[FANFICT/FREELANCE] After Today …! – Chapter 02

Title 
: After Today …! – Chaptered 02
Author : V.Noviy a.k.a D’chemos Bee)
Genre : Friendship, Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Jo Youngmin

  ~ Hwang In Young

-ooo-

Mentari kembali bersinar cerah hari ini. Tak ada bekas embun ataupun tetesan hujan yang nampak di sepanjang lorong kota. In Young sedang asyik berjalan dengan santai sambil mendengarkan musik melalui headsetnya menuju halte bis. Hatinya tengah berkicau gembira karena peristiwa kemarin malam. Ia sama sekali tidak percaya bisa berbicara dengan makhluk sok keren yang bernama Youngmin.

“In Young-a !!!” teriak seseorang yang terdengar dari arah belakang In Young. Tapi gadis itu tak menyahuti karena telinganya sama sekali tak mendengar panggilan itu. Ia malah melanjutkan nyanyiannya.

“Ternyata…,” ucap seseorang itu dengan kesalnya saat sudah berada di samping gadis itu. Ia ingin membuat In Young tahu ia di sana. karena senang sekali menjahili gadis itu dari SMP, sekarang ia pun ingin melakukannya lagi setelah lama tak pernah menggoda In Young lagi. Seseorang itu memasang kuda-kuda seperti anak kecil, kemudian ia memukul bahu In Young lumayan keras.

BOUGH !

“A- !” erang In Young tertahan ketika melihat siapa yang telah memukulnya itu. Ia mengelus-elus lengannya yang sudah nyaris tak bersisa daging lagi. “Minwoo,” mata In Young sedikit melebar terkejut. Ia melepaskan headsetnya dan menaruhnya di dalam saku almamaternya.

Sama seperti sikap Youngmin yang sok keren itu, Minwoo pun seperti itu juga. Memang tidak jauh berbeda dua laki-laki sok keren di sekolahnya itu. Setiap ada Youngmin, Minwoo jarang sekali muncul. Tapi, setiap ada Minwoo, jangankan teman satu grupnya pun tak ada, apalagi Youngmin yang notabenenya adalah teman sekelasnya dan sahabatnya. Ish, abaikan kalimat tadi pemirsah.

“Stay cool,” umpat In Young lirih sambil menatap sebal ke arah Minwoo, namun Minwoo masih bisa mendengarnya.

Mwo ?”

In Young meringis penuh arti, “Aniya, hehe,” kekehnya. “A~ Tumben sekali kau berangkat sepagi ini ?” lanjut In Young pada Minwoo yang tengah merapikan dasinya.

“Hanya tidak mau terlambat terus-menerus. Ah iya ! Kau dekat dengan gadis bernama… Hm, ah Jo Yoon Su kan ?” Minwoo melihat In Young, sedangkan yang dilihat menampakkan ekspresi’ada apa mereka’.

In Young mengangguk pelan seraya menatap Minwoo dengan rasa penasaran, “Ya, dia adalah sahabatku. Waekurae ?” tanya gadis itu.

“Pas sekali,” Minwoo mengacungkan telunjuknya ke arah In Young, membuat gadis itu agak kaget karena aksi Minwoo.

“Ya ! Aku tak mengerti perkataanmu, No Minwoo !” erang In Young kesal. Ia melirik Minwoo yang sudah dulu meliriknya dengan senyum meyeringai khas miliknya.

“Ternyata ucapan Youngmin tentangmu memang benar sekali. I see,” ucap Minwoo sok berbahasa inggris, membuat In Young semakin tak mengerti dengan ucapannya ditambah lagi dalam kalimat itu tersemat nama Youngmin, si Raja sok keren tapi disukainya.

“Memang, apa yang laki-laki itu katakan padamu ?” tiba-tiba In Young mendorong Minwoo, hingga laki-laki itu hampir tersungkur ke aspal.

“Ya ! Kau ini sudah aneh, rupanya sangat kuat ya. Kau tumbuh menjadi manusia berbeda In Young-a,” Minwoo mencibir gadis itu  sambil bertepuk tangan. Terang saja Minwoo mengatakan itu karena sifat In Young saat SMP jauh berbeda dari sekarang.

“Aish~ Siapa yang kau bilang aneh, hah ?”

Tiba-tiba Minwoo mengacak-acak rambut In Young dan membuatnya berantakan, “Ish ! Kau !” teriak In Young sambil merapikan rambut panjangnya. Sedangkan, lelaki bernama Minwoo itu hanya tersenyum senang sudah membuat temannya itu menjadi kesal.

Keurae ! Aku duluan. Annyeong, Hwang !” teriak Minwoo sembari berlari menjauh dari In Young.

“Ya ! Jika kita bertemu lagi, matilah kau !” balas teriak In Young sambil menunjukkan tinjunya. Terlihat Minwoo mengangkat tangannya dan menampakkan jam tangannya. Mengisyaratkan bahwa jam sudah menunjukkan keterlambatan jika ia tak kunjung menaiki bis sekarang. “Ah !” In Young melihat pada jam tangannya. Ia langsung berlari menuju halte yang sudah mulai nampak setelah sadar ia akan terlambat.

-ooo-

“Baiklah! Aku ketinggalan bis dan ini adalah hari pertamaku terlambat ke sekolah. Dan ini juga kesalahan Minwoo beserta rentetan kalimatnya itu. AH ! Shireohaeyo, No Minwoo !” teriaknya frustasi. Mungkin jika ia bertemu dengan Minwoo lagi, ia akan membunuh laki-laki itu. “Sial,” gumamnya. Ia berjalan dengan wajah kesal sambil menendang apapun yang ada di atas aspal jalanan.

Kraanng ! Satu kaleng berhasil ia tendang cukup jauh.

“Ya ! Gadis aneh !”

“Eo !” In Young menghentikan langkahnya dan berbalik malihat siapa yang telah berteriak itu. “Youngmin,” ucapnya lirih.

Youngmin yang sedang mengendarai sepedanya pun berhenti tepat di hadapan In Young. In Young sedikit merasa senang karena ia rasa lelaki itu akan memberinya tumpangan untuk pergi ke sekolah bersama. Dan ia sangat berharap itu terjadi.

Youngmin tersenyum menyeringai. Rambutnya yang coklat kelam itu tersapu angin pagi, membuat In Young agaknya terpesona karena ketampanan lelaki itu. Namun, segera mungkin ia menutupinya. “Harga diri,” ucapnya dalam hati.

“Nampaknya kau benar-benar tidak disiplin, Nona Hwang !”

Mendengar itu, In Young hanya menatap malas ke arah Youngmin. “Kau pikir kau disiplin, hah ?”

“Tentu. Bahkan aku jauh lebih disiplin darimu. Kau pasti tahu hasilnya kan,” Youngmin menampakkan kartu peserta olimpiade sains yang ia taruh di saku almamaternya. In Young terdiam saat itu juga. Wajahnya berubah sedih mendalami ucapan itu.

Youngmin jadi tak enak hati melihat ekspresi wajah In Young yang berubah itu. Ia pun meletakkan kartu pesertanya itu ke dalam sakunya.

“Apa kau memimpikan aku terlalu lama hingga terlambat datang ke sekolah ?” tanya Youngmin penuh percaya diri. Ia menahan tawanya ketika air muka In Young berubah seketika. “Mimpi ?” tanya In Young berlagak sombong.

Sebenarnya Youngmin mau berterimakasih pada In Young, tapi ia lebih suka terus-menerus menggoda gadis itu hingga membuatnya ingin tertawa terpingkal-pingkal. “Aku tak akan pernah memimpikanmu, bodoh,”

“Benarkah ? Aku kira kau sangat gembira setelah aku mengantarkanmu pulang kemarin,”

“Ya ! Kau dengar, Jo Youngmin ! Aku tak akan pernah mau memimpikanmu!” ucap In Young lantang dengan kedua mata menatap mata Youngmin secara membunuh.

“O ! Baguslah ! Karena aku juga tidak mau masuk ke dalam mimpi gadis aneh sepertimu !” Setelah mengucapkan itu, Youngmin kembali melanjutkan mengendarai sepedanya. Ia bersiul-siul seraya mengayuh pedal sepedanya dengan santai.

In Young hanya tercengang dibuatnya. Bahkan ia sangat tercengang, ketika Youngmin melambaikan tangan kanannya pada gadis itu. ”Hah ! Laki-laki macam apa itu ?” umpatnya dengan wajah merah berapi-api. Harapannya berakhir sia-sia. “Aku menyesal berharap padanya,”

-ooo-

Bel jam istirahat pertama berbunyi sangat keras pagi ini. Bahkan suaranya pun lebih nyaring dari hari-hari sebelumnya. In Young tengah menidurkan kepalanya di atas meja sambil memikirkan ucapan Minwoo tadi pagi. Ingin sekali ia menemui Youngmin dan Minwoo hanya untuk mencari tahu yang sebenarnya.

“In Young-a, aku dengar kepala sekolah mengganti dering bel sekolah dengan yang baru. Pantas saja suaranya memekakkan telingaku,” ucap Yoon Su yang baru saja selesai membereskan peralatan tulisnya. Ia melirik ke arah In Young.

“Kau mengatakan hal yang tidak penting, Yoonie,” In Young melirik Yoon Su sejenak, lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela kelas. Tak sengaja ia melihat Youngmin bersama seorang gadis cantik yang dirasanya adalah seorang hobaenya di sekolah. Hati In Young merasa panas saat itu. Seakan hati itu menggali lubang kecil menjadi lubang yang kian membesar ketika mendapati Youngmin tiba-tiba memegang kedua lengan hobaenya itu.

In Young menahan tangis saat itu. Walau sakit, tapi ia masih sadar ada Yoon Su di sana. Ia tak mau Yoon Su melihatnya mengeluarkan air matanya. Tanpa berpikir lebih panjang lagi, ia segera berjalan meninggalkan Yoon Su menuju toilet.

“Ya ! In Young !” teriak Yoon Su. Ia langsung melihat ke arah dimana In Young melihat tadi. “Ah~ Dia salah paham,” Yoon Su langgsung beranjak dari kelas dan mencari In Young.

Tap tap tap tap tap… Laju langkah cepat Yoon Su membuat teman-temannya yang berada di sepanjang koridor menatapnya heran. Namun ia tak peduli. Ia tetap berjalan cepat sambil terus menelusuri keberadaan In Young. Sampai sekarang ia sama sekali belum tahu dimana tempat In Young untuk menyendiri. Itulah mengapa ia menjadi linglung sendiri.

Eodiga,” gumamnya.

Yoon Su masih terus berjalan tanpa peduli siapa yang sudah ia lewati. Bahkan para sunbae yang ia lewati, sudah beberapa orang yang menyindirnya karena terlihat acuh tak acuh. Hingga aksi tabrakan dengan seseorang pun terjadi sudah.

DUAK !

“Aish ! Ya ! Kalau berja—, “ kekesalan Yoon Su terpotong setelah melihat siapa yang telah bertabrakan dengannya. “Kau lagi,” sergah Minwoo, orang yang bertabrakan dengan Yoon Su.

Yoon Su hanya bersikap cuek dan sedikit malas menatap Minwoo. Padahal sebenarnya ia sedang mengatur degup jantungnya yang sudah mengalami badai topan, tsunami, puting beliung bahkan gempa bumi berskala 10,45 SR.

“Minta maaf !” teriak mereka bersamaan. Menyadari itu, Minwoo dan Yoon Su nampak salah tingkah namun tetap berusaha bersikap biasa saja. Apalagi Minwoo !

“Kau yang harusnya meminta maaf padaku,” ucap Yoon Su mendelik Minwoo.

“AKU ?” Minwoo tersenyum semanis mungkin, namun tiba-tiba wajah tampan itu berubah menjadi menyebalkan, “Tak akan pernah mau aku meminta maaf denganmu,” ucap Minwoo sambil merapikan almamaternya, lalu berjalan meninggalkan Yoon Su.

“YA !” teriak Yoon Su namun Minwoo malah melenggang pergi begitu saja.

Nde ! Sekarang kau tidak mau, tapi lihatlah apa yang aku perbuat denganmu,” ucapnya lirih seraya menatap Minwoo yang semakin jauh dari hadapannya.

-ooo-

Ruangan tua…

In Young kembali lagi ke tempat sepi itu. Saat ini ia berada di dalam kelas yang kemarin di tempati Youngmin, yakni ruang 1 COMP. Di sana ia menangis dengan kerasnya. Ia luapkan semua kekesalannya pada Youngmin dan hobaenya itu. Ia sudah tidak bisa menahan lebih lama rasa sakit yang pertama kali ia rasakan terhadap seorang laki-laki. Apalagi Youngmin adalah laki-laki pertama yang sudah membuatnya membuka hati. Tapi, sayangnya malah menjadi seperti ini.

“Aaaaaaaa !” teriaknya, kemudian diikuti sesenggukannya yang membuatnya merasa sakit di tenggorokannya.

Pabo ! Pabo ! Pabo !” ucapnya sambil memukul-mukul kepalanya. Tangisannya mulai mereda. Mungkin karena ia sudah lelah untuk lebih banyak mengeluarkan air matanya.

“Aku memang aneh. Memang ! Lalu apakah aku tidak bisa menyukainya, eoh ?”

BRAK ! Pintu terbuka dengan kasarnya. Membuat In Young terkejut setengah mati. Matanya membola saat melihat orang yang telah membuka pintu itu. Segera saja ia menyeka bekas air mata yang masih ada di wajahnya.

“Apa yang kau lakukan di sini ?” tanya orang itu. Seseorang itu terlihat cemas dan merasa lega ketika mendapati In Young dalam keadaan baik-baik saja. Namun, seketika kemudian ia kembali menjadi sosok yang dingin.

“Youngmin,”

Youngmin berjalan masuk ke dalam ruangan. Ia menuju In Young yang terduduk di kursi yang menghadap ke arah jendela. “Kau menangis ?” tanya Youngmin dingin, tetap menunjukkan sikap sok kerennya.

In Young menatap heran pada Youngmin. Agak membuat Youngmin menjadi tak karuan harus melakukan apa. Maka dari itu, ia hanya diam sambil memandang keadaan ruangan yang hawanya semakin dingin.

“Kenapa kau di sini ?” tanya In Young. Youngmin menatap gadis itu sekilas. “Bukan urusanmu. Pergilah. Aku ingin beristirahat di sini,”

Mendengar kalimat itu, hati In Young makin kian tercekat. Namun, ia mencoba menahannya. Menahan sakit dan air matanya. Ia pun hanya menampakkan sikap biasa, yang sebenarnya Youngmin tahu gadis itu sedang berusaha kuat di depannya.

“Jika aku bisa membeli ruangan ini, aku akan membuat peraturan bahwa orang yang bernama Jo Youngmin tak boleh masuk ke dalam ruangan ini,”

Youngmin melirik In Young. Lalu berjongkok di hadapan gadis yang terduduk itu. Sebelum ia berbicara, ia melihat kalung yang ia kembalikan kemarin, kini ada di leher In Young.  “Sebelum kau membelinya, aku akan lebih dulu membeli tempat ini,” kemudian Youngmin bangkit berdiri kembali.

“Ish…,” desis In Young. Gadis itu lalu beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah papan tulis yang tak terpajang. Papan tulis itu di letakkan bersandar pada susunan kursi dan meja. Terlihat jelas papan tulis itu telah diselimuti debu yang tebal.

Youngmin hanya memperhatikan In Young. Keningnya mengerut saat melihat In Young mulai menuliskan sesuatu pada papan itu dengan jemarinya.

Aku gadis aneh. Apakah ada yang menyukaiku ?

Kemudian In Young menambahkan ikon tersenyum di samping kalimat itu (“ 🙂 “). Tak terasa senyum In Young ikut mengembang pula bersamaan dengan air mata yang kini sudah menetes perlahan.

Youngmin yang melihatnya hanya memberikan waktu pada In Young untuk menyendiri. Ia tak mau membuat suasana hati gadis itu bertambah buruk, walau ia tahu apa yang menyebabkan In Young seperti itu.

“Aku benci hal seperti ini,” gumamnya, lalu ia berjalan keluar dari ruangan itu. Dan bersandar pada pintu. Ia tak benar-benar meninggalkan In Young di sana. Ia mengingat ucapan Yoon Su yang disampaikan padanya.

“In Young sepertinya cemburu melihatmu bersama Fay di koridor tadi. Setelah melihatmu, ia langsung menghilang begitu saja. Dan, sekarang aku tak tahu dia dimana,”

In Young keluar dari ruangan itu dengan mata sembab dan wajah yang lembab. Ia melewati Youngmin yang masih bersandar di pintu. Saat ia sadar, ia berbalik melihat lelaki itu. “YA ! Itu ruanganmu,” ucap In Young berusaha mengembalikan sikapnya seperti In Young yang biasanya.

Youngmin hanya menanggapinya dengan bersiul sambil masuk ke dalam ruangan itu. Ia tahu dan sadar, In Young sedang berpura-pura.

In Young membalikkan badannya. Ia menghembuskan nafas lelahnya. “Baiklah. Aku akan berhenti menyukaimu, Youngmin,” ucapnya lirih. Ia pun langsung berjalan meninggalkan tempat itu. Menyisakan Youngmin dengan tawanya yang lumayan keras itu.

“Kau salah paham, Nona Hwang. Hahahaha,” kemudian ia kembali keluar ruangan, dan berjalan menuju kelasnya. Ia hanya ingin tahu, bahwa In Young benar-benar salah paham padanya.

-ooo-

Pagi ini sekolah Hayoung ramai membicarakan tentang hasil seleksi putaran pertama yang di adakan kemarin, pukul 13.00 KST. Ada 20 murid yang mengikuti seleksi dari sekolah Hayoung termasuk Youngmin, dan kecuali In Young. Gadis itu seakan tak peduli dengan notif yang terpajang di mading sekolah yang dipenuhi dengan ribuan murid sekolahnya. Ia bahkan hanya melihat sekilas, hanya untuk mengetahui siapa saja yang lolos. Yang membuatnya senang yaitu ada nama Youngmin di sana.

Hasil Seleksi Peserta Olimpiade Sains Periode 1 Tingkat Internasional (Untuk Hayoung High School)

  1. 1.      Kim Hee Ju                (Kelas 2)
  2. 2.      Han Min Ji                 (Kelas 2)
  3. 3.      Lee Jeong Min           (Kelas 3)
  4. 4.      Song Hyu Mi              (Kelas 1)
  5. 5.      Jung Hae Ra              (Kelas 3)
  6. 6.      Jo Young Min            (Kelas 2)
  7. 7.      Baek Seung Jo           (Kelas 1)

“Huaaaaaaa, Youngmin ! Kau hebat !” teriak Yoon Su setelah tahu ada nama Youngmin di sana. Ia menepuk pundak Youngmin berkali-kali sebagai ucapan selamat darinya. In Young hanya memperhatikan tingkah Yoon Su pada Youngmin. Lelaki itu malah bersikap biasa saja.

“Ya ! Kau membuatku malu,” elak Youngmin. Tak sengaja ia melihat In Young yang juga sedang melihatnya. Namun, In Young malah tetap stay cool dengan sombongnya. Ia langsung berjalan menuju kelasnya bersama dengan Minwoo.

“Kau tidak lulus ?” tanya Minwoo.

“Aku mengundurkan diri. Sudahlah, aku malas membahasnya, Minwoo-a,”

“Heum. Apakah nanti malam kau ada acara ?” Minwoo menatap In Young penuh harap. Ia tersenyum semanis mungkin.

In Young mencoba berpikir. Ada atau tidak ya dia acara malam ini ?. Tak lama itu, akhirnya In Young menggelengkan kepalanya, “Sepertinya tidak ada,”

“Yeah ! Bagus sekali !” teriak Minwoo senang. Ia langsung mengacak rambut In Young seperti biasa. “Yaaaaaaa,” kesal In Young sambil merapikan rambutnya kembali.

“Ah, tapi tumben sekali kau mengajakku pergi,”

“Aku ingin mengenalkanmu dengan kekasihku,”

MWO ???!!! Ya ! Kau ingin mengenalkanku, lalu kau pergi berkencan dengannya dan meninggalkanku sendiri. Kau pikir aku bersedia menjadi lonceng burung hantu di sana, hah !” celoteh In Young tak terima atas perkataan Minwoo.

“Hahahahah,” gelak Minwoo. “Kau pikir lucu ?” tanya In Young.

“Ya, kau lucu sekali, hahahha,” gelak Minwoo membahana. “Tenanglah, Hwang In Young ! Kau tidak akan sendiri di sana,” jawab Minwoo sambil menyiku lengan In Young.

In Young jadi gusar sendiri, “Lalu aku dengan siapa ? Jangan pernah kau mencoba membohongiku,”

“Aku mengajak Youngmin. Jadi kau bisa pergi dengannya. Keurae ! Aku harus berlatih dance sekarang. Sampai jumpa nanti malam,”

“Annyeooooong !” teriak Minwoo sambil berlari menjauhi In Young yang masih berkutat dengan pikirannya.

“Young— min? “

“Aaaaaaaaaa, eottokhae !!!!!”

-ooo-

Eotthe ???

Gaje ? Atau… ah yang jelas seperti itulah yang sebenarnya. Hehe. Gomawo sudah RCL🙂

This entry was posted by boyfriendindo.

5 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] After Today …! – Chapter 02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: