[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 08 (END)

Title
: My Tears – Chapter 8 (END)
Author : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre : Angst, Friendship & Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jo Youngmin

  ~ No Minwoo

  ~ Lee Ji Eun

Support Casts
: ~ Baek Suzy

  ~ Kwon Yuri

  ~ Tiffany Hwang

Disclaimer : Semua cast itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Sementara FF ini terinspirasi dengan sebuah komik yang berjudul (aku lupa lagi soalnya minjem ke temen -,-‘)

A/N : FF ini pernah aku posting di my blog : fanfictionkyu.blogspot.com, di facebook pribadiku, dan di blog fanfic yang lain. Sudut pandang ini memakai sudut pandang orang pertama (Lee Ji Eun), terkecuali yang dicantumkan P.O.V.

 

~Chapter 8~

>>>>>3 tahun kemudian…..>>>>>

“Hmm, kau akan menjadi adikku. Tapi aku sudah berumur 19 tahun. Eonni yang sudah tua ya..” aku bergumam sendiri melihat perut besar yang kini melekat di tubuh eomma.

Ne. Eomma hamil tua! Haha.. Eomma berumur 39 tahun. Aku cukup cemas dengan keadaan eomma. Aku takut. Tapi, jangan. Ini sudah terlanjur. Haha.. Hmm, pasti kalian bingung kenapa eomma bisa hamil? Itu tak usah ditanyakan ya. Hehe.. intinya, 2 tahun yang lalu Eomma menikah kembali bersama Ahjussi itu. Ahjussi itu lho. Pemilik rumah kost itu. Hebat kan? Takdir itu ternyata memang mengejutkan ya. Kini Ahjussi itu berumur 40 tahun. Ehm, maksudku Appa.. hehe..

Walau begitu kami tidak melupakan Appaku. Aku selalu datang untuk melihat keadaannya. Appaku sekarang berubah. Sejak mereka bercerai dan kemudian mendengar bahwa eomma akan menikah lagi, dia berubah. Mungkin Appa sadar. Syukurlah. Aku senang. Dia bekerja sebagai supir bus di Seoul. Aku sering menaiki bus-nya secara gratis. Haha..😄

Kriingg!! Kriiing!!

Suara telepon rumah berdering. Namanya tertulis penerbit meneleponku.

“Yeoboseyo?”

“Lee Ji Eun?”

“Ne, saya sendiri..”

“Oh. Baiklah. Aku akan berbicara informal. Hehe.. Ji Eun~ah.. Tadi ada yang memberitahukan bahwa pesanan novelmu sangat penuh. Kami akan mengirimkan uangnya untukmu. Hmm, setelah aku baca, ceritanya menarik juga. Kau hebat! Setiap hari toko buku selalu memesan novelmu karena kehabisan.”

“Jinjja?! Syukurlah.. Aku senang..”

“Aku merasa itu adalah kisah nyata.. Apakah itu kisah hidupmu?”

“Ah, ini rahasia ya. Kau boleh tahu karena kau temanku. Itu kisah hidupku dan untuk percintaannya aku karang sendiri. Haha..”

“Bagus. Ok. Aku dipanggil direktur dulu. Bye..”

Pagi hari sekali, aku sudah mendapatkan kabar gembira. Novel yang kubuat selama satu tahun itu ternyata laris di pasaran. Aku kira menulis itu hal yang buruk. Ternyata, mendapatkan uang. Haha.. intinya jangan berpikir untuk membuat suatu karya harus bagus. Dan juga jangan takut tak ada yang akan membacanya. Itu semua butuh proses. Itu yang dikatakan Minwoo. Eh, ngomong-ngomong Minwoo sekarang ada dimana? Setelah rumahku pindah aku sudah lost contact dengannya. Dengan Suzy, Yuri dkk, dan tentunya Youngmin juga. Nou dan Zee juga! Pasti mereka lebih sukses dari pada aku. Mereka mungkin berada di luar negeri sekarang. Bahkan di bulan? Bisa saja. Mungkin menjadi astronaut.

“Eomma, aku berangkat!” aku pergi dengan langkah memiliki tujuan yang pasti. Tanpa keputusasaan. Akhirnya, setelah perjuangan yang melelahkan ini aku mendapatkan sesuatu yang pasti. Hmm, yang cukup menurutku.

Aku berjalan mengelilingi kota Seoul di pagi hari. Semoga saja inspirasi dapat muncul. Aku sangat suka berada di tempat yang ramai. Karena, disana pasti ada berbagai macam kejadian. Sehingga aku bisa berkhayal dan mendapatkan inspirasi untuk novelku selanjutnya.

“Ji Eun?” seketika saja khayalanku hilang karena dia datang. Ketika kulihat wajahnya, dia Suzy! Tak lama berjumpa!!!

“Suzy?!!!” kami pun berpelukan layaknya teletubbies. Itu sudah khas dari tiap wanita ketika bertemu dengan orang yang lama tak dijumpainya.

“IU!!”

“Tunggu!” kulepaskan pelukannya. Wajahnya nampak bingung.

“Kenapa kau tahu nama panggilanku itu IU?” Suzy menunjukkan novelku. Dia membacanya.

“Lalu kau tahu bahwa itu pengalaman pribadiku? Tapi, itu kisah cinta yang aku karang… Kau jangan tertawa ya..”

“Tidak. Ini bukan karangan. Kurasa asli. Karena Youngmin yang tertulis disini bernama Jiyoung mencintaimu.

“Ania.. Dia mencintaimu..”

“Apa kau benar-benar IU?”

“Tentu saja. Kau. Jangan-jangan.. Zee?!”

“IU!! Ternyata selama ini aku berbicara denganmu. Padahal kita bisa berbicara secara langsung. Takdir yang tak dapat diduga.”

…………….

Minwoo P.O.V

Aku berlari dengan terburu-buru. Hari ini ada pertemuan rapat antar perusahaan, jadi aku harus segera pergi. Rapat dimulai pukul 10 pagi sementara sekarang sudah jam 9.30. 30 menit? Mana bisa? Akhirnya, kuputuskan untuk tidak makan dan segera pergi. Pakaian yang belum rapi ini sengaja kurapikan di dalam taxi ketika di perjalanan.

Kriiing!! Kriing!!

Suara bunyi deringan ponsel. Aku segera menerima telepon itu.

“Yeoboseyo?”

“Chagi.. Kau sudah sampai?”

“Berhentilah memanggilku chagi! Aku sudah mengatakannya beribu-ribu kali”

“Arasseo…. Mianhae aku tak membangunkanmu.. aku juga kesiangan..”

“Ne…” aku pun segera menutup teleponnya. Dia menambah lambat kerjaku saja. Berani-beraninya dia memanggilku chagi. Panggilan itu hanya boleh dilontarkan oleh orang yang kusayangi. Sementara dia, aku tak menyukainya. Wanita manja sepertinya akan menjadi calon istriku? Perjodohan yang buruk. Bagaimana orangtuaku bisa memilihnya? Pasti karena saham.. ckckck.

Sesampainya di tempat tujuan, sudah kurasakan atmosfer yang panas. Apakah aku akan dimarahi oleh Appa karena terlambat? Sepertinya tidak.

“Juisonghamnida…” seseorang yang sama-sama terburu-buru pun menabrakku. Dia baru saja turun dari mobilnya.

“Youngmin? Kau Youngmin?” wajahnya mirip seperti Youngmin. Apa ini hanya halusinasi saja?

“Kau.. Minwoo?” aku pun menggangguk. Kami pun bersalaman. Ternyata dia anak dari rekan kerja Appa di perusahaan yang akan bekerja sama dengan kami. Syukurlah. Pasti kerja sama ini akan berhasil.

Minwoo P.O.V end

…………

Berjalan dan bersenda gurau bersama Suzy rasanya tak ada habisnya. Kami lebih memilih berbincang-bincang sembari berjalan daripada diam di café. Itu membuang uang. Hehe..

“Oh ya, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan pria itu?” tanya Suzy secara tiba-tiba. Mengapa kini ia mulai membicaraan soal cinta?

“Pria itu? Siapa?”

“Kalau tidak salah namanya No Min Woo. Bagaimana?”

“Kami hanya teman saja. Kami sudah tidak memiliki hubungan karena aku pindah rumah.. Bagaimana dengan Youngmin?”

“Kau tahu? Setelah kau menjelaskannya pada Youngmin, ia meminta agar kami menjadi sahabat. Mungkin dia ingin melakukan pendekatan. Aku senang. Dan sekarang aku masih berhubungan dengannya. Bahkan dia berniat melamarku. Tapi aku belum siap. Hehe.. karena aku sebenarnya ingin menunggu kau, Ji Eun. Karena semua ini berkat kau. Jeongmal gomawo, Ji Eun..^^”

“Tentu saja. Kau temanku.. ^^ Kau tahu Nou?”

“Waeyo?”

“Hmmmm, aku menyukainya..” Suzy terdiam keheranan. Ia bingung apa yang aku katakan.

“Apa yang kau katakan?”

“Ah, ania… tak bisa diulangi. Haaha..!!”

Setelah lama berjalan, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke sekolah SMA kami dulu. Sedikit bernostalgia tak ada salahnya kan?

“Sekarang tanggal berapa?”

“30 Mei kalau tak salah.”

“Jinjja?!”

“Memangnya kenapa?” aku pun menggelengkan kepala. Aku senang dengan tanggal 30 Mei. Ternyata, semuanya menggembirakan. Semoga saja.. Pertama aku mendapatkan berita bahagia mengenai pekerjaanku. Lalu aku bertemu dengan teman lamaku, Suzy dan ternyata dialah Zee. Aku harap aku bisa bertemu dengan Nou. Jika aku bertemu dengan Nou, dia berarti takdirku.

Ketika masuk ke dalam gerbang sekolah, tali sepatuku lepas sehingga aku harus menalikannya dahulu.

“Youngmin?!” Suzy berlari meninggalkanku. Dia berlari ke arah tempat parkir guru. Karena penasaran dan sepatuku sudah selesai ditalikan, aku menoleh ke depan. Disana sudah terdapat Suzy dan Youngmin sepertinya. Tapi seseorang ada diantara mereka. Wajahnya seperti Minwoo.

“Ji Eun~ah!! Kemarilah!” Suzy berteriak. Kini ia sedang merasakan kebahagiaan yang teramat mendalam. Haha.. aku pun menghampiri mereka. Semoga saja aku tak akan merusak kebahagiaan mereka.

“Annyeong! Lama tak bertemu..” sapaku kepada mereka berdua dengan senyuman.

“Annyeong, Ji Eun!” jawab Youngmin.

“Annyeong. Tak disangka kita bisa bertemu lagi…” sambung Minwoo yang tak mau kalah.

“Youngie~ah.. bagaimana jika kita melihat-lihat keadaan sekolah?” Youngmin mengangguk mengiyakan sehingga mereka pun berpegangan tangan menuju sekolah lama kami. Teganya mereka berdua meninggalkanku disini. Eh, tidak! Kami berdua. Karena tak tahu harus berbuat apa, mataku mengikuti kemana mereka pergi. Menunggu Minwoo memulai pembicaraan.

“Bagaimana kabarmu?” akhirnya Minwoo berbicara juga.

“Baik. Kau sendiri? Ehm, sepertinya berbicara disini tidak enak. Bagaimana jika kita mengikuti mereka. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan…” kami berdua pun tertawa bersama.

“Kau masih sama seperti dulu, IU…”

“Ne? Kau.. pasti sudah membaca novelku, kan?”

“Novelmu? Novel apa?”

“Kau tak tahu?”

“Aku memang kurang suka membaca. Kau tahu itu kan?”

“Lalu mengapa kau bisa tahu panggilanku itu IU?”

“Sudah lama aku menyembunyikannya. Aku tidak ingin menyesal seperti dulu lagi. Ini kesempatan emas.” Gumamnya.

“Sebenarnya aku sudah tahu kau adalah IU yang di bulletin board itu. Tapi aku sengaja tak memberitahumu. Karena aku suka ketika berbicara denganmu di bulletin board..”

“Jinjja? Jadi kau Nou?!” antara percaya dan tidak percaya. Kami pun terdiam dalam keheningan. Ternyata, Minwoo adalah Nou yang selama ini aku tunggu-tunggu. Ternyata dia. Bagaimana mungkin? Aku sudah menganggapnya sebagai sahabatku.

“Apa salah jika aku Nou? Jika kau lebih suka kau menganggapku sbg Minwoo, tak masalah..”

“Ania! Hanya saja… Ini tidak mungkin.”

“Tidak ada yang tidak mungkin. Ayo kita pergi..” Minwoo pun berjalan mendahuluiku, setelah beberapa langkah, ia pun terdiam sehingga aku bisa menyusulnya.

“Aku menyukaimu..”

“Ne?!” ia bilang dia menyukai seseorang. Sangatlah tidak nyambung dengan pembicaraan.

“Aku menyukaimu, IU..”

“Mwo?! Kau.. Kau menyukaiku?!” Minwoo menolehkan wajahnya padaku sehingga kami menatap satu sama lain.

“Wae? Apa kau lebih menyukai Youngmin? Atau bahkan kau lebih menyukai sosok Nou?”

“Bukan begitu.. atas dasar apa kau menyukaiku? Ne.. Aku menyukai Nou, bukan kau..” aku pun tertunduk. Aku takut apa yang kuucapkan ini menyakiti hatinya.

“Hmm, aku tahu jawaban ini. Seharusnya aku tak mengatakannya padamu..” Minwoo mulai melangkahkan kakinya.

“Tunggu! Apa seperti itu? Setidaknya aku tahu kaulah Nou yang selama ini aku impikan..” terkejutnya diriku ketika mengatakan semua itu. Secara tak sadar aku mengatakannya. Malunya…. Kututup mataku untuk menutupi rasa malu. Semoga ini mimpi. Cepatlah bangun!

“Benarkah? Tapi aku tak mau kau menganggapku sbg Nou yang selama ini kau impikan. Aku ingin kau menganggapku sbg diriku sendiri, No Min Woo.” Minwoo kembali menyambung pembicaraannya. “Jika kau menganggapku sbg Nou itu sama saja kau tak mencintai sosok diriku yang aslinya. Kau mengerti bukan apa yang aku ucapkan?” aku pun menganggukan kepala tanda mengerti. Aku tahu, aku lebih menyukai sisi Nou daripada Minwoo. Padahal selama ini orang yang membantuku adalah Minwoo. Orang yang memberikanku laptop baru tanpa memberitahukan identitasnya. Bukan Nou yang peduli padaku, tapi Minwoo. Tapi kenapa selama ini aku mencintai sosok maya Nou itu? Sulit.

“Mianhae.. aku mengerti sekarang.. Mianhae..”

“Untuk apa kau meminta maaf padaku?” aku pun tersenyum padanya dan menunjukan jari kelingkingku.

“Maksudmu?” karena ia tak mengerti, aku menghampirinya dan menyuruhnya untuk menunjukkan jari kelingkingnya juga. Akhirnya ia tersenyum juga, ia pasti sudah mengerti.

“Jadi, kita pacaran?” nadanya tak beraturan. Haha.. Lucunya..

“Siapa yang berbicara seperti itu?” masih mengikatkan kelingking satu sama lain.

“Lalu?”

“Sepertinya masih jauh untuk masuk ke tahap itu.” Aku pun menyenggol tubuhnya dan tertawa.

“Pendekatan?” kuputar kedua bola mataku dan membuang napas.

“Hmmm, aku pikir-pikir dulu..” lalu kuanggukkan kepalaku dan menggandeng tangannya sembari menariknya.

“Kyaaa!!! Ji Eun~ah!!” kami pun tertawa bersama menuju sekolah lama kami.

Aku senang bisa menemukan Nou yang sebenarnya dan orang yang benar-benar menyukaiku. No Min Woo – Lee Ji Eun. Apakah kita akan selalu bersama? Lalu, bagaimana dengan Youngmin dan Suzy? Kurasa tak lama lagi aku akan mendapatkan undangan bahagia dari mereka. Haha.. Lalu, bagaimana dengan kalian? Aku akan menunggu kritik dan sarannya.😄

 

The END

This entry was posted by boyfriendindo.

6 thoughts on “[FANFICT/FREELANCE] My Tears – Chapter 08 (END)

  1. Endingnya kyk di ftv2.. apa lg yg ending minwoo-jieun.
    Hehehe
    Tp gak papa.. jalan ceritanya kece kok..
    Oh iya.. lain kali.. endingnya jgn di tarik2 ya😉
    Biar gak bsn bacanya😉

  2. Endingnya kyk d ftv2.. apa lg partnya minwoo-jieun yg ending..
    hehehe.. tp tak apa.. jalan ceritanya bagus kok..
    Oh iya.. lain kali.. ebdingnya jangan di panjang2in ya.. hehehe
    Soalnya kalo terlalu di ulur2, kadang suka bosen bacanya😉
    Terus berkarya! Fighting! 뿅!

  3. Sumpaah…ga boong… ceritanya seru bangeet…. baca dari awal ampe akhir dapet bgt feelnya….

    Authooor…..keren bangeeet…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: