[FANFICT/FREELANCE] Be My Shine – Chapter 07

Picture1

Title 
: Be My Shine – Chapter 07
Author : Sonia Suryanti (@soniasuryanti)
Genre         : Comedy dan Romance
Rating          : G
Type   : Chaptered
Main Casts      
: ~ Kwangmin

  ~ Youngmin 

  ~ Kim Eun Gyo (OC)

  ~ Kim Hyun Joong SS501

Author Note  : Anyeong readers, author bawa part 7. Selamat membaca..

PART 7

“aigoo,, pangeran kecilnya noona, sudah tampan sekarang..” kata Eun Gyo riang sambil memperbaiki baju Jeongmin dan memberi bedak tipis pada wajah mulusnya. Dan Kwangmin hanya bisa terpana melihat sosok wanita yang memiliki jiwa keibuan yang tinggi di hadapannya sekarang.

‘andaikan kau benar-benar Eun Gyo ku’ batin Kwangmin.

“Tunggu disini, yah, Pangeran.” Kata Eun Gyo. “Aku titip Jeongmin yah.” Sambung Eun Gyo pada Kwangmin.

“Siapa kau ahjusshi?” tanya Jeongmin polos pada Kwangmin.

“Mwo? Ahjusshi? Apa kau tidak salah? Seharusnya kau memanggilku Hyung, jika kau memanggil yeoja tadi Noona.”

“Kalau Noona memang cocok untuk dia, tapi kau pantasnya dipanggil ahjussi.”

“Mwo?” Darah Kemarahan Kwangmin ingin muncrat.

“kenapa harus marah Ahjussi.? Oh ya, Noona itu milikku.”kata Jeongmin tegas, *aduh anak jaman sekarang*, ternyata Jeongmin menaruh hati pada yeoja yang menolongnya tadi, padahal kan dia masih 8 tahun.

“Noona itu YEOJAKU.” Balas Kwangmin karena ingin mengimbangi suara Jeongmin. ‘tunggu kenapa aku bisa mengatakan itu? Dia kan calon yeojanya Hyung ku’

.

.

“ahjusshi, bagaimana apa bisa sekarang kau umumkan?”

“ne, sudah dapat di umumkan, siapa nama anak itu tadi? Dan nama kedua orangtuanya.?”

“Nama anak itu Lee Jeong Min, dan tadi aku sempat bertanya , katanya nama Eommanya Im Min Ah, dan Appanya, Lee Jeong Hoon.” Kata Eun Gyo.

“ne, algeushimnida, tunggu sebentar yah..” kata ahjusshi dan Eun Gyo kembali ke lobi. “Kami dari pusat informasi ingin memberitahu bahwa, disini ada seorang anak berumur 8 tahun yang kehilangan orang tuanya, bernama Lee Jeongmin, pada Bpk. Lee Jeong Hoon, dan Ibu. Im Min Ah. Diharapkan utk menjemput Lee jeongmin di pusat informasi, Trima kasih.” Jelas ahjussi itu dari mikrofon, setiap 5 mnt sekali dia mengumumkan ini tapi belum ada yang datang.

Jeongmin sekarang tidur di kedua pahanya Eun Gyo,Eun Gyo pun melantunkan lagu Be My Shine dari bibir mungilnya sambil mengelus rambut Jeongmin, melihat tubuh polos nan mungil ini membuat Eun Gyo tersenyum di tambah dengan kenangan 15 tahun yang lalu, ‘apa kau baik-baik sekarang? Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah memiliki Yeochin? Hhaha.. aku hanya ingin mengatakan aku merindukan tangisanmu.’ batin Eun Gyo berbisik mengingat namja halte yang 15 tahun selalu ia tunggu tidak kunjung muncul.

Kwangmin benar-benar tak habis-habisnya memuji yeoja yang ada dihadapannya sekarang, pemandangan hari ini membuat dia melupakan Eun Gyo si Yeoja maniak. Tapi berubah menjadi Eun Gyo yang mirip dengan yeoja haltenya.

“Cogi, kau tahu juga lagu itu?” tanya Kwangmin pada Eun Gyo.

“ya, memangnya kenapa?”

“geunnyang,..”

“kau tahu lagu itu juga?”

“geureom…”

“wah,, banyak yang tidak mengetahui lagu ini loh, bahkan sahabatku yang terupdate sekalipun ga tahu lagu ini. Jujur, ini lagu favoritku.”jelas Eun Gyo dengan semangat 45.

“nado geurae, itu juga lagu favoritku, aku dan Hyungku sering menyanyikan lagu ini bersama, terkadang dia memainkan pianonya dan aku memainkan gitarku.”

“ah jinja? Kau main gitar? Maldo andwae!!!” ledek Eun Gyo.

“jinja yyyaaaa,, yasudah kalau tak percaya.” Balas Kwangmin “Kenapa kau menyukai lagu itu?” sambung Kwangmin ‘aduh aku keceplosan, ngapain lagi ngebahas hal garing kayak  gitu.’eluh Kwangmin dalam hati.

“nggee.. geunnyang, lagu itu selalu mengingatkanku pada seseorang..”

“Nugu?”tanya Kwangmin penasaran.

“mmm… aneun sarami isseo…”jawab Eun Gyo seadanya.

“Aigoo,, Jeongmin-ah,,,” teriak seorang ahjumma sambil sedikit berlari kearah kami, dan diikuti seorang ahjussi juga di belakangnya, dan pastinya itu suaminya. Eun Gyo dan Kwangmin spontan berdiri menyambut mereka.

“Eomma….” teriak Jeongmin juga, dia terbangun begitu mendengar suara Eommanya dan bisa di pastikan Jeongmin merindukan Eommanya.

“Jeongmin-ah qwenchana?”tanya Appanya cemas.

“qwenchana Appa, Noona ini yang membantuku.”

“Agassi, jeongmal kamsahamnida.”kata Ahjussi itu

“Aniyo Ahjussi, itu bukan apa-apa, ini juga pelajaran untuk kita semua.”

“Kamsahamnida..” kata Ahjumma itu lagi pada Eun Gyo.

“Aniranikka ahjuma, aku tidak melakukan apapun, berhentilah mengucapkan terimakasih. Ne?”

“Ne..”

“kalau begitu kami pulang dulu ya Ahjuma, ahjussi.” Pamit Eun Gyo pada mereka dan sedikit jongkok “Jeongmin-ah Noona pulang dulu yahh… kau harus disamping Eomma dan Appa mu lain kali ya…”

“Shireo,, apa Noona sekarang akan pergi? Kalau noona pergi, aku tidak punya Noona lagi..” kata Jeongmin terisak dan buliran air mata telah membasahi pipi mungilnya.

“Kita bisa bertemu lagi, ini kartu nama Noona, kau bisa menghubungi Noona kapan saja kau mau.” Sambil menyodorkan selembar kertas selembar.

“Yaksok?” kata Jeongmin sambil menyodorkan jari kelingkingnya.

“YaksoK!” balas Eun Gyo.

“Anyeong, Jeongmin-ah.” Pamit Eun Gyo pada anak kecil itu dan berjalan keluar, tapi baru 2 langkah, ia menyadari Kwangmin kok tidak mengikuti langkahnya.

“yah, ngapain masih berdiri di situ?” tanya Eun Gyo

“Ne?!” kata Kwangmin tersadar dari lamunannya.

“Khaja!” ajak Eun Gyo sambil menarik tangan Kwangmin.

Sampai di pintu keluar, Eun gyo hendak memakai kembali jasnya. Tapi sepasang tangan menahannya.

“jangan memakai ini, ini masih lembab, kau nanti sakit.”

“Ah? Qwenchana.”balas Eun Gyo sambil melanjutkan kegiatannya yang tertunda oleh Kwangmin.

“Andwaeranikka.” Kata Kwangmin lagi, kali ini nadanya sedikit membentak.

“mm,,, araseo..”akhirnya Eun Gyo mengiyakan kata Kwangmin.

.

.

.

“Mau ikut?” tawar Eun Gyo pada Kwangmin.

“ani, twelseo!”

“Jangan sungkan, ayolah kau yang mengendarainya sampai ke rumahmu.” Tawar Eun Gyo lagi sambil mendorong tubuh Kwangmin ke arah kursi kemudi.

.

.

.

“ya, Yeoja maniak” kata Kwangmin hendak membagunkan sesosok tubuh mungil yang sedang terlelap di sebelah kursinya. Yeoja itu masih sibuk dengan dunia mimpinya, dan Kwangmin memberanikan diri untuk menyibak rambut yang setengah kering itu dan di perhatikannya lah setiap inch wajah wanita yang ada di hadapannya, tak sadar di daratkannya bibirnya ke dahi kecilnya Eun Gyo. Walau singkat, itu membawa suatu kenangan yang berarti bagi Kwangmin, Kwangmin merasa kerinduan selama 15 thnnya terbayar. Karena kecupan singkat itu juga Eun Gyo berhasil terbangun dari mimpinya.

“Sudah sampai?”tanya Eun Gyo.

“mm. Aa,, sudah.. kalau begitu aku masuk dulu, kau hati-hati dijalan. Jika masih mengantuk tidurlah dulu.” Balas Kwangmin sambil berpura-pura menutupi rasa gelagapannya.

“Araseo.”

.

.

“aku pulang…” sapa Kwangmin,

“yah, kau mengapa meninggalkanku?”

“aku ada urusan Hyung.”

“tapi aku melihatmu mengikuti seorang yeoja tadi..”

“aniyo hyung..!”

“apa kau tidak berbohong?”

“aniranikka, aku hanya ingin mandi hujan..”

“haha.. ya sudah mandilah sebelum kau kena flu.”

“Ne!”

.

.

.

“Eonni, waseoo?” sapa Eun Gi.

“mm.. unnie waseoyo” jawab Eun Gyo dengan senyum di wajahnya, sepertiya dia cukup merasakan kebahagiaan hari ini.

“apa kau kencan dengan namja yan dibicarakan Eomma itu?”tanya Eun Gi.

“mwo? Ani,, apa Eomma telah menceritakannya padamu?”

“Ne.. kenapa kau menyembunyikannya?”

“sapa yang menyembunyikannya? Aku dan dia belum sampai ke tahap itu.”

“kau yang menyembunyikannya dariku, kau tak pernah membicarakan tentang namja saat menelponku di Australia.”

“aku belum memiliki hubungan apapun dengannya, sudah lah aku lelah.”

“Eonni kenalkan padaku….!!!” kata Eun Gi sedikit berteriak.

KEESOKAN HARINYA.

“Eomma, na khanda!” sambil menyeruput habis susunya dan membawa roti sarapannya.

“yah, Eun Gyo-ah, kenapa buru-buru? Aku ingin mengumumkan sesuatu.”

“Appa, aku telat, aku harus mengkoordinir kantor dulu hari ini.”

“maka itu aku mau membantumu.”balas Appa.

“geurae, marebwa!”

“Eun Gi, kau sekarang menjadi assisten eonni-mu di kantor, mulailah kerjamu besok.”

“Naega wae, Appa?”

“Eonni-mu kan sedang sibuk menyusun Skripsi-nya jadi bantulah dia di kantor, lagian kau tidak ada kerjaankan, sudah, aku tak mau mendengar penolakanmu.”tegas Appa pada Eun Gi. “Eun Gyo, cepat  lah pergi, jangan sampai telat.”lanjutnya pada Eun Gyo.

“Sudah telat, Appa! Na khanda!”

Di kediaman Jo Twins.

“Hyung,, kemari sebentar.”

“Wae? Hyung, maukah kau membantuku? TAK HANBEONMAN, ne?”kata Kwangmin sambil memelas.

“Geurae! Meuseun Tua?”

“Sini.”jawab Kwangmin sambil memberi kode ingin membisikkan sesuatu.

“Andwae! Aku tak bisa… pokoknya aku ga mau.. TITIK!” balas Youngmin pada adiknya yang membisikkan ide gila itu. Mendengar itu Youngmin langsung pergi dan menginjak pedal gasnya menuju kantor Mr. Kim, berhubung orang tua Youngmin punya saham di sana 20% dan sekalian dia ingin PDKT sama Eun Gyo.

Eun Gyo’s POV

Syukurlah, ini satu sisi dari Appa yang aku suka, tahu aja kalau anak lagi sibuk, hehe, pokoknya aku tak perlu tiap hari ke kantor untuk mengatasi masalah lagi, dan aku juga harus mengebut skripsiku selama 2 bulan ini. Huft , aku tahu 2 bulan ini adalah masa terlelah salam hidupku.

“Yoona-ah? Ige mwoya?” kata ku sambi membelalakkan mataku melihat, 1 ikat mawar putih kesukaanku dan sekotak coklat Swiss terletak di meja kerjaku.

“Molla, Eun Gyo-ssi, sebelum aku datang itu sudah ada, aku juga tak tahu siapa yang mengirimnya, atau jangan-jangan itu dari fans-mu?” jawab Yoona-assistenku-.

“Fans? Untuk apa dia mengirim ini pada ku? Aku ingat ini bukan ulang tahunku.”

“Aduh, Eun Gyo-ssi, ini kan hari Valentine. Sudahlah aku juga ingin cepat pulang hari ini dan menikmati hari kasih sayang ini bersama Yesung-ku.” Jawab Yoona – aku memang sengaja menyuruhnya untuk tidak terlalu bicara formal padaku-.

Picture2 Itu adalah selembar kartu yang ada pada ikatan mawar itu, aku diliputi perasaan kaget, senang, bingung setelah mendapat itu, aku tak tahu perasaanku dengan Youngmin itu apa? Aku bingung benar-benar bingung dan sekarang ditambah dengan bayangan 15 thn yang lalu, bayangan sosok namja halteku, aku benar-benar merindukannya, jinja..

Aku keluar dari ruanganku.

“Yoona-ah, bawakan semua laporan yang harus dikerjakan dalam 3 hari ini.” Perintahku dan berjalan ke ruangan tujuanku, yaitu ruangan Youngmin,  Yoona mengiyakannya sambil tersenyum evil.

TOK TOK TOK

“Torawa” kata Youngmin dan aku mulai melangkahkan kakiku ke ruangan kerjanya.

“Oh? Eun Gyo? Anja, anja.” Lanjut Youngmin sambil mempersilahkan aku duduk.

“mm.. Youngmin-ssi?” aku mulai membuka mulutku.

“Ne?”jawabnya sambil menyunggingkan senyum khasnya –senyum ini yang membuatku tak berfikir secara normal sekarang, aku merasa ada sesuatu yang ingin meledak di dadaku, namun hati kecilku masih menolak perasaan ini.

“Itu… mm..” kataku terputus

“Oh, seongmul yang aku letakkan di mejamu tak usah terlalu kau pikirkan, anggap saja itu hanya sekedar hadiah dari fansmu atau orang yang sedang menunggumu.” Jawabnya santai.

“itu dia Youngmin-ssi, jebal, jangan buat aku bingung seperti ini, Jebal! Aku, aku,.. mm.. tidak usah menungguku Youngmin-ssi. Itu hanya membuatmu tersiksa, Jebal! JEBAL! JEBAl!” kataku pada Youngmin diiringi sebulir air mata keluar dari mata kananku dan mungkin ini lah waktuku jujur.

“Wae?”

“Jangan Tunggu aku, gidarilda hajimarago! Aku tidak mau kau sakit!” buliran air mata ini semakin deras. Tak ada cara lain aku hanya bisa menunduk.

“Eun Gyo-ah?” Kata Youngmin mulai menyentuhkan lututnya di karpet dan memegang kedua tangan ku yang telah menyatu sejak tadi sambil mencoba menatap mataku.

“Jebal, Putak’ia, aku tahu rasa menunggu itu sakit, Sakit, lebih sakit daripada kau di tolak, jadi, lebih baik aku memberikan jawabanku sekarang, ‘JANGAN MENUNGGUKU LAGI’!” tegasku.

TBC-Leave a comment Please

This entry was posted by boyfriendindo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: