[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… The Distance – Chapter 05

Picture1

Title
: Sorry, I Can’t… The Distance – Chapter 05
Author : Sonia Suryanti (@soniasuryanti)
Genre : Romance, Tragedy, Sad Romance
Rating : G
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ No Minwoo as Kim Minwoo

   ~ Kim Ah Ri (OC)

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Member Boyfriend

Author Note    : hehe.. part kali ini khusus didedikasikan buatpara Fans dari Sorry, I can’t yang rela nungguin ini part.. mudah-mudahan ga ngecewain yah?

“MinWoo-ya, mianhye? Aku tak seharusnya memperlakukanmu seperti ini. Aku benar-benar menyesal. Aku tak seharusnya membuat adikku menangis seperti ini. Min Woo-ah aku akan menjadi Noona mu lagi, ani, aku akan terus menjadi Noonamu, tak akan pernah berubah.”kata Ah Ri sambil memeluk adik tersayangnya itu.

“Noona!” kata Min Woo sambil membalas pelukkan Noonanya itu dan bukannya berhenti, malah buliran air itu semakin deras.

Cahaya sore itu masuk melalui jendela kelas-kelas di Seoul Performing Art School. Tak terkecuali ruang latihan tempat para murid yang terpilih untuk tampil itu sedang bermandikan keringat.

“Noona?” panggil Min Woo

“Mwo?”

“kau akan menjemput Kwangmin Sunbae hari ini kan? Aku ikud ya???” mohon Min Woo pada Ah Ri dengan jurus Prince Aegyo-nya.

“mmm..”

“ayolah Noona, ne? Ne? Ne?!” kali ini Min Woo mengeluarkan seluruh jurus nya.

“yasudah…”

“ASHA!” teriak Min Woo.

.

.

.

TOK TOK TOK-AH Ri mengetuk pintu kamar Kwangmin.

“oh? Sunbae? Kenapa kau yang membereskannya? Sini biar aku saja!” tawar Ah Ri.

“qwechana, aku bisa kok.” Tolak Kwangmin.

“Sunbae, kau itu pasien, sudah, biar aku saja.”paksa AH Ri

SRAKKK,,,

“oh? Sunbae?” kata AH Ri kaget saat Kwangmin sedang menarik tubuh mungil itu agar berada dalam dekapannya.

“Gwechantanikka..” bisik Kwangmin.

“Noona.. kau lama sek..” awalnya Min Woo hanya mengunggu di lobi, namun karena Noonanya terlalu lama, jadi dia memutuskan untuk datang ke kamar Kwangmin, namun perkataannya terputus melihat pemandangan di hadapannya, sakit? Ya pasti sakit donk. Setelah mendengar suara Min Woo, Ah Ri melepas pelukan Kwangmin.

“oh? Min Woo-ya? Kan sudah kukatakan tunggu di bawah saja.” Kata AH Ri canggung.

“Min Woo? Mengapa kau bisa di sini?” tanya Kwangmin.

“Oh? Aku menemani Noonaku.”

“yasudah, ayo kita turun.” Ajak Ah Ri pada mereka berdua, sebenarnya tujuan dia agar kecanggungan ini tak terlalu berlangsung lama.

“Sunbae? Aku sengaja ga bawa sepeda hari ini, jadi Kita naik taksi saja ya?” tawar AH Ri.

“ga usah, aku udah nyuruh orang buat ngantar mobil aku ke sini, kita pulang naik mobil saja.”

“oh? Yasudah. Sini kunci mobilnya?”

“buat apa?”

“ya buat di bawa donk, Sunbae duduk manis aja nanti.”

“oh? Kau yakin bisa?”

“geureom, aku bisa membawa segala jenis kendaraan, hehehe… ayo kita masuk ke mobil.”ajak Ah Ripadamerekaberdua.

“Oh? Sunbae?Ininuguyeo?” tanya Ah Ri pada Kwangmin sambil menunjuk pada bingkai foto yang asing di matanya.

“yang mana?”

“ yang ini aku belum pernah melihatnya.”

“oh ini, foto Eommaku, dia baru saja mengirimnya dari Instagram.”

“ah,, ternyata Eomma mu narsis juga yah Sunbae. Panteslah, anaknya begini, Eommanya juga.. oalah..” ledek Ah Ri.

“yah?! Berhenti mempermainkan aku.”

“ne.. araseo. Oh ya, pemandangan di situ sangat bagus ya.. itu dimana Sunbae?”

“oh, geugo.. itu tempat rahasia aku dan Eommaku, aku, hyung dan eomma ku sering datang ke tempat itu untuk bersenang-senang.”

“oh ya?! Wah.. peuropta.” Kata AH Ri. ‘wajah itu tidak asing’ bisik Ah Ri dalam nuraninya.

“yaksokhe, aku akan membawamu kesana, pasti!”

“mm..”

“Yah inilah hari yang kita tunggu-tunggu, dimana akan lahir superstar baru yang akan mewarnai panggung music di Korea. WOW!”sapa MC tepat pada acara Showcase.

Ternyata latihan melelahkan mereka membuahkan hasil yang sangat baik. Gimana enggak, para penonton saja tak berhenti- untuk bertepuk tangan untuk penampilan mereka semua.

Terutama penampilan Kwangmin dan Ah Ri yang sangat amat memukau mereka.

Back Stage- Kwangmin bersama-sama dengan AH Ri menuju ruang make up

“Ah Ri-ya?” kata seorang Ahjussi pada Ah Ri.

“oh? APPA!!!!”

“Bogoshida, naeddal.”

“Appaaaaaaaaaaaaaaaaa,,, nado Bogoshipeo…. Kapan Appa pulang?Kenapa tidak memberitahuku dulu.. aku sempat takut Appa ga datang,..”

“iihhh,, Anakku yang satu ini cerewet banget yah? Sudahlah, Khaja!” ajak Appa.

“odi?”

“Date!”

“Appa-rang, cho-rang?”

“ani, Neo, Na, Eomma, geurigo, Min Woo. Otte?”

“geurae!, khaja!” ajak Ah Ri

“khaja!”

“Chamkaman Appa,”kata AH Ri. “Kachikhaja, Sunbae!”ajak Ah Ri.

“Ani, neo kha, aku akan pulang.” Tolak Kwangmin.

“Geurae! Kachikha, kita merayakan hari ini bersama-sama. Anggap saja kami keluargamu, lagian Ah Ri bilang kau hanya sendirian di Korea, kami takkan membiarkanmu merayakan hari ini sendiri.” Sambung Appa.

“khaja Sunbae!” ajak Ah Ri sambil menggandeng tangan kiri Kwangmin dengan tangan kanannya. “Khaja Appa!” ajak Ah Ri sambil menggandeng tangan kanan Appanya dengan tangan kirinya.

‘Tuhan makasih sudah memberiku kesempatan untuk menggandeng 2 laki-laki yang paling aku sayangi di dunia ini, aku harap saat seperti ini bertahan selamanya.’

Sesampainya di parkiran, mereka bertiga menjumpai Eomma dan Min woo yang sedang menunggu.

“Oh, yeoshi.. kedua anak kita ini sangat membanggakan ya?” kata Eomma.

“iya dunks, Eommanya sapa dulu? Eomma Ah Ri.” Sambung AH RI.

Sedangkan Min Woo hanya menatap sedih kearah Ah Ri yang masih menggandeng tangan Kwangmin. Menyadari itu Ah Ri melepas tanganya dan kembali tersenyum seperti biasanya.

“Ayo masuk!”ajak Appa.

Mereka masuk menuju pintu bioskop itu, tetapi sepasang tangan mungil melarang satu tangan kurus tirus itu untuk memasukinya. Sepertinya Pemilik tangan mungil itu hendak mengatakan sesuatu.

“Sunbae! Sebentar!” bisik Ah Ri, dan Eomma, Appa, Min Woo sudah duluan masuk ke dalam.

“Mwo?” Tanya Kwang Min sedikit bingung.

“Sunbae, aku… begini… eehhmm…  Sepertinya kita harus menjaga jarak saat bersama keluargaku, terutama di hadapan Min Woo, Aku merasa tidak enak pada mereka. Aku tahu di USA ga terlalu peduli dengan hal seperti itu. Tapi ini Korea Sunbae, aku hanya merasa tidak enak. Aku.. aku.. bukan..”

“hhuusss!” Kwang meletakan telunjuknya pada bibir cerewet Ah Ri, “Iya, aku mengerti.. Ayo kita masuk dan menyelesaikan film ini, atau mereka akan tambah curiga jika kita berlama-lama disini…” tanpa Ah Ri menjawab dan Kwangmin pun sudah mengerti apa yang dimaksud Ah Ri lalu masuk ke dalam tanpa memegang atau pun menuntun Ah Ri memasuki pintu itu. Ah Ri hanya tersenyum melihat Namjanya ternyata dewasa.

Bukannya duduk di sebelah Ah Ri, tetapi Kwang lebih memilih duduk di sebelah Min Woo, pikirnya untuk memperbaiki hubungan mereka yang sempat retak sebelumnya.

Mereka terlihat lebih akrab setelah film itu, sambil tertawa dan mengomentari film yang mereka tonton itu.

@RESTORAN China

Appa Ah Ri tahu bahwa seluruh pasukan yang dibawanya itu sudah keroncongan tuh perutnya. Mereka memesan 1 ruangan untuk menikmati makanan Ala China itu.

“Aku tak tahu bagaimana selera mu nak, tetapi cobalah makan kau tak akan kecewa” kata Appa Ah Ri pada Kwang Min.

“Nde, Ahjussi. Aku bisa memakan makanan apa pun, Itulah kunci dari adaptasikan ?”Jawab Kwang.

“hahahahahaha” mereka semua tertawa.

-Getaran SmartPhone Kwang mengharuskan dia untuk permisi keluar ruangan itu-

“Nde,,Eomma?”

“Kenapa lama sekali angkat telfonnya?”

“Oh..itu.. ini aku lagi jalan Eomma. Bersama ..”

“Okay, yasudahlah, bersenang-senanglah. Wueekkk” tiba-tiba terdengar suara muntah dari Eomma Kwang.

“Eomma? Waegeurae? Eomma? Gwenchana?” Tanya Kwang khawatir.

“Gwench… uhukuhuk! Hanya sedikit masuk angin dan merindukan anakku…” Jawab Eomma dengan suara parau.

“Eomma, Kwang akan pulang sekarang juga… Tunggu yah Eomma” Kwang mematikan telfonnya, dan permisi pada keluarga Ah Ri dengan alasan urusan mendadak. Ah Ri khawatir dan hendak mengejar Kwang, tapi Ibunya menahannya dan Ah Ri menuruti Eommanya.

Tanpa mengatakan apapun pada Ah Ri dan keluarganya, ia terbang ke USA.

Di sisi lain Seorang wanita yang ditinggal Kwangmin, menanti kabar dari sang pemilik hatinya. Ah Ri mencoba untuk menghubungi Kwangmin tetapi hasilnya Nihil, nomor Kwang tetap tidak aktif. Saat itu sudah akhirpekan, Ah Ri punya ide untuk mengunjungi apartement Kwangmin, Yah, memang dia tidak tahu Password rumahnya, dia hanya berharap untuk dapat mengetahui kabarnya. Beratus-ratus kali dia berusaha untuk memencet bel apartement Kwangmin, tapi sepertinya pemilik apartement itu tidak ada di dalam.

Dengan langkah gontai Ah Ri hanya berjalan kembali ke rumahnya…  Rasa nya baru kemarin dia merasa sangat bahagia karena 2 lelaki yang disayanginya ada di sampingnya, namun, ternyata dalam hitungan detik mereka berdua hilang. *seperti yang Author bilang Ah Ri itu sayang banget sama Appanya* untuk mengobati rasa rindunya, dia kembali memasuki ruangan kerja Appanya dan berbaring di meja kerjanya…

.

.

.

Tanpa sadar, ini sudah tengah malam. Ah RI terjaga dari tidurnya. Keluar dari ruangan itu pergi ke kamar Eommanya,

TOK TOKTOK!- Ah RI berusaha mengetuk pintu tanpa menggangu tidur yang lainnya.

Ah Ri masuk dan mendapati Ibunya tertidur sambil memeluk Agenda kecil.

Membaca itu rasa penasaran Ah Ri muncul dan memutar kembali agenda tersebut. Dan apa yang didapatnya?

Eomma?Apa sebenarnya maksud dari ini semua? Ah Ri takut untuk membuka kembali dan hendak menutup kembali agenda itu, tapi kejutan lagi buat dirinya. 2 lembar foto keluar dari agenda tersebut. 1 lembar ada foto yang sama dengan Agenda Appa yang ada di ruang kerja. Dan satu lagi berisi foto…

TBC-

This entry was posted by kepangmusic.

One thought on “[FANFICT/FREELANCE] Sorry, I Can’t… The Distance – Chapter 05

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: