[FANFICT/FREELANCE] Complicated – Chapter 01

Complicated,

Title
: Complicated – Chapter 1
Author NW’s 2nd
Genre : Friendship dan Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jo Youngmin

  ~ No Minwoo

  ~ Alice

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Lee Jeongmin

Summary : I move to this country and begin my new life here. I hope all will go work appropriate my desire and I want to really enjoy my life here. I just wanna direct my mind…

 

 

Alice POV

Pagi ini aku mengayunkan langkah demi langkahku menyusuri jalanan bandara setelah pesawat yang ku  tumpangi mendarat dengan selamat di bandara Incheon. Sambil menyeret koperku aku berjalan menuju pintu bandara dan mulai berkeliling Seoul dengan taksi yang ku tumpangi.

“Stop” Aku menghentikan sopir taksi yang mengemudikan taksi yang ku tumpangi dan berhenti di depan sebuah rumah yang cukup luas untuk ditinggali seorang gadis 17 tahun sepertiku.

 

KRIIING…!!! KRIING…!!!

 

Ponselku berbunyi. Aku menggeser layar dan mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di seberang sana.

“Alice,kau sudah sampai ?” Tanya orang tersebut

“Just now,uncle. Aku sudah berada di depan rumah uncle” Jawabku

“Dengar,tinggallah disana,rawat rumah itu dan uncle memberikan rumah itu untukmu. Nanti uncle akan mengirimkan alamat sekolah barumu” Kata uncle Kim

“Ne,uncle. Thank you so much. Ini terlalu berlebihan,uncle”

Aku sedikit merasa sungkan dengan semua pemberian uncle hari ini. Dia yang membiayai kepindahanku dari New York hingga membiayai kehidupan disini nantinya. Dia pamanku,Kim Donghyun,adik kandung ayahku yang paling baik. Dia bahkan menganggapku seperti anak kandungnya.

“Alice ??” aku tersadar dari lamunanaku oleh panggilan uncle dari ponselku.

“Ne,uncle. Ada apa ?”

“Jaga dirimu baik-baik. Kalau ada apa-apa segera hubungi uncle,ne ?”

“Ne,uncle. Kapan uncle kembali ke Seoul ?”

“Molla. Pekerjaan uncle disini masih sangat banyak. Mungkin uncle kembali ke Seoul hanya sebentar untuk melihat keadaanmu saja”

“Gwaenchana. Baiklah aku ingin istirahat dulu,uncle. Aku lelah”

“Ne,jaga dirimu baik-baik,ne”

“Ne,uncle. Bye..”

“Bye..”

Aku memasukkan ponsel ke saku blazer yang ku kenakan dan segera melangkah memasuki sebuah rumah minimalis yang berdiri kokoh dan terlihat megah di hadapanku. Aku menghirup nafas dalam dan merebahkan tubuhku diatas kasur di kamar baruku.

“Rumah sebesar ini…sendirian” aku tersenyum kecut dan segera mengganti pakaianku dengan celana pendek selutut dan kaos berwarna hitam dengan lengan yang panjangnya melebihi tanganku. Ku kuncir rambutku dan aku segera melangkahkan kakiku untuk berjalan mengelilingi sekitar perumahan yang aku tempati. Aku berhenti pada sebuah kedai kopi di dekat taman.

“Pesan apa,nona ?” Tanya salah seorang pelayan café setelah aku duduk di bangku dekat jendela kaca yang sangat besar. Ani,mungkin sebuah tembok kaca.

“Cappuccino” Ujarku singkat sambil memalingkan pandanganku ke arah taman yang ada di seberang jalan. Pandanganku tertuju pada sepasang remaja yang sedang duduk di taman. Kelihatannya mereka pacaran. Hah~ bukan urusanku.

 

Author POV

 

Jo Kwangmin dan saudara kembarnya Jo Youngmin turun dari mobil mereka dan berjalan melewati koridor menuju kelas mereka masing dan pemandangan ini berhasil menyita perhatian para siswi Seoul International High Scool. Sebuah sekolah terfavorit di Seoul.

“Hyung…kau duluan saja. Aku ada perlu sebentar” Ujar Kwangmin kepada hyungnya.

“Kau mau menemui yeoja itu lagi ?” Ucap Youngmin sinis

“Ya ! dia itu yeojachinguku hyung. Bisakah kau hargai dia sedikit ?” Jawab Kwangmin marah

“Bagaimana bisa aku menghargai yeoja murahan seperti dia ?!” Bentak Youngmin

“Terserah” Ujar Kwangmin marah dan pergi meninggalkan hyungnya.

“Suatu saat kau akan tau kelakuan yeoja yang selalu kau banggakan itu” Lirih Youngmin lalu berjalan menuju kelasnya.

 

Alice berjalan perlahan memasuki gerbang sekolah barunya dan melihat seluruh sisi sekolah barunya.

“Amazing…” Takjubnya sambil tersenyum simpul lalu melanjutkan lagkahnya menuju kantor kepala sekolah.

 

BUUKKK !!

 

“Ya !!” teriak seseorang yang tidak sengaja menabrak Alice dari belakang.

“I’m sorry..” Ujar Alice

“Gwaenchana. Ini salahku” Ucap namja tersebut

Alice hanya mengangguk dan berusaha berdiri tegak kembali sambil mengamati namja yang telah menabraknya tadi.

‘Namja kemarin yang sedang berada di taman bersama yeojanya” Batin Alice

“Kau murid baru ?” Tanya namja tersebut

“Yes. I’m from New York” Jawab Alice

“Jo Kwangmin” Ujar namja tersebut sambil mengulurkan tangannya

“Alice…” Alice menyambut uluran tangan tersebut dan tersenyum.

Kwangmin memperhatikan wajah Alice sejenak dan terlihat berfikir.

“Alice !” Teriak Kwangmin dan segera memeluk Alice.

Alice terkejut dengan sikap Kwangmin dan hanya mematung di tempat.

“Kau tidak ingat aku ? Aku Kwangie,adik kembar Youngie hyung” Ujar Kwangmin setelah melihat ekspresi Alice yanga masih kebingungan.

“Kwang…Kwangie !!” Teriak Alice kemudian lalu memeluk Kwangmin erat.

“Miss you so much,Kwangie~” Ucap Alice

“Baiklah nanti siang saat pulang sekolah ku tunggu di taman belakang. Aku ingin melepas rindu. Haha~” Ucap Kwangmin

“Baiklah. Aku harus segera ke kantor kepala sekolah. Bye…” Ujar Alice

“Bye. See you,Alice” Ucap Kwangmin sambil tersenyum

‘Tidak kusangka aku bisa bertemu Kwangie,sahabat masa kecilku disini. Bukan,mungkin sahabat sekaligus cinta masa laluku. Tapi dia sudah memiliki yeoja yang sangat cantik. Mungkin  aku harus melupakan perasaanku padanya’ Batin Alice sambil berjalan menyusuri lorong sekolah.

 

Kwangmin POV

 

Bel tanda mulainya pelajaran telah berbunyi. Aku segera berlari ke kelas karena aku tidak mau terkena point merah disini. Yah~ untuk ukuran sekolah international seperti ini tidak heran jika 3 kali mendapat point merah akan terancam tidak naik kelas. Bayangkan saja jika seorang Jo Kwangmin tidak naik kelas. Hahaha~ sangat tidak lucu.

Aku segera duduk ke bangku ku dan menunggu seonsaengnim datang sambil melamun mengingat perkataan Youngmin hyung tadi pagi. Memang bukan hanya hari ini,bahkan hampir setiap hari,Youngmin hyung berkata demikian. Bukan hanya itu saja,bahkan No Minwoo,sahabat karib Youngmin hyung juga berkata bahwa ia pernah melihat secara langsung jika Nara pergi ke klub malam bersama seorang namja. Bukan,tapi banyak namja. Apa aku memang perlu menyelidikinya ?

“Anyyeong…” Ucap Jieun seonsaengnim,guru bahasa inggris yang sangat cantik dan ia terlihat masih sangat muda untuk ukuran seorang guru SMA. Terpaksa aku membuyarkan lamunanku dan mulai mendengarkan apa yang akan di ucapkan Jieun seonsaengnim selanjutnya.

“Pagi ini kelas kita kedatangan seorang siswi baru. Baiklah,perkenalkan dirimu” Ujar Jieun seonsaengnim mempersilahkan seorang yeoja di belakangnya.

“Tunggu dulu…itu…”

“Morning…my name Alice. I come from New York and I hope you can accept me as new student here. Thanks” Ucapnya sambil tersenyum kepada seluruh siswa-siswi di kelas.

“Can you speak Korean language ?” Tanya Minwoo yang duduk di samping Youngmin hyung.

“Just a little bit” Jawab Alice

“Neomu yeoppo…” Gumam Jeongmin di sampingku.

“Memang. Dia tidak berubah sejak 11 tahun yang lalu…” Sahutku sambil terus menatap Alice,sahabat masa kecilku.

“Mwo ? Kau mengenalnya ?” Tanya Jeongmin penasaran

“Tentu saja. Dia sahabatku sejak aku berumur 3 tahun. Dulu aku,Youngmin hyung dan Alice selalu bersama-sama hingga saat kami berumur 6 tahun Alice harus pindah ke New York karena ayahnya dipindah tugaskan disana”

“Kau…mempunya nomor ponselnya ?” Tanya Jeongmin sambil mengeluarkan aegyo nya.

Aku menoleh seketika ke arah Jeongmin dan menjauhkan mukanya dari hadapanku.

“Aku tidak punya. Kalaupun aku punya,aku tidak akan pernah memberikannya kepadamu” Jawabku lalu focus kembali mendengarkan penjelasan seonsaengnim tentang materi hari ini.

 

Author POV

 

Bel pertanda pelajaran telah usai berunyi nyaring. Kwangmin menghampiri meja Alice dan memberi kode untuk segera menyusulnya di taman belakang. Alice hanya mengangguk setuju. Saat berjalan menuju taman belakang sekolah,Alice melihat segerombolan siswa tengah mengeroyok serang namja teman sekelasnya.

“Itu kan namja yang duduk dengan Youngie…” Lirih Alice sambil memperhatikan mereka.

“OMO !! Kenapa di sekolah seperti ini masih saja ada tindakan criminal ?!” Gerutu Alice sambil berjalan menuju gerombolan para namja tersebut lalu meletakkan tasnya di belakang tiang.

“YA !! Apa-apaan ini ?!!” Teriak Alice geram sambil menarik namja tersebut dan menatap satu-persatu namja yang ada di hadapannya.

“Kau pikir kau ini siapa,eoh ? Anak kepala sekolah ?” Tanya salah seorang namja di hadapannya

“Hahaha ~?” namja yang lain tertawa meremehkan Alice

“Aku…Aku Alice. Murid baru disini” Ujar Alice lalu mulai menghajar mereka satu-persatu. Alice mencoba menghindar pukulan namja-namja tersebut dan meninju wajah seorang namja paling tinggi di antara mereka hingga jatuh pingsan.

“Kurang ajar kau !” Pekik namja lainnya

“Kau lebih kurang ajar dariku” Ujar Alice sambil tersenyum melecehkan.

Namja tersebut mencoba memukul wajah Alice dan sialnya Alice telat menghindar sehingga satu pukulan keras berhasil mendarat di pipi kanannya hingga membuatnya memar dan sedikit mengeluarkan darah.

“Akh !!” Pekik Alice.

Tidak hanya itu saja,namja lainnya menendang perut Alice dan memukul punggung Alice dena sikunya. Alice yang sudah berada di puncak kemarahannya segera menghajar mereka tanpa ampun dan membuat mereka kesakitan bahkan beberapa namja yang lainnya pingsan.

“Kau…tidak apa-apa ?” Tanya namja yang sedari tadi duduk bersandar di tembok dengan beberapa luka memar di wajah dan tangannya.

:Tidak. Ini hanya luka kecil” Ujar Alice sambil tersenyum lalu membantu namja tersebut berdiri.

“Kau…teman Youngie ? Apa luka mu parah ?” Tanya Alice hati-hati

“Ne. aku teman Youngmin. Tidak apa-apa,masih bisa ku obati. Mungkin aku bisa mati kalau kau tidak datang” Ujar namja tersebut

“Tadi aku hanya kebetulan lewat” Ujar Alice sambil mengusap darah yang keluar dari pipinya sambil mengiris menahan sakit

“No Minwoo…” Ujar namja tersebut sambil mengulurkan tangan kepada Alice.

“Alice…” Alice menyambut uluran tangan Minwoo sambil tersenyum memperhatikan Minwoo,begitu juga dengan Minwoo.

“Omo ! Aku lupa !” Pekik Alice teringat janjinya dengan Kwangmin hari ini.

“Ada apa ?” Tanya Minwoo bingung

“Kwangmin sedang menungguku di taman belakang. Baiklah aku harus segera pergi. Bye !” Teriak Alice sambil berlari menjauh meninggalkan Minwoo yang masih menatapnya sambil tersenyum.

 

Alice berlari hingga sampai di taman belakang sekolah dan mulai mencari-cari Kwangmin disana.

“Disini…” Suara Kwangmin memberi tahu Alice

“Maaf…” Ujar Alice sambil duduk disamping Kwangmin yang tengah terbaring sambil memejamkan matanya dibawah pohon sakura tempat mereka duduk sekarang.

“Tidak apa-apa…” Ujar Kwangmin lalu mendudukkan dirinya disamping Alice.

“Apa yang terjadi ?” Tanya Kwangmin sambil menatap wajah Alice yang terlihat sangat berantakan.

“Apa ?” Tanya Alice bingung.

Kwangmin mengulurkan tangannya dan mengusap darah yang menetes dari pipi kanan Alice.

“Akh !!” Pekik Alice

“Sakit ?” Tanya Kwangmin

Alice hanya mengangguk sambil meringis menahan sakit saat Kwangmin mengusap luka di pipinya.

“Ada yang macam-macam padamu ?” Selidik Kwangmin

“Aniyo. Aku tadi hanya menolong No Minwoo dari segerombolan namja saat di lorong menuju kesini” Ujar Alice sambil memaksakan senyumnya karena ia melihat kekhawatiran di raut wajah Kwangmin.

“Minwoo ? Dimana dia sekarang ?” Tanya Kwangmin

“Entahlah. Aku meninggalkannya begitu saja lalu berlari kesini” Jawab Alice seadanya.

“Kajja…” Kwangmin berdiri sambil mengulurkan tangannya

“Kemana ?” Tanya Alice bingung

“Ku antarkan pulang. Kau tidak lihat muka mu sangat mengerikan ? Hahaha !” Jawab Kwangmin sambil tertawa melihat wajah Alice

“Ya~ kau ini” Cibir Alice sambil menyambut uluran tangan Kwangmin lalu pulang bersama Kwangmin.

 

Kwangmin POV

 

“Disini” Ucap Alice sambil menunjuk tempat tinggalnya.

“Tunggu dulu…ini kan rumah paman Donghyun ?” Ucapku bingung.

“Memang. Uncle Kim memintaku tinggal disini karena jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah” Jawab Alice lalu menuruni mobil yang ku kemudikan dan membukakan gerbang.

“Kajja…” Ajaknya sambil memasuki rumah

“Kau…tinggal sendirian ?” Tanyaku penasaran

“Tidak. Sebentar lagi Roki akan segera sampai” Jawabnya sambil tersenyum

‘Mwo ? Jadi dia sudah mempunyai tunangan ? Aku kalah cepat’ Batinku sedih

“Oh~ begitu…kau memiliki kotak P3K ?” Tanyaku sambil duduk di sofa ruang tamu

“Sebentar…”

Alice berjalan menuju lantai dua. Aku memandang sekeliling rumah yang dulu dering ku kunjungi bersama Alice dan Youngmin hyung. Rumah ini masih sama seperti dulu. Tidak banyak berubah. Foto-foto kami bertiga bersama paman Donghyun ketika dulu kami masih kecil masih saja terpajang di dinding rumah ini dan juga beberapa foto Alice ketika di New York. Dia semakin cantik.

 

Flashback…

“Alice…ayo kita ke rumah paman Donghyun !!” Teriakku dari luar pagar rumah Alice sambil berkali-kali membunyikan bel sepeda Youngmin hyung.

“Alice !! Ppali !!” Teriak Youngmin hyung.

“Iya !! Sebentar !!” Teriak Alice dari dalam rumah

“Kajja.” Ucap Alice sambil menaiki sepedanya

“Kwangie…kau tidak kasihan Youngie oppa selalu memboncengmu setiap kali kita bermain ?” Tanya Alice sambil terus mengayuh sepedanya.

“Tidak apa-apa Alice. Aku senang membonceng Kwangmin setiap hari. Yang penting kita bisa selalu bersama” Sahut Youngmin hyung sambil tersenyum menatapku dan Alice secara bergantian.

“Baiklah…sebagai gantinya aku akan selalu menjaga Youngie hyung. Kalau ada yang macam-macam dengan Youngie hyung akan ku hajar sampai dia menangis dan minta maaf kepada Youngie hyung” Ucapku sambil berkacak pinggang bergaya seperti seorang pahlawan

“Paman !!” Teriak kami bertiga setelah memarkirkan sepeda dan berlari menuju halaman belakang rumah Paman Donghyun.

“Anyyeong…” Ucap Paman Donghyun yang sedang membersihkan kolam ikannya.

“Paman…maukah kau mengajariku naik sepeda ?” Ujarku kepada Paman Donghyun.

“Mwo ??” Tanya Youngie hyung dan Alice serentak

“Kau…minta di ajari naik sepeda ?” Tanya Paman Donghyun sambil meletakkan peralatannya

“Ne,paman. Aku tidak mau menyusahkan hyung terus” Jawabku

“Tapi aku tidak pernah merasa susah,Kwangie” Sahut Youngie hyung

“Baiklah…paman akan mengajarimu naik sepeda” Jawab Paman Donghyun sambil tersenyum kearah Youngie hyung dan Alice

 

“Kwangie…??” panggil Alice yang tiba-tiba sudah duduk disampingku dan sudah mengganti bajunya.

Aku tersenyum sambil menatap Alice.

“Ige…” Kata Alice sambil menyodorkan kotak P3K kepadaku

Aku mengambilnya dan mulai mengobati luka di pipi Alice.

“Akh !!” Pekik Alice mengagetkanku

“Sakit…” Ucapnya sambil meringis kesakitan

“Sedikit lagi…” Ucapku sambil membersihkan bekas luka di wajahnya dan mengobati lukanya

“Lagi pula kau ini yeoja,kenapa kau berkelahi dengan namja-namja preman di sekolah ? Lihat ini,wajahmu penuh dengan memar” lanjutku sambil membereskan peralatan yang ku pakai

“Aku kan hanya menolong teman kita” Jawabnya membela diri.

 

KRIINGG !!! KRINGG !!!

 

Ponselku berdering dan aku segera menggeser layar ponselku.

“Ne,hyung ?” Tanyaku pada hyung kembarku

“Kau dimana,kwang ?”

“Di rumah Alice. Wae ?”

“Bisakah kau pulang ? ”

 

 

To Be Continue…

This entry was posted by kepangmusic.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: