[FANFICT/FREELANCE] Do You Really Love Me ? – Chapter 01

Title 
: Do You Really Love Me ? – Chapter 01
Author : Felicia Octine Dina Sayudi
Genre : Family, Sad Romance, & Romance
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts 
: ~ Yoo Hyejin [OC]

  ~ Jo Youngmin

  ~ Shin Mihyo [OC]

  ~ Jo Kwangmin

  ~ No Minwoo

######################################################################

Warning!
Typo(s) bertebaran, gaje, dll. No silent readers please! >,<
Ini ff aku buat pas lagi sibuk2nya ulangan setelah fakum buat nulis ff sekian lama, jadi, kalau banyak peminatnya yah aku sempetin buat lanjut. Kalo sedikit, buat apa? Sebelumnya gomawo buat reader’s di ff aku sebelumnya yang minat baca ff ini. Jadi ada semangat buat nulis deh😀
So, please no silent readers!

~Happy Reading~

Author POV
“Ya! Youngmin-ah! Apa kau sudah dengar? Aku akan bermain drama…,” seru Hyejin gembira sambil terus menyesap coffee latte yang dipesannya.
Sedangkan Youngmin, namja yang diajak bicara olehnya hanya diam tak bergeming. Ia memang sedang menemani yeojachingunya di cafe, namun pikirannya sudah entah kemana. Tidak menanggapi satu pun celotehan Hyejin.
“Ya! Youngmin-ah?” panggil Hyejin yang mulai merasa tidak dipedulikan. Namun, Youngmin masih tetap diam sambil menatap lurus ke langit biru yang cerah dari jendela. “Youngmin?” panggil Hyejin sekali lagi. Sama. Youngmin tetap diam saja.
‘Apa yang harus kulakukan?’ Ia bertanya dalam hati. Yang ada di pikirannya hanyalah: ‘Bagaimana cara mengatakannya pada Hyejin?’.
“Youngmin-ah!” Kali ini, Hyejin sedikit mencondongkan tubuhnya agar dapat meraih bahu Youngmin dan menggoyangkannya sedikit. “Ne?” Youngmin tersentak kaget ketika tangan Hyejin baru menyentuh bahunya.
“Kau… Kenapa?” tanya Hyeji yang sudah kembali duduk dengan benar dengan nada bingung.
“Tidak apa-apa. Hanya sedikit memikirkan tugas Kim seonsaengnim yang belum selesai,” jawab Youngmin sambil tersenyum simpul setelah menatap Hyejin sebentar. Lalu meminum milkshakenya yang belum tersentuh sama sekali.
“Benarkah?” tanya Hyeji lagi, tidak percaya. Lalu ia mengaduk-aduk coffee lattenya dengan sendok kecil. “Kau… Aku sebenarnya sudah biasa tidak dipedulikan seperti ini. Tapi, kali ini kau terus menatap langit. Seperti sedang banyak pikiran?”
“Perkataanmu tidak penting. Untuk apa aku menanggapinya?” dengus Youngmin. “Lagipula, aku hanya merasa langit hari ini sangat cerah. Jadi… aku ingin terus melihatnya.”
Hyejin sedikit merasa tercekat mendengar dengusan Youngmin. ‘Tidak penting? Kau memang jarang berbicara padaku Youngmin… Tapi, kenapa setiap kata yang kau keluarkan sedikit menyakitkan?’ Hyejin menatap Youngmin sendu sambil tersenyum miris.
Waeyo?” Youngmin mengangkat kepalanya, merasa dipandangi. “Ada apa dengan wajahmu, eoh? Jelek sekali….”
Aniya, tidak apa-apa. Ah, aku harus segera pulang. Kau atau aku yang bayar?” Hyejin beranjak untuk pergi.
Sungguh, ia sudah tidak tahan berhadapan dengan Youngmin terus.
“Aku saja. Kau pergilah. Aku tidak bisa mengantarmu pulang,” ucap Youngmin dengan wajah datar.
“Baiklah. Lagipula aku sudah biasa pulang sendiri,” Hyejin menghela napas berat. Ia sungguh sedang kesal pada Youngmin hari ini.
“Ya sudah, hati-hati. Jangan menyebrang sembarangan,” Youngmin menperingati Hyejin. Walau padahal Hyejin sudah berjalan jauh keluar cafe, tidak bisa mendengarnya.
Mianhae…,” gumam Youngmin sambil terus menatap punggung Hyejin sampai menghilang dari pandangannya karena sudah masuk ke dalam bus.
***
Hyejin POV
Kenapa ia tidak bisa sedikit pun mengerti diriku, eoh? Apa dia tidak tahu kalau selama ini, aku sangat sedih tidak dipedulikan olehnya tiap berbicara?
Aku menghempaskan kasar tubuhku di atas kasur sesampainya di rumah, tepatnya di kamarku.
“Jo Youngmin… Kenapa kau selalu membuatku seperti ini?” gumamku sedih sambil menatap lurus langit-langit kamar.
“Padahal kupikir, setelah kau menerimaku… Setiap hari kau akan menemaniku makan siang di sekolah, berkencan sampai sore, menelpon untuk mengucapkan selamat malam sebelum aku tidur…,” entah kenapa air mataku tiba-tiba mulai mengalir mengingat satu hal. “Bodoh. Padahal hubungan ini saja hanya aku, dia, Minwoo dan Kwangmin saja yang tahu….”
Drrt…
Tiba-tiba ponsel di kantung mantelku yang belum kulepas, bergetar. Setelah menghapus air mata yang sempat membentuk sungai di kedua pipiku, aku langsung meronggoh kantungku.
Pasti sebuah panggilan masuk! Bergetarnya lama sekali!
Tanpa melihat namanya, aku tahu ini siapa. “Yeoboseyo? Jo Youngmin! Kau menelponku?!” Aku terus tersenyum.
Ya Tuhan… Kau baik sekali mengabulkan keinginanku secepat ini….
“….”
“Ha… Halo? Youngmin-ah?”
“Hyejin-ah, ini aku No Minwoo. Kau tidak membaca dulu sebelum mengangkat teleponmu, hah?” Suara Minwoo…
Senyum di wajahku langsung luntur. “Ah? Minwoo-ya, ada apa?” tanyaku lesu.
“Dasar bodoh. Aku hanya ingin mengajakmu berangkat bersama besok. Kau mau? Kau ‘kan sering terlambat akhir-akhir ini….”
“Tidak usah. Youngmin akan menjemputku besok.”
“Oh, benarkah? Ya sudah. Cepat tidur, jangan bangun kesiangan terus! Annyeonghi jumuseyo!”
Bip
Minwoo langsung mematikan sambungannya.
Aku sedikit tersentak dan sedih mendengar kalimat terakhirnya. Kalimat yang selalu ingin kudengar dari Youngmin untukku… Justru orang yang hanya temanku yang mengucapkannya untukku…
“Youngmin-ahbogoshippo….”
***
Drrt…
“Nghh…,” Aku terbangun merasakan getaran ponsel di genggaman tanganku. “Yeoboseyo?”
“Aku tidak bisa menjemputmu. Aku bangun kesiangan hari ini, dan….”
“Sudahlah! Lagipula kau tidak pernah menjemputku sejak sebulan yang lalu. Aku sudah terbiasa!”
Bip
Langsung kumatikan telepon dari Youngmin dengan emosi. Sungguh, pagi-pagi begini sudah membuatku kesal…
Tunggu! Pagi? Ini pukul…
Omo!” Aku langsung meloncat turun lalu pergi ke kamar mandi dengan tergesa-gesa begitu melihat jam dinding. Aku kesiangan.
***
“Baik, ketua kelas. Siapa saja yang tidak masuk hari ini?” tanya seonsaengnim begitu kelas dimulai.
“Yoo Hye….”
Brakk
“Aku hadir!” seruku begitu berhasil membuka pintu kelas kasar.
“Kau telat lagi?” tanya seonsaengnim geram. Atmosfer langsung teras memanas.
“I-iya… Mianhae, kaki saya….”
“Cepat lari 30 kali keliling lapangan! Aku akan menyuruh satpam Oh mengawasimu!” potong seonsaengnim cepat sebelum aku selesai memberi penjelasan.
Ssaem… Kakiku seperti ini… Bagaimana bisa berla….”
Blamm
Pintu kelas langsung ditutup rapat-rapat oleh Jang seonsaengnim.
Sial…
***
“Youngmin hyeong! Kau harus ke sini, sekarang! Kaki Hyejin….”
“Aku tidak ada waktu. Ada rapat OSIS. Sudah ya!”
Bip
Kwangmin langsung menatapku kasihan begitu Youngmin memutuskan sambungan.
“Bagaimana? Dia akan ke sini?” tanya Minwoo yang duduk di sampingku.
Kwangmin menggeleng. “Katanya ada rapat OSIS. Sial, kenapa sih dia mau saja menuruti yeojabodoh itu? Padahal ketuanya kan dia….”
“Maksudmu?” tanyaku bingung.
“Ya, yang mengadakan rapat itu Shin Mihyo, wakil ketua OSIS. Dia sering sekali mengadakan rapat, dan dengan bodohnya Youngmin menurutinya….”
Aku tersenyum miris. Aku ingat dia, aku pernah bertemu dengannya sekali saat menunggu Youngmin. “Pantas saja ia sering tidak mau menemaniku pergi,” gumamku sambil mengangguk-anggukan kepala sendiri.
“Ayo, biar kami yang mengantarmu ke UKS…,” ajak Minwoo. Ia membantuku berdiri. Begitupula Kwangmin.
Aku tersenyum lebar, “Gomawo.”
Setidaknya aku masih punya teman.
***
“Hyejin-ah, kau yakin mau menunggu Youngmin? Kata Kwangmin ‘kan Youngmin ada rapat…,” tanya Minwoo yang tengah memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
Aku mengangguk. “Sudah lama aku tidak pulang bersamanya.”
Minwoo hanya tersenyum mendengar jawabanku, lalu ia langsung pulang begitu saja. Aku sekarang sendirian di kelas.
Aku mengambil ponselku dari dalam tas, dan mengirimi Youngmin pesan.
‘Aku menunggumu di kelas. Kuharap kau segera ke sini ^^.’
Selesai. Aku tersenyum memandang pesan singkat itu, dan segera mengirimnya.
***

Youngmin POV

 
Drrt…
Ponselku bergetar, dan dengan malas aku pun membuka sebuah pesan masuk.
‘Aku menunggumu di kelas. Kuharap kau segera ke sini ^^.’
Aku mendengus kesal. Dia bodoh? Aku ‘kan ada rapat nanti…
‘Pulang saja duluan. Kalau mau menunggu terserah padamu saja. Aku tidak tahu akan pulang kapan. Siapa juga yang menyuruhmu menungguku? Dasar bodoh!’
***

Hyejin POV

DEG
Jantungku langsung berdetak kencang membaca pesan Youngmin. Bukan karena dag-dig-dug seperti orang jatuh cinta, tapi,  ini seperti sebuah pukulan yang menyakitkan walau sekali.
“Yo-Youngmin…,” Aku meremas ponselku. Dan air mataku jatuh seketika.
Aku menangis.
Lagi-lagi selalu menangisinya. Tuhan… Kenapa dia seperti itu padaku?
Dengan berat, aku memasukkan kembali ponselku ke dalam tas. Lalu beranjak meninggalkan kelas.
“Kekeke… Arasseo, aku pasti akan menemanimu menyelesaikan tugas.”
DEG
Suara ini…
Aku segera berjalan cepat mencari asal suara, dan… Benar saja. Tepat di depan mataku, Youngmin mengusap-usap kepala seorang yeoja yang kuketahui bernama Shin Mihyo yang disebut-sebut Kwangmin tadi. Youngmin bahkan terus tersenyum, terkekeh, dan berbicara dengan lembut… Berbeda sekali dengan sikapnya saat bersamaku.
Tapi… Kenapa? Apa mereka saling menyukai? Lalu, kenapa waktu itu Youngmin menerimaku?
“Mungkin dia hanya kasihan padamu yang terus mengejarnya 3 tahun ini…”
Tiba-tiba kata-kata salah seorang teman dekatku, Park Ara, terngiang-ngiang di otakku.
“Jadi… Kau hanya kasihan padaku?”
.
.
Gomawo for readers! ^^/
Lanjut gak yah? Kira-kira layak dilanjutnya ff ini? Ini sebenernya udah berbulan-bulan bersarang di otakku, pengen nulis, tapi males. Karena udah lama gak nulis juga T.T Tapi karena ada minat, aku buat. Kalo masih pada mau lanjut, bakal aku sempetin buat lagi ^^

Review, kritik dan saran ditunggu yah ^^

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Do You Really Love Me ? – Chapter 01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: