[FANFICT/FREELANCE] Flower Boy : Bookstore – Chapter 01

Tittle  : Flower Boy : Bookstore – Chapter 01
Author      : Z. Zee
Genre : Friendship, Mystery, dan Romance
Rating : PG-17
Type : Chapter
Casts  : ~ Kwangmin  ~ Minwoo  ~ Jungkook (BTS)

  ~ Ahn Jae Hyun

  ~ Kim Jong Woon (Yesung Super Junior)

  ~ Park Tae Rin

  ~ Etc

 

Annyeong readers! Ini ff pertamaku yang dimuat di sini. Salam kenal!

Aku buat cerita ini terinspirasi dari drama flower boy yang dari flower boy ramyun shop sampai dating agency : cyrano itu loh?! Semuanya pasti udah tahu, kan? Nah, kalau yang ini cerita versiku sendiri.

HAPPY READING!

 

CHAPTER 1 : Boys in Bookstore

 

BRAAKK!!

Terdengar keras suara pintu dibuka dengan kasar. Seorang namja masuk ke dalam ruangan dengan tergesa-gesa dan langsung melemparkan tubuhnya ke sofa. Terdengar helaan napas berat dari mulutnya. Tiga orang lainnya mengikutinya dari belakang.

 

“Huah, benar-benar gila! Bagaimana kita bisa menerima misi seperti ini? Apa untuk mencari seekor kucing saja membutuhkan agen rahasia? Huh, menyebalkan!”

“Mau bagaimana lagi? Kita masih dalam masa percobaan bukan?” jawab namja yang berambut merah. Dia tampak paling muda dari yang lain.

“Tapi bagaimana dengan tim lain? Mereka menyelesaikan masa percobaan kurang dari tiga bulan. Sudah enam bulan kita terperangkap di sini.”

“Kalau kau bisa diam mungkin kita bisa segera mendapatkan misi sebenarnya,” ucap namja yang paling tinggi di antara mereka sambil berjalan masuk ke kamarnya. Wajah dinginnya menatap si agen paling cerewet itu dengan datar, sebelum menutup pintu kamar.

 

“YAA!! Ahn Jae Hyun! Apa kau bisa berhenti bertingkah paling sok bijak, eoh?”

“Tenanglah, Kwangmin. Tidak ada bedanya kau mengomel dan tidak.”

“Kurasa sekarang kau sudah tertular penyakit ‘sadis’nya Jae Hyun, Woo.”

Orang yang tadi dipanggil ‘Woo’ itu hanya mendengus kesal.

 

“Ngomong-ngomong dimanaleader? Aku tidak melihatnya sejak kita masuk ke sini.”Tanya si rambut merah.

“Kau seperti tidak hapal tabiatnya saja. Dia memang suka menghilang tiba-tiba. Paling-paling langsung masuk ke kamar dan melanjutkan hobi tidurnya.” Jawab Kwangmin asal.

_________

 

“Tae Rin-ah, ayo kita pergi ke toko buku itu dulu sebelum pulang.”

“Ke sana lagi? Dalam seminggu ini kita sudah empat kali ke sana. Sejak kapan kau berubah jadi pecinta buku?”

“Aku bukan berubah jadi pecinta buku, tapi pecinta penjaga toko buku.”

“Terserahlah.”

“YEAAYY!!” Teriak senang gadis itu sambil menarik lengan temannya masuk ke toko buku. Yang ditarik hanya bisa pasrah.

 

‘SWEETPAPER BOOK STORE’

Ya, itu adalah nama toko buku paling terkenal di daerah Busan. Dari luar toko itu terlihat sama saja dengan toko buku kebanyakan. Sengaja didesain seunik mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. Cat dindingnya yang berwarna biru dan juga interior di dalamnya yang sebagian besar berwarna biru. Rak-rak yang tidak terlalu tinggi terjejer rapi di dalamnya. Koleksi bukunya juga lumayan lengkap. Meskipun toko itu baru buka sekitar enam bulan, tapi tempat itu seakan tak pernah sepi dari pembeli. Kenapa?

 

Cobalah kalian untuk memasukinya. Siapapun yang masuk ke sana, akan betah untuk berkunjung lagi ke sana –khususnya yeoja– Bagaimana tidak? Di pintu depan kalian akan disambut dengan senyum ceria seorang laki-laki yang rambutnya dicat merah. Laki-laki ber’name tag’ Jeon Jung Kook itu tidak pernah melepaskan senyuman dari wajah manisnya.

Lalu saat kalian sedang bingung memilih-milih buku, kalian akan didatangi oleh dua laki-laki yang akan menawari kalian bantuan. Namja yang tampak lebih tinggi dari yang satunya, akan membuat kalian terpesona dengan mata besarnya yang menatap setiap pengunjung dengan lembut. Jo Kwangmin akan melayani setiap pembeli dengan tingkahnya yang lucu.

Di sampingnya ada namja bermata sipit dengan wajah yang di atas rata-rata –bisa dikatakan nyaris sempurna- dengan senyuman andalannya yang mematikan. Namja bernama No Minwoo itu akan membuat kalian enggan beranjak dari sana.

Saat hendak membayar buku yang kalian beli, di sana kalian akan bertemu dengan namja yang mempunyai wajah sedingin es. Namun terkesan cool. Ahn Jae Hyun tidak menampakkan senyum lebar seperti tiga temannya, dengan sebuah senyuman tipis darinya sudah cukup membuat kalian nyaris pingsan.

 

Itulah alasan utama Toko BukuSweetPaper bisa seramai itu. Tentu saja pembelinya sebagian besar adalah perempuan.

_________________________

 

Kim Namjoo dengan langkah bersemangat mengelilingi setiap sisi toko buku itu. Di belakangnya seorang gadis yang masih memakai seragam sekolah sama dengan Namjoo hanya berjalan malas-malasan.

“Tae Rin-ah, cepatlah. Kau lebih lambat dari siput.”

“Sudah kubilang kan aku tidak mau datang ke sini. Lagipula kau bisa melihat mereka di sekolah, kan?”

“Sasaran utamaku adalah namja yang di kasir itu. Aku tidak bisa melihatnya setiap hari seperti Minwoo, Kwangmin, dan Jungkook. Sayang sekali dia sudah lulus SMA, jadi aku tidak mungkin satu sekolah dengannya.”

“Kau tahu banyak tentang mereka?”

“Tentu saja. Sekarang aku sudah menjadi stalker mereka, hhehe.” Ucap Namjoo dengan suara lirih.

Tae Rin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya ini?

 

“Ada yang bisa kubantu?” Suara seseorang mengagetkan Tae Rin, refleks dia menoleh ke belakang.

Ne?”

“Apa ada yang bisa kubantu?” Tanya namja itu yang bernama Minwoo sekali lagi.

“Aku ingin mencari buku cara membuat kimbab.” Sahut Namjoo tiba-tiba.

“Oh, buku itu ada di rak paling kanan. Mmm… kulihat kau hampir setiap hari ke sini Namjoo-ya. Apa kau sangat suka membaca buku?”

“Tentu saja. Aku kan tidak seperti orang ini yang kerjanya hanya tidur di kelas.” kata Namjoo sambil mengarahkan pandangannya ke Tae Rin. Dan itu membuatnya sukses mendapat death glare dari Tae Rin.

“Gomawo, Minwoo-ya. Sampai jumpa besok di kelas.” Namjoo buru-buru pergi sebelum mendapat amukan dari Tae Rin. Tae Rin menyusul Namjoo dengan langkah kesal.

Minwoo hanya bisa menatap heran kedua sahabat itu.

 

Drrtt drrrtt…

Ponsel yang berada di saku Minwoo bergetar. Ada sebuah pesan masuk. Minwoo terkejut seketika setelah membaca tulisan di ponselnya itu. Ah tidak, ketiga temannya juga mendapat sms yang sama dan mengeluarkan ekspresi yang sama juga setelah membacanya.

 

Jarum jam menunjukkan pukul 9 malam. SweetPaper sudah sepi dari pengunjung. Di pintunya terpampang tulisan ‘CLOSE’. Di lantai atas toko tersebut, yang menjadi tempat tinggal bagi lima penghuninya sedang terjadi rapat yang cukup serius.

Seseorang yang dianggap pemimpin duduk di sofa menghadap keempat orang yang lebih muda darinya. Semuanya menunjukkan ekspresi keseriusan. Ah kecuali Jungkook. Sejak tadi dia hanya asyik mengunyah snack sambil menunggu leaderberbicara.

 

Leader, kau tidak berbohong, kan?” tanya Minwoo dengan mata yang berbinar-binar.

“Tentu saja tidak. Mana mungkin aku berbohong tentang perintah dari Presiden Park.”

“Akhirnya setelah sekian lama, kita akan menjadi anggota resmi dari GLORIA,” ucap Kwangmin senang.

“Kalian baru menunggu enam bulan saja sudah mengeluh luar biasa. Lalu bagaimana denganku? Empat tahun terakhir ini aku nyaris frustasi.” Namja yang dipanggil leader itu mengacak rambutnya sebal.

Arasseo. Jong Woon-hyung sudah mengatakannya ratusan kali di hadapan kami.” Jae Hyun mengatakannya dengan nada datar sama seperti tatapan matanya, itu sudah kebiasaan.

Sedangkan Jungkook masih sibuk dengan mulutnya yang dipenuhi makanan.

__________________

Park Tae Rin menatap keluar melalui jendela dengan muka bosan. Jam istirahat sudah dimulai sejak 10 menit yang lalu, namun dia tidak tampak ingin beranjak dari kursinya.

“Tae Rin-ah, kau mau ke kantin tidak? Sejak tadi pagi kau belum makan. Kalau sakit bagaimana?”

“Aku tidak lapar. Kau saja yang ke sana.”

“Kalau kau tidak makan aku juga tidak akan makan.”

Tae Rin mengalihkan pandangannya dan berganti menatap sahabat di sampingnya. “YAA! Sudah berapa kali kubilang, Namjoo-ya. Kau tidak perlu mengikutiku terus. Aku bisa menjaga diriku sendiri dengan baik. Kau tidak bisa selamanya berada di sebelahku terus. Apa kau tidak merasa bosan hanya berbicara denganku?”

“Tapi ini adalah perintah dari Sajangnim, aku harus melakukannya dengan benar. Kalau sampai hal buruk terjadi padamu, aku yang akan dimarahi.”

‘Oke… kali ini aku harus mengalah,’ pikir Tae Rin. Dia tidak mungkin membiarkan Namjoo kelaparan. Namjoo paling tidak tahan dengan yang namanya lapar. Bagaimana bisa Namjoo lebih mementingkan dirinya dan pekerjaan dibandingkan perutnya?

Tae Rin beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Namjoo menuju kantin. Tentu saja Namjoo menyetujuinya tanpa perlu berpikir lagi.

 

Yah seperti itulah kebiasaan Tae Rin saat jam istirahat. Tidak seperti yeoja kebanyakan yang akan memilih berkumpul dengan teman-temannya dan membicarakan sesuatu. Dia lebih suka sendirian berada di kelas atau di perpustakaan. Tapi Namjoo yang selalu mengikutinya kemanapun membuatnya tidak pernah sendirian.

 

Itulah kenapa dia dijuluki ‘Si Gadis Misterius’. Tidak ada yang tahu siapa sebenarnya dia. Teman sekelasnya hanya menganggapnya sebagai anak aneh yang tidak suka bergaul. Dia tidak pernah berbicara kepada siapapun –selain Namjoo- Itupun bukan keinginannya juga. Appa-nya menyuruh Kim Namjoo bekerja sebagai asisten pribadinya. Lupakan soal pekerjaan Namjoo, yang jelas sekarang mereka bersahabat dengan baik.

___________

Malam kembali datang kesekian kalinya. Tampak seseorang berambut merah sedang mengendap-endap. Wajah manis yang biasanya ia tampakkan kini berganti dengan wajah serius. Dia tampak sedang mengawasi sesuatu. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, keempat rekannya sudah dalam posisi siap menyerang.

 

“Hanya ada dua penjaga di depan pintu. Mereka dalam posisi siap siaga. Terlihat seperti lawan yang mudah dikalahkan, tapi tetaplah berhati-hati,” ucapnya dengan berbisik. Oh, tentu saja dia tidak berbicara sendirian. Di telinganya sudah terpasang alat komunikasi untuk berhubungan dengan anggota tim lainnya.

 

Gomawo, Jungkook-ah,” jawab Jong Woon singkat. Dia memberikan kode kepada yang lain untuk bergerak dengan anggukan kepala. Tanpa perlu mengucapkan kata-kata, mereka sudah mengerti maksudnya. It’s show time!

 

Jae Hyun bergerak maju pertama kali. Sebuah pistol tergenggam erat di tangan kanannnya.

DOOR!!

Seorang penjaga tersungkur pingsan. Bukan pistol berisi peluru yang ditembakkan, tetapi obat bius yang bereaksi dengan cepat. Orang di sebelahnya tampak panik melihat rekannya sudah tersungkur pingsan. Kesempatan itu dimanfaatkan Kwangmin untuk menyerang penjaga satunya. Datang dari arah belakang tiba-tiba, dan langsung memukul titik vital di bagian leher dengan keras. Orang tersebut juga pingsan.

 

Suara tembakan tadi tentu saja mengagetkan semua orang di dalam bangunan terpencil yang dijaga tadi. Mereka berbondong-bondong keluar. Kwangmin berdiri di depan mereka dengan tangan terlipat dan senyum yang terlihat mengejek.

 

“Sudah kuduga GLORIA pasti tidak akan tinggal diam. Tapi tidak kukira kalian bergerak secepat ini,” kata salah satu dari mereka. Terlihat jelas dari jaket yang dikenakan Kwangmin dengan lambang khas GLORIA.

 

DOOR!

 

Orang yang baru saja bicara itu sudah terkapar tak berdaya. Anggota satu gengnya tentu saja tidak tinggal diam. Mereka bersiap-siap menyerang Kwangmin. Sendirian? Tentu saja tidak. Jong Woon dan Minwoo datang tiba-tiba dan membantu Kwangmin. Baku hantam pun tidak terelakkan.

Kwangmin yang paling ahli bela diri, menghindari serangan dengan mudah dan mampu melumpuhkan beberapa orang sekaligus. Terlihat wajah Jong Woon dan Minwoo sudah lebam akibat terkena pukulan. Tapi hal itu tidak akan menghentikan mereka dengan mudah.

 

Dan tidak ada yang menyadari kalau Jae Hyun dan Jungkook sudah melesat masuk ke dalam bangunan tersebut. Tembakan dan perkelahian itu hanya umpan belaka. Mereka sudah terjebak dalam strategi Avatar Team.

Mudah saja menyelinap ke dalamnya karena hanya tinggal beberapa orang saja di dalam. Untuk orang terlatih seperti Jae Hyun dan Jungkook mengalahkan mereka mudah saja dilakukan. Tujuan sebenarnya mereka adalah membebaskan client mereka yang disandera.

Mereka berdua memapah pria paruh baya yang terluka di sekujur tubuhnya. Saat keluar dari bangunan tersebut, terhampar pemandangan orang-orang yang tergeletak penuh luka lebam. Terlihat juga Kwangmin yang membaringkan tubuhnya di atas tanah dengan napas terengah-engah. Jong Woon yang sedang berusaha berdiri dengan tenaga terakhirnya. Minwoo bersandar di tembok dengan keringat sebesar biji jagung yang siap jatuh dari dahinya.

Tugas pertama mereka sebagai agen rahasia resmi GLORIA dinyatakan berhasil.

MISSION C : SUCCESS!

 

Misi tingkat C? Hey, tugas ini tidak seberat yang kalian kira. Apalagi untuk agen rahasia yang memang disiapkan untuk situasi semacam ini. Hanya butuh satu minggu untuk menyelesaikannya.

Lawan mereka bukan profesional. Hanya sekumpulan anak-anak kecil yang merasa sok berkuasa. Terlihat dari cara mereka yang lebih menekankan pada banyaknya jumlah anggota, bukan dari profesionalitas. Mereka menyandera orang tua itu dengan alasan untuk membalaskan dendam ketua gengster mereka. Karena si client adalah mantan polisi yang dulunya pernah melakukan razia besar-besaran terhadap seluruh preman di Busan dan imbasnya sebagian besar anggota mereka tertangkap. Termasuk ketua mereka yang akhirnya mendapat hukuman mati.

 

Keesokan harinya, Kwangmin, Minwoo, dan Jungkook berangkat ke sekolah dengan wajah babak belur. Berita tersebut langsung tersebar ke seantero sekolah. Sebagai murid paling populer di sekolah, tentunya mereka akan mendapat banyak perhatian.

Kwangmin hanya mendapat sedikit lebam di sekitar mulutnya. Tidak separah Minwoo dan Jungkook yang mukanya dipenuhi lebam kebiruan. Wajar saja karena Jungkook tidak terlalu unggul dalam bela diri dan Minwoo harus berkelahi dengan banyak orang. Kwangmin memang nomor satu soal bela diri, namun untuk hal yang berhubungan dengan otak dia mendapat peringkat terakhir.

Ini bukan pertama kalinya mereka datang ke sekolah dengan keadaan seperti itu. Tapi tetap saja hal itu akan membuat kehebohan berkepanjangan, khususnya dikalangan siswa perempuan.

Sama halnya saat mereka mengerjakan perkerjaan sampingan. Setiap pembeli yang datang bertanya kenapa mereka bisa babak belur seperti itu dan hanya dijawab dengan senyuman.

Jungkook terus merutuki kebodohannya yang dulu menawarkan diri sebagai penyambut pembeli yang datang. Harus terus tersenyum dan menyapa dengan ramah meskipun rasa sakit luar biasa menjalar di wajahnya setiap dia menggerakkan mulutnya sedikitpun.

Kwangmin dan Jae Hyun masih bisa bertingkah seperti biasanya. Nasib Minwoo tidak berbeda jauh dengan Jungkook. Bagaimana dengan Kim Jong Woon? Dia hanya tidur dengan nyaman di atas kasurnya. Jabatannya sebagai pemilik toko buku membuatnya bisa bekerja semaunya sendiri. Lebih tepatnya sih dia tidak pernah menampakkan batang hidungnya di tokonya.

______________

Kwangmin berjalan-jalan keluar sejenak setelah toko tutup. Melepaskan rasa penat karena sekolah dan pekerjaan. Menyamar menjadi seseorang yang terus terlihat ceria membuatnya lelah. Harus tetap tersenyum pada setiap orang itu bukan hal yang mudah, kan?

Kwangmin memasuki minimarket untuk membeli beberapa makanan ringan. Saat berkeliling di dalam minimarket, matanya tak sengaja menangkap seorang gadis yang berdiri tak jauh darinya. Entah kenapa matanya tidak ingin mengalihkan pandangan. Dia terus mengamatinya. Gadis yang manis, pikirnya. Rambut hitam panjang dengan poni depan, hidungnya yang sedikit mancung, bola matanya yang hitam sempurna tampak sangat indah.

Tanpa sadar dia mengikuti langkah gadis itu, niat awal ingin membeli makanan terlupakan begitu saja. Kwangmin terus mengikutinya dari jarak yang agak jauh supaya gadis itu tidak menyadarinya.

 

Tae Rin POV

Huaaa, senang sekali rasanya bisa kabur dari Namjoo. Mianhae, Namjoo-ya. Aku hanya memanfaatkan kesempatan saat kau sedang tidur. Jarang-jarang aku bisa keluar bebas seperti ini.

Aku juga tidak bisa pergi terlalu lama. Kalau Namjoo sadar bisa bahaya. Setelah membeli beberapa makanan di minimarket kuputuskan untuk pulang.

Entah kesialan dari mana, tiba-tiba langkahku dihentikan paksa oleh beberapa orang yang kuduga sebagai preman itu.

 

“Hey, gadis manis kenapa keluar sendirian? Di mana asisten pribadimu itu?”

Eh, tunggu dulu. Bagaimana dia bisa tahu kalau aku punya asisten pribadi?

“Park Tae Rin, aku tidak menyangka bisa menangkapmu dengan begitu mudahnya.”

“Siapa kalian, hah? Bagaimana kalian tahu namaku?” gertakku. Aku mulai panik. Seharusnya aku memang tidak keluar sendirian.

“Aku yakin kau sudah tahu siapa kami.”

Tiba-tiba air mata mengalir dari mataku. Aish,, kenapa aku malah menangis di saat seperti ini?

“Jangan takut. Kami tidak akan melukaimu kalau kau tidak melawan.”

SHIREO!!!”

“Oh, rupanya kau pemberani juga.”

Mereka sudah mengelilingiku dengan sempurna. Bagus, aku tidak akan bisa kabur. Seseorang dari mereka mencoba menyentuh wajahku. Kupejamkan mataku dan sedikit menghindar darinya. Namun tidak kurasakan apapun yang menyentuhku. Hanya terdengar seperti orang mengaduh kesakitan.

Kuberanikan membuka mataku perlahan. Posisi mereka sudah tidak ada di sekitarku. Yang kulihat sekarang adalah seseorang sedang menghajar mereka satu persatu.

Bukankah orang itu….? AH, tapi aku tidak tahu namanya.

Dilihat dari gerakan dan caranya menyerang, dia terlihat sangat berpengalaman. Kurasa orang ini memiliki kemampuan bela diri yang baik.

 

Saat dua orang di antara mereka sudah tidak bisa berdiri lagi, sisanya kabur. Huh, dasar pengecut!

 

Gwaenchanha?” tanyanya padaku.

Ne. Gomawo eee… Maaf aku lupa namamu.”

“Kwangmin imnida. Kau mengenalku?”

“Kita satu sekolah dan aku pernah melihatmu di toko buku juga.”

Jinjja? Tapi aku baru kali ini melihatmu. Ah, mungkin karena aku kurang bergaul dengan lainnya.”

“Aku satu kelas dengan temanmu. Namanya Mi.. Min..”Aish sial! Aku benar-benar tidak tahu. Bahkan nama teman sekelasku pun tidak hafal. Aku hanya hafal wajahnya, itupun gara-gara Namjoo yang memaksaku datang ke toko buku.

“Minwoo maksudmu?”

“Itu maksudku. Haha.” Kurasa tawaku terdengar sangat terpaksa.

“Di mana rumahmu? Biar aku mengantarmu pulang.”

“Tidak perlu, rumahku tidak jauh dari sini kok. Aku bisa sendirian.”

“Bagaimana kalau mereka kembali lagi? Aku memaksa!”

 

Baiklah kalau begitu. Terlihat dari wajahnya dia benar-benar serius. Lagipula tidak ada salahnya juga.

***

Author POV

               

“Aku baru saja mendapat perintah dari Presiden Park. Kali ini dia memberikan misi tingkat A.”

Jeongmalyo, hyung?” tanya Kwangmin dengan ekspresi terkejut.

Jong Woon menganggukkan kepalanya dengan yakin.

“Aku tidak menyangka presiden akan memberikan kita misi yang sulit secepat ini,” ujar Minwoo.

 

“Ini bukan misi main-main. Kita harus melakukannya dengan baik. Karena misi ini menyangkut masa depan GLORIA dan presiden sendiri.”

“Apa maksudnya?” tanya Jungkook.

“Kita diberikan tugas untuk melindungi putri Presiden Park.”

MWO??!” teriak Kwangmin, Minwoo, dan Jungkook bersamaan. Jae Hyun yang sejak tadi hanya malas-malasan mendengarkan tampak mulai tertarik.

 

“Aku tahu kalian pasti terkejut. Aku juga tidak menyangka kalau ternyata presiden kita mempunyai seorang anak. Tadinya kupikir dia memang orang yang tidak tertarik dengan pernikahan. Presiden memang sengaja menyembunyikannya selama ini demi melindungi anaknya. Hanya orang terdekat dari presiden-lah yang tahu. Tapi sekarang Organisasi Big Dwarf sudah mengetahui keberadaan putri presiden. Kalian tahukan kalau GLORIA dan Big Dwarf tidak pernah akur? Mereka terus saja berusaha menjatuhkan kita. Dan sekarang mereka benar-benar serius. Dengan menyerang kelemahan terbesar pemimpin kita, dan sekaligus membuat GLORIA goyah.”

 

“Kenapa kita diberi misi sesulit ini? Kita baru saja resmi menjadi bagian dari GLORIA. Bukankah itu terlalu ceroboh?”

“Kurasa tidak,” ucap Jae Hyun pada Kwangmin. “Aku mengerti sekarang kenapa kita mendapat masa percobaan paling lama. Karena kita disiapkan memang untuk misi seperti ini. Untuk menguji sampai mana kemampuan kita.”

“Kau benar Jae Hyun,” potong si leader. “Tapi bukan hanya itu saja. Presiden sudah merencanakannya dengan baik. Dia sudah tahu sejak awal kalau Big Dwarf memang mengincar putrinya.Maka dia sengaja mengirim kita ke sini, dan saat mereka sudah mengetahui keberadaannya, itu waktunya kita bergerak.

“Jadi, sebenarnya selama ini kita sangat diandalkan oleh organisasi? Kita khusus dipersiapkan untuk ini. Tadinya kupikir kita adalah tim buangan.”

“Aku juga sempat memikirkan hal yang sama denganmu, Minwoo-ya. Itu juga alasan kenapa kita dikirim ke sini. Selain itu, juga karena…. putrinya tinggal di sini dan dia juga satu sekolah dengan kalian bertiga.” Jong Woon mengarahkan telunjuknya ke Minwoo, Jungkook, dan Kwangmin.

MWO??!” ucap mereka bertiga (lagi-lagi) bersamaan.

“Aku punya fotonya.” Jong Woon menunjukkan foto yang sejak tadi dibawanya. “Cantik, bukan?”

 

‘Gadis ini kan…’

 

-TBC-

 

Okey, chapter pertama udah selesai. Gimana menurut kalian cerita gaje ini? Menurut author kok agak aneh ya *padahal buat sendiri. Untuk chapter selanjutnya akan ada penambahan tokoh dari member Boyfriend juga. Hayoo~ sabar nunggu bias kalian muncul ya.

Jangan lupa komentarnya. Masukan dari kalian itu penting banget loh.

감사합니다~

This entry was posted by boyfriendindo.

4 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] Flower Boy : Bookstore – Chapter 01

  1. ah..autor.salam kenal…
    lagi bosen liburan sekolah bca ff ini seru,,,bgt.gak aneh kok tor,awal2 aneh tp keren kok.i like it!agen rahasianya kayak akatsuki.haha.pemeran utamax siapa y tor?moga ja kwangmin#ngarep

    cepet lanjuuuuuuut!hehe>,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: