[FANFICT/FREELANCE] I’m Not Perfect

Tittle  : I’m not Perfect
Author      : Whong
Genre : Action and Romance
Rating : R
Type : one Shoot
Casts  : ~ Jo Youngmin

  ~ Ham Eunjung as Lee Eunji

“Aku tak bisa berkata apapun sekarang, ingin ku luap kan apa yang ada dibenak ku, apa yang ku rasa saat bersamanya selama ini. Namun lidah ku ragu tuk mengatakannya yang ku bisa hanya melihat namja itu, meringkuk dibalik jeruji besi.”

These days, it feels like you’re mine

it seems like you’re mine but not

it feels like I’m yours

it seems like I’m yours but not

…and stop this now BE REAL WITH ME

-SOME-

 

Semenjak rumah tahanan ini dihuni seorang pidana kriminal, ia sering melamun. Hobi baru yang ku dapati dari tunangan ku ini. Lee Eunji, 3 bulan lalu ia mendapat tugas untuk menggiring Bandar narkoba kemari. Setelah 6 bulan tak mendapat kabar darinya, ia muncul dengan kesuksesan, 10 tahun buronan kami akhirnya tertangkap hidup-hidup.

Apa karena ia yang disana membuatnya begini?

Secara tak langsung aku telah mengetahui apa yang ia lakukan selama ini di luar sana bersama namja itu. Berdiri berjam-jam, mengamatinya membuat kaki ku terasa pegal. Ku lihat solnya masih terpaku disana, bintik hitam miliknya tertuju pada satu orang namja. Tentu aku tahu betul siapa namja itu.

Aku heran ia tak menunjukan ekspresi apapun atau mengatakan sesuatu hanya berdiri disamping sel tahanan. Sering aku melihatnya termenung atau menebar senyum simpul tuk sekedar bersikap ramah. Rasa penasarannya pada kasus baru telah padam, lebih banyak kasus yang dilimpahkan pada asistennya. Entah terpecahkan atau tidak seolah ia tak peduli.

Sepatu hak tingginya berbalik arah, ia menatap ku sekilas lalu memalingkan pandangannya. Setelah ia melangkah keluar, barulah sipir mengunci pintu.

“Lee Eunji,” panggil ku. Ia menoleh, otomatis aku melempar senyum padanya.

“Hai.”

Sial, lidah ku tergelincir aku membuatnya kembali melangkah. 3 huruf yang keluar dari mulut ku memperkeruh suasana batinnya. Tetapi aku ingin mengobrol dengannya walau sebentar. Mungkin aku bisa menghilangkan atau meredakan kerisauannya. Mungkin.

“Lee Eunji, akhir-akhir ini kau sering melamun ada apa dengan mu?”

“Lepaskan aku Jo Youngmin.”

Ku singkirkan jemari ini yang mengait kelingkingnya. Pagi ini raut wajahnya tak sesegar biasanya, ada sembab terselip pula sisa kesedihan yang tak dapat tertuang.

“Ini, ku kembalikan,”

Cincin emas bermata kristal tersodor kearah ku.

“Aku tak mau menerimanya, lima hari lagi kita menikah. 3 tahun yang lalu kau menyetujui perjodohan kita, dan hingga selamanya aku mencintai mu. Aku tidak bisa melepaskan mu.”

PLAk

“Kau tak tahu apapun tentang cinta, apa selama ini kau tak menyadari jika aku sedang berakting?”

“Ani.”

“Aku menerima cincin ini dan semua bualan mu itu, karena ibu mu adalah sahabat mendiang ibu ku. Itu saja.”

“Jadi?”

“Jadi lepaskan aku, jangan mencampuri hidup ku.”

Pipi kiri ku terasa panas, tamparan yang ia daratkan sangat menyimbolkan ucapan perpisahan untuk ku. Apa aku salah jika telah memilihnya sebagai calon istri ku? Apa perasaan ku padanya selama sepuluh tahun tak dapat menembus pintu hatinya? Tak ada kah ruang untuk ku? Sampai kapan aku harus menunggu kerenggangan hatinya?

“Aku muak dengan cinta!”

~***~

 

Kalimat yang ku rangkai sendiri diotak ku tersimpan rapi, aku masih belum bisa mencerna maksud Lee Eunji. Berakting? Benarkah begitu? Lalu selama ini senyum dan canda tawa manisnya, hanya… hanya palsu begitu?

Cinta tak akan pernah tertebak alurnya bahagia atau menderita,

Kira-kira seperti itu kesimpulan yang ku tarik hari ini. Ku pikir aku dengannya akan berakhir, ah mungkin hanya ada di novel atau karya fiksi saja kisah cinta kami akan berakhir bahagia. Yeoja yang diseberang sana, ya Lee Eunji rambut pirang sebahu miliknya mengingatkan ku akan rajutan kenangan tiga tahun silam.

“Ah tidak, itu hanya skenario selama ini aku dipermainkan seperti boneka.”

Tubuhnya tenggelam dalam sedan hitam miliknya aku menyaksikan sendiri ia melaju kejalanan. Semakin jauh, dan jauh hingga aku tak mengenali yang mana sedan miliknya. Di ruang kerja aku menyaksikan sendiri mentari meredup beserta guratan jingga diufuk barat. Surya mengabaikan ku di gedung bertingkat ini, akan kah cinta juga mengabaikan ku?

DRRT

“Yeoboseoyo, Omma”

“Eh kenapa suara mu terdengar parau? Apa kau sakit?”

“Um, mungkin aku harus minum air putih lebih banyak. Ada apa Omma menelpon ku?”

“Begini, kami sudah menyiapkan desain undangan pernaikahan kalian. Menurut namdongsaeng mu terlihat kekanak-kanakan, tapi menurut ku sih lucu hihi. Cepat pulang, ada banyak hal yang ingin kami ceritakan pada mu, oke?”

“_”  Klik.

“Pernikahan batal omma,”

Aku menyudahi langkah ku yang berputar-putar sedari tadi, dengan melangkah keluar ruangan. Beberapa petugas bergantian berjaga di kantor, rasanya enggan untuk pulang. Bagaimana aku menjelaskan semuanya pada keluarga  ku? Bagaimana jika mereka bertanya ‘Mengapa’ ?

Bruuk,

Langkah gontai ku menabrak seorang sipir yang menyembunyikan raut wajahnya. Sedikit kecurigaan ku pada sepatu boot yang ia kenakan, terlihat kotor.

“Mianhamnida,”

Ucapnya sembari berlalu dari hadapan ku. Itu tak cukup menepis rasa curiga ku. Mungkin anggota baru, pasalnya gelagatnya tampak asing dan seolah tidak mengenali ku.

Anggota baru?

Alarm peringatan berbunyi memperingatkan ku akan…

“Tunggu! Siapa kau?”

Namja bertubuh jakung itu berlari menjauhi ku. Aku mengejarnya. Drrr! Terdengar suara peluru dimana-mana. Aku berlari keruangan ku untuk mengambil pistol. Tetapi terlambat, sepuluh kawanan berjubah hitam menodongkan senapan panjang kearah ku.

Beberapa anggota ku telah tewas tertembak, tidak hanya itu keluarlah semua tawanan kami yang besok akan dipindahkan ke kantor pusat.

Salah seorang berjubah hitam melepas topengnya, aku jelas mengenal namja itu. Ia tersenyum kearah ku, lalu beralih kearah sosok dibelakang ku.

Setiap gesekan sol dengan lantai yang sangat ku kenali derap langkah yang semakin mendekat,menciutkan nyali. Aku bukan penakut, namun kali ini aku sangat takut praduga ku berkata benar detik ini. Aku memberanikan diri menengok kebelakang, belum sempat aku melihat dengan jelas siapa.

DOR!

~***~

Mata ini terasa berat untuk terbuka, kalau bukan karena sentuhan jemari mungil ditelapak tanganku, mungkin aku akan tidur lebih lama lagi.

Aku lebih memilih mencoba menyaksikan apa yang terjadi pada ku saat ini. Apa aku sudah mati? Atau aku sedang menjadi roh?

“Hai?” ucap ku.

Entah kenapa setiap kali melihat sosoknya huruf ini menjadi andalan ku untuk membuka perbincangan. Yeoja cantik ini disebelah ku sekarang menarik kembali jemari halusnya, setelah tahu aku tersadar dari tidur panjang yang tak tahu kapan dimulainya.

“Aku telah menjelaskan semuanya, aku juga telah menulis surat pengunduran diri ku. Lekas sembuh Jo Youngmin,”

“Lee Eunji,” Selang infuse menahan laju gerak ku, rasa perih menjalari tubuh ku.

“Kita telah berakhir, anggap kita tak saling mengenal. Itu saran ku.”

Aku mengerti kearah mana perbincangan ini, namun aku mencoba mengelak dari semua fakta ini. Fakta bahwa yeoja ini yang merencanakan pembunuhan di kantor kepolisian, dan fakta bahwa ia mencintai buronan kami.

“Jadi kau memilih bersamanya?”

“Ne”

fin: Aloooo, loha, aku Whong 99 line ada yang mau kenalan sama aku nggak? aku newbie nih Hehehe gimana fanfict ku? Biasa aja, jelek, jelek sekali, atau nggak jelas? Umm komentar sangat diperlukan *Bow

This entry was posted by boyfriendindo.

2 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] I’m Not Perfect

  1. whoaaaa. 99line udh bisa bikin ff aku aja yg 97line masih susah…
    daebak ceritanya ga nyangka, youngmin jdi polisi(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: