[FANFICT/FREELANCE] Mirror – Chapter 03

Title 
: Mirror – Chapter 03
Author : Reina
Genre : Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Jo Youngmin  ~ Jo Kwangmin
  ~ Kim Eunji

  ~ Park Soeni

Support Casts
: ~ Others

Aaaa.. aku rasa ini makin absurd.-. Haha.. Maaf banget yah kalo makin gaje>< Hihi.. Tapi semoga yang ini lebih lebih lebih seru yah.. Haha.. Happy reading^^

“Ya! Kau yang tadi aku tabrakkan? Mianhae”kata Kwangmin dengan ekspresi andalannya yaitu cuek.

“Ani. Gwenchana. Mianhae. Aku yang harusnya minta maaf”jawabnya.

Kwangmin terlihat bingung. Dan aku tahu, dia pasti meminta jawaban dariku. Tapi aku tak tega melihat Eunji. Dan akhirnya..

“MWO!?! Maldo andwae!” kagetnya seakan tak percaya. Ya, benar. Aku baru saja menceritakan apa yang Eunji katakan padaku. Eunji terlihat ketakutan dan berlindung dibelakangku. Raut wajahnya benar-benar menjelaskan perasaannya. Takut, kecewa, sedih, bingung itulah yang dirasakan Eunji.

“Mi.. Mianhae,oppa”katanya dengan suara sedikit bergetar.

“Eunji-ah. Bisa kau tinggalkan kami berdua? Aku ingin bicara pada Kwangmin”

Eunji pun mengangguk dan meninggalkan kami berdua.

“Hyung.. Mengapa kau bersikap baik padanya?”tanya Kwangmin dengan kesal.

“Kwangmin-ah, walaupun dia sangat dekat dengan Jeongmin tapi dia masih mau menolongmu. Jika kau tidak ditolong olehnya, aku tak tahu nasibmu sekarang akan seperti apa” jawabku mencoba menenangkan Kwangmin.

Kwangmin’s POV

Aku sungguh tak percaya. Mengapa yeoja itu.. Ahh.. Perasaanku saat ini sangat kacau.

“Kau tak tahu..” belum sepenuhnya aku berbicara, hyungku sudah memotongnya.

“Aku tahu perasaanmu. Aku tahu, seharusnya hari ini adalah hari yang indah untukmu. Harusnya hari ini kau merasa sangat bahagia. Tapi seketika semua kandas begitu saja.” Potongnya.

Aku merasa wajahku memerah menahan amarah. Aku bukan marah pada Hyungku ataupun Eunji, tapi aku marah pada diriku sendiri. Aku tak bisa menatap wajah Hyungku, aku hanya bisa terduduk di tempat tidur ini. Aku merasa bodoh karena aku telah meneteskan air mataku di depan Hyungku. Tiba-tiba Youngmin duduk di sebelahku.

“Aku tahu semua perasaanmu. Aku ini hyungmu, bahkan aku adalah kembaranmu. Apa yang kau rasa, aku pasti juga ikut merasakannya. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Jangan kau melimpahkan amarahmu pada Eunji yang jelas-jelas tidak tahu apa-apa.” Ucapnya. Youngmin, dia memang kembaranku. Dan dia yang sangat mengerti tentangku. Aku berusaha untuk terlihat tegar.

“Gomawo,hyung.” ucapku lirih. Aku berusaha menyudahi tangisku. Aku menoleh ke arah youngmin, terlihat dia sangat khawatir tapi tetap mencoba untuk tersenyum.

-Tok Tok Tok-

Annyeong.. aku membawakan ini untuk kalian. Mi.. Mianhae.” kata Eunji yang masih takut denganku. Dia mengantarkan kue dan susu. Aku masih merasakan amarahku, tapi aku mencoba menahannya sebisa mungkin.

“Eunji-ah..” kataku dengan cuek.

Ne.. Ne?” jawabnya. Dia masih menundukan kepalanya.

“Ya! Apa aku terlihat begitu menyeramkan sehingga kau tak berani menatapku?” tanyaku. Youngmin tahu maksudku bahwa aku hanya ingin mencoba berteman dengan Eunji.

Aaa.. Ani..” jawabnya dan langsung menatapku sambil menggelengkan kepalanya.

Gomawo” ucapku sambil tersenyum. Youngmin pun ikut tersenyum.

“Jadi, kau memaafkanku?” tanyanya mulai riang.

Ajik” jawabku. Youngmin langsung menatap heran padaku.

“Ya! Jo Kwangmin.” serunya.

Mwo?” jawabku dengan santai.

“Eunji sudah minta maaf, kau juga sudah berterima kasih. Mengapa kau belum memaafkannya?” kesalnya. Eunji hanya bisa menundukan kepalanya lagi. Aigo, betapa lucunya ekspresi mereka. Ini sungguh membuatku ingin tertawa.

“Jika kau ingin aku maafkan, kau harus menuruti permintaanku.” cuekku pada Eunji. Youngmin masih terlihat heran.

“A.. Apa itu?” tanyanya.

“Kau…harus menemani hyungku makan malam. Aku kan masih sakit akibat Oppamu, jadi tak bisa menemani kalian.” jawabkku dengan senyum simpulku. Terlihat wajah Youngmin dan Eunji memerah karena malu.

“Ya! Kim Eunji! Eotteokhae? Kau tak mau? Baiklah. Jangan harap aku memaafkanmu”

Ani.. Aku mau!” jawabnya dengan pipi memerah. “Aku…turun duluan. Aku tunggu dibawah”

Ya! Jo Kwangmin! Apa maksudmu?” tanya Youngmin. Dia seakan tak percaya.

Hyung, aku tahu perasaanmu. Kau menyukai Eunji kan?” jawabku dengan memperlihatkan senyum simpulku. “Aku tahu semua perasanmu. Aku ini dongsaengmu, bahkan aku adalah kembaranmu” jawabku sambil menggoda hyungku ini.

Ya! Mengapa kau.. Aku.. Aishh jinjja.. Kau ini” gugupnya. Dia masih merasa malu. Aku tahu itu, karena aku kembarannya.

“Walaupun aku terlihat dingin, tapi aku juga senang menjahili orang lain. Tak terkecuali Hyungku. Lagipula, kau pasti lapar. Palli! Temui Eunji. Kajja! Kajja! Haha” godaku dan mengusir Youngmin.

Ya! Kau ini!” jawabnya sambil tersenyum malu dan pergi menemui Eunji. “Aku pergi dulu”

Ne. Eunji-ah, hati-hati jika kau berkencan dengan hyungku. Haha” teriakku sambil tertawa dan dibalas teriakan hyungku “YA! JO KWANGMIN!”

Author’s POV

Youngmin pun mengajak Eunji ke sebuah restauran yang menjadi langganannya. Entah mengapa restauran itu malam ini sangat sepi. Hanya ada beberapa pasang kekasih sepertinya. Youngmin dan Eunji sama-sama merasakan canggung yang luar biasa ketika memasuki restaurant itu.

‘Aishh.. Jinjja.. Mengapa Kwangmin bisa tahu perasaanku?’ batin Youngmin dan Eunji.

Mereka duduk dimeja yang berada di taman belakang restauran itu.

“Kau ingin makan apa?” tanya Youngmin memulai percakapan.

“Sama kan saja denganmu” jawab Eunji.

Youngmin masih saja memperlihatkan sikap dinginnya. Ya, dia seperti itu karena dia sangat gugup. Sebenarnya Jo Twins adalah namja yang sangat perhatian, mengasyikkan dan sangat pandai melucu. Mereka bersikap dingin karena mereka jijik dengan yeoja yang sering menggoda mereka.

Annyeonghaseo. Mau pesan apa?” tanya pelayan itu yang sudah sangat kenal dengan Youngmin.

Ya! Min Woo-ah, tak perlu seperti itu. Biasanya juga kau tak ramah padaku” sindir Youngmin pada Min Woo, teman baiknya Kwangmin.

“Youngmin-ah, aku tak bicara padamu. Noona, kau mau pesan apa?”jawabnya hingga membuat Youngmin terdiam dan sedikit memanyunkan bibirnya. Eunji hanya tertawa kecil.

“Tak perlu memanggilku Noona. Panggil saja Eunji. Youngmin, kau mau pesan apa?” jawab Eunji.

“Oh jadi kau yeojachingunya Youngmin?” tanya Min Woo. Min Woo sangat lucu dan manis. Senyumnya juga dapat memikat hati setiap wanita.

Ya! Aku pesan menu seperti biasa saja. Palli! Aku sudah lapar” jawab Youngmin mengalihkan pembicaraan.

“Youngmin-ah.. Kau ini” katanya sedikit sebal. “Eunji-ah, kau mau apa?” tanyanya dengan sangat lembut. Youngmin merasa kesal dengan tingkah Min Woo. Mungkin ia cemburu jika Eunji dekat dengan Min Woo.

“Samakan saja dengan Youngmin” jawabnya dengan cukup yang sangat manis.

“Baiklah. Chakkaman” lembut Min Woo.

Palliwa!” seru Youngmin.

“Temanmu itu sangat lucu” kata Eunji dengan memperlihatkan senyum manisnya.

“Dia itu playboy. Memang suka bertingkah manis pada setiap wanita” jawab Youngmin.

Tak berapa lama, Min Woo  datang membawakan pesanan Youngmin dan Eunji.

“Min Woo-ah, aku kan tak pesan soft cake ini”tanyanya heran.

“Ini bonus dari kami”jawab Min Woo.

“Tapi aku tak lihat ada soft cake ini di meja pelanggan lain” heran Eunji sambil melihat ke sekeliling mereka.

“Sudah.. Ini khusus dari restauran kami sebagai bonus. Mungkin di meja yang lain, soft cake ini sudah dimakan”

Tanpa rasa curiga, mereka hanya menganggukan perkataan Youngmin. Youngmin dan Eunji memakan makanan pesanan mereka. Sebenarnya soft cake berbentuk hati berwarna merah muda yang sangat cantik itu sengaja diberikan pada Eunji dan Youngmin. Ya, itu adalah usul Kwangmin.

-FLASHBACK-

Yeoboseo? Min Woo-ah?”

Ne. Mwo?”

“Kau bisa membantuku?”

“Tentu saja. Ada apa?”

“Youngmin akan ke restauranmu. Dia pergi dengan seorang yeoja. Kau mengertikan maksudku?”

Ani

“Ya! Kau ini kan berpengalaman”

“Haha.. Ne, Arraseo

“Haha.. Gomawo,Min Woo-ah”

Cheonmaneyo.. Haha”

-FLASHBACK END-

Mereka berdua sudah selesai makan. Tapi mereka belum pulang, mereka masih berada di restauran itu. Tiba-tiba ada sekelompok musisi jalanan yang berada di atas panggung tak jauh dari mereka. Musisi jalanan itu memainkan lagu romantis, seakan-akan khusus ditujukan kepada Youngmin dan Eunji.

“Boleh saya meminta kalian berdiri?” kata salah satu vokalis musisi jalanan itu. Semua orangpun berdiri tak terkecuali Youngmin dan Eunji.

“Lagu ini khusus untuk hadirin sekalian. Untuk menambah semangat kami, kami mohon untuk semuanya berdansa bersama”

Youngmin dan Eunji saling berhadapan. Mereka merasa sepertinya ini adalah kebetulan yang sangat tidak disangka. Seolah-olah ada yang sengaja ingin membuat mereka berdua benar-benar menyatakan perasaan mereka, walau mereka baru pertama bertemu.

“Yo…Youngmin-ah.. Aku tak bisa berdansa” gugup Eunji.

“Tak apa. Kau hanya perlu mengikutiku” kata Youngmin. Youngmin mengambil kedua tangan Eunji di bahu kanannya dan kedua tangan Youngmin memegang pinggang Eunji.

“Kau ikuti saja gerakanku”

Aigo aigo aigo.. Apa ini sebuah mimpi? Eotteokhae? Eotteokhae? Ahh.. Jeongmin oppa, mianhae. I’m fallin in love with him’ batin Eunji sambil terus berdansa dengan Youngmin.

‘Seandainya kau bukan adik Jeongmin. Seandainya kau bukan adiknya. Aku pasti bisa memilikimu. Ini pertemuan pertama kita, tapi.. Saranghaeo, Eunji-ah. Aigo.. apa aku boleh mencintai rekan musuhku sendiri? Aigo.. aku sungguh bingung’ batin Youngmin.

Singkat cerita setelah dari restaurant, mereka pergi ke sebuah taman bermain yang tak jauh dari rumah Eunji. Mereka duduk di sebuah ayunan dan saling berhadapan.

“Ya, Eunji-ah. Apa kau.. punya namjachingu?” pertanyaan itu sontak membuat Eunji kaget.

“Ani. Aku tak punya namjachingu. Kau sendiri.. Pasti punya yeojachingu kan?”

Ani

Wae? Kau ini kan tampan”

Jeongmal? Ada satu kejadian yang membuatku tak pernah jatuh cinta pada yeoja manapun” katanya sambil tersenyum pahit.

“Kejadian? Kejadian apa itu?

“Kejadian yang membuat Kwangmin sampai saat ini masih terluka” seketika wajah Youngmin terlihat murung. Dia seakan menahan amarah dan rasa sedihnya.

“Apakah.. mmm.. apakah ada hubungannya dengan Jeongmin oppa?”

“Yaa.. Begitulah.. sudah tak usah bahas tentang itu” dia mencoba untuk melepas senyumannya.

“Youngmin-ah.. Mianhae

Andwae.. Bukan kau yang salah” ucapnya sambil mengelus-elus kepala Eunji.

Tiba-tiba handphone Eunji berdering..

Yeoboseo?”

Ya! Ne.. Ne.. Chakkaman

Terlihat Eunji sangat panik dan itupun membuat Younghin sangat heran.

Waeyo?”

Mollayo.. Kajja! Kita kembali ke rumahku sekarang. Kajja!”

Mereka berdua pun kembali ke rumah Eunji. Youngmin sangat heran melihat Eunji begitu panik. Sebenarnya ada apa? Mengapa eunji sangat panik?

Mau tau kelanjutannya? Tunggu part selanjutnya yah ;p maaf banyak typo. Hihi.. Ayoo diterima kritik dan sarannya ^^ Kamsahamnida ^^

This entry was posted by boyfriendindo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: