[FANFICT/FREELANCE] End of Story – Chapter 02

Tittle  : End of Story – Chapter 02
Author : Song Rae Hwa [@deviwo01]
Genre : Family, Friendship, Romance dan Sad Romance
Rating : T
Type : Chapter
Main Casts  ~ Song KyungJae (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ No Minwoo

Support Casts  ~ Jo Youngmin

  ~ Song Chan Ho

 

Hai readers author balik lagi sambil bawa FF gaje author, yang mungkin masih layak untuk dibaca. Ahahaa … FF ini murni hasil karangan author, saat membuat FF ini author terinspirasi oleh Novel yang author baca. Tapi alur dan ceritanya 180 derajat berbeda ko asli, walaupun ada sedikit kesamaan mungkin.… dan maaf jika FF yang author buat tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan mungkin alur juga berantakan, butuh kritik dan saran untuk memperbaiki karya author.

Truwingggg~ Selamat membaca ^^

 

+++Chapter 1+++

“Hey chagi tunggu, aku akan membantumu membereskan barang-barangmu..” teriak Kwagmin sambil berlari kecil mengejar Jae yang sudah berjalan mendahuluinya.

Umma akan buatkan minum dan kue untuk kalian !!” Seru umma Jae sambil pergi kearah yang berlawanan dengan Jae dan Kwangmin.

+++Chapter 2+++

Jae mulai membongkar isi kopernya, ia mengeluarkan baju-baju dari dalam kopernya dan mulai memasukkannya ke dalam lemari, menatanya dengan rapih. Kwangmin pun membantu Jae untuk membereskan baju dan barang-barang yang Jae bawa dari USA. Penantian selamat empat tahun antara keduanya membuat mereka berdua menikmati waktu bersama dengan penuh kasih sayang.

++Jae Pov++

Sebenarnya aku bahagia bisa menghabiskan waktuku bersamanya lagi, setelah empat tahun aku dan dia dipisahkan oleh ruang dan waktu, saat bersama seperti inilah yang sangat aku rindukan saat aku jauh darinya, sesekali aku memandanginya yang sedang membantuku membereskan barang-barangku. Wajahnya yang tampan dan senyumannya yang manis itulah yang membuatku tergila-gila padanya, dan kini si pemilik wajah tampan dan senyum manis itu milikku. Aku sedikit menyunggingkan senyum saat ia menatapku dengan memegang sebuah jaket yang ia ambil dari dalam koperku.

“Ternyata kau membawanya kesana? Aku kira kau hanya menyimpannya.” Tanyanya tiba-tiba, saat aku hendak memasukkan buku-bukuku ke dalam lemari buku.

“Ya tentu saja aku membawanya, disana dingin.” Jawabku asal, namun itu sukses membuat dia menundukan kepalanya tanda ia kecewa dengan jawabanku. Aku terkekeh pelan sembari menutup mulutku dengan telapak tanganku karena aku sungguh tidak tahan melihat wajahnya yang seperti anak kecil yang meminta permen pada ibunya.

“Ani oppa, aku akan sangat merindukanmu jika aku tidak membawa jaket pemberianmu itu.” jawabku lagi dan kini wajahnya yang tampan terlihat lebih tampan karena senyumnya mulai mengembang lagi.

“Benarkah? Ahahaa kau jangan membuatku merasa ingin terbang seperti ini.” Ucapnya sambil memeluk tubuh kurusku erat, dan mengecup pipiku. Aku memalingkan wajahku dan melepaskan pelukannya saat aku mendengar langkah kaki mendekati kamarku. Benar saja dugaanku, umma datang sambil membawa nampan yang berisi dua gelas juss alpukat dan satu toples makanan ringan. Aku menghampirinya dan mengambil alih nampan yang umma bawa tadi.

“Kwangie sebaiknya kau makan malam disini.” Ucap umma sambil menyerahkan nampan itu kepadaku. Kulihat Kwangmin oppa hanya tersenyum dan mengangguk tanda meng-iyakan tawaran ummaku.

“Kau ini umma seenaknya mengajak orang makan malam, nanti porsi untukku berkurang.” Ucapku bergurau, umma tersenyum dan mengacak rambut pendekku. Sedangkan oppa hanya melempar senyum manisnya dan kemudian berkata.

“Kau tidak ikhlas jatahmu ku ambil? Baiklah kembalikan makanan yang aku suguhkan untukmu tadi pagi.” Aku dan umma hanya bisa tertawa mendengarnya.

++Jae Pov End++

“Makan malam sudah siap…. Palli turun..” terdengar teriakan dari umma Jae di bawah, mereka berdua menuruni anak tangga dan menuju ruang makan, untuk makan malam bersama.

Makan malam berlalu dengan cepat, Kwangmin pun pulang dari rumah keluarga Song. Ia terlihat sagat senang dengan yang terjadi hari ini, dari mulai ia menjemput kekasihnya yang pulang dari USA setelah empat tahun lamanya, menggoda kekasihnya, dan makan malam bersama keluarga besar KyungJae kekasihnya. Kwangmin menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya ia menutup matanya rapat-rapat dan memohon harapan sebelum ia tertidur lelap ‘Semoga kebahagian yang saya rasakan hari ini, tidak akan berhenti sampai disini. Tapi sampai akhir hayat nanti.’ Pinta Kwangmin dalam hati, ia menatap langit-langit kamar yang putih dan polos kemudian ia memejamkan matanya dan terlelap.

^^^^^

Matahari yang cerah menyinari kota Seoul dan bangunan-bangunan pencakar langit yang berdiri kokoh di atas tanah, membuat namja yang masih tertidur lelap terbangun karena terkena sinar matahari yang menembus kamarnya melalui jendela yang terbuka. Namja itu pun bangun dari tidurnya dan menatap jendela kamarnya yang sudah menyuguhkan pemandangan yang indah di baliknya.

“Kwangie~ palli…” teriak seorang namja dari balik pintu kamar Kwangmin.

“Ne, tunggulah sebentar…” teriak Kwangmin dengan suara seraknya. Kwangmin berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di dalam kamarnya, ia hanya menyikat gigi putihnya dan mencuci mukanya. Setelah terlihat rapih dengan menggunakan setelan jeans hitam dengan kaos oblong biru dan sweater putihnya Kwangmin melangkah meninggalkan kamarnya dan duduk di sofa ruang keluarga di apartement miliknya dan hyungnya itu.

“Apa kau sudah siap untuk pulag kerumah.” Tanya Youngmin sambil menyodorkan segelas susu yang telah ia buat untuk dongsaengnya.

“Mau bagaimana lagi, umma menyuruh kita pulang.” jawab Kwangmin sambil meneguk susunya.

“Kau tidak berfikir kalau umma…” Youngmin sengaja menggantung kalimatnya yang belum selesai ia ucapkan, karena takut menyinggung perasaan Kwangmin.

“Mungkin..” jawab Kwangmin singkat, kemudian mereka pun pergi meninggalkan apartement dan menuju rumah mereka yang berjarak tidak terlalu jauh dari apartement mereka.

^^^

“Duduklah, umma sudah siapkan makanan kesukaan kalian.” Ucap seorang wanita yang masih terlihat sangat muda walaupun usianya sudah menginjak kepala 4 lebih. Kwangmin dan Youngmin duduk di kursi makan yang terdapat di rumah sederhana milik mereka berdua. Sarapan yang hanya dinikmati oleh ketiga orang itu berlangsung dengan sangat cepat, namun acara sarapanpun tidak berakhir begitu saja. Youngmin pun memulai percakapan yang seharusnya dimulai sejak beberapa menit yang lalu saat mereka selesai memakan sarapan mereka.

“Jadi apa yang membuat umma menyuruh kami pulang?” tanya Youngmin to the poin. Wanita itu tersenyum menyeringai dan meleirik kearah Kwangmin yang masih sibuk mengelap mulutnya dari sisa makanan.

“Jadi menurutmu apa Young?” wanita itu balik bertanya pada Youngmin. Youngmin menghembuskan nafasnya berat.

“Setelah enam tahun berlalu, umma masih ingin membicarakannya lagi?” kini suara Kwangmin yang terdengar sedikit marah mulai keluar.

“Seperti yang kau tau, umma sangat tidak suka dengan semuanya.”

“Sepertinya aku sering mengatakan keputusanku kepada umma. tapi kenapa umma masih menanyakannya lagi padaku?” kata Kwangmin lagi masih dengan nada kesalnya.

“Kalau begitu pergilah ke Jepang. Kau tau umma sudah semakin tua..”

“Aku masih betah dengan pekerjaanku disini.” Ucap Kwangmin dengan santai.

“KWANGIE….” Teriak wanita itu kesal pada Kwangmin. Namun Youngmin langsung mencoba menenangkannya dengan menggenggam tangannya.

Umma… biarkan Kwangmin menikmati kesenangannya dulu sebelum ia….”

“Besok lusa ajaklah Jae makan malam disini.” Ucap ummanya dengan suaranya yang lembut kembali.

“Kau tidak bisa menyuruhnya untuk membujukku pergi ke Jepang.” Kata Kwangmin lagi masih dengan emosi yang meluap-luap.

“Aku tidak akan menyuruhnya untuk membujukmu, aku haya ingin bertemu dengannya hampir empat tahun aku tidak melihatnya.” Tanpa mendengarkan perkataan ummanya lagi Kwagmin langsung meninggalkan meja makan dan berlari ke kamarnya dan menutup pintu kamar dengan kerasnya. Youngmin yang melihatnya hanya memandangnya dengan tatapan belas kasih kepada dongsaengnya yang sangat ia sayangi.

“Berapa lama umma akan tinggal disini?” Youngmin mencoba meredam amarah ummanya akibat tingkah Kwangmin tadi dengan mengalihkan pembicaraan mereka.

“Satu minggu. Apa kau juga keberatan Young?” Youngmin menggeleng setelah mendengar pertanyaan yang diluncurkan ummanya.

Ani umma, kalau begitu aku dan Kwangmin akan menemani umma selama umma disini.”

“Tidak usah jika itu akan mengganggu pekerjaan kalian.”

Ani umma, sekolah tempatku mengajar dekat dengan rumah ini. Begitupun dengan kantor Kwangmin.”

“Young, kau ingat kenapa umma mengirimmu kesini?” Youngmin hanya mengangguk sambil menatap mata ummanya yang mulai berkaca-kaca.

“Kenapa selama enam tahun ini kau masih belum bisa merubahnya?” Youngmin mulai menundukan kepalanya, tanda ia menyesal karena ia belum bisa mengabulkan permintaan ummanya sejak enam tahun yang lalu.

Mianhe…” suara Youngmin terdengar lebih menyesal dari kelihatannya.

“Aku sudah meminta bantuan orang lain, tapi ia memang keras kepala umma.. mianhe..mianhe..” lanjut Youngmin sambil menggenggam kembali tangan ummanya yang ada dihadapannya.

“Kau tau? Bahkan appamu tidak akan mengampuni kita jika semuanya benar-benar terjadi.” Wanita itu mulai menitikan air matanya begitu juga dengan Youngmin yang benar-benar merasa bersalah atas semuanya.

^^^^^

Kwangmin mengendarai mobilnya menuju gedung tempat Jae bekerja saat ini, hari terlihat mendung anginpun mulai bertiup kenacang menyibak ranting pepohonan sesukanya, menyapu jalanan yang berdebu dengan penuh amarah. Semua orang hampir tidak kelihatan di sepanjang jalan karena berita cuaca meramalkan akan terjadi sebuah badai yang bisa menyapu semua bunga dan pohon di taman. Namun dengan terburu-buru Kwangmin melajukan mobilnya ia tidak ingin Jae menunggu di tengah badai, setelah ia sampai di depan gedung yang cukup tinggi itu ia meliahat Jae yang sedang memeluk tubuhnya karena kedinginan.

“Ya oppa lama sekali..” ucap Jae kesal pada Kwangmin.

Mianhe, palli beberapa menit lagi akan ada hujan dan badai.” Ucap Kwangmin sambil menuntun Jae masuk kedalam mobilnya.

“Masuklah ganti pakaianmu, nanti setelah hujan mereda kita akan ke rumahku.” Kata Kwangmin seraya mengeringkan rambut Jae menggunakan handuk kecil miliknya.

“Rumahmu? Apa ummamu pulang oppa?” tanya Jae sedikit bingung.

“Ne, dia mengundangmu makan malam, malam ini.”

“Kenapa kau tidak bilang? Tadikan aku bisa mampir ke salon untuk mendandaniku yang tidak pandai berdandan ini.” Jae menatap Kwangmin dengan tatapan kesal, Kwangmin tersenyum dan memegang wajah Jae dengan kedua tangannya menatap yeoja yang ada dihadapannya kini dengan tatapan penuh cinta.

“Aku suka dirimu yang seperti ini. Aku suka Jaeku yang apa adanya..” Ucap Kwangmin lembut, yang langsung membuat wajah Jae memerah seperti bunga mawar merah yang baru mekar.

“Oppa, kau jangan membuatku malu..” Ucap Jae dengan menundukan wajahnya yang bersemu merah. Kwangmin tertawa melihat wajah Jae yang memerah dan kemudian mengangkat dagu Jae agar Jae kembali menatapnya.

Saranghae… saranghae nae Jae..” Chu~ Kwangmin mengecup bibir tipis milik Jae, Jae hanya memejamkan matanya menikmati setiap kecupan yang Kwangmin beri di bibirnya.

^^^^^

“Kalian sudah datang?” ucap Ny. Jo pada Kwangmin dan Jae yang baru datang.

“Duduklah Jae. Kau terlihat sangat cantik malam ini..” ucap Ny. Jo lagi yang membuat Jae tertunduk malu.

Acara makan malam keluarga Jo bersama Jae pun berlangsung dengan sangat Khidmat, walaupun disela makan malam mereka sesekali Youngmin membuat lelucon agar tidak ada ketengangan antara keluarganya dengan Jae tamu sepecial mereka. Makan malam berlangsung hanya beberapa menit, kini mereka kembali bercanda dan tertawa akibat lelucon yang dibuat Youngmin sampai akhirnya sebuah pembicaraan dimulai oleh Ny. Jo.

“Apa kau sangat mencintai putraku?” tanyanya pada Jae, dan Jae hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan pelan.

“Tapi bagaimana kalau Kwangmin tidak menyukaimu?” tanyanya lagi yang sukses membuat Jae mendongakkan kepalanya dan membelakakan mata sipitnya.

“Ahahaa… aku hanya bercanda, kau tidak usah menanggapinya dengan serius. Tapi kau harus tau Kwangmin itu tidak sebaik yang kau kira…” kalimat Ny. Jo terhenti saat suara Youngmin menyelanya.

“Karena Kwangmin itu seperti srigala yang siap menerkammu dari belakang.” Ucapan Youngmin terdengar sangat serius dan tidak ada unsur lelucon didalamnya dan itu membuat Kwangmin melemparkan sebuah sumpit yang ada di tangannya kearah Youngmin dan jatuh tepat mengenai kepala Youngmin.

“Tutup mulutmu hyung. kau jangan dengarkan dia, dia hanya iri kepadaku karena aku telah memeiliki yeoja yang sangat cantik sepertimu..” ucapan Kwangmin membuat Jae tersenyum.

“Jae, palli kita ke taman belakang. Aku ingin bicara denanmu dan biarkan mereka melanjutkan pertengkaran mereka.” Ucap Ny. Jo pada Jae seraya menarik tangan Jae yang masih duduk di tempatnya.

^^^^^

“Jae, kau tau kalau ternyata Kwangmin itu memiliki masalalu yang sangat suram?” Tanya Ny. Jo memulai percakapan mereka berdua di taman kecil belakang rumah itu. Jae hanya menggeleng tanda ia tidak tau.

“Aku tau kau sangat mencintai Kwangmin, tapi aku harap kau tidak benar-benar menyukainya.” Pernyataan itu membuat sekujur tubuh Jae bergetar, pikiran Jae melayang begitu jauh membayangkan kalau Ny. Jo akan memisahkannya dengan Kwangmin.

+++TBC+++

 

Nah jadi apa cerita selanjutnya? Akankan Jae benr-benar akan dipisahkan dengan Kwangmin? Tunggu cerita selanjutnya >>> ^^

Terimakasih yang sudah mau baca FF gaje saya ini, mohon kritik dan sarannya #BOW

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] End of Story – Chapter 02

  1. kwangmin oppa ngapain ke japan?ngrilis album.,,haha
    mending ke indo,ke rumahq.hehe,,

    lanjut thor,ngapain ke japan itu lo yg bikin pnsaran.hwaiting!

  2. kwangmin oppa ngapain ke japan?ngrilis album.,,haha
    mending ke indo,ke rumahq.hehe,,

    lanjut thor,ngapain ke japan itu lo yg bikin pnsaran,keren.hwaiting!

  3. Sebelumnya saya mau ngucapin terimakasih sudah mau baca hasil karya saya yang berantakan. hehee…
    Anda penasaran? sama saya juga… aihahaa
    Tunggulah kisah selanjutnya. ^_^”’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: