[FANFICT] Terjebak dalam Kata ! – Chapter 06

Untitled-1

Tittle 
Terjebak dalam Kata ! – Chapter 06
Author : Diah~
Genre : Friendship dan Romance
Rating : G
Type : Chapter
Main Casts 
: ~ Shim Hyunseong

  ~ Whee In (Mamamoo)

Support Casts 
: ~ Gong Miok

  ~ Yoon Saenghyon

  ~ Lee Jeongmin

  ~ Im Nera

 

Chapter 05

Author POV

Whee In lebih menyukai bertanya jawab dengan pikiran dan hatinya sendiri daripada menuliskan apa, kenapa dan bagaimana kisah dia bermula. Meskipun menulis dan membaca adalah hobinya, tapi context ini berbeda. Menulis yang berlogika terkesan lebih menarik dan ber-level tinggi daripada merangkai kata yang banyak menggunakan kata sifat seperti, sedih, senang, takut, cinta, suka, bahkan gila.

Seperti duduk sendirian di bawah pohon belakang sekolah yang entah kenapa untuk empat hari ini tempat tersebut menjadi sangat favorit. Jujur saja bukan karena dia selalu membantu sunbaenim belajar disini, melainkan karena Hyunseong, semakin ingin dia melupakan semakin besar pula kehadiran Hyunseong ada di dekatnya.

“Kau membuat ku berpikir bahwa menyukai dan mengasihani itu berbeda tipis.” Bibir Whee In bergerak sebelum matanya tertutup untuk sekedar tidur beberapa menit. Tentu saja perkataan itu ditujukan kepada Hyunseong yang sekarang entah ada dimana, di lapangankah atau di ruang klub nya ?! Whee In tidak ingin melambung tinggi setelah mendengar ungkapan Hyunseong “Menganggu kesenanganku saja.” dua hari lalu.

Dia mengasihani ku tentu saja.

“Bangunkan dia.”

Belum sampai 3 menit Whee In ingin melangkah ke alam mimpi sejenak, pendengarannya sedikit terganggu dengan suara yang tidak asing tapi matanya enggan untuk membuka.

Nega Wae ?.” Yang disuruh malah bertanya kenapa harus dia yang membangunkan yeoja ini.

“Apa kita harus menunggu Nera datang, itu akan membuang waktu. Kau yang bangunkan. Cepatlah.” Satu orang lagi di antara mereka berdua akhirnya mendorong orang yang tadi menolak untuk membangunkan Whee In.

*Bruk*

“AUW. YAA KENAP- !” Whee In terbangun dan refleks berteriak begitu merasakan sakit di kepala dan rasa berat karena seseorang menimpanya sekarang. Kehadiran wajah Hyunseong yang begitu dekat di hadapan Whee In membuat teriakannya terhenti.

“Kau bangun ?!” Napas yang keluar ketika Hyunseong berbicara dapat dirasakan sangat jelas oleh Whee In. Jangan bangunkan aku dari mimpi ini, Tuhan. Pikir Whee In.

“Shim Hyunseong!” Teriakan Nera dari kejauhan menyadarkan Whee In kalau ini bukan mimpi.

Nera mendekat dan mendorong tubuh Hyunseong yang besar dengan kuat dan cepat sehingga membuat punggung orang yang terlempar ini nyeri.

“Dua orang bodoh itu yang mendorongku.” Hyunseong berdiri dan menunjuk Jeongmin serta Saenghyon yang sekarang berpura-pura tidak melihat kejadian di depan mereka.

“Jeongmin…. Bukan aku!” Saenghyon menunjuk ke arah Jeongmin setelah melihat sekilas kemarahan Nera.

“Aku hanya menyuruhnya untuk membangunkan Whee In. Dia saja yang berlebihan pakai jatuh disana segala.” Jeongmin berkilah dan berakhir dengan sebuah pukulan dari Nera mendarat di kepalanya.

Neon gwenchana ?”

Ne. Aku hanya terkejut saja tadi.”

“Bercanda mereka memang sangat kelewatan.” Tatapan mematikan dari Nera keluar lagi.

Iya bercanda yang berlebihan tapi ingin rasanya terasa lebih lama. Ini tidak seharusnya terjadi di kala Whee In ingin sekali menendang Hyunseong jauh-jauh dari pikiran dan harinya.

“Bagaimana kalau kita membuat kelompok belajar untuk ujian ke depan ?” Nera memberitahukan niatnya kenapa mengajak mereka berempat berkumpul menemui Whee In.

Call !” Tanpa basa-basi Saenghyon mengangkat tangan menyatakan setuju.

“Kalian tidak ada jadwal latihan basket?!”

“Diliburkan mulai hari ini untuk persiapan ujian.” Jeongmin menjawab sambil melahap ice cream yang dibelikan oleh Nera tadi dengan santai.

“Mulai besok sepulang sekolah disini saja.” Usul Hyunseong jelas sekali mengartikan lain.

“Tapi…”

“Disini ?! Tidak buruk.” Nera tidak mendengar Whee In yang ingin berkata sesuatu.

“Kau setuju kan ?!” Hyunseong menanyakan kepada Whee In dengan -bisa dikatakan seperti- senyuman penuh arti.

Tidak sia-sia tiga hari ini Hyunseong melihat diam-diam kegiatan Whee In dan sunbaenim itu setiap pulang sekolah. Lihatlah sekarang Whee In terdengar ingin menolak keputusan yang dibuat tapi dia tidak bisa karena demi teman-temannya. Kepalanya berat sekali untuk sekedar menggangguk.

“Kau mempunyai masalah ?” Nera memutuskan bertanya. Sejak tadi diskusi mengenai kelompok belajar hingga sekarang hanya ada ia dan Whee In, Whee In sudah terhitung berpuluh-puluh kali menghembuskan napas yang berat. Sudah lama sekali kedua yeoja ini tidak menggunakan girls’ time mereka. Setelah sedikit beradu mulu dengan Jeongmin yang ingin sekali ikut, akhirnya ia menyerah.

“Tidak.” Jawaban Whee In terdengar mencurigakan di telinga Nera.

“Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu.” Nera menyentuh bibir gelas cafe latte nya. Kata itu membuat Whee In merasa bersalah dengan teman yang duduk di depannya ini.

“Tidak perlu kau ceritakan kalau belum siap.” Senyum yang membuat -lagi-lagi- terasa bersalah.

“Im Nera …..”

Akhirnya Whee In memutuskan bercerita. Mengenai seminggu menjadi yeoja chingu sunbaenim lalu kegiatan yang Whee In dan sunbaenim lakukan setiap sepulang sekolah, serta tempat dimana mereka belajar, pohon belakang sekolah. Tapi Whee In tidak ingin bercerita bahwa dia pernah bertemu dengan Hyunseong disana.

“Jadi kenapa tadi tidak kau katakan ?”

“Itu …”

“Hmmm. Bersisa berapa hari lagi kau akan bersama sunbaenim ? Tiga hari ?! Akan ku atur semua.” Nera lalu melahap roti sosis yang menganggur di depannya.

“Kalau yang lain bertanya ?” Whee In mengkhawatirkan Jeongmin, Saenghyon dan Hyunseong. Pasti mereka akan bertanya-tanya kenapa tiga hari pertama kelompok belajar dimulai, aku tidak hadir.

“Tenang saja.” Seketika Whee In langsung berdiri dan memeluk temannya dengan sangat erat.

“Uhuk Uhuk… YA! Kau mau membunuhku !!??”Nera terbatuk-batuk hampir kehabisan napas.

“Akan segera ku panggilkan Jeongmin untuk memberi napas buatan untukmu.  Hahahaha.”

Nera hanya menyerngitkan wajah begitu membayangkan Jeongmin melakukan napas buatan yang konyol tersebut.

 

Whee In POV

“Kenapa kita belajar disini lagi?”

Pertanyaan yang sudah kupikirkan jawabannya sejak dua hari lalu. Kemarin sunbae tidak bertanya kenapa aku meminta untuk belajar bersamanya di ruang klub saja daripada di belakang sekolah. Dan untung saja jawaban atas pertanyaan tadi sudah ku siapkan dari kemarin.

“Di luar terlalu banyak angin. Sekarang lagi musim gugur kan ?!”

“Betul juga.”

Aku begitu lega mendengar tanggapan sunbae yang percaya. Bel masuk kelas tambahan sunbae terdengar dan dia siap membereskan buku-bukunya. Tapi setelah itu dia tidak bergegas untuk ke kelas seperti biasa.

“Besok hari minggu kan? Jam 2 siang bagaimana kalau kita berkencan.”

Aku tidak terkejut mendengar ini. Sudah pasti dia akan mengajakku kencan karena besok adalah hari terakhir aku menjadi yeoja chingu nya. Mungkin kah aku sangat percaya diri memikirkan hal ini. Tanpa basa-basi aku pun meng-iya-kan.

Hari ini aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Ingin sekali cepat-cepat menuju pulau empuk bernamakan tempat tidur lalu terlelap terbawa mimpi. Sungguh surga sesaat.

‘Dugaanmu sungguh tepat. Yang lain sangat penasaran kenapa kau lagi-lagi tidak ikut belajar bersama kami. Terutama Jeongmin yang sukanya bergosip sehingga mengatakan kau sedang berkencan.’  Nera mengirimkan pesan singkat dan membuat tawa ku meledak.

‘ㅋㅋㅋㅋ ㅅㅇㅅ Kalau Hyunseong ? Apa yang dia katakan ?’ Aku berpikir sejenak sebelum mengirimkan pesan ini untuk Nera. Tidak. Tidak. Untuk apa aku bertanya tentang Hyunseong.

‘ㅋㅋㅋㅋ ㅅㅇㅅ Lalu apa yang kau katakan ?‘ Pesan yang sebelumnya ku hapus.

‘Ku bilang kau alergi bertemu dengan Jeongmin. Kau tahu apa yang dia lakukan setelah aku berkata seperti itu ? Dia lalu memukul kepalaku. ㅠㅡㅠ’ Hahahaha ! Nera sudah sangat dekat sekali dengan mereka. Pantas saja. Dia pun bertemu dengan Jeongmin, Saenghyon dan Hyunseong setiap hari karena klub.

“Ckckckck. Jadi karena alasan sedikit tidak waras makanya kau tidak datang dua hari ini ?” Langkah ini tiba-tiba terhenti.

Karena terlalu asyik tertawa sambil berkirim pesan dengan Nera, fokus ku dengan jalan sedikit berkurang dan tidak melihat orang di sekitar. Hyunseong sekarang sedang menyandarkan punggungnya di tembok rumahku.

“Shim Hyunseong-ssi !?”

Wae ?

“Apa… Apa yang kau lakukan disini ?”

“Mau mengantarkan ini. Tiketnya berlebih karena Jeongmin dan Saenghyon tidak bisa ikut.” Dia memberikan tiket berwarna merah gelap tertuliskan Basket Champion Series.

“Pertandingannya besok jam 2 siang.” Lanjutnya. Kenapa sangat kebetulan seperti ini. Sial.

“A… Aku…” Setelah tiket tersebut ku pegang dan ingin mengatakan sesuatu, dia menjauh dan pergi.

“Besok aku tunggu di luar dekat pergantian tiket.” Dia melambai dan berteriak dari kejauhan dan lalu menghilang.

AKU BUTUH KEMBARAN ! Sepanjang malam aku uring-uringan di kamar dan niat untuk tidur merasakan surga sesaat tadi tidak tahu entah kemana. Kalau saja aku memiliki kembaran, akan kusuruh dia pergi bersama sunbaenim lalu aku bisa berkencan bersama Hyunseong. Berkencan ? Percaya diri sekali anda Whee In. Ckckckck.

Sunbaenim permainan basket biasanya berlangsung 90 menit kan ?” Aku ingin memastikan kalau ingatanku masih jelas. Sudah lama aku tidak menonton pertandingan basket sehingga lupa berapa lama berlangsungnya.

“Ya. Tapi kalau terkadang bisa lebih dari itu karena ada pelanggaran dan lainnya.”

“Daritadi kau melihat jam tanganmu. Wae ?”

Oh~ Ani! Keunyang ….” Tidak mungkinkan aku menjawab kalau aku ingin sekali bertemu dengan Hyunseong.

Sunbaenim sadar dengan tingkahku yang tidak tenang. Ini sudah satu jam lebih 20 menit dari jam 2. Apa Hyunseong masih menungguku ? Atau dia sudah masuk ke studio pertandingan duluan ? Ottoke !

Tenang Whee In. Bodoh sekali kalau dia masih menunggumu. Pasti sekarang dia sudah di dalam dan menikmati pertandingan walaupun sendirian.

“Sekarang kita kemana lagi ?”

Setelah menonton film, bercerita dan makan beberapa snack di pinggir jalan, jam sudah menunjukkan pukul 5. Perasaan dan pikiranku masih melayang tidak bisa tenang.

“Lebih baik pulang saja.”

“Tapi. Ini belum gelap.” Sunbaenim memperlihatkan jam yang dia gunakan. Seolah mengatakan waktu kita masih panjang.

“Maafkan aku.”

Aku sungguh minta maaf sunbaenim, aku ingin memastikan sendiri kalau Hyunseong sudah pulang dan dia tidak menungguku disana. Tapi di lain sisi juga aku ingin sekali bertemu dengannya. Maafkan aku, sunbae.

Seperti terencanakan atau bagaimana, aku juga tidak mengerti. Sudah hampir 10 menit menunggu dan Bus satu pun tidak terlihat. Ini akan memakan waktu yang lama. Segera ku panggil taksi dan masuk sembarang. Taksi pun melaju setelah ku katakan tempat tujuan kepada ahjussi pengemudi.

Sesampainya disana tempat sudah kosong. Tidak ada lagi pertandingan. Tidak ada lagi penonton. Hanya ada para staff bersangkutan. Mereka sedang membersihkan lapangan indoor tersebut dan sosok Hyunseong sama sekali tidak terlihat. Seharusnya aku senang dia tidak menunggu. Itu artinya dia mengajakku memang hanya agar tiket yang sudah dibeli tidak sia-sia karena Jeongmin dan Saenghyon tidak jadi ikut.

Dengan gontai aku pulang karena sudah gelap. Lampu jalanan seperti mengejek karena mereka menyala dengan tidak benar. Sebentar hidup lalu mati lau hidup lagi. Arus listrik yang rusakkah ?

*Greb*

Tasku tiba-tiba tertarik. Rampok!

“YA! YA! Rampok! Tolong!”

 

Berkali-kali berteriak sepertinya sia-sia. Tidak ada satu orang pun yang terlihat berlalu-lalang. Larinya si perampok begitu cepat. Aish! Jebal !

“KAU RAMPOK !”

.

.

.

 

 

*Bruk*

 

“Eh !?” Rampok yang ku kejar terjatuh tanpa sebab. Dia lalu duduk sambil memegang belakang lehernya yang sakit. Batu bata ?! Sepertinya dia dilempar batu bata oleh seseorang. Ku perhatikan sekeliling ku.

“Kantor polisi! Ada perampokan di perumahan chongdo dekat centre park.” Seseorang yang ku yakin kalau dia lah yang melempar batu bata tadi menelpon ke polisi. Perampok itu dengan cepatnya lalu pergi dan meninggalkan tas ku.

“Apa kau tersesat ?”

“Eh !?”

“Iya. Apa kau tersesat hingga tidak terlihat di tempat pertandingan ? Aku menunggumu.”

 

-TBC-

-That’s when i see her with another guy. It’s okay. Someday she’s gonna come back to me-

 

Note : Seharusnya lebih panjang ya !? hehehe Tapi penasaran itu lebih bagus daripada tidak sama sekali. xD Please wait for next part . Mau ngenalin Eddy Kim, soloist dengan talented yang luar biasa :3

This entry was posted by boyfriendindo.

6 thoughts on “[FANFICT] Terjebak dalam Kata ! – Chapter 06

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: