[FANFICT/FREELANCE] This is Love? Or What? – Chapter 02 (END)

Title 
: This is Love ? or What ? – Chapter 02 (END)
Author : Felicia Octine Dina Sayudi
Genre : Romance
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Kim Yu Jin

  ~ No Minwoo

  ~ Jo Kwangmin

^^^::::^^^:::^^^:::^^^:::^^^:::^^^:::HAPPY READING:::^^^:::^^^:::^^^:::^^^:::^^^:::^^^
“Yakk! Pergi sana!! Urusi saja namjachingu-mu itu!!” pekik Kwangmin kesal yang langsung berdiri dan mendorongku untuk keluar dari kamarnya.
BLAMM
“Kwangmin!! Hey!!!” Aku terus memukul-mukul pintu-nya, berharap dia membuka pintu-nya lagi. Tapi nihil. Bahkan suara tv-nya pun tak terdengar.
Aku tak menyerah begitu saja, kini aku duduk bersandar di depan pintu kamarnya. Mengotak-atik teleponku, dan berkirim pesan dengan Minwoo. Kalau menelpon sekarang, keadaannya tak memungkinkan bagiku.
“Hiks… Hiks…” Kudengar suara tangisan, apa itu Kwangmin? Aku mempertajam pendengaranku, dan ternyata benar. Kwangmin menangis? Andwe! Ada apa dengannya?!
###################################################################
Chap. 2
###################################################################
“Hey! Kwangmin-ah! Kau kenapa, hah?” panggilku berulang-ulang.
“Kwangmin-ah! Cepat keluar dari kamarmu! Ini sudah malam, aku mau tidur! Bagaimana aku bisa tidur kalau kau membuatku cemas, eoh?”
“Kwangmin pabbo! Keluar sekarang juga!”
“Aku akan dobrak pintu kamarmu kalau sampai hitungan ketiga pintu ini belum terbuka!”
HanaDeul ….”
Brakk
Kwangmin akhirnya keluar sebelum aku berhasil mendobrak pintu nya. Aku segera mundur 2 langkah dari tempatku tadi. Waktunya menyelesaikan masalah….
“Kwangmin, neo ….”
“Kau menyebalkan! Kau selalu saja menyebalkan, Yujin! Kau menyebalkan! Aku membencimu! Mulai sekarang, jauhi aku dan aku juga akan menjauhimu! Urusi saja chingudeul dan namjachingu mu itu! Jangan ganggu aku lagi! Mulai detik ini! Karena aku membencimu!” sela Kwangmin cepat. Kulihat matanya merah. Aku tahu… Aku tahu kalau dia menahan air matanya.
Dan….
I… Itu tadi siapa? Apa itu Kwangmin? Kenapa dia menyela perkataanku? Dan… Bahkan dia membentakku?Ah! Mana mungkin itu Kwangmin… Dia mana mungkin membenciku?
Ka… Kau bukan Kwangmin, ‘kan? Kemana Kwangmin yang dulu, hah? Hiks, ini bohong … Kwangmin mana mungkin membenciku … JO KWANGMIN TAKKAN MEMBENCIKU!” Aku berteriak layaknya orang bodoh. Tak menghiraukan halmeoni  yang mungkin saja terganggu dengan teriakanku. Atau, tidak malu jika besok tetangga marah-marah karena ulahku… Aku terlalu bodoh! Kau bodoh Yujin!
“Kwangmin … Katakan! Kau berbohong, ‘kan? Kau tak membenciku, ‘kan? Jebal …,” pintaku sambil menundukan kepala.
“….”
Dia hanya diam saja. Aku mendongak menatapnya. Dia menghindari tatapanku dengan memutar bola matanya ke samping.
“Hah … Baiklah! Aku mau bertanya mengenai satu hal yang memenuhi otakku. Kwangmin-ah, apa kau menyukaiku?” Kutatap dia. Dia membalas tatapanku. Kulihat, bibirnya mulai terbuka… Jawab! Jawab Kwangmin-ah!
“Ne. Aku menyukaimu!” jawabnya.
“Tapi …,” sambung nya.
“Tapi? Apa?” tanyaku penasaran.
“Itu dulu! Karena, 5 jam lalu aku menyadari, kalau kau hanya mempermainkanku! Menolak banyak namja, tapi, malah berkencan dengan teman sekelasku! Kau tahu, aku sangat sakit! Sakit sekali! Kau memberiku harapan, tapi, menghancurkannya begitu saja … Kau mempermainkan perasaanku … Dan sekarang, AKU MEMBENCIMU! AKU MEMBENCIMU, KIM YUJIN!”
BLAAM!
Bantingan pintu itu, memilukan sekali… Pintu itu pasti kesakitan karena dibanting sekeras itu. Seperti aku sekarang… Menyedihkan, dan menyakitkan…
***
Author Pov
Seorang yeoja  tengah duduk di bawah pohon tua nan lebat. Menikmati angin yang membelai rambutnya, dan cahaya matahari yang memberikan kenyamanan tersendiri baginya. Dia menutup matanya, agar lebih merasa nyaman mungkin.
“Yujin-ah!” panggilan itu membuatnya terpaksa membuka matanya.
Ne?” Dia beranjak dan menghampiri orang yang memanggilnya.
“Hah … Aku mencarimu kemana-mana. Ternyata disini, kau ….”
“Hehe, mianhae Oppa. Ah, Oppa! Besok, bantu aku pindahan, ne?”
“Eh? Kau mau pindah?”
Ne. Hanya pindah rumah, kok ….”
“Haha, ne. Tenang saja, chagi.”
M … Mwo? Chagi?
“Hey, kita sudah 1 bulan pacaran, kenapa aku tak boleh memanggilmu ‘chagi ‘  eoh?”
“Ah … Terserah Oppa saja.”
“Oh, ne, mengenai Kwangmin … Kau kenapa jadi jarang bersamanya? Bukankah kalian satu rumah?”
“Oppa, kumohon jangan mengungkitnya.”
“Eum … Ne. Tapi, kenapa aku selalu merasa kau hanya menyukai Kwangmin, ne?”
***
Yujin Pov
 
“Eum … Ne. Tapi, kenapa aku selalu merasa kau hanya menyukai Kwangmin, ne?”
Deg!
Apa? Jadi… Selama ini, Minwoo Oppa merasa seperti itu? Akh! Yujin pabbo… Kau telah menyakiti dua namja sekarang!
Aniya … Mana ada … Aku hanya menyukaimu, Oppa,” ucapku antara jujur dan bohong. Entahlah, aku sangat menyukai Minwoo. Tapi, aku juga merasa Kwangmin penting seperti Minwoo…
Chagiya, aku tau saat ini kau sedang berbohong, bukan? Jujur saja … Perasaan tidak dapat ditutupi …,” ucap Minwoo sambil menghela napas dan mengeluarkannya pelan.
“Eum … Itu, apa terlihat sekali?” tanya Yujin sambil menundukkan kepalanya.
“Heum. Jadi itu benar? Kalau begitu, kau kembali saja padanya … Kupikir, dia 46% lebih baik dariku. Lagipula, kalian sudah kenal sangat lama dan saling memahami, bukan?” Minwoo mencoba menyemangati Yujin.Tidak sakitkah? Tentu sangat sakit! Tapi, daripada memiliki apa yang tak seharusnya dimilki. Itu jauh lebih sakit, bukan?
“Oppa … Gomawo,” ucap Yujin pelan. Namun, masih bisa didengar Minwoo.
Cheonmaneyo … Begitu saja, ne? Hubungan kita, sepertinya sampai disini saja ….”
“Oppa? Kenapa begitu? Apa kau tak menyukaiku lagi?”
Aniya … Aku ….”
“Kalau begitu jangan akhiri! Aku akan belajar menyukaimu, apalagi … Kwangmin bilang dia ….”
“Yujin-ah! Aku sudah menyukai yeoja lain! Dia lebih baik darimu, jadi ….”
“Bohong! Tak mungkin kau seperti itu! Mana mungkin! Kau menyakiti ku, Oppa!”
“Kubilang aku sudah menyukai yeoja lain! Yeoja yang lebih baik! Lebih yeppeo! Jadi, untuk apa kita bersama? Pergilah! Aku ada janji dengannya!”
Dia langsung pergi begitu saja. Meninggalkanku yang tengah mematung mencoba mencerna ucapan nya.
***
“Aku pulang,” ucapku lesu setelah masuk ke rumah. Aku masih terpukul karena Minwoo memutuskanku secara sepihak.
Hening.
Tak ada yang membalas ucapanku. Biasanya saat ini, Kwangmin akan memintaku membuatkan orange juice untuk mengembalikan sifat kekanakannya yang hilang sewaktu di sekolah. Dan halmeoni  nya Kwangmin, sudah meninggal 3 minggu yang lalu. Kini, hanya Kwangmin dan aku yang menempati rumah ini. Ani! Hanya aku. Karena, setelah kejadian itu, aku tak pernah bertemu dengan Kwangmin. Aku merasa dia tak ada. Atau, dia yang menganggapku tak ada?
Tap Tap Tap
Aku menaiki satu demi satu anak tangga dengan gerakan seperti siput. Lama. Sangat lama.
Clek
Kubuka pintu kamar yang berada dihadapanku. Dan segera masuk. Merebahkan tubuhku yang sangat tidak bersemangat di atas kasur berwarna kuning ini. Ck, bahkan bergambar pikachu…
Tik Tik Tik Tik
Hanya bunyi jarum jam yang terdengar selama selang waktu 3 menit.
“Tunggu? Bed coverku berwarna hijau dan tak ada gambar apapun. Ini …,” Mataku memanas ketika mendapati sebuah foto. Foto aku, Kwangmin, dan teman-teman semasa kecil kami. Masih sangat akrab. Sungguh berbeda jauh dengan sekarang!
PRAANG!
Tanpa sadar, kubanting foto itu. Nafasku memburu. Entah kenapa, hatiku sangat sakit melihat foto berisi kenangan kami itu. Aku…
BRAKK
Aku terperanjat ketika bunyi itu memasuki telingaku. Dengan cepat, aku bangkit dari posisiku semula.
“Kwa … Kwangmin?” panggilku.
Dia terlihat kurus, apa tidak makan?
“Kwangmin, kenapa kau kurus seka ….”
“Apa yang kau lakukan di kamarku, eoh?” teriaknya cepat.
Aku tertegun, “Ah, mianhae … Aku salah masuk kamar. Jadi ….”
“Jadi dengan begitu kau bisa memecahkan barang milikku? Hah?” Lagi-lagi, ia memotong ucapanku dengan bentakannya yang sangat menusuk hatiku.
“Mian. Tapi, aku ‘kan tidak sengaja! Kau tak berhak membentakku seperti itu!” Aku membela diri. Tentu! Aku tidak sengaja! Kenapa dia marah sekali?
“Neo? Sudah bersalah masih mengelak? Benar-benar …,” Kulihat matanya merah sekali. Semarah itukah kau, Kwangmin? Hanya karena foto itu…
“Apa? Mau mengatakanku tidak tau diri? Cih! Bercerminlah, tuan Jo! Kau lebih tidak tau diri dibanding aku … Kau dulu manja sekali, sekarang kau memperlakukanku sepeti ini! Membentak, mencaci sembarangan! Kau pikir aku tidak punya perasaan, hah?” teriakku sekencang mungkin agar ia mendengarnya. Mendengar betapa sakitnya hatiku saat ia membentakku.
Tes!
Air mata sialan! Sudah berhasil kutahan sekian lama, malah keluar juga.
“Bisakah kau pergi dari hadapanku?” tanya Kwangmin setelah kami berdiaman dalam posisi yang belum berubah sama sekali.
“Maksudmu ….”
“Enyahlah dari hidupku, Kim Yujin! Jebal, keluar dari rumah ini,” Suara nya menjadi lebih lembut.
Tapi, permintaan itu sangat menyakitiku! Dan KAU! Aku tau kau juga sakit.
“Baiklah, kalau itu yang kau inginkan,” ucapku. “AKU AKAN ENYAH DARI HADAPANMU! AKU PASTI AKAN MENGENYAHKAN NYAWAKU DI HADAPANMU, JO KWANGMIN!” teriakku dengan air mata yang mengalir deras melewati pipiku.
Aku berbalik, dan hendak menuruni tangga.
GREPP
Tanganku tiba-tiba di cengkram erat oleh Kwangmin. Aku meronta, dan bersikukuh menuruni tangga.
“Jangan bodoh, Yujin-ah! Jangan melakukan apa yang kaupikirkan sekarang. Jebal ,” Ia masih mencengkram pergelangan tanganku.
Mian saja, tapi, itulah yang akan kulakukan!”
BRUKK
Kudorong tubuh Kwangmin sekuat tenaga. Sampai ia terjungkal dan kepalanya membentur pintu.
Tap,
BRUKK
“YUJIN-ah!” pekikan itu. Pasti milik Kwangmin.
Ah, kenapa tiba-tiba gelap sekali?
***
Author Pov
Seorang namja tengah mondar-mandir di sebuah ruangan. Lebih tepatnya ruangan UGD. Namja itu duduk dan menjambak-jambak rambutnya sendiri. Tak sampai 2 menit, ia kembali berdiri dan mondar-mandir lagi. Seperti itulah yang ia lakukan selama selang waktu 25 menit.
“Kwangmin-sshi!” panggilan itu tak membuatnya berhenti mondar-mandir. Sampai namja yang memanggil itu menepuk pundaknya.
“Hey! Kwangmin-sshi, bagaimana keadaan Yujin?” tanya namja yang memanggilnya tadi.
“Entahlah. Aku tidak tau. Aku sungguh tidak tau, Minwoo-sshi” jawab Kwangmin.
“Hah~ Ah, iya, sebaiknya kita tidak perlu se-formal ini. Kita ‘kan teman sekelas. Walau jarang mengobrol, bahkan tidak pernah” ucap Minwoo.
“Um, ne. Minwoo-sshi, ahh, mian . Minwoo-ya, mianhae . Yujin begitu karena aku,” ucap Kwangmin parau.
“Aku tau. Tapi, kenapa bisa sampai seperti itu? Apa sebenarnya yang terjadi?!” tanya Minwoo dengan nada meninggi.
“Aku membentak nya, dan menyuruhnya enyah dari hidupku. Dan … Dia ….,”
“Jadi dia bunuh diri?! Cepat katakan, Jo Kwangmin!” Minwoo langsung mencengkram kerah baju Kwangmin.
Mianhae … Hiks, aku melarangnya saat ia ingin turun tangga. Dia tetap bersikeras dan mendorongku. Lalu, ia terpeleset dan jatuh dari tangga … Hiks, itu semua salahku! Mianhae ….”
“Cih! Kau benar-benar! Aku sudah berbohong agar hubungan kami berakhir! Itu semua karenamu, dia menyukaimu! Entah suka apa … Seharusnya aku tak melakukan itu, dia takkan terluka seperti sekarang! Berhentilah menangis, dasar namja cengeng!” Minwoo langsung menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang UGD dan menanyakan kabar Yujin, mantan yeojachingu nya. Ani! Yujin belum memutuskan Minwoo, jadi, ia masih menjadi yeojachingu Minwoo.
***
Yujin Pov
Aku membuka mataku yang sangat berat (?). Aish! Kenapa kepalaku sakit sekali… Dan, aku sudah tidur berapa lama sampai mataku berat seperti ini?
“Annyeong, chagi. Kau sudah sadar?” tanya seorang namja yang suaranya sudah tak asing lagi bagiku. Minwoo, namjachingu ku.
 
“Oppa, kau sudah tidak marah padaku, ‘kan?” tanyaku.
“Marah? Tentu aku masih marah padamu!” jawab Minwoo yang mnghampiriku dengan semangkuk bubur di tangannya.
“Kalau begitu, mianhae …” ucapku lesu. Tenagaku sangat sedikit sepertinya.
“Kau baru akan ku maafkan kalau sudah sembuh. Kajja, makan ini dulu” Minwoo pun duduk di kursi yang berada di samping tempat tidurku.
“Oppa …,” panggilku.
“Ada apa?” tanya nya.
“Kwangmin, eodi ?”
Dia diam. Aneh sekali…
“Oppa, dimana Kwangmin?” desakku.
“Dia katanya akan kemari. Tapi ….”
“Tapi apa?” tanya ku tambah bingung.
“Aku tak membiarkan nya kemari,” jawab Minwoo akhir nya.
Mwoya ? Waeyo ?” Aku menatap nya tajam.
“Aku baru akan ijinkan dia kemari kalau kau menjawab pertanyaanku,” Dia balas menatapku.
Kami saling bertatapan, tatapannya… Kenapa begitu serius?
“Apa itu?”
“Kau menyukai Kwangmin, dari apa? Dan, apa yang membuatmu merasa kehilangan nya?” tanya Minwoo dengan masih menatapku. Aku cepat-cepat mengalihkan wajahku.
Hening.
Dia masih menunggu jawabanku, ‘kan?
“Aku … Menyukai Kwangmin dari sikap nya yang sangat manja itu. Setiap hari, aku selalu masuk dalam kehidupan nya … Itulah sebab mengapa aku merasa kehilangan nya. Aku tidak terbiasa bila tak mendengar permintaan nya yang seperti anak kecil,” jawabku ragu. Tapi, itulah isi hatiku!
“Kalau aku? Kau menyukaiku dari apa?” tanya Minwoo lagi. Kini, aku berani menatapnya kembali.
“Dari perhatian, dan kepedulian mu padaku,” jawabku.
“Nah, itulah cinta” ucap Minwoo yang langsung berdiri.
“Maksudmu?” tanyaku yang kurang merespon.
“Kau merasa Kwangmin itu namdongsaeng mu! Dan Kwangmin, membutuhkan mu sebagai noona nya. Benar, bukan?” Minwoo terus tersenyum dan keluar dari kamarku.
“Eh? Apa iya begitu?” gumamku.
***
Author Pov
Seorang yeoja sedang mengeluarkan beberapa kotak makanan dari ranselnya. Begitu pula namja disebelah nya. Ia sedang mengeluarkan sekotak kardus yang ukurannya lumayan besar.
“Oppa, itu apa?” tanya yeoja itu yang sepertinya penasaran dengan isi kotak milik namja disebelah nya.
“Kau tanya kan saja padanya!” jawab namja itu, ia menunjuk namja yang tengah memanjat pohon.
“Eh? Kenapa harus tanya pada anak itu?” gerutu yeoja itu.
“Hey! Yujin pabbo ! Bukankah kau jago memanjat?” tanya namja yang sedang berada diatas pohon.
“Hah? Aku tidak pernah bilang begitu …,” gumam yeoja bernama Yujin itu.
“Minwoo-ya, cepat naik kesini! Dari sini kita bisa melihat kota!” pekik namja itu lagi.
“Chagi, kata Kwangmin kau bisa memanjat pohon bukan? Kajja kita kesana!” ucap namja bernama Minwoo yang langsung menarik tangan Yujin untuk ikut memanjat pohon bersama Kwangmin.
“Hey! Oppa! Aku tidak bisa memanjat, tau!” gerutu Yujin ketika Minwoo sudah menyusul Kwangmin yang sedang bersandar di dahan pohon.
“Hah? Katanya ….”
“Kau bercanda? Mukamu mirip peliharaan temanku yang pintar memanjat. Nama nya Monkey! Dia sangat pintar memanjat …. Hahaha,” Kwangmin tertawa terbahak-bahak. Tanpa menghiraukan Minwoo, yang merupakan namjachingu Yujin, yeoja yang di tertawakannya, tengah memandang kesal pada nya.
“Yak! Apa katamu? Aku mirip dengan peliharaan temanmu itu?! Kau cari mati, rupa nya!” pekik Yujin yang langsung memanjat pohon tersebut dengan bantuan Minwoo.
Sesampainya diatas pohon, Yujin segera memberi jitakannya pada Kwangmin yang tertawa sampai mengeluarkan air mata.
“Ya! Sakit!” pekik Kwangmin sambil memegangi kepala nya yang terkena jitakan.
“Rasakan! Oppa, lihat disana sangat indah, ne?” Yujin langsung bersandar di dahan yang berada dekat dengan Minwoo.
Minwoo mengeluarkan ponsel nya, dan berfoto bersama Yujin.
Di atas pohon, hanya Kwangmin yang memasang wajah kesalnya.
“Cih! Jangan mengumbar kemesraan disini! Tidak elit sekali berfoto di atas pohon seperti itu!” cibir Kwangmin.
Minwoo dan Yujin langsung menatap Kwangmin dengan tatapan ‘meledek’.
“Maka’nya, jadi namja itu pemberani sedikit! Sudah kusuruh ajak Miko, kau tidak mau! Miko juga sedang sendirian, bahkan kelaparan …,” cibir Yujin membalas.
“Miko? Nuguya ?” tanya Minwoo.
“Dia itu kucing peliharaanku yang sangat menyukai Kwangmin … Hahaha,” Kini Yujin yang tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan Minwoo hanya menggelengkan kepala melihat yeojachingu-nya seperti itu. Dan Kwangmin,  ia hanya menatap Yujin kesal.
“Yang terakhir turun, harus memberikan seluruh makanannya pada yang pertama turun!” pekik Kwangmin tiba-tiba.
Sontak Yujin berhenti tertawa, dan segera turun. Diikuti Minwoo yang tadi membantu Yujin untuk turun terlebih dahulu.
“Hahaha, kalian kalah! Mana makanan kalian? Serahkan padaku!” perintah Kwangmin.
Yujin pun memberikan seluruh kotak makanan beserta isi nya.
“Oppa, kita makan di restoran saja, yuk!” ajak Yujin.
Minwoo mengangguk, mereka pun pergi meninggalkan Kwangmin yang sedang memasukkan kotak makanan nya ke ranselnya.
“Sial! Aku di tinggal di bukit!” gerutu Kwangmin.
***
Yujin Pov
‘Kini aku mengerti, cinta ku pada Kwangmin hanya sebatas layak nya kakak-beradik. Hah~ Untung Minwoo sangat bijak. Kalau tidak, aku takkan tau seperti apa diriku yang terjebak dalam cinta yang salah …’ batin ku sambil menatap lekat Minwoo, namjachingu ku. Lalu melihat Kwangmin yang sedang berjalan mengikuti kami dari belakang sambil bersenandung ria. Aku hanya tersenyum sendiri, tak menyangka kalau akhir cinta ku akan seperti ini. Sangat hangat, dan menyenangkan.
~END~
Aku lagi dalam proses membuat ff baru nih… ^^ Kira-kira ada yang mau? Baca yah cuplikannya (?)

.
.

“Youngmin-ah, dengar. Aku akan bermain drama! Aigoo~ Akhirnya, Jung seonsaengnim memberiku kesempatan juga!”
“….”
“Ya! Aku berbicara padamu, Youngmin-ah… Kenapa sih kau selalu mengabaikanku?”
“Pembicaraanmu itu selalu tidak penting. Untuk apa kutanggapi?”
***
“Youngmin hyung! Kau sudah dengar?”
“Dengar apa? Dasar berisik! Kau selalu menganggu….”
“Itu… Hyejin akan bermain drama!”
“Lalu?”
“Aish… Kau tidak cemburu, eoh?”
“Ck, kenapa harus cemburu? Memangnya ada apa?”
“Aish… Terserah padamu saja! Jangan menyalahkanku nanti, aku sudah memberitahumu.”
***

“Waktu itu kau ‘kan tidak mengatakan apa-apa saat aku memberitahumu… Kalau ingin menyuruhku membatalkannya, lebih baik kita putus saja! Lagipula, bukankah tidak ada yang tahu hubungan kita?”
.
.
Gaje banget kan? -_-
Kalau ada yang minat, ya bakal aku lanjutin pembuatannya😀
Gomawo buat yang udah baca❤

This entry was posted by boyfriendindo.

2 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] This is Love? Or What? – Chapter 02 (END)

  1. akhir’a setelah setia membaca, ternyta kaya gtu ending’a.. love it!. main cast ff berikut’a itu youngmin ya?? oke, ditunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: