[FANFICT] Terjebak dalam Kata ! – Chapter 02

vlcsnap-2014-02-25-12h59m55s52

Title 
: Terjebak dalam Kata ! – Chapter 02
Author : Diah~
Genre : Friendship dan Romance
Rating : G
Type : Chapter
Main Casts 
: ~ Shim Hyunseong

  ~ Whee In (Mamamoo)

Support Casts
: ~ Gong Miok

  ~ Yoon Saenghyon

  ~ Lee Jeongmin

  ~ Im Nera

Chapter 01

Apa yang seharusnya aku lakukan setelah memperjuangkan cinta kaum perempuan ?! Aku berkata seolah-olah berada di medan perang sengit yang berjudulkan ‘Perempuan patut diam’. Setelah kejadian kemarin siswi bernamakan Whee In, yang tidak pernah mencari masalah, yang selalu ingin kehidupan sekolahnya biasa-biasa saja, sekarang berubah menjadi luar biasa. Kenapa aku tidak bisa mengendalikan mulut dan emosiku sendiri !!!

Omma tidak henti-henti berteriak keras dari luar kamar menyuruhku bersekolah. Dia selalu tahu kalau anaknya berbohong dengan alasan demam. Sekarang aku berada di kelas setelah ditarik paksa oleh Nera untuk masuk ke dalam. “Kau akan dianggap lebih aneh kalau teman-teman yang lain melihatmu mengintip seperti ini.”

“Kau mau kemana ?” Aku bertanya kepada Nera yang beranjak pergi setelah meletakkan tasnya.

“Membeli roti.”

“Aku ikut.” Aku berdiri dan lalu jalan di depannya. Saat ini yang bisa ku lakukan hanya menghindari segala tanggapan aneh dari teman-teman kelas.

“Kenapa kau tidak langsung duduk begitu aku menarik rokmu kemarin.” Nera tahu permasalahanku. Nera tahu semuanya, mengenai perasaan untuk Shim Hyunseong selama hampir 6 bulan ini. Sebaik apapun aku sembunyikan dikala cemburu melihat Hyunseong sering tertawa dengan Miok, Nera pasti tahu.

“Aku juga tidak mengerti. Sekarang semua pasti tahu kalau aku suka dengan Hyunseong.” Kataku ketika kami sudah membeli roti dari cafetaria.

“Tidak semua. Hanya perempuan terutama Miok. Yang centil itu.” Nera menambahkan ekspresi geli nya menyebutkan nama Gong Miok.

Kalau saja hal bodoh yang ku katakan kemarin tidak sambil menatap Hyunseong, mungkin sekarang suasananya tidak seburuk ini. Aku meminta bertukar duduk dengan Nera. Sehingga aku tidak terlalu dekat dengan Saenghyon dan Hyunseong yang ada di seberangku.

Hari ini, aku benci jam istirahat. Sial, Nera tidak membawa majalahnya dan aku tidak tahu harus melakukan apa di kelas.

“In, kau sedang menyukai seseorang ?” Miok datang mendekati meja ku dan berkata dengan suara dibesarkan. Aku tidak pernah mempunyai masalah dengannya, hanya saja entah kenapa dia selalu mencari gara-gara. Apa dia merasa tersaingi karena mempunyai perasaan yang sama untuk Hyunseong. Oh come on girl, Shim Hyunseong sama sekali tidak tertarik denganmu. Apa lagi denganku. SIAL.

“Ani.” Aku menjawab sambil menampung daguku dengan telapak tangan kanan. Melihatnya seakan berbicara ‘Aku sedang malas berbicara denganmu.’

“Lalu kenapa kemarin kau menatap Hyunseong seperti itu ?” Deg. Aku masih berusaha untuk tetap santai.

“Seperti itu bagaimana ?” Kali ini aku menyandarkan diriku sambil menyilangkan kedua tangan.

“Ah, kau kemarin juga keluar dari kelas dengan terburu-buru. Kau menyukai Shim Hyunseong kan ?” Dia mendekatkan wajahnya dan menekan ucapan ‘menyukai’. Yang ku bisa lakukan hanya mengalihkan pandanganku.

“Aku sakit perut dan harus ke toilet saat itu. Menyukai Shim Hyunseong ?! Dia hanya temanku.” Kata-kata terakhir tersusun sangat rapi dan dikeluarkan tepat ketika Hyunseong masuk ke kelas dan lalu duduk di kursi nya tidak jauh dari aku dan Miok berada.

“Apa yang kalian lakukan ?”

Jeongmin, kau pahlawanku. Miok langsung kembali ke teman-temannya begitu Jeongmin bertanya.

“Gomawo, Jeongmin-na.” Ucapku dan ku langkahkan kaki cepat untuk keluar dari kelas.

Kalau hitungan hari ku tepat, seharusnya senin atau selasa depan Hyunseong sudah berangkat ke Seoul. Aku tidak yakin kalau harus mengungkapkannya. Dan bodoh sekali kalau aku harus merasa menyesal dan sengsara seumur hidup karena perasaan manusiawi ini. Bagaimana kalau setelah ku katakan, ternyata kabar ke Seoul itu hanya tipuan belaka dan cuma akal bulusnya Saenghyon dan Jeongmin. Bisa kupastikan aku akan menahan malu bertemu dengannya di kelas. Tapi, apa hubungannya kepindahan Hyunseong, dengan Saenghyon dan Jeongmin.

Berhari-hari pikiran-pikiran konyol ini berputar-putar tak berhenti. Katakan tidak. Tidak katakan. Yes No. No Yes. Tanganku dengan lancar menuliskan segala kemungkinan yang terjadi setelah ku ungkapkan.

“Gomawo.” Sebuah buku disodorkan ke hadapanku yang sedang hopeless menatap kertas yang penuh dengan tulisan.

“Ah Ne.” Aku mengambil buku PR ku yang dipegang Hyunseong. Lalu dengan cepat kilat aku menggulung kertas yang penuh tulisan kemungkinan tadi.

Hyunseong masih bersikap biasa saja. Tidak ada yang berubah dari dia sama sekali. Berarti, dia tidak menyadari dan mencurigai apa pun mengenai ku. Ungkapan kalau Pria mempunyai insting yang lemah dibandingkan perempuan itu ternyata benar.

Senin. Tepat seminggu. Hyunseong benar-benar tidak datang ke sekolah.

“Kau menyesal ?” Nera berbisik di sampingku yang terus menatap pintu kelas berharap Hyunseong masuk.

“Hah” aku benamkan kepala di atas meja dengan rasa tidak mau menerima kenyataan.

“In. Kalau benar Hyunseong ke Seoul, kenapa Miok tidak sedih ?” Pertanyaan Nera masuk akal juga. Kenapa dari tadi Miok terlihat biasa saja. Dia menyukai Shim Hyunseong atau tidak sih.

“Bukan urusanku.”

Yang menjadi urusanku cuma rasa penyesalan tidak bisa melihat Hyunseong lagi. Nomor telpon Hyunseong sudah tertera di layar telpon ku. Dengan mengetuk layar yang menggambarkan gagang telpon warna hijau, maka aku akan terhubung dengan suara khasnya. Tapi keberanian itu belum ada sama sekali hingga sekarang.

“Ottoke ottoke” aku berputar-putar di toilet sekolah. Waktu istirahat bersisa dua menit lagi.

“Siapa di dalam?” seseorang dari luar mengagetkan ku.

“Jamkaman.”

Tut tut tut. Apa INI ?! Sial. Layar ku tersentuh.

“Omo! Tersambung!” Dengan gemetaran seketika aku tidak tahu bagaimana cara memutuskan telpon. Aku cuma melihat layar dengan hitungan detik yang terus berjalan. Dan akhirnya Hyunseong yang mematikan telpon di seberang. Kaki ku lemas, rasanya tidak bisa bergerak.

“Apa kau masih lama ?” orang di luar masih menungguku.

Langkah lunglai.

“Aaaaa Pabo-YA!!!” Aku berteriak setelah mencari tempat yang sepi.

Drdrdrdr

Hyunseong calling ….

Kenapa dia menelpon balik. Sial Sial Sial !!! Mulutku sudah penuh dengan umpatan terkutuk untuk diri sendiri saat ini.

“Yobuseo.” Angkatku dan Hyunseong berkata yang sama.

“Ah. Tadi aku salah menekan nomor dan ….. ” Bodoh.

“Aku ada keperluan makanya tidak masuk ke kelas.” Hyunseong memotong pembicaraanku sebelumnya. Syukurlah. Berapa banyak dosa yang ku keluarkan sekarang.

“Kau benar akan pindah ke Seoul ?” aku menanyakan hal yang betul-betul aku ingin tahu. Hyunseong tidak menjawab. Aku melihat ke handphone ku, masih tersambung.

“Kenapa kau tidak ke sekolah hari ini ?” Aku bertanya lagi karena daritadi Hyunseong diam tanpa jawaban. Aku terus menunggu dia berbicara, tapi tidak ada yang terdengar dari seberang. Apa sinyal sedang mengalami masalah ? Aku juga diam sejenak menunggu deretan kata terdengar. Tapi ini terlalu lama.

“Hyunseong-ssi, aku tidak tahu apa yang ku lakukan ini benar atau tidak. Yang pasti aku menyukaimu.” Sudah kukatakan. Aku sudah mengatakannya. Ku hirup udara dengan dalam.

“Whee In-”

-TBC-

vlcsnap-2014-02-25-12h59m31s70

==Meskipun buruk dan memalukan, bersikap jujur itu penting==

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FANFICT] Terjebak dalam Kata ! – Chapter 02

  1. Whoaaa, daebak~!😀
    Jujur ne, aku lebih ngerti yang chapter kedua daripada yg kesatu. Apa gara-gara waktu baca yang pertama akunya lagi lemot mungkin yaa, haha. Pasti akunya lagi linglung pas baca yang chapter pertama, hehe.
    Jinjja dae~bak!! Cepet di-next ne ^^

      • Akunya yang lemot ihhh😦
        Iyaa, haha..
        Nee, ditunggu deh pokoknya😀
        Cheonmaneyo ^^
        Ohh, nee. Author umur berapa sih? Punya twitter ngga? Kalo punya follow aku, ne -> @PrillyWoo_BF <- Malah promote '-')v Mianhae~

      • seminggu sekali TDK nya update kok (kalo admin inget #loh hahaha)
        Admin lebih muda dari Donghyun dan lebih tua dari Hyunseong !! udah tua kan !? lol
        twitter punya kok ^^

        -Diah~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: