[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 07

Title
: My Tears – Chapter 7
Author : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre : Angst, Friendship & Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jo Youngmin

  ~ No Minwoo

  ~ Lee Ji Eun

Support Casts
: ~ Baek Suzy

  ~ Kwon Yuri

  ~ Tiffany Hwang

Disclaimer : Semua cast itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Sementara FF ini terinspirasi dengan sebuah komik yang berjudul (aku lupa lagi soalnya minjem ke temen -,-‘)

A/N : FF ini pernah aku posting di my blog : fanfictionkyu.blogspot.com, di facebook pribadiku, dan di blog fanfic yang lain. Sudut pandang ini memakai sudut pandang orang pertama (Lee Ji Eun), terkecuali yang dicantumkan P.O.V.

 

~Chapter 7~

Huft.. Kini, aku tidak bisa berbicara dengan mereka lagi. Mereka pasti akan menghapus bulletin board ini. Sebenarnya, aku tak ingin menghapus semua ini. Tapi, aku tak ingin memberatkan sahabatku itu. Kali ini Aku takkan menyerah menghadapi apapun.. Akan kutempuh jalan di depan mataku. Itu bukan jalan yang lurus melainkan jalan yang bergelombang, tanjakan yang berat dan gang kecil yang tak dapat kulewati. Terkadang aku tak dapat maju karena angin bertiup dan hujan turun.

Hari ini, tanggal 30 Mei. Aku akan mencatatnya sbg hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Aku bersyukur sekali bisa merasakan semua ini. Semua ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagiku. Kelak, ketika aku memiliki keluarga aku akan meceritakan kepada mereka pengalaman berhargaku ini. Dimulai dari penindasan, tumbuhlah sebuah persahabatan bahkan benih-benih cinta.. Cit cuiww!! Prikitiew! Haha😄

……………

Sepulang sekolah, aku pergi ke restaurant tempat aku bekerja part time. Semoga saja hari ini pelanggan tak terlalu banyak, aku ingin segera pulang. Letih sekali rasanya.. Tapi aku cukup senang dengan semua ini.

“Lee Ji Eun?” tiba-tiba saja seseorang mengagetkanku dan suaranya sudah tak asing lagi bagi telingaku ini. Dia pemilik restaurant ini. Pasti ada yang hendak ia bicarakan.

“Ne?”

“Sebelumnya saya meminta maaf.. Kami sebenarnya sudah tak membutuhkan pekerja part time. Karena, seperti yang telah kau ketahui, restaurant kami sedang mengalami krisis pelanggan karena restaurant baru yang tidak berada jauh dari sini. Terimakasih telah membantu kami disini.. Mungkin, ini uang untukmu..” jelasnya. Seketika saja wajahku memerah. Aku bingung. Apa yang harus kulakukan sekarang?

“Oh.. Baiklah.. Ne.. Saya tahu, pak.. Terimakasih sebelumnya..” aku tak bisa berkata apapun lagi. Kuterima uang gaji untuk yang terakhir kalinya itu. Aku kira dengan adanya restaurant baru itu tak akan memberikan dampak bagiku, terutama bagi restaurant ini. Aku berpikir bahwa ini tidak akan terjadi. Mengingat restaurant ini sangatlah ramai pengunjung. Hampir setiap harinya kami mendapatkan pelanggan baru. Tapi, ada apa ini? Apa mungkin restaurant baru itu lebih murah?

Aissh~! Lupakan! Sekarang, jangan bahas semua itu! Kini aku harus mendapatkan uang dari mana? Bahkan tagihan kost bulan ini belum aku bayar karena pihak restaurant belum menggajiku juga. Uang gaji terakhirku ini cukup untuk bulan ini saja termasuk uang kost. Mengapa masalah selalu datang menghampiriku? Ketika satu permasalahan dapat terpecahkan, mengapa permasalahan lain datang secara tak diduga?

“Buku apa ini?” kulihat sebuah buku yang masih cukup bagus tergeletak di pinggir jalan.

How to be a writer..?” itulah judul bukunya. Artinya, bagaimana menjadi seorang penulis?

PENULIS? Apa itu pekerjaan yang menguntungkan? Kurasa itu hanya tulisan belaka yang tak akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Hanya membuang-buang waktu saja.

“Baguslah jika buku kita laku terjual di pasaran, tapi jika tidak? Bagaimana? Hmmm…” aku pun menyimpan buku itu di atas meja luar sebuah café.

Semua orang terlihat senang malam ini. Mereka duduk santai, bercanda gurau bersama temannya, seakan tak ada beban yang mengikutinya. Apa mereka memiliki hidup yang bahagia? Dikehidupan selanjutnya, aku sangat ingin berada dalam posisi menyenangkan seperti itu. Duduk bahagia tanpa harus memikirkan beban hidupnya. Semua kesenangan menghampiri dirinya sendiri tanpa harus bersusah payah. Semua yang mereka inginkan dapat dengan mudai terwujudkan dan sampai di depan mata. Ahhh~~ Kenapa aku harus berbicara seperti ini? Bukankah aku sudah bertekad untuk menghadapi semua rintangan yang datang? Lee Ji Eun.. Fighting! Ini demi masa depanmu, Lee Ji Eun! Demi Zee dan Nou juga. Mereka sekarang pasti sedang berjuang juga. ^^

……………

“Eomma?!” langkah perlahanku terhenti ketika melihat sesosok wanita yang kukenal. Eommaku! Mengapa dia ada disini? Mengapa dia bisa menemukanku?

Kupeluk tubuhnya erat-erat tanpa memikirkan perasaan maluku dilihat oleh semua orang yang ada di rumah kost. Kebetulan, hari ini adalah malam minggu dan kost kami masih ramai.

“Eomma! Aku sangat merindukanmu.. Mengapa eomma bisa menemukanku?” kulepas pelukanku untuk berbicara dengannya. Kini wajah Eomma berubah. Wajahnya sudah tak seperti dulu lagi. Sepertinya bebannya sudah menghilang. Mungkin apa karena aku tak ada? Bebannya menghilang?

“Ji Eun anakku.. Eomma juga sangat merindukanmu..”

“Ehmm, Appa. Bagaimana keadaannya?” eomma terdiam dan tersenyum padaku. Apa yang ia lakukan? Aku tak mengerti.

“Kami sudah bercerai. Ketika kau pergi, rasanya ada sesuatu yang hilang dari diri eomma. Lalu Appamu jarang pulang ke rumah. Dan akhirnya eomma lebih memutuskan untuk bercerai saja. Itu jalan yang terbaik.” Kini, senyuman yang jarang aku temukan dari bibir indah eomma akhirnya muncul juga. Sudah lama aku menginginkan senyuman ini. Senyuman yang tak bisa dibohongi. Senyuman yang keluar dari hatinya sendiri.

“Eomma!!” tak kusangka air mata yang tak ingin kukeluarkan akhirnya keluar juga. Tetesan air mata ini jatuh dan membasahi baju eomma.

Minwoo P.O.V

“Ahjussi.. ini uang untuk bulan ini. Sudah lunas, ok?” Ahjussi si pemilik kost itu langsung mengambilnya tanpa menghitung dulu. Biasanya ia sangat teliti ketika menghitung uang.

“Hei, anak muda. Lihat itu. Pemandangan yang sangat indah bukan?” ujar Ahjussi itu. Matanya berbinar-binar. Ada apa dengannya?

“IU? Dia dengan siapa? Sepertinya sangat dekat.. dan.. mirip…”

“Ahhh~ indah sekali….” Ahjussi mencium uangnya sembari melihat ke arah seseorang.

“Ya.. Keluarga yang indah sekali..”

“Bukan itu yang kumaksudkan! Gadis itu.. indah sekali..”

“Maksudmu Lee Ji Eun?! Kyaa~! Ternyata kau memendam perasaan padanya! Aku tak setuju!! Kau sudah tua! Tak pantas bersama Ji Eun!”

“Hei! Apa yang kau katakan?! Mengapa marah seperti itu?!” Ahjussi terdiam. Oh iya ya. Ada apa denganku ini. Lagipula kalau ia berjodoh dengan Ahjussi ini tidak apa-apa juga kan? Yg penting aku tidak. Hahaha..

“Ehm, maksudku orang yang berada di sampingnya itu..” gumam Ahjussi dengan suara kecil. Telingaku masih peka. Sehingga aku dapat mendengarnya.

“Mwoya?! Kau menyukainya…”

“Hmm, ne.. Eh, kau menyukai Ji Eun?” tiba-tiba saja Ahjussi melontarkan pertanyaan itu secara berulang-ulang. Wajahnya dekat padaku sehingga aku pun terkejut. Aku pun menutup mata. Dia pasti melihat pancaran bola mataku.

“Untuk apa? Lagipula tak ada sesuatu yang disembunyikan..” aku pun membuka mataku dan melihat Ahjussi sudah tak ada. Dia sudah mendekati Ji Eun dan sepertinya Eommanya. Dia datang pada Ji Eun. Sungguh, atmosfernya panas sekali!!

Minwoo P.O.V end

………………..

>>>>>3 tahun kemudian…..>>>>>

#TBC (To Be Continued)

Chingu, aku tunggu comentnya ya!! Makasih yang udah mau baca! Don’t be a silent reader!😀

This entry was posted by boyfriendindo.

One thought on “[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: