[FANFICT/FREELANCE] After Today …! – Chapter 03

Title 
: After Today …! – Chapter 03
Author : V.Noviy a.k.a D’chemos Bee)
Genre : Friendship, Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Jo Youngmin

  ~ Hwang In Young

Happy Reading ~~~ Mian kalo gak seru

-ooo-

Ting ~ ~ Tung ~ ~

“Baiklah, untuk hari ini cukup sampai halaman 320 saja. Minggu depan persiapkan diri kalian untuk ujian harian tentang… Eum ! Pelajari materi mengenai reaksi kesetimbangan dan sifat koligatif larutan. Jangan sampai nilai kalian buruk, ndee,” ujar Guru Jung mengakhiri kelas mengajarnya siang ini.

Ndeeeeee,” jawab para murid serentak.

Guru Jung pun meninggalkan kelas setelah memberi salam terakhir pada semua muridnya.

In Young dan Yoon Su tengah membereskan buku dan peralatan tulis mereka. Seperti biasa, setiap hari sabtu, sekolah memiliki jadwal khusus untuk ekstra kulikuler. Kebetulan mereka masuk dalam ekskul yang sama, yaitu badminton atau bulu tangkis. Sudah dua tahun mereka mengikuti ekskul tersebut dan sekarang akhirnya mereka menjadi senior dari para junior-juniornya. In Young tidak mengambil ekskul dance karena sudah memiliki pelatih khusus di tempat les dancenya. Kalau Yoon Su, selain badminton ia mengambil pelajaran hapkido. Pelajaran yang ia dapatkan di luar sekolah. Dan dari sana jugalah, ia mengenal Minwoo.

Siang ini mereka mendapat jam tambahan latihan karena minggu depan mereka memiliki jadwal ekskul libur, dikarenakan Guru Minjo, sang pelatih harus pergi mengambil meeting di Thailand.

“In Young-a, apa kau membawa handbody ?” tanya Yoon Su yang kala itu sedang asyik menyisir rambutnya yang terlihat kacau.

In Youngg sedikit menyelidik ke arah Yoon Su. Tak biasanya sahabatnya itu menanyakan hal yang bukan menjadi tipe dirinya sebagai Jo Yoon Su.

“Yoonie-a, apa sekarang kau mulai berdandan ?” tanya In Young sambil menyiku lengan Yoon Su, membuat gadis itu sedikit kesal mendapat perlakuan In Young.

Aniya. Aku hanya merasa kulitku kering saja,” jawab Yoon Su melanjutkan acara riasnya. “A~keurae. Aku pikir, kau mulai mengikuti kebiasaan Minwoo,” lanjut In Young melirik Yoon Su. Terlihat gadis di sampingnya itu mencoba membiasakan diri dari ucapan In Young.

“A-a-aku ? Ya ! Maldo andwae,”

“Hahaha !” gelak In Young. “Ah iya, apa kau tahu Minwoo sudah memiliki kekasih ?”

“MWO ???!!!” teriak Yoon Su sekeras mungkin. Matanya membola dengan wajah tercengang-cengang. In Young hanya menutup kedua telinganya, karena ia tahu reaksi apa yang akan diberikan Yoon Su padanya.

Waeee ?”

“Aku hanya terkejut saja,”

“Bersabarlah, Yoon Su,” ujar In Young dalam hati. Ia hanya terkekeh melihat ekspresi Yoon Su yang sudah berubah sekarang.

-ooo-

Jam 15.09 KST, Hayoung High School masih dipadati oleh para siswa dan siswi dari kelas satu hingga kelas tiga. Hari Sabtu memang hari yang ditunggu-tunggu oleh semua murid, karena hari Sabtu adalah hari mereka bisa mengembangkan hobi dan bakat mereka.

Youngmin dan Minwoo yang mengambil jadwal ekskul berbeda, hanya menggerutu tak jelas lantaran pelatih dari masing-masing mereka belum juga datang. Padahal sudah sepuluh menit mereka menunggu, namun sampai sekarang belum juga nampak batang lehernya.

“Aish… Lama-lama aku bisa seperti ayam goreng duduk di sini,” celetuk Minwoo sambil menengok pada jam tangan yang bertengger di tangannya. Ia sedikit menyapu pemandangan sekitar yang nampak ramai itu. Halaman sekolah selalu ramai pada jam ekskul seperti ini.

“Ya, Minwoo ! Apa nanti malam kau ada acara ?” tanya Youngmin seraya memainkan ponselnya. Mengutak-atik apa saja yang dilihatnya.

Seakan memiliki pikiran yang sama, Minwoo berniat menawarkan Youngmin ajakan spesial. Ternyata Minwoo belum memberitahu Youngmin, tapi ia sudah lebih dulu memberitahu In Young. Hoah ! Makhluk darimana ini ?

“Tentu saja ada. Tapi, maukah kau pergi denganku ?” Minwoo merangkul bahu Youngmin, membuat Youngmin mengalihkan tatapan matanya dari ponsel yang ia mainkan.

Eodiga ?” tanya Youngmin antusias. Ia benar-benar bosan menghabiskan waktu akhir pekannya hanya di rumah saja.

Minwoo sedikit berpikir. Jujur saja, ia bahkan belum menentukan hendak pergi kemana, tapi ia sudah dengan sombongnya menawarkan In Young dan Youngmin untuk pergi.

“Ah ! Bagaimana kalau ke acara Pameran SMP Victoria ? Aku dengar di sana banyak yang menarik,”

Youngmin terlihat bingung. “Um, baiklah. Kau menjemputku ?” tanyanya mantap.

“Ya ! Aku menjemputmu ? Enak sekali hidupmu. Eum, mungkin lebih baik kau mengendarai mobilmu sendiri Jo Youngmin,”

Jeoyo ? Wae ?”

“Karena aku harus menjemput kekasihku dulu, hehehe,” Minwoo terkekeh sembari mengakhiri ucapannya. Ia tersenyum semanis mungkin pada Youngmin yang terlihat kesal padanya.

Nde ! Sepertinya, aku juga harus membawa seorang yeoja,”

“Ya ! Andwaeyo !” lantang Minwoo mengejutkan Youngmin. “Waeyo ?” tanya Youngmin. “Aku sudah mengajak temanku. Dia seorang yeoja,” tukas Minwoo.

“Aish… Kau tidak jelas Minwoo,” komentar Youngmin. Ia pun kembali pada ponselnya yang sudah menunggunya untuk diajak bermain bersama lagi.

“YA ! MINWOO !” teriak seseorang yang terdengar jauh sekali. Rupanya orang itu adalah In Young, ia baru saja selesai mengikuti materi untuk latihan hari ini. Gadis itu berjalan bersama rombongannya menuju lapangan utama kedua yang tempatnya berdekatan dengan lapangan volli. Lapangan itu digunakan khusus untuk latihan atau bermain badminton.

“Kenapa dia memanggilku, eoh ?” tanya Minwoo pada dirinya sendiri. Ia pun segera berdiri dan menghampiri In Young yang sudah terlihat menunggunya di tepi lapangan basket.

“Aku harap tidak terjadi sesuatu,” ucap Youngmin dengan tatapan matanya yang menjurus pada Minwoo dan In Young yang sedang berbicara itu.

Tiba-tiba, Minwoo melambaikan tangannya pada Youngmin. Youngmin sedikit kaget karena Minwoo beranjak pergi bersama dengan In Young, tak tahu kemana.

“Ya ! MINWOO !” teriak Youngmin sangat keras. Bahkan karena teriakannya itu, membuat rombongan hobaenya yang sedang bermain basket menjadi terganggu.

Minwoo dan In Young nampak berhenti dan melihat ke arah Youngmin. Dari tempat Youngmin duduk sekarang, ia bisa melihat Minwoo mulai mengatakan sesuatu. Tapi, tak jelas baginya.

“Apa ?” tanya Youngmin lirih.

“AKU ADA URUSAN SEBENTAR !” teriak Minwoo balik. Setelah itu, ia bergegas pergi meninggalkan halaman sekolah bersama In Young.

“Mau kemana mereka ?” gumamnya pelan. Tak mau tahu lagi, akhirnya ia memutuskan untuk ikut bermain bola bersama para seniornya, Sunggyu dan rombongannya.

-ooo-

“Apa yang harus aku lakukan ?”

Molla,”

“Kenapa aku baru tahu sekarang ? Kenapa kau tidak memberitahuku sejak lama ?”

“Ya ! Ini bukan salahku. Dasar kau saja yang tidak peka,”

“Aku ? Ish… Aku bahkan tidak mau tahu tentangnya sama sekali,”

“Aish… Terserah padamu saja, No Minwoo,”

Bingung…

Itulah yang dirasakan oleh Minwoo dan In Young. Mereka tak tahu harus berbuat apa untuk membantu masalah seseorang. Maksudnya bukan masalah biasa, tapi ini adalah masalah yang luar biasa. Ini adalah masalah H-a-t-i. Hati seseorang yang telah teriris karena cinta Minwoo. Setelah tahu, bagaimana perasaan Yoon Su yang sebenarnya kepada Minwoo, mau tak mau In Young harus memberitahukannya pada Minwoo, lelaki yang baru saja memiliki kekasih. Bisa dihitung hubungan Minwoo dengan kekasihnya itu baru berjalan sembilan jam setelah mereka resmi berpacaran. Minwoo sendiri sebenarnya tak mau ambil pusing karena ia sama sekali belum sepenuhnya menyukai Yoon Su. Bagaimana bisa suka, jika setiap kali bertemu mereka seperti anak kucing dan anak tikus yang tak pernah bisa berdamai.

“Aku tidak akan memutuskannya, In Young,” ucap Minwoo sambil terus berkutat pada pikirannya.

Anak zaman sekarang….😀

“Siapa yang menyuruhmu memutuskannya. Aku hanya ingin memberitahu,”

“Umm, baiklah. Kajja, kita kembali ke lapangan,” ajak Minwoo sembari mengulurkan tangan kanannya pada In Young.

In Young hanya menatap penuh tanya pada Minwoo. Namun, semakin ia menatap lelaki itu semakin ia bingung harus bertanya darimana. Gadis itupun hanya menerima uluran tangan Minwoo dan lekas berjalan kembali ke lapangan.

Di tengah perjalanan menuju lapangan, Minwoo sudah tumbuh niat untuk bertanya sesuatu pada In Young. Sebenarnya ada yang In Young tak tahu mengenai Youngmin. Ia ingin sekali memberitahukannya, namun ia telah berjanji pada Youngmin untuk tidak mengatakannya pada siapapun.

Karena tak mau diliputi keadaan diam tak menentu, akhirnya ia menanyakannya.

“In Young-a,”

“Umm,” gumam In Young tanpa melihat Minwoo sedikitpun.

“Apakah kau menyukai Youngmin ?” kali ini Minwoo terlihat serius dan tidak main-main. Akibat pertanyaan itu, In Young jadi salah tingkah karena tak tahu harus menjawab apa.

“Kenapa kau bertanya seperti itu ?”

Minwoo menghela nafas lelahnya, “Hmm, hanya ingin tahu saja,”

“Ya ! Katakan padaku,” sergah In Young. Sekarang ia memperhatikan Minwoo dengan seksama. “Ayo katakan,” paksanya.

“Sebenarnya Youngmin sudah—“ belum lagi Minwoo menyelesaikan kalimatnya, In Young sudah lebih dulu berlari meninggalkan Minwoo terpaku di tempatnya. In Young berlari ke arah lapangan badminton yang terlihat ramai. Nampaknya ia tahu apa yang sudah terjadi di sana.

Waekurae ?” gumam Minwoo lantas ikut menyusul In Young menuju lapangan badminton.

-ooo-

Ruang Kesehatan Sekolah terisi penuh oleh siswa dari ekskul badminton. Hampir saja ruangan itu tak dimasuki oksigen sama sekali. Bagaimana tidak ? Yoon Su yang terkenal tegar dan kuat di mata teman-temannya, baru saja dibaringkan di ranjang RKS karena terkena lemparan bola volli yang melenceng hingga membuatnya tak sadar diri. #Dasar anak-anak Volli

“Sudah ! Sudah ! Kalian kembali ke lapangan. Biarkan Yoon Su beristirahat,” perintah Guru Minjo bermaksud mengajak para siswa siswi didiknya untuk kembali latihan ke lapangan. Mereka pun pergi keluar, menyisakan In Young, Youngmin, Minwoo dan Yoon Su yang masih belum sadar.

In Young menatap sahabatnya itu, iba. Yang ada di pikirannya saat ini adalah mengenai kegalauan Yoon Su pada Minwoo. “Haah, cinta pun membuat pingsan,” gumam In Young terdengar pelan. Ia tak sadar jika Minwoo dan Youngmin mendengarkannya sekaligus memperhatikan gadis itu dengan tatapan ‘ apa maksudnya ?’

W-wae ?” tanya In Young agak terbata. “Aish…,” jawab Minwoo dan Youngmin bersamaan.

“Ya ! Youngmin, kau apakan Yoon Su, hah ?” selidik In Young. Ia menatap Youngmin yang kini mulai menatapnya.

“Aku ? Aku tak melakukan apapun padanya,”

“Ish, bukannya kau yang membuatnya seperti ini ?”

“Ya ! Kau jangan asal menuduh,”

“Tsk ! Arrayo,”

“Kau tak usah berlagak sok tahu jika kau belum tahu yang sebenarnya,” Youngmin lantas keluar meninggalkan In Young, Minwoo dan Yoon Su. Sedangkan In Young menundukkan wajahnya, merasa tak enak pada Youngmin. Lelaki itu kesal. Tentu saja. In Young yang tak berada di lokasi, langsung menyalahkannya begitu saja tanpa tahu yang sebenarnya.

“Kau ini… Hilangkan kebiasaanmu itu, Nona Hwang,” sergah Minwoo pada In Young. Gadis itu hanya menatap keluar ruangan. Youngmin sudah pergi.

“Aku tadi hanya ingin bercanda,”

“Itu namanya bukan bercanda, tapi menuduh,” In Young langsung duduk di kursi yang terletak di sebelah ranjang Yoon Su. Dilihatnya Minwoo yang terus memperhatikan gadis tertidur di sampingnya. “Sebenarnya siapa kekasihmu itu ?” tanya In Young, membuat Minwoo tersadar.

“Sebenarnya…,”

-ooo-

In Young sedang berjalan lamban menuju halaman sekolah. Pikirannya terus saja tertuju pada lelaki sok keren yang ia suka, Youngmin. Hatinya bimbang untuk menemuinya meminta maaf atau membiarkannya seperti tak terjadi apa-apa. Pikiran itu terus menjalar dan menjalar. Ia tak tahu harus berbuat apa. Tapi, bukankah bagus ? Ia bisa melupakan perasaannya pada Youngmin.

Di belakangnya, ada Minwoo dan Yoon Su yang sedang berbincang-bincang. Mereka terlihat biasa saja, seperti teman. Kadang tersenyum, kadang tertawa dan kadang kesal. Itu semua terjadi dengan kadang-kadang. Entahlah, apa yang sudah terjadi.

“In Young-a, kau tak menemui Youngmin ?” tanya Minwoo. Matanya memperhatikan punggung In Young yang berjalan mendahului di depannya. In Young hanya menjawab dengan anggukan bahunya.

“Minta maaf saja. Youngmin baik kok,” tambah Yoon Su.

“Entahlah, aku malas,” jawab In Young tanpa menolehkan kepalanya ke belakang. “Apa-apaan kau ini,” Yoon Su melanjutkan. “Bukankah kau menyukainya ?”

Pertanyaan Yoon Su spontan membuatnya berhenti. Minwoo yang mungkin baru saja tahu itu, menatap In Young tak percaya. “Kau menyu—kai, Youngmin ?” tanya Minwoo.

In Young hanya cengir tak jelas, “Lupakan !” pekiknya, kemudian melanjutkan jalannya lagi. “Aku tidak mau menyukainya lagi,” ucapnya tanpa berpikir. Kata-kata itu muncul begitu saja saking ia merasa kesal.

Wae ?” tanya Minwoo dan Yoon Su serempak. Mereka hanya terkekeh menanggapinya.

In Young menghela nafas sebalnya, “Dia kan sudah dengan—,”

“Dengan Fay maksudmu ?” potong Yoon Su. Setelah itu, Yoon Su malah mengeluarkan suara tawa kecilnya. Membuat Minwoo dan In Young bingung. “Ya ! Apa kepalamu belum sembuh ?” tanya Minwoo. Ia sedikit merasa aneh.

In Young kembali menghentikan langkahnya, lantas menoleh pada Yoon Su. “Kenapa kau tertawa ?”

“Kau tidak tahu ?” Yoon Su kembali membuat In Young dan Minwoo tak mengerti. Namun, seketika itu juga ia menjelaskannya, “Kau tak tahu, jika Fay sangat menyukai Kwangmin ? Saudara kembar Youngmin itu, ah mungkin kau tak tahu karena Kwangmin tak sekolah di sini,” bukannya merespon, In Young malah diam. Ia menanti cerita Yoon Su selanjutnya. Begitupun Minwoo. Minwoo tahu tentang Kwangmin, tapi tak tahu tentang Fay.

“Baiklah, kalian penasaran sekali. Fay menyukai Kwangmin sejak mereka masih SMP. Namun, karena saat itu Kwangmin masih berpacaran dengan Hyera, akhirnya Fay memutuskan untuk menunggu mereka putus. Mendengar Kwangmin baru saja diputuskan dengan Hyera, akhirnya Fay meminta bantuan Youngmin untuk mendekatkannya pada Kwangmin itu. Jadi, aku rasa kau salah paham dengannya,”

“Ahaha, Ya ! Ini berita bagus,” gelak Minwoo. Ada sebuah ide berkedip di otaknya.

Setelah Yoon Su selesai menceritakannya, aura wajah In Young berubah. Ia nampak lebih berseri dibandingkan beberapa menit lalu. Ia seakan-akan mendapatkan hadiah dari Yoon Su. Sebuah kabar yang membahagiakan hatinya.

Etss, tunggu !

“Ya ! Apa aku mengatakan sesuatu tadi ?” tanya In Young. Ia berharap, tadi ia tak asal berbicara. Pancaran wajah Yoon Su dan Minwoo berubah seketika. Mereka tampak menyembunyikan sesuatu.

“Kau tak ingat ?” tanya Yoon Su berusaha menggoda In Young.

“Aku tak akan menyukainya lagi. Yah ! Itulah yang kau katakan In Young. Wah, ternyata Nona Hwang menyukai Youngmin selama ini, hahaha,” Minwoo tergelak dengan keras dan bebas. In Young saja membawa Minwoo menjauhi area lapangan. Ia tak mau yang lain mendengarnya. Sedangkan Yoon Su hanya tertawa sambil terus berjalan menuju lapangan badminton.

-ooo-

Tik Tok Tik Tok Tik Tok Jarum jam terus saja berputar. Kini waktu menunjukkan pukul 17.05 KST. Sudah sangat sore dan suasana sekolah sudah terlihat sepi. Hanya ada beberapa anak yang masih berkutat dengan lokernya masing-masing. In Young masih saja berdiri di depan gerbang. Ia menunggu seseorang yang ia rasa belum pulang. Yoon Su sudah pulang lebih dulu sejak 10 menit yang lalu.

“Aish, sebenarnya dia sudah pulang atau belum ?” gerutu In Young sambil terus menengok ke arah sekolahnya yang sudah mulai terlihat gelap itu.

“Kau menunggu siapa ?” tiba-tiba Minwoo muncul di balik tubuhnya. Lelaki itu menenteng sepatu dan tas ranselnya.

In Young menoleh, “Apa kau melihat Youngmin di dalam ?” tanyanya, sontak membuat Minwoo seakan menahan tawa.

“Dia ? Dia sudah pulang. Aku tak melihatnya tadi,” jawab Minwoo.

In Young menarik nafas dan melepaskannya dengan lamban. “Ya sudah. Sana, kau pulanglah,” ucap Minwoo pada gadis yang terlihat lesuu di depannya itu.

In Young melirik Minwoo, “Ish, oke. Aku pulang,” In Young berjalan meninggalkan Minwoo yang masih berdiri di sana. “Hati-hati. Jangan lupa nanti malam, nde !” pekik Minwoo tanpa melepaskan senyumnya. In Young hanya membalas teriakan itu dengan acungan jempol kanannya tanpa berbalik melihat Minwoo.

“Ya ! Kau puas ?” tanya Minwoo pada seseorang. Karena kesal, ia menginjak begitu saja kaki kanan orang yang baru saja keluar dari persembunyiannya.

Orang itu, Youngmin. Ia malah berkacak pinggang tanpa merasakan rasa sakit akibat ulah Minwoo. “Gomawoyo, Tuan No, hahaha,” Youngmin langsung saja berjalan meninggalkan Minwoo. Ia senang. Sangat senang karena sudah mengerjai In Young secara tidak langsung. Minwoo hanya geleng-geleng kepala menanggapi tingkah sahabatnya itu. Dengan begitu, ia lalu beranjak pulang.

-ooo-

“Apa-apaan ini ? Aku sangat lapar,” erang In Young sambil memegangi perutnya yang sejak pulang sekolah belum terisi makanan, dan malah hanya terisi oleh minuman bervitamin.

In Young sedang menunggu bis. Di halte itu, hanya ia sendiri yang masih mengenakan seragam sekolahnya. Ia jadi risih sendiri.

“Aish… Tak adakah yang berjualan di sekitar sini ?” ia menggerutu seraya mengedarkan pandangannya hingga ke seberang jalan. Nihil. Tak ada yang berjualan. “Mana ada yang berjualan di sini, bisa dibunuh mereka berjualan di jalan seperti ini,” timpalnya. Ia terus saja mengelus-elus perutnya yang sudah bermusik ria itu.

Tin Tin… Bis datang dengan sombongnya. “Ah, akhirnya datang juga,” In Young segera bangkit dan berjalan menuju bis. Namun, belum lagi sampai dan masuk ke dalam mobil panjang itu, ia sudah ditarik tanpa izin oleh Youngmin yang entah kapan ia berada di sana.

“Ya ! Kau !” pekik In Young. Ia mencoba melepaskan tangannya, namun Youngmin malah mengeratkan genggaman di tangannya.

“Ya ! Kakiku bisa patah jika kau menarikku seperti ini, Tuan Jo !” pekiknya lagi. Tapi, Youngmin tak menggubrisnya. Ia diam dan terus saja menarik In Young.

Dirasa sesuai dengan keadaan tempatnya, maksudnya adalah taman. Youngmin berhenti dan membuat In Young juga ikut terhenti. Perlahan, tangan itu melepaskan genggamannya. Youngmin merogoh tas ranselnya dan mengambil sesuatu.

“Makanlah !” Youngmin memberikan satu kotak pancake yang ia beli sebelum ia sampai di halte dan menemukan In Young dalam kondisi kelaparan.

In Young menatap kotak itu curiga. Matanya beralih pada Youngmin. Ia lihat Youngmin tak terlihat sedang melakukan hal yang membuatnya berperasaan tak enak.

Ige mwoya ?” tanya gadis itu.

Youngmin menghela nafas sebalnya, “Kau makan atau tidak, ambillah,” Youngmin meraih tangan kanan In Young, kemudia diletakkannya kotak itu di sana. Ia pun berlalu begitu saja menjauhi In Young.

“Ya ! Youngmin..,”

In Young sedikit berlari menuju Youngmin. “Kau tak memakannya ?” mereka terus saja berjalan. “Makanlah,” jawab Youngmin tanpa melihat In Young yang terus berjalan menyamakan langkah dengannya.

“Tapi ini punyamu. Aku tidak mau,” In Young mencoba mengembalikan kotak itu. Tindakan itu membuat Youngmin berhenti, dan gadis itupun ikut menghentikan langkahnya. Dilihatnya Youngmin yang sedang melihatnya pula.

“Aku bilang ambil,” ucap Youngmin. Suara lembut Youngmin barusan membuat IN Young sedikit tersanjung.

“Tapi…,” ucapan In Young menggantung saat melihat Youngmin membuka kotak yang dipegangnya.

Youngmin mengambil satu pancake dan memakannya dengan cepat. “Sekarang itu punyamu,” tambah Youngmin. Ia melanjutkan jalannya. In Young kembali mengikutinya.

“Kau kelaparan Hwang In Young,” ucap lelaki itu tanpa melihat In Young. Saat mendengar itu, In Young berhenti. “Bagaimana ia bisa tahu ?” gumamnya sambil terus menatap Youngmin yang berjalan. Namun, seketika itu tiba-tiba Youngmin membalikkan badannya dan menghampiri In Young.

“Jangan sampai kelaparan lagi, gadis manis,” ucap Youngmin sambil mengacak-acak rambut In Young sembari tersenyum. In Young yang melihat itu hanya diam membisu dengan perasaan yang tak bisa ia gambarkan. Jantungnya berdetak lebih cepat saat tadi Youngmin menyentuh kepalanya.

Tak sadar, In Young mengulas senyumnya. Membiarkan Youngmin berlalu meninggalkannya sendiri mematung di sana. Di taman bunga yang tak terlalu buruk, baginya.

-ooo-

Pameran SMP Victoria.

Tempat itu sangat ramai sekali dikunjungi para pengunjung yang hanya sekedar melihat-lihat atau bahkan ada yang membeli. Tak salah jika pameran ini ramai, karena SMP Victoria adalah SMP bertaraf Internasional yang mampu mengeluarkan siswa siswi pintar dengan kreatifitas tinggi mereka. Bahkan karya-karya hasil sekolah itu, bisa terjual laris di pasaran Eropa. Waah, menakjubkan.

Hiruk piruk pengunjung pameran tak hanya di standnya saja, tapi hingga ke panggung musiknya. Di bagian kanan dari tempat stand-stand panjang tadi, telah berdiri panggung musik yang lumayan besar. Banyak juga yang menonton para guest star menampilkan penampilannya di panggung itu. Guest star pada malam ini lumayan banyak dan terkenal pula. Ada Teen Top, Nu’est, A-Pink, Lee Seung Gi dan lainnya. Tak heran jika setiap pameran yang diadakan sekolah ini selalu menggaet begitu banyak pengunjung, terutama para pecinta musik kpop di sana.

“Ya ! Minwoo, mana yeoja yang kau katakan itu, hah ?” pekik Youngmin ditengah ramainya pengunjung. Ia merasa suntuk, karena sedari tadi hanya menjadi orang ketiga di antara Minwoo dan Hee Ju.

“Bersabarlah, Young,” kata Minwoo. Ia melirik Hee Ju yang sedang mengedarkan pandangannya entah mencari apa.

“Hee Ju-a, kau mencari siapa ?” tanya Minwoo. Gadis di sampingnya hanya menggeleng. Membuat Minwoo tak mengerti.

Minwoo tak mau ambil pusing. Toh, ia ke sini ingin bersenang-senang. Ia biarkan Hee Ju kelimpungan seperti itu. Minwoo mencari-cari seseorang yang ditunggunya. Namun, orang itu belum juga menampakkan wujudnya di depan Minwoo dan Youngmin.

“Nah itu dia !” teriak Minwoo sambil menunjuk ke arah depan. Youngmin yang penasaran, langsung melihat ke arah yang ditunjuk Minwoo.

“Ya ! Nona Hwang !” teriak Minwoo.

Youngmin kaget. Ia berpikir sejenak. “Nona Hwang ?”

Saat orang itu mulai mendekat ke arah Minwoo dan yang lainnya, tiba-tiba kedua mata Youngmin membola.

“In Young ???”

TBC

 

Ahahahha, kagak tahu gimana lagiiiiiii…. T.T

RCL please

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] After Today …! – Chapter 03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: