[FANFICT/FREELANCE] I Love You – Chapter 01

Picture1

Title 
: I Love You – Part 1
Author : ariesthha_1602
Genre : friendship & Romance
Rating : PG
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Jo Youngmin

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Yua

Support Casts
: Semua member Boyfriend

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Sial,, seharusnya aku tak bolos kegiatan klub basket, hanya untuk mendengarkan kisah cintamu yang tak pernah berbalas”, Kwangmin menghembuskan nafas dengan berat saat berbaring dikarpet kamar Yua dan memandang lurus ke arah langit-langit.

Yua tertawa gugup saat duduk disampingnya. “Kurasa besok, Youngmin dan para fansmu akan marah besar padaku”, dengan mengusap-ngusap belakang kepalanya kebingungan. Disudut hatinya dia hanya menginginkan hubungan ini berubah. Hanya ada dirinya dan ….

“Tak usah khawatirkan tentang mereka. Karena…”. Yua sampai belum sempat menyelesaikan kata-katanya di dalam hati, karena secara tiba-tiba Kwangmin sudah menariknya ke dalam ciuman singkat tetapi terasa hangat dan sangat istimewa baginya. “Bagiku kaulah yang lebih penting”, Kwangmin mengucapkannya dengan suara yang membuat Yua kembali memiliki harapan.

Yua menginginkan hubungannya lebih dari sekedar “teman masa kecil”. Itulah kenapa Yua berharap ciuman ini adalah tanda dari awal yang baru antara dirinya dan Kwangmin. Tapi, apakah Kwangmin juga berpikir seperti itu???.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yua terus memikirkan ciuman mereka waktu itu. Dia merasa sangat bahagia dan senang. Karena memang sejak TK, Kwangmin sama sekali tak pernah menciumnya dan kemarin… disaat yang tak terduga, dengan keadaan yang berbeda saat kecil dulu, Kwangmin mencium bibirnya. “Jauh lebih mesra”, gumam Yua sambil menjulurkan tangannya keluar jendela kelas. “Aaaaaaaaa….”, jeritnya dengan mengacak-ngacak rambutnya saking gembiranya.

Yua kembali mengingat kejadian malam itu. Mungkin saat itu dia akan mendengar suara hati Kwangmin yang sebenarnya. Seandainya mama tak membuka pintu kamarnya begitu saja. Tapi tak apa. Karena menurut Yua, akhirnya setelah sekian lama. Akhirnya Kwangmin melihatnya sebagai seorang wanita. Bukan gadis kecil yang manja dan cengeng.

“Yua…!!!”.

Yua membalikkan badannya dengan riang. “Ya, ada ap…”, dia membeku dengan sikap sempurna setelah melihat cowok yang berdiri dihadapannya.

“Woahhhh,, kamu berani juga untuk bolos kegiatan klub. Aku benar-benar tak menyangka”, gumamnya dengan kedua tangan terlipat didepan dada saat melihat Yua dengan lekat. Youngmin,,.!!. Dia adalah Jo Youngmin, saudara kembar Kwangmin. Walaupun mereka kembar, tapi mereka memiliki sifat yang sama sekali bertolak belakang.  Dan entah kenapa menurut Yua setiap kali Youngmin ada disekitarnya, Youngmin selalu bisa menebarkan hawa dingin yang membuat bulu kuduknya merinding tak karuan.

“Hari ini kau tak akan membolos lagi kan??”.

“Hmmmm ituuu….”, desis Yua dengan perlahan bergerak mundur untuk menjauh dari monster dihadapannya. Lebih tepatnya, Yua berusaha kabur. Tapi, semuanya seakan sia-sia saat tangan besar Youngmin menahan pergelangan tangannya. “Aku belum selesai bicara denganmu idiot..!!!”.

Suaranya yang lembut, tapi penuh dengan kata-kata mematikan membuat keringat dingin mulai muncul di dahi Yua. “Oh Tuhan,,, tolong bantu aku lepas dari monster ini”, Yua berkali-kali berdoa didalam hati, karena tau hanya itu yang bisa dilakukannya saat ini.

Sampai akhirnya, suara malaikat itu terdengar dari arah belakang Yua. Tanpa perlu berbalik, Yua jelas tau siapa pemiliknya.

“Wahhh-wahhh Youngmin, jangan buat Yua ketakutan seperti itu dong”, ucap Kwangmin saat berdiri disamping Yua.  Entah ini hanya perasaannya saja atau bagaimana. Karena Yua merasa tak ada yang berubah dari mereka berdua saat Kwangmin tiba-tiba merangkul pundaknya erat. Baginya semua terasa sama seperti biasanya. “Apa namanya pasangan itu seperti ini??”, pikir Yua saat melihat wajah Kwangmin dengan lekat.

“Aku masih belum mendengar alasannya”. Suara Youngmin membuat Yua tersadar bahwa bukan saat yang tepat untuk memikirkan hal-hal yang tak penting.

“Itu…..”, Yua berusaha untuk mencari alasan yang tepat saat melihat wajah Kwangmin dengan teliti. Karena tak mungkin kan dia jawab kalau kemarin membolos karena butuh tempat curhat. Bisa-bisa dia dibunuh oleh Youngmin yang notabene ketua klub terseram di sekolah. “Kemarin aku nemenin Kwangmin membeli sesuatu. Iya kan??”, ucapnya sambil menyikut perut Kwangmin dengan keras.

“Iya Hyung, maaf tak ada izin denganmu. Jadiiii….”, Kwangmin langsung menarik Yua menjauh dari Youngmin, sebelum dia sempat mengucapkan satu patah katapun.

“Sungguh…???”, gumam Youngmin saat melihat dua sosok yang sudah berjalan jauh didepannya dengan raut wajah yang sulit untuk dijelaskan.

Yua, Kwangmin dan dua orang teman sedang menikmati makan siang dikantin sekolah. Sampai akhirnya seseorang diantara mereka mengucapkan kalimat yang membuat Yua tertegun. “Kwangmin-ah, kenapa kau dan Youngmin bisa berbeda 180°??. Dilihat dari manapun dia memang terlihat menyeramkan. Bahkan kurasa, dia bakal sulit untuk dapat pacar. Oh ya Yua, kudengar anggota klubmu sampai tak berani berkutik dengannya. Benar begitu??”, Minwoo melihat Yua dengan wajah polosnya.

Yua menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan bingung. “Itu….”.

“Awwwww. YA! Kenapa kau memukul kepalaku??”, jerit Minwoo kesal setelah Mia memukul kepalanya dengan buku kimia yang kumayan tebal. “Itu kulakukan, karena kau sudah membuat sahabatku dalam keadaan sulit gara-gara pertanyaanmu. Dasar kau ini”, desis Mia sebelum kembali menikmati roti yang ada ditangannya.

Minwoo melihat Kwangmin dan Yua secara bergantian. “Aku tak bermaksud membuatnya kesulitan kok. Aku hanya ingin tau, karena kalau memang iya. Kenapa dia tak keluar aja dari klub yang menyeramkan seperti… Awwwwww. YA!!”, Minwoo menjerit cukup keras kali ini. Karena untuk sebentar ini saja dia sudah dipukul dua kali oleh Mia.

Mia menutup sebelah telinganya, saat Minwoo berteriak sangat kencang disampingnya. “Hauhhhh,, telingaku. Aku heran denganmu Kwang. Kenapa kau bisa betah dengannya??”, kata Mia saat menunjuk Minwoo dengan heran. “Teriaknya itu lo, seperti perempuan…”.

“YA…!!!!”.

Yua dan Kwangmin hanya tertawa melihat dua orang yang duduk didepan mereka. Walaupun mereka terlihat sering bertengkar, tapi untuk keadaan tertentu Mia dan Minwoo bisa sangat cocok. Apalagi kalau sudah membahas tentang game favorit mereka. Mungkin butuh keajaiban yang sangat lama agar membuat Mia dan Minwoo menjadi pasangan.

“Hei, kalian mau kemana??”, Yua berteriak dengan kencang setelah melihat dua orang anggota klub melewati arah yang berlawanan dengannya. Mereka menolehkan kepala ke arah Yua dengan ekspresi enggan. “Kita ingin keluar dari klub”.

“Hah…!!!. Terus klubnya gimana kalau kalian pergi??”, tanya Yua dengan sedikit guratan sedih dan bingung di wajahnya. Baru beberapa hari yang lalu 3 orang anggota klub keluar, dan sekarang…. 2 orang sudah mengikuti. “Aaahhh,, masa bodohlah. Kami tak ingin terus-terus berurusan dengan orang yang sangat keras kepala dan penuntut seperti Youngmin”, dan berlalu setelah mengucapkan satu pernyataan yang membuat Yua hanya bisa tertegun.

Yua melihat lapangan tempat mereka sering latihan. Tapi sama sekali tak ada satu orangpun disana. “Kemana semua orang???”, gumam Yua dan berjalan ke arah ruang ganti. Berharap setidaknya klubnya tak ditinggal oleh semua anggota seperti yang ada dibayangannya. Tapi semua harapannya seakan pupus saat dia melihat hanya ada Youngmin yang terduduk lemas didepan loker. “Woahhh,, dilihat dari manapun. Dia memang terlihat menyeramkan”.

“Apa sebaiknya aku juga ikut pulang. Tapi…. Awwww…”, teriak Yua setelah pintu yang dibuatnya bersender terdorong ke belakang. Yang akhirnya membuat pandangan Youngmin tertuju ke arahnya setelah mendengar seseorang yang terjatuh tepat didepan pintu. “Yua,, kenapa kau??”, ucap Youngmin dengan pelan sambil menyodorkan tangannya ke arah Yua. Setidaknya mencoba membantu Yua untuk berdiri.

“Maaf, kalau sudah mengganggumu??”, Yua menundukkan kepala karena merasa sedikit malu. Lagian perempuan mana sih yang tak malu, kalau terjatuh dengan posisi konyol seperti itu dan dilihat oleh cowok yang bisa dibilang tampan.

Seandainya sekarang ini ada lobang didepannya, mungkin sudah daritadi Yua menguburkan badannya kedalam lobang itu. “Maaf Yua. Tapi sepertinya hari ini kita tak ada latihan”, kata Youngmin dengan pelan atau bisa dibilang lebih seperti berbisik pada dirinya sendiri.

“Tidak,,…”.

Youngmin spontan melihat Yua dengan raut wajah kaget dan heran. Sebenarnya, Yua sendiripun tak yakin dengan kalimat yang seperti keluar begitu saja dari mulutnya. “Aku sangat menyukai tenis dan ingin menjadi professional. Jadi hari ini aku tak ingin melewati latihan. Ayo…”, Yua melepaskan blazer sekolahnya dan melemparkan raket ke dada Youngmin saat melewatinya.

Tiba-tiba Youngmin menahan pergelangan tangan Yua, sebelum Yua melangkahkan kakinya keluar ruangan. “Ada ap….??”, desis Yua kesal.

Belum sempat dia selesai dengan ucapannya. Youngmin sudah menyodorkan tas ke dalam pelukan Yua. “Aku tak tau kalau kau bisa begitu semangat untuk latihan. Tapi lebih baik kau ganti baju dulu, dan satu hal lagi…”.

Yua merasa sedikit tak nyaman saat Youngmin meliriknya dari atas sampai bawah beberapa kali. “Hmmm,,, aku tak yakin kau bisa mengalahkanku saat latihan dengan badanmu yang pendek itu”, Youngmin mendecakkan lidahnya dan berlalu keluar. “YA!! Jo Youngmin. Awas kau ya. YA!!!”, teriak Yua dengan keras sambil menghentakkan kakinya karena kesal.

Walaupun Youngmin sudah jauh beberapa meter didepannya. Yua masih bisa mendengar dia terkikik pelan setelah mendengar omelannya. Bukannya kesal atau marah, tapi ekpresi Yua malah sebaliknya. Entah kenapa dia merasa senang, saat melihat Youngmin akhirnya bisa tersenyum kembali.

“Selamat malam..”, sapa Yua saat memasuki rumah keluarga Jo. Karena, mamanya belum pulang dari luar kota. Jadi hari ini Mrs. Jo mengundangnya untuk makan malam bersama dirumahnya. Semua orang sudah berada dimeja makan, kecuali satu. “Kwangmin…??”, tanya Yua sambil melirik sekeliling ruangan, berusaha mencari sosok yang sangat dinantikannya.

“Tenang, dia bilang sedikit pulang terlambat. Jadi makanlah…. Oooo, itu mungkin dia”, gumam Mrs. Jo setelah mendengar suara pintu depan yang tiba-tiba terbuka dan tertutup kembali. Yua berusaha mengontrol detak jantungnya yang semakin tak karuan, seirama dengan derap langkah yang semakin jelas terdengar saat berjalan menuju ruang makan. “Tolong aku Tuhan…”, pikir Yua setelah mendengar seseorang yang berteriak riang didepan pintu dapur.

“Eh,,, Yua. Baru saja aku ingin menelponmu. Nanti ke kamarku, oke??”, sahut Kwangmin sambil merangkul erat pundak Yua dari belakang. Entah kenapa Yua merasa detak jantungnya ini, tak seperti biasanya. “Hei,, apa kau tak makan??”.

Suara Mr. Jo membuat Yua kembali ke dunia nyata dan saat itulah dia baru menyadari kalau Kwangmin sudah tak memeluknya. “Aku sudah makan diluar”, sahutnya dan berlalu ke arah kamarnya yang ada dilantai dua. “Tumbenn..!!!”, batin Yua saat menyendokkan suapan terakhir ke dalam mulutnya. Tak biasanya Kwangmin makan diluar, biasanya dia selalu lebih memilih makan dirumah dengan seluruh keluarganya. Tapi sekarang…!!.

Yua sedang membilas piring-piring yang sudah disabun. Sampai akhirnya, seseorang datang kesampingnya sambil membawa setumpuk piring kotor.

“Aku akan membantumu”, ucap Youngmin setelah melihat Yua menghembuskan nafas panjang saat melihat setumpuk piring kotor yang dibawanya. Yua meliriknya dengan tatapan tak percaya dan sedikit mengeryitkan dahi. “Hei,, ini bukan seperti aku tak pernah membantumu kan??. Jadi jangan pasang ekpresi seperti itu..!!”, Youngmin mengganti posisi Yua.

“Kau aneh..”, desis Yua dengan terus melihat Youngmin. “Cepat sabuni piringnya, biar bisa kubilas idiot…!!!”. Youngmin tak ingin melihat Yua, karena dia tak ingin melihatkan ekspresi bodohnya pada Yua. “YA!,, jangan terus memanggilku seperti itu”, Yua memasang wajah cemberutnya saat menyabuni piring-piring dihadapannya.

Tanpa Yua sadari, Youngmin melihatnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Dia ingin meminta maaf. Setidaknya Youngmin memiliki kesadaran untuk minta maaf. “Yua…”.

“Hmmmm…”, gumam Yua tanpa sama sekali melihatnya. Setelah Yua selesai menyelesaikan tugasnya, dia melihat Youngmin. “Kenapa??”, Yua sedikit penuh tanya, karena tak biasanya Youngmin seperti ini.

“Hmmm,,… itu”, Youngmin mengusap belakang kepalanya dengan malu. “Aku tak ingin mendengar suara-suara tak jelas dari tempat kalian. Karena kamarku tepat disampingnya. Jadi, tolong jaga sikap kalian. Aku butuh kete….”.

Yua melemparkan serbet tangan ke muka Youngmin dengan geram dan berlalu meninggalkannya di dapur. Tanpa sekalipun memberikan Youngmin kesempatan untuk menyelasaikan kata-katanya. Yua sedikit merasa menyesal didalam hatinya yang sempat berharap Youngmin mengucapkan kata manis atau meminta maaf, karena terlalu sering memanggilnya idiot. Tapi sekarang, Youngmin malah menganggap mereka akan melakukan hal yang tidak-tidak. Itu yang tak bisa diterima Yua, dia membencinya. Dia membenci Jo Youngmin…!!.

“Yua, akhirnya kau datang”.

Yua tersentak dari alam bawah sadarnya dan melihat dirinya yang sekarang sudah berada didalam kamar Kwangmin. “Sejak kapan aku masuk ruangan ini??”, batin Yua saat memperhatikan ruangan Kwangmin dengan seksama. Dan lagi, Kwangmin.. Bagi Yua, saat ini Kwangmin terlihat sangat berbeda. “Kemarilah…”, Kwangmin memanggil Yua untuk duduk disampingnya.

Dengan setiap langkah yang diambil, Yua merasa jantungnya berdetak semakin cepat. Sampai-sampai dia takut Kwangmin bisa mendengarnya. Apalagi mereka hanya berdua diruangan ini, tanpa ada satupun suara selain mereka. “Yua,,.. tolong dengarkan aku. Aku..aku..aku”.

“Oh Tuhan,, aku belum siap…”, batin Yua dengan menutup kedua matanya erat saat Kwangmin mulai mendekatkan diri ke arahnya. Tapi, semua rasa deg-degkan, keringat dingin yang bercucuran, dan wajah yang memerah seperti kepiting rebus terasa seperti hal konyol saat Kwangmin mengucapkan apa yang ada dipikirannya. “Aku dapat pacar Yua. Kurasa kali ini bakal serius”.

Bagaikan dijatuhi batu besar dikepalanya, Yua hanya bisa membatu dan tak bergerak sama sekali. Bagaimana bisa???. Mereka sudah berciuman kan??. Jadi bagaimana bisa Kwangmin melupakannya begitu saja, seperti tak pernah terjadi.

“Pantas saja kau depresi. Satu hari dia menciummu, tapi esoknya dia punya pacar”, ucap Mia dengan dagu berpangku pada tangannya. Yua hanya bisa meletakkan kepalanya di atas meja kelas. Berusaha untuk mencari tau apa yang seharusnya dia lakukan. Menyerah atau tidak menyerah atas cintanya yang sudah terlalu lama bertepuk sebelah tangan. “Tapiii,, sebenarnya aku agak iri dengan kalian”.

Yua spontan menengadahkan kepalanya dan melihat Mia dengan kening berkerut. “Karena… tak peduli berapapun pacarnya. Tetap kaulah yang paling diutamakan. Tidakkah menurutmu ini adalah caranya mencintaimu??”, Mia mencubit hidung Yua dengan lembut. Setidaknya berusaha mengingatkan kenangan-kenangan yang terjadi diantara dirinya dan Kwangmin.

“Iya sih,, tapi kan itu bukan jaminan kalau dia juga menyukaiku??”.

Mia melihat lapangan sekolah dari jendela disampingnya, sebelum kembali melihat Yua yang masih memasang wajah bloon. “Aku kasih tau ya, meski dia bilang serius. Pasti tak lama lagi mereka akan putus. Kita lihat saja…!!!”.

This entry was posted by boyfriendindo.

6 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] I Love You – Chapter 01

  1. ceritanya bagus kak..
    tapi mr.typo masih ada.. hehe dan menurutku diksinya ada yang kurang pas sama kalimatnya.. terus setiap pergantian tempat cerita atau adegan/? satu ke yang lain di kasih jarak kak.. biar nggak bingung.. soalnya abis ini tiba tiba ini.. hehe
    but, bagus kak.. btw.. ini sudut pandangnya dari author alias kakak kan ya kak?

    maaf bari rcl kak.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: