[FANFICT/FREELANCE] End of Story – Chapter 01

Tittle  : End of Story – Chapter 01
Author : Song Rae Hwa [@deviwo01]
Genre : Family, Friendship, Romance dan Sad Romance
Rating : T
Type : Chapter
Main Casts  ~ Song KyungJae (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ No Minwoo

Support Casts  ~ Jo Youngmin

  ~ Song Chan Ho

Hai readers author balik lagi sambil bawa FF gaje author, yang mungkin masih layak untuk dibaca. Ahahaa … FF ini murni hasil karangan author, saat membuat FF ini author terinspirasi oleh Novel yang author baca. Tapi alur dan ceritanya 180 derajat berbeda ko asli, walaupun ada sedikit kesamaan mungkin.… dan maaf jika FF yang author buat tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan mungkin alur juga berantakan, butuh kritik dan saran untuk memperbaiki karya author. Truwingggg~ Selamat membaca ^^

+++Chapter 1+++

Oppa….” Teriak seorang yeoja pada seorang namja yang kini tengah tersenyum melihat kedatangannya. Yeoja itu terus berlari menghampiri namja yang sedang tersenyum kepadanya, menerobos keramaian orang yang sedang berlalu-lalang di Incheon Airport.

“Huhh…huhh…huhh…” Yeoja itu membungkukan badannya dan terdengar desahan nafasnya yang tersenggal-senggal setelah ia sampai di depan namja yang mempunyai senyum indah itu. segera namja itu langsung memeluk yeojanya.

“Aku sangat merindukanmu Kwangie Oppa…” ucap Yeoja itu sambil membalas pelukan kekasihnya.

Nado.. nado bogoshipho chagi.” Jawab Kwangmin sambil mempererat pelukannya. Setelah beberapa menit mereka saling berpelukan, Kwangmin pun melepaskan pelukannya.

“Apa kau ingin aku langsung mengantarmu pulang?” tanya Kwangmin pada yeojanya.

“Ani, aku ingin mampir ke apartemenmu.”

“Baiklah Song Kyungjae, akan aku buatkan makan siang untukmu.”

“Tapi aku tidak yakin, aku akan menyukai masakanmu Oppa.”

“Ya~ kau ini. Awas saja kalau kau minta nambah nanti.”

“Ahahahaa~” di sepanjang perjalanan menuju apartement Kwangmin sepasang kekasih ini selalu mengumbar tawa dan lelucon satu sama lain. Ya mereka baru saja bertemu kembali setelah empat tahun mereka berpisah.

Sudah hampir enam tahun Kwangmin menjadi kekasih Song Kyungjae, walaupun empat tahun mereka tidak bertemu namun mereka selalu menjaga komunikasi dengan baik sehingga hubungan mereka selalu terjaga dengan baik sampai saat ini, saat Kyungjae pulang dari USA. Disana Kyungjae melanjutkan studinya karena ia ingin mengejar impiannya untuk menjadi seorang sutradara terkenal.

^^^^^

“Tunggulah disini, aku akan memasakanmu bulgogi dan jjigae kimchi kesukaanmu.” Kwangmin menyuruh kekasihnya untuk duduk di kursi yang tersedia di dapur, sedangkan ia kini mulai sibuk memotong daging yang baru ia beli tadi di supermarket. Sedangkan Jae cukup sibuk dengan ponselnya, ia terus memainkan jari-jari mungilnya di atas layar ponselnya. Setelah cukup lama akhirnya makanan yang Kwangmin buat selesai, ia sodorkan ke hadapan kekasihnya. Yeoja itu mencium aroma masakan yang telah Kwangmin buat.

“Heummm… baunya harum dan enak. Apa rasanya juga seenak baunya?” ucap Jae menggoda kekasihnya.

“Hehee coba saja, kalau kau penasaran.” Jae mulai menyeruput kuah jjigae dan kemudian menyumpit daging bulgogi itu dari atas piring ke dalam mulutnya.

“Omoo… sejak kapan kekasihku ini pintar memasak?” puji Jae pada Kwangmin, Kwangmin hanya tersenyum memandang kekasihnya yang sedang melahap makanannya. Jae meletakan ponselnya di atas meja Kwangmin mengambil ponsel Jae saat ponsel itu bergetar. Kwangmin membuka isi pesan itu. Kwangmin menatap kekasihnya.

“Ya Oppa. Kenapa kau memandangku seperti itu? aaa….” Jae menyuapi Kwangmin.

“Enakkan oppa masakanmu? Aku sangat menyukainya.” Puji Jae lagi, dan itu membuat pipi Kwangmin memerah bak kepiting rebus.

“Ahahaa, kan sudah aku bilang. Kau pasti akan ketagihan dengan masakanku.” Jawab Kwangmin bangga.

“Ne ne ne… kau hebat.” Tukas Jae kesal, mendengar ucapan Kwangmin yang menyombongkan dirinya.

“Hey, ini ada pesan dari emmm….. Justin.”

“Apa katanya.”

Nugu? Apa dia selingkuhanmu?” tanya Kwangmin penasaran dan memiringkan kepalanya, menatap lekat wajah kekasihnya. Dengan tiba-tiba Jae langsung mengecup sekilas bibir Kwangmin, dan Kwangmin sedikit kaget dan terpenganga.

Ne My Kwangie, jika itu Justin Bieber.” Jawab Jae dengan wajah innocentnya. Kwangmin menggembungkan pipinya.

“Ok Kyung kita lanjutkan nanti. Aku ingin menghubungi temanku dulu. Sepertinya kalian sudah sangat akrab.” Ucap Kwangmin frustasi.

“Tidak juga. Aku membalas pesannya karena dia orang Korea juga, jadi aku merasa nyaman mengobrol dengannya saat disana.” Mendengar cerita Jae Kwangmin menyanggah kepalanya dengan kedua tangannya dan menatap Jae.

“Aku bertemu dengannya saat Universitas kami mengadakan pertukaran mahasiswa. Dan kebetulan aku yang membimbing para mahasiswa itu.” Lanjut Jae.

“Justin? Memang namanya benar Justin? Aku tidak percaya.”

Molla~ teman-teman memanggilnya Justin, jadi aku tidak tau nama aslinya.” Sedang asyik mendengarkan cerita Jae, tiba-tiba ponsel Kwangmin berdering. Kwangmin merogoh saku celananya. Ia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.

Wae?” ucap Kwangmin to the point.

“Bisakah kau datang ke café depan apartemenmu sekarang.?” Tanya suara dari sebrang sana.

“Tidak bisa, aku sedang sibuk.”

“Ayolah Kwang, aku membutuhkan berkas-berkas itu sekarang.”

“Baiklah Mr. Woo aku akan kesana sekarang.” Tidak menunggu jawaban dari sebrang sana, Kwangmin langsung mematikan hubungan teleponnya. Kwangmin beranjak dari tempatnya duduk tadi dan mengambil beberapa map dari ruang kerjanya.

“Chagi, aku pergi sebentar ke café depan ne? aku ingin menyerahkan berkas-berkas ini kepada bos ku.”

“Tunggu, kamarmu masih sama seperti dulukan? Tidak bertukar dengan Youngmin Oppakan?”

“Ani, kalau kau ingin istirahat, istirahatlah. Aku juga hanya sebentar,” Kwangmin pergi setelah mendapat anggukan mantap dari kekasihnya.

Kini Jae tengah berkeliling di dalam apartemen yang cukup besar untuk dua orang itu, Jae memasuki setiap kamar di dalam apartemen itu kecuali kamar yang tertutup rapat milik Youngmin kembaran Kwangmin.

“Setelah empat tahun aku tidak kesini, ternyata tidak ada yang berubah. Semuanya masih sama.” Setelah puas berkeliling di apartemen itu Jae langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur milik Kwangmin. Jae memejamkan matanya dan terlelap.

^^^^^

“Aku pulang dulu ne, aku sudah terlalu lama meninggalkan kekasihku di apartemen sendirian.”

“Kekasihmu? Apa dia sudah pulang ? dan apa kau tidak berniat untuk mengenalkannya padaku?” dengus namja yang kini duduk di depan Kwangmin.

“Aku akan mengenalkannya padamu, kalau kau juga mengenalkan yeoja yang sangat kau cintai.” jawaban Kwangmin membuat namja bermata sipit itu tersenyum kecut.

“Kau ini, aku hanya menyukainya bahkan aku tidak tau dia menyukaiku atau tidak.” Jawabnya dengan nada kecewa.

“Aku juga belum mengungkapkan perasaanku padanya.” Lanjutnya dan kemudian meneguk hot chocolatenya.

“Jangan tunggu lama-lama cepat katakan secepatnya. Aku tunggu waktu itu.” kata Kwangmin sambil melambaikan tangan pada sahabatnya yang kini tengah merenungi nasibnya.

^^^^^

Saat Kwangmin hendak membuka pintu, Kwangmin mendengar suara tawa Jae. Tapi Kwangmin heran dengan siapa Jae tertawa sebegitu lepasnya. Karena sangat penasaran Kwangmin pun masuk ke dalam apartemen dengan terburu-buru. Setelah masuk Kwangmin melihat kekasihnya sedang duduk di sofa ruang keluarga dengan seorang namja yang berambut pirang, mereka bahkan terlihat sangat akrab.

“Apa yang kalian tertawakan? Apa kau ingin aku antar pulang sekarang?” tanya Kwangmin kepada Jae dan saudara kembarnya.

“Kau penasaran? Kau ketinggalan Kwangie.” Ledek Youngmin pada dongsaengnya. Kwangmin mendengus kesal dan mengacak rambut pirang hyungnya.

Ne oppa. Aku juga sudah mandi, kini aku sudah siap pulang.” Jawab yeoja itu dengan diiringi senyum manisnya.

“Kalau begitu tunggu sebentar aku ingin mandi dulu.”

^^^^^

Setelah selesai mandi dan berdandan Kwangmin mengantar Jae pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan Jae tertidur karena kelelahan, karena tadi saat di apartement Kwangmin Jae tidak tidur karena saat ia tidur Youngmin pulang dari sekolah tempatnya mengajar. Kwangmin tersenyum melihat wajah lelah kekasihnya yang kini tengah terlelap di sampingnya.

Kwangmin memakirkan mobilnya di depan rumah yang lumayan besar dan mewah, ia membangunkan kekasihnya dengan lembut, dengan membelai rambut dan pipinya.

Chagi, palli ireona kita sudah sampai dirumahmu.” Bisik Kwangmin pelan di telinga Jae.

“Eumhhhh..” Kwangmin tertawa mendengar lengkuhan kekasihnya. Kwangmin mendekatkan wajahnya pada wajah Jae, dan mengecup bibir Jae cukup lama sampai akhirnya Jae membuka matanya perlahan karena ia merasa ada sesuatu yang menempel pada bibir tipisnya. Setelah Jae membuka semua matanya ia pun membelakakan kedua matanya lebar-lebar setelah mengetahui Kwangmin tengah mengecup bibirnya. Jae pun mendorong kepala Kwangmin agar menjauh dari wajahnya.

“Ya oppa, beraninya kau mencium bibirku !! Kau kira aku putri tidur ah?” dengus Jae kesal dengan wajah yang masih memerah karena ia merasa malu. Kwangmin terkekeh geli melihat ekspresi wajah yeojachingunya.

“Itu salahmu sendiri, kenapa kau tidak mau bangun saat aku membangunkanmu tadi.” Jawab Kwangmin santai.

“Sudah jangan pikirkan lagi kecupan manis itu, palli kita turun.” Sambung Kwangmin sambil melepas belt pengamannya dan kemudian membuka pintu mobilnya begitupun dengan Jae. Kwangmin menurunkan koper-koper besar milik Jae dari dalam bagasi mobilnya.

Ahjusi tolong bawa ini kekamarku.” Perintah Jae pada seorang ahjusi pengurus halaman rumah Jae.

“Baik agasi.” Tutur ahjusi itu sopan dan kemudian mengangkat koper-koper besar milik Jae. Jae dan Kwangmin masuk kedalam rumah yang cukup sepi, hanya ada suara televisi yang terdengar memenuhi rumah yang besar itu. beberapa menit kemudian seorang wanita paru baya menghampiri Jae dan Kwangmin yang sedang berdiri di ruang keluarga.

“Haii chagi kau sudah sampai..” ucapnya lembut sambil memeluk putri semata wayangnya pelukan hangat itu disambut baik oleh Jae ia membalas pelukan ummanya dan semakin memper erat pelukannya.

“Gomawo Kwangie kau sudah mengantarnya pulang. aku kira kau akan menyekapnya di apartemenmu. Hehee” ledek wanita paruh baya itu kepada Kwangmin dengan melepas pelukan hangatnya pada Jae.

“Sebenarnya aku berniat menyekapnya untuk satu minggu kedepan. Tapi aku tidak tega melihat gadis ini selalu meringik minta diantar pulang.” Jawab Kwangmin yang disambut suara tawa oleh umma Jae. Jae menatap kesal Kwangmin dan langsung meninggalkan Kwangmin dan ummanya yang masih sibuk mentertawakannya. Belum jauh Jae melangkah meninggalkan Kwagmin dengan ibunya, Jae berbalik dan bertanya kepada sang ibu karena ia mendapati rumah yang sepi.

“Umma, kemana Appa dan Oppa? Kenapa aku tidak melihat mereka dari tadi !”

“Oh, mereka sedang bertemu dengan klien yang akan diajak kerja sama.”

“Sampai semalam ini?” Omma Jae hanya mengangkat kedua bahunya. Jae menghempaskan nafas beratnya dan kemudia melanjutkan jalannya menuju kamar yang sudah lama ia tinggal.

“Hey chagi tunggu, aku akan membantumu membereskan barang-barangmu..” teriak Kwagmin sambil berlari kecil mengejar Jae yang sudah berjalan mendahuluinya.

“Umma akan buatkan minum dan kue untuk kalian !!” Seru umma Jae sambil pergi kearah yang berlawanan dengan Jae dan Kwangmin.

+++TBC+++

 

Terimakasih yang sudah mau baca FF gaje saya ini, mohon kritik dan sarannya #BOW

This entry was posted by boyfriendindo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: