[FANFICT/FREELANCE] Stuck With You – Chapter 04

Title
: Stuck With You – Chapter 4
Author : Monika Refsi
Genre : Friendship & Romance
Rating : T
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ Jo Youngmin

  ~ Jo Kwangmin

  ~ Kim Jae Yeon

  ~ Kim Jeong Min

Support Casts
: Semua member Boyfriend

Chapter 4

Pagi harinya di sekolah…

Kwang Min melihat Jae Yeon sedang berjalan menuju kelasnya. Dia mengamati gadis yang menggerai rambut lurus sepinggangnya itu dari lantai dua. Kwang Min bermaksud untuk mendatanginya. Untuk sekedar mengganggunya mungkin? Namun ntah mengapa tiba-tiba dia merasa gugup untuk bertemu gadis itu. Baru disadarinya dia tak pernah gugup sebelumnya terhadap siapapun, apalagi terhadap perempuan. Mengetahui hal aneh yang terjadi padanya dia memutuskan untuk mengacuhkannya. Dia menepis perasaan gugupnya dengan berhenti memperhatikan Jae Yeon.

Yaa, Kwang Min-ah, apa yang baru saja kau perhatikan?” Min Woo memperhatikan gerak-gerik Kwang Min.
“Ah, Aniya. Aku hanya memandangi taman dibawah.” Dan mulai berjalan menjauh dari tempatnya tadi.

Ani, geojitmal! Kau sedang mengamati gadis itu kan?”

Kwang Min terdiam.

“Apakah gadis itu mencari masalah lagi denganmu?”

Kwang Min tak menjawab. Dia lebih memilih untuk menghindari pertanyaan Min Woo, meskipun dia adalah satu-satunya yang dianggapnya sebagai temannya.

Yaa! Kenapa kau malah diam? Gadis itu bernama Jae Yeon kan? Kim Jae Yeon?” Kwang Min menghentikan langkahnya.

“Darimana kau tau namanya? Kau mengenalnya?”

“Kwang Min, Kwang Min, tentu saja aku tau. Bahkan seluruh sekolah ini sudah mengenalnya. Kim Jae Yeon, ‘Gadis Penakluk Jo Twins’.” Kwang Min masih belum mengerti.

Museun sorriya? Penakluk Jo Twins?”

“Keureom. Bukankah hanya dia gadis yang mampu membuat kalian bergeming?”

“Kalian?”

Ne, kau dan kembaranmu, Young Min.”

Mwo?!”

“Apa kau masih belum tau gosip yang beredar? Bahwa Young Min dan Jae Yeon pacaran?”

Mwo?!” Sekali lagi Kwang Min memekik. Apa maksud dari ini semua?

“Jadi kau benar-benar belum tau? Wah, bagaimana bisa? Kau tinggal satu rumah kan dengannya? Apa Young Min tak pernah cerita?”

Kwang Min tidak menjawab, dia kembali teringat kejadian kemarin saat Jae Yeon menawarkan untuk menelepon Young Min. Kenapa dia bisa begitu bodoh tak menyadari kalau ada suatu hubungan diantara mereka? Kenapa Kwang Min tidak bisa mengerti? Seharusnya Kwang Min tau kalau Young Min tak mungkin sembarangan memberikan nomor hp nya ke orang lain.

Omo! Apakah kau juga menyukai gadis itu?” tiba-tiba Min Woo menanyakan pertanyaan itu. Membuat Kwang Min gelagapan untuk menjawabnya.

MWOYA?! Untuk apa aku menyukai gadis keras kepala seperti dia?!” tanpa sadar Kwang Min membentak Min Woo.

“Kalau kau tidak menyukainya, untuk apa kau marah seperti itu?”

“Aku tidak marah.  Keunyang jangan samakan aku dengan Young Min.”

Mereka lalu melanjutkan mengobrol didalam kelas. Ada hal yang masih membuat Kwang Min tidak tenang. Hati kecilnya seperti tidak menyetujui hubungan Young Min dan Jae Yeon. Mereka tidak pantas, menurutnya.

 

“Dia gadis itu kan? Kim Jae Yeon?”

“Gadis yang mencoba mencari perhatian Jo Twins?”

“Untuk apa dia melakukan itu? Apa dia mencoba mencari masalah dengan Jo Twins?! Dia ingin memperparah hubungan mereka?

“Dasar!”

Jae Yeon mendengar cibiran yang menyebut-nyebut namanya dari dua orang gadis-yang bahkan tidak dikenalnya-saat berjalan keluar kelasnya. Mendengarnya saja sudah membuatnya panas. Tapi sebelum dia melabrak mereka,  Jeong Min menariknya menjauh dari mereka.

Mwohaneun geoya?! Aku ingin memberi mereka pelajaran. Memang mereka siapa? Berani nya mencibirku dari belakang! Lepaskan aku!”

“Sudahlah Jae Yeon-ah, kalau kau memang tidak seperti yang mereka bilang, untuk apa kau marah?” pertanyaan Jeong Min hampir sama dengan Min Woo. Jeong Min pun mendengar cibiran itu dan merasa panas, tapi apa yang bisa dilakukannya untuk melindungi Jae Yeon saat para pencibir itu bisa memegang kuasa di sekolah ini? Itu sebabnya ia pun hanya bisa menahan Jae Yeon, daripada membuatnya terlibat dengan gadis-gadis sombong itu.

“Huuhhh….baiklah aku tidak akan memperpanjang masalah. Keundae, siapa yang menyebarkan gosip murahan seperti itu? Aku sudah muak mendengar cibiran orang-orang yang tak ku kenal sepanjang pagi ini.”

“Kau tidak tau?”

Mwo?” sebenarnya Jeong Min ingin memberitaukan gosip seputar sekelebat info tentang dia dan Jo Twins. Tapi Jeong Min tidak ingin Jae Yeon merasa terbebani. Jadi Jeong Min memutuskan untuk menutup mulutnya saja.

Malhae Jeong Min-ah.”

“Ah sudahlah, sepertinya itu tidak terlalu penting, Kajja.”

“Jeong Min-ah..” tapi yang namanya Jae Yeon, takkan berhenti sebelum rasa penasarannya terpenuhi. Dan hal itu dapat membuat Jeong Min bergeming. Akhirnya dia memberi tau tentang gosip antara dia dan Jo Twins. Tapi tindakan yang dilakukan Jae Yeon selanjutnya benar-benar tak disangka Jeong Min.

 

“Young Min-ah!!” seseorang menyerukan nama Young Min dan tergesa-gesa menghampirinya.

Wae irae Hyun Seong-ah?”

Keugeon, Young Min-ah. Ada yang mau aku tanyakan padamu.”

Keugae Mwounde?”

“Apa Kwang Min mempunyai hubungan khusus dengan Jae Yeon? Maksudku, apa mereka pacaran?”

Mwo?! Maldo andwae. Setau ku tidak, memangnya kenapa?” Young Min membantahnya meski hatinya sedikit gelisah mendengar kalimat itu.

“Lalu apa kau dan Jae Yeon…pacaran?”

“Ah Hyun Seong-ah, kenapa kau berpikiran seperti itu?” Young Min tidak menyangka kalimat itu akan keluar darinya.

Keunyang, baguslah kalau kau tidak berpacaran dengannya. Tadinya aku sempat berpikir kalian punya hubungan khusus,” Young Min menanggapinya dengan tersenyum. Dia tau sahabatnya, Hyun Seong memang sedikit polos, jadi Young Min merasa tidak ada masalah dengan itu semua.

“Memangnya ada apa? Kenapa kau menanyakan hal itu tiba-tiba?”

“Mmm….aku rasa itu tidak ada masalah karena kalian tidak punya suatu hubungan khusus, karena ku dengar foto-foto Kwang Min dan Jae Yeon berciuman sudah tersebar luas di sekolah.” Hyun Seong berbicara dengan nada santai.

Mwo?!?! Mworago?!?! Kisseu?!?!”

“Ya,ya,ya…kenapa kau begini? Bukankah kau bilang kalau kalian tidak punya hubungan apa-apa?”

“Keundae.. itu tidak mungkinkan?” Young Min masih tidak percaya dengan pendengarannya, tapi Hyun Seong lalu mengeluarkan hpnya yang ada foto Kwang Min dan Jae Yeon yang berada di suatu gang sunyi dengan tangan Kwang Min yang satunya tampak mengurung seseorang di sisi tembok. Tapi di foto itu tidak menunjukkan kalau itu Kwang Min. Karena wajah mereka tidak kelihatan. Tapi Young Min tau, gadis itu memang Jae Yeon meski wajahnya tertutup separuh karena terhalang tangan-sosok yang dianggap sebagai-Kwang Min.

“ Tapi, ini tidak mungkin Kwang Min kan? Dari mana kau tau ini Kwang Min? Dia hanya orang berjaket hitam.”

“Itulah yang aku dan yang lainnya gak yakin, tapi setelah kami perhatikan, ternyata gelang yang berada di tangan pria itu sama dengan punya Kwang Min. dan kalau di perhatikan lagi, tingginya sama dengan tinggi Kwang Min.”

Young Min baru menyadarinya, gelang itu memang milik Kwang Min. karena gelang itu kenang-kenangan dari ibu mereka yang dibuat ibunya sendiri. Kwang Min memang memakainya kemana-mana. Tapi, kenapa dia harus bersama Jae Yeon? Seandainya itu bersama cewek lain, Young Min mungkin takkan mempedulikannya. Hatinya sakit melihatnya. Kenapa harus Kwang Min?

“Jae Yeon dimana sekarang? Aku butuh penjelasan darinya”

“Tadi aku lihat di ke lantai atas bersama Jeong Min yang sepertinya mencoba menghentikannya. Mungkin dia ingin menjumpai Kwang Min. Sepertinya dia benar-benar marah. omongan yeoja-yeoja disini sangat menyiksa, eo?”

 

Yaa Jo Kwang Min, ini kau yang menyebarkannya kan? Kau sengaja menjebakku kan?”

Jae Yeon melemparkan foto yang ada ditangannya ke wajah Kwang Min. Temannya, Min Woo yang malah mengutipnya lalu terkejut bukan main. Kwang Min penasaran dan mengambil foto yang ada ditangan Min Woo. Bahkan Kwang Min sendiri pun menampakkan wajah terkejut. Karena tak bisa dipungkiri lagi, itu memang dia yang sedang menggertak Jae Yeon sepulang sekolah semalam. Tapi ada yang salah digambar itu, mereka tampak seperti berciuman, karena jarak mereka yang berdekatan dan wajah mereka yang saling menutupi. Padahal Kwang Min mengenakan topeng pada waktu itu. Ini sudah pasti rekayasa.

Yaa! Untuk apa aku menyebarkan foto seperti ini? Ini memalukan bagiku untuk berciuman dengan gadis biasa-biasa saja sepertimu.”

Kwang Min mendengus lalu kembali mencampakkan foto itu ke hadapan Jae Yeon. Orang-orang mulai mengerumuni disekitar mereka.

“Kalau begitu kau jelaskan kepada mereka, bahwa foto itu rekayasa. Katakan kepada mereka kalau tidak terjadi apa-apa antara aku denganmu!” Jae Yeon menegaskan kata-kata terakhir.

“Kenapa harus aku? Kau saja yang bilang pada mereka. Karena memang kau yang menyebarkan ini kan? Kau ingin mendongkrak popularitas dengan ini kan?!”

M-Mwo? Mworago?!” tiba-tiba saja Jae Yeon tak bisa berkata-kata lagi. Rasanya dia sudah tidak tahan lagi. Kwang Min benar-benar keterlaluan. Ini sudah pasti kerjaannya untuk membuat Jae Yeon menjadi bahan tertawaan. Dia juga sudah tidak tahan lagi mendengar orang-orang mencibir dia dibelakang. Dia merasa terasingkan disekolah ini. Mata Jae Yeon berkaca-kaca, tapi dia tidak ingin menangis.

Kwang Min sebenarnya tidak ingin mengatakan kata-kata kasar itu di depan Jae Yeon. Sejujurnya dia pun terkejut melihat foto itu. Tapi bila dia bersikap akrab kepadanya atau bahkan sekalipun membelanya, orang-orang akan semakin menyulitkannya.

“Baiklah, biar aku yang jelaskan.”

Jae Yeon lalu menghadap ke arah orang-orang yang mengerumuni mereka.

“Kalian sudah dengar kan? Kwang Min dan aku tidak mungkin berciuman. Bahkan untuk bermimpi pun tidak. Jadi foto ini hanyalah rekayasa belaka. Jadi tolong jangan sangkut-pautkan aku dengannya. Aku sudah muak mendengarnya!” Jae Yeon lalu berlari menembus kerumunan orang-orang dan menjauh dari mereka diikuti Jeong Min.

“Ya, ya, ya, apa yang kalian tunggu disini? Bubar, hush!” Min Woo membubarkan orang-orang yang sedari tadi menonton. Mereka mulai bergosip lagi dibelakang. Ntah apa yang mereka bicarakan.

Yaa Kwang Min, neo du. Untuk apa kau berdiri disitu? Kajja!”

Min Woo langsung meletakkan tangannya dibahu Kwang Min dan membawanya pergi dari sana. Kwang Min hanya bisa terdiam. Dia sedikit takut melihat reaksi Jae Yeon tadi. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi. Semakin memperparah hubungan apapun diantara mereka.

 

“Jae Yeon-ah, eoddineun ka?” JeongMin menghentikan langkah Jae Yeon dengan menahan pundaknya. Jae Yeon berbalik.

“Apa kau kira orang itu pantas hidup?”

“Mmm… keugeon-

“Dia harus menyesali perbuatannya! Aish, aku ingin menamparnya lagi!”

Keumanhajyo Jae Yeon-ah. Bukankah ini sudah berakhir? Kau tidak perlu punya hubungan lagi dengannya kan? Ambil segi positifnya aja.”

Eo, aku tidak ingin mendengar ataupun melihatnya lagi. Shirreo!”

“Kalau begitu tersenyumlah…” mereka berdua akhirnya tersenyum. Jae Yeon menghela nafasnya dalam-dalam. ‘Baguslah kalau ini sudah berakhir. Aku akan hidup normal kembali tanpanya.’

“Jae Yeon-ah, bukankah itu Young Min?” Jae Yeon melihat ke arah tangan Jeong Min.

“Eum, Keurae, itu memang dia,” Jae Yeon tersenyum menyambutnya

“Jae Yeon-ah, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu. Kau punya waktu?”

Mwounde?”

Tiba-tiba saja Jeong Min berbicara, sebelum Young Min menyambung kalimatnya.

“Hyun Seong-ah, bukankah kau ada janji padaku untuk menemaniku ke ruang musik?” tanya Jeong Min yang-ternyata-sedang memberi kode kepada Hyun Seong untuk segera pergi meninggalkan Young Min & Jae Yeon. Tapi sepertinya Hyun Seong-tentu saja-tidak mengerti.

“Seingatku, eopta.”

“Ah sudahlah. Ayo kita pergi,” Hyun Seong tampak masih ingin berada disamping Young Min tapi Jeong Min langsung menariknya pergi.

Dan Jae Yeon pun kembali menanyakan pertanyaannya yang belum sempat dijawab Young Min tadi,

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

Mereka duduk dibawah pohon besar yang rimbun.

“Tentang fotomu dan Kwang Min. Apakah kau benar… hoksi-”

“Itu tidak benar. Itu hanya rekayasa,” Jae Yeon langsung memotongnya seperti tahu kemana arah pembicaraan Young Min.

“Ah, sepertinya memang begitu,” ujar Young Min, meskipun ia sedikit tak percaya, tapi, memang tidak mungkin kan mereka berciuman? Kecuali kalau itu tak sengaja, atau mungkin.. Mereka saling menyukai?

“Tapi, apakah kau menyukai Kwang Min?” Young Min tak bisa menahan pertanyaan itu lagi. Jae Yeon malah terkekeh pelan.

“Kenapa kau mengira begitu? Kami ditakdirkan untuk tidak berada dalam suatu hubungan baik, mengingat kami selalu bertengkar…”

“Oh, Keurae?” wajah tenang yang tampak tak sedang berbohong itu dari Jae Yeon membuat Young Min mulai mengeluarkan senyum leganya. Sedari tadi dia memang tampak gugup. Jae Yeon mengangguk.

‘Youngmin-ah bukankah kau sudah tahu kalau aku menyukaimu? Kenapa kau masih meragukannnya?’

 

Kwang Min sedang berjalan menyusuri pagar lantai dua saat dilihatnya dua orang yang tak asing lagi, sedang duduk berduaan duduk dibawah pohon besar itu. Mengingatkannya dengan perkataan Jae Yeon tadi.

‘Jadi kalian sudah dengar kan? Kwang Min dan aku tidak mungkin berciuman. Bahkan untuk bermimpi pun tidak…’

Kwang Min mendengus

‘Jadi tolong jangan sangkut pautkan aku dengan dia. Aku sudah muak mendengarnya!’

“Apakah dia sebegitu bencinya denganku? Huuuhh… itu sudah pasti,” Kwang Min menghela nafasnya lalu kembali melihat ke arah Jae Yeon yang sedang tertawa besama Young Min.

“Tapi kenapa kau begitu baik padaku semalam? Bahkan setelah aku sudah membuatmu berada dalam masalah.. ahhh… kau begitu manis padaku semalam. Tapi sehari saja, aku sudah kehilangan sikapmu itu. Hft.. eottohkaji? Aku ingin kau seperti itu lagi,” Kwang Min memalingkan wajahnya dari Jae Yeon. Tersenyum masam. Bahkan Min Woo yang sedari tadi memperhatikannya tidak dapat memberi solusi kepada sahabatnya itu. Meski dia sudah tau permasalahannya bahwa Kwang Min sedang jatuh cinta dengan gadis bernama Jae Yeon itu. Hanya saja dia tak menyadarinya. Hatinya sudah lama membeku untuk mengenal yang namanya cinta

 

“Jeong Min-ah, sebenarnya kita mau kemana?” tanya Hyun Seong masih dengan Jeong Min yang setia memegang-menyeret-tangannya.

Aish, pabo! Kenapa kau harus selalu berada didekat Young Min? Kau tak tau kalau mereka lagi ingin berduaan?” Jeong Min menghentakkan kakinya dan menatap sedikit kesal ke Hyun Seong.

“Oh, jadi itu sebabnya kau mengajakku pergi? Baguslah.”

Eo!”

“Ya, ya, ya.. bukankah itu Kwang Min?” tanya Jeong Min sambil mengarahkan tangannya ke sesosok namja yang sedang mengisi ruang musik itu.

“Eum, untuk apa dia berada disini? Bukankah dia dari kelas bahasa?” begitu juga Hyun Seong yang tampak heran melihat Kwang Min sedang duduk sambil memainkan keyboard yang ada diruangan. Lantas mereka berdua mengambil sikap untuk menyembunyikan diri dari pandangan Kwang Min. Lalu dengan seksama mereka mulai mendengarkan alunan merdu dari musik yang dimainkan Kwang Min.

1 menit

2 menit

3 menit

Kwang Min mengakhiri permainannya dengan sangat sempurna. Bahkan tanpa sadar Jeong Min dan Hyun Seong ikut terperangah mendengarkan Kwang Min bermain keyboard. Lagu yang dimainkannya benar-benar membuat siapapun yang mendengarnya akan menitikkan air mata dan berdecak kagum. Salah satunya Hyun Seong, dengan semangat dia memberikan tepuk tangan kepada Kwang Min. Kwang Min terkejut mengetahui bahwa ada orang yang muncul dari balik bilik ruangan.

Mwohaneun geoya? Kalian mendengarkan aku bermain barusan?”

“Ah mian.. Kami tidak bermakud untuk mengganggumu. Kebetulan kami ingin ke ruang musik dan melihat kau ada disini.”

Ne! Lalu kami terhanyut begitu saja dengan permainanmu. Wah, daebak!” Hyun Seong kembali bertepuk tangan. Jeong min hanya bisa menggaruk-garuk kepala.

Kwang Min langsung bergegas keluar dari ruangan. Tapi sebelum membuka pintu, dia berkata, ”Jangan beritahu siapa-apa kalau kalian mendengarku bermain musik. Tidak peduli apa, aku tidak akan senang mendengarnya.”

Kwang Min pun berlalu, seketika ruangan itu berubah menjadi hampa seperti seluruh kekosongon menguak setelah Kwang Min pergi.

Wae irrae? Kenapa dia tak mau kita cerita ke orang orang? Bukankah permainannya jinjja daebak, eo?” suara Hyun Seong memecahkan keheningan.

Molla, tapi aku rasa memang lebih baik kalau kita tidak memperkeruh suasana,” walau sebenarnya Jeong Min sangat ingin tahu tapi dia mengurungkan niatnya. Mungkin itu yang terbaik. Sepertinya dia tau alasan Kwang Min tidak mengijinkan mereka memberi tau ke orang-orang kalau Kwang Min juga bisa bermain musik, semahir Young Min. Dia mengerti. Hal itu takkan membuatnya bangga, malah akan menghancurkannya. Jeong Min tersenyum miris. Dia tak bisa membayangkan hidupnya kalau serumit hidup Kwang Min, takut untuk telihat sama dari segi manapun, takut terlihat sama dengan Young Min. Karena itu akan membuatnya seperti bayangan, yang takkan pernah dianggap dan diakui kehadirannya

Keurae, shadow,” Jeong Min bergumam.

Mworago?” Hyun Seong tampak tidak mengerti dengan omongan Jeong Min yang tiba-tiba.

Aniranikka.” Jeong Min menghela nafasnya.

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

This entry was posted by kepangmusic.

One thought on “[FANFICT/FREELANCE] Stuck With You – Chapter 04

  1. aaaahhh berhraaappp lnjutnny cpt dpost yaaa..
    trz yg i yah jga..
    ku tggu..
    n keep writiiiing go go go fightiiiiing :-*🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: