[FANFICT/FREELANCE] The Power of Love

Picture1a

Title 
: The Power of Love
Author : @TamaraRiziq (Park RiRa)
Genre : Romance dan Friendship
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Jung Jihyo

~ No Minwoo

~ Jo Youngmin

~ Nam HanNa

~ Cho Kyuhyun

NB:

Annyeong Haseyo, Park RiRa imnida!! Kali ini aku mau coba bikin FF, dan hasilnya adalah FF ini. Ini FF aku yang pertama. Moodku terbentuk karena guru Bahasa Indonesiaku ngasih tugas kelompok untuk buat naskah drama. Aku dapat ide buat FF ini setelah aku baca salah satu FF yang menurut aku Daebak! All OC is mine, don’t be plagiarism. Gomawo Chingudeul, Unnie, Oppa (Kalo ada yang baca) ^^.

Author POV

            Sakit. mungkin itu yang dirasakan yeoja manis ini, Jung JiHyo. JiHyo yang duduk didepan sahabat sahabatnya itu sedang mengamati dua sahabatnya yang baru berpacaran, No MinWoo dan Nam HanNa.

JiHyo POV

            Aku hanya bisa melihat mereka bercanda dan tertawa bersama. Yang kurasakan  saat ini bercampur aduk. Disatu sisi, aku senang karena sahabatku ini berpacaran. Sedangkan disisi yang lain, aku sedih karena MinWoo, sahabatku sekaligus orang yang aku suka sudah memiliki Yeojachingu.

“Ya! JiHyo-ya! Kau sedang memikirkan apa?” Pertanyaan sahabatku, Cho KyuHyun dan Jo YoungMin membuyarkan lamunanku. Ternyata sedari tadi, KyuHyun dan YoungMin memperhatikanku.

“Ani, aku tidak sedang memikirkan apa apa.” Jawabku berbohong.

“Kau yakin?” Tanya YoungMin. Hari ini dia benar benar cerewet.

“Ne.” Jawabku. Sambil tersenyum dan meminum minumanku yang belum aku minum.

“JiHyo-ya, kenapa kau terlihat sangat pucat? Kau sakit?” Tanya MinWoo

“Aniya” Jawabku sambil tersenyum.

“Kau yakin?” Tanya HanNa, dari nada bicaranya dia terlihat sangat khawatir.

“Ne, Gwaenchana. Kalian jangan khawatir. Aku baik baik saja kok.” Jawabku sambil memeluk HanNa dan tersenyum memandang sahabat sahabatku.

MinWoo POV

            Ada yang berbeda dari JiHyo. Biasanya dia yang paling cerewet dan ceria diantara kami. Aku jadi benar benar penasaran. Belakangan ini, wajahnya selalu pucat dan ia menjadi jauh lebih pendiam. Aku yakin, pasti ada yang dia sembunyikan dariku dan yang lain. Aku sudah mengenalnya sejak kecil. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Saat dia sakitpun, dia masih saja cerewet.

“Kajja, kita kembali ke kelas.” Ajakan YoungMin membuyarkan lamunanku. Akupun langsung bangkit dari posisi dudukku, begitu pula sahabat sahabatku.

            Aku berjalan berbarengan dengan HanNa, didepanku ada JiHyo dan KyuHyun, sedangkan YoungMin berjalan paling depan sambil membaca buku.

“JiHyo-ya, Gwaenchana? Sepertinya kau harus ke ruang kesehatan.” KyuHyun yang sedari tadi disamping JiHyo, bertanya kepada JiHyo yang sangat pucat.

“Na…” Kata katanya terpotong saat ada yang menabrak tubuh mungilnya dan ia langsung jatuh tidak sadarkan diri. Aku langsung berlari menujunya. Aku berusaha tenang, sama dengan yang lain. Ku angkat tubuh mungilnya dan berjalan dengan cepat menuju ruang kesehatan, yang lain mengikutiku dari belakang. Sesekali, aku melihat wajahnya yang pucat dengan mata yang terpejam, serta bibirnya yang tidak berhias dengan senyumnya. Aku benar benar tidak pernah melihatnya seperti ini.

           Di ruang kesehatan, aku langsung membaringkan tubuh mungil itu ke kasur yang ada disana. Choi songsaenim langsung mengambil stetoskopnya dan langsung memberi isyarat agar aku menunggunya diluar. Akupun keluar dengan perasaan cemas. JiHyo, apa yang terjadi denganmu?

Author POV

            Sudah hampir setengah jam Choi songsaenim berada di dalam. HanNa masih saja menangis memikirkan JiHyo. Setelah beberapa menit kemudian, Choi songsaenim akhirnya keluar dengan muka yang sangat muram.

“Apa kalian sudah menghubungi keluarganya?” Tanya Choi Songsaenim.

“Ne, Jung ahjussi sedang menuju kesini.” Jawab MinWoo. HanNa langsung bangkit dari posisi duduknya dan langsung menuju kearah Choi songsaenim.

“Choi songsaenim, apakah dia baik baik saja? Apa yang terjadi dengannya? Dia sakit apa?” pertanyaan terus keluar dari mulut kecil yeoja manis ini.

            Choi songsaenim hanya diam seribu bahasa mendengar pertanyaan HanNa. Ekspresinya menunjukkan bahwa JiHyo dalam keadaan tidak baik. HanNa seperti mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Choi songsaenim. YoungMin dan KyuHyun yang sedari tadi hanya diam langsung berdiri begitu melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Chio songsaenim. MinWoo langsung ikut bergabung dengan sahabat sahabatnya.

“Dia mengidap penyakit Kanker, dan sekarang sudah menginjak stadium 3.” Kata kata itu keluar dari mulut Choi songsaenim.

            HanNa seperti begitu terpukul mendengar sahabatnya itu memiliki penyakit seserius itu. Ia langsung menitikan air mata. MinWoo, YoungMin, dan KyuHyun langsung mengelus bahu HanNa, mencoba menenangkannya.

            Tak lama kemudian, Tuan Jung datang dan langsung menuju kearah MinWoo dan yang lain. Ia terlihat benar benar letih.

“Apa yang terjadi dengan anakku?” Tanya tuan Jung. Dari nada bicaranya, terdengar jelas kekhawatiran yang sangat besar.

“Penyakitnya kambuh, dan ia harus cepat dibawa ke rumah sakit.” Choi songsaenim menjawab pertanyaan tuan Jung.

“Baiklah sekarang aku akan membawanya ke rumah sakit. Terima kasih.” Jawab tuan Jung.

“Jung ahjussi, apakah kami boleh ikut ke rumah sakit?” Tanya MinWoo kepada tuan Jung. Tuan Jung hanya menjawab dengan anggukan kepala.

            MinWoo, HanNa, YoungMin, dan KyuHyun langsung menuju kekelas mereka untuk mengambil tas mereka dan mengambilkan tas JiHyo. Mereka langsung menuju ke mobil milik tuan Jung.

***

            Tuan Jung langsung membawa JiHyo ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit tersebut. Disana, JiHyo langsung dipasangkan berbagai alat dan kembali diperiksa oleh dokter.

MinWoo POV

            Sekarang JiHyo sedang diperiksa oleh dokter. Entah kenapa, aku mengharapkan bahwa apa yang dikatakan oleh Choi songsaenim salah. Tapi, firasatku mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Choi songsaenim benar. Tuhan tolong aku, tolong katakan bahwa ini hanya kejutan atau kalian hanya ingin mengerjaiku. Tolong, siapapun katakan bahwa ini hanya kejutan untukku, kumohon.

            Sudah hampir satu jam dokter memeriksa JiHyo. Ia akhirnya keluar dari ruangan itu dengan wajah yang terlihat sangat lelah. Kami langsung menuju ke arahnya.

“Bagaimana keadaannya? Apa dia baik baik saja?” Tanya Jung ahjussi kepada dokter itu.

“Kami sudah berusaha yang terbaik, tetapi ia sekarang dalam keadaan kritis. Memang peluangnya untuk bangun masih sekitar 80%. Tetapi, peluang untuk sembuh sekitar 35% lagi. Jika ia ingin sembuh, ia harus mengikuti beberapa terapi lagi.” Dokter itu menjawab pertanyaan Jung ahjussi panjang lebar.

“Apa saya boleh melihat keadaanya?” Tanyaku to the point.

“Silahkan. Kalau begitu saya permisi dahulu.” Jawab dokter itu sambil menuju ke ruangannya.

“Gamsahamnida.” Jawabku.

Aku langsung masuk ke ruangan itu. Kulihat tubuh mungil JiHyo yang terbaring tak berdaya dengan infus yang menancap di tangan kirinya, oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya, selang selang dan kabel kabel yang melilit tubuhnya, dan alat alat aneh yang ada di sekelilingnya. Hampir aku hilang keseimbangan tubuhku. Aku tak kuat melihatnya seperti ini.

Aku bersusah payah melanjutkan langkahku. Aku sekarang sudah ada disampingnya. Aku meraih tangan mungilnya. Aku menggengam tangannya berharap dia bisa merasakan genggamanku.

“Ya JiHyo-ya! Wae? Kenapa kau tidak bilang kau memiliki penyakit separah itu? Wae? Kau Jahat! Kau tak tahu betapa aku menyayangimu, aku mencintaimu! Saranghae! Jeongmal Saranghae! Aku menyayangimu. Aku benar benar menyayangimu. Apa kau ingat, dulu waktu kita kecil, kita berjanji akan bersama sampai aku dan kau memiliki anak. Apa kau ingat itu? Tolong bangun, sembuh, dan mencapai janji kita. Tolong bangun untukku, untuk appamu, untuk HanNa, YoungMin, dan KyuHyun. Kau tahu kan, eommamu tidak akan suka jika kau menyusulnya secepat ini. Maka kumohon bangunlah.” Aku tak bisa menahan air mataku. Tanpa sengaja, aku melihat bulir bening di ujung matanya yang tertutup. Dia menangis! Aku tahu dia bisa mendengar semuanya. Aku tahu itu.

“Aku tahu kau bisa mendengarku, JiHyo-ya. Aku yakin akan hal itu. Uljima. Hajima, aku tidak bisa melihatmu menangis.” Kataku lirih sambil mencium tangannya. Aku lalu menghapus air matanya.

“Apa kau ingat, aku pernah mengabulkan keinginanmu saat kau memasang  wajah imutmu?”

Flashback

“Oppa, belikan aku gantungan handphone itu ne?” Kata JiHyo.

“Tidak, aku tidak akan membelikannya untukmu.” Jawab MinWoo.

“Akk… MinWoo oppa benar benar jahat! Nappeun oppa!! Oppa, jebalyo belikan aku gantungan handphone itu, ya!” Pinta JiHyo sekali lagi. Kali ini, ia memasang wajah imutnya.

“Araseo, aku akan membelikannya untukmu, wajahmu itu membuatku tak tega untuk tidak mengabulkannya.” Jawab MinWoo sambil mencubit pipi chubby JiHyo.

“Hehehe… Kajja, kita beli!” JiHyo menarik tangan MinWoo.

Flashback End

***

            Aku sudah putuskan, aku akan putus dengan HanNa hari ini juga.

“HanNa-ya, bisakah kita bicara sebentar?” Tanyaku.

“Ne, kau mau bicara apa?” Jawabnya.

“Mianhae, aku ingin hubungan kita hanya sampai disini.” Kataku hati hati.

“Mwo?” Tanyanya kaget.

“Ne. Sebenarnya, aku tidak menyukaimu. Aku berpacaran denganmu karena aku takut JiHyo menolakku. Jeongmal Mianhae” kataku menyesal.

“Gwaenchana, aku juga sama sepertimu. Aku sebenarnya tidak menyukaimu. Aku menyukai YoungMin, aku mau menjadi Yeojachingumu karena kulihat JiHyo dan YoungMin sangat dekat. Aku kira, YoungMin menyukai JiHyo. Mianhae.”

“Mwo?” Kataku bingung. Tak kusangka HanNa menyukai YoungMin.

            Dia hanya tersenyum dan pergi begitu saja. Tetapi saat dia berbalik, dia seperti mengatakan sesuatu. Kutangkap gerakan mulutnya, ‘Tunggu dia sampai sembuh, dan katakan kau menyukainya.’ Itu yang dia katakan. Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.

***

Author POV

MinWoo berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Ia sedang mencari Tuan Jung. Ia bermaksud untuk izin menemani JiHyo di rumah sakit sampai sembuh. Akhirnya ia menemukan Tuan Jung didepan ruangan JiHyo. Rupanya ia baru saja dari dalam.

“Jung Ahjussi!” Panggil MinWoo.

“Oh, MinWoo-ya! Kebetulan sekali kau datang.” Jawab Tuan Jung.

“Ne ahjussi.” Jawab MinWoo.

“Aku ingin minta tolong, selama 2 bulan 5 hari aku tidak bisa menjaga JiHyo disini karena aku ditugaskan untuk ke Jepang. Apa kau bisa menjaganya?” Pinta Tuan Jung.

“Ne, aku akan menjaganya.” Jawab MinWoo. Senyumnya mengembang karena perintah itu.

***

2 Bulan Kemudian

MinWoo POV

Sudah dua bulan JiHyo tidak sadarkan diri di rumah sakit ini. Tapi aku akan tetap disampingnya. Aku akan menunggunya sampai ia sadar.

Hari ini YoungMin, HanNa, dan KyuHyun akan menginap denganku dan JiHyo di rumah sakit. Jarum pendek jam yang tertempel didinding sudah menunjukkan jam 10 malam. Aku baru saja ingin tidur. Sedangkan sahabat sahabatku sudah tertidur di sofa yang ada di ruangan ini.

Aku sudah setengah tertidur saat kurasakan jari jari JiHyo bergerak. Aku langsung memegang tangan JiHyo dan membuka mataku. Aku lalu melihat kearah JiHyo yang matanya sudah tidak tertutup. Aku benar benar kaget.

“JiHyo, kau sudah bangun. Syukurlah, aku benar benar lega.” Kataku.

“MinWoo-ya, ada apa sih? Kenapa kau…” Kata kata HanNa terpotong saat ia melihat JiHyo yang terbangun.

“Ji.. JiHyo-ya, kau sudah bangun? Ini benar benar kau, kan?” Tanya HanNa tak percaya.

Aku langsung menekan tombol yang ada di dekat pintu ruangan ini. tombol ini terhubung dengan ruangan dokter jaga.

“Ne, ada apa?” Tanya dokter yang ada disebrang.

“JiHyo, sudah sadar.” Kataku to the point.

“Baiklah, aku akan kesana.” Jawab dokter itu.

            Aku sudah menduganya. Cepat atau lambat, ia akan bangun dari masa kritisnya dan apa yang kupikirkan sekarang menjadi kenyataan.

1 Minggu kemudian

JiHyo POV

            Kata MinWoo, aku sudah tertidur selama 2 bulan. Benar benar waktu yang sangat lama. Appa sudah pulang 2 hari yang lalu dan ia harus pergi lagi ke China. Hhh…. benar benar menyebalkan. Aku baru saja menyelesaikan terapi yang harus aku lakukan setiap hari, dan sekarang aku menunggu MinWoo pulang dari sekolah. Ia berjanji pada appa untuk menjagaku saat appa pergi. Sekarang aku berada di taman yang ada di rumah sakit ini.

            Aku sedang mengamati daun daun yang berguguran sambil menunggu MinWoo saat ada yang menutup mataku dari belakang. Aku yakin itu adalah MinWoo.

“Ya! Minwoo-ya, aku tahu itu pasti kau.” Kataku sambil melepas tangannya dari mataku.

“Hehehe, kenapa kau begitu hafal dengan tanganku?” Kata MinWoo sambil duduk di sampingku. Aku menggeser sedikit.

“JiHyo-ya, aku ingin bicara padamu tentang sesuatu.” Katanya lalu memegang tanganku.

“Mwoya?” Jawabku.

“Maukah kau menjadi my princess?” Katanya sambil memegang tanganku lebih erat dari yang tadi. Aku benar benar kaget. Aku bingung harus bicara apa. Aku menghela nafas, lalu aku mencoba berbicara lagi.

“Mianhae, aku… aku tidak bisa” Jawabku akhirnya.

“Wae?” Kata MinWoo. Dari nada bicaranya, aku tahu dia kecewa.

“Kau sudah tahu penyakitku kan? Aku…” Kata kataku terpotong.

“Aku akan menerimamu apa adanya.” Katanya agak sedikit memaksa.

“Tapi…”

“Kumohon, aku menyukaimu saat pertama kali kita masuk sekolah dan bertemu dengan YoungMin, HanNa, dan KyuHyun. Aku berpacaran dengan HanNa karena aku takut kau akan menolak untuk menjadi Yeojachinguku. Aku akan menunggumu sampai kau sembuh. Kumohon.” Katanya panjang lebar. Aku sedikit terkejut mendengar kalimat ‘Aku berpacaran dengan HanNa karena aku takut kau akan menolak untuk menjadi Yeojachinguku’, aku kira ia tidak menyukaiku, tapi ia menyukai HanNa.

“Tapi kau tahu, peluang untuk sembuh hanya sedikit.” Kataku.

“Terserah berapa persen peluang untuk sembuh. Bahkan, kalau peluang untuk sembuh hanya 5%, aku akan tetap setia disampingmu. Kumohon JiHyo.” Katanya.

“Baiklah, aku akan menjadi yeojachingumu.” Jawabku akhirnya. Ia tersenyum mendengar jawabanku, ia lalu menarik tubuhku dan ia langsung memelukku.

“Gomawo, jeongmal gomawo.” Katanya sambil terus memelukku.

“Ne, oppa.” Jawabku.

***

Author POV

“Ya! Ppali!” Teriak seorang yeoja manis.

“Ara, sabarlah sedikit!” Balas seorang namja.

“Mereka benar benar mirip dengan kita ya!” kata MinWoo sambil mengamati anaknya dan JiHyo, No JinWoo.

            JiHyo yang dulu divonis oleh dokter hanya memiliki kesempatan untuk sembuh dari kankernya hanya sebanyak 35% sekarang sudah sembuh total. YoungMin dan HanNa telah menikah 7 tahun yang lalu dan dikaruniai anak yang bernama Jo HanMin, dan MinWoo dan JiHyo telah menikah selama 6 tahun dan dikaruniai anak yang bernama No JinWoo. Sedangkan KyuHyun masih melanjutkan studynya dan belum menikah.

“Ya, KyuHyun-ah! Kenapa kau tidak mencari yeojachingu?” Tanya MinWoo meledek.

“Molla, aku bahkan tidak tahu.” Jawab KyuHyun dengan memasang muka polos yaang mengundang tawa mereka.

“Tapi, kudengar kau sedang dekat dengan SeoHyun.” Selidik YoungMin.

“Bisa dibilang begitu.” Jawabnya. JiHyo hanya bisa tertawa mendengar sahabat sahabatnya bercanda.

JiHyo POV

            Dulu kuberpikir bahwa umurku tinggal beberapa tahun, bulan, atau mungkin hari. Tapi sekarang, aku bisa hidup lebih lama dari vonis dokter. Aku semangat menjalani terapi untuk menyembuhkan  kankerku karena dukungan dari HanNa, YoungMin, KyuHyun, appa, dan yang pasti MinWoo. Sekarang aku sudah sembuh dari kanker itu.

            Aku percaya, semangat dan cinta bisa mengalahkan penyakit separah apapun. Mungkin, yang kualami ini adalah bukti adanya The Power of Love.

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] The Power of Love

  1. NIce FF!!
    Awal baca FF ini ada kata ” Kanker Stadium 3 ” jd inget sm FF punyaku.. -_-
    Yang aku heranin cuma 1. Itu Jihyo dari 35% jd 100% sembuh total itu ke KLINIK TONGFANG ya thor???? kkkkkkkkk~~~~ #JustKid
    btw, itu tulisannya CHAPTERED tp ternyata One Shot.. slh ketikkah?
    Bahasanya udh bagus, udh rapi. SEMANGAT untuk menulis lagi!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: