[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 05

Title
: My Tears – Chapter 5
Author : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre : Angst, Friendship & Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jo Youngmin

  ~ No Minwoo

  ~ Lee Ji Eun

Support Casts
: ~ Baek Suzy

  ~ Kwon Yuri

  ~ Tiffany Hwang

Disclaimer : Semua cast itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Sementara FF ini terinspirasi dengan sebuah komik yang berjudul (aku lupa lagi soalnya minjem ke temen -,-‘)

A/N : FF ini pernah aku posting di my blog : fanfictionkyu.blogspot.com, di facebook pribadiku, dan di blog fanfic yang lain. Sudut pandang ini memakai sudut pandang orang pertama (Lee Ji Eun), terkecuali yang dicantumkan P.O.V.

 

~Chapter 5~

Kuraih ponselku dan berlari. Aku segera menemui Youngmin dan berbicara padanya. Kuturuni tangga menuju pintu masuk. Begitu berlari melewati koridor, aku melihat Youngmin di halaman tengah.

“Youngmin!” aku segera datang padanya.

“Untung kau masih ada di sekolah. Aku ingin menjelaskan semuanya.. Apa kau membaca sms itu?” ujarku.

“Sms apa?” tanya Youngmin bingung. Huft.. Dia belum tahu.. Syukurlah.

“Kemarikan ponselmu!” Youngmin segera memberikannya namun saat akan diberikan padaku, dia menariknya kembali dan melihat pesan masuk. Wajahnya berubah. Tanganku gemetaran. Aku takut..

Youngmin membanting ponselnya ke tanah. Sebegitu marahkah dia padaku? Saat kulihat ponselnya, disana bukan hanya ada isi pesan itu, tapi ada foto! Foto dimana aku sedang berada di pantai dengan mengenakan pakaian renang.. Dan mereka bilang di sms itu, bahwa aku memberikan foto ini pada Guru Han agar nilaiku bagus. Sungguh!! Aku telah difitnah!! Aku tidak melakukan semuanya! Aku tidak pernah berada di pinggir pantai dengan mengenakan baju renang seperti itu.. Sungguh.. Percayalah padaku..

………………

Sepulang sekolah, aku menyimpan ponselku di bawah bantal dan mematikannya. Aku tidak mau mendengar suara ponsel yang berbunyi terus menerus. Aku.. Aku tidak mau! Besok, ada ulangan B.Inggris. Aku tidak bisa belajar. Aku terus memikirkan tentang masalah ini. Bagaimana jadinya besok aku di sekolah? Apa lagi yang akan terjadi? Ya Tuhan, bisakah semua ini selesai? Impianku hanya ini. Impian yang membuatku bahagia. Aku bisa terlepas dari semua ini dan menjadi teman baik mereka. Hanya itu yang kubutuhkan.

Tuk tuk tuk!

Tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu. Apa itu Ahjussi si pemilik kost ini? Kurasa aku sudah membayar kost bulan ini. Ada apa ya?

“Ji Eun~ah..” ujarnya menyapaku. Ternyata dugaanku salah. Dia Minwoo.

“Kau. Ada apa?” jawabku dengan wajah yang lesu.

“Kau kenapa?”

“Tidak apa-apa. Huft, apa hanya itu saja? Jika ya, aku akan masuk.” Kali ini aku tidak bersemangat untuk berbicara pada siapapun.

“Tunggu!”

“Ne?”

“Aku dengar kau memiliki masalah di sekolahmu.. Apa benar?”

“Kau siapa? Apa aku harus menceritakannya padamu?” kututup pintu dan menguncinya. Hari ini, aku tidak mau diganggu.

………………

Keesokannya, di sekolah. Begitu aku ke kelas, suara riuh rendah disana terhenti. Walaupun suasana menjadi tenang, semua menatapku tajam. Ada pula yang tertawa menyeringai. Begitu sampai di bangkuku, ditengah tatapan dingin yang seolah hendak menusukku, aku pun menahan nafas. Mejaku tertutup oleh banyak coretan.

“Aku sangat mencintaimu Guru Han” “Jangan ke sekolah” “Menjijikkan” “Gadis jelek”….

Aku berusaha mati-matian untuk menghapusnya namun sama sekali tak terhapus karena ditulis dengan pulpen berminyak. Semua menertawakan diriku yang seperti ini.

“Aaah, itu kan meja sekolah. Untuk apa kau lakukan itu?”

“Kau harus menggantinya!” saat aku hendak mengatakan sesuatu, semua pura-pura kabur.

“Wah, dia menatap kita!!”

“Bisa tertular bakterinya, nih!!” seisi kelas mulai menyerangku sebagai sasaran tunggal. Atmosfer kelas berubah dingin secara drastis. Aku terdiam seperti telah dipukul dengan senjata tajam.

Mereka semua menatapku seolah-olah aku ini benda kotor dan berbisik-bisik memfitnahku. Karena merasa sedih dan tidak tahan, begitu ulangan usai, aku langsung meninggalkan kelas. Semua mengenalku dan semua membenciku.. Banyak tatapan… Banyak orang.. Orang yang menyebarkan email fitnah itu ada di dalam sini. Siapakah dia?? Mengapa dia lakukan ini?

Kuhampiri toilet untuk menghapus wajah murungku ini. Ketika hendak pergi ke toilet, aku berpapasan dengan Youngmin. Youngmin yang baru saja dari toilet itu akan kembali ke kelasnya. Kami pun sempat terdiam memandang satu sama lainnya. Kebetulan belum ada semua orang disana. Aku ingin sekali berbicara mengenai itu, tapi aku takut dia memotongnya lagi. Lagipula apa hubungannya dengannya?

“Lee Ji Eun!” aku terkejut mendengar suara wali kelasku. Guru.. Ya, akan kuceritakan semuanya pada beliau. Tidak! Jika itu kulakukan, entah mereka akan berkata apa.. Tapi, bisa jadi..

“Ne..” kuberikan jawaban salam dengan menundukkan badanku 90 derajat. Kulirik Youngmin sekilas dan pergi menghampiri Guru.

“Guru.. Anu..” aku hendak menjelaskannya. Tapi, rasanya ceritanya terasa begitu panjang sehingga sulit untukku mengungkapkannya. Tanpa kusadari, Youngmin masih ada disana mendengarkan percakapanku dengan Guru.

“Kemarilah!” Beliau membawaku masuk ke Ruang Bimbingan dan Konseling. Disana sudah menunggu guru Konseling dan Kim Guru. Firasatku mulai tidak enak.

“Lee Ji Eun, apa ini?” wali kelasku mengeluarkan satu unit ponsel di depanku. Jantungku serasa akan berhenti. Yang muncul di layar ponsel itu adalah email untuk Kim Guru berisi fotoku yang tengah memakai baju renang dan kata-kata mesum seperti “aku menyukai Guru” dan “ciumlah aku”.

“Apa maksudnya ini, Ji Eun? Apa-apaan email untuk Kim Guru ini?!”

Jika kalian percaya, aku akan bilang bahwa itu bukan aku. Sungguh bukan aku! Kapan aku pergi ke pantai dengan memakai pakaian renang yang ketat seperti itu? Aku hanya pernah memakai baju kaos dan celana pendek saja.

“Kau kira Kim Guru akan menaikkan nilai Matematikamu setelah mengirim email macam ini?!”

“Tak kusangka kau bisa melakukan hal sehina ini!” para guru terus menyalahkanku. Aku tak bisa berbicara. Aku hanya bisa berlinangan airmata dan terus menggeleng. Aku.. Takkan bisa sekolah lagi. Sebenarnya ulah siapa ini?

“Guru, sungguh. Ini bukan aku. Aku.. Aku tidak pernah memakai pakaian renang seketat itu. Apalagi mengirimkannya pada Kim Guru. Aku.. Aku.. Aku.. Aku tidak pernah mengirimkan pesan mesum itu terhadap beliau. Sungguh!”

…………….

Esoknya, aku tidak masuk sekolah. Pihak sekolah menyuruhku diam di rumah untuk merenung sehingga orangtuaku tidak tahu apa-apa. Mungkin di dunia ini tak ada orang yang mempercayaiku. Semua orang membenci diriku yang terasing dan kotor. Saat berpikir begitu, air mataku mengalir tak henti-henti. Nafasku sesak.. Sesak, sesak!! Siapa saja, tolonglah aku!! Tapi siapa?

Tanpa kusadari, aku mengingat Zee, Nou, dan yang utama adalah tetanggaku itu. No Min Woo. Entah mengapa aku ingin sekali bercerita padanya. Aku tak akan menceritakannya pada Zee dan Nou. Sudah cukup untukku membuat mereka khawatir.

……………

Minwoo P.O.V

Kunyalakan televisi. Bosan sekali hari ini. Sekolah libur dikarenakan rapat guru. Teman-teman yang lain sedang berliburan bersama pasangan dan keluarganya. Aku? Aku tidak memiliki pasangan. Keluargaku tak mungkin memiliki waktu luang. Malangnya nasibku ini…

Tuk tuk tuk!

Suara ketukan pintu di luar. Aku terpikir Ji Eun. Tetanggaku itu. Apa itu dia? Bagaimana jika dia? Dia akan menceritakan semuanya padaku? Wah, indah sekali! Haha..

“Ji Eun?” kubuka pintu dan menemukan Ji Eun tengah berdiri berbalik badan.

“Aku kira kau tidak ada..” ia segera masuk ke dalam kamarku tanpa diizinkan. Anehnya gadis yang satu ini.

“Ada apa?” kumulai pembicaraan. Sebelumnya, kuambil dulu air minum untuknya. Ia pun segera meminumnya. Hmm, sepertinya memang ada sesuatu hal yang terjadi.

“Aku.. Aku membutuhkanmu. Aku membutuhkan pendapatmu saat ini.”

“Baiklah. Semoga aku bisa membantu,”

……………….

Tak lama, Ji Eun meminta pamit untuk pulang ke kamarnya. Aku pun mempersilahkannya. Semoga saja pendapatku ini bisa bermanfaat untuknya.

“Terimakasih..”

“Ne.. Sama-sama.. Hmm, semoga cepat selesai ya. Mengingat, kau selalu memiliki hal yang sama seperti ini. Tapi, ini lebih dari itu.”

“Tunggu! Kau bisa tahu? Darimana?”

“Bukankah kau sudah menceritakannya?”

“Bukan itu! Sebelumnya. Kau bilang aku selalu memiliki hal yang sama seperti ini. Sementara aku tidak pernah menceritakannya kepada siapapun..”

“Ah, aku hanya menebaknya saja.. Oh ya! Aku pernah melihat kakimu yang berdarah dan kulihat itu sama seperti sekarang..”

“Oh.. Baiklah.. Terimakasih..”

Minwoo P.O.V end

………………

Paginya, aku mencoba untuk bangun. Bangun dari tidurku dan mulai pergi ke sekolah. Minwoo berkata, jika kau ingin masalah ini cepat selesai, besok aku harus sekolah. Mungkin agar aku tidak terlihat seperti siswi yang sedang merenungi kesalahannya.

Sesampainya di sekolah, seperti biasanya, semua orang menatap diriku yang berjalan ke arah kelas. Tapi, kini tatapan mereka berbeda. Tidak seperti biasanya. Matanya tidak memberikan kesan benci terhadapku. Ada apa ini?

Di dekat tangga menuju kelas, kulihat Youngmin sedang bersama seorang wanita. Dia Suzy. Ada apa ini? Mereka terlihat begitu akrab. Ketika aku melewati mereka, mereka acuh padaku. Seperti sedang memperbincangkan sesuatu yang lucu. Aku pun tertunduk.

Seketika saja, aku merasakan sesuatu yang mengganjal. Apakah aku menyukai Youngmin? Atas dasar apa aku menyukainya? Apa karena ia selalu memberikan perhatiannya padaku? Bukan, bukan perhatian. Tapi, kasihaniannya. Lamunanku pun dikejutkan oleh guru yang tiba-tiba saja datang. Beliau wali kelasku.

“Ji Eun, ada yang ingin kami bicarakan..”

………………

Aku dibawa ke ruang Bimbingan dan Konseling. Disana, sudah ada Yuri. Tunggu! Yuri? Ada apa ini? Apa Yuri lah dalang dari semua ini?

“Ji Eun?” ujar guru BK. Aku pun duduk di samping Yuri.

“Ji Eun, kau akan sekolah seperti biasa.” Ujar guru BK lagi. Syukurlah.. Aku menghela nafas. Namun, Yuri seperti memberikan tatapan sinisnya padaku.

………………….

“Maafkan aku..” kumulai percakapan dengan Yuri ketika kami memutuskan untuk berbicara di taman belakang sekolah.

“Maaf? Untuk apa?”

“Semua ini karenaku…”

“Kau baru menyadarinya? Baguslah.. Lalu, apa yang akan kau lakukan?”

“Tapi, sungguh. Aku tak melakukan semua itu. Kau.. Kau kenapa melakukan semua ini?” Yuri terdiam dan berpikir.

“Aku ingin membuat sebuah kekacauan! Aku ingin Suzy menjadi milik Youngmin! Kau tahu?!” dia marah! Dia marah besar!

“Apa hubungannya denganku?”

“Youngmin sepertinya menyukaimu. Saat ia tahu kau seperti itu, dia mulai dekat dengan Suzy!” aku pun terdiam. Mengingat peristiwa saat aku baru datang ke sekolah. Youngmin dan Suzy terlihat begitu akrab.

“Arasseo.. Aku akan menjauhi Youngmin..”

………………….

Sepulang sekolah, kulihat bulletin board lagi. Aku merasa rindu pada mereka berdua, Nou dan Zee.

“Zee”

Selamat pagi, Nou dan IU!!! Hari yang cerah ya!!

“Nou”

Sepertinya ada yang berbeda denganmu..

“Zee”

Maksudmu?

“IU”

Sepertinya Zee sedang jatuh cinta.. ^^

“Zee”

^^

Mood-ku berubah. Aku harus menghirup udara segar. Tapi, aku harus tetap melihat bulletin board ini. Jadi, kuputuskan untuk membawa laptopku ke halaman.

“Aaaaaaaaa!” aku pun terpeleset jatuh ketika berjalan turun dari tangga. Tangganya licin, sehingga aku tidak bisa menyeimbangkan tubuhku. Tanganku terluka kecil. Namun, laptopku terbanting cukup jauh ke bawah! Ya Tuhan! Laptop itu adalah harta berhargaku. Aku mengumpulkan uang untuk membelinya..

Kuhampiri laptopku, berharap masih hidup dan dapat digunakan. Namun, harapanku sirna sudah. Laptopku rusak, tidak dapat digunakan.

………………….

Keesokan harinya, ketika aku hendak pergi ke sekolah, aku melihat sebuah bingkisan berada di depan pintu kamar. Karena disana tercantum itu hadiah untukku, aku pun membukanya.

“Ah, tidak! Tidak ada waktu untuk membukanya!” aku pun memasukkan sebuah kado itu ke dalam kamar kost-ku. Kulihat jam di tanganku telah menunjukkan pukul 7 pagi. Aku tidak boleh terlambat!

Kutempuh perjalanan dengan menaikki bis yang seperti biasanya. Sesaat kulirik tempat duduk di sampingku. Sepertinya wajahnya sudah familiar. Rasanya aku mengenalnya. Benar! Dia..Suzy..

“Ji Eun?” sapa Suzy dengan terkejutnya. Aku hanya tersenyum kebingungan. Bingung harus menghadapinya seperti apa. Aku takut dia akan mempermalukanku di bis. Tapi, itu sangatlah tidak mungkin.

#TBC (To Be Continued)

Chingu, aku tunggu comentnya ya!! Makasih yang udah mau baca! Don’t be a silent reader!😀

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 05

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: