[FANFICT/FREELANCE] Ice Cream or …

IMG_2931

Title
: Ice Cream or …
Author   : OtherwiseM
Genre        
Rating          : PG-15
Type   Chaptered
Main Casts
 Park Hee Rin (OC)
★ No Minwoo (Boyfriend)
★ Jo Youngmin (Boyfriend)
★ Choi Min Ah (OC)
★ Jo Kwangmin (Boyfriend)
★ Kim Yoo Jin (OC

kalo mau liat fanfict lain ^^ *pinginnya* dan karena wp baru jadi masih sangat berantakan, dan semakin ke bawah semakin baru /? *apa sih* pokoknya postingan yang paling baru itu ff lamaku gitu :3

 Kau pilih aku melakukannya dengan es krim atau …

 

.

.

     Ah, ternyata dia di sana!

“Hei!”

Minwoo melambai dengan ceria. Ia berpakaian layaknya teroris dengan jaket kulit hitam, topi yang tutupi separuh wajah, serta celana dan sepatu hitam. Hanya saja ia tersenyum sangat lebar dengan es krim cokelat di genggamannya. Tidak sampai sepuluh detik aku sudah ada di hadapannya, dengan sekuat tenaga memukuli dengan tasku. Aku berharap ia babak belur, atau minimal benjol sana-sini. Namun dengan sigap ia mundur menjauhiku.

Ya! Apa yang kau lakukan?!” Minwoo menghardik kesal sambil merintih berlebihan. Kebiasaan.

Ya! Seharusnya aku yang tanya begitu! Apa yang kau lakukan dasar menyebalkan!” Aku bergerak maju dan memukulinya lagi dengan kekuatan penuh.

YaYa! Hentikan! Nanti es krimnya jatuh!”

Tanganku terhenti di udara. “Jadi kau lebih memilih es krim ketimbang aku?!” tanyaku tak percaya.

Minwoo terlihat frustasi. Namun siapa peduli? Lelaki menyebalkan ini pantas mendapatkannya! Lagian siapa suruh menendang singa betina di hutan rimba? “Kau ini kenapa sih?” Tangannya yang bebas menahan milikku yang sudah akan beraksi lagi.

“Tanyakan saja pada dirimu sendiri.” Menepis tangannya, aku berbalik pergi namun Minwoo tiba-tiba sudah ada di hadapanku. Jarak kami hanya selangkah dan aku terkejut setengah mati. Apa dia punya kemampuan semacam teleportasi?

“Sebenarnya kau ini kenapa? Bukankah di telepon kau baik-baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi? Jawab aku!”

“Aku kan sudah bilang untuk tanyakan itu pada dirimu sendiri!” Aku bergeser ke kanan, namun Minwoo menghadangku. Bergeser ke kiri pun ia melakukan hal serupa. “Minggir!”

“Tidak sebelum kau ceritakan apa yang terjadi!”

Aku menghela napas panjang.

“Kenapa sih kau marah-marah tak jelas? Bisakah kau berhenti jadi gadis gila dan belajar untuk waras sedikit? Aku benar-benar lelah dan kau malah menambahnya dengan bersikap aneh seperti ini! Dan kau juga tidak datang ke konser–”

“Untuk apa aku datang ke sana dan melihat kau melakukan hal menjijikan?!” potongku setengah berteriak.

“A-apa…?”

“Kau sudah janji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi! Tapi kenapa kau melakukannya?! Tidak cukupkan di konser LovCom tahun kemarin? Kenapa kau ulangi lagi?”

“Tapi kan itu—“

“—aku tahu itu tuntutan pekerjaanmu, tapi kenapa Kwangmin tidak melakukan apa yang kau lakukan juga?! Aku tahu aku egois, tapi aku benar-benar kesal sampai aku tak bisa merasakan kepalaku! Aku tidak tahu kalau menjadi pacarmu konsekuensinya sebesar ini! Walaupun kau ini seorang idol, tapi kau setidaknya harus menjaga pera—“

Aku berhenti bicara saat sesuatu yang dingin menyentuh bibirku. Es krim! Aku mundur beberapa langkah saking terkejutnya, “Ya! Apa yang kau lakukan?! Kenapa menempeli bibirku dengan es krim?!” Dengan kesal aku menjilat bibirku sendiri. Sial! Kenapa rasa es krimnya jadi lebih enak? Padahal aku baru tadi siang membeli yang sama.

“Kau pilih aku melakukannya dengan es krim atau,” Minwoo maju mendekat hingga ujung sepatu kami bersentuhan, agak menunduk untuk mensejajari wajah kami, “bibirku?”

Darahku bergerak menggumpal di pipi, membuatnya berwarna merah dengan cara yang memalukan. “Ya! Apa yang kau lakukan?!” Aku mengatukkan dahi kami dengan keras sampai Minwoo terpental mundur sambil memegangi kepalanya.
“Ya ampun! Kepalamu itu batu atau apa? Kenapa sakit sekali?!”

“Rasakan itu, dasar menyebalkan! Siapa suruh kau melakukan itu? Dan juga untuk membuatku frustasi saat sedang ujian. Itu bahkan tidak sebanding dengan rasa sakitku melihat fanpict terkutuk itu!”
“Lalu kenapa kau juga melihatnya!”

Hiiy! Anak ini benar-benar tidak mau kalah! Berani-beraninya ia menimpali perkataanku padahal aku yang jadi orang tersakiti di sini! Dengan wajah menyeramkan aku mendekatinya sambil mengangkat tasku.

“Kya! Jangan! Iya deh aku minta maaf, aku salah!” Ia mengatupkan tangannya, terlihat agak sulit sebab ia masih memegang es krimnya yang mulai mencair. Tanpa sadar aku menelan ludah.

“Hei, lihatlah! Kau bahkan tidak terlihat iklas meminta maaf!”

“Lalu aku harus bagaimana? Bersujud menyembahmu sambil menangis histeris?” tanyanya dengan wajah datar.

Tiba-tiba kau membayangkan Minwoo melakukan hal semacam itu. Haha, aku tidak bisa membayangkannya. Pasti mukanya semakin abstrak, air matanya mengalir bagaikan tissue disobek memanjang yang ditempelkan di bawah matanya, dan juga—ah sudahlah, lupakan.

“Baiklah, tapi berjanji untuk tidak jadi menyebalkan lagi!”

Minwoo mengangguk cepat, benar-benar seperti anak kecil! Hihi, aku ingin sekali tertawa melihat wajahnya yang seperti ini. Namun sekuat tenaga aku menahannya untuk menjaga harga diriku.     Sebenarnya kasihan juga sih melihat ia ter-bully begini, terlebih aku sering melakukan hal kejam seperti ini. Tapi ya, salahkan saja mukanya yang semakin hari semakin minta di-bully.

“Ya sudah kalau begitu aku mau pulang.”

Minwoo menatap tak percaya, “Hah? Pulang? Secepat itu? Jadi kau hanya menemuiku untuk menyiksaku?”

Aku memelototinya.

“Kau benar-benar akan pulang sekarang?”

“Habisnya kau menyebalkan! Lagian ini sudah malam dan aku masih ada ujian besok.”

Min woo menghela napas kecewa. “Benar-benar tidak bisa menemaniku sebentar saja?” tanyanya dengan wajah memelas.

Aku berpikir sejenak. Sebenarnya rugi juga kalau langsung pulang. Kapan lagi anak ini bisa menemuiku, dia kan orang sibuk. Lagipula besok hanya dua pelajaran sih. Tapi bagaimana mengatakannya? Aku bukan tipikal orang yang bisa dengan mudah mengangguk dan berkata ‘baiklah’ pada seorang lelaki. Apalagi No Minwoo yang menyebalkan. Ah, sepertinya aku dapat ide!

“Sepertinya tidak sih, dah!” Aku mengambil es krimnya lantas bergegas pergi.

“Hei, kau mau ke mana! Kembalikan es krimku!”

Aku menjilati es krim dan terus berjalan tanpa rasa bersalah. “Tentu saja pulang! Dan soal es krimmu, salah sendiri tidak membelikann untukku!”

“Itu karena kau belum datang! Kembalikan dan aku akan membelikanmu yang baru!”

Aku menggeleng.

“Arah rumahmu kan bukan ke sini,” celetuknya sambil cekikikan.

“Memang bukan, aku hanya ingin jalan-jalan karena terus-terusan belajar juga tidak baik!” kilahku sambil tersenyum. Namun tiba-tiba sebuah tangan menggenggam hangat milikku. Mengisi sela-sela kosong di antara jemariku. Aku sontak menatapnya.”Jangan suka menahan senyum, itu tidak baik.”

Aku buru-buru membuang muka sambil menjilat kembali es krim. “Siapa yang tersenyum? Dan juga kenapa memegang tanganku?”

Minwoo mengangkat bahu cuek, tak lama genggaman tangannya terlepas. Aku merasakan sesuatu yang hilang hingga menoleh dan mendapati Minwoo bergeser menjauhiku. “Pacaran saja sana sama es krim! Aku tidak apa-apa kok. Aku akan merestui kalian,” ucapnya sambil melirik sinis.

Terpingkal-pingkal, aku merasa perutku semakin sakit tiap detiknya hingga kupegangi erat-erat. Aku menatapnya lagi yang masih memasang wajah jelek sambil menghapus air mata yang hampir menetes. “Kau marah ya?”

“Tidak! Untuk apa marah?”

Aku menghela napas panjang, berjalan mendekatinya lantas melingkarkan tangan di lengannya yang dimasukkan ke saku celana. “Pacarku itu lelaki menyebalkan yang sedang memasang wajah jelek!”

Ini selalu jadi cara ampuh saat ia marah—aku tidak mengerti dengan kami berdua, awalnya aku yang marah, tapi kemudian Minwoo akan balik marah padaku. Tapi penyakitnya kambuh lagi. Aku menyesal merangkulnya dan mengatakan kata-kata menjijikan seperti barusan. Karena—

Ya! Berhenti mencubiti pipiku! Ini menyakitkan! Nanti wajahku keriput!”

—aku akan pulang dengan pipi merah yang rasanya perih saat terkena air. Minwoo benar-benar mencubitiku dengan sepenuh tenaga—dia pasti balas dendam.

FIN

Aku ga jago bikin fluff jadi ya beginilah adanya T.T
Ini fict yang udah bulukan di lappi hahah😄 entah aku buat jaman apa =.= kalo ga salah pas hari pertama UAS sih :”3 parah banget kunyit satu ini :”3

I beg your pardon for this awkward fict :”3 ini efek udah lama ga edit jadi kosakataku … begitulah T.T
And, don’t go away before you leave some words!!😛

This entry was posted by kepangmusic.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: