skrg.”

“umur di Korea, tapi di internasional kau masih 16 Ah Ri-ah.”

“Ahjussi, berhenti mengejekku.”

PLANG- mangkuk yang berisi bubur itu terjatuh dari tangan Ah Ri. Yah, pastilah tangannya kumat lagi.

“Ah Ri-ah? Qwenchana?”tanya Kwangmin khawatir.

“qwenchana sunbae” jawab Ah Ri kembali tersenyum.

“Ah Ri-ah tarawa!” perintah Dokter itu tegas pada Ah Ri, sekarang ekspresi Dokter itu berubah 180 derajat, yang tadi senyum sekarang terlihat serius.

“mau kemana Ahjussi.?”

“Tarawanikka!”

“Ne”

@Lab. Rumah Sakit.

“aku akan mengecek dulu kau hanya tidur disini saja.” Perintah Dokter itu pada AH Ri

“Ahjussi, qwechana. Aku tidak apa-apa. Mengapa harus berbuat seperti ini.?”

“sudah kau diam saja.”

“Ne.”

@Kediaman Ah Ri 21.00 WIB

“Eomma?”panggil Ah Ri sambil memasuki kamar Eommanya.

“masuklah Ah RI-ah.”

“Eomma? Kapan Appa pulang?”

“Eomma do meureugeseo”

“Aissshh.. eomma harus sampaikan ke Appa, dia harus datang saat kami Showcase nanti, ini Showcase pertama kami, katakan padanya dia harus datang.

“Araseoyo naeddal.”

Lalu AH Ri keluar kamarnya , masuk kedalam ruang kerja Appanya, dia sangat merindukan Appanya ini, tak pernah Appanya pergi perjalanan bisnis sampai lebih dari 2 minggu, kali ini hampir memasuki minggu ke-3.

Ah Ri duduk di kursi kerja Appanya sambil melihat keadaan meja Appa nya yang mengkombinasikan laptop, foto keluarga dan berkas-berkas.

Lalu ia membuka laci Appanya dilihatnya agenda milik Appanya di situ dibukanya lalu di halaman depannya ada terselip foto 4 orang sednag piknik bersama, sudah dapat di duga 1 pasang di situ ada Eomma, Appa, tapi 1 pasang lain siapa?

“Noona? sudah aku duga kau ada di sini.”

“oh? Min Woo-ya?”Ah Ri kaget lalu mengembalikan agenda tadi ke tempat semula.

“Noona, bisa kau membantuku?”

“apa?”

“Please, make me forget about you? Noona!”

“Ne? Museunmariya?”tanya Ah Ri heran.

“kau sudah tahu apa  perasaanku, jadi tolong bantu aku untuk mengembalikan Kim Min Woo yang dulu.”

“Min Woo-ya?”

“Noona, tolong aku, aku pikir aku akan gila jika seperti ini terus, aku harus kembali ke pikiranku segera.”kali ini Min Woo sudah sengeluarga 1 bulir air mata.

“MinWoo-ya, mianhye? Aku tak seharusnya memperlakukanmu seperti ini. Aku benar-benar menyesal. Aku tak seharusnya membuat adikku menangis seperti ini. Min Woo-ah aku akan menjadi Noona mu lagi, ani, aku akan terus menjadi Noonamu, tak akan pernah berubah.”kata Ah Ri sambil memeluk adik tersayangnya itu.

“Noona!” kata Min Woo sambil membalas pelukkan Noonanya itu dan bukannya berhenti, malah buliran air itu semakin deras.

This entry was posted by boyfriendindo.

6 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… Make Me Forget About You – Chapter 04

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: