[FANFICT/FREELANCE] I’m Not Perfect – Be Mine

Tittle  : I’m not Perfect  – Be Mine
Author      : Whong
Genre : Action and Romance
Rating : R
Type : one Shoot
Casts  : ~ No Minwoo

  ~ Ham Eunjung as Lee Eunji

*Jangan diem aja oke!*

Berjuta sabu dikemas dalam peti kayu itu semua siap edar di 34 negara. Ini perdagangan illegal yang diwariskan appa pada ku, ya si tua brengsek yang mati karena overdosis. Setelah diceraikan omma hidup kami sangat bergantung pada narkotika dan benda satan lainnya. Apa boleh buat aku yang meneruskan perdagangaan ini toh untung yang ku dapat jauh lebih banyak daripada ketimbang bekerja sebagai teknisi.

Hawa dingin pelabuhan menyusupi serat mantel tebal ku, tulang-tulang terasa nyeri mungkin aku akan sakit jika berlama-lama disini. Merapatkan mantel tebal sembari berjalan mendekati sedan hitam milik ku. Belum sampai aku disana, beberapa antek ku mengabarkan berita kejutan.

“Tuan Woo kita kedatangan tamu.”

Aku mengerti siapa ‘tamu’ yang mereka sebut.

.

.

Aku menghampiri gudang tua dekat pelabuhan. Seorang yeoja hampir mati terkeroyok  anak buah ku kalau aku tak segera melerai. Ku gunakan ujung sepatu ku utuk memalingkan wajahnya. ‘Cantik’ kesan pertama yang ku tangkap.

“Angkat dia ke mobil ku”

Aku sadar dengan ucapan ku, oke, aku tertarik pada yeoja ini karena ia masih bernapas walau dihajar 20 namja tukang pukul ku.

.

.

.

Sesampai di tempat persembunyian. Aku membaringkan tubuh seksi ini di sofa, jika ku baringkan diranjang aku takut yeoja ini berpikir aku namja mesum.

Semalaman aku menjaganya, tak ada tanda siuman. Ku beranikan diri untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Baru kali ini aku menyentuh pipi seorang yeoja sangat lembut lalu selembut apa benda mungil merah muda ini? Bodoh! Aku mulai berpikiran yang bukan-bukan.

Oh tidak, ia mulai membuka matanya lalu aku harus bersikap seperti apa? Apa aku harus tersenyum?

“Dimana aku?”

“E, kau di rumah ku”

tampaknya aku canggung dihadapan yeoja ini. Ia memaksakan diri untuk bangkit, lalu mengaduh sebentar.

“Kau perlu istirahat tidurlah dulu disini” pintaku.

“Siapa kau!?” Tanyanya garang.

“Aem, kemarin beberapa namja memukuli mu setelah tau kau masih bernapas aku merawat mu.”

“Maksud ku siapa nama mu?” Ia mulai memelankan nada bicaranya.

“Aku No Minwoo, kau?”

Menatap ku cukup lama, otaknya sedang loading untuk menjawab pertanyaan ku.

“Lee Eunji.” Jawabnya.

“Baiklah Lee Eunji, ku buatkan kau sup ala Tuan Woo.”

.

.

Mungkin aku sedang tersenyum buktinya aku bersemangat mengolah macam-macam sayuran di dapur.

“Cobalah selagi hangat.” Ia menolak , sangat lama ia mengamati ku dari ujung rambut hingga ujung kaki begitu juga dengan sup kaldu buatan ku.

“Aku memasukan racun kedalamnya, supaya kau cepat mati! Ayo buka mulut mu!”

Ia mengernyit mendengar kalimat bohong ku. Kemudian membuka mulut untuk suapan pertama.

“Racun mu ini,_______ enak.”

Suara datar miliknya membuat tenggorokan ku gatal.

“Ehem, itu pujian kah?”

Hanya senyum yang ia torehkan.

.

.

Entah satan macam apa yang telah merasuki raga ku hingga 6 bulan ini aku seranjang dengannya. Giliran malam ini aku memperkenalkannya pada beberapa kawan ku, serta menunjukan semua yang ku ‘sembunyikan’.

Aku masih merangkulnya hangat dibawah sorot lampu disko. Sedikit menggelitik memang saat ia membisikan ‘saranghaeyo’ di telinga kiri ku.

“Woo, bisakah kita bicara sebentar?”

Aku tak sempat menjawab rayuannya karena seorang namja mengusik nuansa romantisme milik ku. Untung saja yeoja ku mengerti lalu membiarkan ku meladeni sobat ku.

Aku diajak masuk kedalam kantor sempit miliknya, ia terlihat was-was sebelum akhirnya mengunci pintu.

“Ada apa sih?” Tanya ku mendahului.

“Eh kau tak tahu siapa teman ranjang mu?”

Aku terdiam mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini.

“Dia seorang polisi sekaligus musuh kita! Kau tak ingat dengan kejadian masa lalu? Oh, mungkin kau lupa atau sudah terbayar oleh secuil ciuman manis? Kau dalam pengaruh wanita ‘Jalang’ itu Woo!”

Mendengar akhir kata saraf motorik menggerakan tangan ku untuk mencekiknya.

“Jangan gunakan kata yang tak pantas untuk yeoja ku! Aku tahu dengan jelas bagaimana polisi membubarkan keluarga ku , itu menjadi mimpi buruk ku hingga saat ini! Aku tidak bodoh Shin Hyunseong!”

Brrk!

Ku jatuhkan tubuhnya ke lantai, kalau bukan sobat ku sudah ku cekik mati berdiri malam ini.

.

.

Aku menangkap jelas gambaran yeoja yang telah mengisi relung hati ku. Lee Eunji, ia disana duduk manis sambil mengedarkan pandangan kemana-mana. Apa ia sedang mencari ku? Atau, sedang melakukan pengamatan? Aku tak percaya dengan ucapan orang lain, yang ku percaya sekarang hanya hati ku dan Lee Eunji.

“Honey!” teriaknya, cukup mengejutkan ku untuk lamunan yang singkat. Aku mulai akrab dengan sebutan baru untuk ku.

‘Honey’.

Aku menyambut pelukan manja, seraya berbisik membalas ‘Saranghae’ miliknya. Ia tak tersenyum mendengarnya. “Banyak pasang mata yang mengintai kita Honey.” Aku tak curiga dengan itu karena disini banyak pasang mata yang melihat kami disini. Tidak ada yang tidak mengenali ku disini, pemilik klub malam yang mereka singgahi. “Biarkan saja.” Jawab ku santai.

Ingin ku sudahi basi-basi ini, terdengar riuh diluar yang merambat kedalam.

“Jangan bergerak kalian sudah terkepung!”

Aku tertarik kebelakang, cengkraman kuat seorang namja menyeret ku ke lantai. Diiringi suara tembakan beberapa kali dalam ruangan. Banyak pelanggan ku yang berlari kocar-kacir melarikan diri.

“Siapa kau?!”

“Aku tunangan Lee Eunji ! Aku tidak sabar menghajar mu No Minwoo!”

Namja ini suka bermain keroyokan, dengan beberapa anggota berseragam mereka menodong senjata kearah ku. Aku dipukul semaunya, hingga aku tak bisa melihat jelas yeochin ku.

Yang ku tahu, ia bergerak maju meninggalkan ku.

.

.

.

Dor!

Skenario ku mulai berjalan, semenjak beberapa butir peluru perak bersarang di tubuhnya. Aku berharap detak jantung namja jakung didepan ku berhenti seketika. Tak puas hati ini jika aku tak menodai wajahnya atau anggota gerak tubuhnya dengan luka. Aku menikamnya beberapa kali, alhasil cairan merah membasahi belati ku.

“Cukup Woo! Kita harus pergi sekarang, 5 menit lagi bala bantuan akan datang.” Seorang yeoja mengganggu kesenangan ku. Apa boleh dibantah, peringatannya benar akan bala bantuan. Di markas musuh kami memeperoleh kemenangan. Dengan berat hati aku harus menahan hasrat ku untuk mengatar namja ini ke surga.

 

-Ia seorang polisi sekaligus musuh kita-

 

Aku masih ingat seorang sahabat memeperingatkan ku tentang yeoja yang kami tangkap 6 bulan lalu. Ya, peringatan yang ku dapati sebelum aku mendiami kamar berjeruji besi di kantor kepolisian Seoul. Aku manusia, aku pantas mengabaikan peringatan alam yang memaksa ku untuk membunuh yeoja ini diawal pertemuan kami. Yeoja ini, yeoja yang tengah melingkarkan lengannya ditubuh ku. Rasa hangat dekapannya mengisi kerinduan ku akan pelukan sosok ibu. Ia sedikit berjinjit untuk menyambut tautan bibir ku.

“Maaf ya Honey?”

“Tidak!”

Sedikit ia tersentak dengan jawaban ku, namun itu jawaban asli untuknya.

“Katakan pada tunangan mu, kau tidur seranjang dengan ku malam ini”

.

.

Aku harus menelan pil pahit tentang kedustaan cinta. Detik ini aku pemilik hatinya, menit berikutnya pasti aku dicampakan.

Ku pilih untuk ‘Jadilah milik ku, sebagai robot penghancur musuh-musuh ku’.

Note:  Ini versi Minwoo oppa, kalau yang udah baca I’m Not Perfect partnya Youngmin oppa mungkin ngerti deh. Mau partnya Donghyun Oppa?, Hyunseong Oppa, Jeongmin Oppa, dan Kwangmin Oppa?

This entry was posted by boyfriendindo.

2 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] I’m Not Perfect – Be Mine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: