[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 03

Title
: My Tears – Chapter 3
Author : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre : Angst, Friendship & Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jo Youngmin

  ~ No Minwoo

  ~ Lee Ji Eun

Support Casts
: ~ Baek Suzy

  ~ Kwon Yuri

  ~ Tiffany Hwang

Disclaimer : Semua cast itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Sementara FF ini terinspirasi dengan sebuah komik yang berjudul (aku lupa lagi soalnya minjem ke temen -,-‘)

A/N : FF ini pernah aku posting di my blog : fanfictionkyu.blogspot.com, di facebook pribadiku, dan di blog fanfic yang lain. Sudut pandang ini memakai sudut pandang orang pertama (Lee Ji Eun), terkecuali yang dicantumkan P.O.V.

 

 ~Chapter 3~

Youngmin P.O.V

“Ji Eun? Dimana dia?” baru saja ia kutinggalkan di ruang UKS dan sekarang ia sudah menghilang. Wanita yang sangat aneh dan misterius.

“Youngmin? Temanmu sudah keluar..” ujar Guru datang. Dia adalah Guru kesehatan di sekolah ini. Dia adalah teman ayahku, jadi aku sudah kenal dengannya.

“Kemana dia? Ah, dia tidak berterimakasih padaku..” gumamku.

“Ia bilang terimakasih. Dan ini surat darinya..” aku pun menerimanya.

“Apa Guru telah mengobati lukanya?”

“Tentu saja.. Sepertinya ia terlalu lelah dan ditambah dengan luka itu, jadi ia bisa tak sadarkan diri. Hmm, itu pacarmu ya? Kurasa dia pacarmu? Ah… Ayahmu harus tahu ini..” goda Kim Guru.

“Bukan, Paman.. Dia temanku.. Tapi ia tak menganggapku sebagai teman..”

“Maksudnya?”

“Entahlah, Paman.. Penuh misteri.. Ah, kenapa jadi membicarakan hal ini? Terimakasih ya, Guru..” Guru Kim menganggukkan kepalanya. Terkadang aku selalu memanggilnya Paman..

“Tunggu, Youngmin!”

“Ne?”

“Jangan membuat wanita itu pergi.. Sepertinya ia sangat membutuhkanmu.. Ingatlah. Walaupun ia tidak menganggapmu sebagai teman, bisa saja suatu saat kau akan menjadi orang special di hatinya. Bukankah Ayahmu ingin kau menjadi orang yang berguna bagi semua orang? Wujudkan mimpi Ayahmu dengan menjaganya…”

“Ya, Paman.. Kurasa begitu.. Ah! Paman hebat sekali! Pasti saat berpacaran dengan Bibi dulu, Paman seperti itu kan? Ah, sudah kutebak! Aku akan menanyakannya pada Bibi!!” aku pun segera berlari sebelum Guru Kim memarahiku. Haha..

Di tengah perjalanan ke kelas, aku tak melihat Ji Eun. Mungkin ia sudah masuk ke dalam kelasnya. Akhirnya, saat kelas sepi, aku pun membuka surat kecil dari Ji Eun. Surat itu berisi:

 

Terimakasih atas semuanya…🙂

                                                                                                                ~Ji Eun~

 

“Hah? Hanya itu?? Kukira kau menulisnya dengan panjang..” aku pun tertawa melihat bagian surat yang singkat dan jelas. Ah, anehnya wanita ini..

Youngmin P.O.V end

……………….

Suzy P.O.V end

“Hei, ada yang lihat baju olahragaku??” aku mendengar Ji Eun bersuara kecil sebelum pelajaran olahraga.

“Eh, apa? Aku tidak mengerti kalau kau bicara pakai bahasa asing!” para siswi berkata begitu sambil tertawa.

“Anu.. baju olahraga..”

“Apaan, sih?”

“Bicara pakai bahasa Korea dong!” Semua tertawa terkekeh-kekeh. Aku ingin berteriak hentikan!! Namun tak bisa. Jika itu dilakukan, berikutnya aku yang akan dijadikan sasaran penindasan lagi. Semua akan mengabaikan dan mengasariku. Lenganku yang dulu terluka saat aku didorong dari tangga sudah sembuh namun terasa sakit berdenyut-denyut. Setiap hari aku merasa ketakutan. Akhirnya.. Aku berhasil masuk grup teman-teman sekelasku. Aku tak ingin kembali ke masa itu.. Masa dimana aku berada di sekolahku yang dulu..

“Ahhh…”

Baju olahraganya dicelupkan bersama kain pel dalam ember berisi air yang dimasukkan ke dalam alat pembersih. Suara tawa semua mencapai klimaksnya dan semua meninggalkan kelas untuk pergi ke ruang ganti, termasuk aku. Saat aku ingin menolongnya, aku teringat dengan kejadian tadi pagi dimana Youngmin menolong Ji Eun. Aku pun mengurungkan niatku untuk menolongnya dan pergi meninggalkannya sendirian di kelas. Entah apa yang akan ia lakukan dengan baju olahraganya yang basah itu. Apalagi Guru Olahraga kami sangat pemarah, jadi jika ada murid yang tidak mengikuti aturannya, bisa-bisa ia dimarahi. Tapi, aku tak ingin tahu semuanya. Lebih baik aku pergi.

Suzy P.O.V end

 

Hampir saja kuteteskan airmataku ini ketika kulihat baju olahragaku dicelupkan bersama kain pel dalam ember berisi air kotor itu. Apa yang harus kulakukan dengan baju olahraga ini? Guru pasti marah ketika melihatku tidak memakai baju olahraga. Ya Tuhan.. Apa yang harus kulakukan?? Aku hanya bisa menatap dan mencoba memeras baju olahragaku itu. Agar kering, kucoba untuk membawanya keluar agar terkena sinar matahari. Walau tidak akan kering waktu itu juga, kurasa tidak akan terlalu basah.

Lagi-lagi di halaman belakang sekolah aku berpapasan dengan Youngmin. Apa ini markasnya sehingga ia selalu muncul disini?

“Ji Eun-ssi? Kau sedang apa?” ujarnya mencoba menyapaku. Aku berusaha untuk pergi dari tempat itu agar tidak bertemu dengannya.

“Kyaa! Kau kenapa? Apa kau tidak mau berterimakasih karena kejadian tadi?”

“Bukankah aku telah berterimakasih kepadamu??”

“Berterimakasihlah dengan ikhlas..”

“Aku ikhlas.. Lalu, apa lagi?”

“Baiklah… Hmm, baju olahragamu, kenapa? Basah?” tanyanya mulai mendekatiku. Baiklah, untuk kali ini aku menjawabnya. Semoga saja ia bisa menolongku.

“Sudah tahu, kenapa bertanya? Jangan melihatku seperti itu! Lakukanlah sesuatu!!”

“Apa? Memangnya aku siapanya dia? Ah, aneh sekali gadis ini..” batin Youngmin dalam hati.

“Apa yang harus kulakukan?”

“Pikirkanlah sesuatu yang bisa menolongku dari masalah ini!!”

“Apa yang harus kupikirkan jika kau tidak menceritakan permasalahannya???!!!!” aku pun tersontak kaget ketika melihatnya marah padaku. Aku kira ia tidak bisa marah seperti itu.

“Kau? Kenapa?” tanyaku dengan sedikit ketakutan.

“Ah, mianhae.. Ceritakanlah dahulu apa yang menjadi permasalahanmu..”

“Baiklah. Tadi baju olahragaku…” ucapanku terpotong. Aku berpikir terlebih dahulu. Aku harus membuat alasan lain agar Youngmin tak mengira aku ditindas lagi.

“Tadi baju olahragaku terjatuh pada ember berisi air yang kotor. Jadi, aku takut Guru memarahiku..”

“Pasti ini ulah teman-temanmu itu kan?”

“Bukan! Ini semua ulahku! Kau jangan berpikiran negative dulu!” maaf, aku membohongimu..

“Itu salahmu sendiri. Kenapa menyimpannya dengan ceroboh?”

“Arggghh!! Aku meminta pertolonganmu, bukan meminta komentar darimu!! Bagaimana?”

“Baiklah. Kebetulan kau bisa meminjam baju olahraga milikku. Tapi, besok kau harus mengembalikannya padaku karena besok aku akan berolahraga..”

“Ok…” Youngmin pun segera pergi untuk membawa baju olahraga miliknya. Kebetulan, baju olahraga putra dan putri sama. Jadi, tidak ada masalah.

“Ji Eun!!!” tiba-tiba saja Yuri dan Tiffany datang. Sepertinya mereka melihatku dengan Youngmin. Oh, tidak! Suzy, maafkan aku.. Lagipula ini bukan hubungan apapun..

“Ne?”

“Kau tadi bersama Youngmin?”

“Ne.. Tapi kami tidak membicarakan apapun.. Sungguh…”

“Jika Suzy melihatnya apa yang akan terjadi nanti?!!! Kau pasti menjadikan alasan semua ini untuk mendekatinya! Ya kan?!”

“Mianhae.. Sungguh. Aku tak melakukan apapun padanya..” tak lama, Youngmin datang membawa baju olahraganya.

“Ji Eun?? Ini… Hah, hah, hah..” Youngmin datang dengan napas terengah-engah karena berlari.

“Youngmin…” aku pun memberikan tanda padanya dengan gelengan kepala.

“Apa?” Youngmin malah bingung melihatku bersama Yuri dan Tiffany.

“Ini… Kurasa bel sudah masuk. Aku pergi dulu.. Jangan lupa ya…” setelah Youngmin pergi, Yuri dan Tiffany membawaku meninggalkan halaman belakang.

“Kau? Apa yang akan kau lakukan dengannya?” tanya Tiffany.

“Tidak.. Maksudmu?”

“Tadi dia bilang jangan lupa ya… Apa maksud semua itu?”

“Oh.. Besok dia akan memakai baju olahraga ini dan aku harus memberikannya padanya besok..”

“Oh? Begitu? Baiklah.. Sekalian dicuci ya..” Yuri mengambil baju olahraga Youngmin dan memasukkannya ke dalam ember kotor tadi yang disatukan dengan baju olahragaku.

“Yuri!!! Andwae!! Itu bukan milikku!!!”

“Lalu? Masalah untukmu?!! Hahahaha!!” setelah itu, mereka tertawa lepas dan pergi meninggalkan ruang ganti.

“Ya Tuhan.. Ini bukan milikku.. Bagaimana ini?” segera kuperas baju ini dan memasukkannya ke dalam kantong plastic, disatukan dengan bajuku. Setelah ini, aku pasti akan mendapatkan sanksi dari Guru karena tidak memakai baju olahraga. Tak apa.. Setidaknya baju milik Youngmin ini tidak akan rusak..

……………………….

#TBC (To Be Continued)

Chingu, aku tunggu comentnya ya!! Makasih yang udah mau baca! Don’t be a silent reader!😀

This entry was posted by boyfriendindo.

3 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: