[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 06

Title
: My Tears – Chapter 6
Author : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre : Angst, Friendship & Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jo Youngmin  ~ No Minwoo

  ~ Lee Ji Eun

Support Casts
: ~ Baek Suzy  ~ Kwon Yuri

  ~ Tiffany Hwang

Disclaimer : Semua cast itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Sementara FF ini terinspirasi dengan sebuah komik yang berjudul (aku lupa lagi soalnya minjem ke temen -,-‘)

A/N : FF ini pernah aku posting di my blog : fanfictionkyu.blogspot.com, di facebook pribadiku, dan di blog fanfic yang lain. Sudut pandang ini memakai sudut pandang orang pertama (Lee Ji Eun), terkecuali yang dicantumkan P.O.V.

 

~Chapter 6~

Kutempuh perjalanan dengan menaikki bis yang seperti biasanya. Sesaat kulirik tempat duduk di sampingku. Sepertinya wajahnya sudah familiar. Rasanya aku mengenalnya. Benar! Dia..Suzy..

“Ji Eun?” sapa Suzy dengan terkejutnya. Aku hanya tersenyum kebingungan. Bingung harus menghadapinya seperti apa. Aku takut dia akan mempermalukanku di bis. Tapi, itu sangatlah tidak mungkin.

“Su Ji?” jawabku. Seketika wajahnya terkejut dan memelototiku.

“Su Ji?! Bukan Su Ji! Suzy.. S-U-Z-Y.. Suzy..” ternyata, ia tidak mau dipanggil Su Ji. Apa ada yang salah? Menurutku, itu sama saja.

“Mengapa tersenyum?” tanya Suzy melihatku tersenyum.

“Ah, ania.. Mianhaeyo..” aku pun menundukkan kepalaku dan tidak mau memulai percakapan dengannya. Aku malu padanya.. Entah apa yang membuatku malu.

“Ji Eun~ah.. Maafkan aku…” Suzy tiba-tiba berbicara ditengah keheningan.

“Maaf? Maksudmu?”

“Aku tahu kalian saling menyukai. Tapi aku tetap bersikeras agar dia menjadi milikku…” Suzy pun tertunduk. Sungguh, aku tidak mengerti dengan apa yang ia kemukakan.

“Maaf, aku tidak mengerti..”

“Apa aku harus menyebutkan namanya?” aku pun mengangguk.

“Aisshh~ sudahlah, lupakan…”

……………..

Sesampainya di sekolah, aku dan Suzy disambut hangat oleh Yuri dkk. Ternyata, di belakang mereka telah ada Youngmin. Ya sudah, tak apa. Suzy pasti sangatlah senang.

“Annyeong!” sapa Suzy. Aku hanya memberikan salam senyuman pada mereka semua. Yuri pun mendorongku kecil kearah samping sehingga aku tidak mengikuti apa yang mereka lakukan.

“Youngmin! Apa yang kau lakukan disana?” tanya Tiffany yang bingung melihat Youngmin tetap diam. Ternyata ia memperhatikanku. Aku tak menyangka. Tapi, untuk apa aku peduli? Aku memutuskan untuk jalan.

Tiba-tiba SREKKK (?) terdengar suara sesuatu yang sobek. Seketika, Yuri dkk tertawa kearahku. Perasaanku sudah tak enak. Pasti mereka melakukannya lagi. Aigoo~….

“Hahahaha!!!! Kyaa~! Kau ingin memamerkan kakimu yang jelek itu, hah?”

“Roknya sobek! Pasti sudah bertahun-tahun rok itu kau pakai? Haha…” perkataan itulah yang mengenai hatiku. Mereka sungguh keterlaluan. Ketika aku mencoba untuk menutupi ini semua, Youngmin terlihat ikut tertawa. Ini sungguh membuatku muak! Aku sudah muak!

“Cukup!! Aku sudah tidak kuat lagi! Kalian tahu bagaimana rasanya diperlakukan seperti ini, hah?! Jika kalian berada di posisiku, apa yang kalian rasakan?! Kalian pikir kalian adalah manusia paling sempurna di muka bumi? Salah! Jika ada angka 1-10 untuk memilih bagaimana kepribadian kalian, semuanya tidak ada yang termasuk!” mereka semua terkejut kaget melihatku marah.

“Oh? Kau berani?!”

“Ya! Aku berani! Kita semua sama!!! Jadi, berhentilah! Kumohon…” aku pun berlutut pada Yuri. Matanya menunjukkan kemarahan yang begitu besar, aku tidak mau sesuatu terjadi lagi. Lebih baik aku yang mengalah.

“Hahaaaahhahah..” mereka pun tertawa meninggalkanku yang berlutut seperti ini.

“Sungguh, wanita tidak tahu diuntung!! Aarrgrgghh~~~!!”

…………………

Suzy P.O.V

Ketika kulihat Ji Eun berlutut, rasanya aku sangat ingin membawanya berdiri. Tapi, berat sekali. Aku ingin apa yang ia harapkan terkabulkan. Ji Eun, kau pikir aku tidak merasakan apa yang kau rasakan? Aku juga pernah berada di posisimu. Jadi, jangan seperti itu.

“Yuri~ah, sebaiknya kita hentikan semua ini.” Usul Tiffany saat di tengah perjalanan ke kelas.

“Tidak… Satu kali lagi, aku akan merasa puas..” semua yang kita lakukan pasti berdasarkan akal dari kami semua. Namun, kali ini Yuri tidak mau mengakhirinya sebelum ia merasa puas. Tidak ada orang yang tidak menurut dengan apa yang diucapkan dan diperintahkan oleh Yuri.

Suzy P.O.V end

…………..

Aku pun berjalan sendirian menuju kelas. Suasana hening pun kembali terjadi. Semuanya mememperhatikanku dan menatap tajam kearahku. Ah, ini terjadi kembali. Setelah kemarin berbeda, sekarang sudah terjadi kembali. Huft…

“Aissshh~..” seorang pria sengaja memajukan kakinya ketika aku berjalan (menendang) sehinga aku pun terjatuh. Ketika itu, ia menghampiriku bersama teman yang lainnya.

“Kau LJE itu kan? Wah, kau sungguh sangat berani!”

“LJE.. Kau ini memiliki moral tidak?!”

“Hei.. kau ingin menunjukkan tubuhmu pada kami?” seorang pria yang menendangku itu menghampiriku dan memegang kerah seragamku. Aku pun berusaha melepaskan tangannya namun sangat sulit.

“Hei. Ada apa ini?!” ujar Kim Songsaengnim. Syukurlah.. guru datang.. Tapi, Minwoo?! Mengapa dia ada disini?!

Minwoo tersenyum padaku dan terlihat marah ketika menatap pria yang menggangguku itu. Akhirnya, aku dibawa ke ruang BK bersama Minwoo.

……………..

“Tadi, Minwoo melaporkan bahwa ada sedikit keributan di koridor sekolah. Jadi, saya harus melihatnya..” ujar Kim Songsaengnim berusaha menjelaskan semuanya. Aku hanya bisa menjawabnya dengan anggukkan dan senyuman kecil.

“Baiklah, sekarang kau boleh masuk ke dalam kelas. Bel sudah berbunyi…” aku pun segera pergi dengan memberi salam. Minwoo mengikutiku dari belakang.

“Kau kenapa mengikutiku?” tanyaku sembari berjalan.

“Siapa? Aku akan pergi ke kelas…”

“Kelas yang sama denganku?”

“Mungkin saja.. Aku pindah sekolah..”

“Apakah ada yang bertanya?” gumamku. Kelas sudah hampir dekat.

………………..

Suzy P.O.V

Aku hampir saja lupa. Hari ini ujian mata pelajaran Sejarah. Apa mungkin aku bisa? Tapi, ada sesuatu hal yang mengganjal di hatiku. Kalian tahu? Pastinya… Yuri membuat ulah kembali.

“Ehmm, apa aku boleh meminjam penghapusnya?” di tengah keseriusan ini Ji Eun meminjam penghapus pada teman di sebelahnya. Namun, Yuri sengaja mencegahnya dan memberikan penghapus miliknya. Penghapusnya pun ia over kepada teman yang lain agar tidak perlu keluar dari bangkunya.

Ketika kulihat, ternyata disana ada beberapa tulisan berisi jawaban soal. Yuri sengaja melakukannya. Seketika, kuhapus semuanya. Aku mencoba untuk menyelamatkannya.

“Kyaa~..” Yuri mencoba mencegahku ditengah keheningan ini.

“Kwon Yuri? Apa yang kau lakukan?!” ujar Guru.

“Ah… Ania, Guru…” ketika Guru tengah menikmati dunianya sendiri, Tiffany berkata, “Ini sudah tidak lucu lagi. Kita sudahi saja hal ini.”

“Mwo?!” kali ini volume suaranya dikecilkan. Tiffany menyakinkan Yuri dengan anggukannya.

Aku senang! Sungguh! Aku bisa membantunya! Aku pun menengok padanya. Ji Eun tersenyum padaku! Walaupun hanya sebentar, aku amat sangat gembira! Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Tapi aku ingin terus berubah! Tapi ingat! Bukan berubah menjadi power ranger…. Haha..

Suzy P.O.V end

………………………

Sepulang sekolah, aku segera pergi ke rumah. Restaurant libur hari ini. Jadi, aku tidak perlu bekerja. Syukurlah. Oh ya, aku senang! SuJi ehm, Suzy maksudku, dia membantuku…. Dia mungkin sekarang berada di pihakku. Mungkin.. L

Kubuka bulletin board.. Aku sudah tak sabar membuka laptop baruku. Entah dari siapa tapi aku ingin segera membuka bulletin board.

“IU”

Hari ini aku senang.. ^^

“Nou”

Benarkah? Karena laptop barumu itu?

“IU”

Mwo?! Kau tahu dari siapa?! Hmm, itu salah satunya..

“Nou”

Aku ini calon shaman di Joseon… Kau tak tahu?!

“IU”

Ne?! Hahaha😄 Mana ada seorang shaman berjenis kelamin laki-laki??

“Nou”

Setelah ini, bebas untuk semua kalangan…

“IU”

Hmmm, sebaiknya aku berbicara pada Zee. Haha… Zee?

“Nou”

Dia tak ada disini….

……………….

Pagi hari yang cerah. Secerah wajahku. Hahaha.. Ketika membuka pintu kamar, Minwoo juga. Ah, aku baru sadar. Kami satu sekolah sekarang. Tapi, kenapa aku begitu sedih? Apa ada yang salah?

“Kau sudah menerima laptopnya?” tiba-tiba saja ia memulai pembicaraan. Sontak saja aku merasa kaget.

“Mwo? Ah, itu darimu??” Minwoo diam dan menyimpan senyuman liciknya. Ia berjalan keluar dari rumah kost.

“Kyaaa~! Minwoo~ah.. Apakah kau itu Nou?”

“Ne? Nou? Siapa Nou?”

“Ah.. Syukurlah…” syukurlah dia bukan Nou.

“Waeyo?”

“Ah.. Ania…” syukurlah dia bukan Nou. Karena aku menyukainya….

………………

Suzy P.O.V

“Suzy!!” teriak Youngmin padaku. Kini kami sudah mulai dekat.

“Youngmin~ah?” jawabku. Sangat senang!!

“Bagaimana keadaan Ji Eun?” lagi-lagi ia menanyakan keadaannya. Sebenarnya ia menunjukkan sikap cueknya akhir-akhir ini pada Ji Eun, tapi tetap ia menanyakan tentang Ji Eun padaku. Dia dekat padaku karena Ji Eun. Sekarang yang terpenting aku bisa menjadi teman dekatnya.

“Kau tahu? Mereka telah menghentikan semuanya!!”

“Benarkah?! Syukurlah…..” Youngmin tersenyum bahagia tak seperti senyumannya padaku. Aku sudah tak kuat!

Kupeluk dia, “Youngmin! Apa kau tak tahu?! Aku menyukaimu! Sementara kau membicarakan Ji Eun dihadapanku… Itu sungguh menyakitkan!!” setelah aku tersadar aku telah memeluknya, aku pun berlari. Malu rasanya! Sungguh! Tapi, mengapa Youngmin tak memberikan reaksi apapun? Ia pasti kaget.

Suzy P.O.V end

…………….

“Apa kau sudah memiliki kekasih?” Minwoo memulai pembicaraannya lagi. Dan itu sontak membuatku kaget. Ia memang paling suka mengagetkan seseorang di tengah keheningan seperti ini.

“Kau paling suka mengagetkan seseorang…”

“Benarkah? Tidak juga.. jawablah..”

“Jika ya dan jika tidak bagaimana?!”

“Tidak apa-apa… Mengapa kau jadi begini?!”

Di depan kami, Youngmin. Dia berdiri sendiri disana. Aku tersenyum padanya. Tanpa aku tahu, Minwoo memperhatikanku yang tersenyum pada Youngmin. Tiba-tiba Youngmin berlari kearahku. Ia memelukku! Apa ia tak malu memeluk orang sepertiku?!

“Kau tak apa-apa?!” ia melepaskan pelukannya.

“Belakangan ini aku menjauhimu.. Aku mencoba melupakanmu dan tak bisa.” Ia kembali dalam pelukannya. Aku tak bisa seperti ini! Aku melepaskan pelukannya. Apa?! Ada apa denganku ini?

“Mianhaeyo…”

“Waeyo? Apa ada yang salah?”

“Suzy… Dia mencintaimu..”

“Aku tahu.. Tapi aku lebih mencintaimu..”

“Tidak! Kau salah!! Kau lebih memilihnya. Aku yakin. Yakinkanlah.. Suzy yang terbaik untukmu..” kupegang tangannya dan menyimpannya dalam hatinya sehingga ia bisa merasakan detak jantungnya.

“Kau merasakannya? Ketika kau memelukku, tak ada detak jantung yang berarti. Semuanya terdengar seperti biasanya. Ketika Suzy memelukmu, kau merasakan getaran yang kuat. Itu tandanya kau menaruh hati padanya..”

“Tidak. Itu karena aku kaget.. Jadi, aku merasakan getaran.”

“Tidak. Pergilah. Sampaikanlah yang sejujurnya pada Suzy..”

“Kau tak marah?”

“Untuk apa aku marah? Itu pilihanmu. Youngmin, hwaiting!!!!” ia pun tersenyum dan pergi meninggalkanku. Walaupun terasa sesak, ini yang terbaik.

“Kau… Apa yang kau lakukan?” aku tak menjawab apa yang Minwoo lontarkan. Berjalan terus membuatku kuat.

………………..

Di depan kelas, Yuri dkk sudah ada disana. Entah apa yang akan mereka lakukan. Apa mereka akan melakukan bahkan mengulangi kebiasaan itu lagi? Apa mereka memanfaatkan suasana hening ini untuk mempermalukanku lagi?

Aku pun membuang pikiran negatifku ini dan berjalan perlahan mendekati mereka. Rasanya sangat jauh jarak untuk ke dalam kelas. Atau ini hanya perasaanku saja?

Semakin dekat ke dalam kelas, semakin dekat pula ke arah mereka. Kuberjalan tertunduk melewati mereka. Aku bisa! Mereka diam hanya melihat diriku yang rendah ini. Tubuhku serasa mengecil..

“Lee Ji Eun!” Yuri memanggilku terkesan menyentakku. Sehingga membuat jantungku serasa berhenti.

“Mwo? Ehmm, ne?” jawabku masih dalam posisi menunduk.

“Aku ingin meminta maaf.” Yuri mengulurkan tangannya sembari melirik ke sekitar dengan cueknya. Seperti permintaan maaf yang memaksa.

“Ne?! Apa yang baru saja kau katakan?!” kini aku bisa membuka wajahku untuk menatapnya.

“Argghhh!! Mian!!”

“Ne? Kau meminta maaf padaku?!”

“Arghhh,…. Ne.. Arasseo?! Kajja!!” Yuri memerintahkan agar teman grupnya yang lain masuk ke dalam kelas karena jam pelajaran akan segera dimulai.

Aku pun terdiam mengingat apa yang Yuri lontarkan tadi. Sungguh, itu sangatlah mengejutkan bagiku.😀

“Lee Ji Eun? Kau tak masuk?” tiba-tiba renunganku (?) disadarkan oleh Kim Guru. Sepertinya beliau tahu apa yang telah terjadi. Beliau tersenyum padaku seakan merayakan sekaligus merasakan kebahagiaanku. Semoga setelah ini tidak akan terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan.

……………..

Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeet!!!!!!!!!!! Suara bel pada jam terakhir itu sangatlah membuat kuping kepanasan. Pasti belnya rusak lagi sehingga memakai bel ini kembali. Huft…

“Ji Eun, ayo pulang..” ujar teman grupku itu.

“Ne…. Gomawo.. Kalian duluan saja ya…” kubereskan buku-buku ke dalam tasku. Mereka semua pergi terkecuali Suzy dan Minwoo yang membereskan bukunya. Kubuka ponselku dan membuka bulletin board lagi.

“IU”

Aku senang sekali!!! Hari ini Yuri meminta maaf padaku atas perlakuannya selama ini. Mejaku pun jadi bersih seolah-olah tak terjadi apa-apa. Semuanya telah berakhir!! Rasanya aku tak pandai mengungkapkannya.

“Nou”

Misalnya kau dapat merasakan kelasmu sangat ceria?

“IU”

Ya, benar. Bahkan lebih dari itu…

“Zee”

Aku sangat memahami perasaan itu. Kau benar-benar telah berusaha keras, ya.

“IU”

Tidak.. Aku sama sekali belum berusaha keras. Nantikanlah kegiatanku setelah ini! Tadinya aku mau tulis begitu, tapi mulai hari ini aku akan berhenti menulis disini.

“Zee”

Eh, kenapa?

“Nou”

Kenapa?!

“IU”

Aku sangat menyayangi kalian berdua melebihi teman-teman yang kutemui selama ini. Selama ini, aku hanya memberatkan kalian berdua dengan cerita-cerita burukku. Melarikan diri dari masalah tanpa menyelesaikannya sehingga peristiwa ini tidak selesai dengan segera. Jadi, aku tidak akan kembali kesini lagi. Aku takkan melarikan diri dari hal semacam apapun lagi. Aku harus berusaha.

“Zee”

IU, airmataku tak bisa berhenti.aku sedih.. Tapi amat sangat gembira.

“Nou”

Aku jg. Aku sangat menyayangi kalian berdua.

“IU”

Makanya ayo kita tutup bulletin board ini. Ayo kita berjalan dengan melihat ke depan saja. Periharalah persahabatan kita bertiga dalam hati! Terimakasih atas bantuannya selama ini!! Terimakasih banyak! Kalian berdua adalah sahabatku yang sangat kusayangi! Aku takkan melupakan kalian! Kita akan selalu sehati! Terimakasih. Aku sangat sangat menyayangi kalian!!

“Nou”

Tentu saja. Baiklah, aku akan menutup bulletin board ini. Suatu hari, aku akan mengingat kalian berdua. Pasti kita bertiga akan bertemu suatu hari nanti.

“Zee”

Aku juga menyayangi kalian melebihi teman grupku! Padahal kita belum pernah bertemu kan? Apalagi nanti jika kita bertemu? Haha… Bye.. ^^

Huft.. Kini, aku tidak bisa berbicara dengan mereka lagi. Mereka pasti akan menghapus bulletin board ini. Sebenarnya, aku tak ingin menghapus semua ini. Tapi, aku tak ingin memberatkan sahabatku itu. Kali ini Aku takkan menyerah menghadapi apapun.. Akan kutempuh jalan di depan mataku. Itu bukan jalan yang lurus melainkan jalan yang bergelombang, tanjakan yang berat dan gang kecil yang tak dapat kulewati. Terkadang aku tak dapat maju karena angin bertiup dan hujan turun.

Hari ini, tanggal 30 Mei. Aku akan mencatatnya sbg hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Aku bersyukur sekali bisa merasakan semua ini. Semua ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagiku. Kelak, ketika aku memiliki keluarga aku akan meceritakan kepada mereka pengalaman berhargaku ini. Dimulai dari penindasan, tumbuhlah sebuah persahabatan bahkan benih-benih cinta.. Cit cuiww!! Prikitiew! Haha😄

……………

#TBC (To Be Continued)

Chingu, aku tunggu comentnya ya!! Makasih yang udah mau baca! Don’t be a silent reader!😀

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 06

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: