[FANFICT/FREELANCE] Why Not Me

Title 
: Why Not Me
Author : Hyeri Charenrique
Genre : Angst & Sad Romance
Rating : T
Type : Drabble
Main Casts 
: ~ No Minwoo

~ Yoon Hyemi (OC)

 

A/N: Annyeong~^^ Ini entah FF keberapa. Mohon comment-nya, supaya Hyeri tau kekurangan Hyeri dimana. Gomawo udah menyempatkan membaca FF ini~^^

Disclaimer: Member BoyFriend milik StarshipEnt, keluarganya masing-masing, dan Tuhan. Yoon Hye Mi itu punya Hyeri.

Jalan cerita milik Hyeri juga. Kalo ada FF yang sama itu PLAGIAT atau KEBETULAN. DON’T BE SILENT READER AND DON’T BE PLAGIARISM ^^

Warning: Typo(s), Hiperbola dan cerita yang berantakan

Happy reading this fic~^^

~~~~~~~

Oppa, kajja kita main wahana itu.” Rengek yeoja di sebelahku seraya menggoyangkan tanganku. Aku pun tersenyum melihat sikapnya yang seperti itu. Karena gemas, aku pun mengelus kepalanya.

“Baiklah, chagi. Kajja!” ajakku bersemangat. Aku menggenggam tangannya erat dan kami berjalan menuju wahana yang ingin ia naiki, roller coaster. Kami mengantri untuk memasuki wahana tersebut. Ia terlihat sangat senang, begitu juga aku. Aku sangat senang bisa menghabiskan waktuku bersamanya di taman hiburan seperti ini.

Tibalah giliran kami naik wahana ini. Kami duduk di barisan kedua, agar tidak terlalu depan.

“Kau siap, HyeMi~ya?” tanyaku pada yeojachingu-ku yang duduk di sebelahku tentunya.

“Sangat siap, Oppa. Mengapa Oppa bertanya begitu padaku. Jangan-jangan Minnu Oppa yang tidak siap?” godanya.

Ani. Oppa sangat siap jika Oppa bersamamu.” Ucapku seraya menggenggam tangannya. Perlahan, roller coaster pun berjalan maju. HyeMi menggenggam tanganku dengan sangat erat. Tanpa kami sadari, kami sudah tiba lagi di tempat awal tadi kami naik.

“Baiklah, hari sudah mulai malam, kau mau melihat sunset, chagi?” tanyaku pada HyeMi.

“Ne, Oppa.” Jawabnya singkat. Senyum manisnya masih terukir di bibir mungilnya.

“Baiklah, kita harus cepat, jika kita terlambat kita tak bisa melihat sunset yang sangat indah. Kajja!!” ajakku bersemangat. Aku menggenggam tangannya dan kami pun berjalan menuju tempat kami akan melihat sunset.

Sesampainya kami disana, kami mencari tempat duduk yang nyaman untuk melihat sunset yang indah. Kami pun menemukan tempat yang nyaman, yaitu di bawah pohon yang rindang.

Oppa, hari ini aku bahagia sekali. Aku bisa berjalan-jalan berdua dengan oppa ke tempat yang sangat menyenangkan. Jeongmal gomawoyo, Minwoo oppa.” Ucap HyeMi yang sedang bersandar di pundakku.

Ne, chagi~ya. Hari ini, aku juga bahagia. Sama sepertimu.” Jawabku.

Kami terus memperhatikan sunset yang indah. Perlahan, matahari mulai tenggelam dan menghilang, seakan ditelan oleh air jernih di danau tersebut. Ya, di dekat taman hiburan tersebut ada sebuah danau yang indah.

“HyeMi~ya. bukankah indah melihat sunset dari sini?” tanyaku. Tak ada jawaban dari HyeMi. Aku bingung, kemudian aku mencoba memukul pipinya pelan. Aku sangat terkejut.

“HyeMi!! HyeMi!!” ucapku panik. Aku pun segera menggendong HyeMi ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil yang kubawa.

“Bertahanlah, HyeMi~ya.”

~~~~~

“Mianhae. Kami sudah berusaha untuk mempertahankan HyeMi. Tapi, penyakit jantungnya benar-benar sudah kronis. Tuhan sangat menyayanginya, jadi Tuhan ingin bertemu dengan HyeMi disana.”

“Jadi maksud dokter, HyeMi sudah meninggal?”

Dokter Myungsoo pun mengangguk. “Saya turut berduka cita.” Ucapnya lalu pergi meninggalkanku dan orangtua HyeMi.

“Kau namjachingu-nya HyeMi? Minwoo?” tanya Oppa-nya HyeMi padaku. Aku hanya mengangguk. “HyeMi menitipkan surat ini padaku tadi pagi. Dia bilang, umurnya tak panjang lagi dan jika ia sudah meninggal ia berpesan untuk memberikan surat ini padamu. Ini suratnya.” Lanjut Oppa-nya HyeMi seraya menyodorkan sepucuk surat yang dilapisi amplop berwarna biru.

“Baiklah, Minwoo~ya. Kami mau melihat HyeMi sebentar. Jika kau ingin melihatnya juga, masuk saja.” Ucap appa-nya HyeMi. Aku pun mengangguk dan aku sempat melihat Eomma-nya HyeMi menangis.

Aku pun perlahan membuka amplop biru tersebut. Saat kubuka, aku melihat secarik kertas yang dilipat, akupun segera membacanya.

To: No Minwoo Oppa

Annyeong, Oppa. Mungkin saat oppa membaca ini, aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. Dan yang memberikan surat ini bukan aku, tapi Yoon Si Yoon Oppa. Aku menitipkannya surat ini karena aku tak mungkin memberikan surat ini langsung pada Oppa.

Oppa, mianhae.. Aku tak memberitahu Oppa tentang penyakit jantungku ini. Semoga Oppa bisa mengerti. Aku tak ingin Oppa repot hanya karena mengkhawatirkan diriku. Maaf sudah berbohong padamu tentang obat yang waktu itu kau temukan di tasku. Jeongmal mianhaeyo.

Oppa, gomawo.. Aku sangat bahagia karena aku bisa bertemu dengan namja seperti Minwoo Oppa. Oppa adalah segalanya bagiku. Aku tak tau harus ber-terima kasih dengan cara apa. Oppa sangat baik padaku. Oppa selalu menghiburku saat aku sedih. Jeongmal gomawoyo, Oppa.

Waktu itu, aku sempat tak percaya bahwa Oppa menyukaiku dan menyatakan perasaanku dengan cara yang sangat menarik. Aku sangat senang sekaligus malu. Ternyata, namja yang kusukai menyukaiku juga. Pikirku. Oppa akan tertawa jika Oppa tahu apa yang kurasakan saat Oppa menyatakan perasaan Oppa padaku. Aku merasa aku adalah yeoja paling beruntung. Namja yang populer dan terkenal ramah di sekolah menyatakan perasaannya pada siswa biasa sepertiku.

Oppa, mungkin saat ini aku sudah tak berada di dunia yang sama lagi denganmu. Tapi, aku selalu ada di hati Oppa, dan Oppa selalu ada di hatiku. Oppa tak boleh bersedih. Jika Oppa bersedih, aku juga ikut bersedih.

Oppa harus berjanji padaku, Oppa harus mencari yeoja yang lebih baik dibandingkan aku. Jebal Oppa. Berjanjilah padaku.

Baiklah, Oppa. Semoga engkau bahagia tanpa aku. Aku sangat mencintaimu. Neomu saranghaeyo, No Minwoo Oppa.

From your chagi, Yoon Hye Mi.

Tanpa kusadari, air mataku mengalir melintasi pipiku. Aku tak percaya. Semuanya seperti mimpi.

“HyeMi, kenapa kau pergi begitu cepat? Mengapa bukan aku saja, Tuhan? Mengapa?”

 

-The End-

 

Mian kalo ngga kena feel-nya.

Mian kalo ada typo yang bertebaran di semua tempat.

Tunggu FF Hyeri selanjutnya ya *kalomaubacaitujuga*

Annyeong~! Ppyong~!

 

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FANFICT/FREELANCE] Why Not Me

  1. Alurnya terlalu cepet thor.. coba kalo misalnya diceritain dr awal pas minu nembak Hyemi, terus ceritain juga pas minu nemuin obat di tas hyemi. Terus yg pas liat sunset, aku bingung, aku kira si Hyemi ga ada suara soalnya tidur, eh ternyata langsung mati. Terus pas awal ga dikasih tau itu point of viewnya siapa, walaupun emang jelas2 minu sih. Tapi sih aku suka isi suratnya, cuma minu nya kurang dibuat sedih, jd kurang dapet feelnya. Sekian~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: