[FANFICT/FREELANCE] She is Mine

Title 
: She is Mine
Author : Song Rae Hwa
Genre : Friendship & Romance
Rating : PG-17
Type : One Shoot
Main Casts 
: ~ Im Taehi

  ~ Jo Kwangmin

~ No Minwoo

Other Casts
: ~ Jo Youngmin

  ~ Lee Jeongmin

~ Kim Donghyun

Hai Readers Author balik lagi bawa FF karangan author sendiri murni dari imajinasi sendiri. Tapi maaf kalau tulisannya tidak sesuai dengan kaedah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena Author masih belajar. ^^

^^^^^

Seorang yeoja berjalan menyusuri lorong Bar yang cukup gelap itu, yeoja cantik dengan rambut pendek sebahu itu hanya memakai mini dres setengah dada, membuat sebagian tubuh putih dan mulusnya kelihatan. Setiap langkah yang ia langkahkan membuat mata para namja menatapnya dengan serius, menatap kecantikan dan tubuh sexynya. Yeoja itu menghentikan langkahnya saat seorang namja menatapnya dengan wajah yang hanya berjarak beberapa centi saja dengan yeoja itu, namun yeoja itu hanya tersenyum melihat tatapan namja itu dan meneruskan langkahnya. Kemudian ia tidak sengaja menyenggol bahu namja yang sedang berjalan di sebelahnya, tanpa rasa bersalah yeoja itu terus melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan namja yang telah ia senggol tadi. Sedangkan namja itu hanya memandang punggung yeoja itu dengan tatapan sinis.

Terlihat seorang namja tampan berambut coklat menyala tengah berdiri di bawah anak tangga bar itu, ia tersenyum melihat tingkah yeoja itu dengan terus menerus menggoda para namja di bar itu, termasuk menggoda dirinya. Yeoja itu semakin mendekatinya ia mulai menaiki anak tangga pertama dan kedua, namun langkahhnya terhenti di anak tangga ke-3 tangannya yang mungil dan halus itu di tarik oleh namja yang berdiri tadi. Yeoja itu tersenyum sangat manis dan berbalik kearah namja itu dan memeluknya. Yeoja itu membiarkan namja itu menghirup aroma tubuhnya yang wangi dan mencium bahunya. Setelah beberapa menit yeoja itu melepaskan pelukannya dan berjalan menjauhi sang namja. namun namja itu berhasil menarik tangan sang yeoja sekali lagi, namun sang yeoja melepaskan tangan sang namja dengan kasar dan mulai berjalan meninggalkan namja manis yang kini tengah menatapnya kesal.

“Ya~ kau siapa namamu?” teriak sang namja pada yeoja yang sama sekali tidak menghiraukan teriakkannya. Namja itu mendengus kesal dan memukul tembok yang menjadi sandarannya.

^^^^

“Darimana kau? Jam segini baru pulang.” ucap seorang namja berambut pirang, yang tengah berdiri di belakang pintu apartement. Namja yang ditanyai hanya menundukan kepalanya dan membuang jaketnya sembarang.

“Kenapa kau belum tidur?” jawab namja itu sambil menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.

“Jawab pertanyaanku Kwangmin..” teriak namja berambut pirang itu kepada dongsaengnya.

“Kau tau apa jawabannya Youngmin hyung.” jawab namja yang bernama Kwangmin enteng dan berlalu begitu saja dari hadapan hyungnya. Youngmin hanya menelan salivanya mendengar jawaban dongsaengnya yang memang beberapa minggu belakangan ini sering pulang malam dan pergi ke bar.

“Kwang irona.. ini sudah siang. MinWoo sudah menunggumu di luar.” Kwangmin membuka selimutnya karena mendengar suara hyungnya yang tepat terdengar ditelinganya.

“Ya~ kenapa anak itu pagi sekali menjemputku.”

“Molla~ palli..” Youngmin pergi meninggalkan Kwangmin yang masih bergelut dengan guling dan selimut tebalnya. Dengan malas Kwangmin turun dari atas tempat tidurnya, dan membersihkan dirinya. Setelah rapih berpakaian Kwangmin keluar dari kamarnya dan menemui sahabatnya yang kini sedang asik menatap layar televisi.

“Kemana hyung?” tanya Kwangmin pada sahabatnya.

“Dia tadi pergi bersama temannya.” Kwangmin hanya menganggukan kepalanya pelan, dan kemudian memakan sarapan yang sudah hyungnya siapkan tadi.

“Aku kira kau mau menjemputku.” Kata Kwangmin sambil menyetir mobil sport putih miliknya.

“Ahaha aku malas membawa mobilku.” Jawab namja bertubuh mungil dan bermata sipit itu.

“Nanti kalau kau mau pulang tinggal hubungi aku saja.”

“Ne, gomawo Kwangmin-na~” Kwangmin hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. Kwangmin melajukan mobilnya menuju kampusnya. Ya Kwangmin dan MinWoo kuliah di Universitas yang berbeda. Mereka berteman sejak mereka duduk di bangku SMA.

^^^^

“Kau tidak apa-apa aku tinggalkan sendiri di apartementku?” tanya Kwangmin kepada sahabatnya yang memamg ingin menginap di apartementnya, dikarenakan Youngmin tengah pergi menghadiri kegiatan kampus yang ia ikuti bersama teman-temannya.

“Gwanchana, memangnya kau mau kemana? Inikan sudah malam.” Tanya MinWoo bingung.

“Aku ingin ke bar. Kau ikut sajalah denganku, akan aku kenalkan dengan yeoja-yeoja cantik disana.” MinWoo membelakakan mata sipitnya lebar-lebar, ia tidak menyangka Kwangmin akan mengajaknya ke bar. Dan MinWoo juga tidak menyangka kalau sahabatnya itu sering pergi ke bar, karena setau dia Kwangmin tidak suka keramaian. Tapi itu sungguh nyata, Kwangmin pergi ke bar dan meninggalkannya sendiri di apartementnya.

^^^^

“Dimana yeoja itu?” mata Kwangmin terus menyusuri seisi bar yang sangat ramai itu. sampai akhirnya Kwangmin bertemu dengan teman Youngmin, yaitu Jeongmin.

“Sedang apa kau disini? Apa hyungmu tau?” tanya Jeongmin pada Kwangmin.

“Aku sedang mencari seseorang. Anni, kau sendiri tidak ikut kegiatan itu bersama teman clubmu?”

“Tidak, aku sedang merayakan ulang tahun yeojaku malam ini. Kau mau ikut bergabung?” ajak Jeongmin. Kwangmin menggelang cepat, itu membuat Jeongmin mentertawainya.

“Hey tidak usah takut hyungmukan tidak ada disini.” Kwangmin tidak menggubris apa yang Jeongmin bicarakan, matanya bertemu dengan sosok yeoja yang sedang ia cari. Kwangmin tidak memperdulikan Jeongmin ia pergi meninggalkan Jeongmin yang masih terus berbicara, dan mengejar yeoja yang ia cari. Setelah lumayan dekat dengan yeoja itu Kwangmin menghentikan langkahnya.

“Ya~ Kau, aku ingin bicara denganmu.” Teriak Kwangmin pada yeoja itu, yeoja itu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Kwangmin,yeoja itu tersenyum menggoda dengan bibir sexynya, langkahnya menghampiri Kwangmin. Tangan mungilnya menyentuh tangan Kwangmin, dan menyeret Kwangmin ke tempat yang sepi.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya yeoja itu lembut dengan posisi menyandarkan Kwangmin di tembok dan jemarinya terus menyusuri lekuk wajah Kwangmin.

“Siapa namamu?” tanya Kwangmin tegas, yeoja itu tersenyum lagi dan menjauh dari tubuh Kwangmin.

“Aku Im Taehi Kwangmin-na..” Jawab yeoja itu dibarengi tawanya. Kwangmin bingung bagaimana ia bisa tahu tentang dirinya. Kwangmin mendekati yeoja itu yang mungkin tengah kedinginan karena pakaian yang ia kenakan masih sama seperti kemaren saat Kwangmin menemuinya, hanya saja kali ini dresnya lebih panjang. Kwangmin memegang kedua bahu yeoja itu dari belakang.

“Kau, sepertinya masih seusiaku. Tapi apa yang kau lakukan di bar ini?” bisik Kwangmin ditelinga yeoja itu. yeoja itu menggeliat kaget dan langsung membalikan tubuhnya menghadap Kwangmin.

“Aku hanya seorang mahasiswi yang mencari kesenangan dikala padatnya jadwal kuliah dan banyaknya tugas yang aku kerjakan.” Jawabnya masih menatap mata Kwangmin, Kwangmin tak mau kalah dan ia terus menatap mata yeoja itu.

“Sebenarnya aku tak peduli siapa kau, yang jelas aku sangat menyukaimu sejak kita bertemu minggu lalu.” Kata Kwangmin seraya membelai wajah yeoja itu, lagi yeoja itu hanya tersenyum menggodanya.

“Aku tau itu..”

“Bagaimana kau tau?” tanya Kwangmin heran. Yeoja itu menyunggingkan senyuman manisnya yang memembuat Kwangmin semakin tergoda dengan bibir sexynya. Kwangmin pun mendekatkan bibirnya pada bibir tipis dan merah yeoja itu. mereka pun berciuman di gelapnya malam yang sunyi di taman belakang bar. Setelah cukup lama mereka berciuman mereka pun masuk kembali ke dalam bar. Yeoja itu menggandeng Kwangmin mesra, Kwangmin pun mengumbar senyum manis khasnya.

Kini mereka tengah duduk di sofa bar yang panjang, mereka disuguhi  dua botol wine dan beberapa kacang kulit. Kwangmin meminum beberapa gelas wine itu, yeoja itu kini berada di pelukan Kwangmin. Kwangmin rasa kalau yeoja itu juga menyukai dirinya.

“Taehi-ya.. apa kau sudah mempunyai namjachingu?” tanya Kwangmin di tengah keramaian bar malam itu, Taehi masih berada di dekapan Kwangmin sambil memainkan jemarinya di dada bidang Kwangmin.

“Ahahaa apa yang kau bicarakan? Kalau aku sudah mempunyai namjachingu, mana mungkin aku mau berciuman denganmu.” Jawab Taehi sambil tertawa. Kwangmin menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak merasa gatal.

“Kau benar. Aku juga ingin bertanya, darimana kau tau namaku?”

“Mudah saja, orang-orang disini banyak yang tau tentang dirimu. Dan mereka bilang KAU KWANG BUKAN YOUNG.” Ucap yeoja itu memberi sedikit penekanan pada ucapannya.

“Bagaimana juga mereka bisa tau tentang hyungku?” tanya Kwangmin masih bingung.

“Ahaha sudahlah, itu tidak penting.” Ucap yeoja itu sambil mengeccup sekilas bibir Kwangmin sebelum ia pergi meninggalkan Kwangmin yang masih dipenuhi beribu-ribu pertanyaan.

“Nanti malam aku akan menjemputmu !!” teriak Kwangmin. Taehi hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh sedikitpun.

^^^^

Terlihat seorang namja tengah mengayuh sepeda santai hitam miliknya. Namja itu hanya mengenakan celana trening panjang hitam, kaos putih polos dan sepatu olah raga merahnya. Ia tersenyum di sepanjang perjalanan, jalan masih cukup sepi karena hari masih pagi, waktupun masih menunjukan 06:00 AM KST. Setelah lama namja itu mengayuh sepedanya ia pun berhenti di depan rumah berwarna Pink dan putih itu, rumah yang sederhana namun terlihat rapih. Namja itu menekan tombol yang berada di samping pintu, dan tidak lama kemudian keluarlah seorang yeoja berambut pendek dan hanya mengenakan celana pendek dan kaos panjang polos berwarna biru.

“Kau siap untuk bersepeda denganku?” Ucap sang namja pada yeoja itu. yeoja itu tersenyum manis.

“Palli oppa..” kata yeoja itu lembut sambil mulai mengayuh sepeda santai putihnya.

“Kau terlihat sangat cantik chagi, jika kau sedang bersepeda seperti ini.” Kata namja itu sambil melirik sekilas kearah yeojanya.

“Ya~ oppa kau selalu saja membuatku malu.” Namja itu mengusap pucuk kepala yeojanya yang kini tengah bersandar dibahunya.

“Aku bagga bisa menjadi namjamu. Saranghae..” ucap namja itu lalu mencium bibir yeojanya.

“MinWoo oppa, sudah berapa lama kita menjalin hubungan?”

“Apa kau lupa ah?”

“Molla..” yeoja itu merutuki dirinya sendiri, MinWoo tersenyum melihat kekasihnya ia pun mencubit pipi tirus kekasihnya itu.

“Besok adalah aniv kita yang ke.. hem… 2 bulan chagi..”

“Ternyata kita sudah cukup lama ne oppa. Aku sangat bangga bisa menjadi kekasihmu, yang selalu mengertiku dan selalu ada untukku.” Ucap yeoja itu sambil membelai rambut MinWoo. MinWoo hanya tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.

^^^^

“Kemana MinWoo?” tanya Youngmin pada kembarannya yang sedang sibuk mengambil perlengkapan baseballnya.

“Dia bilang, dia ada janji dengan kekasihnya tadi pagi.” Ucap Kwangmin sambil menggendong tasnya.

“Kau mau kemana?” tanya Youngmin lagi, seraya membaringkan tubuhnya ke atas sofa. Karena Youngmin baru saja pulang dari kegiatan yang di ikutinya semalam.

“Aku ingin bermain baseball di halaman belakang bareng anak-anak.”

“Baiklah hati-hati, jangan sampai tanganmu terkilir lagi.” Kwangmin menghilang begitu saja dari pandangan Youngmin. Kemudian Youngmin beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar kembarannya. Ia hanya ingin tidur nyenyak siang ini, sebelum Youngmin tidur ia membereskan kasur dan slimut yang masih berantakan. Tidak sengaja Youngmin menemukan dompet Kwangmin di atas kasur, sebenarnya Youngmin tidak berniat membuka dompet milik kembarannya itu. hanya saja ia penasaran dengan isi dompet itu, perlahan Youngmin membuka dompet itu dan Youngmin sangat terkejut saat ia melihat foto kembarannya bersama seorang yeoja yang sudah tidak asing lagi baginya. Buru-buru Youngmin menutup dompet itu dan ia hempaskan tubuhnya ke atas kasur dan memejamkan matanya, seraya berpikir.

“Ternyata kau juga menyukainya?” kata Youngmin sebelum ia benar-benar tertidur dengan lelapnya.

“Kau mau kemana Kwang?”

“Aku ingin ke bar. Apa kau mau ikut hyung?” ajak Kwangmin, namun Youngmin menggeleng dengan cepat.

“Baiklah kalau kau tidak ingin ikut, aku pergi dulu.” Kata Kwangmin sambil melangkah meninggalkan Youngmin yang masih mematung di tempatnya.

“JANGAN PERGI !!” Teriak Youngmin, berhasil membuat Kwangmin menutup kembali pintu apartementnya. Kwagmin memandang aneh hyungnya.

“Wae??” tanya Kwagmin bingung sambil menatap sinis kembarannya.

“Sudah kubilang jangan pergi, tempat itu tidak baik untukmu.” Jawab Youngmin asal, berusaha meyakinkan saudaranya.

“Aku tau, tapi aku kesana hanya ingin menemui seseorang yang aku suka. Tidak lebih..”

“Yeoja macam apa yang kau temui di bar itu AH??”

“Apa maksudmu hyung?” karena merasa kesal kepada hyungnya Kwangmin pun tidak memperdulikan Youngmin yang berusaha mencegahnya untuk pergi ke bar tempat biasa ia temui yeoja yang ia sukai. Dengan perasaan yang tidak karuan Youngmin pun mengikuti Kwangmin pergi ke bar.

^^^^^

Namja tampan dengan mata besar terus berjalan mengelilingi seisi bar, seperti biasa ia selalu mencari yeoja yang ia sukai. Berharap ia bisa menemukan yeojanya di salah satu ruangan di bar itu, namun nihil sudah hampir satu jam ia berada di dalam bar, namun ia tidak juga menemukan yeoja itu.

Di ruangan lain terlihat namja berambut pirang terus membelakakan matanya mencari seseorang yang baru saja bertengkar dengannya. Matanya dengan lincah mencari-cari sosok itu, namun tiba-tiba ia menabrak seorang namja yang sudah tidak asing lagi baginya.

“Youngmin? Hey lama kau tidak kesini..” kata namja yang Youngmin tabrak tadi. Youngmin hanya membalas dengan senyum yang terkesan dipaksakan.

“Duduklah, minumlah dulu denganku.” Kata namja itu.

“Tapi hyung, aku harus mencari..” belum selesai Youngmin meneruskan ucapannya, namun namja itu langsung memotong ucapannya.

“Sudahlah.. ini untukmu.” Kata namja itu lagi sambil menuangkan sebotol minuman ke dalam gelas milik Youngmin.

“Youngmin? Tadi kau ada di sana, tapi sekarang? Oh ternyata tadi Kwang ne?” tanya namja yang baru turun dari ruangan atas. Lagi Youngmin tersenyum palsu.

“Oppa, kau kah itu? ommo aku sangat merindukanmu..” kata seorang yeoja yang baru saja datang ke bar dan langsung duduk di atas pangkuan Youngmin dan mengecup sekilas pipi Youngmin. Terlihat seorang namja berdiri di samping sofa yang di duduki Youngmin, yeoja itu dan teman namjanya. Mata namja itu mulai berkaca-kaca melihat adegan yang sungguh tidak ingin ia lihat.

“Oh jadi ini alasanmu melarangku untuk pergi ke bar? Kau MUNAFIK hyung.” ucap Kwangmin sambil berlari kecil meninggalkan bar itu, Youngmin pun langsung mengejar dongsaengnya.

Kwangmin berjalan gontai menyusuri trotoar yang sepi dan sunyi di malam itu, sesekali Kwangmin mengusap air matanya yang terus saja menetes tanpa ia minta.

“KAU MUNAFIK YOUNGMIN !!” Teriak Kwangmin di jalan yang sepi itu. Kwangmin terus melangkah sampai di depan gedung apartementnya. Namun Kwangmin sama sekali tidak berniat untuk masuk ke dalamnya. Kwangmin hanya memandang salah satu jendela apartement yang lampunya masih menyala. kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju rumah sahabatnya MinWoo.

^^^^^

“Bisakah kau dengar penjelasanku dulu Kwang?” pinta Youngmin lembut pada Kwangmin, namun Kwangmin tidak memperdulikan ucapannya ia hanya terus berjalan.

“Kwangie~” ucap Youngmin lagi. Kwangmin menghentikan lagkahnya dan berbalik menghadap Youngmin.

“Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, semuanya sudah jelas Kau juga menyukainya.” Kata Kwangmin, dan langsung membalikan tubuhnya dan melanjutkan langkahnya.

“Kwangmin-na~ sebenarnya aku tidak menyukainya. Dia hanya.. hanya..” Youngmin menggantungkan kata-kantaya.

“Hanya apa?” tanya Kwangmin namun Youngmin tidak menjawabnya, Youngmin hanya memandang kembarannya datar.

“Kau tidak usah munafik, aku merelakannya untukmu.” Kata Kwangmin lagi dan melanjutkan langkahnya lagi. Di lobi kampus Kwangmin bertemu dengan sahabatnya MinWoo.

“Kau menjemputku Min?” tanya Kwangmin, MinWoo hanya mengangguk pelan.

“Apa kau ingin menginap lagi di rumahku?”

“Sepertinya iya. Maaf aku telah merepotkanmu.”

“Tidak apa-apa. Sebenarnya apa yang terjadi antara kau dengan hyungmu itu?”

“Kau tau, kenapa aku sering pergi ke bar?” MinWoo menggeleng.

“Aku menyukai seorang yeoja, dia sangat cantik dan manis. Setelah beberapa minggu aku penasaran. Akhirnya aku berkenalan dengannya dan satu bulan terakhir ini hubunganku dengannya semakin dekat.” Kwangmin menghela nafasnya panjang.

“Taehi, Im Taehi yeoja berambut pendek dan bertubuh mungil itu. aku aku sangat menyukainya, saat ia menggodaku dengan senyuman khasnya, saat ia merayuku dengan tubuh mungilnya, dan saat ia mencumbuku dengan ciuman lembutnya. Aku benar-benar menggilainya. Tapi..” Mata MinWoo mulai melebar penasaran dengan cerita Kwangmin.

“Tapi Youngmin juga menyukainya, kemaren aku melihatnya sendiri kalau yeoja itu duduk di pangkuannya dan mencium pipinya. Namun Youngmin bilang kalau yeoja itu bukan kekasihnya dan ia tidak mencintainya. Apakah dia bukan orang yang munafik?” MinWoo mulai mencerna cerita Kwangmin yang panjang itu.

“Aku ingin bertanya, apa kah Taehi yang kau maksud yeoja itu?” tanya MinWoo sambil menunjuk yeoja yeng memakai rok putih selutut dan memakai kaos berwarna pink. Kwangmin mengamati yeoja itu dari atas sampai bawah. Dan kemudian Kwangmin mengangguk, MinWoo tersenyum.

“Kau tau Kwang? Dia kekasihku.” Ucap MinWoo sedikit getir. Kwangmin membelakakan matanya tanda tak percaya. Bagaimana bisa ia menyukai yeoja sahabatnya.

“Itu tidak mungkin Min, kau bilang kekasihmu itu sangat pendiam. Sedangkan dia, dia sangat liar.” kata Kwangmin bingung.

“Molla, tapi itu kenyataannya.” MinWoo menitikan air matanya, ia sungguh tidak percaya kalau kekasih yang sudah 2 bulan ini mengisi hati dan perasaannya ternyata seorang Bad Girl. MinWoo berpikir ternyata dia sangat mudah dibodohi oleh yeoja yang sangat ia sayangi dan cintai. MinWoo bahkan tidak tau kalau seorang Im Taehi yang ia kenal lembut, ramah, pendiam. Ternyata seorang yang benar-benar buruk dibelakangnya.

“Tapi mungkin aku salah lihat. Bagaimana kalau nanti malam kau ikut aku ke bar.” Kata Kwangmin meralat perkataannya. MinWoo hanya mengangguk pelan tanda menerima penawaran Kwangmin.

^^^^^

Kwangmin dan MinWoo berjalan menyusuri lorong gelap bar yang penuh dengan suara dentuman musik dan suara bising orang-orang yang ada di dalam bar. Hari itu bar terlihat sedikit berbeda, karena banyak balon-balon berbentuk hati dan aneka hiasan dinding ala hiasan ulang tahun dan di lantainyapun banyak di taburi kertas warna-warni yang semakin membuat bar itu berkelap-kelip. Setelah beberapa menit Kwangmin dan MinWoo ada di dalam bar, akhirnya Kwangmin menemukan sosok seorang namja yang sudah tidak asing lagi baginya, ia melebarkan bibirnya dan tersenyum.

“Hyung.. Jeongmin hyung…” teriak Kwangmin pada namja yang tengah berjalan sambil membawa segelas minuman di tangannya. Namja itupun berjalan menghampiri Kwangmin dan MinWoo.

“Hey kau, ternyata kau diundang juga.” Kata Jeongmin pada Kwangmin, Kwangmin hanya meng-iyakan pernyataan Jeongmin.

“Apa kau mencari saudara kembarmu? Dia ada di lantai atas sedang bersama… eh siapa dia? Sepertinya aku baru melihatnya di bar ini.” Tanya Jeongmin pada Kwangmin sambil menatap MinWoo dengan tatapan heran.

“Ah dia temanku hyung, MinWoo.” Kwangmin mengenalkan MinWoo pada Jeongmin, Jeongmin mengangguk sambil menatap MinWoo, sedangkan MinWoo hanya tersenyum melihat tatapan Jeongmin.

“Kalau begitu aku pergi dulu ne, kau nikmati saja pestanya dengan temanmu. Ahahaa.” Ucap Jeongmin sambil berlalu meninggalkan Kwangmin dan MinWoo yang masih berdiri di tempat.

Kwangmin dan MinWoo melanjutkan pencarian mereka, mereka kini berada di lantai atas bar. MinWoo semakin bingung melihat suasana di dalam bar, mata Kwangmin terus mencari sosok Youngmin yang ia ingin meminta penjelasan daari Youngmin, siapa sebenarnya Im Taehi itu.

“Kwang~a.. lihat bukankah itu hyungmu?” kata MinWoo sambil menyenggol bahu Kwangmin dengan bahunya. Kwangmin memandang kearah yang MinWoo maksud, Kwangmin melihat Hyungnya tengah berpelukan mesra dengan seorang yeoja. Tidak pikir panjang Kwangmin langsung melangkah menghampiri hyungnya, dan di ikuti oleh MinWoo dibelakangnya.

“YOUNGMIN HYUNG !!” Teriak Kwangmin pada Youngmin yang masih asik bercanda dengan yeoja itu. Youngmin yang mendengar teriakan yang meneriaki namanya lagsung membalikan tubuhnya dan dilihatnya dongsaeng dan temannya berada di depannya.

“K.. Kwa.. Kwangmina, apa yang kau lakukan disini dengan MinWoo?”

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan dengannya?” Youngmin melangkahkan kakinya mendekat kearah Kwangmin dan MinWoo karena ia tidak ingin membuat keributan di dalam bar yang sedang ramai itu.

“Beruntung malam ini kau datang kesini. Aku ingin kau tau kebenarannya Kwangie..” kata Youngmin sambil menepuk bahu dongsaengnya. Dari kejauhan terlihat seorang yeoja dan seorang namja yang tengah berjalan menghampiri ketiga namja tampan itu, Kwangmin tersenyum kepada yeoja itu dan yeoja itu membalas dengan senyum khasnya namun Kwangmin salah ternyata yeoja itu tidak menghampirinya.

“Oppa..” ucap Taehi menghampiri MinWoo yang wajahnya sudah memerah karena menahan tangisnya. Taehi membelai wajahnya lembut dan kemudian mengecup sekilas bibir mungilnya. Akhirnya air mata MinWoo pun terjun dari balik kelopak matanya.

“Mianhae, aku telah membohongimu selama ini.” Kemudian Taehi memeluk tubuh mungil MinWoo, MinWoo hanya diam tanpa membalas pelukan Taehi. Setelah lama memeluk MinWoo Taehi berjalan mendekati Kwangmin yang sedari tadi mengepal kedua tangannya, menahan emaosinya.

“Kwangmin-na~ kau sangat tampan, sampai aku tergoda olehmu. Kau juga teman yang baik, oh iya perkenalkan itu kekasihku Donghyun.” Namun Kwangmin sama sekali tidak merespon ucapan Taehi, Kwangmin hanya memandang lurus dengan pandangan kosong, dengan mata yang berkaca-kaca dan Youngmin yang merangkul pundaknya.

“Dongsaengmu sangat tampan Oppa.” Ucap Taehi pada Youngmin, Youngmin hanya tersenyum.

“Tapi dia tidak untuk kau sakiti Taehi..” ucap Youngmin, Taehi hanya tersenyum.

“Aku tidak menyakiti dua namja yang sangat baik hati ini oppa.”

“Lalu apa yang kau lakukan pada mereka berdua ini Ahh?” ucap Youngmin dengan nada kesalnya.

“Aku hanya menerima kebaikan mereka oppa.” Jawab Taehi santai seperti ia tidak bersalah.

“Chagi, apa yang sedang kau lakukan? Oh apakah mereka ini namja yang sering kau ceritakan itu?” tanya Donghyun pada kekasihnya. Taehi mengangguk pelan dengan terus mengembangkan senyumnya.

“Terimakasih kalian telah mencintai, menyayanginya dan menjaganya dengan baik, BUT SORRY SHE’S MINE.” Ucap Donghyun sambil merangkul Taehi dan pergi meninggalkan ketiga namja itu sambil melambaikan tangan dan tersenyum bahagia.

Youngmin memeluk dongsaengnya yang kini sudah berlinangan air mata, sedangkan MinWoo menjatuhkan tubuh mungilnya kelantai dan menatap punggung Taehi yang kini tengah berjalan semakin jauh darinya.

“Aku sungguh tidak percaya, kau Taehiku yang sangat aku cintai.” Ucap MinWoo sambil mengepalkan kedua tangannya dan memukul-mukulkannya kelantai.

“Kau tau apa yang ingin aku katakan padamu Kwangie, sebenarnya Taehi itu sudah mempunyai kekasih dia sangat menyayangi kekasihnya. Mereka sudah berpacaran hampir 4 tahun, dan sekarang adalah perayaan ulang tahun jadian mereka yang ke 4.” Jelas Youngmin sambil menenangkan dongsaeng kesayangannya.

“Ne, ternyata dia bukan milikku.” Kata Kwangmin sambil menatap langit malam yang tanpa bintang itu.

“Dia juga bukan milikku.” Tutur MinWoo dan merangkul bahu sahabatnya itu dan mereka kini tengah menikmati dinginnya angin malam dari atas balkon apartement.

^^^^^END^^^^^

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] She is Mine

    • Pertama-tama saya mau ngucapin terimakasih sama chingu karena sudah mau baca FF buatan saya🙂
      Dan yang kedua mau ngucapin terimakasih juga karena sudah mau ngasih masukan, nanti kalau saya buat cerita lagi klimaksnya bikin yang wow deh.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: