[FANFICT/FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir?!! – Chapter 03

Picture1

Title 
: Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir – Chapter 03
Author : ariesthha_1602
Genre         : Friendship dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Jo Kwangmin

  ~ Jo Youngmin

  ~ Mia

Other Casts 
  Member Boyfriend Lainnya

Maaf chingu, aku terlalu lama untuk update part 3. Hanya saja beberapa bulan yang lalu, aku sedang disibukkan dengan urusan kuliah. Terima kasih buat semuanya yang sudah baca ceritaku. Tinggalkan comment ya. Itu sangat membantuku untuk membuat cerita yang lebih baik lagi dan menjadi penyemangat tersendiri untukku. Gomawo..\(^__^)/

~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~

Someone POV

 

Aku membalas senyuman Mia dan menolehkan kepalaku ke kiri, saat itulah aku sadar namjaa itu masih berdiri disampingku dan melihat koridor didepannya dengan ekspresi sama sepertiku. Aku menggoyangkan tangan didepan matanya berharap namjaa itu tersadar dari lamunannya. Entahlah aku bingung kenapa menggoyangkan tanganku didepannya, padahal aku sadar dia tidak mungkin akan merespon. Tapi terkadang beberapa kebiasaanku dulu, masih sering terbawa sampai saat ini.

Aku memiringkan kepala dengan jari telunjuk didaguku dan memperhatikan penampilannya.

Wah wah wah,, bukannya ini Youngmin? tapi, tampilannya berbeda, rambutnya juga berubah warna. Apa dia pergi ke salon untuk merapikan penampilannya? tapi ini seperti bukan dirinya. Argghhhh ini membuatku pusinggg, dan mengacaukan rambut dengan kedua tanganku.

 

Setelah berusaha tenang aku kembali melotot padanya “YA! Youngmin-ah, apa yang kau lihat? kau tertarik dengan pacarku? Andwae dia itu milikku!!! uppsss maksudku, dia tidak akan lagi menjadi pacarku jika kau sudah bisa membuat Mia menyukaimu, bagaimana?”.

“ Ahhhh,,kuanggap diam itu iya. Annyeong aku pergi dulu”.

Dan menghilang dengan satu jentikan jari, meninggalkan Kwangmin sendiri yang masih berdiri di koridor.

~~~~~~~~

Youngmin POV

 

“Kalian harus benar-benar memperhatikan bahwa ilmu fisika itu tidak bisa…bla bla bla bla bla”, Mrs Park menjelaskan pelajaran fisika didepan kelas dengan menggebu-gebu.

Kalau boleh jujur, sebenarnya aku tak begitu memperhatikan apa yang dijelaskan oleh Mrs. Park, yah walaupun ini termasuk salah satu pelajaran favoritku. Penyebabnya, karena kembar 6 menitku (tentu saja si Kwangmin) belum juga kembali ke kelas, padahal 15 menit sudah berlalu.

Kemana sih anak itu? sudah 15 menit diluar kelas. Apa nggak takut dimarahin Mrs. Park?, dan terus melirik ke arah pintu dengan tangan menumpu dagu. Beberapa saat kemudian, pintu kelas terbuka dan tertutup kembali.

Mrs. Park berhenti menjelaskan pelajaran “Kwangmin, apa yang membuatmu begitu lama diluar kelas?”, dengan tangan yang terlipat didepan dadanya menunggu jawaban.

“Maaf Mrs. Park, tadi aku sedang membantu seseorang menunjukkan arah ruang kepala sekolah”, jawabnya dengan muka tertunduk dan tangan mengusap rambut belakangnya.

“Mmmmm,,,kuharap kau tidak berbohong. Silahkan kembali ketempatmu dan dengarkan pelajaran dengan seksama, karena kau sudah melewatkan banyak pelajaran hari ini”.

“Ne…Khamsahamnida Mrs. Park”.

Mataku terus memperhatikan Kwangmin, sampai dia duduk dibangku yang tidak jauh dariku. Entah karena memang dia tau aku memperhatikannya dari awal atau hanya kebetulan, dia tiba-tiba melihat ke arahku dengan dahi berkerut, yang bisa dideskripsikan “Kenapa melihatku? Apa ada yang salah?”.

Aku tidak membalas tatapannya, tapi kembali mencoret-coret buku dihadapanku dan berdoa agar waktu cepat berlalu. Jadi aku bisa kembali melanjutkan misi-misi yang sudah menungguku dirumah.

~~~~~~~~ Malamnya dirumah Jo Twins ~~~~~~~~~

Kwangmin POV

“Hyung”, aku melongokkan kepalaku ke dalam ruangan yang berada tepat didepan kamarku “Kau sudah tidur?”.

“Belum, ada apa?”.

Aku menutup pintu dibelakangku dan berbaring disampingnya. “Hyung, kau tak capek?”.

“Capek dengan apa?”.

“Tentu saja main dengan PSP kesayanganmu. Setiap hari setelah sekolah, hal pertama yang kau cari pasti PSPmu. Kalau PSPmu itu manusia, kurasa dia pasti akan bosan melihatmu”, aku melirik Youngmin “Jadi sekali-kali berikan PSPmu denganku”, dan merampas PSP dari tangannya.

Spontan dia menoleh kearahku “YA! Berikan padaku lagi Jo Kwangmin atau kubakar semua koleksi pikachumu!!”.

Ya ya ya, bukan hal yang asing kalo Youngmin meninggikan suaranya padaku. Itu bisa terjadi setiap harinya, kalian tau apa! karena aku yang selalu mengganggu kegiatannya. Hahahahahahaha, (^__^). Aku terus menatap Hyung dan kembali menatap langit-langit kamar, kegiatan seperti itu kuulang hingga berkali-kali. Sampai-sampai sebuah bantal mendarat dimukaku.

“YA! Untuk apa kau melempar ini Hyung?”, dan menatapnya dengan tajam saat duduk bersila disampingnya.

Dia meletakkan PSP tepat disamping tempat tidurnya. “Orang mana yang tidak risih kalau dilihat seperti itu. Pasti ada sesuatu yang mau kau beritahu padaku. Jadi sekarang ceritakan”, ucapnya dan juga mengambil posisi duduk bersila didepanku.

“Hah..!! Kau tau darimana kalau ada sesuatu yang sedang kupikirkan?”.

Dia menjetikkan jarinya didahiku. “Awwww,, apa itu???”, tanyaku sambil mengelus-ngelus dahiku dan berharap ini tidak jadi memar. “Orang yang sangat bodoh saja tau kau menyembunyikan sesuatu. Jadi….?”. Aku hanya bisa mengusap belakang kepalaku, jujur aku malu untuk menceritakan hal seperti ini. Urusan hobi, pelajaran, Pikachu, dan lain-lain sudah biasa. Tapi cewek..!! Ini untuk pertama kalinya dalam hidupku dan pertama kalinya hatiku berdebar sangat kencang karena CEWEK.

“Hei, aku sedang menunggu”, Youngmin memberikan senyum kecilnya ke arahku.

“Aaaaaa, hari ini aku bertemu seseorang disekolah. Dia…cantik dan…”.

“Oke-oke aku tau ke arah mana pembicaraan ini. Kau sedang menyukai seseorang kan?? Apa aku mengenalnya?”, Youngmin memberikan seringai nakal ke arahku. Haish, harusnya aku sudah tau kalau akhirnya akan seperti ini. “Yah,, sebenarnya sih aku baru bertemu hari ini. Karena dia anak baru”, aku mendekap bantal dengan erat dan membayangkan kembali wajahnya.

Youngmin menghempaskan kembali badannya ke kasur, sebelum melirik ke arahku. “Kau gila, mungkin itu bukan cinta. Tapi hanya perasaan senang. Lagian mana ada orang yang bisa cinta pada pandangan pertama”.

Aku spontan mengalihkan pandangan ke arahnya. “Tapi Hyung, saat dia tersenyum. Tiba-tiba hatiku berdebar kencang dan membeku untuk beberapa saat. Apa itu bukan pertanda bahwa aku menyukainya?”, tanyaku dan berusaha menanyakan, sebenarnya apa yang kurasakan karena itu sungguh tidak biasa untukku.

“Kau sedang tidak sehat. Jadi ayo kita istirahat my dongsaeng”, jawabnya lalu menarikku untuk berbaring disampingnya. “Itu hanya perasaan kagum. Karena, disaat kau sudah mencintai seseorang, kau tak butuh lagi menanyakan apa yang kau rasakan pada orang lain”, celotehnya sambil memelukku sebelum memejamkan matanya.

Aku masih bingung dengan ucapannya, apa cinta sebegitu hebatnya. “Apa Hyung pernah mengalaminya??”, pikirku dan menoleh ke kanan untuk melihat raut wajahnya dengan jelas. “Aku tau kalau aku tampan, jadi jangan melihatku seperti itu”, celetuknya dengan mata yang masih tertutup dan membuatku terperanjat kaget.

“Omo..!!”, sahutku dan meremat erat dadaku yang masih sedikit kaget. Youngmin tersenyum penuh kemenangan “Aku doakan besok kau akan bertemu dengannya lagi”, dengan seringai kecil yang jelas bisa kulihat saat ini. Hufh,, nada bicaranya benar-benar menyebalkan. “Kenapa aku sempat berfikir dia mempunyai pengalaman cinta. Sifatnya saja kayak gini, mana ada cewek yang mau”, pikirku dan ikut memejamkan mata. Sebenarnya dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku ikut berdoa mudah-mudahan besok aku bisa bertemu lagi dengannya.

~~~~~~~~~~~~~~

Mia POV

Hari kedua disekolah baru dan masih belum memiliki teman. Benar-benar hidup yang menyedihkan. “Hufh….”, untuk kedua kalinya pagi ini aku menghela nafas panjang. Aku tidak memiliki semangat sekolah, mimpi buruk itu terjadi lagi malam ini. Kupikir kalau aku pindah dilingkungan baru, mimpi itu akan hilang. Tapi…..

“Tak baik sudah menghela nafas dipagi hari”. Suara denting piring diatas meja mengalihkan pandanganku ke arah Jeongmin Oppa yang ada dihadapanku. “Jadi,,…bagaimana sekolahnya? Lingkungannya? Apa kau sudah memiliki teman?. Astaga, apa kau di bully? Mana-mana, tunjukan pada Oppa orang yang melakukannya”, dengan terus melototiku seperti seorang polisi yang mengintrogasi penjahat.

Aku mencibir dan mendecakkan lidah saat manatapnya dengan tajam. “Oppa, apa aku terlihat seperti seorang penjahat?. Kenapa kau tidak bisa hanya menanyakan satu pertanyaan dalam satu waktu. Memusingkan, ayo!!”, dan menarik tas ransel disampingku sebelum berlalu keluar dapur.

“Oke, satu pertanyaan kan. Bagaimana lingkungan barumu?”, tanyanya tanpa melirik ke arahku, karena konsen menyetir dan lalu lintas didepannya.

“Hmmm,,, bagus. Hanya saja, aku belum memiliki teman disana”.

“Aigoo,, jangan sedih. Oppa yakin hari ini kau akan memiliki banyak teman”, sahutnya saat mencubit pipiku pelan. Aku menampar tangannya dari wajahku dan melihat pantulan wajah dari jendela mobil disampingku. “ Hmmm, aku juga berharap seperti itu”.

“Oppa, tidak usah menjemputku. Hari ini ada pelajaran tambahan, nanti aku akan pulang sendiri. Annyeong”, aku melambaikan tangan sampai mobilnya menghilang dari pandanganku. Setelahnya aku membalikkan badan dan berdiri di depan gerbang sekolah. “Hufh,,… fighting..!!!”, semangatku sebelum melangkahkan kaki ke dalam lingkungan sekolah.

~~~~~~~~~~~~~

“Oke hari ini, saya akan bagi kalian menjadi beberapa kelompok. 1 kelompok terdiri dari 3 orang. Silahkan pilih sendiri anggotanya”. Sembari Mrs. Shin menulis tugas dari masing-masing kelompok. Beberapa anak mulai sibuk mencari teman-temannya. Kecuali 1 orang yang hanya bisa berdiri, dia merasa seperti mereka tidak menganggap kehadirannya.

“Cih,, anak baru. Jangan mau satu kelompok dengannya”.

“Aku tak dekat dengannya, tau namanya saja tidak”.

“Sepertinya dia orang yang mengerikan dan bodoh. Mending cari yang lainnya saja”.

“Menyeramkan untuk dijadikan teman”.

Dia mendengar semua orang disekitarnya bergumam tentang dirinya. “Hufh,, mungkin kali ini aku akan kerja sendirian”, keluhnya dan kembali duduk dibangkunya. Entahlah sudah berapa kali dia mencoba, tapi tetap saja mereka tidak memperdulikannya. “Oppa,, aku sangat merindukanmu”, batinnya berteriak kencang saat melihat langit dari jendela disampingnya.

Disaat kesedihannya dan air mata sudah menumpuk dimatanya, tiba-tiba dia mendengar seseorang menyeret kursi dan duduk didepannya. “Bisa kita satu kelompok?. Karena kami masih kekurangan 1 orang”. Mia mengalihkan pandangan pada orang didepannya, imut!! itu yang pertama kali dipikirannya. “Oh ya, kenalkan namaku Minwoo. Jadi.. bisa kita satu kelompok?”.

Aku hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala. Sekarang aku tak bisa berkata-kata, bingung, senang, sedih, dan bahagia, semuanya menjadi satu saat ini. Apa ini benar-benar terjadi? apa aku benar-benar mendapatkan teman dihari keduaku?. Pikiranku terputus saat seseorang tiba-tiba duduk disampingku.

“Karena temanku ini tidak ingin memperkenalkanku padamu. Jadi aku akan memperkenalkan diriku sendiri”, ujarnya saat memberikan tatapan tajam ke arah Minwoo. “Namaku Hyemi, namamu?”.

“Mia”, jawabku dan melihat dua orang yang sekarang menjadi teman kelompokku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Someone POV

Aku melihatnya sejak dia mengalami mimpi buruk, aku tak tau apa yang dimimpikannya. Tapi aku berdoa semoga bukan aku yang dimimpikannya. Aku juga tak ingin seperti ini ,yang hanya bisa diam dan tidak bisa melakukan apapun. Melihatnya seperti ini, semakin membuatku ingin terus bersamanya. Beberapa kali aku menanyakan pada Tuhan, siapa keluargaku dan kenapa aku berakhir seperti ini?!!. Tapi dia hanya menjawab bahwa, suatu saat nanti aku akan mengetahuinya. Sampai kapan? Ya sampai kapan Mia akan seperti ini. Tolong, siapa pun tolong dia.

Akhirnya saat dia dikelas, doaku dijawab. Ada dua orang yang mendekatinya dan mereka berteman. Terima kasih Tuhan, setidaknya biarkan Mia perlahan-lahan melepasku.

Dan.. “Aku juga sangat merindukanmu”, gumamku saat berdiri disampingnya, yang sekarang sedang tertawa dengan kedua teman barunya.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Youngmin POV

Saat berjalan di area kantin dengan makanan ditangan, aku melihat Kwangmin sedang duduk sendirian yang akkhirnya membuat pikiran jahilku tumbuh. “Apa kau sudah bertemu dengan pujaan hatimu?”, tanyaku dengan sedikit tertawa geli saat duduk dihadapannya. “YA! Hyung. Kupikir pembicaraan itu sudah selesai tadi malam”, jawabnya ketus dengan mengayun-ayunkan garpu dihadapanku.

“Weits,, oke-oke. Tapi jangan mengayunkan benda ini dihadapanku”, dan menurunkan tangannya ke atas meja.

Aku melihatnya menusuk-nusuk daging dipiringnya, seperti tidak memiliki nafsu makan. “Kau tau kan memainkan makanan itu tidak baik. Oooo, apa kau resah karena belum bertemu dengan pujaan hatimu”. Aku tertawa melihatnya langsung berhenti dari aktifitasnya, yang berarti dia benar-benar memikirkan cewek itu. “Hahahahaha,,.. aku rasa aku benar”, celetukku dan menyuapkan nasi ke dalam mulutku.

“YA!!!! Kau….”.

“Hei, apalagi yang kalian lakukan?”, sahut seseorang yang menyela pembicaraan Kwangmin. Kami melihatnya “Oh,, kau”, dan kembali ke aktifitas masing-masing. “Hei-hei, apa begini cara kalian menyambut sahabat sejati kalian?”.

“Apa lagi sih Minwoo-ah. Kau ingin kami menyambutmu seperti apa?”, tanyaku dengan cuek dan meminum susu kotak ditanganku. “Hei siapa yang ada dibelakangmu?”, Kwangmin berusaha melirik seseorang yang berdiri dibelakang Minwoo, tapi selalu ditutupi olehnya. Karena aku tidak terlalu memperdulikan, jadi aku kembali sibuk dengan makanan yang ada dihadapanku.

Minwoo menghela nafas dan duduk disampingku. “Kalian berdua akan kukenalkan pada teman baruku. Ini Mia dan yang ini Hyemi. Mia, Hyemi, ini Kwangmin dan yang disampingku Youngmin”. Entahlah siapa yang namanya Mia atau Hyemi, karena saat ini yang kupikirkan hanya makan. Jadi aku sama sekali tidak mengangkatkan kepala kearah mereka.

“Woah, Kwangmin-ah kenapa mukamu seperti itu?. Apa ada diantara mereka yang kau suka?”. Minwoo menyenggol sikuku “Aigoo,, Hyung lihatlah dongsaengmu. Aih lihat dulu Hyung, ini pemandangan langka”, Minwoo terus menyenggol sikuku dan membuatku sangat risih.

Apa sih yang membuatnya heboh. Kwangmin juga, katanya sudah ada cewek yang disukainya, tapi melihat teman Minwoo malah seperti ini. “Hei, kwangmin kenapa wajahmu seperti itu?”, aku tertawa geli melihat ekspresinya.

Karena dia tidak mendengar ucapanku, jadi aku mencari apa yang dilihat olehnya. Dan disanalah, kulihat seseorang berdiri dengan wajah yang kukenal. “Kau..?!!”, gumamku. “Kenapa kau ada disini?”, dan menunjuknya.

Mereka semua menoleh ke arahku dengan raut bingung dan penuh tanda tanya. “Hyung, apa kau pernah bertemu dengan Mia?”, Minwoo menarik-narik bajuku.

Aku memiringkan kepala dan mengedip-ngedipkan mata beberapa kali. Kenangan saat hari itu kembali berputar, apa benar Mia adalah cewek yang kutolong saat itu? Astaga, akhirnya aku menemukannya. Aku tak bisa menggambarkan seberapa senangnya hatiku, saat melihatnya sekarang berdiri tepat dihadapanku.

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir?!! – Chapter 03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: