[FANFICT/FREELANCE] Break Up

Title  : Break Up
Author : Song Rae Hwa
Genre         : Romance, Sad Romance
Rating          : PG-17
Type   : One Shoot
Main Casts      
: ~ Jo Kwangmin

  ~ Shin DaeHye

Other Cast
: ~ Jo Youngmin

  ~ No Minwoo

Hai Readers saya Author baru disini, ini FF karangan saya sendiri murni dari imajinasi saya. Tapi maaf kalau tulisannya tidak menggunakan kaedah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena Author masih belajar. ^^

NB : FF ini juga pernah saya publish di blog pribadi saya http://mydream1103.blogspot.com/ jadi jangan heran kalau readers pernah membacanya. Oke sepertinya Author sudah kebanyakan cincong jadi silahkan dibaca. Dan nanti tolong tinggalin jejaknya ya?? Itu untuk motivasi Author ^^

*** Happy Reading ***

^^^^^

Seorang namja tampan sedang mengumbar senyum manisnya sambil menatap jari manisnya yang kini melingkar sebuah cincin berwarna silver. Namaja itu sangat senang dengan cincin yang ia kenakan, karena cincin itu adalah cincin pertunangannya dengan Shin Daehe seorang yeoja yang berparas cantik dan anggun dengan sikapnya yang lemah lembut membuat namja yang masih mengembangkan senyumnya itu tergila-gila padanya.

“Kwangmin-na~ palli, nanti kita bisa terlambat.” Teriak seorang namja yang membuyarkan lamunan namja yang bernama Kwangmin itu.

“Ne hyung..” sahut Kwangmin dari dalam kamarnya dan bergegas meninggalkan kamarnya.

“Kau boleh bahagia, tapi kau jangan mengumbar senyum seperti ini. Kau terlihat seperti orang gila.” Kata seorang namja yang dipanggil hyung tadi.

“Tapi akukan tidak sendiri hyung.”

“Ahh, tapi tetap saja kau terlihat seperti orang gila. Lihat semua orang menatapmu heran.” Ledek sang hyung. Kwangmin mengedarkan pandangannya kepada semua orang yang lewat di sekitarnya.

“Yang aku katakana benarkan?” kata sang hyung lagi sambil menyenggol bahu Kwangmin.

“Kau ini selalu saja membodohiku YOUNGMIN HYUNG !!” Kata Kwangmin seraya mengacak-acak rambut kembarannya itu.

“Ahahaa, ohh kita hampir terlambat. Siapa yang lebih cepat sampai ke kantor ia akan mendapat traktiran. Berani??” Kwangmin sedikit berpikir, namun Youngmin sudah berlari jauh di depannya. Kwangmin menatapnya kesal.

“Ya kau curang…” teriak Kwangmin sambil berlari mengejar kembarannya.

^^^^

Sesampainya di dalam kantor Kwangmin tidak menemukan kembarannya di dalam ruangannya, mata indahnya mengelilingi semua sudut ruangan. Serasa tetap tidak ditemukan hyungnya itu, ia berlari lagi ke ruangan yang ada di hadapannya berharap menemukan hyungnya yang telah bermain curang tadi. Namun nihil di ruangan itupun tidak ia temukan sosok Youngmin yang ia cari.

“Kemana orang itu huhh..” Kwangmin mendengus kesal dan ia mengeluarkan ponselnya dan ia tekat tombol nomor 2 diponselnya yang langsung terhubung kesaudara kembarnya.

“Kau dimana? Jangan menghindar dariku, kau telah bermain curang tadi.” Ucap Kwangmin panjang lebar. Orang yang disebrang sana hanya diam mendengar ocehan dongsaengnya itu.

“Hey dengarkan aku, jika 5 menit lagi kau belum sampai ke ruang meeting tamatlah riwayatmu.” Kata Youngmin dari sebrang sana.

“Apa maksudmu? Apa kau mau mengerjai aku lagi ahh?? Aku tidak mau kau bodohi lagi hyung.” kata Kwangmin dengan ketus.

“Babo, lihat agenda hari ini. Sekarang ada meeting. Palli..”

“Tut..tut..tut..” sambungan telepon terputus karena Youngmin memutusnya, Sedangkan Kwangmin langsung membuka agenda di dalam ponselnya, dirasa ucapan hyungnya itu benar Kwangmin langsung berlari lagi menuju ruang meeting yang ada di lantai 3, sedangkan ia kini berada di lantai 2.

^^^^

Kwangmin lari dengan terburu-buru menuju ruangan, nafasnya mulai tersenggal-senggal, keringatnya sudah membasahi semua wajah tampannya, namun wajah tampannya masih terlihat sangat jelas dan malah bertambah tampan dengan adanya keringat yang mengucuri wajahnya.

“Huhh huhh huhh..” Kwangmin membuka pintu ruangan, dan matanya mulai mencari sosok orang yang ia hormati di kantor. Namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari akhirnya Kwangmin masuk ke dalam ruangan dan duduk tepat di depan Youngmin dan di sebelah MinWoo sahabatnya dan hyungnya.

“Untung direktur belum datang.” Kata Youngmin sambil menyodorkan sebotol air mineral kepada dongsaengnya.

“Kau mengerjaiku kan?” kesal Kwangmin pada kembarannya itu.

“Anni, dia tidak mengerjaimu. Tadi direktur sudah masuk tapi ia keluar lagi untuk mengambil datanya yang ketinggalan di mobil.” Jelas MinWoo panjang lebar, namun Kwangmin tidak menanggapinya ia hanya  sibuk meminum air mineral yang diberikan oleh Youngmin tadi.

“Truinggg…” ponsel Kwangmin berbunyi dan bergetar, Kwangmin segera mengambil handphonenya di dalam saku celananya. Terlihat sebuah pesan masuk dengan nama ‘Jo Daehye’ Kwangmin mulai membaca pesannya.

‘From : Jo Daehye’

Apa aku mengganggumu? Ahh sepertinya tidak.😀

Aku hanya ingin mengucapkan Selamat pagi My Dear^^

Tapi sepertinya ini sudah siang. Ahahaa aku bangun kesiangan…

Saranghae nae oppa ^^

~@~

Kwangmin tersenyum membaca pesan itu, kini jari-jarinyapun mulai bermain dengan lincah diatas ponsel touch screen itu.

‘To: Jo Daehye’

Selamat pagi juga My Hanny ^^

Ahahaa kau tau kau sangat mengganggu pikiranku.

Nado Chagi.. :*

~@~

‘From : Jo Daehye

Bagus kalau begitu, ahahaa

Aku sangat merindukanmu, apa kau menggunakan sihir?

Sehingga aku selalu merindukanmu?? Ahhh~

~@~

‘To: Jo Daehye’

Tentu, daripada kau merindukan anak-anak itu^^

Jam makan siang nanti aku akan menjemputmu.

Sudah dulu ne, aku ada meeting.

Love love love love loeve My Hye Hye ^^

~@~

‘From: Jo Daehye’

Baiklah baiklah My Jo Jo^^

Nado nado nado nado nado SARAENGHAE ^^

Mmmmmmmuahhh :* :* :*

~@~

Kwangmin mematikan ponselnya setelah membaca pesan terakhir dari sang kekasih dan kemudian ia memasukan ponselnya ke dalam saku celananya dan rapatpun dimulai dengan tenangnya.

Setelah hampir tiga jam Kwangmin mengikuti rapat yang sangat membosankan tapi menguntungkan baginya, akhirnya Kwangmin keluar ruangan masih dengan mengembangkan senyum indah dari merah meronanya itu.

“Kau mau kemana?” kata Youngmin seraya menarik lengan saudara kembarnya itu.

“Aku ingin makan siang bersama Daehye hyung. wae?”

“Kau lupa tadi kau kalah taruhan, jadi kau harus mentraktirku.” Ucap Youngmin sambil memanyunkan bibirnya.

“Ya~ tapi kau curang tadi. Aku tidak mau mentraktirmu.” Kwangmin mencoba pergi namun tangan Youngmin yang masih menempel erat ditangannya membuatnya kembali kehadapan Youngmin.

“Sini uangnya.” Kata Youngmin sambil merogoh kantong kemeja Kwangmin.

“Hentikan hyung. kau sungguh memaksa ini. Ahh aku bisa telat nanti. Aku pergi dulu.” Ucap Kwangmin sambil pergi melangkah meninggalkan Youngmin yang kini berjalan di belakang Kwangmin bersama MinWoo.

“Hati-hati Kwangmin-na~” teriak Youngmin, yang diteriaki hanya mengangkat tangannya tanpa menoleh sedikitpun.

^^^^^

Setelah sampai di sebuah gedung sekolah yang lumayan besar Kwangmin keluar dari mobilnya dan mengambil ponselnya lalu ditekannya tombol nomor 1 yang langsung terhubung kepada sang kekasih Shin Daehye.

“Hey keluarlah aku sudah menunggumu di depan gerbang.” Kata Kwangmin kepada orang ada di sebrang sana.

“Ah ne, aku akan segela keluar.” Kata suara dari sebrang sana yang terdengar lembut. Kwangmin mematikan teleponnya. Dan ia kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celananya lagi. Kwangmin bersandar di badan mobil sambil memainkan kunci mobilnya ia menunggu kekasihnya keluar dari balik gerbang yang tinggi itu. akhisnya setelah bebrapa menit ia menunggu orang yang ia tunggu akhirnya keluar dari balik gerbang besi yang tinggi itu. Kwangmin mengembangkan senyumnya lagi kepada yeoja yang ia sayangi dan cintai itu, yeoja itu pun tersenyum melihat kekasihnya tersenyum kepada dirinya.

“Hii oppa..” seru yeoja itu sambil melambaikan tangannya pada kekasinya itu. yeoja itu kemudian berjalan menghampiri kekasihnya. Yeoja itu merangkul lengan kekasihnya erat, ia terus tersenyum lebar. Sang kekasih hanya tersenyum geli melihat tingkah yeojanya.

“Eh Ibu guru cantik akhirnya keluar juga. Hye hye, kau ini kenapa?” tanya Kwangmin pada kekasinya itu.

“Aniya oppa, aku hanya merindukan nae jo jo.” Ucap Daehye dengan nada manjanya.

“Ahahaa sejak kapan kau merindukanku hye hye?” ledek Kwangmin.

“Mmmmh sejak aku menjadi yeoja chingunya.” Jawab Daehye ringan, namun itu sukses membuat Kwangmin tertawa.

“Ya~ oppa kenapa kau mentertawai kejujuranku.” Rengek Daehye sambil memasang wajah kesalnya dan menyilangkan kedua tangannya. Kwagmin terus tertawa melihat tingkah kekasihnya yang kekanakan itu. Kwangmin membukakan pintu mobilnya menyuruh sang kekasih masuk ke dalamnya. Dan kemudian iapun menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan hati-hati.

“Kau bilang, tadi pagi kau bangun kesiangan kenapa? Tidak seperti biasanya.” Daehye hanya mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Kwangmin.

“Aku tidak bisa tidur oppa. hemm.” Jawab Daehye sambil memanyunkan bibir mungilnya lagi.

“Wae? Apa yang kau pikirkan?” tanya Kwangmin serius.

“Aku memikirkanmu semalaman oppa. Kau harus tanggung jawab, karena tadi murid-muridku menyindirku.” Kesal Daehye pada Kwangmin. Kwangmin mengacak rambut hitam panjang dan lurus milik Daehye.

“Ommo, ternyata benar kekasihku ini sangat merindukanku.” Kwangmin mengecup pipi Daehye sekilas. Namun Daehye masih tetap memanyunkan bibir mungilnya itu.

“Makanlah, kau terlihat pucat.” Kata Kwangmin seraya menyuapi Daehye.

“Ne,..” Daehye mulai membuka mulutnya da menyantap makanan yang Kwangmin suapi kepadanya.

“Oppa setelah ini kita ke kedai es cream ne? terus kita ke danau. Maukan??”

“Ne, tapi kau habiskan dulu makananmu. Kau terlihat pucat, apa kau sakit?” tanya Kwangmin cemas.

“Ani oppa, mungkin karena aku telat makan tadi.” Jawab Daehye sekenanya. Kwangmin hanya menganggukan pelan kepalanya tanda mengerti.

^^^^^

“Oppa belikan aku es cream strawberry itu ne?” Daehye merajuk pada Kwangmin. Kwangmin yang merasa aneh atas sikap Daehye hanya meng-iyakan saja keinginanya itu. memang Daehye sangat menyukai es cream starawberry tapi dia tidak pernah merajuk kepada Kwangmin. Biasaya ia memesan sendiri apa yang ia inginkan tapi kali ini sungguh beda.

Daehye memakan es creamnya dengan menikmati setiap sendok es cream yang ia masukkan ke dalam mulutnya. Kwangmin masih merasa aneh pada Daehye, Kwangmin menatap lekat wajah Daehye yang tadi pucat kini bersinar benar-benar bersih dan memantulkan cahaya. Namun Kwangmin tersadar dari lamunanya ia melihat bibir Daehye yang telah dipenuhi oleh bekas es cream yang ia makan. Kwangmin tersenyum melihatnya.

“Apa kau sedang menggodaku?” ledek Kwangmin.

“Apa maksudmu?” tanya Daehye bingung dan ia memiringkan kepalanya. Kwangmin mendekatkan wajahnya pada wajah Daehye. Kwangmin tersenyum.

“Izinkan aku membersihkan sisa es cream di bibirmu itu.” tanpa menunggu persetujuan dari Daehye Kwangmin langsung mencium setiap tepi bibir itu. setelah beberapa menit Kwangmin membersihkan sisa es cream di bibir kekasihnya itu akhirnya Kwangmin melepaskan bibirnya dari bibir Daehye dan langsung mendapat tatapan aneh dari kekasihnya.

“Waeyo?” tanya Kwangmin tanpa dosa.

“Kau membuatku malu.” Keluh Daehye sambil memanyunkan bibir mungilnya. Kwangmin tertawa kecil melihat wajah lucu kekasihnya.

“Tapi kau menyukainya kan?” ledek Kwangmin sembari memakan es cream yang berada di sendok Daehye. Wajah Daehye kini terlihat sangat merah karena malu.

“Oppa, aku sudah menghabiskan es creamnya. Palli kita ke danau.” Ajak Daehye sambil menarik tangan Kwangmin yang masih diam di tempat duduknya. Kwangmin hanya mengikutinya dari belakang. Setelah keluar dari kedai es cream itu Daehye dan Kwangmin berjalan menyusuri trotoar yang cukup ramai itu. Di sepanjang pejalanan Daehye hanya bergelanyut di lengan Kwangmin dengan manja Kwangmin hanya menerimanya dengan senang hati.

“Oppa, bagaimana kalau kita menyewa sepeda untuk ke danau?”

“Hem.. boleh. Kau ingin aku bonceng atau kita nyewa masing-masing?”

“Aku ingin kau memboncengku oppa.”

“Ne, baiklah. Kita pinjam yang warna putih.” Kata Kwangmin seraya menaiki sepeda yang baru saja ia sewa.

“Naiklah..” kata Kwangmin lagi pada kekasihnya. Daehye pun dibonceng oleh Kwangmin, mereka menyusuri arena taman sebelum mereka ke tempat tujuan. Mereka menikmati pemandangan sekitar taman yang ramai itu. Daehye tersenyum lebar, memeluk punggung Kwangmin erat. [Ala MV Don’t Touch My Girl]

“Apa kau senang chagi??” tanya Kwangmin pada kekasihnya itu.

“Ne oppa aku sangat senang. Gomawo oppa.” Ucap Daehye sambil mencium pipi Kwangmin. Kini mereka berdua sedang berada di pinggir danau yang airnya sangat bening, sehingga mampu menimbulkan bayangan sepasang kekasih itu. Daehye merangkul tangan Kwangmin dan menyandarkan kepalanya dibahu Kwangmin, Kwangmin pun menyandarkan kepalanya di kepala Daehye.

“Oppa aku sangat mencintaimu..” bisik Daehye di telinga Kwangmin. Membuat Kwangmin geli dibuatnya.

“Nado chagi..” balas Kwangmin yang menghadapkan wajahnya ke wajah Daehye, kini jarak anatara wajah mereka berdua hanya beberapa centi saja. Kemudian Daehye lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Kwangmin. Dan ia pun mengecup bibir Kwangmin, namun Kwangmin meminta lebih dan kini mereka berdua mulai berciuman di tepi danau yang sedang sepi. Setelah mengakhiri ciuman itu mereka saling berpelukan, melepaskan rindu dan cinta di antara keduanya. Kwangmin menggandeng tangan Daehye dan kemudian mendudukannya di kursi yang berada di dekat danau itu.

“Aku lelah, aku ingin berbaring sebentar.” Kata Kwangmin sambil membaringkan tubuhnya diatas kursi itu dan memakai paha Daehye sebagai bantalnya. Daehye membelai rambut kekasihnya itu, ia pandangi wajah tampan kekasihnya itu.

“Oppa, mengapa kau begitu tampan?” tanya Daehye.

“Karena kau cantik chagi.” Jawab Kwangmin dengan mata terpejam. Daehye mendekatkan wajahnya ke wajah Kwangmin dan ia mengecup sekilas bibir Kwangmin.

“Kau mau mencuri ciuman ah?” kata Kwangmin sambil mengubah posisinya, kini didekaplah tubuh mungil Daehye. Dan ia mulai menciumi pipi Daehye, Daehye hanya pasrah menerima perlakuan kekasihnya itu.

“Ini sudah sore, kajja kita pulang.” ajak Kwangmin.

“Bisakah kita disini lebih lama lagi oppa?”

“Ani, kajja Hye Hye..” Daehye memasang wajah kesalnya dan berjalan mengekor di belakang Kwangmin yang berjalan terlebih dahulu.

^^^^^

Setelah mengantar Daehye pulang ke rumahnya Kwangmin pun kembali ke apartementnya. Kwangmin masih tersenyum riang karena ia telah bertemu dengan kekasih yang sagat ia cintai.

“Ya~ dari mana kau?” tanya Youngmin pada Kwangmin.

“Biasa hyung.” jawab Kwangmin seadanya. Youngmin hanya memandang dongsaengnya heran, sebelumnya Kwangmin tidak pernah bertahan lama jika menjalin hubungan dengan seorang yeoja. Mungkin paling lama hanya sekitar satu tahun. Namun kali ini berbeda Kwangmin sudah menjalin hubungan dengan Daehye sejak 2 tahun yang lalu saat mereka masih di Universitas. Youngmin berpikir kalau Kwangmin benar-benar menyukai Daehye tidak seperti sebelumnya.

“Hyung, aku masuk duluan aku sangat lelah.” Kata Kwangmin membuyarkan lamunan Youngmin.

“Ne istirahatlah dengan baik.”

^^^^^

“Kwangie.. irona, palli irona ini sudah siang.” Teriak Youngmin sambil menggoyang-goyangkan tubuh saudara kembarnya itu. namun yang diteriaki hanya menggeliat tak jelas.

“Hem hyung, kenapa kau membangunkanku sepagi ini?” tanya Kwangmin dengan suara paraunya.

“Ini sudah jam tujuh, apa kau tidak mau bekerja ah?”

“Ahh ne, 5 menit lagi.” Tawar Kwangmin. Dan kemudian menarik selimutnya lagi.

“Truing….” Terdengar suara ponsel yang sudah tidak asing lagi bagi Youngmin maupun Kwangmin.

“Bangunlah ponselmu berbunyi Kwangie..” kata Youngmin lagi, masih berusaha membangunkan dongsaengnya itu. Akhirnya Kwangmin bangun dari tidurnya dan segera mengambil ponselnya. Ia membuka pesan masuk yang ia terima dari nomor yang tidak ia kenal.

‘From : +601878xxx’

Kwangmin ini ahjuma, kau bisa datang kesini Secpatnya.

Umma dan Daehye menunggumu chagi.

~@~

Kwangmin sedikit kaget membaca pesan itu, tanpa pikir panjang ia pun langsung menyiapkan dirinya untuk bergegas ke rumah Daehye. Di luar sana Youngmin sedang sibuk dengan ponselnya.

“Yeoboseo..” kata Youngmin.

“…..”

“Ah, ne aku Youngmin. Wae?”

“……”

“Memangnya ada apa?”

“……”

“Benarkah? Ahjuma tidak bercandakan??” teriak Youngmin kaget.

“…….”

“Oh, ne baiklah aku akan segera kesana.” Jawab Youngmin dan mengakhiri pembicaraannya. Kwangmin berjalan mendekati Youngmin yang sedang membereskan proposal-proposal pekerjaannya.

“Hyung, jika kau mau ke kantor duluan saja.”

“Memangnya kau mau kemana?”

“Tadi Umma Daehye mengirimiku pesan. Ia memintaku datang kesana.” Jawab Kwangmin ringan namun jawaban itu sukses membuat Youngmin membelakakan matanya.

“Oh, ne hati-hati Kwangie..” kata Youngmin lirih..

^^^^^

Kwangmin telah sampai di depan rumah Daehye, namun Kwangmi kaget dengan banyaknya orang yang datang ke rumah Daehye. Kwangmin turun dari mobilnya dan ia melihat pemandangan yang sungguh tidak ingin ia lihat sampai kapanpun. Seketika ttubuh Kwangmin terkulai lemas air matanya mulai bercucuran dengan derasnya, hatinya sangat kacau, pikirannya melayang tak karuan. Tidak lama kemudian Youngmin datang menghampiri Kwangmin yang kini terkulai lemas diatas aspal, Kwangmin menekuk kedua lututnya dan ia peluk erat-erat kaki itu membenamkan wajahnya yang kini penuh air mata.

“Daehye-ya~” ucap Kwangmin lirih. Youngmin menepuk bahunya dan mendekap tubuhnya yang dingin.

“Kwangie, kau yang sabar. Kau harus kuat, kau harus merelakannya Kwangie~” ucap Youngmin menyemangati saudaranya.

“Hyung Hye, hyung…” ucap Kwangmin yang kini berada dipelukan Youngmin. Youngmin tak kuasa melihat saudaranya menangis menahan kesedihan ia pun ikut serta menitikan air matany.

“Kau, harus mengikhlaskannya Kwangie. Kau harus percaya dia pasti bahagia dengan takdirnya.

“Aniya…. DAEHYE~” Teriak Kwangmin dalam pelukan Youngmin.

^^^^^

Hembusan angin musim kemarau membuat rambut namja tampan itu berantakan. Namun ketampanannya masih tetap utuh, namja itu menyusuri jalan setapak itu dengan membawa bunga mawar putih ditangannya. Nemja itu tersenyum setelah melihat apa yang ia cari, namja itu mendekti gundukan tanah itu dan duduk berjongkok di sebelah gundukan itu.

“Ini untukmu chagi, mian aku telat menemuimu.” Kata Kwangmin sambil meletakan bunga itu di gundukan tanah itu yang tertera dengan jelas sebuah nama yang dulu membuat Kwangmin seperti orang gila karena kepergiannya. Ya nama itu adalah ‘Shin Daehye’ yang meninggal satu tahun yang lalu karena kangker darah yang dideritanya. Pertemuan terakhirnya dengan Kwangmin membuat Kwangmin menyesal karena ia tidak mengetahui kalau hari itu Daehye kabur dari rumah sakit hanya karena untuk menemuinya. Dan yang membuat Kwangmin bersalah adalah selama ia menjalin hubungan dengan Daehye ia tidak mengetahui kalau Daehye menderita penyakit itu.

Namun kini setelah satu tahun Daehye meninggalkannya Kwangmin memulai hidup barunya tanpa Daehye disisinya. Tanpa seorang kekasih yang selalu memberinya kecupan di pipi. Dan Kwangmin mulai bangkit dari keterpurukannya, ya dulu setelah Daehye meninggal Kwangmin hanya diam dan menangis tanpa memperdulikan sekelilingnya. Tapi itu semua sudah berakhir Kwangmin sudah sadar bahawa kehidupannya masih panjang walaupun tanpa seorang Shin Daehye.

^^^^^

Kwangmin berdiri di tepi jendela kamarnya ia memegamg sebuah foto, yang menjadi kenangan antara dirinya dan Daehye. Di foto itu terlihat Daehye sedang mengecup pipi Kwangmi, Kwangmin terlihat sedang tersenyum bahagia di foto itu. kemudian Kwangmin meletakakan kembali foto itu saat ia mendengar teriakan dari luar kamarnya.

“Kwangie~ makan malam sudah siap.”

“Ne hyung….” Kwangmin menutup pintu kamarnya dan “BRAKKK” foto itu tidak lagi berdiri namun tertutup tengkurap.

^^^^End^^^^

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FANFICT/FREELANCE] Break Up

  1. Annyeong ,,,, sepertinya aku terlambat ngebaca ff ini. Hehehe. Aku punya sedikit saran untuk ff ini. Kata-katanya sudah bagus, cuma ada beberapa yang harus dibenarkan ejaannya. Tapi diluar itu aku suka ff ini. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: