[FANFICT/FREELANCE] After Today …! – Chapter 04

Title 
: After Today …! – Chapter 04
Author : V.Noviy a.k.a D’chemos Bee)
Genre : Friendship, Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Jo Youngmin  ~ Hwang In Young

-ooo-

“Nona Hwang !” teriak Minwoo. Lelaki itu melambaikan tangan kanannya pada gadis yang sedang berjalan mendekat ke arahnya. Youngmin terkejut mendapati In Young semakin mendekat. Waktu seakan berhenti untuknya.

Habislah ia.

“Ya ! Minwoo ! Kenapa kau tak bilang padaku jika kau mengajaknya ?” tanya Youngmin sedikit kesal pada sosok yang bernama Minwoo itu. Jelas ia tidak tahu jika akan bertemu In Young di sana. Minwoo hanya cengengesan sendiri. Ia berhasil ? Tentu saja.

Bukannya menjawab pertanyaan Youngmin, Minwoo malah pergi menghampiri In Young. “Kau ini lama sekali,” celetuk Minwoo hampir menjitak kepala In Young. Namun, itu hanyalah reaksi Minwoo karena keterlambatan gadis di depannya.

In Young hanya tersenyum pada Minwoo, tak sadar kedua matanya menangkap dua sosok yang tak asing lagi baginya, “Eo ? Hee Ju, Youngmin,” ucapnya lirih sambil memperhatikan dua insan itu bergantian. “Ternyata ia sudah datang,” gumamnya dalam hati.

“Ya~ Aku pasrah dengan apa yang akan terjadi,” Youngmin berbisik. Tiba-tiba muncul sebuah ide di otaknya. Tanpa pikir panjang, ia langsung menarik tangan Hee Ju menjauh dari Minwoo dan In Young.

“Ya ! Youngmin !” teriak Minwoo setelah sadar ia dan In Young ditinggalkan begitu saja. Langsung saja, keduanya menyusul Youngmin dan Hee Ju.

-ooo-

Youngmin dan Hee Ju masih terus berjalan. Sebenarnya Youngmin tak tahu harus membawa gadis ini kemana. Ah maksudnya ke stand yang mana. Sedari tadi Hee Ju hanya diam dan tak berkomentar kenapa Youngmin menariknya tanpa alasan. Ia hanya mengikuti kemanapun Youngmin membawanya. Karena merasa tak enak, Youngmin melepaskan genggaman tangannya dari Hee Ju. Perlakuan itu membuat Hee Ju menatap Youngmin.

Wae?” tanya Hee Ju. Youngmin hanya menggelengkan kepalanya cepat dan tersenyum. Lelaki itu melihat stand yang ada di hadapannya dan Hee Ju. “Kau mau ke sana ?” tunjuknya.

Hee Ju terlihat berpikir, namun pada akhirnya ia mengiyakan ajakan Youngmin kemudian bersama-sama memasuki stand yang memamerkan lukisan-lukisan hasil karya SMP Victoria. Mereka melihat-lihat setiap gambar yang terlukis. Satu per satu mereka perhatikan. Mereka lupa jika mereka meninggalkan Minwoo dan In Young yang kini entah ada dimana.

“Aish, mereka dimana eoh ?” gerutu Minwoo sembari mengatur nafasnya yang menderu. Ia dan In Young hampir kewalahan mencari dua temannya itu.

“Mungkin  mereka memasuki stand, Minwoo-a,”

“Aish…Bagaimana ini ?” Minwoo terlihat cemas dan gusar. Ada yang tak In Young tahu. Tiba-tiba, dengan cepat Minwoo merogoh saku jeansnya dan mengambil ponselnya. Langsung saja ia membuka kontak ponselnya dan menghubungi seseorang. In Young hanya memperhatikan Minwoo dengan rasa penasarannya.

“Ah ! Yeobosseyo,” pekik Minwoo girang. In Young dibuat kaget oleh lelaki itu karena suaranya.

“—“

“Eo ? Ya ! Youngmin ! Kau tak tahu apa-apa. Tolong kembalilah,” suara Minwoo kian meninggi. Rasanya Youngmin sudah membuatnya gelisah sekarang. Di sampingnya, In Young semakin penasaran saja dengan apa yang dipikirkan sekaligus yang dibicarakan Minwoo pada Youngmin itu.

“—“

Minwoo menjadi gusar, air mukanya berubah frustasi seketika. “Youngmin, kau !” teriaknya. Membuat pengunjung lain mengalihkan pandangannya padanya.

Tiba-tiba In Young mengambil alih ponsel Minwoo dengan kesalnya. Ia jadi tak enak sudah membuat pengunjung lain terganggu. Di lain sisi, Minwoo hanya pasrah. Ia tertunduk lesu. Membiarkan In Young melakukan apapun semau gadis itu.

Pertama ia mengatur kesabarannya, perlahan-lahan In Young menarik nafas dan menghembuskannya dengan tenang. Dirasa pas, ia langsung mendekatkan ponsel Minwoo pada telinganya. Untuk yang pertama ia akan mencoba berkata lembut.

“Jo Youngmin, Kau dengar aku ?” tanyanya. Minwoo masih saja tertunduk dalam diam.

“—“

“Sudahlah, aku sedang tidak mau bertengkar denganmu. Youngmin, kau dimana ?”

“—“

“Ya ! Kau ! Cepatlah kembali, tak usah banyak komentar. Kau tahu, karena tingkahmu itu Minwoo marah padamu !” kali ini ia terpekik. Tak sabar lagi untuk menghadapi Youngmin.

“—“

“Ya ! Kau pikir aku mau pergi denganmu. Cepatlah kembali ! Jika tidak, kau akan mati !”

TUT ! Telfon putus.

Ige,” In Young memberikan ponsel yang ia pegang pada Minwoo. “Kenapa kau begitu cemas dengan Hee Ju ? Bukankah dia bukan kekasihmu ?” lanjutnya.

Minwoo mendongakkan kepalanya dan melihat In Young. Ia ingin sekali mengatakan yang sebenarnya, tapi ia merasa waktunya belum pas. “Gwaenchana,” lirihnya disertai senyuman kecil khas miliknya. In Young lantas mengalihkan pandangannya dari Minwoo. Ia mencari sosok Youngmin dan Hee Ju.

“Ya ! Minwoo !” teriak Youngmin dari balik Minwoo. Ia menggenggam tangan kanan Hee Ju. In Young sebenarnya sedikit merasa ‘sakit’, tapi yaaa apalah ia. Tak ada yang mungkin bisa ia lakukan. Ia hanya memperhatikan dua insan itu sekaligus genggaman tangan keduanya.

Minwoo berbalik dan segera saja memeluk Hee Ju dengan senangnya. Seketika itu juga, Youngmin melepaskan genggamannya. “Kau tak apa ?” tanya Minwoo. Hee Ju hanya mengangguk.

Minwoo melepaskan dekapannya, kemudian melihat pada Youngmin yang sedang memperhatikan stand-stand di sekelilingnya. “Kau ! Pergilah dengan In Young,” suruh Minwoo. Ia mendorong Youngmin agar mendekat pada In Young. In Young pun nampak membelalakkan matanya.

“Aku ? Dengannya ?” tanya Youngmin sambil menunjuk dirinya sendiri. Minwoo mengangguk dan tersenyum. Tanpa menjawab, ia langsung menarik tangan Hee Ju untuk pergi. “Bersenang-senanglah !” teriak Minwoo.

“Minwoo-a, bukankah kita harusnya dengan mereka ?” tanya Hee Ju. “Aku sudah mengatur semuanya. Ya ! Kau jangan kemana-mana lagi,” keluh Minwoo. Hee Ju hanya terkekeh mendengarnya.

“Aish…,” Youngmin berdesis. Saat itu juga ia menatap In Young dari atas kepala hingga ujung kaki. “Dia tidak feminin sama sekali, huh !” keluhnya. Ia hanya memutar bola matanya.

“Aku akan pergi sendiri,” In Young lantas berjalan meninggalkan Youngmin. Ia terlihat kesal. Inikah acaranya malam ini ? “Weekend yang buruk !” gumamnya sambil terus berjalan.

Youngmin jadi bingung harus berjalan kemana. Ia jadi seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Berjalan sendirian menyusuri setiap stand, meski tidak berniat untuk masuk dan menjajali apa saja yang dirasanya menarik. Saat galau seperti itu, ia jadi teringat In Young. “Apa jadinya ia berjalan sendirian ?” tanyanya dalam hati. Sejenak ia berhenti dan kelihatan berpikir. “Apa aku menyusulnya saja ?” tanyanya lagi. “Ya ! Kenapa aku peduli. Biarkan saja dia,” ia melanjutkan jalannya lagi.

Di tengah acara melihat-lihatnya, Youngmin melihat Minwoo di kejauhan bersama Hee Ju. Dua insan itu sedang membeli makanan dan sedang bercengkrama. “Aku kira dia menyukai Yoon Su. Dasar !”

Drtt..drrt…

“O ! Minwoo,” KLIK !

“A~ nde. Waeyo ?” tanya Youngmin sedikit malas.

“—“

MWO ????!!!” pekiknya. Youngmin dengan cepat mematikan telepon dari Minwoo dan langsung berlari ke tempat yang dimaksudkan Minwoo.

Youngmin berlari dan terus berlari. Kedua matanya tak henti-hentinya menelusuri setiap penjuru dan stand yang ia lewati. Sungguh sulit mencari seseorang di tengah keramaian seperti ini. Ia mencari In Young. Gadis itu menghilang tak tahu kemana. Minwoo memberitahunya jika In Young sedang tidak aman. Ia menyuruh Youngmin karena ia sendiri tak bisa meninggalkan Hee Ju yang sangat ia khawatirkan karena penyakit yang diderita Hee Ju.

“Blok H ! Blok H !” Youngmin terus berlari sambil mengucapkan kata itu berulang kali. Matanya tak hentinya memperhatikan palang stand yang berdiri dengan merek blok yang berbeda.

Saat ia sampai di ujung blok G, kakinya terhenti. Dilihatnya gadis yang dibalut T-shirt warna biru dan jeans panjang berwarna hitam dengan sepatu kets biru berbaur putih serta sebuah bando krem menghiasi rambutnya. Ia menghela nafas lega. Ada rasa bersyukur karena gadis itu dalam kondisi baik-baik saja. “Ah ! Apa Minwoo merencanakan ini ?” pikirnya. Tapi, ia tak merespon apa-apa lagi. Mungkin, lebih baik jika bersama In Young untuk melewati malam ini.

Youngmin melangkah maju menuju In Young. Gadis itu sedang duduk di sebuah kursi panjang dengan fokusnya. Kepalanya terarah ke depan, menyaksikan panggung musik yang saat itu tengah menyuguhkan penampilan INFINITE.

“Ternyata kau suka musik juga,” ucap Youngmin berbasa basi. Tanpa disuruh, ia langsung duduk di samping In Young. Ia sedikit menjaga jarak.

In Young diam. Ia melihat Youngmin penuh tanda tanya. “Kenapa kemari ?” tanyanya. Ada rasa senang bercampur marah dan kesal di lubuk hatinya. Namun, ia mencoba bersikap seperti tak apa-apa.

Youngmin menyunggingkan senyumnya. Ia tak melihat In Young, ia malah menyaksikan konser itu dari jarak sejauh ini. “Apa judul lagu ini ?” ia bahkan tak menjawab pertanyaan In Young.

“Destiny,” jawab In Young. Ia belum juga beralih memperhatikan wajah Youngmin.

“Tak usah melihatku seperti itu,”

“Aish… Aku melihatmu karena kau itu menyebalkan, Jo Youngmin,” cibir gadis itu. Ia langsung mengalihkan perhatiannya dari Youngmin. Youngmin tersenyum. “Ya ! Nona Hwang ! Kau pikir kau menyenangkan ?”

“Tentu saja !”

Mereka terdiam untuk beberapa menit. Tak ada yang berbicara. Saat lagu ‘destiny’ milik INFINITE berakhir barusan pun, mereka masih tak berkutik. Namun, ada yang membuat hati Youngmin berbicara. Seperti mengatakan sesuatu pada lagu yang baru saja ia dengarkan. Tapi, ia tak menggubrisnya. Ia biarkan seperti angin berhembus.

~HATCIM !!!~

Youngmin yang terkejut melirik pada In Young yang saat ini sedang menutup hidungnya dengan kedua telapak tangannya. Mata gadis itu terpejam untuk beberapa saat. Youngmin tahu, pasti In Young seperti itu karena tadi sore.

Flashback~

 

“Aku bilang ambil,” ucap Youngmin. Suara lembut Youngmin barusan membuat In Young sedikit tersanjung.

 

“Tapi…,” ucapan In Young menggantung saat melihat Youngmin membuka kotak yang dipegangnya.

 

Youngmin mengambil satu pancake dan memakannya dengan cepat. “Sekarang itu punyamu,” tambah Youngmin. Ia melanjutkan jalannya. In Young kembali mengikutinya.

 

“Kau kelaparan Hwang In Young,” ucap lelaki itu tanpa melihat In Young. Saat mendengar itu, In Young berhenti. “Bagaimana ia bisa tahu ?” gumamnya sambil terus menatap Youngmin yang berjalan. Namun, seketika itu tiba-tiba Youngmin membalikkan badannya dan menghampiri In Young.

 

“Jangan sampai kelaparan lagi, gadis manis,” ucap Youngmin sambil mengacak-acak rambut In Young sembari tersenyum. In Young yang melihat itu hanya diam membisu dengan perasaan yang tak bisa ia gambarkan. Jantungnya berdetak lebih cepat saat tadi Youngmin menyentuh kepalanya.

 

Tak sadar, In Young mengulas senyumnya. Membiarkan Youngmin berlalu meninggalkannya sendiri mematung di sana. Di taman bunga yang tak terlalu buruk, baginya.

 

DRESSSSS… Hujan mendadak menghujam kota Seoul. In Young tersadar dari lamunannya dan segera berlari kembali menuju halte bis. Ia jaga baik-baik kotak yang diberikan Youngmin tadi agar tak kehujanan tanpa peduli dengan keadaannya. Ia terus berlari dan berlari hingga akhirnya ia sampai di halte bis.

 

“Aaah, kenapa hujan datang di saat seperti ini,” gerutunya sambil menggosok-gosokkan kedua telapaknya tangannya berhadapan. Ia memutar matanya ke kanan ke kiri berharap ada orang yang akan menunggu bis dengannya pula. Tapi, sayangnya tak ada orang satupun di sana. Hanya ia sendiri.

 

“Jika seperti ini, aku jadi ingat  drama Heartstring, hehe,” kekehnya. Ia seperti orang gila yang berbicara sendiri.

 

“Bodohnya kau Nona Hwang,”

 

Tiba-tiba Youngmin sudah berdiri di hadapan In Young sambil membawa payung. Entah ia dapatkan darimana payung itu. “Eo ! Youngmin, kau belum pulang ?” tanya In Young.

 

Youngmin malah memberikan payungnya pada In Youngg sebelum menjawab tanya gadis itu. In Young menerimanya. “Tak sengaja melihatmu. Pulanglah !”

 

“Kau ?”

 

“Aku bisa berlari,”

 

“Tapi, AH ! Inikan payungmu, jadi pakailah saja. Aku bisa menunggu bis di sini,”

 

“Kau pikir aku tega melihat seorang gadis sepertimu, yang aneh dan tak jelas ini menunggu sendiri di tempat sepi seperti ini,”

 

“Ya ! Aku pemberani,”

 

“Ya ! Seharusnya kau beruntung karena kebaikanku,”

 

“Kebaikanmu ? Apapun yang kau lakukan untukku itu, seperti tak ikhlas,”

 

“Nde. Aku lelah bertengkar denganmu. Lebih baik aku pulang,”

 

“Ya ! Bawalah payungmu !”

 

Youngmin malah terus berjalan. Ia tak memperdulikan teriakan In Young berulang kali. Ia juga tak peduli dengan hujan yang turun. Ia terobos begitu saja tanpa merasa dingin.

 

“Dia itu keras kepala sekali sih !”

 

In Young langsung mengejar Youngmin yang masih belum jauh dari hadapannya. Ia tak peduli dengan ocehan apa saja yang keluar dari mulut Jo Youngmin. Yang ia rasakan kini adalah kasihan. Ia masih sayang pada Youngmin ? Ah ! Tentu saja. Bagaimana mungkin secepat itu ia melupakan perasaannya meski terus menerus bersiteru dengan lelaki itu. Yang jelas ia tak mau Youngmin sakit karenanya.

 

“Youngmin,”

 

Panggilan itu sontak membuat Youngmin menoleh. Darahnya mulai naik. Rasanya kekesalannya kini sudah di level puncak. “Gadis ini benar-benar…,” gerutunya dalam hati.

 

“Ya ! Ini payungmu, aku tak mau menyimpannya di rumahku,” tapi tetap saja, In Young menjaga kejaimannya.

 

Youngmin mencoba mengatur kesabarannya. “Bawalah,” ucapnya lembut. Namun, In Young malah meneduhkan Youngmin dengan payung yang dibawanya walau ia harus rela berjinjit menyamakan tinggi tubuhnya dengan Youngmin dan membiarkan dirinya diguyur air hujan.

 

“Hwang In Young !!!” teriak Youngmin. In Young membiarkan wajahnya menunduk. Sesekali ia mengusapkan wajahnya yang di lumuri air hujan.

 

Tiba-tiba Youngmin mengambil payung itu. Ia letakkan payung itu di jalanan, lalu ia berjongkok. “Naiklah. Aku akan mengantarkanmu pulang,” In Young mendongakkan kepalanya dan melihat Youngmin sudah berjongkok di hadapannya. “Shireo,” sergahnya.

 

“Aku akan menggendongmu, dan kau yang memegang payungnya,” tambah Youngmin. Ia sudah mati kedinginan menunggu respon gadis itu.

 

“Aku tidak mau,”

 

Youngmin akhirnya berdiri. Ia mengambil payungnya dan segera menarik tangan In Young agar pulang dengannya. “Mendekatlah jika tak mau kehujanan,”

 

Mereka pun akhirnya pulang bersama. In Young sebenarnya ingin meminta maaf, tapi tak jadi karena ia sudah membeku kedinginan hingga mulutnya tak mampuu untuk mengucapkan apa-apa.

 

Flashback end

 

“Kau tak apa ?” tanya Youngmin. Ia sedikit cemas melihat In Young yang kini kelihatan lesu itu.

In Young mengangguk. Ia mengulas senyum. “Hanya bersin biasa,”

Youngmin kembali mengalihkan tatapannya dari In Young dan mulai bergulat dengan pikirannya. Sedangkan di sampingnya, In Young sedang berusaha menahan dirinya agar tak menjadi lemah. Ia mencoba duduk tegap dan kuat. Berusaha menunjukkan bahwa ia tak pernah lemah. Ia selalu kuat.

“Destiny… Kenapa lagu itu membuatku seperti ini ?” gumam Youngmin di dalam hati. Ia terus saja mengucapkan judul lagu itu. Hingga ia merasakan ada sesuatu yang membebani bahunya.

Youngmin menoleh. Ia terkejut saat menyadari In Young bersandar di bahunya dengan mata terpejam. Segera mungkin ia mencoba membangunkan In Young. Perasaan khawatir pun tak bisa ia elak. Ia terlihat panik saat itu juga karena In Young tak juga bangun dari tidurnya. Menurut Youngmin.

“In Young-a,”

“Ya ! Nona Hwang !”

“Ya ! Ireona !”

“Hwang In Young,”

Sama. In Young tak juga terganggu dengan panggilan itu. Youngmin mencari cara, tapi ia tak tahu. Ia bingung. Ia kelabakan harus berbuat apa. Tiba-tiba terbesit sesuatu yang muncul begitu saja di otaknya. Ia langsung menyentuh kening In Young.

“Panas !”

-ooo-

TBC

Ayoayoayoayo…RCL ! Hehehe. Oh iya gak tahu nih endingnya di part berapa. Jadi jangan bosan-bosan yah baca kelanjutan FF ini. Gomawoyo~~~~#tebarKISS

This entry was posted by boyfriendindo.

10 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] After Today …! – Chapter 04

  1. Author, lanjutin dongg…yayyaa #mukamelas
    Aku udah baca dr part 1-4 yg ini. Kl dilanjutin bakal di comment kok. Yayayaa ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: