[FANFICT/FREELANCE] End of Story – Chapter 04

Tittle  : End of Story – Chapter 04
Author : Song Rae Hwa [@deviwo01]
Genre : Family, Friendship, Romance dan Sad Romance
Rating : T
Type : Chapter
Main Casts  ~ Song KyungJae (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ No Minwoo

Support Casts  ~ Jo Youngmin

  ~ Song Chan Ho

 

Hai readers author balik lagi sambil bawa FF gaje author, yang mungkin masih layak untuk dibaca. Ahahaa … FF ini murni hasil karangan author, saat membuat FF ini author terinspirasi oleh Novel yang author baca. Tapi alur dan ceritanya 180 derajat berbeda ko asli, walaupun ada sedikit kesamaan mungkin.… dan maaf jika FF yang author buat tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan mungkin alur juga berantakan, butuh kritik dan saran untuk memperbaiki karya author.

Truwingggg~ Selamat membaca ^^

Warning          : Sebelumnya author ingin minta maaf kalau kelanjutan cerita ini semakin ngawur dan entahlah berantakan. ^^

+++Chapter 3+++

“Aku belum menceritakan masalalu kelam putraku padamu bukan?” gadis itu-Jae menggeleng.

“Aku akan ceritakan semua apa yang sebenarnya terjadi padamu.”

 

+++Chapter 4+++

%FlashBack%

TOKYO 25 maret 2008

Hari itu benar-benar hari terburuk yang dialami oleh kelurga Jo, sebelum mereka menangis di tengah-tengah halaman rumah mereka, mereka mengalami pemberontakan yang sangat kasar dari lima orang laki-laki yang bertubuh besar dan kekar. Mereka mengusir keluarga Jo secara paksa tanpa memberikan sehelai baju ganti untuk mereka. Saat itu tuan Jo sedang tidak ada di rumah, nyonya Jo hanya bisa memeluk kedua putranya yang masih berusia lima belas tahun.

Umma.. apa yang terjadi.” Taya anak laki-laki yang mempunyai mata sedikit sipit dari anak laki-laki satunya.

Umma tidak tau, sebaiknya kita tunggu appa di sini.” Ucap wanita yang di panggil umma itu disela isakannya dan ia semakin mempererat pelukannya kepada kedua putra kembarnya. Dari kejauhan Nampak seorang pria memasuki halaman rumah sederhana itu dengan mempercepat langkanya dan menghampiri anak istrinya. Ia menjongkokkan tubuhnya mensejajarkannya dengan anak dan istrinya yang tengah bersimpuh di halaman rumah dengan ribuan air mata yang telah anak istrinya keluarkan.

Appa apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka memberantakkan kamar Kwangmin dan Youngmin hyung?” belum sempat pria itu menjawab, sebuah mobil sedan mercy silver datang menghampiri mereka, seseorang di dalamnya membuka kaca mobil itu perlahan. Dan terlihat senyum melecehkan dibibirnya dan meminta tuan Jo untuk menghampirinya. Pria itu menurut dan menghampiri sang pemilik mobil, mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu dengan serius sampai terdengar suara pistol “DOARRRR…” membuat Kwangmin, Youngmin dan ibunya berlari menghampiri pria yang kini tergeletak ditanah karena sebuah timah besi panas menembus jantungnya.

Appa…appa…appa…” rengek Kwangmin sambil memeluk jasad ayahnya, begitu juga dengan Youngmin yang tidak bisa mengendalikan emosinya sampai ia jatuh pingsan di jasad ayahnya. Kwangmin melihat sosok yang tadi menembak ayahnya tengah tersenyum puas dan melambaikan tangan pada Kwangmin yang sedang menatapnya penuh dengan seribu amarah.

%FlashBack End%

“Sejak saat itu Kwangmin mencari tau informasi mengenai orang yang telah menembak ayahnya. Dan setahun setalah kejadian itu Kwangmin pindah ke Korea dengan alasan ingin menghilangkan jejak kesedihannya disana.” Wanita itu menangis kembali saat menceritakan masalalu Kwangmin yang suram.

“Dan apakah orang yang kau maksud itu appaku?” Tanya Jae to the point. Nyonya Jo langsung mengangguk mantap dan menatap mata Jae yang memerah.

“Dan kau tau dia juga yang menghancurkan keluargamu. Kau ingat seorang anak laki-laki yang menjdi temamu saat kau di U.S.A? Dia adalah Minwoo sahabat Kwangmin, aku menyuruhnya untuk menjagamu saat kau disana. Karena sebenarnya aku dan Youngmin tidak setuju atas semua tindakan yang dilakukan Kwangmin. Dan itu juga yang membuatku tidak suka kau bersanding dengannya, karena itu akan mempermudahkan semua rencananya. Dan kau mungkin masih ingat saat pertama Kwangmin memperkenalkanmu padaku, aku benar-benar tidak percaya dengan semuanya, karena dengan mudahnya dia menemukanmu.” Jelas wanita itu panjang membuat Jae membuka matanya lebar-lebar karena jujur saja orang yang sangat ia cintai dan percayai ternyata orang yang menghancurkan keluarganya. Jae terisak kembali kini ia membenamkan wajahnya pada kedua tangannya yang ia sandarkan pada kedua lututnya.

“KENAPA…KENAPA….KENAPA HARUS DIA….” Teriak Jae sekeras mungkin agar amarahnya tertumpahkan pada angin yang berhembus.

“Dan sebenarnya Kwangmin tidak pergi keluar negeri, sebenarnya ia terus memonitori perkembangan kasus appamu dan perusahaan keluargamu, ia juga yang menarik semua penanam sahammu dan ia juga yang memblok hitamkan keluargamu dari seluruh perusahaan penanam modal.” Lanjut wanita peruh baya itu.

^^^^^

+++Jae Pov+++

Apakah ia-Kwangmin sekejam itu? Apakah ia orang yag aku cintai benar-benar tega melakukan itu? Seribu pertanyaan apakah menghantui pikiranku, kini aku yang tidak berdaya hanya bisa meneteskan sisa air mataku. Aku ingin menemuinya saat ini, tapi aku tidak tau dimana dia? Dan bodohnya aku, aku tidak bertanya kepada wanita itu tadi. Satu pertanyaan lagi, apakah semua yang diceritakan wanita itu benar? Atau hanya semata-mata ingin memisahkanku dengan Kwangmin. Oh tidak aku rasa yang dikatakannya itu tidak benar, karena dia hanya ingin memisahkanku dengan Kwangmin. Aku tau mungkin sebulan ini Kwangmin sedang sibuk dengan pekerjaannya disana. Tapi kalau sampai orang tua itu berbohong kenapa ia tega sekali menjelek-jelekan putranya sendiri kepada orang lain? “Bodoh !!!” gumamku pelan sambil terus melanjutkan langkahku menuju rumah petak yang aku miliki sekarang. Jadi siapakah yang harus aku percaya?? Aku memukul-mukul kepalaku sendiri, aku masih memikirkan cerita wanita itu, apakah benar atau tipuan belaka. Pada siapa aku harus bertanya, Youngmin ya Youngmin oppa, aku harus menemuinya sekarang. Aku menyetop sebuah taksi untuk mengantarku ke apartement Youngmin oppa. Dengan menyuruh sopir taksi melajukan taksinya dengan cepat kegelisahanku malah semakin menjadi, sekujur tubuhku terasa dingin aku merasakan hawa yang berbeda hari ini. Tiba-tiba aku teringat dengan Chanho oppa, yang sejak kemaren tidak pulang kerumah. Aku merogoh tasku dan ku tekan tobol dial 1 yang langsung menghubungkanku dengannya. Satu kali tak ada jawaban, dua kali dan ketiga kali malah tidak aktif. Aku semakin khawatir pada oppaku karena aku takut oppa melakukan hal yang tidak-tidak, aku semakin cemas dan meminta sopir taksi memutar balikan taksi menuju rumahku.

Ahjusi, tolong putar balik. Aku harus segera pulang.” Pintaku.

“Baik noona.” Jawabnya santai, aku mengurungkan niatku untuk bertanya pada Youngmin oppa hari ini, mungkin besok aku bisa menemuinya. Oppa ya bagaimana dengan Chanho oppa sekarang, aku sudah mencoba menghubunginya berkali-kali tapi sama nomornya tidak aktiv. Setelah dua puluh menit perjalanan akhirnya aku sampai di depan gerbang, aku melihat gerbang rumahku sudah terbuka lebar begitu juga pintu rumahku aku membayar taksi dengan uang beberapa lembar aku tidak peduli berapa lembar yang aku ambil, aku mulai panic.

Noona ini kembalianya.” Teriak sopir taksi itu, aku menolah dan ikut berteriak menyahutinya.

“Ambilah untukmu..” teriakku, aku kembali melanjutkan langkahku aku menyusuri halaman rumah yang memiliki aura berbeda, aku berlari kecil memasuki rumah aku mengedarkan pandanganku kesetiap sudut ruangan, aku kembali berlari keruang tengah.

OPPA…” teriakku, namun tidak ada jawaban sampai aku mendengar suara.

“DOARRRRR…” dari belakang rumah aku berlari secepat yang aku bisa, aku menangis aku mematung saat melihat kucuran darah yang mengalir mengotori rumput hijau.

OPPA…” teriakku kaget saat Chanho oppa menjatuhkan tubuhnya lunglai, aku menghampirinya dan aku merengkuhnya dalam pangkuanku.

OPPA… KWANGMIN OPPA…BANGULAH…” Teriakku lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya, disampingku Chanho oppa menangis dan menundukan kepalanya.

“Ja..j..jae…maa..f…kan..ak..kku..” ucap Kwangmin dengan terbata-bata sebelum ia menutup matanya untuk selama-lamanya. Aku terisak, aku tidak percaya dengan semua ini, aku harap ini semua hanya mimpi gelapku aku menangis dan memeluknya erat walaupun darah segar terus mengalir dari pelipis kepalanya.

+++Jae Pov End+++

^^^^^

“KWANGMIN…” teriak Youngmin yang di susul Minwoo dan ibunya. Youngmin mendekati jasad Kwangmin. Youngmin mengambil alih Kwangmin dari pangkuan Jae, sedangkan Minwoo sibuk menenangkan Jae. Ibu Kwangmin mengahmpiri semuanya dengan langkah lemah dan menjatuhkan tubuhnya begitu saja saat berada dihadapan jasad Kwangmin, Youngmin memeluk jasad Kwangmin erat dan menangis.

“Seandainya kau menurutiku untuk pulang ke Jepang. Kau tidak akan begini Kwang, seharusnya dari awal kau tidak melakukan semuanya, seharusnya.. hiks.. kau mengiklaskannya… aku tau kau tidak akan mampu melakukan semuanya Kwang.. karena kau sangat mencintai kekasihmu.. hiks..hiks…” ucap Nyonya Jo, sambil menatap nanar putra bungsunya.

Oppa… Kwa..kwa..ngie oppa~ hiks..hiks…” isak Jae sambil menatap pusaran tanah yang bertabur bunga. Youngmin menghampiri Jae yang masih tertunduk sambil menggenggam tanah merah pusaran itu.

“Jae, kau tau sebenarnya Kwangmin sangat…sangat mencintaimu..” kata Youngmin seraya mensejajarkan tubuhnya dengan Jae.

“Lalu kenapa dia melakukan itu semua?” ucap Jae sambil menatap Youngmin.

“Kau tau? Dia sangat menyayangi appa dan sejak kematian appa ia bersumpah kalau ia akan menghancurkan keluarga orang yang membunuh appa dan membuat keluarganya mati tanpa tersisa. Tapi dia salah dia malah terjebak cintamu, oleh karena itu dia mengakhiri hidupnya karena ia tidak bisa memegang sumpahnya. Ya itu lah yang ia katakan kepadaku satu jam sebelum ia menembakkan pistol kepelipis kepalanya sendiri. Dan ini…” Tutur Youngmin sambil menyerahkan beberpa map dan amplom besar kepada Jae. Jae menatap amplop dan map-map itu.

“Itu saham untuk perusahaanmu, dan yang di amplop itu adalah asset perusahaan yang Kwangmin dirikan selama beberapa tahun ini.” Jelas Youngmin.

“Lalu kenapa ia memberikannya kepadaku?” Tanya Jae bingung.

“Itu sebagai tanda permintaan maafnya, ia hanya ingin melihatmu bahagia bersama keluargamu.”

“Tapi opp…”

“Sudah terimalah, lagian aku dan umma akan pulang ke jepang. Tugasku untuk mencegahnya sudah selesai.”

“Tapi oppa… kenapa kalian harus kembali ke jepang?”

Umma memiliki perusahaan yang harus di kelola disana, sedangkan aku seorang pengacara disana. Asal kau tau itu.” Kata Youngmin sambil tersenyum manis dan mengacak rambut pendek Jae.

“Benarkah?” Tanya Jae tak percaya. Youngmin hanya memberi sebuah anggukan mantap.

“Sampaikan salamku pada kakakmu.” Youngmin pergi meninggalkan Jae dan melambaikan tangan kepada Jae.

+++JAE+++

Setelah kejadian itu aku kira aku tidak bisa tersenyum lagi, tapi ternyata aku salah itu hanya akhir cerita kelamku. Dan sekarang aku memulai cerita baruku, umma dan appa kini sudah kembali normal walupun appa harus mendekam di balik jeruji besi tapi kami keluarganya tetap memberinya dukungan. Aku tersenyum saat melihat oppa tertawa bahagia bersama pemuda yang berada dihadapannya. Ya pemuda itu kekasihku, lama memang untuk menemukan sosok pengganti Kwangmin oppa, tapi itu semua karena kebodohanku yang tidak pernah menyadari keberadaanya, semenjak kematian Kwangmin dan kepergian Youngmin oppa ke jepang ia selalu ada untukku disaat aku senang maupun sedih, sampai akhirnya ia menyatakan perasaanya padaku dan akupun menerimanya. Ya Minwoo adalah orang yang ku pilih sebagai pengganti Kwangmin oppa untuk memulai cerita baruku, dan aku berharap akhir cerita baruku ini berakhir dengan bahagia, berakhir dengan seribu senyuman kebahagian dari orang-orang yang aku cintai. Berakhirnya sebuah cerita bukan berarti cerita itu selesai, seperti sebuah novel yang aku baca cerita di novel selalu berhenti saat sang penulis mengakhiri ceritanya padahal kalau aku deskripsikan jalan cerita novel itu masih panjang dan masih jauj dari kata akhir. Aku menghampiri umma oppa, dan Minwoo yang sedang bercengkrama di halaman belakang rumahku yang dulu.

“AKHIR CERITA BUKAN AKHIR SEBUAH HIDUP, TAKDIR YANG DITULISKAN MASIH PANJANG WALAUPUN TIDAK DI TULIS DENGAN TINTA HITAM”

 

 

++++END++++

 

***

Seorang pemuda berjalan penuh dengan kebencian, ia berjalan dengan langkah yang cukup panjang. Sampai akhirnya berhenti disebuah rumah yang sederhana ia membuka gerbang dengan sangat kasar sampai menimbulkan suara yang cukup keras “BRAKKK” namun ia tidak memperdulikan bunyi yang keras akibat pintu gerbang terdorong dengan sangat kasar akibat ulahnya, ia berjalan menyusuri halaman yang kecil itu dan kemudian mengetuk pintu rumah dengan cukup keras sampai sang-empunya rumah menatapnya heran saat ia membuka pintu.

“Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau?” Tanya seorang pemuda yang membuka pintu. Namun pemuda yang ditanyai hanya melengos dan masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan sang-empunya rumah yang masih mematung diambang pintu.

“Aku ingin bicara denganmu hyung.” Ucap pemuda yang tadi mengetuk pintu dengan keras.

“Apa yang ingin kau bicarakan Kwang?” Tanya pemuda pemilik rumah. Namun pemuda yang dipanggil Kwang tadi tidak langsung membicarakan hal yang ingin ia bicarakan, lantas ia berjala menuju halaman belakang rumah yang sederhana itu. Pemuda pemilik rumah hanya mengikutinya dari belakang.

“Huyung.. apa pereasaanmu ketika kau melihat ayahmu dibunuh oleh orang didepan matamu?” ucap Kwangmin tiba-tiba. Orang yang dipanggil hyung tadi mendekati Kwangmin dan berdiri disamping Kwangmin.

“Tentu saja aku akan membalaskan dendam ayahku kepada orang yang telah menembak ayah didepan mataku.” Jawabnya santai, Kwangmin tersenyum miris.

“Dan bagaimana kalau orang yang telah menembaknya itu orang yang kita kenal? Bahkan orang itu adalah ayah kekasih kita, kekasih yang sangat amat kita cintai dan sayangi.” Chanho memiringkan kepalanya untuk menatap wajah Kwangmin yang merah karena telah menahan emosi.

“Apa kau tidak bisa menjawab?” Tanya Kwangmin lagi, sedangkan Chanho hanya tertegun mendengar pertnyaan Kwangmin yang sangat sulit untuk dicerna oleh pikirannya.

“Hyung bagaimana kalau aku ingin membalaskan dendam ayahku kepada keluargamu? Apa kau tidak keberatan jika aku membunuh ayah dan ibumu, tidak bahkan kau dan adikmu?” kalimat terakhir yang diucapkan Kwangmin membuat Chanho sadar dari lamunanya, kini ia sudah mendapati sebuah pistol yang tepat berada di pelipis kepalanya.

“Apa kau siap hyung? Ahahaa… apa kau tau jika ayahmu itu adalah seorang pembunuh? Ya dia adalah orang terkejam di dunia yang aku kenal. Dia membunuh ayahku yang sama sekali tidak bersalah, ayahmu membunuh ayahku karena ayahmu takut jikalau ayahku membongkar rahasianya. Sebenarnya ayahmu tidak hanya seorang koruptor dan pembunuh, dia juga seorang MAFIA terkenal di jepang.”cerita Kwnagmin membuat sekujur tubuh Chanho bergetar hebat, dank arena ia takut jikalau Kwangmin menembaknya dengan tiba-tiba karena jujur saja dia belum siap untuk meninggalkan adiknya sendiri saat ini.

“Tapi… bodohnya aku, aku malah terjebak oleh tipu daya cinta.” Kwangmin menggantung kalimatnya dibarengi dengan tetesan air mata yang mulai membasahi pipinya.

“Aku..aku.. tidak percaya aku tidak bisa melakukan semuanya, setelah apa yang telah aku rencanakan selama bertahun-tahun karena aku tidak sanggup untuk melihat KyungJae menangisi orang-orang yang hina seperti KAU DAN APPAMU. Dan aku malu pada appa karena aku telah melanggar sumpahku.” Ucapan Kwangmin membuat Chanho tidak bisa untuk menahan lagi air matanya..

“Aku Kwangmin, telah melanggar sumpahku. Kau tau hyung aku malu, aku malu pada diriku sendiri, dan sampaikan salamku pada KyungJae. Katakana padanya aku benar-benar mencintainya sangat..sangat mencintainya.” Kwangmin menangis, ia menjauhkan tubuhnya dari Chanho dan kini tangan Kwangmin merubah arah lubang pistol yang sudah siap untuk ia tembakan kearah pelipisnya sendiri dan dalam hitungan detek terdengar suara yang sangat keras.

“DOARRRR” Kwangmin pun langsung tergeletak di tanah dan Chanho yang melihatnya langsung menjatuhkan tubuhnya lunglai di atas tanah.

***

Akhirnya tugas saya untuk meneylesaikan cerita ini selesai juga. Bagaimana Endingnya Readers? Makin ngawur ya? Ya maaflah author masih belajar ngarang cerita. ^^

Terimakasih yang sudah mau baca karya author Pipiel.  :)

This entry was posted by diahwch.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: