[FANFICT/FREELANCE] I Will Be Change – Chapter 02

Title
: I Will Be Change – Chapter 2
Author : Han Dong Ri
Genre : Friendship, Romance, & Sad Romance
Rating : PG
Type : Chaptered
Main Casts
: ~ No Minwoo

  ~Kim Jin Hee

A/N: Selamat membaca dan semoga kalian menyukainya. Mohon di komen ya.

CHAPTER 2

Before

“Apa kau sudah lupa kalau kau yang menyebabkan Minsoo meninggal?” kata salah satu seorang yeoja.

Jinhee tidak menjawab apapun, ia terlihat pucat pasi. Minwoo yang bersembunyi di balik tembok terus mendengarkan percakapan mereka.

“Kau seharusnya mati juga saat ini.”

Minwoo akhirnya keluar dari tempat sembunyinya. “Apa yang kalian lakukan.” Kata Minwoo dengan nada dingin.

“Neo nugu?”

“Kalian tidak perlu tahu siapa aku. Apa kalian tidak mau pergi juga?”

Mereka terlihat takut dan akhirnya memilih untuk pergi.

“Siapa mereka?” kata Minwoo pada Jinhee dengan nada dingin. Jinhee hanya diam saja tidak mengatakan apapun.

 

Jinhee POV

Aku keluar dan mencari orang yang mengirimiku sms. Aku menengok ke kanan dan kiri mencoba menemukan orang itu. Terlihat ada 3 yeoja dengan paras yang cukup cantik mendekat ke arahku.

“Kim Jinhee?” kata seorang yang berambut pendek.

“Nde? Nugu..?”

“Apa kau tidak ingat pada kami? Nan Shinkyung. Lee Shinkyung.”

Tubuhku mulai bergetar, keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Jadi mereka adalah teman kecilku.

“Wah kau tambah cantik sekarang Jinhee-ah.” Kata seorang lagi yang kalau tidak salah bernama Chinsung.

Aku tidak dapat berkata apa-apa sekarang. Tubuh dan pikiranku sudah tidak dapat aku respon lagi.

“Apa kau sudah lupa kalau kau yang menyebabkan Minsoo meninggal?” kata Eunbyul

Mereka menatapku penuh dengan rasa benci dan jijik. Mereka terus saja mengintrogasiku. Sedangkan aku hanya bisa diam mendengar ocehan mereka.

“Kau seharusnya mati juga saat itu.”

“Apa yang kalian lakukan.” Kata Minwoo yang keluar dari balik tembok. Apa Minwoo mendengar semuanya?

“Neo nugu?”

“Kalian tidak perlu tahu siapa aku. Apa kalian tidak mau pergi juga?” Mereka terlihat takut dan akhirnya memilih untuk pergi.

“Siapa mereka?” kata Minwoo padaku dengan nada dingin. Aku hanya diam saja tidak mengatakan apapun. “Apa benar yang dikatakan oleh mereka?”

Aku masih diam saja. Tubuhku makin lemas, tenggorokan sakit dan mataku mulai merah dan berair.

“JAWAB!!!” Minwoo membentakku. Dia terlihat sangat marah sekarang. Kakiku mulai lemas dan tidak dapat memompang tubuhku. Lalu semua menjadi gelap gulita.

Minwoo Pov

Kini Jinhee terbaring di ruang UKS. Setelah aku membentaknya ia pingsan. Apa sebenarnya yang terjadi dulu? Setelah membaringkannya di kasur aku meninggalkannya. Aku sedang tak ingin bersamanya, aku masih belum bisa berpikir dengan baik sekarang. Aku  memutuskan untuk mengirim pesan pada Eunsung agar dia menemani Jinhee di UKS. Aku lebih memilih menenangkan pikiran di atap sekolah.

Sebenarnya apa yang terjadi setelah kepergianku ke Amerika saat itu? Kenapa mereka bilang kalau Minsoo meninggal? Apa benar yang membuatnya meninggal adalah Jinhee?

“AAAAA!!!!!”

Aku berteriak sekencang-kencangnya.

Author POV

FLASHBACK

“Yya sekarang kau tidak ada yang melindungi lagi Minsoo-ah. Aku dengar Minwoo pergi ke Amerika.” Kata Jinhee kecil.

Minsoo hanya bisa diam saja dan tidak melawan kata-kata Jinhee sama sekali. Minsoo sudah sangat pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.

“Yya neo. Kau harus membelikan aku jus sekarang. Waktumu 5 menit jika kau tidak datang tepat waktu maka aku akan membuatmu merasakan penderitaan paling dalam. Arraseo?”

“A..rraseo” kata Minsoo kecil. Lalu dia pergi membeli minum untuk Jinhee dan teman-temannya.

5 menit kemudian, tak terlihat kedatangan Minsoo. Hal ini membuat Jinhee geram. Tak selang beberapa lama Minsoo terlihat dari jauh, ia berlari agar segera sampai di tempat Jinhee.

“Ku terlambat 1 menit!!” kata Jinhee

“Mianhae.”

Jihee langsung mengambil jus itu dan menyiramnya ke wajah Minsoo. Alhasil wajah Minsoo basah dan lengket oleh jus tersebut. Jinhee yang melakukan hal tersebut sangat senang dan tertawa keras bersama teman-temannya. MInsoo menangis dan berlari. Ia menuju ke arah gedung yang cukup tinggi. Lalu ia menaiki gedung tersebut. Setelah ia menaiki tangga hingga atap gedung ia berlari ke bibir gedung. Jinhee dan teman-temannya mengikutinya sampai atas gedung.

“Yyaa. Apa yang kau lakukan? Turun sekarang!” kata Jinhee.

“Aku benar- benar membenci kalian. Aku harap kalian akan menyesal sekarang.” Kata Minsoo kecil dengan air mata yang telah membasahi pipinya.

“Yya jangan main-main. Ayo cepat turun.”

Minsoo tetap tak menghiraukan kata-kata Jinhee dan temannya. Kini Minsoo mencoba menutup matanya dan mencari sedikit ketenangan lalu ia melompat dari atas gedung

“ANDWEH!!!”

FLASHBACK END

“Andweh!!” Jinhee langsung bangun dari tidurnya setelah memimpikan hal tersebut

“Waegeure?” kata Eunsung yang sejak tadi ada disamping Jinhee.”Gwenchana?” katanya lagi.

JInhee tidak menjawab pertanyaan Eunsung. Ia hanya bisa termenung. Ia memimpikan hal itu lagi, mimpi dimana Minsoo meninggal karenanya.

“Keringatmu banyak sekali.” Kata Eunsung sambil menyekat keringat yang ada di dahi Jinhee.

GRRR..GRRR

Ponsel eunsung bergetar menandakan ada pesan yang baru saja masuk. Setelah itu ia membaca pesan tersebuat dan ia kaget setengah mati.

Kim Jinhee kelas 11-1 dulunya adalah seorang pembully dan menyebabkan seorang gadis kecil bernama Jung Minsoo meninggal bunuh diri setelah ia membully-nya sangat lama. Jika kau tidak percaya kau bisa mengonfir langsung pada Kim Jinhee.

Itulah pesan yang dikirim oleh seseorang yang tidak ada nama pengirimnya. Pesan itu dikirim ke seluruh siswa yang ada di SMA tersebut termasuk Minwoo.

“Apa pesan ini benar Jinhee-ah?” kata Eunsung langsung memberikan ponselnya pada Jinhee. Jinhee yang membaca pesan itu langsung menjatuhkan ponseng Eunsung. Ia hanya termenung dan menangis dalam diam.

“Waegeure? Kenapa kau menangis?” Kata Eunsung panik melihat Jinhee yang tiba-tiba menangis.

“Gwenchana.” Eunsung langsung memeluk Jinhee dan mencoba menenangkannya.

Jinhee POV

Siapa yang mengirim pesan itu? Apa mereka? Kini semua orang pasti akan benci padaku. Eunsung mengajakku kembali ke kelas. Saat hendak menuju kelas semua mata memandang kearahku. Kurasa pesan itu sudah tersebar. Apa Minwoo juga tahu hal ini?

“Yya kami kira kau seorang Dewi tapi ternyata kau hanya seorang pembunuh.” Kata seorang namja dikelasku.

“Yya jaga ucapanmu!” kata Eunsung. Kurasa hanya Eunsung yang menerimaku apa adanya.

Minwoo tidak kembali ke kelas saat jam pelajaran. Kurasa dialah orang yang akan paling membenciku.

Setelah bel pulang semua siswa langsung menuju pintu keluar agar dapat pulang cepat. Kecuali Jinhee, dia ingin menunggu Minwoo datang.

“Kau yakin tidak mau pulang?” kata Eunsung

“Aku akan menunggu Minwoo.”

“Arraseo aku akan pilang duluan”

Kini yang tersisa di kelas hanyalah aku. 1 jam berlalu, 2 jam berlalu. Aku tetap saja menunggu Minwoo datang. Akhirnya Minwoo kembali kekelas. Dia langsung melewatiku dan mengambil tas yang ada didekat bangkuku.

“Changkkamman. Ayo kita bicara sebentar.” Kataku sambil memegang tangannya.

“Kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan.” Katanya langsung mengibaskan tanganku.

Dia langsung meninggalkanku sendiri di kelas. Aku hanya bisa menangis sekarang. Tidak ada yang dapat kulakukan.

Skiip

Sudah 1 minggu ini Minwoo mendiamiku. Aku tidak tahu seperti apa hubunganku sekarang. Teman-teman di sekolah juga banya yang menjauhiku bahkan ada yang sering menterorku dengan kertas-kertas bertuliskan kata ‘mati’. Kurasa aku mendapat karma atas segala yang kulakukan pada Minsoo.

Karena ada pertunjukan di gedung teater kami para siswa dan siswi diminta berkumpul di aula sekolah. Disana aku meliha Minwoo duduk dengan seorang yeoja yang tidak kukenal namun wajahnya tidak asing bagiku. Akhir-akhir ini memang Minwoo sering terlihat denganya.

“Aku akan ke toilet sebentar.” Kataku pada Eunsung.

“Nde. Cepatlah sebelum pertunjukkan dimulai. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan langsung menuju kea rah toilet.

Disana aku mebasu wajahku dan berkaca. Tak selang beberapa lama aku datang, datanglah seorang yeoja. Kurasa dia yeoja yang sering kulihat bersama Minwoo.

“Ormmaneo (lama tidak bertemu) Jinhee-ah.”

“Nuguseo?”

“Apa kau sudah lupa padaku? Nan Minyeong.”

“Minyeong?”

“Mmm. Teman lamamu. Kurasa kau sangat populer dan hidup enak disini.”

“Apa maksudmu?”

“Langsung saja. Sebenarnya aku ingin sedikit bermain dengan masa lalumu.”

“Aku makin tidak mengerti apa maksudmu?”

“Yang mengirim pesan  tentang masa lalumu adalah aku.”

“Mwo? Kenapa kau meakukan hal itu?”

“Jujur saja saat kita kecil aku sangat amat membencimu karena kau selalu bersikap seenaknya.”

“Lalu yang menerorku selama ini juga kau?”

“Benar sekali. Ah.. bukan hanya itu, aku juga akan membuat namjachingu-mu berpaling padaku.”

“Neo jongmal.”

“Wae? Kau mau mengatakan pada semua orang? Silahkan saja. Aku yakin tidak akan ada yang percaya padamu. Kau hanyalah sampah untuk mereka”

Setelah itu dia pergi meninggalkanku sendiri di kamar mandi. Aku memutuskan untuk tidak kembali ke aula dan pergi ke taman belakang sekolah. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus mengatakanya pada Minwoo?

Aku termenung di taman cukup lama, hingga aku tidak merasa kalau pertunjukan sudah selesai. Aku memutuskan untuk kembali ke kelas dan mengambil tas karena hari ini setelah selesai pertunjukan para murid dipersilahkan untuk pulang. Saat kembali ke kelas aku melihat Minwoo dan Minyeong yang sedang mengobrol.

“Aku akan menunggumu di parkiran.” Kata Minyeong yang hendak meninggalkan kami

“Arraseo.”

Setelah Minyeong pergi aku mencegat Minwoo.

“Ayo kita bicara sebentar.” Kataku mencoba mencoba mencegatnya.

“Sudah kubilang tidak ada yang perlu kita bicarakan.”

“Minyeong. Dia bermaksud memisahkan kita berdua.”

“Berpisah apanya. Bukankah kita sudah berpisah.”

“Min..woo.. Apa menurutmu kita sudah putus?”

“Jadi selama ini kau mengganggap kita masih berpacaran? Minggir aku mau pergi.”

Dia langsung berjalan melewatiku. Air mataku langsung jatuh membasahi pipiku, kakiku yang tidak mampu menopang tubuhku membuat tubuhku jatuh ke lantai. Aku hanya bisa menangis sekarang.

Minwoo POV

Hari ini aku ada latihan basket dengan yang lain. Kami melakukan latihan karena akan mengikuti lomba antar kota. Latihan dimulai dari battle antar grup dan dilanjutkan dengan latihan biasa. Setelah selesai kami istirahat. Kini kami memiliki seorang manager, dia adalah Minyeong. Minyeong memberikan kami minuman.

“Minwoo-ah apa ini milikmu?” kata Kwangmin memberikan sebuah gelang padaku. Aku memperhatikan baik-baik gelang itu. Itu adalah gelang yang diberikan oleh Jinhee padaku saat lomba basket dulu.

“Kau ambil saja Kwangmin-ah.”

“Aish. Tidak boleh seperti itu. Kurasa ini gelang yang sangat berharga.”

Kwangmin tetap memaksaku mengambil gelang itu. Dan aku kalah oleh kecerewetannya. Akhirnya aku mengambil gelang itu. Karena latihan sudah selesai kami memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Minyeong memintaku untuk mengantarnya tapi aku malas, jadi akhirnya dia diantar oleh anggota lainnya. Aku tidak naik motor hari ini, aku lebih memilih jalan kaki. Saat diperjalanan aku melihat Jinhee dengan seorang ajjushi dan ahjjuma,kurasa itu adalah orang tuanya memasuki sebuah restoran. Aku tidak perduli dan langsung pulang.

Jinhee POV

Hari ini aku bertemu dengan orang tuaku setelah bertahun-tahun kami berpisah. Mereka mengajakku pergi ke sebuah restoran yang cukup mewah.

“Setelah kau lulus nanti, kau carilah kerja. Kami tidak akan membiayamu.” Kata Eomma

“Mwo?”

“Kami sudah cukup sulit untuk membiayai pernikahan kami yang baru.” Kini appa yang berbicara.

“Jadi kalian benar-benar ingin memutus hubungan denganku?” kataku dengan suara yang sudah serak menahan tangisku agar tidak pecah.

“Sebenarnya kami ingin memutus hubungan kami sejak lama.” Kata Eomma

“Eomma. Apa aku pernah memintamu merawatku saat sakit? Apa aku meminta kalian berdua untuk mengurusku selama ini?”

“Jadi itu sebabnya hiduplah mandiri agar kami tidak perlu memikirkanmu.”

“Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, aku kira kalian akan mengatakan rindu padaku. Tapi.. arraseo aku akan mengabulkan keinginan kalian bahkan aku akan menghilang dari hadapan kalian.” Kataku dengan air mata yang sudah membasahi pipiku. Aku langsung keluar dari restoran dan pulang kerumah.

Keesokan harinya aku tetap datang ke sekolah tapi aku lebih memilih bolos pelajaran dan diam di atap sekolah. Disini aku merenungi semua yang terjadi. Apa tidak ada seorangpun yang menginginkanku? Apa aku hanya pembawa sial untuk mereka?

Aku benar-benar merasa putus asa. Akhirnya aku memilih berjalan ke bibir gedung sekolah. Aku membiarkan ponselku jatuh lalu aku berpikir apa jika aku jatuh seperti ponsel itu apakah ada yang menangis untukku? Apa eomma dan appa akan mau peduli padaku? Aku memejamkan mataku mencoba mencari ketenangan. Apa kau harusberakhir seperti Minsoo. Minsoo-ah apakah ini yang kau rasakan saat itu?

Author POV

Terlihat beberapa murid yang sedang berlari menemukan ponsel yang trjatuh dihadapan mereka . karena heran mereka melihat keatas tempat ponsel itu jatuh dan melihat ada seorang yeoja yang berdiri di bibir gedung.

“A…pa yag dilakukan yeoja itu.” Kata seorang dari mereka.

“Bukankah itu Jinhee?” kata seorang lagi

“Ah benar. Itu Jinhee.” Jawab yang lain

Lalu mereka mengirim pesan pada teman-teman mereka kalau Jinhee ingin bunuh diri. Pesan itu cepat menyebar hingga ke kelas 11-1 yaitu kelas Jinhee. Mengetahui hal itu, Minwoo dan Eunsung langsung berlari menuju atap sekolah. Saat sampai di atap sekolah ia melihat sudah banyak murid yang berkumpul disana.

“Jinhee-ah!!!” teriak Minwoo, lalu berlari ke arah jinhee.

“Jangan mendekat.” Kata Jinhee

“Apa yang kau lakukan? Cepat turun dari sana.”

Jinhee tidak menjawab Minwoo, ia malah menatap dalam mata Minwoo dan tesenyum.

“Aku senang bertemu dengamu. Akhirnya kau mau bicara denganku.” Kata Jinhee dengan senyum di bibirnya.

“Arraseo. Sekarang kau turun dulu.”

“Shireo. Kurasa aku tahu sekarang bagaimana perasaan Minsoo saat itu. Andai saja aku tidak membully-nya saat itu, aku pasti sudah berteman baik dengannya sekarang.”

“Jebal turunlah.”

“Aku ingin pergi ketempat Minsoo. Tempat dimana aku tidak merasakan sakit sama sekali.”

“Jebal hentikan bicara lalu turunlah”

“Aku. Aku ingin membuat eomma dan appa sedikit menyesal dengan kepergianku.”

“Jangan bicara macam-macam, jebal cepat turunlah.”

“Minwoo-ah mianhae,gomawo, saranghae.”

Setelah mengukap kata itu, Jinhee memejamkan matanya lalu melompat.

“ANDWEH!!!” teriak Minwoo.

Minwoo POV

Hari ini adalah hari pengangkatanku menjadi direktur di perusahaan appa. Setelah kerja keras selama bertahun-tahun, akhirnya appa mengakui kemampuanku.  Setelah pulang kerja, aku pergi ke sebuah sekolah dasar yang ada di Seol. Sebelum kesana aku membeli bunga mawar. Setelah sampai di tempat tujuan aku melihatnya sedang menungguku di depan sekolah. Aku tersenyum dan melambai ke arahnya dan mebalasnya. Aku berlari kecil menuju ke arahnya, setelah didepannya aku memberikan bunga yang aku beli tadi.

“Indah sekali.” Katanya sambil tersenyum lebar. Senyuman yang selalu membuatku rindu setiap saat.

“Apa kau menyukainya Jinhee-ah?”

Ya, gadis pemilik senyum yang selalu membuatku rindu adalah Jinhee. Setelah jatuh dari gedung sekolah Jinhee mengalami koma selama 2 tahun. Saat ia sadar, Jinhee kehilangan seluruh ingatannya. Aku tidak perduli dengan hal itu, yang kuperdulikan hanya dia ada di sampingku. Melihatnya tersenyum setiap hari itu saja sudah cukup untukku.

“Aku lelah dan ingin pulang cepat.” Kata Jinhee dengan manja.

“Arraseo. Kajja.”

Aku dan Jinhee sudah menikah selama 3 bulan. Aku tahu aku salah karena menikah dengannya saat ia kehilangan ingatan, tapi aku ingin selalu menemaninya. Dan kurasa kami akan memiliki hari-hari yang bahagia setiap hari.

~THE END~

This entry was posted by kepangmusic.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: