[FANFICT/FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir..!! – Chapter 04

Picture1

Title 
: Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir – Chapter 04
Author : ariesthha_1602
Genre         : Friendship dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Jo Kwangmin

  ~ Jo Youngmin

  ~ Mia

Other Casts 
  Member Boyfriend Lainnya

~~~~~~~~~~~~

Mia POV

Aku merasa sangat tidak nyaman dilihat seperti itu saat duduk didepannya. Kenapa sih dengan cowok ini?. Kenapa dia melihatku seperti hantu?. “Cih menyebalkan..!!”, pikirku dan berusaha mencari alasan untuk keluar dari situasi ini atau tepatnya pergi dari tatapannya yang menyebalkan.

“Maaf, aku duluan ke kelas. Sepertinya HPku tertinggal dilaci meja. Jadi ya… Hmmm,, senang berkenalan dengan kalian semua”, gumamku dan membungkukkan sedikit badanku sebelum berlalu meninggalkan mereka dikantin.

Aku menghela nafas untuk yang ketiga kalinya hari ini. Lega..!! Ya lega, karena terlepas dari tatapan seseorang yang baru saja kukenal. Sebenarnya HPku tidak tertinggal didalam kelas, melainkan ada didalam kantong blazerku.

Karena belum terlalu hafal dengan lingkungan sekolah, tanpa sadar aku sudah berada disebuah taman yang… bisa dibilang indah dan unik. Aku melirik jam tanganku sekilas. “Hmmm,, sepertinya menikmati udara untuk sebentar tak masalah”, dan duduk disalah satu bangku taman.

Beberapa saat kemudian. “Kupikir HP mu tertinggal dikelas”, sahut seseorang dari belakangku dan membuatku memalingkan pandangan ke arahnya.

“Haish,,..”, desisku saat membalikkan lagi badanku ke arah depan dengan wajah kesal.

Tiba-tiba ada sebuah mantel yang tersampir dipunggungku. Aku spontan meliriknya yang sekarang duduk tepat disampingku dengan pandangan penuh tanya. “Kenapa?. Aku rasa kau akan mati kedinginan kalau terus duduk diluar tanpa mantel dimusim yang seperti ini”.

Aku benci..!!. Bukan benci seperti musuh, tapi benci bahwa dia benar dan tau kalau aku kedinginan disini. Baru sesaat lalu aku berusaha menjauh darinya, dan sekarang dia malah duduk disampingku. Kenapa hariku sangat menyedihkan??.

“Hmmm,, kita belum berkenalan dengan resmi. Aku Youngmin, kau??”, tanyanya yang membuatku tersadar kembali ke kenyataan. “Mia”, sahutku dan kembali sibuk berkutat dengan HP ditanganku.

“Sebenarnya apa sih yang kau lihat?”, tanyanya saat berusaha melirik layar HP yang ada ditanganku. Aku mendekap erat HP ditanganku “Bukan apa-apa,, aku hanya ingin mempelajari beberapa fitur. Itu saja”.

Dia terus menatapku. “Oooooo… Maaf kalau aku membuatmu takut. Hanya saja, kau terlihat mirip dengan seseorang yang kukenal”, dan memberikan senyum tipis padaku.

“Mirip?!!. Memangnya ada orang yang mirip dengan mukaku yang seperti ini”, pikirku saat menyentuh pipi dengan kedua tanganku. Krik, krik,… suara kamera membuatku kembali tersadar dengan HP yang .tidak lagi kupegang. “Wah, kameranya bagus. Berapa kau beli ini?”. Dan melihatnya sibuk mengotak-atik HPku. “Hei..Kenap..??”. Krik suara kamera menyela pembicaraanku.

“Hahahahaha,,.. kau terlihat lucu. Lihat-lihat, kau lihat kan?”, dia terus berbicara sambil tertawa kencang saat menunjukkan foto didepanku.

“Sama sekali tidak lucu. Sini..!!”, sahutku dan berusaha merebut HP dari tangannya.

“Eits,, bentar. Kenapa kita tidak foto bareng?. Kau ingin mencoba fitur di HP barumu kan?. Ayo,,..”, dan menyuruhku agar mendekat ke arahnya. “Kenapa sih dengan cowok ini?”, pikirku dengan mengeryitkan alis saat melihatnya. “Astaga, sulit sekali bicara denganmu. Seperti ini baru bagus. Ayo tersenyum”, dan merangkul bahuku erat.

Aku berjalan ke arah kelas dengan terus mengotak-atik HP ditanganku. Dia menjadikan foto itu wallpaper HP, dan sekarang aku berusaha keras untuk menggembalikan walpaperku seperti semula. Atau setidaknya jangan fotoku dan dia yang terpajang. Tapi karena aku baru memiliki HP ini jadi sedikit sulit untuk mengerti pengaturannya. “Hei Mia, mantel yang bagus”, sahut Hyemi yang duduk tepat didepanku.

Hah..!! Mantel???. Aku mengalihkan pandangan dari HP dan melihat mantel yang masih tersampir dibahuku. Aaaaa,, ini kan punya Youngmin. “Ini bukan punyaku”, dan tersenyum ringan ke arah Hyemi sambil melepaskannya.

~~~~~~~~~~

 

 

Jeongmin POV

Aku sedang ada diruang keluarga saat mendengar pintu depan tertutup. “Aku pulang..”, sapa Mia dengan pelan. Aku berlari kecil kearah pintu depan, untuk memastikan apakah dia baik-baik saja. “Hei kenapa kau lesu seperti itu? Apakah hari-harimu menyenangkan?”, dan menghela nafas lega saat melihatnya tidak terluka.

Dia berjalan ke arah dapur “Yah,, hari-hariku lumayan menyenangkan”, jawabnya setelah meneguk air putih digelasnya.

“Hmmm,, lumayan atau benar-benar menyenangkan?. Karena wajah dan mulutmu menjawab dengan berbeda”. Aku terus menatapnya saat dia sibuk mencari-cari sesuatu untuk dimakan dari dalam kulkas.

“Oppa, jangan membuatku mengulang dua kali. Aku akan mandi, good night Oppa”, jawabnya saat berlalu meninggalkanku yang masih tertegun melihatnya membawa terlalu banyak cemilan.

Aku menggeleng-gelengkan kepala, sebelum mengambil HPnya yang tergeletak di atas meja makan.  “Apa-apaan ini??. Siapa cowok ini?”, gumamku saat melihat walpaper dan beberapa foto digallerynya. “Apa mungkin…”.

“Oppa……!!!!”, teriaknya saat berlari menuruni tangga. Aku langsung mengembalikan HPnya seperti posisi awal. “Apa kau melihat HP…”. Dia langsung merebut HPnya yang ada diatas meja. “Oppa tidak melihatnya kan?. Maksudku, memeriksa isi HPku?”, tanyanya saat menatapku dengan tajam.

“Ani. Memangnya ada apa didalam HPmu???”, tanyaku dengan tatapan meyakinkan seperti belum melihat HPnya.

“Tidak ada apa-apa”, jawabnya dan meninggalkan dapur.

Aneh..!!. Kalau memang tidak ada apa-apa. Kenapa dia seperti menyembunyikan sesuatu.

~~~~~~~~~~~~~

Someone POV

Aku melihatnya yang berjalan menaiki tangga ke arah kamar dengan terus memperhatikan gallery foto, atau lebih tepatnya, dia memperhatikan fotonya dengan Youngmin. Untuk hari ini saja, Mia sudah 3 kali tersenyum diam-diam. Walaupun dia berusaha menyangkal dan tak membiarkan semua orang mengetahuinya. Tapi aku disini jelas melihatnya.

Youngmin..!! Ya anak itu yang sudah mengubah harinya menjadi lebih ceria.

“Kau senang kan?. Oppa bahagia kalau kau tersenyum”, gumamku dan mengelus-ngelus puncak kepalanya dengan lembut. Tiba-tiba dia membalikkan badannya dan melihat-lihat keadaan disekelilingnya seperti sedang mencari seseorang.

“Aneh..”, desisnya sambil mengusap belakang kepala sebelum menutup pintu kamarnya tepat dihadapanku.

~~~~~~~~~~~~

Malam itu Kwangmin berbaring dikamarnya dengan terus menatap langit-langit kamar. Dia berusaha mencerna kejadian yang baru saja terjadi sore tadi setelah jam pelajaran.

“Youngmin… Oh hei Kwangmin”, sapa Minwoo setelah berdiri disamping mereka.

Kwangmin melihat Minwoo dari atas ke bawah. “Kenapa kau lari? Dan apa itu yang kau bawa?”, tanyanya dengan wajah penuh pertanyaan.

Minwoo melirik bingkisan yang dipegangnya “Oh ya, hampir lupa. Ini untukmu Youngmin”, dan menyerahkan bingkisan tersebut didepan dada Youngmin. Youngmin mengeryitkan alisnya, sebelum menatap Kwangmin dan Minwoo secara bergantian. “Apa ini?”, tanyanya.

“Aku tidak tau itu apa. Tapi, Mia minta tolong untuk diberikan padamu. Ayo Kita pulang”, dan menyeret Kwangmin yang berada tepat disampingnya. Kwangmin melirik Youngmin yang masih tertegun dibelakangnya, sebelum memasukkan bingkisan itu ditasnya dengan senyum yang tersungging disudut bibirnya.

Kwangmin melempar bantalnya beberapa kali. “Apa-apaan ini? Kenapa Hyung mendapat bingkisan dari Mia??”, dan mendekap erat bantal saat memiringkan badannya sambil menatap langit malam dari jendela disampingnya.

~~~~~~~~~~~~

Mia POV

Sudah  3 minggu ini aku, Hyemi, Minwoo, Kwangmin dan Youngmin menjadi teman dekat. Entahlah,, aku hanya merasa nyaman setiap berkumpul dengan mereka semua. Namun bukan hanya itu, sebenarnya saat dengan mereka setidaknya aku dapat sebentar saja tidak memikirkan “OPPA”.

“Mia, bisa aku pinjam HP mu untuk sms?. Aku lupa beli pulsa”, tanya Hyemi yang duduk tepat disamping Youngmin.

“Hmmm..”, jawabku dan menyerahkan HP ku tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan dari PSP yang kupinjam dari Youngmin.

“Wah,, gomawo”. Untuk beberapa saat aku lupa dengan sesuatu yang harusnya kusembunyikan. Sampai akhirnya aku mendengar teriakan pelan Hyemi. “Hei-hei, apa ini?. Apa hubungan kalian berdua?”. “Sial”, batinku dan melihatnya dengan tatapan bingung.

Hyemi menyikut siku Youngmin dan mencabut satu earphone dari telinganya. “YA! Apa hubunganmu dengan Mia?”, tanyanya dengan menggoyang-goyangkan HP didepan wajahnya. “Ooooo,, foto itu. Aku punya yang lainnya, apa kau mau lihat?”, jawabnya dan mengeluarkan HP ditangannya.

“YA! Youngmin…”, teriakku saat merebut HP dari tangannya.

Dia menatapku dengan wajah bingung. “Lah, kenapa?. Memangnya apa yang sudah kulakukan?”, tanyanya dan melirik Hyemi disampingnya sebelum kembali menatapku.

“Aish,,, anak itu. Akan kubunuh dia”, dan terus melihatnya dengan tatapan membunuh. “Woy,, kalian pacaran ya??!!! Tolo…”. Aku menyela pembicaraan Hyemi dengan mendorong jari telunjuk didepan bibirnya. “Bukan, ini tak seperti yang kau pikirkan. Kami hanya berteman dekat. Ya kan Youngmin?”, dan melihat Youngmin dengan memiringkan kepalaku agar dia mengikuti apa yang kukatakan.

“Ya, kami berteman dekat. Lagian apa tak boleh seorang sahabat berfoto seperti itu?”.

Hyemi melirik foto yang ada di layar HP, sebelum melihatku dan Youngmin secara bergantian. “Boleh aja sih. Hanya saja difoto ini kalian lebih terlihat seperti pasangan, bukan sahabat. Dan itu….  cocok”.

“Hahahaha,, bayangkan saja dialam mimpi. Sini..!!”, balasku dan merebut HP dari tangan Hyemi.

Tepat setelah kami selesai membahas masalah tersebut. Kwangmin dan Minwoo datang dengan membawa makanan dari kantin sekolah ditangan mereka. “Apa kita melewatkan sesuatu??”, tanya Kwangmin saat duduk tepat disampingku.

“Oh syukurlah kau datang diwaktu yang tepat. Aku sudah sangat kelaparan, sini..!!”, sahutku dan merebut burger yang ada ditangannya.

Walaupun aku tak begitu memperhatikan apa yang mereka bicarakan. Tapi disini, aku selalu mencuri-curi kesempatan melirik Hyemi. Hanya untuk memastikan bahwa dia tidak akan pernah membahas foto itu didepan Kwangmin dan Minwoo.

“Bagaimana dia bisa santai disaat seperti ini?”, desisku saat melirik Youngmin yang tertawa riang dengan Minwoo. “Hmmm,, ada apa Mia?. Kau tadi bicara apa??”, tanya Kwangmin yang membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arahku.

“Aku tak bicara apa-apa kok”, jawabku singkat.

Semua orang kembali pada kegiatan mereka semua. Kecuali satu orang yang masih menatapku dengan seringai kecil diwajahnya, sebelum kembali menikmati makanan yang ada dihadapannya. “Wah,,cowok ini benar-benar..!!!”, batinku.

~~~~~~~~~~~~~

Kwangmin POV

Aku merapikan topi rajut dikepala dan merapatkan mantel dengan kedua tanganku sesaat setelah keluar dari gedung tempat kami karaoke hari ini. “Hei apa lagi yang harus kita lakukan?. Aaaaa,, bagaimana kalau kita makan???”, sahut Hyemi tepat disampingku.

Youngmin menjitak kepalanya. “Kita ini baru makan 2 jam yang lalu. Dasar perut karet, mungkin karena itu kau tidak punya pacar”.

“YA..!! Youngmin-ah….”, teriak Hyemi dan menghentakkan kakinya karena kesal. Aku tertawa pelan melihat dua orang yang bertengkar karena hal yang tak penting. Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang menghela nafas ringan dari samping kiriku. Mia..??? sejak kapan dia disampingku??.  “Mia,,, tempat mana yang hari ini paling ingin kau datangi???”, tanyaku saat berusaha mencairkan suasana.

Mia mengalihkan pandangan ke arahku sebelum menatap semua orang yang sekarang melihatnya. “Ice Skating..”, jawabnya ragu dengan raut wajah yang seakan bertanya, apakah kita bisa datang kesana??.

“Oh tuhan, kenapa dia bisa selucu ini???”, batinku dan berusaha menahan untuk tidak mencubit pipinya.

“Apa lagi yang kita tunggu. Ayo kesana”, Minwoo menarik lengan Mia dan berlalu meninggalkan kami bertiga dibelakangnya. “Hei, tunggu aku”, teriak Hyemi saat berlari kearah mereka sebelum terlalu jauh tertinggal.

Aku menggelengkan kepala dan tersenyum ringan saat melihat mereka yang ada didepanku. “Ayo Hyung..!!”, ajakku dan merangkul bahunya.

~~~~~~~~~~~~~

Someone POV

Tempat ini diawal cerita tentangku dan Mia dimulai. Aku tersenyum ringan saat melihat tempat ini masih seperti dulu. Hanya aku dan Mia yang sudah berubah, dan semuanya berakhir tak seperti yang kuinginkan. Aku merindukannya, aku rindu ingin memeluk dan menghapus air matanya saat dia menangis. Apalagi jika itu karena diriku.

“Mia kau harus melupakanku”, batinku dan melihatnya yang bingung harus bagaimana saat berdiri dipintu masuk..

“Mia,, ayo”, Hyemi menyenggol lengan kirinya pelan dan meninggalkannya.

Mia takut dan malu, mungkin karena dia belum terlalu mahir untuk main ice skating. Baru sekali dia melangkah tiba-tiba ada seseorang yang tak sengaja menyenggol punggungnya. “Aaaaa”, jeritnya saat berusaha menyeimbangkan kembali badannya.

“Mia…”, jerit dua orang dari tempat yang berbeda dan berlomba ke arah Mia dalam waktu yang bersamaan.

Mia hanya memejamkan mata dan berusaha mengantisipasi dinginnya es ditempatnya akan jatuh. Tapi beberapa saat setelah itu dia kembali membuka matanya dengan perlahan dan disanalah… Dua pangeran menahan punggungnya dari dua sisi yang berbeda.

“Kau tidak apa-apa Mia?”, tanya mereka bersamaan.

“Aaaaaa,, oke. Aku oke..”, jawabnya saat berusaha berdiri dengan benar. “Kau benar-benar oke??”, tanya Kwangmin dengan masih terus memegang lengan kanannya.

“Dia oke. Apa kau tidak dengar tadi dia bilang oke??”, Youngmin melepas lengan Mia dengan terpaksa. Aku tertawa pelan melihat wajah kesal Youngmin yang melihat perhatian saudaranya pada Mia. “Kau sangat beruntung. Karena sekarang ada dua orang yang menyayangimu”, dan menepuk pelan kepalanya.

This entry was posted by boyfriendindo.

2 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Ini Hanya Kebetulan atau Memang Takdir..!! – Chapter 04

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: